Anda di halaman 1dari 12

sifat alkana

sifat alakan di bagi menjadi dua yaitu secara fisika dan kimia.
1. Fisika
a. Pada suhu kamar C1 - C4 verwujud gas, C5 - C14 berwujud cair, Dan C15 dst
berwujud padat.

b. Makin besar masa molekul relatif makin tinggi titik leleh, didih, dan masa jenis. Tetapi
makin banya cabang , makin rendah titik didih.
c. Sukar larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut nonpolar misal tetra kloro metanan ( CCL4
)
d. lebih ringan dari air

2. kimia
a. Dapat bereaksi dengan gas klorin dengan bantuan sinar matahsi.
Contoh : CH4 + Cl2 -----> CH3Cl + HCl.

Alkena
Sifat-Sifat Alkena
a. Sifat Fisis Alkena
Sifat fisis alkena sama seperti sifat alkana, antara lain tidak larut dalam air.
Besarnya titik didih beberapa senyawa alkena diberikan pada table berikut.

Suku titik didih massa 1 mol dalam


n rumus molekul nama
ke (°C/1 atm) g
2 2 C2H4 etena -104 28
3 3 C3H6 propena -48 42
4 4 C4H8 1-butena -6 56
5 5 C5H10 1-pentena 30 70
6 6 C6H12 1-heksena 63 84
7 7 C7H14 1-heptena 93 98
8 8 C8H16 1-oktena 122 112
9 9 C9H18 1-nonena 146 126
10 10 C10H20 1-dekena 171 140
b. Sifat Kimia Alkena
1. Dengan jumlah C yang sama , alkena lebih reaktif dibanding dengan alkana.
2. Reaksi adisi, mengubah ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal dengan menambah atom
lain.
a) Adisi alkena dengan hidrogen
CH2═CH2 + H2 → CH3─CH3
etena.......................etana
b) Adisi alkena dengan halogen (F2 ,Cl2, Br2, I2 )
b) Adisi alkena dengan halogen (F2 ,Cl2, Br2, I2 )
CH2═CH2 + Cl2 → CH2─CH2
........................... ........ I.........I
................... ............... Cl......Cl
etena,,,,,,,,,,,1,2-dikloro etena
c) Adisi alkena dengan asam halida (HF, HCl, HBr, HI)
Berlaku hukum Markovnikov, atom H dari hidrogen halida masuk ke atom C rangkap
mengikat atom H lebih banyak.

CH3─CH═CH2 + H─Cl → CH3─CH─CH3


.........................................................I
........................................................Cl
d) Polimerisasi, adalah penggabungan molekul-molekul kecil (monomer) menjadi
molekul besar (polimer).
Pada reaksi polimerisasi , molekul alkena saling menjenuhkan.
Contoh:
Polietena merupakan hasil polimerasi etena.
nCH2═CH2 → ─CH2─CH2─CH2─CH2─ → (─CH2─CH2─)n

Alkuna
merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 3 (–C≡C–
). Sifat-nya sama dengan Alkena namun lebih reaktif.
Rumus umumnya CnH2n-2
Tata namanya juga sama dengan Alkena, namun akhiran -ena diganti –una
Sifat Fisika Alkuna
merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 3 (–C≡C–).
Sifat-nya sama dengan Alkena namun lebih reaktif.
· Alkuna-alkuna suku rendah pada suhu kamar berwujud gas, sedangkan yang mengandung
lima atau lebih atom karbon berwujud gas.
· Memiliki massa jenis lebih kecil dari air.
· Tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang non polar seperti eter,
benzena, dan karbon tetraklorida.
· Titik didih alkuna makin tinggi seiring bertambahnya jumlah atom karbon, tetapi makin
rendah apabila terdapat rantai samping atau makin banyak percabangan. Titik didih alkuna
sedikit lebih tinggi dari alkana dan alkuna yang berat molekulnya hampir
sama.
Sifat kimia
· Adanya ikatan rangkap tiga yang dimiliki alkuna memungkinkan terjadinya reaksi adisi,
polimerisasi, substitusi dan pembakaran.
Kegunaan Alkuna sebagai :
· etuna (asetilena = C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.
· untuk penerangan
· Sintesis senyawa lain

B. Kegunaan Alkana, Alkena dan Alkuna

a. Alkena

1. Bahan Bakar, misal elpiji, kerosin, bensin dan solar.


2. Pelarut, misal petroleum eter dan nafta.
3. Sumber hidrogen, gas alam dan gas petroleum merupakan sumber dalam indutri, misal
amoniak dan pupuk.
4. Pelumas, alkan dengan suhu tinggi ( jumlah atom karbon banyak ) misal C18H38.
5. Bahan baku organik, misal minyak bumi dan gas alam yang di gunakan untuk sintetis
alkohol dan asam cuka.

b. Kegunaan Alkena

1. Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)


2. Untuk memasakkan buah-buahan
3. Sintesis zat lain (gas alam, minyak bumi, etanol)

c. kegunaan Alkuna sebagai :

1. etuna (asetilena = C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.


2. untuk penerangan
3. Sintesis senyawa lain
Minyak Bumi
1. Pembentukan Minyak Bumi
Sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor danindustri
berasal dari minyak bumi,gas alam dan batu bara. Ketiga jenis tersebut bahan bakar tersebut berasal
dari pelapukan sisa-sisa organisme sehinggga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi dan gas alam
berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang
lampau.Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar lautan yang kemudian ditutupi oleh lumpur.
Lapisan lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh suhu dan tekanan
lapisan di atasnya. Sementara itu,dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob
menguraikan sisa-sisa jasad renik itu dan mengubahnya menjadi minyak dan gas.

Proses pembentukan minyak dan gas ini memakan waktu jutaan tahun.Minyak dan gas yang
terbentuk meresap dalam batuan yang berpori bagaikan air dalam batu karang .Minyak dan gas dapat
pula bermigrasi dari suatu daerah ke daerah lain, kemudian terkonsentrasi jika terhalang oleh lapisan
yang kedap. Walaupun minyak bumi dan gas alam terbentuk di dasar lautan, banyak sumber minyak
dan gas yang terdapat di daratan. Hal ini terjadi karena pergerakan kulit bumi, seingga sebagian
lautan menjadi daratan.

Adapun batu bara yang dipercaya berasal dari pohon-pohon dan pakis yang hidup sekitar 3 juta
tahun yang lalu, kemudian terkubur mungkin karena gempa bumi atau letusan gunung berapi.

2. Pemisahan Fraksi-fraksi Minyak Bumi


Telah kita ketahui bahwa minyak bumi terdiri dari berbagai campuran hidrokarbon. Komponen-
komponenn dari minyak bumi itu disebut juga dengan isstilah fraksi-fraksi minyak bumi yang daapt
dipisahkan satu dengan yang lain melalui proses penyulingan atu destilasi secara bertingkat-tingkat
berdasarkan perbedaan titik didih masing-masing komponennya.

Proses destilasi dikerjakan dengan menggunakan kolom-kolom destilasi , pada jarak tertentu,
kolom-kolom dilengkapi dengan pelat-pelat yang mempunyai bublle cup (tutup / sungkup gelembung).
Pelat-pelat ini berguna untuk memisahkan fraksi-fraksi yang mempunyai titik didih tertentu. Mula-mula
minyak mentah dipanaskan pada suhu sekitar 350 derajat celcius, kemudian dipompakan kedalamj
kolom destilasi. Sebagian dari minyak akan menguap dan naik ke atas melalui bublle cup. Pada bublle
cup ini, uap minyak yang mempunyai titik didih tinggi diembunkan dan mencair. Uap yang tidak
mencair akan naik terus ke atas dan akan mencair pada bublle cup di atasnya. Uap yang tidak mencair
pada saat melalui bublle cup akan keluar sebagai gas, langsung dari kolom bagian atas.

Adeapun fraksi- fraksi yanmg diperoleh dari destialsi minyak bumi tersebut adalah :
a. Gas
Umumnya gas terdiri dari campuran metana, etana , propane atau isobutana, campuran gas ini
kemudian dicairkan pada tekanan tinggi dan diperdagangkan dengan nama LPG (Liquipied
Petroleum Gas ). Gas yang terdapat dalam LPG umumnya campuran propane, butana, dan
isobutana. LPG biasanya dikemas dalam botol-botol baja yang beratnya 15 kg,dan dipakai
sebagai b ahan bakar rumah tangga.

b. Bensin
Bensin diperoleh sebagai hasil destilasi pada suhu 70-140. bensin banyak digunakan sebagai
bahan bakar mobil dan motor

c. Napta
Napta dikenal sebagai bensin berat, dan diperoleh sebagai hasil destilasi yang mempunyai
trayek titik didih antara 140-180.

Napta digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan senyawa-senyawa kimia yang lain
misalnya :etilena dan senyawa aromatik yang sering digunakan untuk zat aditif pada bensin.

d. Kerosin
Kerosi mempunyai trayek didih antara 180-250. dalam kehiduan sehari-hari, kerosin
diperdagangkan dengan nama minyak tanah.

e. Minyak Diesel
Minyakm diesel mempunyai trayek titik didih 25-350°C minyak diesel dipergunakan sebagai
bahan bakar pada motor-motor diesel.

f. Fraksi yang menghasilkan minyak pelumas


Paraffin cair dan padat, teristimewa terdapat di Sumatera dan Kalimantan, paraffin
dipergunakan sebagai bahan bakar
g. Residu
Residu yaitu zat-zat yang masih tertinggal dalam ketel. Menghasilkan petroleumasfalt
yang dipakai pada konstruksi jalan

3. Proses Pembentukan Minyak Bumi


Membahas identifikasi minyak bumi tidak dapat lepas dari bahasan teori pembentukan
minyak bumi dan kondisi pembentukannya yang membuat suatu minyak bumi menjadi spesifik
dan tidak sama antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lainnya.
Ada banyak hipotesa tentang terbentuknya minyak bumi yang dikemukakan oleh para
ahli, beberapa diantaranya adalah :
1.Teori Biogenesis ( organik )

Macqiur (Perancis, 1758) merupakan orang yang pertama kali mengemukakan


pendapat bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian M.W. Lamanosow
(Rusia, 1763) juga mengemukakan hal yang sama. Pendapat di atas juga didukung oleh sarjana
lainnya seperti, New Beery (1859), Engler (1909), Bruk (1936), Bearl (1938) dan Hofer.
Mereka menyatakan bahwa: “minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati
berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi.”

2.Teori Abiogenesis ( Anorganik )


Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali,
yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2
membentuk asitilena. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi
terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi. Yang
lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi
mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan
proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material
hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain 2).
Dari sekian banyak hipotesa tersebut yang sering dikemukakan adalah Teori
Biogenesis, karena lebih bisa. Teori pembentukan minyak bumi terus berkembang seiring
dengan berkembangnya teknologi dan teknik analisis minyak bumi, sampai kemudian pada
tahun 1984 G. D. Hobson dalam tulisannya yang berjudul The Occurrence and Origin of Oil
and Gas menyatakan bahwa : “The type of oil is dependent on the position in the depositional
basin, and that the oils become lighter in going basinward in any horizon. It certainly seems
likely that the depositional environment would determine the type of oil formed and could exert
an influence on the character of the oil for a long time, even thought there is evolution”

4. Kegunaan Minyak Bumi dan Residunya

Minyak bumi memiliki banyak kegunaan, antara lain adalah sebagai berikut:

a. Bahan bakar gas

Terdapat dua jenis gas alam dalam bentuk cair yang dapat digunakan sebagai bahan bakar,
yaitu:
1. Liquefied Natural Gas (LNG)

LNG dikenal juga sebagai gas rawa yang terdiri atas 90% metana dan 10% etena

2. Liquefied Petroleum Gas (LPG)

LPG sehari-hari dikenal sebagai gas elpiji yang memiliki komponen utama
propana (C3H8) dan butana (C4H10)

Bahan bakar gas umum digunakan untuk keperluan rumah tangga dan industri. Penggunaan
bahan bakar gas bagi kendaraan bermotor yang bertujuan mengurangi pencemaran udara.
Selain itu, gas alam juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan plastik dan pembuatan zat
aditif bensin.

b. Pelarut dalam industri. Contohnya, petroleum eter.


c. Bahan bakar kemdaraan bermotor. Contohnya, bensin dan solar.
d. Bahan bakar rumah tangga dan bahan baku pembuatan bensin. Contohnya, kerosin atau
minyak tanah.
e. Bahan bakar untuk mesin diesel (pada kendaraan bermotor, seperti bus, truk, kereta api,
dan traktor)
f. Minyak pelumas. Digunakan untuk pelumasan atau lubrikasi mesin-mesin.
g. Bahan pembuatan sabun dan detergen.
h. Residu minyak bumi, terdiri atas:
1. Paraffin: digunakan dalam pembuatan obat-obatan, kosmetik, dan lilin; dan
2. Aspal: digunakan sebagai pengeras jalan raya.

5. Dampak Pembakaran Bahan Bakar

Minyak bumi merupakan campuran senyawa hidrokarbon sehingga pembakaranya


menghasilkan oksida karbon (CO dan CO2) dan uap air. Selain senyawa hidrokarbon, minyak
bumi juga mengandung unsure belerang dan nitrogen sehingga pembakaranya juga
menghasilkan oksida belerang (SO2 dan SO3) dan oksida nitrogen (NO2). Senyawa-senyawa
oksida tersebut dapat mencemari udara. Selain senyawa oksida, timbel (Pb) yang dilepaskan
oleh bensin yang mengandung TEL juga menimbulkan penurunan kualitas udara. Oleh karena
itu, negara-negara maju melarang penggunaan bensin yang mengandung timbel.
1. Oksida Karbon

Unsure utama semua bahan bakar adalah karbon. Senyawa karbon yang terbakar
menghasilkan asap (partikel karbon padat di udara) dan oksida karbon. Gas pencemar udara
dari oksida karbon adalah karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO).

a. Gas Karbon Dioksida (CO2)

Gas karbon dioksida yang dihasilkan secara alami dari proses pernapasan dan
pembakaran sempurna berbagai senyawa hidrokarbon. Gas CO2 tidak membahayakan
kesehatan, tetapi pada konsentrasi tinggi (10%-20%) dapan menyebabkan pingsan
karena CO2 menggantikan posisi oksigen dalam tubuh sehingga tubuh kekurangan
oksigen. Senyawa hidrokarbon (CxHy) yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan
bermotor akan terbakar sempurna menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air sesuai
persamaan reaksi berikut:

CxHy(l) + O2(g) CO2(g) + H2O(g)

Gas CO2 yang dihasilkan akan dimanfaatkan tumbuhan untuk melakukan proses
fotosintesis.

6CO2(g) + 6H2O(g) C6H12O6(s) + 6O2(g)

Kita ketahui bahwa penggunaan bahan bakar semakin meningkat, sehingga produksi
CO2 pun meningkat. Namun, jumlah pepohonan semakin berkurang karena semakin
maraknya penebangan hutan. Akibatnya kadar CO2 yang berlebih ini membentuk lapisan
CO2 di atmosfer.

Lapisan CO2 di atmosfer menahan pancaran sinar inframerah yang membawa energy
panas dan seharusnya dipantulkan bumi sehingga memuat bumi tetap hangat. Namun jika
lapisan ini terus bertambah maka akan meningkatkan suhu permukaan bumi. Gejala
inilah yang disebut sebagai efek rumah kaca (green house effect).

b. Gas Karbon Monoksida (CO)

Karbon Monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak berbau, tetapi sangat beracun.
Batas kadar CO dlam udara bersih adalah )0,1 bpj. Kadar CO 100bpj di udara dapat
mengkibatkan sakit kepala, lelah, sesak napas, dan pingsan. Dalam waktu empat jam, hal
ini dapat menimbulkan kematian.

Gas CO sangat beracun karena dapat berikatan kovalen koordinasi dengan


hemoglobin (Hb). Gas CO bertindak sebagai ligan sehingga ikatan antara Hb dan CO
bersifat tidak dapat balik (irreversible).

Hb + CO HbCO

Ikatan itu tetap stabil hingga Hb dalam ikatan tersebut rusak. Ikatan antara Hb dan
gas O2 bersifat dapat balik (reversible) sehingga pada saat digunakan untuk pembakaran
O2 akan dilepas dan Hb dapat digunakan kembali untuk mengikat oksigen.

Hb + 4O2 ⇌ Hb(O2)4

Dalam darah sesorang yang keracunan gas CO masih terdapat oksigen, namun
oksigen tidak dapat digunakan karena semua Hb lebih mudah berikatan dengan CO
daripada O2.

Gas CO dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna pada
kendaraan bermotor.

CxHy(l) + O2(g) C(s) + CO2(g) + H2O(g)

Cara untuk menghasilkan pembakaran sempurna pada kendaraan bermotor sebagai


berikut:

1) Memelihara system pengaturan bahan bakar


2) Memeliharan system pengapian
3) Memelihara system pemasukan udara ke ruang bakar
4) Menggunakan katalis pada knalpot, untuk mengubah CO menjadi CO2.

Penggunaan bahan bakar gas (BBG) yang menghasilkan pembakaran sempurna harus
digalakan sehingga dapat menekan dampak negative terhadap udara.

2. Oksida Belerang (SO2 dan SO3)

Oksida belerang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor, asap
industry, dan pembakaran batubara. Minyak bumi atau batubara mengandung kadar
belerang sekitar 0-6%. Belerang yang terdapat dalam minyak bumi dan batu bara terbakar
sesuai dengan persamaan reaksi sebagai berikut :

S(s) + O2(g) SO2(g)

Batas kadar SO2 dalam udara bersih adalah 0,0002 bpj (1/500 dari batas kadar CO).
gas SO2 dapat membahayakan kesehatan. Dalam jumlah sedikit, gas ini dapat
menyebabkan batuk-batuk dan sesak napas, sedangkan dalam jumlah besar dapat merusak
saluran pernapasan (radang tenggorokan, radang paru-paru) serta menyebabkan kematian.
Pencemaran gas SO2 terhadap tumbuhan dapat menyebabkan pembentukan noda cokelat
pada daun bahkan menimbulkan kerontokan. Gas SO2 di udara dapat teroksidasi
menghasilkan gas SO3.

2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g)

Gas SO3 merupakan oksida asam yang mudah bereaksi dengan air membentuk asam
sulfat.

SO3(g) + H2O(l) H2SO4(aq)

Reaksi pembentukan asam sulfat dapat terjasi di udara sehingga air hujan yang sudah
bereaksi dengan SO3 bersifat asam. Air hujan yang memiliki pH ≤ 5 dikenal sebagai hujan
asam.

Hujan asam sangat membahayakan lingkungan karena dapat menyebabkan hal-hal


sebagai berikut:

a. Gatal-gatal pada kulit


b. Karat pada pagar besi, jembatan atau kendaraan yang terbuat dari besi
c. Rusaknya bangunan, patung, dan pagar tembok yang mengandung kapur karena
bereaksi dengan asam
d. Matinya ikan-ikan di danau karena air menjadi asam
e. Mengganggu pertumbuhan tanaman karena air tanah bersifat asam.
3. Oksida Nitrogen

Senyawa nitrogen yang merupakan gas pencemar adalah oksida nitrogen (NO, NO2)
dan ammonia (NH3). Oksida nitrogen secara alami dapat terbentuk dari reaksigas nitrogen
dan gas oksigen di udara dengan bantuan petir.

N2(g) + O2(g) 2NO2(g)

Minyak bumi mengandung nitrogen 0%-15% sehingga dari pembakaran bahan bakar
kendaraan bermotor atau aktivitas industry akan dihasilka gas NO. gas NO di udara dapat
teroksidasi menjadi gas NO2.

2NO2(g) + O2(g) 2NO3(g)

Batas kadar NO2 untuk udara bersih adalah 0,001 bpj. Gangguan kesehatan yang
disebabkan oleh udara yang tercemar gas NO2 berupa gangguan saluran pernapasan dan
mata terasa perih. Gas NO2 juga merupakan oksida asam sehingga hasil reaksinya dengan
air hujan dapat menyebabkan hujan asam.

4. Logam Timbel (Pb)

Logam Pb dapat mencemari udara. Logam Pb yang terbakar membentuk oksida Pb.
Logam Pb bersifat racun karena dapat masuk ke dalam peredaran darah dan merusak saraf
otak. Logam Pb dalam senyawanya, yaitu TEL (tetraethyllead) sengaja ditambahkan ke
dalam bensin untuk meningkatkan nilai oktan.. semakin tinggi nilai oktan, mutu bensin
semakin baik. Bensin premium dengan nilai oktan 87 mengandung 0,7 gram TEL dalam
setiap liternya.

Logam Pb dapat menurunkan tingkat kecerdasan anak, menghambat pertumbuhan, dan


dapat menimbulkan kelumpuhan. Gejala keracunan logam Pb, yaitu mual, anemia, dan
sakit perut. Dari hasil penelitian, sayuran yang dijual atau ditanam di pinggir jalan raya
mengandung logam Pb di atas ambang batas yang diizinkan. Selain penggunaan TEL pada
bensin, sumber pencemar logam Pb yang lain adalah penggunaan baterai, kabel, cat,
ondustri penyepuhan dan pestisida.
5. Partikulat

Partikel-partikel padat atau cair di udala disebut partikulat. Partikulat padat disebut
asap dan partikulat cair disebut kabut. Partikulat padat (asap) dihasilkan dari pembakaran
bahan bakar terutama solar dan batubara, pembakaran sampah, aktivitas gunung berapi,
dan kebakaran hutan. Asap juga dapat dihasilkan dari industry kimia.

Partikulat cair (kabut) terbentuk dari senyawa hidrokarbon yang menguap. Keberadaan
partikulat padat dan cair ditambah dengan adanya oksida-oksida nitrogen, dan oksida
belerang di udara, akan menimbulkan asap kabut yang dikenal dengan istilah smog dan
fog.