Anda di halaman 1dari 7

1.

KONSEP BIAYA
Untuk membahas akuntansi biaya harus memahami dahulu konsep biaya yang meliputi Cost,
Expense, Loss dan Losses
Cost adalah harga perolehan dari aktiva yang digunakan dalam aktivitas bisnis
Contoh : Pembelian mesin foto copy seharga Rp 20.000.000 dalam konsep akuntansi bahwa
angka Ep 20.000.000 cost atau harga perolehan.
Expenses adalah Pengorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan revenue.
Contoh : Pemeliharaan mesin foto copy, pemakaian kertas foto copy dll merupakan biaya
yang dikeluarkan agar dapat mengerjakan order foto copy
Loss adalah Expenses lebih besar dari revenue
Contoh : Biaya operasional mesin foto copy lebih besar hasil jasa foto copy
Losses adalah expenses tidak memperoleh revenue.
Contoh : Mesin Foto Copy terbakar atau dicuri atau Kertas foto copy terbakar

Konsep biaya merupakan konsep yang terpenting dalam akuntansi biaya dan akuntansi
manajemen. Adapun tujuan memperoleh informasi biaya digunakan untuk proses perencanaan,
pengendalian dan pembuatan keputusan.

Menurut Hansen dan Mowen (2004:40), biaya didefinisikan sebagai kas atau nilai ekuivalen
kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberikan
manfaat saat ini atau di masa yang akan datang bagi organisasi.

Sedangkan menurut Supriyono (2000:185), biaya adalah pengorbanan ekonomis yang dibuat
untuk memperoleh barang atau jasa.

Pengertian biaya menurut Harnanto dan Zulkifli (2003:14) adalah sesuatu yang berkonotasi
sebagai pengurang yang harus dikorbankan untuk memperoleh tujuan akhir yaitu
mendatangkan laba.

Jadi menurut beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa biaya merupakan kas atau
nilai ekuivalen kas yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan barang atau jasa
yang diharapkan guna untuk memberikan suatu manfaat yaitu peningkatan laba dimasa
mendatang.

2.Klasifikasi Biaya

Klasifikasi biaya diperlukan untuk menentukan metode yang tepat untuk menghimpun dan
mengalokasi biaya.

Penggolongan biaya diperlukan untuk mengembangkan data biaya yang dapat membantu
manajemen dalam pencapaian tujuan perusahaan. Menurut Sulistianingsih dan Zulkifli
(1999:83-86) dan Harnanto dan Zulkifli (2003:14) penggolongan biaya dapat didasarkan pada
hubungan antara biaya dengan:
 Obyek Pengeluaran, dimana prinsip dari penggolongan biaya ini berkaitan dengan
pengeluaran. Misalnya: biaya untuk membayar gaji karyawan tersebut disebut biaya
gaji.
 Fungsi Pokok Perusahaan, dalam perusahaan manufaktur biaya diklasifikasikan
menjadi:
1. Biaya produksi (Manufacturing) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk
mengolah bahan baku menjadi produk jadi, terdiri dari biaya bahan baku (Raw
Material Cost) yakni bahan yang merupakan bagian integral dari produk jadi,
biaya tenaga kerja langsung atau upahlangsung (Direct Labour Cost) yakni
upah untuk tenaga kerja langsung untuk keperluan komponen dari produk jadi,
dan biaya overhead pabrik (BOP) atau biaya umum pabrik (Factory Overhead
Cost) yakni segala bahan dan upah tidak lanngsung, serta biaya produksi yang
tidak secara langsung dapat dibebankan pada satuan, pekerjaan atau produk
tertentu.
2. Biaya pemasaran (Marketing), yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menjual
produk atau jasa biasanya dalam rangka mendapatkan dan memenuhi pesanan.
3. Biaya administrasi dan umum (Administration), yaitu biaya-biaya yang
dikeluarkan untuk mengarahkan, mengendalikan dan untuk mengoperasikan
perusahaan/menetapkan kebijakan.
4. Keuangan (Fiancial) yakni biaya yang berkaitan dengan upaya mencari dana.

 Hubungan Biaya dengan Sesuatu yang Dibiayai, diklasifikasikan menjadi:

1. Biaya langsung, adalah biaya yang terjadi karena ada sesuatu yang dibiayai.
2. Biaya tak langsung adalah biaya yang terjadi tidak tergantung kepada ada atau tidak
adanya sesuatu yang dibiayai.

 Hubungan Biaya dengan Volume Kegiatan, diklasifikasikan menjadi:


1. Biaya tetap ( Fixed Cost) adalah biaya yang jumlahnya sampai tingkat kegiatan
tertentu relatif tetap dan tidak terpengaruh oleh perubahan volume kegiatan.
2. Biaya variabel (Variable Cost) adalah biaya yang jumlahnya berubah-ubah
sebanding dengan perubahan volume kegiatan, namun biaya per unitnya tetap.
3. Biaya semi variabel (Semi Variable) adalah biaya yang sebagian tetap dan
sebagian lagi berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.

 Atas Dasar Waktu, dibagi menjadi:

1. Biaya periode sekarang atau pengeluaran penghasilan (revenue expenditure),


adalah biaya yang telah dikeluarkan dan menjadi beban pada periode sekarang untuk
mendapatkan penghasilan periode sekarang.
2. Biaya periode yang akan datang atau pengeluaran modal (capital expenditure),
adalah biaya yang telah dikeluarkan dan manfaatnya dinikmati selama lebih dari satu
periode akuntansi.

 Hubungannya dengan Perencanaan, Pengendalian, dan Pembuatan Keputusan,


biaya ini dikelompokkan ke dalam golongan, yaitu:

1. Biaya standar dan biaya dianggarkan.


o Biaya standar (Standard Cost), merupakan biaya yang ditentukan di muka
(predetermine cost) yang merupakan jumlah biaya yang seharusnya
dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit produk
o Biaya yang dianggarkan (Budget Cost), merupakan perkiraan total pada
tingkat produksi yang direncanakan.
2. Biaya terkendali dan biaya tidak terkendali
o Biaya terkendali (controllable cost), merupakan biaya yang dapat dipengaruhi
secara signifikan oleh manajer tertentu.
o Biaya tidak terkendali (uncontrollable cost), merupakan biaya yang tidak
secara langsung dikelola oleh otoritas manajer tertentu.
3. Biaya tetap commited dan discretionary

 Biaya tetap commited, merupakan biaya tetap yang timbul dan jumlah maupun
pengeluarannya dipengaruhi oleh pihak ketiga dan tidak bisa dikendalikan oleh
manajemen.
 Biaya tetap discretionary, merupakan biaya tetap yang jumlahnya dipengaruhi oleh
keputusan manajemen.

1. Biaya variabel teknis dan biaya kebijakan


o Biaya variabel teknis (engineered variabel cost), adalah biaya variabel yang
sudah diprogramkan atau distandarkan seperti biaya bahan baku dan biaya
tenaga kerja langsung.
o Biaya variabel kebijakan (discretionary variabel cost), adalah biaya variabel
yang tingkat variabilitasnya dipengaruhi kebijakan manajemen.
2. Biaya relevan dan biaya tidak relevan

 Biaya relevan (relevan cost), biaya masa mendatang berbagai alternatif untuk
mengambil keputusan atau dalam pembuatan keputusan merupakan biaya yang secara
langsung dipengaruhi oleh pemilihan alternatif tindakan oleh manajemen.
 Biaya tidak relevan (irrelevant costs), merupakan biaya yang tidak dipengaruhi oleh
keputusan manajemen.

1. Biaya terhindarkan dan biaya tidak terhindarkan


o Biaya terhindarkan (avoidable costs), adalah biaya yang dapat dihindari
dengan diambilnya suatu alternative keputusan.
o Biaya tidak terhindarkan (unavoidable costs), adalah biaya yang tidak dapat
dihindari pengeluarannya.
2. Biaya diferensial dan biaya marjinal

 Biaya deferensial (differensial cost), adalah tambahan total biaya akibat adanya
tambahan aktivitas (misal : penjualan) sejumlah unit tertentu.
 Biaya marjinal (marjinal costs), adalah biaya di mana produksi harus sama dengan
penghasilan marjinal jika ingin memaksimalkan laba.

1. Biaya kesempatan (opportunity costs), merupakan pendapatan atau penghematan


biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu
2.Siklus Akuntansi Biaya Perusahaan Manufaktur dan Laporan Harga Pokok

Kas atau Pembelian Persediaan


Hutang bahan baku bahan baku

Barang dalam proses:


Biaya tenaga kerja langsung
 Biaya bahan baku
Biaya overhead pabrik  Biaya tenaga kerja langsung

Persediaan barang jadi Harga pokok penjualan

Siklus akuntansi biaya dalam perusahaan manufaktur dimulai dengan memproses


produk, pemrosesan produk diawali dengan perolehan dan pemakaian bahan baku, bersama
tenaga kerjanya, dan overhead pabrik dalam kegiatan produksi, setelah selesai diproses akan
diperoleh barang jadi yang dimasukan dalam gudang dan siap dijual. Dalam akuntansi biaya
terdapat 3 kelompok persediaan yaitu sebagai berikut:

1. Persediaan bahan baku adalah bahan mentah sebagai komponen utama produksi
2. Persediaan barang dalam proses adalah persediaan untuk barang yang pada saat
pelaporan masih dalam proses produksi
3. Persediaan barang jadi adalah persediaan barang yang sudah selesai diproses dalam
bentuk barang jadi yang siap dijual.

Ketiga persediaan diatas berkaitan dengan penentuan harga pokok produk yang
digunakan untuk memproduksi bahan mentah menjadi barang jadi. Dalam siklus akuntansi
biaya dalam perusahaan manufaktur digunakan pencatatan jurnal sebagai berikut:

1. Mencatat pemakaian bahan baku


Barang dalam proses xxx -
Persediaan bahan baku - xxx
2. Mencatat tenaga kerja langsung yang telah digunakan
Barang dalam proses xxx -
Biaya tenaga kerja - xxx
3. Mencatat penggunaan overhead pabrik
Barang dalam proses xxx -
Persediaan bahan penolong - xxx
Persediaan supplies kantor - xxx
Biaya tenaga kerja tidak langsung - xxx
Biaya penyusutan - xxx
Dan lain-lain - xxx
Atau :
Barang dalam proses xxx -
Biaya overhead pabrik - xxx
4. Mencatat pemindahan produk selesai dari gudang produk selesai
Persediaan produk selesai xxx -
Barang dalam proses - xxx
5. Mencatat harga pokok barang yang dijual
Harga pokok penjualan xxx -
Persediaan produk selesai - xxx

Contoh Soal :

Konveksi AMANDA dalam satu bulan memproduksi kaos olah raga sebanyak 200
kaos. Melakukan pembelian kain kaos dan menggunakannya sebagai bahan produksi sebanyak
300 meter @Rp10.000,-. Ongkos pembuatan per kaos Rp5.000,-. Biaya yang dikeluarkan
untuk bahan penolong, tenaga kerja tidak langsung, listrik, telpon, penyusutan (biaya overhead
pabrik) secara keseluruhan Rp500.000,-.

Buatlah perhitungan Harga Pokok Produk dan jurnalnya!

Jawab:

Biaya Rp
Biaya pemakaian bahan baku Rp3.000.000
Biaya tenaga kerja langsung Rp1.000.000
Biaya overhead pabrik Rp500.000
HPP Rp4.500.000
Harga pokok produk setiap kaos Rp4.500.000/200 kaos jadi Rp22.500 per kaos.

1. Mencatat pemakaian bahan baku


Barang dalam proses Rp3.000.000
Persediaan bahan baku Rp3.000.000
2. Mencatat tenaga kerja langsung yang telah digunakan
Barang dalam proses Rp1.000.000
Biaya tenaga kerja Rp1.000.000
3. Mencatat penggunaan overhead pabrik
Barang dalam proses Rp500.000
Biaya overhead pabrik Rp500.000
4. Mencatat pemindahan produk selesai dari gudang produk selesai (kaos selesai
diproduksi semua sebanyak 200 kaos)
Persediaan produk selesai Rp4.500.000
Barang dalam proses Rp4.500.000
5. Mencatat harga pokok barang yang dijual
Harga pokok penjualan Rp4.500.000
Persediaan produk selesai Rp4.500.000