Anda di halaman 1dari 5

pengertian obesitas

Obesitas adalah keadaan abnormal penumpukan lemak yang berlebih yang dapat menganggu
kesehatan. Secara umum, obesitas disebabkan oleh meningkatnya asupan energi dengan
kandungan lemak yang tinggi dan menurunnya aktivitas fisik sebagai akibat dari perubahan pola
sosial dan lingkungan seperti perubahan pekerjaan, alat transportasi dan meningkatnya urbanisasi.
Peningkatan asupan energi yang berlebih tersebut lama kelamaan akan menumpuk dan
menyebabkan obesitas.

Obesitas Pada Anak

Kelebihan berat badan yang dialami oleh anak dapat disebabkan karena faktor keturunan. Resiko
obesitas pada anak akan lebih tinggi dialami oleh anak dari orang tua yang mengalami obesitas.
Selain dari faktor keturunan, faktor yang akan berperan dan membahayakan obesitas pada anak
adalah pola makan. Pada anak yang mengalami obesitas tidak akan kesulitan soal makan, dia akan
terus nafsu makan sehingga sulit mengontrol rasa lapar di dalam dirinya. Pola makan yang
berlebihan dan pilihan makanan yang tidak tepat akan meningkatkan resiko obesitas.

Baca Juga: Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan


Beberapa makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak akan membahayakan seperti
coklat dan permen, minuman dan makanan yang mengandung gula, junk food, kue, coklat dan
juga jenis makanan yang mengandung kacang-kacangan dan keju berlebihan. Bagi orang tua yang
memiliki anak dengan berat badan berlebih atau obesitas maka disarankan untuk mengetahui efek
negatif yang mungkin terjadi pada anak. Selain akan membuat anak anda kesulitan dalam
beraktivitas, obesitas akan menimbulkan beberapa masalah.

Berikut adalah bahaya obesitas pada anak :

1. Tidak dapat mengatur pola makan

Anak yang mengalami obesitas akan terbiasa dengan porsi yang banyak ketika makan selain itu
akan merasa lapar apabila diberikan porsi yang biasa. Kebiasaan ini akan berpengaruh pada saat
dewasa sehingga lebih berpotensi menimbun lemak di dalam dirinya.

2. Sistem Imun yang terganggu

Obesitas akan meningkatkan resiko inflamasi. Inflamasi akan mempengaruhi otak sehingga
suasana hati akan lebih mudah berubah dan akan mempengaruhi nafsu makan.

3. Gangguan pernapasan

Anak yang mengalami obesitas lebih beresiko mengalami gangguan pernapasan. Anak lebih suka
mendengkur dan mudah lelah sehingga lebih mudah tidur di siang hari.

4. Beresiko menimbulkan penyakit yang berbahaya


Beberapa penyakit yang berbahaya disebabkan karena obesitas adalah penyakit kardiovaskular,
asma, kanker, tekanan darah tinggi dan penyakit hati.Obesitas yang dialami oleh anak tidak hanya
akan membuatnya beresiko mengalami penyakit saja akan tetapi dapat mempengaruhi psikisnya
yaitu depresi, rendah diri dan mengalami penurunan akademik di sekolah.

Pencegahan yang dilakukan untuk obesitas anak diantaranya adalah dengan melalukan fisik .
Hindari waktu luang anak anda yang hanya duduk di depan komputer atau bermain games.

Berikut adalah beberapa aktivitas yang dilakukan :

1. Pada usia 1-3 tahun

Anda dapat mengajak anak anda bermain gerakan berlari, memanjat dan melompat. Ajaklah anak
anda untuk memukul, melempar, menangkap dan juga mengguling-guling sehingga anak anda
tidak bosan.

2. Pada usia anak 3-5 tahun

Perbanyaklah aktivitas, anak usia 3-5 tahun dapat mengajarinya aktivitas fisik dan juga melatih
kestabilan dan juga mengontrol gerakan fisik dengan naik sepeda.

https://bidanku.com/bahaya-obesitas-pada-anak

Penyebab lainnya obesitas (kelebihan berat badan) pada anak karena faktor keturunan. Resiko
obesitas bisa meningkat pada anak yang memiliki orang tua yang juga mengalami obesitas.

Penyebab paling utama anak obesitas adalah pola makan, beberapa makanan yang banyak
mengandung karbohidrat dan lemak memberikan dampak kegemukan, seperti coklat, permen,
minuman dan makanan tinggi kandungan gula, junk food, keju, dll.

Faktor psikologis juga bisa menjadi penyebab


Obesitas yang dialami oleh anak atau remaja, terkadang terjadi karena mereka menjadikan
makanan sebagai pelarian dari rasa putus asanya (frustrasi) terhadap pelajaran di sekolah atau
masalah lainnya yang dihadapinya.

Ukur tingkat kegemukan berat badan dengan teknologi IMT


IMT merupakan pengukuran untuk menentukan apakah berat badan seseorang diklasifikasikan
sebagai berat badan di bawah normal, normal (ideal), kelebihan berat badan, dan obesitas.

IMT diukur dengan rumus berat (dalam kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (dalam meter2).
Pengukuran IMT anak Anda akan dibandingkan dengan IMT anak-anak lain dengan jenis kelamin,
usia dan tinggi yang sama.
http://kesehatantubuh-tips.blogspot.com/2016/07/cara-mengatasi-bahaya-obesitas-anak-
sekolah.html?m=1

Faktor genetik

Kegemukkan orang tua merupakan faktor genetik yang berperanan besar. Bila kedua orang tua
obesitas, 80% anaknya menjadi obesitas; bila salah satu orang tua obesitas, kejadian obesitas
menjadi 40% dan bila kedua orang tua tidak obesitas, peluangnya menjadi 14% (Sjarif,2003).

Faktor lingkungan

Aktivitas fisik

Aktivitas fisik merupakan komponen utama dari energy expenditure, yaitu sekitar 20-50%dari
total energy expenditure. Penelitian di negara maju mendapatkan hubungan antara aktivitas fisik
yang rendah dengan kejadian obesitas. Individu dengan aktivitas fisik yang rendah mempunyai
risiko peningkatan berat badan sebesar 5 kg (Kopelman,2000).

Asupan makanan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi lemak yang berlebihan berkaitan dengan
obesitas. Penelitian di Amerika dan Finlandia menunjukkan bahwa kelompok dengan asupan
tinggi lemak mempunyai resiko peningkatan berat badan lebih besar dibanding kelompok dengan
asupan rendah lemak dengan OR (Odds Ratio) 1,7 (Fukuda cit Hidayati et al., 2007). Keadaan ini
disebabkan karena makanan berlemak mempunyai energy density lebih besar dan lebih tidak
mengenyangkan serta mempunyai efek termogenesis yang lebih kecil dibandingkan makanan yang
banyak mengandung protein dan karbohidrat. Makanan berlemak juga mempunyai rasa yang lezat
sehingga akan meningkatkan selera makan yang akhirnya terjadi konsumsi yang berlebihan
(Kopelman,2000).

Sosial ekonomi

Perubahan pengetahuan, sikap, perilaku, gaya hidup, dan pola makan, serta peningkatan
pendapatan mempengaruhi pemilihan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi (Sjarif,2003).
Suatu data menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir terlihat adanya perubahan gaya hidup
yang mengarah pada penurunan aktivitas fisik, seperti: ke sekolah dengan naik kendaraan dan
kurangnya aktivitas bermain dengan teman serta lingkungan rumah yang tidak memungkinkan
anak-anak bermain diluar rumah, sehingga anak lebih senang bermain komputer/ games, nonton
TV atau video dibanding melakukan aktivitas fisik. Selain itu juga ketersediaan dan harga dari
junk food yang mudah terjangkau akan beresiko menimbulkan obesitas (Chandrawinata,2003).

https://freitagnutrition.wordpress.com/2009/06/25/penyebab-obesitas-pada-orang-dewasa/
FAKTOR GENETIK. Penyebab Obesitas Pada Anak dan Orang Dewasa Obesitas cenderung
diturunkan, sehingga di duga memiliki penyebab genetik . Tetapi anggota keluarga tidak haya
berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang biasa mendorong terjadinya
obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik . Penelitian
terbaru menunjukan bahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh 33% terhadap berat
badan seseorang .

Penyebab Obesitas Pada Anak dan Orang Dewasa

FAKTOR LINGKUNGAN. Gen merupakan faktor yan paling penting dalam berbagai kasus
obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti . Lingkungan ini
termasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang di makan dan barapa kali seseorang makan
serta bagaimana aktivitasnya)
Seseorag tentu saja tidak mengubah pola genetiknyam tetapi dia dapat merubah pola makan dan
aktifitasnya .
FAKTOR PSIKIS. Apa yang ada dalam pikiran seseorang bisa mempengaruhi kebiasaan
makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan. Salah satu
bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan ini merupakan masalah yang
serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas, dan bisa menimbulkan kepedulian yang
berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tida nyaman dalam pergaulan sosial .
Ada dua pola makan abnormal yang bisa menjadi penyebab obesitas yaitu makan dalam jumlah
yang sangat banyak (binge) dan makan di malam hari (sindroma makan pada malam hari). Kedua
pola makan ini biasanya dipicu oleh stress dan kekecewaan. Binge mirip dengan bulimia nervosa,
dimana seseorang makan dalam jumlah sangat banyak, bedanya pada binge hal ini tidak diikuti
dengan memuntahkan kembali apa yang telah dimakan. Sebagai akibatnya kalori yang di
konsumsi sangat banyak . Pada sindroma makan malam hari, adalah berkurangnya nafsu makan
ada pagi hari dan diikuti dengan makan yang berlebihan, agitasi (aktivitas motorik yang
berlebihan di hubungkan dengan perasaan ketegangan di dalam diri) dan insomnia (sulit tidur)
pada mlaam hari .

FAKTOR KESEHATAN
Beberapa penyakit bisa menyebakan obesitas, di antaranya :
– Hipotiroidisme
– Sindroma Cushing
– Sindroma Prader-Willi
– Bebrapa kelainan saraf yang bisa menyebabkan seseorang makan banyak .
OBAT OBATAN
Obat-obat tertentu (misalnya steroid dan beberapa anti depresi) bisa menyebabkan penambahan
berat badan.
FAKTOR PERKEMBANGAN
Penambahan ukuran atau jumlah sel-sel lemak (atau keduanya) menyebabkan bertambahnya
jumlah lemak yang disimpan dalam tubuh. Penderita obesitas, terutama yang menjadi gemuk pada
masa kana-kanak bisa memiliki sel lemak sampai 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang
yang berat badannya normal. Jumlah sel-sel lemak tidak dapat dikurangi, karena itu penurunan
berat badan hanya dapat dilakukan dengan cara mengurangi jumlah lemak dalam setiap sel.
AKTIVITAS FISIK
Kurangnya aktivitas fisik kemungkinan merupakan salah satu penyebab utama dari meningkatnya
angka obesitas ditengah masyarakat yang makmur. Orang-orang yang tidak aktif memerlukan
kalori lebih sedikit. Seseorang yang cenderung mengkonsumsi makanan kaya lemak dan tidak
melakukan aktivitas fisik yang seimbang, akan mengalami obesitas.