Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN

DAN KONSELING
“KONSEP DASAR LAYANAN PENEMPATAN PENYALURAN
DAN MEDIANYA”

Dosen : Andi Wahyu Irawan, M.Pd.

Disusun oleh :

Kelompok 7 (pembanding)

Renal Andhika (1705095003)

Risna Zuyina (1705095006)

Nining Fahilda (1705095023)

Anisa Hutami (1705095025)

Siska Nurjanah (1705095039)

Miranda Nurmaulidha (1705095030)

Prita Nur Rizki Rahmadani (1705095041)

Kelas BK-A (2017)

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MULAWARMAN

2018

i
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala
limpahan rahmat dan hidayahnya, serta begitu banyak nikmat yang telah Dia
berikan. Dan tidak lupa juga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada
Rasulullah SAW.

Atas ijin-Nya pula kami dapat menyelesaikan tugas “Makalah Konsep


Layanan Penempatan Penyaluran dan Medianya ” sebagai salah satu tugas mata
kuliah Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling dalam bentuk maupun
isinya yang sangat sederhana. Kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besasrnya
kepada Bapak Andi Wahyu Irawan, M. Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah
Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling. Dan kami ucapkan terimakasih
kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam proses penulisan dan penyusunan
makalah ini.

Terlepas dari semua itu kami menyadari bahwa masih ada kekurangan
dalam tugas makalah ini, baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya.
Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima apabila ada kritik dan saran
dari Bapak agar kami bisa memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap makalah ini sesuai dengan yang Bapak harapkan
dan semoga makalah ini juga bisa bermanfaat bagi orang lain.

Samarinda, 22 September 2018

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN. ........................................................................................... i

KATA PENGANTAR . ....................................................................................... ii

DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii

BAB 1 PENDAHULUAN

Latar belakang ..................................................................................................... 1

Rumusan masalah ................................................................................................ 1

Tujuan dan Manfaat ............................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Layanan Penempatan Penyaluran


1. Pengertian Layanan Penempatan Penyaluran ............................................. 3
2. Tujuan Layanan Penempatan Penyaluran ................................................ 4
3. Manfaat Layanan Penempatan Penyaluran ............................................... 4
B. Media Layanan Penempatan Penyaluran
1. Media Cetak ............................................................................................. 6
2. Media Non Cetak .................................................................................... 6
3. Manfaat Layanan Penempatan Penyaluran ............................................... 9
C. Hasil Penelitian ............................................................................................... 8

Bab III PENUTUP

Kesimpulan....................................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 16

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam menjalani kehidupan dan perkembangannya, setiap saat individu berada dalam
kondisi diri tertentu dan menghadapi serta berinteraksi dengan kondisi lingkungannya.
Dari keadaan tersebut individu dituntut bisa menyesuaikan diri secara tepat supaya
mampu mencapai perkembangan diri secara optimal.
Peserta didik adalah individu yang berada pada masa yang sulit ketika menghadapi
masalah penyesuaian diri dan pengambilan keputusan tentang apa yang harus
dilakukan untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin komplek, sehingga
mereka memerlukan bimbingan secara tepat guna pencapaian pengembangan diri
mereka.
Peserta didik mau tidak mau mereka akan menghadapi dunia kerja setelah mereka
lulus dari sekolah, yang jadi permasalahan banyak diantara peserta didik yang tidak
tahu orientasi karier yang baik yang sesuai dengan bakat dan minat mereka. Dari
alasan itulah layanan penempatan dan penyaluran diberikan kepada peserta didik
dengan tujuan mereka memperoleh tempat yang sesuai untuk mengembnagkan diri
mereka secara maksimal.
Apalagi untuk peserta didik yang duduk di bangku SMA layanan penempatan dan
penyaluran sangat penting dimana layanan tersebut dilakukan dengan prosedur yang
baik yang akan menghantarkan peserta didik untuk penjurusan yang tepat, yang hal
tersebut akan sangat berpengaruh pada pilihan karier yang akan dipilih kelak.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari layanan penempatan penyaluran?
2. Apa saja tujuan dari layanan penempatan penyaluran ?
3. Apa manfaat dari layanan penempatan ?
4. Bagaimana penggunaan media dalam pelaksanaan layanan penempatan penyaluran
dalam bimbingan dan konseling?
5. Bagaimana hasil penelitian tentang penempatan serta penyaluran dalam bimbingan
dan konseling ?

1
C. Manfaat dan Tujuan
1. Memahami pengertian dari layanan penempatan dan penyaluran
2. Memahami tujuan dari layanan penempatan dan penyaluran dalam bimbingan dan
konseling.
3. Memahami manfaat layanan penempatan dan penyaluran dalam bimbingan dan
konseling.
4. Memahami penggunaan media dalam layanan penempatan penyaluran dalam
bimbingan dan konseling.
5. Mengetahui hasil penelitian penempatan penyaluran dalam bimbingan dan
konseling.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Layanan Penempatan Penyaluran


1. Pengertian Layanan Penempatan Penyaluran
Layanan penempatan ialah pada waktu siswa melewati masa peralihan antara situasi
sekolah berikutnya, pemilihan dan penempatan jurusan, pemilihan kegiatan
ekstrakulikuler, sekolah sambungan, dan penempatan pada layanan kerja. (Elia
Flurentin)
Menurut Prayitno (2004: 2) layanan penempatan adalah “suatu kegiatan bimbingan
yang dilakukan untuk membantu individu atau kelompok yang mengalami mismatch
(ketidaksesuaian antara potensi dengan usaha pengembangan) dan penempatan
individu pada lingkungan yang cocok bagi dirinya serta pemberian kesempatan kepada
individu untuk berkembang secara optimal”.
Purwoko (2008: 59) menjelaskan bahwa: “Layanan penempatan dan penyaluran
adalah “serangkaian kegiatan bantuan yang diberikan kepada siswa agar siswa dapat
menempatkan dan menyalurkan segala potensinya pada kondisi yang sesuai”.
Mulyadi (2203: 26) yang menjelaskan bahwa: “Layanan penempatan dan penyaluran
merupakan layanan bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik
(klien) memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat (misalnya penempatan
dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan atau program studi, program
latihan, magang, kegiatan kulikuler/ekstrakulikuler) sesuai dengan potensi, bakat dan
minat, serta kodisi pribadinya”.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa layanan penempatan dan
penyaluran yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan peserta didik memperoleh
penempatan dan penyaluran yang tepat (misalnya penempatan/penyaluran di dalam
kelas, kelompok belajar, jurusan, atau program studi, program pilhan, magang,
kegiatan kurikuler/esktrakulikuler) sesuai dengan potensi, bakat, dan minat serta
kondisi pribadinya.

3
2. Tujuan Layanan Penempatan Penyaluran
1) Tujuan Umum

Pelaksanaan penempatan dan penyaluran secara umum memiliki tujuan yang hendak
dicapai. Menurut Prayitno, tujuan umum layanan penempatan dan penyaluran adalah
diperolehnya tempat yang sesuai bagi individu untuk pengembangan potensi dirinya.
Kesesuaian terhadap tempat dalam pengembangan diri seperti pada lingkungan
sekolah, organisasi, pekerjaan, dan juga pendidikan lanjut.

2) Tujuan Khusus

Berbeda dengan tujuan secara umum, tujuan khusus dari layanan penempatan dan
penyaluran lebih spesifik mengarahkan siswa kedalam penguasaan kompetensi yang
sesuai dengan bakatnya.
Menurut Prayitno, secara khusus tujuan layanan penempaatan dan penyaluran adalah:
Membantu siswa mencapai kematangan dalam mengembangkan penguasaan ilmu,
teknologi, dan seni sesuai dengan program kurikulum dan persiapan karir atau
melanjutkan pendidikan tinggi, serta berperan dalam kehidupan masyarakat yang luas.

3. Manfaat Manfaat Penggunaan Media dalam Layanan Penempatan dan Penyaluran

Pada zaman sekarang tekhnologi sudah semakin berkembang, dan saat ini kita seperti
hidup dalam dunia teknologi. Hampir seluruh aktivitas tergantung pada canggihnya
teknologi pada saat ini ,terutama teknologi komunikasi. Bimbingan dan konseling
sebagai usaha bantuan kepada siswa, saat ini telah mengalami perubahan-perubahan
yang sangat cepat. Perubahan ini dapat ditemukan pada bagaimana teori-teori
bimbingan dan konseling muncul sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau
bagaimana media teknologi bersinggungan dengan pelayanan bimbingan dan
konseling. Media dalam bimbingan dan konseling antara lain adalah komputer dan
perangkat audio visual serta media lainnya seperti media cetak dan media grafis.

Komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor dalam
melakukan proses layanan bimbingan dan konseling. Pelling (2002) menyatakan
bahwa penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu konselor
dalam melakukan proses penempatan dan penyaluran siswa dalam mengatasi masalah
siswa yang berkaitan dengan pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan
siswa terhadap hidup dan dirinya. Hal ini sangat memungkinkan, karena dengan

4
penggunaan komputer, maka konselor akan dapat melihat banyak informasi atau data
yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan dalam melaksanakan pelayanan
penyaluran dan penempatan yang sesuai bagi kebutuhan siswa.

Informasi yang didapat melalui internet dan data-data yang diolah melalui komputer,
dapat dianggap sebagai data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan
masuk akal (Pelling 2002;). Data atau informasi yang didapat melalui internet adalah
data-data yang sudah memiliki tingkat validitas tinggi. Hal ini sangat beralasan, karena
data yang ada di internet dapat dibaca oleh semua orang di muka bumi.

Sebagai contoh, saat ini dapat kita lihat di internet tentang profil sebuah perguruan
tinggi. Bahkan, informasi yang didapat tidak sebatas pada perguruan tinggi saja, tetapi
bisa sampai masing-masing program studi dan bahkan sampai pada kurikulum yang
dipergunakan oleh masing-masing program studi. Data-data yang didapat pada
akhirnya menjadi suatu dasar pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan. Tentu saja,
informasi tersebut berguna bagi konselor dalam melaksanakan layanan penyaluran
bagi siswa yang sangat memerlukan hal tersebut.

Penggunaan komputer dan internte bagi konselor sebagai media dalam melaksanakan
layanan bimbingan dan konseling memiliki beberapa keuntungan seperti yang
dinyatakan oleh Baggerly sebagai berikut:

1) Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang
diberikan.
2) Tidak akan memunculkan kebosanan.
3) Dapat ditemukan berbagai referensi yang menggunakan layanan bimbingan dan
konseling melalui website.
4) Terdapat pengaturan yang baik
5) Pengoptimalan fungsi email

Media lain yang dapat dipergunakan dalam proses bimbingan dan konseling di kelas
antara lain adalah VCD/DVD player. Peralatan ini seringkali dipergunakan oleh
konselor untuk menunjukkan perilaku-perilaku tertentu. Perilaku-perilaku yang
tampak pada tayangan tersebut dipergunakan oleh konselor untuk merubah perilaku
klien yang tidak diinginkan (Alssid & Hitchinson, 1977; Ivey, 1971, dalam Baggerly
2002). Dalam proses pendidikan konselor pun, penggunaan video modeling ini juga

5
dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan dan prinsip konseling yang akan
dikembangkan bagi calon konselor (Koch & Dollarhide, 2000, dalam Baggerly, 2002).

Sebelum VCD/DVD player ini ditayangkan, seorang konselor sebaiknya memberikan


arahan terlebih dahulu kepada siswa tentang alasan ditayangkannya sebuah film. Hal
ini sangat penting, sebab dengan memiliki gambaran dan tujuan film tersebut
ditayangkan, maka siswa akan memiliki kerangka berpikir yang sama. Setelah film
selesai ditayangkan, maka konselor meminta siswa untuk memberikan tanggapan
terhadap apa yang telah mereka lihat. Tanggapan-tanggapan ini pada akhirnya akan
mempengaruhi bagaimana klien berpikir dan bersikap, yang kemudian diharapkan
akan dapat merubah perilaku klien atau siswa.

Kelebihan lainnya dalam pemberian layanan Bimbingan dan Konseling dengan


menggunakan media internet adalah dapat melintasi jarak dan waktu; serta klien dapat
mengakses data yang dibutuhkan dengan cepat.

B. Media Layanan Penempatan Penyaluran


1. Media Cetak
Untuk media cetak disini menggunakan papan mading “BK” sebagai media visual
agar peserta didik mengetahui apa saja yang terdapat di sana, media cetak ini tidak
hanya berupa pengumuman atau apapun, tetapi menggunakan papan mading “BK”
ini sebagai media yang digunakan untuk menempel berbagai informasi yang telah
di cetak oleh konselor maupun guru bimbingan dan konsleing untuk meneetahui
informasi sekilas sebagai acuan peserta didik menginginkan perencanaan
penempatan jalur/jurusan kuliah nanti ataupun kerja. Setelah mengetahui informasi
yang tertera di papan mading, peserta didik dapat langsung menanyakan kepada
konselor atau guru bimbingan dan koseling agar diarahkan sesuai minat dan bakat.

2. Media Non Cetak

a. Kelompok Media Proyeksi Diam

Media proyeksi diam adalah mdia visual yang diproyeksikan atau media yang
memproyeksikan pesan, diimana hasil proyeksinya tidak beegerak atau memiliki
sedikit unsur gerakan. Adapun jenis media ini diantaranya adalah:

6
a) Media OHP dan OHT
OHT (Overhead Transparancy) adalah media visual yang diproyeksikan melalui alat
proyeksi yang disebut OHP (Overhead Projector). Ada 3 jenis bahan yang dapat
digunakan sebagai OHT, yaitu :
1) Write on film (plastik transparansi), yaitu jenis transparansi yang dapat ditulisi atau
digambari secara langsung dengan menggunakan spidol.
2) PPC transparency film (PPC yaitu Plain Paper Copier), yaitu jenis transparansi yang
dapat diberi tulisan atu gambar dengan menggunakan mesin photocopy. 3) Infrared
transparency film, yaitu jenis transparansi yang dapat diberi tulisan atau gambar
dengan menggunakan mesin thermofax.

b) Media Opaque Projektor


Merupakan media yang digunakan untuk memproyeksikan bahan-bahan yang tak
tembus pandang seperti: buku, foto, selain gambar yang berdimensi atau 2 dimensi
(2D) juga bisa
memproyeksikan gambar tiga dimensi (3D), selain itu media opaque projector juga
dapat
memproyeksikan film bingkai atau slide tetapi tidak dilengkapi dengan suara.

c) Media Slide
Merupakan media visual yang dapat diproyeksikan dengan alat yang dikenal dengan
proyektor slide. Biasanya film bingkai atau slide terbuat dari film positif yang
kemudian diberi bingkai karton atau plastik. Film positif yang biasa digunakan untuk
slide berukuran 35 mm dengan ukuran bingkai 2x2 inchi. Sebuah film slide biasanya
terdiri dari beberapa bingkai yang banyaknya disesuaikan dengan bahan atau materi
yang akan disampaikan.

d) Media Filmstrip
Merupakan media visual yang diproyeksikan seperti film slide hanya saja terdiri dari
atas beberapa film yang merupakan satu kesatuan (ujung yang satu dan lain berkaitan).
Biasanya frame dalam filmstrip terdiri dari 50 buah dan ada juga yang 75 buah dengan
panjang 100 sampai dengan 130 cm.

7
b. Penggunaan media dari smartphone yaitu mengguakan grup media sosial seperti
wa,line ataupun yang lain dalam penyampaian informasi bagaimana peserta didik
untuk menempatankan dan menyalurkan minat, bakat serta kemampuannya, guru
bimbingan konseling disini menggunakan grup media sosial supaya bergunanya media
sosial sebagai media yang sering dipakai oleh peserta didik dan dapat mengetahui
bagaimana menyalurkan serta menempatankan diri siswa itu sendiri.

C. Hasil Penelitian Penempatan Penyaluran


1. PELAKSANAAN LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN DALAM
PENGEMBANGAN DIRI PESERTA DIDIK OLEH GURU BK (Studi di Kelas
XI SMAN 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat) Rama Witri , Ahmad Zaini
, Monalisa

Penelitian dilaksanakan mulai dari 06 Mei 2017 sampai 27 Juli 2017. Sedangkan lokasi
penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Koto Balingka, yang terletak di Jalan Lintas Barat Air
Balam Kabupaten Pasaman Barat. Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini berupa
angket.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa pelaksanaan layanan penempatan


dan penyaluran dalam pengembangan diri peserta didik oleh guru BK (studi di kelas XI
SMAN 1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat), dapat diungkapkan sebagai berikut:

1. Perencanaan layanan penempatan dan penyaluran.

Berdasarkan penelitian yang telah peneliti lakukan terhadap peserta didik kelas X di SMAN
1 Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat dalam tahap perencanaan layanan penempatan
dan penyaluran berada pada kategori cukup baik dengan persentase 64,52%. Pada kategori
baik 24,19 %. Pada kategori kurang baik dengan persentase 6,45%. Sedangkan pada
kategori sangat baik dengan persentase 4,84%. Jadi secara umum hasil perencanaan
layanan penempatan dan penyaluran dalam pengembangan diri peserta didik di kelas XI
berada pada kategori cukup baik.

Menurut Prayitno (2012:84) “Perencanaan layanan dimulai dengan identifikasi kondisi


yang menunjukkan kebutuhan untuk penempatan penyaluran yang akan ditetapkan untuk
peserta didik”.

8
Apabila guru BK melaksanakan identifikasi kondisi yang menunjukkan adanya
permasalahan pada diri subjek sesuai dengan kebutuhan peserta didik menjadi cukup baik
dan sangat baik maka identifikasi kondisi yang menunjukkan adanya permasalahan pada
diri subjek atau peserta didik bisa teratasi dengan baik sesuai dengan kebutuhan peserta
didik itu sendiri. Jadi seorang guru BK dalam melaksanakan identifikasi kondisi yang
menunjukkan adanya permasalahan pada diri subjek harus disesuaikan dengan kebutuhan
peserta didik dengan hal itu peserta didik dapat mengembangkan kemampuan yang
dimilikinya

2. Pelaksanaan Layanan Penempatan dan Penyaluran.


a) Melakukan pengkajian terhadap kondisi permasalahan peserta didik sesuai prosedur
dan langkah-langkah yang telah ditetapkan

Berdasarkan data yang diperoleh dalam menyiapkan prosedur berada pada kategori baik
dengan persentase 51,61%. Pada kategori cukup baik dengan persentase 27,42%. Pada
kategori sangat baik dengan persentase 20,97%. Jadi secara umum pelaksanaan layanan
penempatan dan penyaluran dalam pengembangan diri peserta didik di kelas X SMAN 1
Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat dilihat dari segi melakukan pengkajian terhadap
kondisi permasalahan peserta didik sesuai prosedur dan langkah-langkah yang telah
ditetapkan berada pada kategori baik.

b) Melaksanakan Penempatan

Berdasarkan data yang diperoleh dalam melaksanakan penempatan berada pada kategori
cukup baik dengan persentase 37,10%. Pada kategori baik dengan persentase 33,87%. Pada
kategori sangat baik dengan persentase 27,42%. Pada kategori kurang baik dengan
persentase 1,61%. Jadi secara umum pelaksanaan layanan penempatan dan penyaluran
dalam pengembangan diri peserta didik di kelas X bearada pada kategori cukup baik.

3. Evaluasi layanan penempatan dan penyaluran.


a) Menetapkan Materi Evaluasi

Menurut Prayitno (2012:85) “Guru BK terlebih dahulu menetapkan materi evaluasi berada
pada kategori cukup baik, apabila guru BK menetapkan materi evaluasi sesuai dengan
kebutuhan peserta didik akan menjadi baik dan sangat baik, oleh karena itu seorang guru
BK terlebih dahulu menetapkan materi evaluasi sebelum melaksanakan layanan.

b) Menetapkan prosedur evaluasi

9
Guru BK menetapkan prosedur evaluasi sesuai dengan kebutuhan peserta didik akan
menjadi baik dan sangat baik. Sebaliknya apabila guru BK tidak menetapkan materi
evaluasi sebelum memberikan layanan atau tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik
maka akan menjadi kurang baik dan sangat tidak baik.

c) Menyusun Instrumen Evaluasi

guru BK terlebih dahulu merancang instrumen yang sesuai dengan layanan yang diberikan
kepada peserta didik. Guru BK menyusun instrumen evaluasi sesuai dengan tujuan yang
sudah ditetapkan akan menjadi baik, sangat baik dan cukup baik. Sebaliknya apabila guru
BK tidak menyusun instrumen evaluasi sebelum memberikan layanan atau tidak sesuai
dengan kebutuhan peserta didik maka akan menjadi kurang baik dan sangat tidak baik.

d) Mengaplikasikan Instrumen Evaluasi

mengaplikasikan instrumen evaluasi ini yang mana seorang guru BK harus menyesuaikan
dengan kebutuhan peserta didik supaya peserta didik bisa ditempatkan sesuai dengan
kemampuan yang dimiliknya. Menurut Sukardi (2008:101) “Suatu langkah yang dilakukan
oleh guru BK dalam menerapkan instrumen yang telah dipersiapkan”.

Maksud pendapat di atas bahwa, mengaplikasikan instrumen evaluasi berada pada kategori
sangat baik. Apabila guru BK mengaplikasikan instrumen evaluasi sesuai dengan
tujuannya maka menjadi baik dan sangat baik. Sebaliknya apabila guru BK tidak menyusun
instrumen evaluasi sebelum memberikan layanan atau tidak sesuai dengan kebutuhan
peserta didik maka akan menjadi kurang baik dan sangat tidak baik

e) Mengolah Hasil Evaluasi Instrumen

dalam mengolah hasil aplikasi instrumen dilihat dari perencanaan terhadap instrumen
evaluasi yang sudah dilakukan oleh guru BK untuk menentukan apakah data yang sudah
didapat sudah betul atau belum atau peserta didik yang sudah ditempatkan sudah sesuai
dengan kebutuhan atau belum. Menurut Sukardi (2008:101) “Mengolah hasil aplikasi
instrumen suatu kegiatan dilakukan guru BK untuk melihat kebehasilan layanan
penempatan dan penyaluran yang sudah diberikan kepada peserta didik”.

Maksud pendapat di atas bahwa, mengolah hasil aplikasi instrumen berada pada kategori
baik, apabila guru BK mengolah hasil aplikasi instrumen sesuai dengan tujuan yang sudah
ditetapkan akan menjadi baik dan sangat baik. Sebaliknya apabila guru BK tidak menyusun

10
instrumen evaluasi sebelum memberikan layanan atau tidak sesuai dengan kebutuhan
peserta didik maka akan menjadi kurang baik dan sangat tidak baik dalam mengolah hasil
aplikasi instrumen. Untuk itu seorang guru BK harus mengolah hasil instrumen yang sudah
diberikan kepada peserta didik agar dengan hasil tersebut dapat melihat keberhasilan
instrumen yang sudah diberikan.

2. ANALISIS LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN UNTUK PENGEMBANGAN


BAKAT PESERTA DIDIK SMP NEGERI 20 PONTIANAK. Hardiansyah, Busri Endang,
Sri Lestari

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik komunikasi
tidak langsung dan teknik komunikasi langsung.Alat pengumpul data yang dipergunakan
dalam suatu penelitian adalah kuesioner (angket), pedoman wawancara.

Pembahasan Penelitian

(1)Perencanaan layanan penempatan dan penyaluran untuk pengembangan bakat


peserta didik yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling yaitu meliputi,
identifikasi kondisi yang menunjukan adanya permasalahan pada diri siswa tertentu,
menetapkan siswa yang menjadi sasaran layanan, menyiapkan prosedur langkah-langkah
dan perangkat serta fasilitas layanan, dan menyiapkan kelengkapan administrasi.

Hal ini sejalan dengan pendapat Tohirin (2013:151) yang mengatakan perencanaan
mencakup:

(a) identifikasi kondisi yang menunjukan adanya permasalahanpada diri siswa tertentu

(b) menetapkan siswa yang akan menjadi sasaran layanan,

(c) menyiapkan prosedur langkahlangkah dan perangkat serta fasilitas layanan, dan

(d) menyiapkan kelengkapan administrasi.” Kegiatan perencanaan sangat diperlukan


demi menjamin keteraturan dan keberhasilan penyelenggaraan layanan penempatan dan
penyaluran serta menjamin tercapainya tujuan yang hendak dicapai. Maka kegiatan
layanan penempatan dan penyaluran perlu perencanaan, dan disusun serta dilaksanakan
dengan efektif.

11
(2) Pelaksanaan layanan penempatan dan penyaluran untuk pengembangan bakat
peserta didik oleh guru bimbingan dan konseling meliputi, melakukan analisis terhadap
berbagai kondisi yang terkait dengan permasalahan siswa sesuai prosedur dan langkah-
langkah yang telah ditetapkan dan melaksanakan layanan penempatan dan penyaluran.

Hal ini sejalan dengan pendapat Tohirin (2013:152) yang menyatakan “pelaksanaan yang
mencakup kegiatan”:

(a) melakukan analisis terhadap berbagai kondisi yang terkait dengan permasalahan siswa
sesuai prosedur dan langkahlangkahyang telah ditetapkan

(b) melaksanakan layanan penempatan dan penyaluran. Pelaksanaan layanan


penempatan dan penyaluran sangat diperlukan, tujuannya mengembangkan sumber
daya manusia, memberikan peserta didik kesempatan untuk mengekpresikan diri, dan
memperoleh tempat yang sesuai dalam proses pengembangan bakat, agar potensi yang
dimiliki oleh peserta didik dapat berkembang secara optimal.

(3) Evaluasi yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling untuk mengetahui
keberhasilan pelaksanaan kegiatan, karena evaluasi sangat penting untuk menilai kinerja
dalam pelaksanaan layanan penempatan dan penyaluran menurut Tohirin (2013:152)
yang menyatakan, evaluasi mencakup “ (a) menetapkan materi evaluasi (b) menetapkan
prosedur evaluasi (c) menyusun instrumen evaluasi (d) mengaplikasikan instrumen
evaluasi dan (e) mengelola hasil aplikasi instrumen”. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui
keberhasilan pelaksanaan kegiatan, karena evaluasi sangat penting dalam melihat
keberhasilan dalam pelaksanaan layanan penempatan dan penyaluran. (4) Respon peerta
didik dalam layanan penempatan dan penyaluran yang diberikan oleh guru bimbingan dan
konseling dapat dilihat dari pemahaman, sikap, prilaku, dan tindakan pesenerta didik.
Chef (dalam Puspitasari, 2011:12) menyatakan “respon dapat menimbulkan tiga bagian
yaitu kognitif, afektif, dan konatif/psikomotorik”. Respon peserta didik sangat penting
untuk menentukan keberhasilan dalam memahami layanan penempatan dan penyaluran
untuk pengembangan bakat.

12
3. PEMILIHAN LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN DALAM PEMILIHAN
JURUSAN PESERTA DIDIK KELAS XI DI SMA MUHAMMADIYAH 1 PALANGKA RAYA.
Normalasari, M. Andi Setiawan

Berdasarkan hasil penelitian yang menurut penjelasan yang disampaikan Kepala sekolah
atau yang mewakili kepada peneliti pada saat wawancara bahwa dengan adanya guru BK
sangat membantu sekolah ini guna dalam proses belajar mengajar atau dalam
melaksanakan pemberian layanan bimbingan dan konseling di SMA Muhammadiyah 1
Palangka Raya, guru BK juga melaksanakan tugasnya dengan baik memberikan layanan
penempatan dan penyaluran untuk membantu individu atau kelompok yang mengalami
ketidaksesuaian antara potensi dan usaha pengembangan penempatan individu pada
lingkungan sekolah maupun lingkungan luar yang cocok bagi diri mereka serta pemberian
kesempatan kepada individu untuk berkembang secara optimal supaya peserta didik
dapat menerima bimbingan dan layanan dengan baik supaya peserta didik lebih mudah
nantinya untuk memilih suatu jurusan,atau studi serta karir yang akan mereka pilih sesuai
dengan keinginan mereka supaya mereka juga bisa mengembangkan bakat, minat serta
hoby yang ada dalam dirinya terutama kepada peserta didik yang bakat, minat dan hoby
yang pada saat ini sudah berjalan dengan baik.

1. Peran guru BK

Guru BK melaksanakan layanan bimbingan dan konseling bagi semua peserta didiknya
berdasarkan kepada kebutuhan peserta didik serta tanggung jawab dari guru BK. Menilai
proses dan hasil kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling serta melakukan
penyesuaian-penyesuaian (mid-course adjustments) berdasarkan keputusan
transaksional selama rentang proses bimbingan dan konseling dalam rangka
memandirikan konseli (mind competence). Untuk melaksanan program layanan
bimbingan dan koseling pasti memerlukan waktu yang cukup, dengan memiliki waktu
yang cukup maka pelaksanaan bimbingan dan konseling memberikan bimbingan baik
secara individu, kelompok maupun klasikal. Secara khusus bimbingan dan konseling
bertujuan untuk membantu konseli agar dapat menyelesaikan tugas-tugas
perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial, belajar dan karir.

13
2. Tugas guru bimbingan dan konseling

Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta


didik dalam memahami, menilai bakat dan minat. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu
bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta
mengembangkan kemampuan hubungan sosial dan industrial yang harmonis, dinamis,
berkeadilan dan bermartabat. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang
pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk
mengikuti pendidikan sekolah/madrasah secara mandiri. Pengembangan karir, yaitu
bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi,
serta memilih dan mengambil keputusan karir.

14
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Layanan penempatan dan penyaluran yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan


peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat (misalnya
penempatan/penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan, atau program studi,
program pilhan, magang, kegiatan kurikuler/esktrakulikuler) sesuai dengan potensi, bakat,
dan minat serta kondisi pribadinya.

Penggunaan komputer dan internte bagi konselor sebagai media dalam melaksanakan
layanan bimbingan dan konseling memiliki beberapa keuntungan seperti yang dinyatakan
oleh Baggerly sebagai berikut:

 Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang
diberikan.
 Tidak akan memunculkan kebosanan.
 Dapat ditemukan berbagai referensi yang menggunakan layanan bimbingan dan
konseling melalui website.
 Terdapat pengaturan yang baik
 Pengoptimalan fungsi email

15
DAFTAR PUSTAKA

Padang Sukandi, DewaKetut. 2000. Pengantar pelaksanaan Program Bimbingan dan


Konseling. Jakarta : PT. Rineka Cipta

Prayitno.1997. Layanan bimbingan Dan Konseling sekolah menengah akhir. Padang:


Universitas Negeri Padang.

Witri, Rama,dkk. 2009. Pelaksanaan Layanan Penempatan dan Penyaluran dalam


Pengembangan Diri Peserta Didik. Sumatra Barat : Program Studi Bimbingan dan
Konseling STKIP PGRI

Hardiansyah,dkk. Analisis Layanan Penempatan dan Penyaluran untuk Pengembangan


Bakat Peserta Didik SMP Negeri 20. Pontianak : Program Studi Bimbingan dan
Konseling FKIP Untan

Normalasari, dkk. 2017. Pemilihan Layanan penempatan dan Penyaluran dalam


Pemilihan Jurusan Peserta Didik Kelas XI di SMA Muhammadiyah 1. Palangkaraya
: Jurnal Umpalangkaraya

16
17