Anda di halaman 1dari 171

MODUL AKUPUNKTUR

SARANA BELAJAR PERSIAPAN UJIAN SERTIFIKASI KOMPETENSIP

LKP PENGOBATAN TRADISIONAL “JANAAHA”


Perum Kenari Asri B-7, Banjar Sari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta

Site : www.janaaha.com email : lkpjanaaha@gmail.com


KATA PENGANTAR

Bismillah

Dengan semakin semaraknya praktek akupunktur di masyarakat dan kebutuhan dunia kesehatan
tradisional akan praktisi akupunkturis yang berkualitas. Begitu pula seiring dengan berlakunya
MEA dan AFTA ditahun 2016 ini menyebabkan bergeraknya seluruh kompenen bangsa
untuk lebih meningkatkan kualitas dan kompetensinya, begitu juga pada bidang pengobatan
tradisonal terutama dibidang Akupunktur. Ujian sertifikasi kompetensi adalah salah satu
cara bagi akupunkturis bisa terus meningkatkan kemampuan dan kompetensinya.

Dalam modul ini menyajikan secara ringkas Big Map dari ilmu TCM, penjelasan singkat,
tahapan dan tujuan belajar, cara mengumpulkan data pasien dan tehnik terapi, kegawat
daruratan serta K3 pada akupunktur, kontra indikasi dan indikasi kasus-kasus penyakit yang
bisa ditangani dengan akupunktur.

Diharapkan pada pendidikan dan pelatihan kali ini dapat mempertajam pengetahuan para
calon peserta ujian sekaligus menyegarkan kembali pelajaran lamau yang telah didapat pada
proses pembelajaran sebelumnya

Kami juga bersyukur kepada Allah Jalla wa Ala kemudian kepada bapak Abah Fajar, dan
sahabat kami lainnya yang telah berkenan untuk mengoreksi dan dan mengedit penulisan
ini.

Buku ini masih belum sempurna dan akan terus di olah kembali oleh penyusun, dan kita
tidak menjanjikan seseorang menjadi ahli akupunktur dengan instan dan serba cepat hanya
dengan mengikuti kursus ataupun sekolah tertentu, , namun kita bisa memulainya dengan
hal yang terkecil dulu, setahap demi setahap dan selalu dipraktekan dengan kontinyu dan
tidak mudah bosan bersama dengan berlangsungnya zaman. Pengalaman dan pasien adalah
guru terbaik bagi kita. Teruslah mengasah kemampuan bersama guru dan senior
pembimbing sebagai tempat berkonsultasi dan berbagi ilmu.

Kita berharap agar buku ini bermanfaat untuk para pembelajar yang tidak mudah patah,
pembelajar yang semangat serta aktif mencari referensi lain yang bisa menambah wawasan
dan keilmuan yang cukup untuk di amalkan dengan benar dan dengan tujuan sesuai apa
yang Allah Jalla wa Ala perintahakan yaitu membantu yang membutuhkan, menolong orang
yang sedang kesusahan dan meringankan orang yang sedang kesempitan.

Purwakarta

Hari P.U. Nasution

1|http://janaaha.co m
I. PHBS & K3 BAGI TERAPIS PIJAT

A. Pengertian PHBS

PHBS singkatan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Artinya semua perilaku
kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga
dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam
kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.

Siapa saja yang terlibat dalam PHBS di pelayanan kesehatan tradisional?

1. Pemilik;
2. Karyawan;
3. Pengelola kantor/usaha.

Manfaat PHBS :

Bagi diri pekerja (karyawan) dan Penerapis

1. Setiap pekerja meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit;


2. Produktivitas pekerja meningkat yang berdampak pada peningkatan penghasilan
pekerja dan ekonomi keluarga;
3. Pengeluaran biaya rumah tangga hanya ditujukan untuk peningkatan taraf hidup
bukan untuk biaya pengobatan.

Bagi Masyarakat

1. Tetap mempunyai lingkungan yang sehat walaupun berada di sekitar tempat


kerja;
2. Dapat mencontoh perilaku hidup bersih dan sehat yang diterapkan oleh tempat
kerja setempat.

Bagi Tempat Kerja

2|http://janaaha.co m
1. Meningkatnya produktivitas kerja pekerja yang berdampak positif terhadap
pencapaian target dan tujuan;
2. Menurunnya biaya kesehatan yang harus dikeluarkan;
3. Meningkatnya citra tempat kerja yang positif.

Beberapa contoh PHBS di tempat kerja, antara lain adalah:

1. Tidak merokok ;
2. Olah raga teratur bagi terapis;
3. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun;
4. Memberantas jentik nyamuk;
5. Menggunakan jamban untuk BAB dan BAK;
6. Membuang sampah pada tempatnya;
7. Menggunakan alat pelindung diri (APD)

Gambar: Cara Cuci Tangan secara Higienis

3|http://janaaha.co m
B. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Secara umum keselamatan kerja dapat dikatakan sebagai ilmu dan penerapannya
yang berkaitan dengan bahan baku, peralatan kerja, proses kegiatan, landasan
tempat kerja dan lingkungan kerja serta cara melakukan pekerjaan guna menjamin
keselamatan tenaga kerja dan aset perusahaan agar terhindar dari kecelakaan dan
kerugian lainnya.

Awalnya K3 selalu dikaitkan dengan sarana industri, namun dengan berjalannya


waktu, K3 dapat diterapkan pada berbagai jenis usaha. Demikian pula di pusat
pelayanan kesehatan tradisional K3 dapat kita terapkan guna mendukung kegiatan
sehari-hari.

Sebagai tambahan wawasan dalam modul ini disertakan dasar hukum yang menjadi
landasan pelaksanaan K3 yaitu:

a. UUD 1945 pasal 5, 20, dan 27 ayat (2)


Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
bagi kemanusiaan.
b. UU Ketenagakerjaan No.1 tahun 1970 pasal 86, 87 paragraf 5 (Tambahan
lembaran Negara no. 2918)
Pasal 86
(1) Setiap pekerja/buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas :
a. keselamatan dan kesehatan kerja;
b. moral dan kesusilaan; dan
c. perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai
agama;
(2) Untuk melindungi keselamatan pekerja/buruh guna mewujudkan produktivitas
kerja yang optimal diselenggarakan upaya keselamatan dan kesehatan kerja;
(3) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan.

Penjelasan Pasal 86

4|http://janaaha.co m
(1) Cukup jelas
(2) Upaya keselamatan dan kesehatan kerja dimaksudkan untuk memberikan
jaminan keselamatan dan meningkatkan derajat kesehatan para pekerja/buruh
dengan cara pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, pengendalian
bahaya di tempat kerja, promosi kesehatan, pengobatan dan rehabilitasi.
(3) Cukup jelas

Pasal 87
a. Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan
b. Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan
Pemerintah.

Penjelasan Pasal 87
(1) Yang dimaksud dengan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan yang
meliputi struktur organisasi, perencanaan, pelaksanaan, tanggung jawab,
prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan
penerapan, pencapaian, pengkajian, dan pemeliharaan kebijakan keselamatan
dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaiatan dengan
kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif.
(2) Cukup Jelas

Pasal 190
(1) Menteri atau pejabat yang ditunjuk mengenai sanksi administratif atas
pelanggaran ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 5, Pasal 6,
Pasal 15, Pasal 25, Pasal 38 ayat (2), Pasal 45 ayat (1), pasal 47 ayat (1), Pasal 48,
Pasal 87, Pasal 106, Pasal 126 ayat (3), dan Pasal 160 ayat (1) dan ayat (2)
Undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya.
(2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa :
a. teguran;

5|http://janaaha.co m
b. peringatan tertulis;
c. pembatasan kegiatan usaha;
d. pembekuan kegiatan usaha;
e. pembatalan persetujuan;
f. pembatalan pendaftaran;
g. penghentian sementara ssebagian atau seluruh alat produksi;
h. pencabutan ijin.
(3) Ketentuan mengenai sanksi administratif sebagaimana dimaksud ayat (1) dan
ayat (2) diatur lebih lanjut oleh Menteri.

Tujuan dari penerapan K3 antara lain adalah:


1. Tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan dalam
pekerjaannya
2. Orang lain yang berada di tempat kerja perlu menjamin keselamatannya;
3. Sumber-sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien

Untuk melaksanakan tujuan K3 tersebut dengan cara:


1. Kampanye
2. Pemasyarakatan;
3. Pembudayaan
4. Kesadaran dan kedisiplinan

Keselamatan kerja juga meliputi penyediaan APD, perawatan mesin dan pengaturan
jam kerja yang manusiawi dilingkungan perusahaan.

Adapun Kesehatan Kerja, yaitu : suatu ilmu yang penerapannya untuk meningkatkan
kulitas hidup tenaga kerja melalui peningkatan kesehatan, pencegahan Penyakit
Akibat Kerja meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan dan pemberian makan
dan minum bergizi.

Dalam pelaksanaannya K3 adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan


tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga

6|http://janaaha.co m
dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan dan PAK yang pada akhirnya
dapat meningkatkan sistem dan produktifitas kerja.

Dalam K3 ada tiga norma yang selalu harus dipahami, yaitu :

b. Aturan berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja;


c. Di terapkan untuk melindungi tenaga kerja;
d. Resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Sasaran dari K3 adalah :

1. Menjamin keselamatan operator dan orang lain;


2. Menjamin penggunaan peralatan aman dioperasikan;
3. menjamin proses produksi aman dan lancer.

K3 yang diterapkan di tempat pelayanan kesehatan mempunyai tujuan melindungi


orang-orang yang berada ditempat tersebut dari kemungkinan dampak negative
yang ditimbulkan oleh proses pelayanan kesehatan, baik dari sarananya, prasarana,
alat dan bahan yang digunakan sehingga tidak terjadi kecelakaan kerja, penyakit
akibat kerja serta kegawatdaruratan termasuk kebakaran atau bencana lainnya yang
mengancam jiwa terapis, karyawan, pasien keluarganya serta siapapun yang berada
di tempat pelayanan kesehatan tersebut.
Lokasi pelayanan Pada lingkungan yang bersih, bebas pencemaran atau
polusi baik udara maupun air, ada larangan TIDAK
BOLEH MEROKOK
Kondisi gedung Kokoh, tidak miring, reot, berlumut, atau berjamur
Ruangan-ruangan Memiliki ventilasi udara yang baik, akses keluar masuk
mudah, berpenerangan cukup, bersih dari sarang laba-
laba, debu dan sampah yang menumpuk.
Kursi, meja, dipan terapi Kokoh, selalu bersih, diletakkan pada tempatnya
Peralatan listrik Tertata rapi, aman dan jauh dari air
Peralatan terapi (handuk,
Selalu bersih, tidak cacat dan layak pakai
alat bantu pijat, baskom,

7|http://janaaha.co m
mangkuk dll)
Bahan terapi Tidak tercemar, layak pakai dan tidak kadaaluarsa
Terapis Fisik: Rambut rapi (kalau panjang diikat), tidak tercium
bau badan, kuku jari tangan terpotong pendek, rapi
dan tidak tajam

Penampilan : mengenakan baju seragam bersih,


model berlengan pendek tidak mengganggu kerja,
bahan pakaian mudah menyerap keringat, rrapi dan
sopan.

Kebiasaan: mencuci tangan secara higienis sebelum


dan sesudah bekerja atau keluar dari kamar mandi
dan habis makan. Membiasakan berakhlak al karimah
Kamar mandi Selalu bersih, air tersedia bersih, ventilasi baik, tidak
licin, penerangan cukup dan kunci pintu normal

8|http://janaaha.co m
SKEMA SERTIFIKASI UJI KOMPETENSI AKUPUNKTURIS MUDA BNSP

OK.JKS.AK.001/16 AKUPUNKTURIS MUDA

JKS.AK01.001.01 : Menjelaskan ilmu Akupunktur dasar dan ilmu kesehatan


dasar pada gangguan kesehatan pasien

JKS.AK01.002.01 : Melakukan diagnosa kelainan / gangguan pasien


berdasarkan data keadaan pasien

JKS.AK01.003.01 : Menyusun rencana terapi akupunktur untuk pasien


berdasarkan diagnosis akupunktur dan keadaan pasien

JKS.AK01.006.01 : Melakukan penyuluhan akupunktur dan kesehatan dengan


menggunakan pendekatan sistemik

JKS.AK02.007.01 : Melakukan pelayanan pada pasien dengan gangguan


fungsi sistem muskuloskeletal

JKS.AK02.010.01 : Melakukan pelayanan akupunktur pada pasien sesuai


dengan hak dan kewenangannya berlandaskan peraturan
dan kode etik akupunkturis Indonesia

JKS.AK03.004.01 : Melakukan pengelolaan klinik pelayanan akupunktur


secara sederhana dan efektif

JKS.AK03.005.01 : Melakukan komunikasi yang efektif, baik dalam tim


pelayanan akupunktur maupun tim kesehatan lain

9|http://janaaha.co m
BAB I

PENGELOMPOKAN ILMU TCM

Ilmu dasar TCM terdiri dari 2 Kelompok Utama :

1. Pemahaman Secara Filosofis

- Teori Yin Yang dan Wu Xing

2. Pemahaman Secara Mekanis

- Ilmu Dasar TCM

- Ilmu Diagnosa TCM

- Ilmu Terapi

Struktur Ilmu TCM

1.Ilmu Filosofi

1.1. Teori Yin Yang

1.1. Teori Wu Xing

2. Teori Dasar TCM

2.1. Fenomena Organ (Zang Xiang)

2.2. Materi dasar (Xue, Jin Ye, Jing, Qi, Shen)

2.3. Meridian dan kolateral (Jing Luo)

2.4. Etiologi dan Patogenesis TCM

3. Ilmu Diagnosa TCM

3.1. 4 Cara Pemeriksaan

3.2. Diferensiasi Sindrom

4. Ilmu Terapi

4.1. Terapi Internal

4.2. Terapi Eksternal

10 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
4. ILMU TERAPI

4.1. TERAPI INTERNAL

4.1.1. Terapi Herba dan Nutrisi

4.1.2. Terapi Emosi

4.2. TERAPI EKSTERNAL

4.2.1. Terapi Energitik (Pengolahan Qi)

4.2.2. Terapi Fisik

4.2.2.1. Moksibusi

4.2.2.2. Massage

a. Tuina

b. Anmo

c. Refleksologi

d. Yumeiho

4.2.2.3. Cupping (Bekam Kering / Kop)

4.2.2.4. Fang Xue (Blood letting)

4.2.2.5. Scraping ( Kerikan)

4.2.2.6. Acupuncture( Akupunktur /

Tusuk jarum)

11 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
4.2.2.6. Acupuncture (Akupunktur/Tusuk Jarum)

a. Atas dasar daerah rangsang

 Akupunktur Makro /Umum


 Akupunktur Mikro/ Khusus
1. Akupunktur Kepala
2. Akupunktur Telinga
3. Akupunktur Mata
4. Akupunktur Tangan / Kaki
5. Akupunktur Hidung
6. kupunktur Akupunktur Perut /Obdominal

b. Atas dasar Kegunaan/ Penerapan

 Akupunktur Kuratif (Pengobatan)


1. Akupuntur Anesthesia
2. Akupunktur Analgesia
 Akupunktur Preventif (Pencegahan)
 Akupunktur Promotif (Peningkatan)
 Akupunktur Estetika
1. Akupunktur Wajah
2. Akupunktur Pelangsingan
3. Akupunktur Pembentukan Tubuh
4. Akupunktur Pengencangan Kulit
 Akupunktur Olah Raga
1. Akupunktur Cidera Pada Olah Raga
2. Akupunktur Pembentukan Massa Otot Pada Olahragawan
3. Akupunktur Prestasi Pada olahragawan
 Akupuntur Kebidanan
 Akupunktur Rehabilitatif
1. Akupunktur Narkoba
2. Akupunktur Kcanduan Rokok

12 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
c. Atas dasar alat/sarana terapi

 Elektropunktur
 Aquapunktur
 Laserpuncture
 Wavepunctur
 Akupunktur Tanam Benang
 Akupunktur Tanam Jarum
 Akupunktur Jarum Halus

13 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
BAB II

SEJARAH AKUPUNKTUR DI CHINA)


Pengobatan Tradisional Cina berawal pada Tiongkok purba, di saat manusi a mulai
menghimpun pengetahuan pengobatan. Karya tulis klasik dan terkenal di Tiongkok seperti
“ Fuxi made nine needles” dan “Shennong tasted hundred of herb and was poisoned seventy
times in single day” . menunjukkan kepada kita semenjak Zaman dahulu bangsa Tiongkok
telah terus melakukan pengamatan dan bereksperimen di bidang pengobatan guna
melawan wabah penyakit yang meresahkan masyarakat dengan memanfaatkan sarana dan
prasarana yang ada pada kehidupan mereka sehari-hari

Sejarah mencatat menurut asal muasalnya ilmu dapat dibedakan menjadi seni pengobatan
versi utara dan selatan, dengan sungai Huanghe dan sungai Yangze sebagai pembatas
geografis

(foto Geografis cina utara selatan)

Zaman dahulu daerah sungai Huanghe di Tiongkok utara yang kerap dilanda banjir besar
merupakan daerah tandus yang hanya diselimuti tanah gersang berwarna kuning, sehingga
hanya tanaman “huma” saja yang dapat tumbuh di daerah tersebut. Keterbatasan sumber
daya alam memaksa masyarakat setempat memanfaatkan tanaman atau tumbuhan
tertentu yang dibakar atau ujung batu yang rucing untuk mengatasi luka mapun
ketidaknyamanan tubuh lainnya, Pengalaman panjang membuat masyarakat menyadari
untuk mencapai hasil yang optimal penusukan dan pembakaran harus dilakukan pada titik-
titik tertentu yang koni dikenal dengan akupoin, cikal bakal ilmu akupuntur, moksibusi dan
akupresur yang kita kenal sekarang

Kondisi diatas berbeda dengan daerah aliran sungai Yangze di selatan yang merupakan
daerah subur sehingga dapat tumbuh berbagai aneka ragam tanaman. Alam yang lebih

14 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
menguntungkan tersebut membuat masyarakat memanfaatkan racikan akar, daun, buah
bahkan kulit tanaman sebagai jamu untuk menyembuhkan penyakit, dan berkembanglah
ilmu pengobatan herba di Tiongkok selatan

Kedua cara pengobatan ini baru memperoleh kesempatan penelitian dan pengembangan
yang lebih luas, bahkan penggabungan pada Zaman Zangguo – Cungkok – (perang saudara)
saat itu masyarakat sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang memadai di bidang
ilmu pengobatan, di samping itu deman ilmu pengetahuan yang melanda masyarakat
membuat ilmu politik, ekonomi, astronomi dan budaya berkembang pesat dan secara tidak
langsung membantu terciptanya teori –teori ilmu pengobatan baruu. Dengan demikian
tidak aneh jiaka formulasi pengetahuan kedokteran Tiongkok yang menjadi bekal bagi
generasi berikutnya tersusun pada era tersebut. (1)

Pada dinasti Qin dan Han 秦汉时期 (qin han shi qi) berkisar antara sebelum abad 3 Masehi,
terjadi banyak penemuan, baik itu berupa filosofi, ilmu pengetahuan, ilmu alam, dan lainnya
termasuk ilmu medis. Ditandai dengan lahirnya beberapa buku yang berperan penting bagi
dasar ilmu TCM yang berkembang sekarang ini.

Tokoh pengobatan purba , perintis TCM adalah (2):

1. Huang-di 黄帝/ yellow emperor (公孫軒轅)


2. Yan di 炎帝/ Shen-nong 神農

2. KITAB KLASIK TCM UTAMA (2):

1. Huang Di Nei Jing 《黄帝内经》


Yang terbagi dalam 2 buku yaitu Su Wen《素问》 dan Ling Shu《灵枢》 yang setiap
buku berupa 9 gulungan dan tiap gulungan ada 9 bab. Jadi tiap buku ada 81 bab, dan
total gabungan keduanya adalah 162 bab. Ditulis oleh banyak ahli TCM dari masa
sebelum masehi sampai pada dinasti Han Barat 西汉时期 (xi han shi qi) kira2 abad ke 3
Masehi. (3)

Buku Su Wen《素问》 ini menjelaskan tentang : Basic Questions, membahas teori


dasar dan diagnose TCM

1. Yin Yang 阴阳,


2. Wu Xing 五行(Lima Unsur),
3. Anatomi tubuh manusia (menurut TCM),
4. Jing Luo 经络 (Meridian),
5. Bing Yin 病因 (asal penyakit),

15 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
6. Bing Ji 病机 (proses terjadinya penyakit),
7. Zhen Fa 诊法 (cara mendiagnosis),
8. Bian Zheng 辩证 (penggolongan sindrom),
9. Bing Zheng 病证 (gejala dan sindrom penyakit)

Buku Su Wen《素问》 ini menjelaskan tentang : Spiritual


Pivot, membahas terapi dan detail akupuntur

1. Zhi Ze 治则 (cara penyembuhan),


2. Yu Fang 预防 (pencegahan terhadap penyakit),
3. Yang Sheng 养生 (merawat diri),
4. Zhen Jiu 针灸 (akupunktur dan moksa),
5. Tang Ye Zhi Liao 汤液治疗 (penyembuhan dengan herbal) etc.

2. Nan Jing 《难经》 atau disebut juga “Canon of difficult” - Kitab Sulit - , berupa 3
gulungan yang berisi 81 bab dan menggunakan metode Tanya jawab menjelaskan
kesulitan yang ada pada kitab Huang di Neijing《黄帝内经》, serta menambahkan
“Hanya memeriksa nadi di daerah Cunkuo” dan teori “Kiri adalah ginjal dan kanan
adalah mingmen-gerbang kehidupan-” Penulis maupun tahun selesai pembuatan kitab
ini tidak jelas.

3. Shen Nong Ben Cao Jing 《神农本草经》 ada 3 gulungan yang memuat (252 flora, 67
fauna dan 46 mineral, dibagi 3 golongan,serba kelas atas, sedang dan bawah). Diramu
dengan prinsip (ju–chen–zu–shi), 4 sifat (dingin 寒, panas 熱, hangat 温, sejuk 凉) dan 5
citarasa (asam, pahit, manis, pedas, asin) dari herba dan aplikasinya. Diperkirakan
pembuatan kitab ini selesai pada dinasti Han Timur 东汉时期 (dong han shi qi) kira2
abad ke 1 Masehi. Buku ini merupakan buku algikultur dan tanaman obat (buku farmasi)
tertua yang diterbitkan kerajaan.

4. Shang Han Za Bing Lun《伤寒杂病论》 yang dibuat oleh Zhang Zhong Jing 张仲景
disebut juga sebagi “Maha Dewa Pengobat” sekitar akhir dinasti Han Timur 东汉末年
(dong han mo nian) merupakan buku panduan praktek pengobatan cina yang pertama,
Buku ini mencantumkan berbagai informasi tentang pengembangan pengelompokan
sindrom serta terapinya, memilah sindrom yang terdapat pada 6 meridian (taiyang,
shaoyang, yangming, shaoyin, jueyin, taiyin) serta pengelompokan sindrom pada organ
Zhangfu. Dia memformulasikan metode terapi, peresepan untuk berbagai macam
diagnosa serta pengobatan penyakit endogen maupun eksogen, dan hingga kini banyak
berkembang luas di Cina maupun Korea, Jepang dan kawasan sungai Mekong.

16 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
BAB III

TEORI YIN DAN YANG

Definisi Terbaik TEORI YIN-YANG 陰陽

Adalah suatu sistem yang Allah Jalla wa ‘Ala ciptakan untuk mengungkapkan
dualitas yang saling bertentangan didalam suatu kesatuan yang memiliki saling
ketergantungan sehingga tercipta keseimbangan yang dinamis yaitu saling
berlawanan, saling seimbang, saling menghidupkan dan tidak mutlak, saling
berpasangan

陽 Yang Yin 陰

Sudut pandang TCM tentang kesehatan adalah bersifat menyeluruh, hubungan yang dinamis,
seimbang dan harmonis atara individu dengan lingkungannya menciptakan keseimbangan yin dan
yang 陰陽 dan wu-xing 五行 di dalam tubuh.

Teori yin-yang 陰陽論 merupakan konsep logika menjelaskan berbagai hal; dimana salah satunya
diterapkan dalam TCM. Teori Yin-yang didapat dari pengamatan fenomena alam, bahwa semua hal
memiliki dua aspek atau sifat yang bertolak belakang dan Keduanya saling beroposisi dan saling juga
berkaitan satu sama lain.

Penerapan Yin-Yang Yang 陽 Yin 陰

Cahaya Terang Gelap

Temperatur Panas Dingin

Posisi Tinggi Rendah

Gerak Bergerak Diam

Arah Keluar Kedalam

Faal Terangsang Terhambat

Keunikan teori Yin-Yang adalah mendeskipsikan sifat segala hal dan hubungan timbal-baliknya :

1. Yin-Yang saling beroposisi/ menghambat ex: dingin vs panas


2. Yin-Yang saling menghasilkan/ memanfaatkan ex: jika tidak ada dingin tidak tahu panas
3. Yin-yang hilang dan timbul secara seimbang dan secara makro keseimbangan Yin-Yang tetap
sama. ex: musim yang saling berganti
4. Yin-yang saling bertrasformasi, pada saat salah satu sifat bergerak pada arah yang ekstrem
akan berubah menjadi sifat yg lain.

17 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Pertukaran eksitasi/ perangsangan dan inhibisi/ penghambat pada faal fungsi tubuh
normal) mengambarkan transformasi ini.

Aplikasi Teori Yin-Yang pada organ Tubuh pada TCM , adalah pikiran dasar bahwa tubuh merupakan
kesatuan organic memiliki sifat Yin-Yang.

Aplikasinya pada organ tubuh manusia:

Yang 陽 Yin 陰

Tubuh bagian atas Tubuh bagian Bawah

Permukaan Tubuh Luar Permukaan Tubuh Dalam

Punggung Perut

Lateral /bagian tubuh luar Medial ( bagian tubuh dalam )

6 organ fu / organ berongga 腑 5 Organ Zang/ organ padat 臟

Dan setiap organ zhangfu juga memiliki bagian ying-Yang

Yin-Yang Organ Zang-fu

Yang - 6 Organ Fu 腑 Yin- 5 Organ Zang


Usus Besar / kolon 大腸 Paru-paru 肺

Kantung Kemih 膀胱 Ginjal 腎

Lambung / maag 胃 Limpa 脾

Usus Halus ;( usus 12 jari, usus kosong, usus penyerapan) 小腸 Jantung 心

Empedu 膽 Lever/ hati 肝

San jiao 三焦 ( shang, zhong, xia ) (Pericardium)

Aplikasi pada Fungsi faal menurut TCM; sehat adalah mengatur keseimbangan, dinamis , harmonis
Yin-yang tubuh. Dan pada kondisi Patologis (keadaan Tidak normal/sakit) terjadi akibat ke tidak
seimbangan Yin-Yang.

Banyak faktor penyebab penyakit, hal ini terkait dengan keseimbangan dan koordinasi antara Zheng-
Qi 真氣(Qi pokok tubuh) dan Xie-Qi 邪氣 atau Bing-Xie 病邪(penyebab penyakit)

Zheng-Qi 真氣 adalah daya imunitas tubuh terdiri dari :

1. Yuan-Qi 元氣( fungsi dan energy faal-I )


2. Jin-ye 津液( materi Tubuh dan cairan faal-I )

18 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Bing-xie 病邪 adalah semua factor luar maupun dalam yang mempengaruhi keseimbangan tubuh
dan menyebabkan penyakit. Dan penyebab utamanya adalah :

1. Kelemahan Zheng-Qi 正氣弱


2. Penguatan/ kelebihan Bing-xie 病邪強

TCM mendiagnosa penyakit dengan diferensiasi sindrom yaitu meng-klasisfikasi jenis ketidak
seimbangan Yin-Yang pada pasien . dan memakai prinsip 异病同治,同病异治 yì bìng tóng zhì, tóng
bìng yì zhì,"different diseases, same treatment; same disease, different treatments

Klasifikasi dasar Yin-yang menjadi 8 jenis sindrom dan menjadi 3 pasang Yin-Yang. Pada umumnya
Yang 陽 menampilkan gejala terangsang / eksitasi dan Yin 陰 menampikan gejala kondisi
terhambat/ inhibisi.

Gejala Yin-Yang Tubuh

Gejala 症 Yang 陽 Yin 陰

Wajah Muka merah, demam, rasa panas, Muka pucat putih, semangat lesu, rasa
gerakan gelisah dingin, tungkai dingin, letih tak
bertenaga

Suara Nafas kasar, mulut kering, mulut haus Suara halus, nafsu makan kurang, mulut
tawar, tak haus

Pembuangan Sembelit, feses bau busuk Urin jernih panjang

Lidah Otot lidah merah tua, selaput kuning Otot lidah pucat putih, gemuk halus
atau hitam

Nadi Nadi Mengambang, cepat, besar, licin, Tengelam, lambat, lemah tak bertenaga
padat

Diferensiasi sindrom 8 ( delapan )ikhtisar ( ba-gang ) 八網

Yang - eksitasi Yin – inhibisi

Sindrom Biao / permukaan 表 Sindrom Li / dalam Tubuh 里

Terutama disebabkan pathogen dari luar Terutama disebabkan dis-koordinasi organ


dalam tubuh / zhang-fu
( panas, angin, dingin )

19 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Sindrom Re / panas 熱 Sindrom Han / dingin 寒

Muka merah, demam tinggi, takut panas, urin Muka Pucat pasi, tungkai dingin, takut dingin,
kuning, sembelit urin jernih, fases lunak

Terkait fungsi faal yang terpacu Semua terkait fungsi faal yang tidak terpacu

Sindrom shi / kuat 實 Sindrom xu / lemah 虚

Gerakan berat, suara keras, nafas kasar, nyeri, Fisik lemah, nafas pendek, suara rendah, nafas
menolak ditekan ( ditekan sakit ) halus, pusing

Semua berhubungan dengan pathogen luar Pertanda tidak memadainya fungsi normal
berlebih atau tertimbunnya sampah metabolism

Sindrom Yang 陽 Syndrom Yin 陰

Mencakup biao, re, shi Mencakup li, han, xu

20 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
BAB IV

TEORI WU-XING / LIMA ( 5 ) UNSUR 五行

Teori Wu-xing adalah pengembangan dari teori Yin-yang, dan keduanya berkaitan erat, yang
dipadukan untuk menjelaskan fenomena alam, dan pengabungan teori ini sudah dilakukan dicatat
sejarah sejak jaman tiga kerajaan 三國時代( 475 – 221 SM )

Teori Wu-xing 五行理 mengatakan semua benda alam dapat di kategorikan menjadi 5 unsur dan
memiliki ke khasannya sendiri yaitu, kayu 木, api 火,tanah 土, logam 金,dan air 水.

Hubungan Wu-xing 五行 dengan fenomena alam dan tubuh 自然現象和身體, terlihat saling
berkaitan, secara beraturan, dapat di lihat dari table berikut ini. Hal pada kolom yg sama memiliki
unsur yg sama dan hal pada baris yg sama memiliki sifat unsur yang berlainan dan saling
mempengaruhi.

1.a. PENERAPAN TEORI WU SING PADA ALAM

Unsur Musim Mata Angin Qi Warna Rasa Perubahan

Kayu Semi Timur Angin Hijau Asam Tumbuh

Api Panas Selatan Panas Merah Pahit Berkembang


Panas
Tanah Tengah Lembab Kuning Manis Berubah
Panjang
Logam Gugur Barat Kering Putih Pedas Menarik

Air Dingin Utara Dingin Hitam Asin Menyimpan


1.b. PENERAPAN TEORI WU SING PADA MANUSIA

Elemen Kayu Api Tanah Logam Air


Belas kasih,
Emosi Marah/Gusar Gembira Sedih Takut
peduli
Nada Suara Mengerang,
Berteriak, Tertawa,
(karakter Berlagu romantis Merengek bersuara
lantang terkikik
suara) berat
Prilaku ketika Keras kepala,
Tidak Terkontrol Sedih, cemas Penolakan Gemetar
stress kaku, bersendawa

Melankonis Penakut
Karakter Mudah marah Selalu gembira Tenang dingin
penakut paranoid

Hutan Api Nyanyian


Mimpi Terbang Tenggelam
Pepohonan Tertawa Musik

21 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
1.c. PENERAPAN TEORI WU SING PADA ORGAN MANUSIA DAN JARINGAN TUBUH

Elemen Kayu Api Tanah Logam Air

Paricardium
Organ Zang Hati Limpa Paru-paru Ginjal
Jantung

San Ciao
Ogan Fu K. Empedu Lambung Usus Besar K. Kemih
Usus Kecil

Otot dan Pembuluh Jaringan Kulit dan bulu Tulang dan


Jaringan
tendon darah pembuluh badan sumsum tulang

Pancaindra Mata Lidah Mulut Hidung Telinga

Air liur dan Air seni, cairan


Fluida Air mata Keringat Lendir, ingus
getah bening telinga

Ekspresi energi Kuku Warna kulit Bibir Bulu badan Rambut kepala

Fenomena 現象 dan Wu-Xing 五行

Tanda Panah melingkar = mengidupkan

Tanda Panah Lurus = mengekang / menghambat

Hubungan 5 unsur Wu-xing,五行 tidak dapat berdiri sendiri, saling berkaitan dan memiliki
keteraturan. keteraturan perubahan itu mencakup :

22 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
1. Siklus saling menghidupi 相生的循環, mencakup makna merawat, membantu
pertumbuhan, mendukung dan memacu dan sering dikatakan hubungan ibu-anak,
satu unsur menghasilkan / melahirkan unsur yang lain.
2. Siklus saling mengekang/ menghambat 相克的循環 dan dapat dikatakan juga satu
unsur mengendalikan unsur yang lain.
Menjadi energi pengimbang mencegah
kelebihannya salah satu unsur Wu-xing.
3. Hubungan saling menunggangi/
mengekang berlebih 相乘的關係/過
多的克制, adalah kondisi salah satu
unsur membatasi fungsi unsur lainnya
agar tidak berlebih
4. Hubungan mengekang balik atau
tidak cukup mengekang 反克的關
係/原本的克制不足 adalah kondisi
dimana unsur pengekang/
penghambat karena tidak
memadai/lemah, maka unsur menghambat menjadi unsur yang dikekang.

Keseimbangan mengidupi dan mengekang 生與克的平衡 adalah sangat penting bagi fungsi
wu-xing, dimana mekanisme pembentukan trasformasi harus menghidupkan dan harus
terkendali.

Fungsi tersebut dapat dijelaskan pada gambar sederhana sebagai berikut:

23 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
BAB V

ORGAN DALAM (ZANG FU ) DAN FENOMENANYA (ZANG XIANG)

TCM mengenal Organ dalam Tubuh dengan sebutan


Zang-Fu yang merupakan kesatuan fungsional tubuh.
Didalam TCM Organ Zang–Fu dipelajari sifat Yin-yang,
interaksi diantara mereka dan secara fungsi serta
fenomena nya.

Ilmu yang mempelajari fungsi faal , perubahan patologis


dan interaksinya di sebut zang-xiang (fenomena organ).
Teori zang-fu meneliti aturan aktivitas organ dalam melalui
pengamatan fenomena yang tampak dari luar tubuh.

TERMINOLOGI :

Ilmu yang menerangkan fisiologi dan patologi serta


pengelompokan organ berdasarkan fenomena yang
tampak dari luar

Organ Zang termasuk Yin, merupakan organ padat terletak didalam rongga dada dan perut yang
memiliki kesamaan fungsi memproduksi, mentrasformasi, meregulasi dan menyimpan jing-Qi ( sari
makanan dan energy ), darah ( xue ) dan cairan (jin-ye) dengan kata lain organ reproduksi yang
menyimpan Qi

Ciri -ciri organ zang:

1. Padat
2. Dapat diisi
3. Tidak dapat mengeras
4. Tidak langsung menerima, mengolah makanan serta
menyalurkan dan membuang ampasnya
5. Bisa padat tidak bisa penuh
6. Menyimpan Qi

Organ Fu tergolong yang, merupakan organ


berlumen/berongga, terletak didalam rongga dada dan perut,
bertangung jawab atas fungsi menyalurkan, mencerna dan
mengekskresi. Dengan kata lain menampung, mencerna
makanan dan minuman, mengangkut dan membuang ampasnya.

Ciri-ciri organ Fu :

1. Berbentuk kantong atau berongga


2. Selalu menyalurkan isinya ke organ lain
3. Dapat di-isi sampai padat tetapi tidak bisa penuh
4. Langsung menerima, mengolah makanan serta menyalurkan dan membuang ampasnya
5. Tidak menyimpan Qi

24 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Selain itu terdapat organ fu istimewa karena berbentuk seperti fu tetapi berfungsi seperti seperti
zang menyimpan jing-Qi, dan semuanya secara langsung ataupun tidak langsung berhubungan
dengan organ ginjal

Yin-Yang Organ Zang-fu 臟腑

Yang - 6 Organ Fu 腑 Yin- 5 Organ Zang 臟 5 Organ Fu istimewa

Usus Halus 小腸 Jantung 心 Otak 腦

Lambung / maag 胃 Limpa 脾 Sumsum 髓

Usus Besar / kolon 大腸 Paru-paru 肺 Tulang 骨

Empedu 膽 Lever/ hati 肝 Pembuluh darah 血管

Kantung Kemih 膀胱 Ginjal 腎 Rahim/uterus 子宮

San jiao 三焦 ( shang, zhong, xia ) Selaput jantung 心包 Kantung empedu 膽囊

Didalam TCM, organ zang-fu selain menunjukan anatomis organ, lebih penting adalah fungsi faal
dan perubahan patologis tubuh manusia.

Dari hasil analisis faal tubuh manusia dari organ zang-fu 臟腑, terbentuk konsep bahwa interaksi
diantara organ zang-fu mempunyai hubungan biao-li 表里 (luar –dalam), bagian dalam (li 里)
adalah zang 臟 dan termasuk yin 陰, sedangkan luar/permukaan (biao 表) adalah fu 腑 dan
termasuk yang 陽.

Umumnya zang lebih dominan dalam aplikasi klinis.

Hubungan biao-li 表里 organ zang-fu

Unsur Zang 臟 – Li / dalam Fu 腑– Biao/ Permukaan


里 表

kayu Liver Empedu

Api Jantung Usus Kecil

Tanah Limpa Lambung

Logam Paru-paru Usus besar

Air Ginjal Kantung kemih

1. GINJAL

Sistem Organ Ginjal :

25 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
a. Unsur Air
b. Emosi Takut
c. Menguasai Tulang dan Sumsum Tulang
d. Bermuara di telinga
e. Termanifestasi di rambut
f. Cairan  Ludah
g. Hubungan Biao-Li dengan Kandung Kemih

Fisiologi Ginjal :
a. Menyimpan Jing
b. Menghangatkan organ dalam
c. Mengatur metabolisme
d. Mengatur Reproduksi
e. Mengatur Pertumbuhan dan Perkembangan
f. Mengatur penampungan Qi
g. Menghasilkan Sumsum

2. HATI

Sistem Organ Ginjal :

a. Unsur Kayu
b. Emosi Marah
c. Menguasai Tendo
d. Bermuara di Mata
e. Manifestasi di Kuku
f. Cairan Air mata
g. Hubungan Biao-Li dengan Kandung Empedu
h. Qi Xue Yin Yang

Fisiologi Hati
a. Menyimpan Xue
b. Mengatur Volume darah ketika tidur
c. Mengatur Sekresi Empedu
d. Melancarkan Qi
e. Menjelaskan fungsi Liver adalah untuk
melancarkan lalu lintas Qi di dalam tubuh.
f. Menyeimbangkan kegiatan emosi
g. Membantu Limpa dalam proses pengolahan

26 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
3. JANTUNG

Sistem Organ Ginjal :

a. Unsur Api
b. Emosi Gembira
c. Menguasai Nadi (pembuluh darah)
d. Bermuara di Lidah
e. Termanivestasi di wajah
f. Mengatur / mengendalikan
keluarnya keringat
g. Hubaungan Biao-li dengan Usus Kecil
h. Qi Xue Yin Yang

Fisioologi Jantung

• Menguasai sirkulasi darah/pembuluh  Rangkaian


jantung-pembuluh darah jantung, qi jantung menentukan
kekuatan degup jantung dalam memompa darah

• Proses pemerahan wajah, darah jantung mengisi wajah


(wajah berseri), mengisi lidah membentuk kemampuan
bicara

• Rumah Dari Pemikiran (Shen-藏神)  Shen dalam arti


yang luas mengacu pada puncak pengatur aktifitas
kehidupan seluruh tubuh

• Dalam arti sempit merupakan penggabungan antara


Pengetahuan, Pikiran, Kesadaran, dan Status Mental
seseorang

4. LIMPA
a. Unsur Tanah
b. Emosi merenung/Obsesif
c. Menguasai Otot (daging)
d. Bermuara di mulut
e. Termanifestasi di bibir
f. Cairan  Air Liur
g. Hubungan Biao Li dengan lambung
h. Qi Xue Yin Yang

27 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Fisiologi Limpa

• Menguasai Transformasi dan


Transportasi

Mengubah makanan dan minuman


menjadi nutrisi dan mendistribusikan
keseluruh tubuh serta nutrisi otot

• Ciri khas limpa adalah elevasi

– Limpa mengatur aktivitas elevasi bahan jernih dan mencegah prolapsus organ

• Mengendalikan / memerintah darah

– Qi limpa dan Yang-Limpa memfiksasi darah, mengendalikan darah yang beredar


dalam tubuh, mengikat agar hanya beredar dalam pembuluh darah dan mencegah
darah tersebut menyusup keluar

5. PARU

a. Unsur Logam
b. Emosi Sedih
c. Mengatur saluran cairan, termasuk
air seni dan keringat
d. Mengendalikan kulit dan rambut
badan (bulu roma)
e. Menguasai Kulit
f. Mengatur buka tutup pori
g. Bermuara di hidung
h. Cairan Ingus
i. Hubungan Biao Li dg Usus Besar
j. Qi Yin Yang

Fisiologi Paru
• Menguasai Qi dan Pernafasan

– Gerak qi keluar-masuk dan naik-turun, seiring


dengan gerak pernafasan Paru, karena itu antara
fungsi paru dan gerak qi ada hubungan yang
sangat erat

28 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
– Mengatur cairan  Paru organ “kanopi” merupakan
sumber air di atas, ikut terlibat dalam sirkulasi dan
eksresi cairan tubuh

– Menampung reak hasil dari produksi limpa


( mengatur cairan sebagai kanopi merupakan sumber
air di atas, ikut terlibat dalam sirkulasi dan eksresi
cairan tubuh. ibaratnyanya ia adalah tutup wajan
yang menampung uap dari hasil masakan yang
terkondensasi)

• Sifat :

Paru paru secara fisiologis bersifat bersih,

yaitu membersihkan kotoran dari saluran pernafasan, bila terjadi batuk, batuk berdahak,
maka itu termasuk salah satu fungsi Paru2 dalam membersihkan kotoran atau benda asing
lainnya dalam saluran pernafasan. Paru2 dalam Lima Unsur termasuk unsur Logam, karena
itu juga berhubungan dengan suara, maka bila saluran pernafasan tidak lancar, dapat
dipastikan keadaan suara juga dapat ikut berubah.

• Paru2 disebut juga “organ manja” 娇脏 (qiao zang), karena bermanifestasi dengan Hidung
dan Kulit, dimana Faktor Patogen Luar mudah menyerang
tubuh melewati Hidung dan Kulit.

6. PERIKARDIUM

• Xin Bao menunjuk pada suatu tissue/jaringan yang melapisi


Jantung di bagian luar, bertugas melindungi Jantung

• Biao Li dengan San Jiao

• Dalam Teori TCM, disebutkan bahwa Jantung merupakan


“pemimpin/raja” dari semua organ tubuh, maka tidak boleh
terkena PPL. Bila PPL datang menyerang Jantung, maka Xin Bao yang terkena serangan PPL
terlebih dahulu

Patologi Perikardium

• Gejala-gejala yang umum terjadi pada Xin


Bao/Perikardium kebanyakan karena PPL panas,

29 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
panas dan dahak yang bercampur, lembab kotor yang menutupi Xin Bao.

• Manifestasi klinis yang sering terjadi : panas, kesadaran yang hilang atau kabur, perkataan
yang meracau, lidah kelu atau anggota tubuh tidak dapat digerakkan, ada bunyi dahak di
tenggorokan, dan lain-lain.

7. KANDUNG EMPEDU

• Fisiologi Cairan empedu berasal dari hati,


berwarna kuning dan pahit, berfungsi :

– membantu pencernaan bahan makanan


tertentu,

– dieksresikan ke usus kecil,

– terlibat dalam proses pencernaan dan


absorbsi,

– serta mendorong usus kecil melakukan pemilahan cairan jernih dari cairan keruh

• Patologi  Ekskresi cairan empedu tidak teratur dan timbul hambatan pencernaan serta
penyerapan sari makanan

8. LAMBUNG

• Menerima dan menyimpan makanan

– Menjelaskan fungsi lambung adalah menampung dan menyimpan makanan, karena


itu juga maka lambung juga disebut sebagai 水谷之海(lautan makanan), atau 太仓
(gudang besar).

– Bila fungsi ini terganggu, muncul gejala nafsu


makan menurun, kembung, etc.

• Mengolah makanan

9. USUS KECIL

Fisiologi

30 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
• Menyerap Makanan

– Menjelaskan fungsi Usus Kecil menyerap makanan sebagai lanjutan dari rangkaian
proses pencernaan dalam tubuh kita.

• Memilah antara yang bersih dan yang kotor

– Bahan jernih diartikan sebagai nutrien makanan dan bahan keruh diartikan sebagai
ampas makanan

• Jika fungsi usus kecil sehat, air cairan dan ampas makanan tersalurkan terpisah, kencing
lancar, BAB normal. Bila terganggu menimbulkan kencing tidak lancar, feses ( kotoran ) cair
dan diare.

10. USUS BESAR

• Fisiologi

– Meneruskan kotoran

• Menjelaskan fungsi Usus Besar adalah


meneruskan kotoran sisa hasil olahan
makanan yang akan dibuang keluar tubuh.

– Mengatur cairan

• menyerap kembali kelebihan cairan dalam kotoran sisa hasil olahan


makanan untuk kemudian menyeimbangkan keadaan cairan dalam tubuh

11. KANDUNG KEMIH

• Fisiologi  menyimpan air seni untuk sementara dan


membuangnya apabila sudah cukup banyak tertimbun. Air
dan qi-keruh yang tebentuk selama proses
metabolisme tubuh diubah menjadi urin melalui fungsi
transformasi qi ginjal dan disalurkan ke kandung kemih
kemudian dikeluarkan dari tubuh dipicu transformasi Qi-
Ginjal

• Patologi  ganguan miksi.

12. SAN CIAO

31 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
• Fisiologi sebagai saluran-saluran yang menghubugkan organ-organ dalam pada jiao atas,
tengah dan bawah,

• Patologi Disharmoni organ dalam.

6 ORGAN FU ISTIMEWA

Organ fu istimewa ( sien- ci ce-fu ) adalah organ yang memiliki perpaduan sifat organ zang dan
organ fu. Memiliki bentuk seperti organ fu, tetapi meiliki fungsi sama dengan organ zang yaitu
menyimpan Qi (tidak langsung menerima makanan ).

Semua organ fu istimewa, secara langsung dan tidak langsung berhubungan dengan ginjal.

Menurut TCM, Organ fu istimewa terdiri dari :

A. Otak /Brain/nao,

Otak terdapat di tengkorak kepala dan berupa sumsum ,


secara fisiologis otak berfungsi :
1. Pusat segala aktivitas, penglihatan, pendengaran dan penciuman
2. Memerintah aktivitas mental, pemikiran dan kecerdasan
3. Memerintah rasa dan gerak, pergerakan anggota tubuh

Didalam TCM, otak adalah lautan sumsum, karena otak berhubungan dengan sumsum
tulang belakang dan batang otak

Otak berhubungan erat dengan ginjal, ditunjang dan dirawat oleh Qi-ginjal, dalam fungsinya
otak, telah termasuk didalam fungsi jantung, liver dan ginjal.

B. Sumsum / marrow/ gu-sui

32 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
adalah zat cair merupakan pembentuk sumsum tulang, sebagai media penghubung otak dan
tulang belakang, dengan fungsi memelihara otak dan tulang belakang serta membentuk
sumsum tulang.

C. Tulang/bone/gu

Tulang tersusun atas dan sebagai penyimpan sumsum tulang, dan dikuasai oleh ginjal,
berfungsi sebagai penyalurkan sumsum tulang dan berfungsi sebagai penopang tubuh

D. Pembuluh darah/ blood vessel/ ( xie-mai)

33 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Merupakan rute dari sirkulasi darah, berfungsi sebagai pengangkut xue dan Qi, menjaga
darah mengalir secara normal didalam pembuluh darah untuk disebarkan ke seluruh tubuh.
Perbedaan xie-mai ( pembuluh darah dengan jing-luo ( meridian ), adalah xie-mai
mengangkut darah sedangkan jing-luo mengangkut Qi dan merupakan dua sistim kesatuan
yang terpisah.

Xie-mai didalam fungsinya dibantu dan berhubungan dengan organ zang terutama liver,
jantung dan limpa yang berkaitan dengan xue.

Yang-ginjal adalah fondasi dari yang-organ zang lainnya, karena itu yang-ginjal juga
mengerakan Qi-xue, sedangkan yin-ginjal dalah fondasi dari yin-zangfu, yang berfungsi
sebagai mendinginkan xue untuk mencegah panas yang dapat membuat Qi-xue keluar dari
xue-mai .

E. Kantung empedu/ gallbradder/ dan (tan)

merupakan organ fu yang juga merupakan organ fu istimewa, secara fisiologis, menyimpan
dan mengekskresikan cairan empedu, membantu pencernan, mengatur sebagian emosi
serta mengontrol otot ( menyediakan Qi ). Dan sangat berkaitan dengan liver, selain itu
Kantung empedu dan san jiao mengontrol timbul tengelamnya air dan api didalam tubuh

34 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
F. Uterus / rahim/ zi-gong

Adalah organ yang sangat penting untuk mengatur menstruasi dan kehamilan/ merawat
janin. Dan didalam menjalankan fungsinya berhubungan dengan beberapa organ zang
( terutama ginjal) dan meridian istimewa ren dan chong.
Jika Qi-ginjal subur, Qi-xue didalam meridian ren dan chong cukup, maka, menstruasi
berjalan normal, fungsi reproduksi berjalan baik.

Organ zang yang berhubungan dengan xue sangat mempengaruhi uterus ( jantung, liver dan
limpa ) jika ada gangguan atas organ zang tersebut, maka fungsi uterus akan terganggu.
Uterus berhubungan dengan lambung, melalui meredian chong “ morning sickness”
biasanya disebabkan oleh perubahan yang terjadi didalam uterus yang dapat dijelaskan
melalui hubungan tersebut.

35 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Diagram organ zangfu dan fungsinya

36 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
BAB VI

ETIOLOGI DAN PATOGENESIS PENGOBATAN TIMUR

Menurut pengobatan timur, pada keadaaan normal daya pertahanan tubuh dan factor pathogen
dalam keadaan keseimbangan yin-yang. Apabila factor pathogen melebihi dari daya pertahana
tubuh keseimbangan yin-yang akan terganggu

ETIOLOGI

Etiologi adalah faktor penyebab penyakit, dalam TCM pengertian TCM sedikit berbeda dengan
pengobatan konvensional.

Etiologi dalam TCM lebih identik dengan faktor-faktor patogenik penyebab penyakit dan bukan
kuman atau bakteri. Akan lebih jelas dalam uraian berikut.

Menurut TCM Faktor penyebab penyakit dapat dibagi menjadi 4 bagian :

1. Faktor Penyebab Penyakit Luar (PPL), termasuk enam factor cuaca dan Wabah

2. Penyebab Penyakit Dalam (PPD), factor patogenik endogen, 7 emosi, diatetik dan keletihan

3. Penyebab Penyakit Metabolis (PPIII), termasuk Phlegma, retensi cairan, dan bekuan darah

4. Penyebab Penyakit Lain Lain (PPVI), luka fisik, luka kimia, gigitan binatang beracun

Penjelasan Penyebab Penyakit Luar (PPL) dan Wabah

Ada dua hal yang menyebabkan erjadinya 6 PPL pada manusia

1. Faktor cuaca yang berubah abnormal dan berlebihan

2. Unsur cuaca tetap normal tetapi kondis manusianya yang melemah

Sifat :

a. Berasal dari Luar


Semua PPL melakukan invasi dari kulitmenuju otot atau dari mulut dan hidung menuju paru
serta mengkonsumsi Wei-qi. Ini merupakan penjelasan mengapa gejala awal penyakit hampir
selalu terjadi dipermukaan tubuh dan kemudian bertahap masuk kedalam organ
b. Berkaitan dengan Musim
Bila Musim semi tiba banyak PPL Angin ; musim gugur banyak PPL Kering, musim panas yang
berkepanjangan mudah sekali menimbulkan lembab

37 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
c. Tergantung Daerah
Daerah pegunungan banyak PPL Kering dan Dingin ; daerah laut dan pantai banyak PPL Lembab
etc.
d. Saling Berkaitan
Biasanya sering terjadi lebih dari satu PPL yang menyerang tubuh manusia secara bersama-sama
sehingga dapat kita temui seperti Flu Angin Panas, Rematik Angin Lembab dan Dingin.
e. Saling Bergantian
Pada kondisi tertentu, gejala-gejala yang dialami pasien dapat berubah menjadi gejala PPL yang
lain seperti flu angin panas yang masuk kedalam tubuh, dapat berubah menjadi lembab panas
didalam tubuh bila tidak segera diobati. Hal ini disebut sebagai “Trasnformasi Sekunder
(conghua)”

1. FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT LUAR (PPL),


1.1. PPL CUACA
1.1.1. FENG 风 (ANGIN)
1.1.2. HAN 寒 (DINGIN)
1.1.3. SHI 湿 (LEMBAB)
1.1.4. SHU 暑 (PANAS MUSIM PANAS)
1.1.5. ZAO 燥(KERING)
1.1.6. RE/HUO 热/火(PANAS/API)

1.1.1. FENG 风 ANGIN

 Jenis patogen Yang


 Bersifat naik dan menyebar
 Mudah menghabiskan Qi dan melukai Yin
 Cenderung bergabung dengan Lembab
 PPL Angin dan Liver saling berkaitan, karena itu dapat muncul gejala yang berkaitan dengan
Liver seperti kembung, sakit perut, mual muntah, mencret

`1.1.2. HAN 寒 (DINGIN)

 Jenis Patogen Yin


 Cenderung melukai Yang
 Bersifat membeku, Menarik dan mengkerut, dan menghambat
 Cenderung melukai Fungsi Qi sehingga menimbulkan penyakit yang bermacam-macam

38 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
1.1.3. SHI 湿 (LEMBAB)

 Jenis Patogen Yin


 Bersifat berat, keruh, lengket, menghambat
 Cenderung bergerak turun, mudah menyerang Yin
 Mudah menghalangi jaras (jaringan sensor) Qi
 Mudah melukai Yang-Qi
 Proses penyakit lma dan tidak mudah sembuh

1.1.4. ZAO 燥 (KERING)

 Jenis Patogen Yang


 Bersifat naik dan menyebar
 Mudah menghabiskan Qi dan melukai Yin
 Cenderung bergabung dengan lembab di organ paru

1.1.5. SHU 暑 (PANAS MUSIM PANAS)

 Jenis Patogen Yang


 Bersifat kering dan seret
 Mudah melukai Jin Ye  Jin luka ye terkuras
 Mudah menyerang mulut dan hidung
 Mudah melukai sistem paru

1.1.6. RE/HUO 热/火 (PANAS/API)


 Cenderung membara
 Mengkonsumsi qi dan melukai Jin ye
 Cenderung meghasilkan angin dan mengganggu darah
 Cenderung menyebabkan pembengkakan dan nanah

1.2. WABAH PENYAKIT – YI LI-

Suatu pergerakan Qi dialam semesta yang tidak sesuai dengan musim yang ada, dan dapat
menyebabkan penyakit pada tubuh manusia yang dapat menular dengan cepat dan banyak
jenisnya.

Misalkan wabah kolera, tipes, pes, MERS, SARS

39 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Ciri-ciri Yi Li :

• Mudah menular, baik lewat udara, makanan minuman, etcs

• Gejala cepat timbul, dan keadaan penyakit mudah berubah-ubah.

• Punya ciri khas tertentu, dan mudah dikenali, gejala awalnya mirip.

1.3. FU QI

• Penyakit yang Tersembunyi

• Menyerang tubuh yang lemah

• Penyakit lama = Kambuhan

• Langsung memberat

2. PENYEBAB PENYAKIT DALAM

• Patogen Emosi/Emosional disebut 7 Faktor Emosi

2.1. Marah
2.2. Gembira
2.3. Merenung
2.4. Sedih
2.5.Takut
2.6. Terkejut
2.7. Cemas

Sifat :
 Serangan tiba-tiba berat atau berlangsung lama
 Langsung melukai organ dalam
 Emosi mengacaukan aktivitas Qi
 Emosi dapat menjadi penyebab atau memperparah penyakit
 Emosi cenderung mengganggu Jantung, Hati dan Limpa

Mekanisme serangan emosi terhadap aktivitas Qi

 Kegembiraan eksesif mengendurkan aktivitas Qi

40 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
 Kemarahan eksesif mengendalikan qi untuk bergerak keatas
 Renungan eksesif menimbulkan stagnasi Qi
 Duka eksesif menghabiskan Qi
 Ketakutan eksesif menyebabkan qi bergerak kebawah
 Keterkejutan eksesif mengacaukan Qi
 Kecemasan eksesif menekan Qi

MAKANAN DAN MINUMAN - Masalah Dietik –

• Terlalu lapar  Fungsi limpa-lambung Xu Lemah

• Terlalu Kenyang  Fungsi Limpa menurun  Pada anak fungsi belum kuat

• Kecenderungan Makanan tertentu

• Makan minuman kotor

TERLALU CAPEK, TERLALU SANTAI

• Terlalu Capek / keletihan dapat disebabkan :

– Kerja berlebihan  Melukai Qi limpa Paru

– Berfikir berlebih  Melukai Yin Xue jantung  Shen tidak terpelihara/melukai qi


limpa lambung

– Hubungan Sex berlebih  Menguras Jing Qi Ginjal

• Terlalu Santai :

– Kurang beraktivitas fisik

– Membuat Qi Xue Jantung Paru tidak lancar

– Melemakan fungsi organ

– Qi Xu  Daya tahan tubuh turun

PP III PENYEBAB PENYAKIT METABOLIS

• Merupakan Hasil dari Patologis :

41 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Antara Lain :

1. Reak (substansial/berbentuk/keruh dan non substansial/tidak berbentuk/jernih)

2. Sumbatan Darah (Karena keluar dari pembuluh/terhambatnya sirkulasi)

3. Endapan Batu

PP IV PENYEBAB PENYAKIT LAIN DAN TRAUMATIK

Penyebab Penyakit Lain atau karena Traumatik

Sebab :

Jatuh

Luka Benturan Benda

Beban berat

Terbakar

Serangan Binatang

Cacing

Talenta Orang Tua Buruk atau Penyakit Janin

Salah Terapi

42 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
BAB VII
TEORI TITIK DAN MERIDIAN DALAM AKUPUNTUR
Karakteristik Titik Akupunktur Modern :

1. Berdiameter antara 1-2 mm


2. Lokasi terkonsentrasi disekitar persarafan terutama saraf otonom dan valkularis (peredaran
darah)
3. Memiliki sifat kelistrikan tertentu:
a. Potensi muatan listrik tinggi
b. Tahanan listrik rendah
c. Daya hantar listrik tinggi
d. Peka terhadap rangsang
4. Mempunyai suhu yang lebih tinggi dari jaringan di sekitarnya
5. Mempunyai hubungan yang spesifik dengan organ dalam
6. Mempunyai hubungan refleks dengan kulit dan refleks organ dalam

Teori modern yang menjelaskan mekanisme kerja akupunktur :

1. Teori Refleks
Adanya refleks dari kulit yang dihantarkan oleh saraf ke sumsum tulang belakang (medula
spinalis) kemudian ke organ dalam
2. Teori Saraf Otonom
Titik akupunktur merupakan tempat pumusatan saraf otonom yang berhubungan dgn
thalamus dan hypothalamus di dalam otak yang akan diteruskan ke organ.
3. Teori Neuro Endocrine
Rangsangan akupunktur akan diteruskan melalui saraf pusat ke thalamus dan hypothalamus
yang kemudian mempengaruhi pituatari sehingga dihasilkan hormon seperti adrenalin yang
mempengaruhi organ
4. Teori Neuro Humoral
Rangsangan pada titik akupunktur menimbulkan plasma khinin di dalam darah yang
kemudian mempengaruhi organ dalam dan susunan kimia darah (biokimia darah) seperti
triglycerida, kolesterol dll
5. Teori Susunan Saraf Pusat
Rangsangan pada titik akupunktur akan diteruskan ke susunan saraf pusat yang kemudian
mengeluarkan perintah ke organ dalam melalui efek perubahan ketatalistrikan dalam otak.

43 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Atau di beberapa literatur menyebutkan mekanisme kerja akupunktur adalah sebagai berikut :

1. Reaksi inflamasi lokal


2. Transduksi interseluler
3. Cutaneoviscero reflex
4. Neurotransmisi ke jaringan otak

Kemudian efek terapi akupunktur pada manusia adalah :


1. Kulit – akan terjadi pengurangan sensitifitas sehingga terjadi efek analgesia dan anestesia
2. Otot - akan menyebabkan relaksasi pada spasme otot
3. Saraf – menimbulkan efek anastesia dan analgesia
4. Pembuluh darah – akan terjadi vasodelatasi kapiler (pelebaran pembuluh darah) sehingga
memperlancar sirkulasi
5. Darah – akan terjadi penambahan lipolisis (penguraian lemak) dan pengurangan kadar lipid,
bertambahnya kadar globulin sehingga menaikan daya tahan tubuh terhadap infeksi
6. Endokrin – Merangsang pembentukan adrenalin dll
7. Mental – menimbulkan efek euphoria , menghilangkan depresi, hyperaktif dan anxiety dan
menimbulkan efek hipnotik
8. Sendi – Menimbulkan efek anti inflamasi pada athritis
9. Peristaltik usus – Menimbulkan rangsangan pada peristaltik usus

Dalam terapi akupuntur klasik teori meridian meliputi :

A. Perjalanan qi dalam meridian yang meliputi internal pathway dan eksternal Pathway
B. Meridian Otot
C. Luo Meridian

Meridian berasal dari kata JING LUO terdiri dari kata Jing May ( Saluran) dan Luo May (kolateral). Jing
May merupakan bagian dari meridian yang berjalan membujur menghubungkan atas dan bawah
serta luar dan dalam, sedangkan Luo May yang berarti Jala, berjalan melintang dan menyebar
keseluruh tubuh membentuk suatu jaringan

JING LUO adalah sebuah sistem saluran yang membujur dan melintang yang berfungsi sebagai :

 Menyalurkan Qi dan darah

44 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
 Menghubungkan atas dan bawah, kana kiri muda belakang, luar dalam organ Zhang Fu
dengan seluruh jaringan Tubuh dari kulit, tendon,Otot Hingga tulang
 Penghantar rangsangan dari luar ke dalam tubuh
 Penghantar rangsangan sumber penyakit
 Penghantar manifestasi kelainan fungsi organ ke bagian luar tubuh
 Menahan serangan penyakit dan merefleksi gejalanya.
 Menghantarkan impulse sehingga dapat
menyeimbangkan Yin dan Yang.

Pedoman Letak Titik Akupunktur

Untuk mempermudah penentuan letak suatu


titik Akupunktur, maka digunakan 2 pedoman
yaitu :

1. Pedoman letak Anatomi


2. Pedoman ukuran Cun jari

A. Pedoman Letak Anatomi (Patokan Alamiah) :


Sebagai pedoman biasanya digunakan
benjolan-benjolan tulang, panca indera, kuku,
batas rambut, kerutan lipat tangan perge-
langan, kerutan lipat siku, kerutan lipat ketiak,
kerutan lipat lutut, batas perbedaan warna
kulit dan lain sebagainya.

Selanjutnya ditentukan bahwa jarak antara dua


pedoman Anatomi tertentu terbagi menjadi
sejumlah bagian yang sama. Bagian yang sama
ini disebut dengan Cun. "Pembagian"
yang sering digunakan adalah :

1. Jarak antara batas rambut depan dan batas


rambut belakang, dibagi menjadi 12 Cun
Jarak antara batas rambut dahi kanan-
kiri (lebar dahi) dibagi menjadi 9 Cun
sedangkan tinggi dahi dibagi menjadi 3 Cun
2. Jarak antara kedua puting susu dibagi
menjadi 8 Cun
3. Jarak antara Umbilicus dan Symphisis Pubis
dibagi menjadi 5 Cun, sedang jarak antara
Umbilicus dengan lekukan Sternum dibagi
menjadi 8 Cun

4. Jarak antara kerut lipat ketiak depan dan


kerut lipat siku dibagi menjadi 9 Cun sedang

45 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
jarak antara kerut lipat siku dan kerut lipat pergelangan tangan
dibagi menjadi 12 Cun

5. Jarak antara Trochanter Mayor Femur dan tepi bawah Patella


dibagi menjadi 19 Cun sedang jarak antara tepi bawah Patella
dengan puncak Maleolus Externus dibagi menjadi 16 Cun

6. Jarak antara batas bawah os Simphisis Pubis dan kerut lipat lutut
dibagi menjadi 18 Cun sedang jarak antara kerut lipat lutut dan
puncak Melleolus Medialis dibagi menjadi 13 Cun

Disamping itu terdapat pula pedoman garis lateral untuk ukuran


melintang daerah dada dan perut.

a. Garis Lateral Dada I adalah garis lurus yang berjalan sejajar


dengan Garis Median melalui titik pertengahan antara Garis
Median dan Garis Midclavicula
b. Garis Lateral Dada II adalah Garis Midclavicula
c. Garis Lateral Dada III adalah garis lurus yang berjalan sejajar Garis Lateral Dada II dan
berjarak 2 Cun lateral dari garis tersebut
d. Garis Lateral Perut I adalah garis lurus sejajar dengan
Garis Median dan berjarak 0,5 Cun dari garis tersebut
e. Garis Lateral Perut II adalah garis lanjutan Garis Lateral Dada I
f. Garis Lateral Perut III adalah garis lanjutan Garis Lateral Dada II

Pedoman Ukuran Cun Jari


Ukuran Cun jari adalah pengukuran yang menggunakan ukuran panjang
atau lebar jari penderita.
a. Cun jari tengah.
Bila jari tengah dan ibu jari tangan membentuk huruf "O", maka jarak
antara kerutan persendian buku ruas tengah jari tengah disebut ukuran
satuan Cun jari.
b. Cun ibu jari tangan
Jarak antara tepi kanan - kiri kuku ibu jari tangan.
c. Fu Cun
Lebar 4 jari yaitu jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan jari kelingking
dalam keadaan merapat sama dengan 3 Cun (Fu Cun)
Ukuran Fu Cun ini merupakan ukuran yang populer

46 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
BAB VIII

ANATOMI FISIOLOGI PRAKTIS DALAM BEKAM DAN AKUPUNKTUR


Anatomi berasal dari bahasa latin :
Ana = bagian, memisahkan
Tomi = tomie = tomneinei = iris,potong
Anatomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang susunan atau potongan tubuh
manusia.
atau Anatomi adalah:
 Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bentuk, struktur sel, jaringan dan organ tubuh
secara keseluruhan maupun bagian-bagian, serta hubungan antara bagian tubuh yang satu
dengan yang lainnya.

 Posisi anatomis :

Posisi tubuh dalam keadaan berdiri tegak dengan wajah menghadap kepada pengamat
(observer), tangan tergantung lurus disisi tubuh serta telapak tangan menghadap ke
pengamat (observer) dan kedua kaki dirapatkan

Gambar 2 : a,b Garis orientasi pada tubuh manusia serta terminologi untuk
arah dan letak

a Tampak Ventral ( Ventralis, anterior, depan)


b Tampak Dorsal (Dorsalis, posterior, belakang)

Posisi Anatomis Pada Akupunktur

47 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
DAFTAR ISTILAH DASAR DALAM ANATOMI
Letak

 Anterior : letak lebih dekat ke bagian depan


badan
 Posterior : letak lebih dekat ke bagian
belakang badan
 Superior : letak lebih dekat ke atas (kepala)
 Inferior : letak lebih dekat ke bawah (kaki)
 Medial : letak lebih dekat ke bidang median
 Lateral : letak lebih jauh dari bidang medial
 Kranial : letak lebih dekat ke kepala
 Kaudal : letak lebih dekat ke ekor
 Ventral : letak lebih dekat ke perut
 Dorsal : letak lebih dekat ke punggung
 Radial : lebih dekat ke os radius;
 Ulnar : lebih dekat ke os ulna
 Tibial : lebih dekat ke os tibia
 Fibular : lebih dekat ke os fibula
 Distal : lebih jauh dari tengah badan
 Proksimal : lebih dekat dari tengah badan

Gerakan

Fleksi = gerakan membengkokkan / melipat sendi


Ekstensi = gerakan meluruskan sendi
Abduksi = gerakan menjauhi tubuh
Adduksi = gerakan mendekati tubuh
Rotasi = gerakan memutar sendi
Sirkumduksi = gerakan sirkular, atau pergerakan
gabungan fleksi,Ekstensi, abduksi dan adduksi Susunan Kerangka manusia tampak depan dan tampak samping

SUSUNAN KERANGKA MANUSIA


Tersusun atas 206 buah tulang yang terdiri dari berbagai macam jenis dan bentuk tulang,
diantaranya :
1. tulang kepala : - 8 buah tulang tengkorak otak
- 14 buah tulang wajah
- 6 buah tulang telinga
- 1 buah tulang lidah
2. 25 buah tulang rangka dada
3. 26 buah tulang belakang dan pinggul
4. 64 buah tulang anggota gerak atas

48 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Fungsi kerangka tubuh :
a. Menopang seluruh bagian tubuh
b. Melindungi organ-organ tubuh bagian dalam misalnya : jantung, paru-paru, otak
c. Sebagai tempat melekatnya otot dan untuk pergerakan tubuh
d. Tempat pembuatan sel-sel darah, terutama sel darah merah
e. Memberikan bentuk pada tubuh

TULANG KEPALA / TENGKORAK


TENGKORAK OTAK :

1. Kubah tengkorak :
- Os Frontalis ( tulang dahi )
- Os Parietalis ( tulang ubun-ubun )
- Os Occipitalis ( tulang kepala belakang )
2. Samping tengkorak :
- Os Temporalis ( tulang pelipis ) terdiri dari : pars quamosa, Os Pertosum
- Os Mastoideus

49 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Tulang - tulang tengkorak, ossa cranii Tulang-tulang tengkorak, ossa cranii

KERANGKA BAGIAN DADA.

1. Sternum ( tulang dada ) ada 1 buah dan dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
a. Manubrium Sterni
b. Corpus Sterni
c. Processus Xiphoideus
2. Costae ( tulang iga / rusuk ) ada 12 pasang :
a. Os Costae Verae ( tulang iga sejati ) :
Ada 7 pasang tulang
Berhubungan langsung dengan tulang dada ( sternum ).
b. Os Costae Spuria ( tulang iga tidak sejati ) :
Ada 3 pasang tulang
Berhubungan dengan sternum melalui perantaraan tulang rawan.
c. Os Costae Fluitantes ( tulang iga melayang ) :
Ada 2 pasang tulang
Tidak berhubungan dengan
sternum
3. Vertebra Thoracalis ( tulang belakang di
daerah dada ) : jumlahnya 12 ruas.

Rangka dada, cavea thoracis, dan gelang bahu kiri, cingulum pectorale

50 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
RUAS-RUAS TULANG BELAKANG.

Fungsi tulang belakang :

 Menahan kepala dan alat-alat tubuh lainnya

 Melindungi organ-organ dalam ( sumsum tulang )

 Sebagai tempat melekatnya tulang iga dan tulang panggul

 Untuk menentukan sikap tubuh

:Tulang Belakang dilihat dari medial Tulang Belakang dilihat dari dorsal Tulang Belakang dilihat dari dorsal

51 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Jumlah Tulang Belakang :

1. Vertebra Cervicalis ( tulang belakang bagian leher ) : 7 ruas.


2. Vertebra Thoracalis ( tulang belakang bagian dada ) : 12 ruas.
3. Vertebra Lumbalis ( tulang belakang bagian pinggang ) : 5 ruas.
4. Vertebra Sakralis ( tulang belakang bagian sacrum ) : 5 ruas.
5. Vertebra Coccygeus (tulang ekor ) : 4 ruas.

Hiatus
Cornu
Sacrale
Apex
Ossis

TULANG PELVIS ( GELANG PANGGUL ).

Terdiri dari :

1. Os Illium ( tulang usus ).


2. Os Ischium ( tulang duduk ).
3. Os Pubis ( tulang kemaluan ).

Tulang Pelvis terbagi menjadi 2 bagian besar :


1. Pelvis Mayor ( rongga panggul besar ).
2. Pelvis Minor ( rongga panggul kecil ).

52 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
TULANG ANGGOTA GERAK BAWAH
Terdiri dari :
Gambar Tulang betis, fibula; dilihat dari medial – lateral - dorsal
a. Femur ( tulang paha )
b. Tibia ( tulang kering )
c. Fibula ( tulang betis )
d. Patella ( tempurung lulut )
e. Tarsal ( tulang pergelangan kaki )
f. Metatarsal ( tulang telapak kaki )
g. Phalanges ( tulang jari kaki

rangka kaki, ossa pedis; dilihat dari medial

Ossa
Digitorum(Phala

Gambar 87: rangka kaki, ossa pedis; dilihat dari lateral

53 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
TULANG ANGGOTA GERAK ATAS
a. Scapula ( tulang belikat )
b. Clavicula ( tulang selangka )
c. Humerus ( tulang lengan atas )
d. Ulna ( tulang hasta )
e. Radius ( tulang pengumpil )
f. Carpal (tlg pergelangan tangan )
g. Metacarpal (tlg telapak tangan )
h. Phalanges ( tulang jari tangan )

54 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
JALUR DERMATOM MYOTOM

55 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
56 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
57 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
58 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
BAB IX

TEKNIK TERAPI

A. METODE PENGOBATAN AKUPUNKTUR


SISTEMATIKA DIAGNOSA
Penderita diperiksa dengan menggunakan sistem 4 cara pemeriksaan, sehingga terkumpul
data tentang keadaan diri penderita. Selanjutnya data klinis tersebut diolah sampai bisa
mneghasilkan sebuah diagnosis. Selanjutnya untuk mencapai hal tersebut harus diterapkan
pengetahuan tentang
1. Teori-teori dasar akupunktur seperti
a. Teori Yin Yang
b. Wu Sing
c. Fenomena Organ
d. Meridian
2. Penyebab Penyakit
3. Penggolongan Sindrom
4. 8 Dasar Diagnosa
Dari keempat hal diatas maka akan didapat Diagnosis Kerja yang menghasilkan Rencana
Terapi.

Pada standart ujian negara biasa digunakan beberapa rumusan seperti dibawah ini.

Diagnosa dapat berupa :

1. Gangguan Meridian
a. Yin/yang
b. Xu/Shi
c. Han/re
d. Piao/li
2. Gangguan Organ
a. Yin/yang
b. Xu/Shi
3. Campuran gangguan organ dan meridian

59 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
TERAPI

Langkah selanjutnya adalah menetapkan suatu rencana terapi. Rencana terapi yang lengkap
meliputi unsur-unsur sebagai berikut :

1. Pemilihan alat terapi yang digunakan : Jarum, Moxa


2. Pemilihan titik-titik akupunktur
3. Penetapan tehnik manipulasi
4. Penetapan seri dan frekuensi terapi
5. Pengaturan tindakan pencegahan

PEMILIHAN TITIK AKUPUNKTUR

Beberapa tehnik dasar pemilihan titik-titik akupunktur

1. Pemilihan titik berdasarkan rumus standar


2. Pemilihan titik berdasarkan pengalaman
3. Pemilihan titik berdasarkan resep
4. Pemilihan titik berdasarkan titik-titik U-Su (wu Xing) ibu, probadi dan anak
5. Pemilihan titik berdasarkan titik-titik U Su (Cin, Yug, Su, Cing, He)
6. Pemilihan titik berdasarkan hubungan luar dalam organ
7. Pemilihan titik berdasarkan Meridian

1. Pemilihan titik berdasarkan rumus standar (ujian kompetensi nasional)


a. Pengobatan Simtomatis
i. Ahse Point
ii. Titik Akupunktur sekitar lokasi
b. Gangguan Meridian
i. Simtomatis
ii. Titik Su (U-Su) meridian yang terganggu
iii. Titik Luo
c. Gangguan organ Zhang
i. Titik Su Belakang
ii. Titik Yen
d. Gangguan Organ Fu
i. Titik Mu depan
ii. Titik He atau He bawah (mer Yang Tangan)

60 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
TEKNIK PENUSUKAN JARUM

Dalam melakukan terapi Akupunktur dilakukan penusukan dengan jarum dan atau moksa pada
titik akupunktur untuk mencapai efek penyembuhan.

Moksibasi adalah penghangatan pada titik-titik akupunktur dengan menggunakan moksa yang
terbuat dari daun Hia (Artemisia Vulgaris) yang dibakar dengan tujuan mencapai penyembuhan.

Walaupun kedua cara menggunakan alat dan bahan yang berbeda, tetapi keduanya
mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mencapai kelancaran peredaran Qi(energi Vital)
dan Xue (darah), sehingga menyembuhkan penyakit. Didalam praktik, cara akupunktur dan
moksibasi sering digunakan bersama-sama.

CARA PENUSUKAN JARUM

JARUM DAN CARA LATIHAN PENUSUKAN

Jarum biasanya dibuat dari emas, perak atau logam campuran. Jarum yang dipakai sekarang
dibuat dari logam yang tahan karat (stainless steel). Atas dasar bentuknya jarum Akupunktur
dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu Gagang, akar, badan dan ujung jarum
ukuran diameter dan panjang yang umum dipakai adalah sebagai berikut :

Tabel : 1

Inch 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 3.0 4.0 5.0 6.0

mm 13.0 25.0 40.0 50.0 60.0 75.0 100.0 125 150

Tabel : 2

Nomor 26 28 30 32 34 36 38 40

Diameter (mm) 0.40 0.35 0.30 0.25 0.22 0.20 0.18 0.16

Jarum yang baik adalah jarum yang kuat dan lentur serta mimiliki badan jarum yang bundar dan licin
ujungnya.

61 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
CARA PENUSUKAN JARUM:

Jarum Akupunktur sangat halus dan lentur, sehingga bila jari kurang kuat, maka sukar
menusukkannya ke dalam kulit dan memanipulasi secara bebas. Untuk mengurangi rasa sakit pada
penderita, maka keterampilan jari harus dikuasai melalui latihan dan seyogyanya latihan dimulai
dengan jarum pendek dan kasar, lalu meningkat pada jarum lebih halus dan lebih panjang.

Berbagai cara latihan penusukkan jarum adalah sebagai berikut:

a. Berlatih dengan kertas


Berlatih dengan menggunakan kertas koran tang dilipat dengan dimensi 10 x 10 x2 cm,
hal ini dilakukan untuk melatih tehnik penusukan dan melatih kekuatan tangan dalam
menusuk dan memutar jarum.
b. Berlatih dengan tisue
Kertas tissue halus dilipat menjadi suatu lipatan kecil luas kurang lebh 5 x 8 cm dan tebal
1 cm, lalu diikat kencang. Latihan dilakukan dengan tangan kiri memegang kertas tissue
dan tangan kanan memegang jarum. Dengan jempol, jari telunjuk dan jari tengah
dilakukan penusukan, lalu jarum diputar masuk dan keluar. Semakin kuat jari, maka
tebal lipatan kertas hendaknya juga ditambah.

b. Berlatih dengan bantalan kapas

Berlatih dengan bantalan kapas yang berdiameter kurang lebih 5-6 cm dan dibungkus
dalam kain has pembalut. Bantalan dipegang dengan tangan kiri dan jarum dipegang
tangan kanan. Jarum ditusukan ke dalam kapas dan dilatih cara menusuk, angkat dan
memutar .

c. Berlatih pada tubuh sendiri

Setelah kedua cara latihan diatas, selanjutnya dapat ditingkatkan penguasaan cara
penusukan dan kekuatan jari dan yang tepat dengan latihan menusuk pada diri sendiri,
sehingga dapat mengetahui dan mengalami rasa tusuk jarum untuk memudahkan
dalam praktik.

62 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
PERSIAPAN PERALATAN

Jarum dalam berbagai ukuran, cawan petri, pinset, kapas steril, alkohol 70%, Moksa. Periksa
apakah jarum ada yang bengkok atau berkarat dan ujung jarum tidak boleh berkait (melengkung).

Jarum akupunktur.

Alat pokok dalam Terapi Akupunktur adalah jarum akupunktur. Jarum yang dipergunakan
adalah jarum halus ( Hau Cen ).

Bahan jarum :

1. Stainless Steel ( umum dipakai )

2. Emas = untuk Tonifikasi

3. Perak = untuk Sedasi

Jenis Jarum :

a. Jarum Standar
Jarum yang biasa digunakan dengan ukuran ½ cun sampai 5 Cun

Berdiameter 0,25 – 0,4 mm

b. Jarum Halus
Umumnya dipergunakan untuk perawatan wajah dalam akupunktur kecantikan.

Ukurannya : 32, 34, 36, 38

Panjang : ¼ – ½ Cun

Bahan : Stainless Stel

c. Jarum Kulit
Dipergunakan untuk penusukan dangkal yang hanya sampai bagian jaringan kulit saja.

Bahan : emas dan perak

d. Jarum Tanam

63 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Biasanya jarum ini dipergunakan untuk perawatan akupunktur yang sifatnya pemeliharaan
atau peningkatan.

Bahan : Stainless Steel

Bentuk : Kecil dan halus dengan bagian kepala yang kecil

Cara penggunaan : Dibenamkan sampai subkutan kemudian bagian atasnya dililit


plester dan dibiarkan beberapa hari dipermukaan kulit.

e. Jarum Telinga
Kegunaan sama dengan jarum tanam

Bahan : Stainless Steel

Bentuk : Seperti paku payung

Penggunaan : Khusus untuk titik telinga

f. Jarum Prisma
Gunanya untuk mengeluarkan darah dari titik akupunktur tertentu

Bahan : Stainless Steel

Bentuk : Mata jarumnya seperti ujung piramida

g. Jarum Mata 5. 7.
Digunakan untuk dibagian kepala

Bahan : Stainless Steel

Bentuk : Seperti pemukul kecil dengan 5 - 7 mata jarum

Penggunaan : Dipukul pukul / diketuk pada bagian tubuh tertentu perlahan

h. Jarum plum blossom / tujuh bintang


Sama dengan jarum mata 5 – 7

i. Jarum Gelinding (Roller)


j. Jarum Api
k. Jarum Acuputomy

64 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Syarat-syarat jarum halus_yang baik:

a. Ujung jarum
1. Tidak boleh tajam seperti jarum suntik melainkan harus berbentuk prisma
terpancung.
2. Jarum tidak boleh berkarat
3. Cara memeriksa dengan cara mengelap memakai kapas, bila berkarat kapas akan
tertinggal ( pada ujung jarum )
b. Badan jarum
 Badan jar-um harus lurus/datar, tidak boleh bengkok. Dapat diperiksa dengan
meletakkannya diatas permukaan bidang yang rata, kalau bengkok akan terlihat
melengkung
 Badan jarum harus mulus, licin, kuat dan elastis.
 Tidak boleh berbintik-bintik, tandanya berkarat atau berlekuk-lekuk berarti tidak
licin, kemungkinan kurang kuat dan mudah patah.
c. Akar Jarum
Akar tidak boleh longgar terhadap gagang, sehingga bila gagang diputar putar akar dan
badan jarum langsung ikut berputar.

d. Gagang jarum
Gagang jarum tidak boleh longgar terhadap akar jarum. Jaga tidak boleh terlalu pendek
agar mudah di manipulasi.

Tidak bergantung panjang pendeknya badan jarum dan gagang jarum harus sama
panjangnya sehingga pada waktu akan dimanipulasi tidak mengalami gangguan.

e. Ekor jarum
Ekor jarum harus utuh agar mudah bila digunakan sebagai jarum panas atau jarum listrik

STERILISASI

Sterilisasi jarum yang akan digunakan merupakan suatu keharusan. Daerah permukaan
kulit yang dipilih untuk ditusuk hendaknya digosok dengan kapas alkohol 70 %. Tangan
akupunkturis harus dibersihkan lebih dahulu dengan cara cuci tangan dengan air sabun dan
dilanjutkan dengan cuci tangan pada larutan desinfektans (lysol, dettol).

65 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
POSISI PENDERITA

Untuk memudahkan melakukan penusukan maka dipilih posisi penderita yang rileks dan
tahan lama. Posisi yang sering digunakan adalah posisi duduk dengan lengan bagian depan
ditaruh diatas meja atau berbaring dalam posisi miring, telentang atau telungkup

Posisi Terlentang

Posisi Telungkup

Posisi Miring

Depan Posisi Duduk Belakang

66 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MENUSUKKAN DAN MENARIK KELUAR JARUM

MENUSUKKAN JARUM

Umumnya jarum dipegang dengan tangan kanan dimana ibu jari dan jari telunjuk menekan
gagang jarum sedangkan jari tengah menopang jari telunjuk dekat akar jarum. Tangan
kiri menekan di daerah sekitar titik yang akan ditusuk dan dengan kedua tangan secara
serentak melakukan penusukan jarum ke dalam kulit untuk mengurangi rasa sakit waktu
jarum menembus kulit. Sesuai dengan panjang jarum dan lokasi titik, terdapat berbagai cara
penusukan jarum.

a. Penusukkan jarum dengan bantuan penekanan


1) Jari penekan:

Mula-mula ditekan pada daerah sekitar titik akupunktur dengan ujung jempol atau
jari telunjuk kemudian jarum ditusukan pada titik tersebut. Cara ini cocok untuk
menusukkan jarum pendek seperti yang dipakai untuk menusuk Nei Guan (PC 6),
Zhaohai (KE 6) dan sebagainya .

2) Penusukkan jarum dengan bantuan penekanan tangan.

Ujung jarum dipegang bersama kapas dengan jempol dan jari telunjuk tangan
untuk menekan titik, lalu gagang jarum dipegang dan ditusuk sedalam yang
diinginkan. Cara ini cocok untuk penusukkan dengan jarum panjang, seperti yang
digunakan untuk menusuk Huan Tiao (GB 30), Zhibian (BL 54) dan sebagainya .

67 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
3) Penusukkan jarum dengan penegangan permukaan kulit oleh jari-jari.

Permukaan kulit ditegangkan dengan jempol dan jari telunjuk tangan, dan ditekan
guna memudahkan masuknya jarum. Cara ini dianjurkan untuk titik-titik yang
kulitnya kendor seperti Tianshu (ST 25), Guanyuan (CV 4) dan sebagainya.

4) Penusukkan jarum dengan cara mencubit dan mengangkat kulit.

Mula-mula kulit pada titik akupunktur dicubit dan diangkat dengan jempol dan
jari telunjuk dengan tangan kiri, dan ditusukkan jarum kedalam kulit dengan
tangan kanan. Cara ini cocok untuk menusuk titik-titik pada kulit kepala karena
kulitnya yang tipis, seperti Cuanzhu (BL 2), Dicang (ST 4), Yintang (EX-HN3), dan
sebagainya.

b. Sudut yang dibentuk oleh jarum dan permukaan kulit

Besar kecilnya sudut penusukkan jarum dan permukaankulit pada waktu penusukan
jarum bergantung pada letak titik dan tujuan pengobatan.

Secara umum dapat dibagi dalam tiga jenis sudut:

1) Tegak lurus, dimana jarum ditusukkan tegak lurus bersudut 90 derajat dengan
permukaan kulit. Kebanyakan titik-titik pada tubuh boleh ditusuk tegak lurus.

68 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
2) Miring, dimana jarum ditusuk miring untuk membentuk sudut kurang lebih 45
derajat dengan permukaan kulit. Cara ini dianjurkan untuk titik-titik yang letak
(lokasi) pada daerah otot tipis dan dekat organ dalam, seperti Lieque (LU 7) di
lengan depan, Jiuwei (CV 15) di daerah perut, Qimen (LR 14) di daerah dada
dan titik di punggung.

3) Miring hampir sejajar, dimana jarum masuk membentuk sudut 15 derajat sampai
dengan 25 derajat dengan permukaan kulit. Cara ini dipilih untuk titik-titik di muka
dan di kepala yang ototnya tipis, seperti Baihui (GV 20), Touwei (ST 8) di kepala,
Cuanzhu (BL 2), Yangbai (GB 14) dan Dicang

(ST 4) dimuka, Danzhong (CV 17) di dada, dan sebagainya.

90 o 45 o 30 o

c. Kedalaman penusukkan jarum.

Hal ini bergantung pada tebal tipisnya jaringan pada lokasi titik, kondisi tubuh, dan
besar kecilnya sensasi yang dialami si penderita. Pada umumnya titik pada kaki,
tangan, perut dan daerah pinggang bagian bawah (sakral) dapat ditusuk dengan dalam.

69 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
DALAM DANGKALNYA PENUSUKAN

Pada setiap titik di setiap meridian disebutkan dalam dangkalnya penusukan, tetapi untuk
penggunaannya tidaklah selalu demikian, bisa berubah mengikuti perubahan dan kebutuhan serta
kondisi penderita. Tetapi dalam pelaksanaannya itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Daerah dimana titik-titik terletak

Dalam dangkalnya penusukan berbeda-beda mengikuti daerah penyebaran titik-titik. Bila tidak
memahami dalam dangkalnya penusukan maka akan membahayakan organ vital yang terletak di
bawah / di dalam titik tersebut.

Dalam Dangkalnya

Bagian
Daerahnya Keadaan Tusukan
Tubuh

Ke Empat Sisi Medial Otot Tebal Dalam

Alat Gerak Sisi Lateral Otot Tipis Dangkal

Batang
Tubuh Dada - Punggung Daerah Jantung, Paru-paru Dangkal

Perut - Pinggang Daerah usus dan organ Fu Dalam

Lainnya

Pertemuan dari Meridian


Kepala - Muka Yang Dangkal

otot tipis, tulang-tulang


dangkal

Kondisi Penderita

70 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Tubuh manusia berbeda-beda dalam gemuk kurus, kekuatan-kelemahan Qi-Xue, usia muda dan
lanjut, jenis kelamin laki-laki atau perempuan. Semuanya itu mempengaruhi dalam dangkalnya
penusukan.

Kondisi Penderita Penusukan Dangkal Penusukan Dalam

USIA Orang tua, anak-anak, bayi Anak Muda, Setengah umur

JENIS KELAMIN Perempuan Laki-laki

BENTUK TUBUH Kurus Gemuk

KEADAAN QI- XUE Qi lemah, Xue kurang Qi kuat, Xue penuh

Musim

Musim juga mempengaruhi terhadap dalam dan dangkalnya penusukan, karena qi dalam
peredarannya dipengaruhi oleh hawa udara (yang dimaksudkan qi disini adalah Yang Qi). Pada hawa
udara yang lebih dingin, dalamnya penusukan lebih dalam dari pada hawa udara panas.

Keadaan Penyakit

Yang dimaksudkan adalah sindrome Dingin, Panas, Shi, Xu. Pada sindrome Se (Shi) dan sindrome
Dingin dilakukan penusukan dalam, sedangkan pada sindrome Si (Xu) dan Panas dilakukan
penusukan dangkal.

Letak Kelainan Patologis

”Pada penyakit yang letaknya dangkal bila dilakukan penusukan yang dalam dapat melukai otot yang
baik/sehat, sedangkan bila dilakukan penusukan yang dangkal pada penyakit yang letaknya dalam
maka penyakit tidaklah dibasmi (qi dari penyakit)”.

” Pada penusukan tulang tidak melukai tendon, pada penusukan tendon tidak melukai otot, pada
penusukan otot tidak melukai nadi, pada penusukan nadi tidak melukai tidak melukai kulit, pada
penusukan kulit tidak melukai otot, pada penusukan otot tidak melukai tendon, pada penusukan
tendon tidak melukai tulang ”.

71 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Ungkapan-ungkapan dalam Nei Cing ini memberikan patokan untuk mempertimbangkan dalam
dangkalnya penusukan yang tepat sesuai dengan tujuan dimana letak penyebab penyakitnya atau
kelainan patologis berada. Urutan-urutan itu adalah :

(Dangkal) Kulit – Otot – Tendon – Tulang (Dalam).

Cara Pelengkap Penusukan :

1). CARA SUN: Digunakan untuk merangsang Qi. Pada saat jarum telah masuk belum juga
mendapatkan qi (mendapatkan qi dapat dirasakan dengan beratnya jarum, bagaikan umpan
termakan ikan pada saat mancing), maka dicari cari Sun ini. Yaitu dengan mengurut
perlahan-lahan mengikuti arah meridian ke atas dan ke bawah.

2). CARA CE: Melancarkan Qi-Xue adalah tujuan cara ini. Biasanya dilakukan pada saat
berat/sukar dalam pencabutan diakhir penusukan. Caranya yaitu menusukan pada titik-titik
di atas atau di bawah atau atas dan bawah dari titik tertusuk. Kegunaannya selain
melancarkan Qi-Xue juga menghilangkan faktor luar.

3). CARA MENYENTIL : Sebuah pelengkap saat jarum ditinggalkan kemudian gagang jarum
disentil oleh jari untuk menambah rangsangan menguatkan.

4). Cara Menunggu Datangnya Qi

Bila ujung jarum menjadi terasa berat seperti termakan ikan pada saat memancing, hal ini
disebut sebagai ”mendapatkan qi ” (de qi). Dan sensasi yang dirasakan oleh penderita bila de
qi adalah rasa ngilu, baal, tebal, kemeng, berat, pegal dan kadang-kadang terasa seperti
tersengat arus listrik. Bila tidak mendapatkan qi, dirasakan sebagai kosong, ringan oleh
penusuk dan penderita merasakan nyeri atau tidak merasakan apapun juga

Jika qi tidak datang juga maka harus dilakukan ”penungguan qi” atau ”pendesakan qi”, untuk
melancarkan QI-Xue pada meridian.

Tidak datangnya Qi dapat disebabkan karena :

72 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
 Pengambilan titik yang salah. Dalam hal ini jarum harus dicabut dan penusukan diulang
pada titik yang tepat.

 Cing Qi (Qi meridian) lemah/kurang. Dalam hal ini karena lajunya qi lambat maka harus

ditunggu (Penungguan qi) atau dilakukan pengurutan meridian dengan cara pelengkap ;
cara Sun (ini yang dimaksud dengan ”pendesakan qi”) kemudian manipulasi diulang dan
qi biasanya akan datang.

 Bila qi tidak juga didapat dengan cara tersebut diatas berarti penyakitnya sudah gawat,
pertanda prognosisnya buruk.

TEKNIK PENUSUKAN PENGUATAN DAN PELEMAHAN

1) Kecepatan
Cara menguatkan-melemahkan berdasarkan pada kecepatan pemasukan dan pencabutan jarum.

Pada penguatan penusukan dilakukan dengan perlahan- lahan, bertahap (3 tahap : tahap langit,
tahap manusia, tahap bumi), pada pencabutan dilakukan dengan cepat, sekali tarik jarum
langsung tiba di bawah kulit.

Pada pelemahan penusukan dilakukan dengan cepat, sekali masuk langsung sampai ke
kedalaman tertentu (sedalam indikasi titik yang bersangkutan), pencabutannya perlahan
bertahap (3 tahap, tahap bumi, tahap manusia, tahap langit) lalu tiba di bawah kulit

Pembenaman – Pencabutan

Cara penguatan dan pelemahan berdasarkan kekuatan tangan serta kecepatan jari

pada pembenaman dan pencabutan jarum.

Pada penguatan, pemasukan jarum menggunakan tenaga yang berlebihan/berat dan

cepat, dan pada pencabutan tenaga lebih ringan dan perlahan-lahan.

Pada pelemahan, pemasukan dengan tenaga yang lebih lemah serta lambat,

73 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
sedangkan pada pencabutan menggunakan tenaga yang kuat serta cepat

2) Perputaran
Cara penguatan-pelemahan yang berdasarkan pada arah perputaran ke kiri atau ke

kanan serta bertenaga atau tidak. Dan penentuan arah adalah mengikuti arah aliran

dari meridian, atau membelakangi arah aliran meridian.

Untuk 3 Yang Tangan, 3 Yin Kaki dan Meridian Ren (arah ujung alat gerak ke kepala

atau badan) :

Penguatan : Perputaran dengan ibu jari ke arah belakang, pada saat perputaran ke
kanan bertenaga

Pelemahan :Perputaran dengan ibu jari ke depan, pada saat perputaran ke kiri
bertenaga

Untuk 3 Yin Tangan, 3 Yang Kaki dan Meridian Du :

Penguatan : Perputaran dengan ibu jari ke depan, pada saat perputaran ke kiri bertenaga

Pelemahan :Perputaran dengan ibu jari ke belakang, pada saat perputaran ke kanan bertenaga

3) Mengikuti Arah atau Berlawanan Arah Meridian


Pada penusukan miring atau mendatar, arah tajam jarum mengikuti arah aliran Qi

meridian maka teknik tersebut adalah untuk penguatan. Sedangkan berlawanan arah qi

meridian adalah pelemahan

4) Pengambilan Titik
Penusukan urutan titik-titik yang mengikuti aliran qi meridian adalah

penguatan, dan sebaliknya adalah pelemahan

5). Membuka - Menutup

Cara penguatan-pelemahan dengan dasar menutup atau membiarkan terbuka

74 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
lubang bekas tusukan (pada penutupan dilakukan penekanan pada lubang tersebut).

 Pada Pelemahan : Dikombinasikan dengan cara penusukan bergoyang

dimana bekas tusukan dibuat menjadi lebar, setelah

dicabut lubang dibiarkan supaya Qi keluar

 Pada Penguatan : Pencabutan dengan cepat, begitu jarum keluar dari kulit,

langsung lubangnya ditutup dan ditekan untuk menahan

Qi agar tidak keluar

6). Menyambut – Mengantar

Yang dimaksud dengan menyambut dan mengantar adalah penyambutan dan

pengantaran terhadap Qi organ dalam badan, sesuai dengan waktu ”piketnya”. 24

jam sehari dibagi dalam 12 organ (6 Zang 6 Fu), setiap organ 2 jam ”piket”. Qi organ

paling kuat pada saat piket dan 12 jam setelah piket merupakan saat dimana Qi

organ tersebut paling lemah.

 Pada Pelemahan : Menyambut datangnya Qi atau pada saat qi sedang kuat-

kuatnya, yaitu menjelang piket atau pada saat sedang

piket

 Pada Penguatan : Mengantarkan Qi, yaitu menjelang waktu piket habis atau

pada saat Qi sedang lemah-lemahnya (12 jam setelah

waktu piket)

Jadwal piket tersebut adalah :

03.01 – 05.00 : Paru Paru 15.01 – 17.00 :Kandung Kemih

75 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
05.01 – 07.00 : Usus Besar 17.01 – 19.00: Ginjal

07.01 – 09.00 : Lambung 19.01 – 21.00 : Pericardium

09.01 – 11.00 : Limpa 21.01 – 23.00: San Jiao

11.01 – 13.00 : Jantung 23.01 – 01.00 :Kandung Empedu

13.01 – 15.00 : Usus Kecil 01.01 – 03.00 : Hati

Cara ini tergantung padea waktu dan bisa dikombinasikan dengan cara 1,2,3,4 dan 5.

7). Ekspirasi – Inspirasi

Cara penguatan-pelemahan dengan menilai saat-saat pernafasan ekspirasi-inspirasi

 Penguatan : Pada saat Ekspirasi jarum ditusukkan, menunggu inspirasi

dilakukan penarikan jarum. Udara keluar jarum masuk, udara

masuk jarum keluar

 Pelemahan : Pada saat Inspirasi jarum ditusukkan, pada saat ekspirasi

Jarum dicabut. Udara masuk jarum masuk, udara keluar

jarum keluar

8). Lamanya Jarum Ditinggal

 Penguatan : Setelah mendapatkan Qi, jarum tidak lama ditinggal langsung

dicabut kembali. Atau ditinggal untuk sesaat, lalu dilakukan

cara penyentilan, kemudian dicabut.

 Pelemahan : Sekalipun Qi telah didapat, jarum ditinggalkan sampai Qi

menyebar dengan sendirinya (terlihat dengan rasa ngilu

76 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
/pegal tak ada lagi) lalu cabut, waktu ditinggal dilakukan

pemutaran -pemutaran.

9). Sembilan – Enam

Penentuan penguatan-pelemahan dengan jumlah perputaran dan jumlah pembenaman-


pencabutan. Dalam Penguatan diambil jumlah 9 atau 3 X 9 (27) kali, pada Pelemahan
diiambil jumlah 6 atau 3 X 6 (18) kali. Pada keadaan penyakit yang berat, maka jumlah ini
berubah menjadi 7 untuk Penguatan dan 6 untuk Pelemahan

PENCABUTAN JARUM :

Untuk mencegah perdarahan akibat penusukkan dan rasa sakit sesudah penusukan, maka
perlu pemutaran jarum pelan-pelan sebelum dicabut, kemudian titik akupunktur ditekan
dengan kapas segera setelah pencabutan.

DE QI (Reaksi Penusukan) dan Cara Penguatan atau Perlemahan

Bila jarum ditusukkan pada kedalaman tertentu, si penderita biasanya merasakan linu,
baal atau rasa bengkak pada titik yang ditusuk, bersamaan dengan rasa penegangan atau
rasa tertahan jarum oleh Akupunkturis, yang dinamakan DE QI. Kemudian sesuai dengan
kondisi kelainan, dilaksanakan penguatan (BU) atau pelemahan (XIE).

Apabila tidak ada DE QI (reaksi penusukkan), maka diperiksa apakah lokasi titik sudah
tepat, jika DE QI tetap tidak timbul, manipulasi boleh ditunda sementara atau manipulasi
pelan-pelan dengan gerakkan tusuk angkat. Reaksi jarum (DE QI) dapat juga dibangkitkan
dengan cara manipulasi sebagai berikut :

a. Jarum diputar-putar dengan jempol dan jari telunjuk tangan kanan kesatu arah
dan kearah berlawanan dengan sudut putaran kecil untuk tonifikasi dan sudut putaran
besar untuk terapi sedasi , dan manipulasi dapat dilakukan sekali atau dua kali sesuai
keperluan. Harus diperhatikan bahwa arah putaran tidak boleh hanya satu arah saja,

77 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
harus bolak balik, kalau tidak maka otot akan ikut terputar dan menimbulkan rasa nyeri
pada penderita, disamping itu dapat terjadi kerusakan jaringan dan tujuan akupunktur
tidak tercapai

b. Menggesek pegangan jarum


Jika jarum ditinggalkan, letakkan jempol tangan kanan pelan-pelan di atasnya,
kemudian pegangan jarum digesek dengan kuku jari telunjuk atau jari tengah dari dasar
ke atas.

c. Menggetarkan jarum
Jarum ditekan dengan tangan kanan dan dibuat gerakkan turun naik dengan
amplitudo kecil, sehingga timbul vibrasi. Kurang cepat datangnya Qi pada beberapa
penderita dapat juga disebabkan oleh sumbatan Qi lokal pada meridian.
Dalam hal ini manipulasi kuat dihentikan dan dilaksanakan moxa, atau dipilih titik-titik
lain untuk membangkitkan energi vital. Pada penderita dengan kondisi badan yang
lemah, kurang memberi reaksi terhadap penusukkan sehingga hasilnya kurang
memuaskan.

Cara penguatan dan pelemahan yang biasa dipakai.

Terdapat berbagai cara manipulasi, tetapi efeknya adalah penguatan (BU, membantu
atau menambah) dan pelemahan (XIE, menghilangkan atau mengurangi).

Karena dasar dari suatu penyakit berhubungan dengan XU (Deficiency) atau SHI (ex-
cess), maka cara yang dilakukan harus sesuai dengan kelainan.

Cara memperkuat adalah untuk memperbaiki deficiency fungsi energi vital dan
memperkuat daya tahan tubuh, sedangkan cara melemahkan adalah untuk
mengurangi kelebihan (excess) energi.

Berikut ini adalah beberapa cara yang sering dipakai untuk penguatan dan pelemahan.

a. Cara tusuk angkat jarum :

78 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Cara menguatkan dan melemahkan dapat dicapai dengan cepat lambatnya dan kuat
lemahnya tusuk angkat jarum.
Menguatkan:

Setelah DE QI, lalu dilakukan tusuk angkat, dimana jarum diangkat pelan dan lambat,
kemudian dimasukkan dengan kuat-kuat dan cepat.

Melemahkan:

Jarum diangkat dengan kuat dan cepat kemudian ditusukkan kembali pelan-pelan dan
lambat.

b. Cara memutar jarum :


Cara menguatkan dan melemahkan bergantung pada amplitudo putaran dan cepat
lambatnya putaran jarum.

Menguatkan :

Jika jarum mencapai suatu kedalaman tertentu dan setelah DE QI jarum diputar dengan
amplitudo kecil dan perlahan.

Melemahkan:

Jarum diputar dengan amplitudo besar dan cepat.

c. Cara BING BU BING XIE :


Cara ini dipakai untuk menyembuhkan penyakit yang sifat XU (deficiency) dan SHI
(excess) tidak jelas, yaitu dengan cara memasukkan jarum pada kedalaman tertentu
hingga tercapai sensasi jarum, kemudian jarum diputar, ditusuk angkat dengan
kekuatan seimbang dan pelan-pelan dengan kecepatan yang sedang untuk
menimbulkan sensasi sedang. Kemudian jarum dicabut dengan kecepatan sedang. Cara
"tusuk angkat" dan "putar" dapat dipakai secara bersamaan dengan menggunakan salah
satu dari kedua cara diatas. Penggunaan cara manipulasi tersebut
bergantung pada sifat penyakit, Xu atau Shi, dan dangkal atau dalam penyakit.

Cara BU XIE

Tusuk angkat Setelah DE QI, ditusuk Setelah DE QI dilakukan tusuk


kuat(cepat) dan diangkat ringan ringan (perlahan) angkat

79 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
(perlahan) (cepat) kuat

Putar Setelah DE QI, dimanipulasi Setelah DE Q dimanipulasi


dengan putaran kecil perlahan dengan putaran besar, dan
cepat

Jika energi vital tidak berkurang dan daya tahan tubuh baik, DE QI mudah tercapai waktu
penusukan jarum dan, biasanya akan mencapai hasil penyembuhan yang optimal. Dengan
kata lain, cara memperkuat dan melemahkan berhubungan dengan fungsi energi vital
tubuh. Selain itu dampak memperkuat dan melemahkan dapat dihubungkan dengan kondisi
kelainannya. Yang dimaksud disini adalah keadaan patologis setelah ditusuk dapat
menimbulkan hasil yang berbeda.

Sebagai contoh pada penusukan penurunan tekanan darah pada seorang penderita dengan
tekanan darah tinggi dan penusukkan untuk menaikkan tekanan darah pada pederita
tekanan darah rendah. Penusukkan dapat pula menurunkan ketegangan pada kekejangan
usus, karena melancarkan peristaltik usus. Dampak manipulasi penguatan
dan perlemahan juga berhubungan dengan sifat-sifat penyembuhan titik-titik yang
bersangkutan.

Penusukkan titik-titik Zusanli (ST 36), Qihai (CV 6), Guanyuan (CV 4), Shenshu (BL 23) akan
mempunyai daya memperkuat dan mengembalikan fungsinya. Sebaliknya dampak
melemahkan dapat dicapai dengan menusuk Shixuan (EX-UE11), Weizhong (BL 40), Chize (LU
5) guna menurunkan demam dan menghilangkan faktor
EXOGENIK, sehingga pemilihan titik-titik yang sesuai dengan kondisi kelainan XU dan
SHI termasuk cara memperkuat dan memperlemah harus tepat.

80 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
RESUME CARA PENUSUKAN

1. Dahului dengan teknik wawancara kepada pasien


2. Lakukan persetujuan ke pasien kalau mau dilakukan terapi tusuk jarum
3. Pilih jarum yang sesuai dengan kedalaman lokasi
4. Siapkan jarum
5. Siapkan alkohol 70% dan kapas
6. Posisikan pasien dalam keadaan duduk, tengkurap atau berbaring sesuaikan dengan kebutuhan.
7. Keluarkan jarum dari wadahnya
8. Pegang jarum pada pangkalnya atau pada pertengahannya
9. Jangan memegang jarum pada ujungnya
10. Jika sudah 30 menit cabut jarum
11. Olesi daerah yang habis dilakukan penusukan dengan kapas alkohol 70 %
12. Pasien diberi tahu berapa kali terapi untuk kasus yang ia derita

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA PENUSUKAN JARUM

1. Sangat bijak mempergunakan sedikit jarum atau menunda melakukan akupunktur pada
penderita yang terlalu lapar atau setelah terlalu banyak makan, mabuk arak, sangat letih
atau lemah.
2. Dilarang menusuk titik pada perut bagian bawah dan daerah sakral pada wanita hamil
muda kurang dari 3 bulan. Selain itu juga dilarang menusuk jarum pada wanita hamil lebih
dari 3 bulan pada titik-titik perut bagian atas, dan yang memberi rangsangan kuat seperti
Hegu (LI 4), Sanyinjiao (SP 6), Kunlun (BL 60) dan Zhiyin (BL 67). Ubun-ubun (atau
kerenggangan pada puncak kepala) bayi hendaknya tidak ditusuk jarum.
3. Kontra indikasi akupunktur atau penusukan titik-titik tertentu pada tubuh manusia,
kebanyakan terletak dekat dengan organ-organ vital atau pembuluh darah besar, seperti
Chengqi (ST 1) yang terletak dibawah bola mata, Jiuwei (CV 15) dekat organ dalam Qimen
(SP 11) dekat arteri, dan sebagainya. Titik-titik ini hendaknya ditusuk secara miring atau
horizontal untuk mencegah tertusuknya organ penting.
4. Pasien belum makan (terlalu lapar) atau mabuk.
5. Anak kecil atau bayi yang tulang tengkorak kepala belum menutup sempurna. Bagi anak
kecil dibawah 10 tahun, tidak disarankan untuk meninggalkan jarum.

81 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
6. Di titik sekitar punggung dan dada dengan jarum panjang, berhati-hati untuk tidak
mengenai organ dalam tubuh.
7. Cara penanganan limbah jarum (bekerjasama dengan PT. Pemusnah Limbah Medis/
MEDBEST atau di titip ke puskesmas atau RSU terdekat), jarum bekas dikumpulkan dalam
wadah khusus dan tidak boleh menggunakan jarum akupuntur secara berulang karena bisa
menular melalui darah pasien kepada yang lain atau mengalami karat.

TINDAKAN GAWAT DARURAT PADA AKUPUNKTUR


1. Pingsan :
Pingsan dapat terjadi karena penderita lemah atau tegang pada waktu pertama kali
akupunktur atau karena manipulasi jarum yang terlampau kuat. Gejala awal adalah pusing-
pusing dan rasa berputar, gelisah, mual, pucat, mata membelalak atau termenung. Pada
keadaan gawat dapat terjadi shok dan pingsan dengan denyut nadi yang cepat dan dalam.
Jarum hendaknya segera dicabut dan penderita dibaringkan dengan posisi kaki lebih tinggi.

Gejala-gejala itu akan segera hilang setelah istirahat sejenak. Pada kasus berat dapat
ditekan Renzhong (GV 26) dengan kuku jari, atau tusuk Renzhong (GV 26) dan Zhongchong
(PC 9). Moxa dapat dilakukan pada Baihui (GV 20) dan Zusanli (ST 36). Biasanya penderita
akan siuman, tetapi jika tidak berhasil maka tindakan-tindakan pertolongan
darurat lainnya harus dilakukan dan bila perlu dirujuk ke sarana kesehatan yang lebih
kompeten.

2. Jarum macet
Setelah jarum ditusukan, terkadang jarum susah digerakan, tidak dapat diputar, diangkat
atau ditusukkan lebih dalam. Keadaan ini disebut jarum macet, kemungkinan karena berba-
gai sebab, misalnya otot kejang; maka jarum hendaknya dibiarkan sejenak, kemudian
diputar untuk dicabut.

Cara lain ialah mengadakan penekanan di daerah sekitar jarum, atau di tusuk titik lain di
dekatnya untuk menghilangkan ketegangan otot. Jika jarum tertahan otot, jarum diputar
pelan-pelan sambil dilepaskan dari jaringan otot, atau jarum diangkat dan dimasukan lebih
dalam sedikit, sehingga otot-otot rileks, baru kemudian jarum dicabut.

3. Jarum bengkok :
Hal ini biasanya terjadi jika jarum ditusukkan dengan kekuatan jari yang berbeda-beda,
atau jarum mengenai jaringan yang keras. Pegangan jarum dapat juga bengkok secara

82 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
tidak sengaja, bengkok karena penderita berubah posisi sedangkan jarumnya masih
tertancap.

Jika bengkoknya hanya sedikit, jarum mungkin dapat dicabut pelan-pelan tanpa diputar.
Jika jarum bengkok karena tertancap keras, jarum diputar pelan-pelan
dan dicabut dengan mengikuti arah bengkoknya. Jika penderita berganti posisi, maka
penderita dikembalikan pada posisi semula dan jarum dicabut.

4. Jarum patah:
Terjadi karena manipulasi jarum terlalu kuat, ketegangan otot, penderita berubah posisi,
atau mutu jarum kurang baik (misalnya berkarat). Akupunkturis harus tenang dan penderita
dinasehati agar supaya tidak bergerak. Jika jarum yang patah menonjol dan terlihat dari
permukaan kulit, maka jarum diambil dengan pinset. Jika tidak maka tekan sekitar lokasi
jaringan jarum yang patah hingga ujung jarum yang patah menonjol keluar, kemudian jarum
diambil dengan pinset.

Jika jarum yang patah sama sekali terpendam didalam kulit, terpaksa dilakukan cara
operasi oleh dokter. Untuk mencegah kecelakaan m jarum harus diamati kondisinya
sebelum penusukkan. Sebaiknya jarum sedikit lebih panjang dari kedalaman titik
Akupunktur yang ingin dirangsang.

5. Hematom :
Setelah pencabutan jarum dapat terjadi suatu bekas kemerahan atau kebiruan disekitarnya
yang akan hilang dengan sendirinya ini, hal ini dianggap normal. Jika terjadi suatu
pembengkakkan atau perubahan warna karena pembuluh darah tertusuk, maka tempat itu
harus dipijat dan dikompres dengan air hangat supaya gejala tersebut lekas hilang.

6. Rasa tidak enak :


Setelah jarum dicabut dapat terjadi rasa tidak enak karena rangsangan terlalu kuat. Jika
sensasi tidak hebat, biasanya akan hilang dengan pijatan di daerah setempat, tetapi jika
rasa tidak enak menetap dapat dicoba menghilangkan dengan moxa.

TATA LAKSANA TINDAKAN PADA KASUS-KASUS KEGAWATDARURATAN MEDIK


 Menempatkan pasien di tempat yang aman dalam posisi supine ( tidur terlentang)
 Pakaiannya dilonggarkan kalau perlu di buka untuk memudahkan pernafasannya dan

83 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
memudahkan kita memberikan bantuan
 Memberikan bantuan tindakan ABC sebagai berikut :
A = Airway (Headtilt & Chintilt)

 Melakukan tindakan untuk membuka dan membersihkan jalan nafas dengan melakukan
maneuver headtilt (Kepala ditengadahkan dengan mengangkat lehernya ke atas) dan
Chintilt (Mendorong dagu ke bawah) agar mulut terbuka.
 Pemeriksaan saluran nafas
 Mengeluarkan sumbatan atau benda asing yang menghambat jalan nafas
B = Breathing (Look, Feel, Wave)

 Pemeriksaan pernafasan pasien


 Melakukan bantuan pernafasan dengan tehnik pernafasan buatan
 Dalam melakukan tindakan tetap memperhatikan pernafasan pasien
 Bila henti jantung dan nafas, dilakukan resusitasi jantung : paru (5 : 1), setiap 5 kali
tindakan kompresi dada (pemompaan jantung) dilakukan peniupan udara nafas (nafas
buatan) 1 kali.
C = Circulation (Resusitasi)

 Pemeriksaan nadi : a.Carotis, a.Radialis, a.Brachialis, atau a.Poplitea


 Pemeriksaan denyut jantung
 Pemeriksaan apakah ada perdarahan, bila ada hentikan dengan tindakan sederhana

84 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
BAB X
PENGANTAR DIAGNOSA TCM

Diagnosa adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk menentukan sindrom yang terjadi
pada pasien berdasarkan data dari 4 Cara Pemeriksaan dan kemudian Data tersebut
dianalisa serta diolah menggunakan ilmu menejemen data yang disebut Diferensiasi
Sindrom. Hasil diagnosa ini digunakan untuk menentukan arah dan jenis terapi yang akan
diterapkan. Tanpa diagnosa yang tepat maka terapi akan menjadi kurang efektif bahkan bisa
berakibat fatal.

4 Cara pemeriksaan ( Alat/Ilmu pengumpul data)  Diferensiasi Sindrom ( Alat/ Ilmu


Pengolah data)
Berlandaskan pada Filosofi dan ilmu Dasar TCM

TEHNIK 4 CARA PEMERIKSAAN

1. Wang 望診/pengamatan 觀察 Observation


2. Wen 聞診/ pendengaran dan penghidu 聽診和嗅覺 Auscultation and olfaction
3. Wen 問診/pertanyaan 訊問 Interrogation
4. Que 切診/ perabaan 脈搏和觸診 the pulse and palpation

Sebelum kita membahasa secara detail maka ada baiknnya jika memahami kerangka atau
garis besar dari 4 cara pemeriksaan.

1. Wang 望診 (Observasi/pengamatan) dibagi menjadi :


1.1. Lingkup pengamatan luas, yang menyeluruh mencakup keadaan :
1.1.1. Kesadaran (shen) 神
1.1.2. Rona wajah /warna (se) 色
1.1.3. Perawakan (xing) 形
1.1.4. Sikap postur tubuh ( tai) 態

1.2. Sedangkan pengamatan bagian tertentu mencakup terhadap:


1.2.1. Lima indra 感官

85 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
( Mata, Hidung, Telinga, Mulut, Gigi, Tengorok, Leher, kulit ) 眼,鼻,耳,口,牙,喉

1.2.2. Melihat zat buangan seperti : 廢物


1.2.4.1. Reak/sputum 痰
1.2.4.2. Urin/Urine 尿
1.2.4.3. Tinja/Feces 凳
1.2.4.4. Nanah/Pus 膿
1.2.4.5. Darah/Blood 血液
1.2.4.6. Haid/Menstruation 月經
1.2.4.7. Keputihan/Leuchorea 發白
1.2.4. Ruas jari tangan ( khusus anak kecil ) 手指
1.2.5. Lidah ( otot lidah dan selaput lidah ) 舌(舌的肌肉和襯舌)

2. AUSKULTASI DAN OLFAKSI (PENDENGARAN DAN PENCIUMAN) / WUN

2.1. Pendengaran

2.1.1. Suara bicara / Nada bicara 聲音


2.1.2. Perkataan 說
2.1.3. Suara nafas 呼吸
2.1.4. Suara batuk 咳嗽票
2.1.5. Muntah / Bertahak ( Sendawa) 嘔吐
2.1.6. Cekutan 嗝

2.2. Penghiduan
2.2.1. Bau mulut/nafas 口臭
2.2.2. Bau Keringat 汗臭
2.2.3. Bau Reak dan Ingus 痰和鼻涕
2.2.4. Bau tinja - Bau urine 大便/屎 - 小便/尿
2.2.5. Bau Darah menstruasi dan Keputihan 經期和白帶

86 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
3. ANAMNESIA (WAWANCARA) / WEN
3.1. Pertanyaan Umum
3.1.1. Informasi umum 一般信息
3.1.2. Keluhan Utama 主訴
3.1.3. Riwayat Penyakit Saat Ini 病史
3.1.4. Proses Terjadinya Penyakit 歷史上的治療
3.1.5. Gejala yang dialami saat ini 經驗的症状
3.1.6. Riwayat di Masa Lalu 既往病史
3.1.7. Kebiasaan Hidup Pribadi 生活习惯
3.1.8. Riwayat Keluarga 家族历史

3.2. Pertanyaan Khusus


3.2.1. Dingin panas 問寒熱
3.2.2. tanya keringat 問汗
3.2.3. Sakit/Nyeri kepala badan 問頭身
3.2.4. BAB dan BAK 問便
3.2.5. makan-minum 問飲食
3.2.6. haus harus dibedakan 渴俱當辨
3.2.7. Tidur 問胸
3.2.8. tuli 聾
3.2.9. penyakit lama 問舊病

3.2.10. Pertanyaan spesifik :

3.2.10.1. Wanita tentang haid dan partus 女問經產

3.2.10.2. Keputihan
3.2.10.3. Pertanyaan kepada anak . 問經疹
3.2.10.4. minum obat dan perubahan-nya 再問服藥參機變

87 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
4. PERABAAN / CIE 切診
4.1. Perabaan nadi/palpation 觸診
4.1.1. Nadi sakit yang sering dijumpai dan maknanya. 常見的病脈
4.1.2. Perabaan nadi kombinasi 脈衝組合的考試

4.2. Pemeriksaan menyeluruh 觸診/徹底的身體診


4.2.1. Kulit dan otot 皮肌
4.2.2. Menekan dada dan perut 按胸腹
4.2.3. Menekan titik akupuntur 按穴位

88 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
CONTOH UJIAN KOMPETENSI AKUPUNKTUR

KARTU DATA PASIEN

NOMOR PESERTA UJIAN :


TANGGAL / JAM :

NAMA : ……………………………………………………………………………............

UMUR : ...............................................................JENIS KELAMIN : PRIA/WANITA

ALAMAT : ……………………………………………………………………………...........

PEKERJAAN : ………….......................................................................………………….....

I. PENGAMATAN (WANG)

1. KEADAAN JIWA ( SEN )

2. SE

3. SING TAY
a. Bentuk tubuh
b. Gerak-gerik
c. Posisi tubuh
d. Kulit
e. keringat
f. Rambut
g. Hidung
h. Telinga
i. Mata
j. Mulut
k. Lidah

89 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
II . PENDENGARAN DAN PENCIUMAN (WEN)

III. WAWANCARA (WUN)

1. KELUHAN UTAMA :

2. KELUHAN TAMBAHAN :

3. RIWAYAT PENYAKIT :

4. HAL – HAL UMUM :

1. Suka panas / dingin :


2. Keringat :
3. Keluhan bagian tubuh :
4. Buang air besar :
5. Buang air kecil :
6. Kebiasaan makan & minum :
7. Tidur :
8. Dada perut /Anggota tubuh :
9. Pendengaran :
10. Rasa haus :
11. Penyakit yang pernah diderita :
12. Khusus wanita dan anak anak :

90 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
5. HAL – HAL KHUSUS :

IV. PERABAAN (CIE)

1. Daerah Keluhan

2. Titik Akupunktur

3. Nadi

V . DIAGNOSA / KESIMPULAN :

VI. TERAPI / PENGOBATAN :

Tanda Tangan Peserta Ujian:

( )

91 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
BAB XI

PEMBAHASAN KASUS AKUPUNKTUR

1. PEMBAHASAN KASUS GANGGUAN KULIT

BIDURAN

Penyebab Sindrom & Simptom Pemilihan Titik

Titik yang dipilih :

BL18, BL 40, LI 11, HT 7

+ CV 12 (bila muntah)

Kulit gatal, berbercak-bercak merah, + ST 25, ST 36 (bila diare)


berbatas tegas, ukuran bercak bervariasi
Hipersensitif terhadap + PC 6 (sesak)
alergen (makanan,
obat, parasit usus,
Bisa disertai kelainan pada selaput lendir
panas atau dingin Grup 1 :
lambung-usus, kerongkongan, nyeri perut,
diare, muntah dan sesak BL 18, BL 40, ST 36

Grup 2 :

GB 34, BL 12, LI 11

EKSIM
Penyebab Sindrom & Simptom Pemilihan Titik

Kulit gatal, berbercak-bercak merah, Titik utama :


berbatas tegas, ukuran bercak bervariasi
LI 11, GB 30, GB 34
Hipersensitif kulit

Bisa disertai kelainan pada selaput lendir


Lesi di wajah : LI 4
lambung-usus, kerongkongan, nyeri perut,

92 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
diare, muntah dan sesak Lesi di kepala : TE 5

Lesi di lumbal : BL 40

Lesi di dada dan perut : ST 36


dan SP 10

VITILIGO
Penyebab Sindrom & Simptom Pemilihan Titik

Kelainan kulit yang  Titik LU, LR, apeks tragus


disebabkan oleh  Titik sekitar vitiligo
Bercak putih di kulit
kegagalan melanosit
 Bisa digunakan
produksi melanin
elektroakupunktur

93 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
PEMBAHASAN KASUS GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL

- KEJANG OTOT LEHER


No Penyebab Sindrom & Simptom Pemilihan Titik

1  Untuk menghilangkan angin


Posisi Tidur yang salah Nyeri leher, gangguan gerak dingin  GV 14, BL 10, SI 14,
leher, bisa disertai GB 39, SI 3
kemerahan dan bengkak  Tidak bisa fleksi dan ekstensi 
Serangan angin dingin pada kulit leher BL 60, LU 7
2
 Leher sulit memutar  SI 7

- NYERI LENGAN BAHU


Sindrom dan simptom Penyebab Pemilihan titik

Titik yang dipilih :

Penyebab: LI 15, SI 9, LI 14, LI 11, SJ 5

Angin dan dingin Titik Tambahan (sesuai gejala):


Inflamsi perifokal sendi
bahu karena degenerasi Nyeri bagian medial bahu  LU 5,
atau infeksi kapsul sendi LU 9.
bahu Untuk menghilangkannya
tusuk 3 Meridian Yang Tangan Nyeri bagian lareral bahu  SI 3,
Nyeri sendi bahu, atropi SI 8.
otot bahu Perlu ditambah moksibusi
(kecuali pada nyeri seperti Nyeri bagian anterior bahu  LI

terbakar) 4, LU 7.

Titik lokal, Jianneiling (Extra), SI


13, LI 11, GB 20, LI 10, SJ 14, SI
17.

- NYERI BOKONG

94 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Sindrom &
No Penyebab Pemilihan Titik
Simptom

Kebiasaan hidup tidak teratur 


daya tahan tubuh menurun  oleh Kelainan
BL 23, BL 54, BL
1 PPL (angin, lembab, dingin) masuk TaiYang Kaki
58, BL 60
ke dalam tubuh  menyumbat Mr (BL)
BL, GB atau ST
Nyeri daerah
Dalam organ Zang Fu (ada panas) bokong dan
 oleh PPL (angin, lembab, dingin) paha bagian Kelainan Sao GB 30,GB 31,
2
mengikat Piao  menyumbat Mr belakang Yang Kaki (GB) GB 34, GB 37
BL, GB atau ST

PPL (angin, lembab, dingin) yang


Kelainan Yang ST 31, ST 36, ST
3 lama  membentuk panas 
Ming Kaki (ST) 40
menyumbat Mr BL, GB atau ST

Kelainan Ke-3 BL 23, BL 54,

Meridian di GB 30,

atas GB 34, ST 31

95 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
- KEJANG OTOT
Sindrom &
No Patologi Penyebab Pemilihan Titik
SImptom

Keselo Leher & Spame otot


leher :
Peregangan otot, tendon,
Titik Dekat : GB 20, GB
1 Keseleo ligamen-tum berlebihan,
21, Sinsi, Pailao, titik lokal &
Salah posisi tidur, trauma
nyeri tekan

Titik Jauh : SI 6, GB 39

Tergeliat :

Sikap tubuh salah saat Titik dekat : Huatociaci, titik

2 Tergeliat bekerja, cacat kerangka Lokal & nyeri tekan, BL 23

badan, bekerja berlebihan Titik Jauh : SI 3, BL 51,


Otot mengalami
kaku, tegang BL 54

3 dan nyeri bila Nyeri & Spasme otot


digerakkan
pinggang : Huatociaci, BL
41, BL 23, BL 45, BL 48, BL
49, BL 31

Emosi, aliran darah tidak Nyeri & Spasme Otot


Nyeri dan
lancar, cacat bawaan, Tangan :
Spasme
penekanan saraf punggung,
otot LI 4, LI 10, LI 15, SI 6, SI 7,
masuk angin dingin,
punggung SI 9, TE 5, TE 10
terpelintir, benturan.
Nyeri & Spasme Otot Kaki :

GB 30, GB 31, GB 34, ST 31,


ST 36, ST 40, BL 54, BL 57,
BL 60

96 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
- NYERI PINGGANG
No Penyebab Akibat nya Sindrom & Simptom Pemilihan Titik

Serangan angin Nyeri, berat daerah pinggang,


dingin dan otot kaku, sukar digerakkan,
Lembab
1 lembab  otot dan nyeri bisa menjalar ke
Dingin
pinggang kaku bokong dan kaki, teraba
dan nyeri dingin

Nyeri datang misterius, nyeri


ringan, datangnya lambat, Titik yang dipilih :
Defisiensi
perasaan lelah dan lemah di BL 23, GV 3, BL 58
2 Qi dalam Nyeri lambat
pinggang dan lutut. Nyeri
Ginjal
bertambah bila ditarik,
ditekan atau berbaring Defisiensi Qi Ginjal 
GV 4, BL 52, KI 3
Nyeri, kaku, tegang di
Stagnasi Qi dan punggung bawah, nyeri
3 Trauma darah daerah menetap bertambah bila
Salah Urat  GV 26, BL
lumbal ditekan atau pada gerakan
54
memutar

97 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
98 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
HEADACHE—TOU TONG
Headache is primarily characterized by pain in a local
area of the head or pain that encompasses the entire
head. Headache is a symptom that may occur with an
acute or a chronic disease, and it has multiple etiologies.
Headaches may be divided into two basic types:
external or internal causes. These causes have different
pathologies, which include wind combined with heat,
cold, or damp for the external causes, and phlegm,
blood stasis, Qi and blood deficiency, kidney deficiency,
and liver Yang rising for the internal causes.

Western medicine refers to this condition as related to


an infectious disease, hypertension, intracranial illness,
and psychoneurosis. It is commonly seen in internal
medicine, surgery, neurology, mental diseases, and eye,
ear, nose, throat, and sensory organ problems.

Traditional Chinese Medicine Differential Diagnosis


External Causes
1. Wind cold headache: This headache is characterized by a sudden onset, pain in the occipital
area, neck, and upper back with aversion to cold and wind, a pink tongue with a white, thin
coating, and a floating pulse.
2. Wind heat headache: This headache has a distending pain, worsens with fever, an aversion
to wind, red face, red eyes, thirst with desire to drink, constipation, yellow urine, a red
tongue with a yellow coating, and a floating, rapid pulse.
3. Wind damp headache: This headache has pain with a heavy sensation of the head and body,
a feeling of a tight band around the head, poor appetite, fullness of the chest, decreased
urination, diarrhea, pale or red tongue with a white, sticky coating, and a soft pulse.

Internal Causes
1. Liver Yang rising headache: This headache has pain with dizziness, irritability, bad temper,
disturbed sleep, hypochondrium pain, red face, bitter taste in the mouth, a red tongue with
yellow coating, and a wiry, forceful pulse.
2. Blood deficiency headache: This headache has pain with dizziness, worsens in the afternoon,
palpitations, low energy, pale or yellow face, a small, pale tongue with a white, thin coating,
and a thin, weak pulse.
3. Phlegm headache: This headache has pain with dizziness, a heavy sensation, disorientation,
chest and abdominal fullness, vomiting with phlegm, a white, swollen tongue with a white,
sticky coating, and a wiry, slippery pulse.

99 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
4. Kidney deficient headache: This headache has pain with an empty sensation, dizziness, low
back pain, weakness, low energy, premature ejaculation, profuse leukorrhea, ringing in the
ears, insomnia, a red tongue with little coating, anda thin, weak pulse.
5. Blood stasis headache: This headache has chronic pain with a fixed, sharp quality, history of
traumatic injury, a purple tongue with a thin, white coating, and a thin, choppy pulse.

Important Points for Diagnosis and Treatment


1. Diagnosis should be based on the history, quality of pain, and location of the headache to
determine whether the headache is internal or external in nature. External headaches
generally have a short history with a sudden onset, progress quickly, and are severe. Burning,
heaviness, and distending or pulsating pain characterize the external headache.An internal
headache usually has a chronic history, progresses slowly, and is characterized by dull,
empty pain, vertigo, is worse with overwork, and is intermittent.
2. Diagnosis should be based on the location of pain to determine the meridians that are
involved. For example, a Tai Yang meridian headache will be located mostly at the back of
the head and involve the neck. Yang Ming headaches will be located at the forehead and
eyebrows. Shao Yang headaches mostly occur at the side of the head and connect with the
ear. Jue Yin headaches mostly occur at the vertex and connect with the eye.
3. Headaches should be treated on the basis of the traditional Chinese medicine diagnosis and
focus on the main source of the headache using a holistic treatment principle

DIZZINESS AND VERTIGO—XUAN YUN


Dizziness is characterized as a feeling that the body
or the surroundings are spinning. Other symptoms
include nausea, vomiting, tinnitus, sweating, and, in
severe cases, loss of
consciousness. Dizziness may be caused by liver
Yang rising agitating the orifices of the head, Qi and
blood deficiency, kidney Jing deficiency failing to
nourish the brain, and phlegm obstructing the
orifices of the head.
Western medicine refers to this condition as hypertension, brain artery sclerosis, auditory vertigo,
neurosis, auditory tube obstruction, and brain tumors
Traditional Chinese Medicine Differential
Diagnosis
1. Liver Yang rising: Severe vertigo with tinnitus, distending headache that is worse with
overwork or emotional distress, red face, irritability, angers easily, insomnia with disturbed
sleep, bitter taste in the mouth, a red tongue with yellow coating, and a wiry pulse.
2. Qi and blood deficiency: Dizziness that is worse with overwork or change in posture, fatigue,
pale face, poor memory, insomnia, palpitations, depression, poor appetite, a pale, thin
tongue, and a choppy or fine pulse.
3. Kidney Jing deficiency: Persistent dizziness with an empty sensation in the brain, tinnitus,
depression, exhaustion, waking frequently in the night, poor memory, sore low back and

100 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
knees, and premature ejaculation. Jing deficiency may be combined with Yin deficient
symptoms such as five center heat, a red tongue, and a wiry, thin, rapid pulse, or with Yang
deficient symptoms such as cold limbs, coldness of the body, and a pale tongue with a deep,
thin pulse.
4. Turbid phlegm obstructing the brain: Dizziness, heaviness, and fuzziness of the head,
difficulty in thinking and concentrating, dizziness that is worse in the morning, chest
oppression, poor appetite, disturbed sleep, a swollen tongue with a sticky coating, and a
slippery pulse.

Summary
Dizziness may be caused by wind, phlegm, fire, or deficiency. Usually the condition is a combination
of pathologic factors, identified as a root deficiency with branch excess. For patients
with primarily an excess condition, the treatment principle is to clear heat and transform phlegm.
For deficient patients, the treatment principle is to tonify blood, nourish the kidneys, soften the liver,
and tonify the spleen.Micro-acupuncture treatments should focus on the deficiency and excess with
different techniques. The micro-acupuncture systems are very effective in treating dizziness,
especially the scalp, ear, and foot systems. Scalp acupuncture will cause a significant improvement
after treatment. It is important to use in combination with herbal therapy and macro-acupuncture as
well. The patient should be instructed to change his or her diet to include less salty and fatty foods
and to discontinue cigarette, alcohol, coffee, and strong tea use. Practicing Qi Gong will benefit the
patient as well.

STOMACH PAIN—WEI TONG


Stomach pain is characterized by pain in the epigastric area with
associated symptoms of abdominal fullness and distension,
nausea, vomiting, poor appetite, diarrhea, constipation, and in
severe cases vomiting blood or blood in the stools. Stomach
pain may be caused by cold invading the stomach, retention of
food, emotional disorders, or internal organ imbalance.
Pathologies include stomach dysfunction and Qi stagnation
causing pain. The organs most often involved are the stomach,
liver, and spleen. Western medicine refers to this condition as acute or chronic gastritis, stomach
ulcer, duodenal ulcer, and gastrointestinal neurosis.

Traditional Chinese Medicine Differential Diagnosis


1. Cold invading the stomach: Acute, severe epigastric pain, chills, seeks warmth, no thirst but
prefers warm drinks, vomiting, a thick, white tongue coating, and a wiry, tight pulse.
2. Retention of food: Dull stomach pain that is worse with pressure, sensation of fullness and
distension, sour regurgitation, foul breath, vomiting undigested food, loose stools or
constipation, a red tongue with a thick greasy coating, and a slippery pulse.
3. Liver Qi stagnation with liver Qi invading the stomach: Stomach distension and pain that
radiates toward the hypochondrium, belching, frequent sighing, irritability, uncomfortable
sensation when hungry, pain that is related to emotional tension, slightly red sides of the
tongue, and a wiry, deep pulse.

101 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
4. Stomach heat: Burning stomach pain, strong thirst, irritability, sour regurgitation, dry mouth
with a bitter taste in the mouth, a red tongue with a yellow, dry coating, and a wiry, rapid
pulse.
5. Damp heat in the stomach: Feeling of oppression in the chest, dull epigastric pain, dry
mouth, no thirst, bitter taste in the mouth, nausea with vomiting, a red tongue with a sticky,
yellow coating, and a slippery, rapid pulse.
6. Stomach Yin deficiency: Insidious dull abdominal pain, dry mouth and throat, strong thirst,
dry stools, nausea, a dry tongue with little to no coating and a crack in the stomach area,
and a floating, empty pulse.
7. Stomach blood stagnation: Stabbing stomach pain that is worse with pressure and after
meals, palpable masses, vomiting dark blood, dark complexion, pain that may be worse at
night, a purple tongue, and a choppy or wiry pulse.
8. Spleen and stomach deficient cold: Dull stomach pain that is better with pressure, after
meals, and with heat, vomiting fluids, fatigue, poor appetite, chills, loose stools, a pale
complexion, a pale tongue with white coating, and a deep, weak pulse.

Summary
Stomach pain may be caused by excess or deficient conditions in the body. Excess conditions usually
have an acute onset, the pain is resistant to pressure, and the pain is worse after meals. Deficient
conditions tend to have a more insidious onset, progressively becoming worse, improve with
warmth and pressure, and are better after meals. Excess conditions usually manifest with more heat
signs, and deficient conditions are more commonly associated with cold symptoms. Clinical diagnosis
should combine tongue, pulse, and symptoms to make the correct diagnosis. The treatment should
focus on regulating the Qi and stopping the pain. For deficient conditions, the treatment should be
combined with herbal or macro-acupuncture therapy. The micro-acupuncture therapy systems with
the best results in treating stomach pain are the ear and abdominal systems. It is important to give
the patient dietary recommendations, such as eating smaller, more frequent meals, and eliminating
alcohol and spicy foods. The patient should eat regular meals and exercise.

LOW BACK PAIN—YAO TONG


Low back pain refers to pain and stiffness of the
lower portion of the back. The pain may be located
bilaterally or unilaterally and may be chronic or acute.
Low back pain may be caused by an external invasion
of cold and dampness that leads to cold damp
obstruction. Excessive physical work or sexual
activity may lead to kidney deficiency. Traumatic injury may occur due to improper positioning,
sprain, or accidents and will lead to Qi and blood stagnation in the low back. Low back pain may also
be related to internal distress such as menstrual disorders, abdominal tumors, pregnancy,
postpartum recovery, and postsurgical recovery.

Western medicine divides low back pain into four major classes:

1. Spinal disorders such as rheumatoid spondylitis, hypertrophic arthritis, and spinal osteoarthritis

102 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
2. Soft tissue disorders such as muscle strain
3. Nerve stimulation such as spinal compression or a deformity of the spinal column
4. Internal organ disorders such as kidney disease or menstrual disorders

Traditional Chinese Medicine Differential Diagnosis


1. Low back pain due to cold dampness: Low back pain, feelings of heaviness and coldness,
pain that is relieved with heat and aggravated by cold damp weather, difficulty moving, pain
that is worse in the morning and better with exercise, a pale or purple tongue with white,
sticky coating, and a deep, slow pulse.
2. Low back pain due to damp heat: Low back pain, a warm sensation in the lower back, pain
that is relieved with exercise and worse with hot, rainy, or damp weather, scanty urination, a
red tongue with a yellow, sticky coating, and a slippery, rapid pulse.
3. Qi and blood stagnation: Severe, stabbing pain in the lower back, pain that is worse with
rest and better with light exercise, the low back is tender to touch, not affected by weather
changes or application of heat, worse standing or sitting, difficulty in moving, and a purple
tongue with choppy pulse. The patient will usually have a history of injury or trauma to the
back.
4. Kidney deficiency: Chronic low back pain, dull pain that is better with rest and worse with
overwork or fatigue, soreness and weakness of the low back, aggravated with sexual activity,
better with massage, weakness of the legs and knees, and frequent recurrence of symptoms.
A. Kidney Yang more deficient: Low back pain and stiffness, cold hands and feet, pale
complexion, a pale tongue, and a deep, thin pulse.
B. Kidney Yin more deficient: Irritability, insomnia, dry and sore throat, dry mouth, hot
flashes, five-centered heat, a red tongue, and a wiry, rapid pulse.

Summary
Low back pain may be due
to kidney deficiency,
combined with external
evil Qi factors of cold,
dampness, and traumatic
injury. Treatment should
be focused on dispersing
cold, draining dampness,
clearing heat and damp,
invigorating the blood,
softening the tendons, and
activating the channels. It
is important to focus on
tonifying the kidneys as
well. Acupuncture, herbal
therapy, herbal plasters and topical applications, cupping, and massage may be incorporated into
the treatment. Acupuncture is effective in treating low back pain. For acute onset, especially for an
acute soft tissue disorder with muscle spasm, the best micro-systems are the hand, philtrum, ear,
and scalp. It is not recommended to insert needles on the back Shu points or to have the patient lie

103 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
down. The best treatment is to insertneedles on the patient’s hand, Fang scalp acupuncture
corresponding area, philtrum, or ear. The practitioner can also instruct the patient to perform active
or passive activity movement of the targeted area such as massage, Tui Na, TDP lamp, moxibustion,
deep breathing and stretching, and rotating and bending the back area. If the patient is experiencing
too much pain to move by himself or herself, the practitioner may help by performing passive/active
body movement. For chronic conditions, the scalp, ear, back Shu, abdominal, and spinal systems will
be the most effective. For patients with nerve damage to the low back area, it is recommended to
use electroacupuncture on the Jia Ji points. Low back pain may be caused by internal organ disorders
as well, and it is important to identify the underlying cause of the pain. Needles inserted in the
lumbar area should be at the correct angle and depth to avoid damage to the internal organs. The
patient should maintain good posture during work and sleep, and avoid excess physical exercise. If
the patient has a herniated disc, acupuncture can be used in conjunction with a chiropractor.

NECK PAIN—JING TONG


Neck pain is a common condition that is
characterized by pain in the neck,
stiffness, soreness, swelling, dysfunction,
and limited range of motion,
accompanied by headache, shoulder pain,
and arm pain. It is caused by acute or
chronic injury, exogenous pathogenic
invasion, Qi and blood deficiency,
weakness of the liver and kidneys due to
old age or long-term illness leading to Qi
and blood stagnation, or damp-phlegm
obstruction causing pain.

Western medicine refers to this condition


as cervical spondylotic syndrome, such as
hyperosteogeny, prolapse of
intervertebral disc, and soft tissue
damage or degeneration.

Traditional Chinese Medicine Differential Diagnosis


1. Wind cold invasion: Neck and upper shoulder and back pain, fixed pain, prefers warmth,
stiffness, limited range of motion, acute or chronic onset, rope-like muscles in the back of
the neck and trigger points, upper arm heaviness and weakness, headache, chest pain, poor
appetite, a normal tongue or one that is slightly dark and swollen with tooth marks, and a
deep, slow pulse or wiry, slippery pulse.
2. Damp phlegm obstruction: Neck pain, stiffness, soreness in the shoulder and upper arm,
body heaviness, weak when lifting weight, a heavy head, dizziness, chest pain, fullness,
sleeps a lot, lack of appetite, swollen tongue with a white, sticky coating, and a deep,
slippery pulse.

104 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
3. Qi and blood stagnation: Acute or chronic onset, neck, shoulder, back, and four extremities
have numbness, sharp pain, fixed pain that is tender to the touch, pressure, worse in the
evening, dizziness, blurred vision, insomnia, forgetfulness, distension and fullness of the
chest, irritability, dark and purple tongue with black spots on the side of the tongue, and a
thin, choppy pulse.
4. Qi and blood deficiency: Neck and upper back soreness and dysfunction, shoulder and
upper arm numbness, lack of sleep, dreams a lot, spontaneous sweating, night sweating,
dizziness, eye strain, palpitations, and shortness of breath. For women the symptoms will
get worse after menses, irregular menstruation, pale tongue with a thin coating, and a thin,
weak pulse.
5. Liver and kidney deficiency: Neck and shoulder discomfort, distension pain in the brain,
dizziness, tinnitus, limited range of motion, low energy, forgetfulness, low back and knee
soreness, a thin, small tongue that is red with little coating, and a wiry, thin pulse.

Using acupuncture to treat neck pain is a highly effective therapy. The patient should receive early
treatments. Use microacupuncture therapy on the ear, philtrum, neck, hand, and foot for the best
results, especially for acute neck pain. For chronic neck pain use ear, neck, and abdominal
acupuncture. It is necessary to use in combination with macro-acupuncture points, such as GB 39
(Xuan Zhong), SI 6 (Yang Lao), and Du 26 (Shui Gou). Also use local points such as Du 14 (Da Zhui), UB
10 (Tian Zhu), GB 20 (Feng Chi), SI 13 (Hou Xi), Lu 7 (Lie Que), and SI 7 (Zhi Zheng), which have good
results especially for a patient with acute back pain. When using microacupuncture therapy, it is very
important to use it in combination with manipulation and Tui Na massage. Encourage the patient to
move his or her neck in order to get Qi to move. Often warming needle, cupping, or moxibustion
treatments are used in combination with the needle therapy. Also important is good physical care,
using the right pillow, and avoiding catching cold or wind. Patients who have posture problems
should pay attention to their posture at work. Patients who have cervical spondylotic syndrome
should combine stretching and yoga practice. Physical exercise is very important for long-term care

SHOULDER PAIN—JIAN TONG


Shoulder pain is one of the most common
conditions seen in the clinic, and it is
characterized mainly by pain in one or both
shoulders. There is stiffness, soreness,
swelling, dislocation, limited range of
motion, or radiating pain up to the neck or
down the arm. It is caused by acute or
chronic injury, exogenous pathogenic
invasion, or long-term illness causing Qi and blood deficiency leading to Qi and blood stasis, causing
pain.

Western medicine refers to this condition as scapulohumeral periarthritis, tendonitis of the


supraspinatus muscle, or Duplay syndrome.

Traditional Chinese Medicine Differential Diagnosis

105 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
1. Wind cold invading: Shoulder pain that usually occurs on one side, chronic onset, pain at the
shoulder, stiffness, worse on a rainy day and better when it is warm, no swelling, limited range of
motion with abduction, worse at night, pale tongue with white coating, and wiry, tight pulse.
2. Blood stasis: A history of injury, shoulder pain, swollen and distended feeling, worse in the
evening, can hear bone cracking sounds when moving the shoulder, pale tongue or pink red with
black spots on the side of the tongue, and a wiry, thin, and choppy pulse.
3. Qi and blood deficiency: Normally seen in a chronic condition, shoulder pain, no local swelling,
worse with physical activity or on a rainy day, limited range of motion, pale tongue with white
coating, and a deep, slow pulse.

Summary
Using acupuncture or micro-acupuncture to treat shoulder pain is highly effective. Usually at the
very early stage of the shoulder pain, one can insert needles on the shoulder points on the ear, nose,
face, and hand, and manipulate In the meantime, use cupping and bleeding techniques at the local
area of the shoulder or have the patient move the joint for 10 to 20 minutes until the patient feels a
gentle sweating. Next use local points in combination with cupping therapy. Acupuncture is effective
for the patient who has acute pain or a short history of shoulder pain. For the patient who already
has obvious muscle atrophy or scar tissue, Tui Na manipulation techniques should be used. The
patient needs physical exercise of the shoulder during the treatment time, should stay warm, and
should wear clothes that are loose and comfortable. Avoiding wind, cold, and damp invasion to the
shoulder will help during the healing process. The warming needle technique is an effective therapy
for the patient with a cold type of condition. Therapy in combination with local points will have good
results, such as LI 15 (Jian Yu), SJ 14 (Bi Nao), Jian Nei Ling, and Lu 9 (Lie Que). The patient can also
undergo physical therapy treatment.

ELBOW PAIN—ZHOU TONG


is the condition of elbow area pain, stiffness, soreness, swelling, dysfunction, and limited range of
motion due to soft tissue injury, dislocation of the elbow, fracture of the bone, or chronic
inflammation and degenerative changes. Elbow pain
can be caused by long-term overuse, strenuous
exercise, external conditions, a fall or forceful
stretching, overburdening, or twisting of the joints, as
well as long-term illness causing weak energy flow
around the elbow area. All of these conditions
eventually cause local Qi and blood stasis. External
pathogens, such as wind, cold, and damp, can
gradually add to the severity of the injury and prolong
the illness.

Western medicine refers to this condition as any injury causing fracture of the bone or damage to
the tendons and tissues, arthritis, or degenerative changes, as well as lateral or medial epicondylitis.

Traditional Chinese Medicine Differential Diagnosis

106 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
1. Wind cold invading: Elbow pain, soreness, stiffness,swelling, dysfunction, worse on a rainy
day, aversion to cold slightly dark or pale tongue and swollen with teeth marks, and a deep,
slow pulse or a floating, tight pulse.
2. Damp heat accumulation: Elbow pain, swelling, redness, burning sensation on the local area,
pounding pain especially at night, limited range of motion, patient feels hot, thirst, red
tongue with yellow coating, and a fast pulse.
3. Qi and blood stasis: Long-term elbow pain, stiffness, severely limited range of motion,
dysfunction, slightly purple tongue with black spots on the sides, and a choppy pulse.

Summary
Using acupuncture or micro-acupuncture to treat elbow pain is highly effective. It is important to
insert needles on the elbow` points on the ear, nose, face, and hand; manipulate needles; use
cupping, bleeding, manipulation, or Tui Na massage at the local area of the elbow; or have the
patient move the joint for 10 to 20 minutes until the patient sweats slightly. For the patient who
already has obvious muscle atrophy or scar tissue, use Tui Na manipulation. The patient should be
careful to stay warm and wear clothes that are loose and comfortable, and avoid wind, cold, and
damp invasion. Use of warming needles is an effective therapy for the patient with a cold type of
condition. Electro-acupuncture also has very good results for elbow pain. Physical exercise is very
important for long-term care.

BACK PAIN—BEI TONG


Back pain refers to pain and stiffness of the back. The
pain may be located bilaterally or unilaterally and may be
chronic or acute. Back pain usually is associated with neck,
and upper and middle back pain. Back pain may be
caused by an external invasion of cold and dampness that
leads to cold damp obstruction. Excessive physical work,
traumatic injury, postsurgical recovery, improper
positioning, sprain, or accidents can lead to Qi and blood
stagnation in the back. Back pain may also be related to
internal disease such as liver, gallbladder, stomach, or
heart disease that usually involves pain radiating to the
back.

Western medicine divides back pain into four major classes:


1. Spinal disorders such as rheumatoid spondylitis, hypertrophic arthritis, hyperosteogeny,
ankylosing spondylitis, and spinal osteoarthritis
2. Soft tissue disorders such as muscle strain
3. Nerve stimulation such as spinal compression, or a deformity of the spinal column
4. Internal organ disorders such as heart, liver, stomach, and gallbladder disorders

Traditional Chinese Medicine Differential Diagnosis


1. Back pain due to cold dampness: Low back pain, feelings of heaviness and coldness, pain
that is relieved with heat and aggravated by cold, damp weather, difficulty moving, pain that

107 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
is worse in the morning and better with exercise, a pale or purple tongue with white, sticky
coating, and a deep, slow pulse.
2. Back pain due to damp heat: Back pain, warm sensation in the back, pain that is relieved
with exercise and worse with hot, rainy, or damp weather, thirsty but no desire to drink,
scanty urination, a red tongue with a yellow, sticky coating, and a slippery, rapid pulse.
3. Qi and blood stagnation: Severe, stabbing pain in the back, pain that is worse with rest and
at night and better with light exercise, the low back is tender to the touch, not affected by
weather changes or application of heat, worse standing or sitting, difficulty in moving, and a
purple tongue with choppy pulse. The patient will usually have a history of injury or trauma
to the back.
4. Kidney deficiency: Chronic back pain, dull pain and soreness that is better with rest and
worse with overwork or fatigue, soreness and weakness of the back, aggravated with
physical activity, better with massage, weakness of the legs and knees, and frequent
recurrence of symptoms.

Summary
Back pain may be due to kidney deficiency, combined with external evil Qi factors of cold, dampness,
and traumatic injury.Treatment should be focused on dispersing cold, draining dampness, clearing
heat and damp, invigorating the blood, softening the tendons, and activating the channels. It is
important to focus on tonifying the kidneys as well. Acupuncture, herbal therapy, herbal plasters and
topical applications, cupping, and massage may all may be incorporated into the treatment.

Acupuncture is effective in treating back pain with muscle spasms. The hand, philtrum, ear, back Shu,
Jia Ji, and scalp micro-acupuncture systems have the best results. If the patient’s body is in too much
pain for the patient to move, the practitioner may help the patient to use passive/active movement
or Tui Na during the treatment. For the patient with nerve damage on the back, it is recommended
to use electroacupuncture on the Jia Ji points; however, in patients with heart disease, avoid using
electrical wires across the heart. Back pain may be caused by internal organ disorders as well, and it
is important to identify the underlying cause of the pain. Needles inserted in the back area should be
at the correct angle and depth to avoid damage to the
internal organs. The patient should maintain good posture
during work and sleep, and avoid excess physical exercise.

HIP PAIN—KUAN GU TENG TONG


Hip pain involves pain, stiffness, soreness, or spasm in the
lower low back to sacral area or hip area, or difficulty walking
due to chronic inflammation, degenerative changes, bone
fracture, chronic arthritis, or injury. Hip pain is caused by long-
term chronic inflammation, overuse, overwork, or excessive
sexual activity leading to kidney and liver deficiency and Qi
and blood stagnation, with wind, cold, and dampness adding to the severity of the condition.

Western medicine refers to this condition as sciatic nerve pain, degenerative osteoarthritis, or
muscular piriformis syndrome.

108 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Traditional Chinese Medicine Differential Diagnosis
 Qi and blood stagnation: Local area hip pain, fixed pain that is worse at night, pain usually
radiates down the legs, inability to walk for a long distance, history of injury, darkcolored
tongue with white coating, and a choppy, tight pulse.
 Damp cold obstruction: Local area hip pain, heaviness, stiffness, and pain radiating down
the legs, worse on a rainy day, worse at night and especially bad when the patient wakes up
in the morning, unable to walk for a long distance, pale and swollen tongue with teeth marks
and a whitecoating, and a weak, slow pulse.
 Liver and kidney deficiency: Long history of hip pain, chronic onset and gradually getting
worse, mostly occurring in elderly patients, inability to stand up straight, pain at the local hip
area with radiation down the legs, can walk only short distances, small tongue with little
coating, and a slow or fast pulse that is deep and weak.

Summary
Using acupuncture or micro-acupuncture to treat hip pain is highly effective. It is important to insert
needles on the hip points on the ear, nose, and hand; manipulate needles; use cupping, bleeding, or
Tui Na massage on the hip; or have the patient move the joint for 10 to 20 minutes until the patient
sweats slightly. For the patient who already has obvious muscle atrophy or scar tissue, use Tui Na
manipulation. The patient should be careful to stay warm and wear clothes that are loose and
comfortable, and avoid wind, cold, and damp invasion. Use of warming needles is an effective
therapy for the patient with a old type of condition. Electro-acupuncture also has very good results
for hip pain. Physical exercise is very important for long-term care.

109 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MERIDIAN DAN
TITIK
AKUPUNKTUR
PILIHAN

110 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MERIDIAN PARU

Meridian Paru-paru mulai dari ruang tengah perut (pusat), kemudian naik ke atas mencapai
lambung, menembus diagfragma (sekat rongga dada) mencapai kedua paru-paru langsung ke
tenggorokan dan keluar di sela tulang iga I dan II di daerah dada dan melintasi lengan menuju ke ibu
jari tangan. Di daerah pergelangan tangan ada cabang yang menuju ke jari telunjuk untuk
berhubungan dengan meridian usus besar.
Baik yang tak terlihat digambar sebagai penghubung titik maupun yang tidak terlihat, keduanya
sangat penting.

111 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Chi Ze (Lu. 5 Memilih dan Mengukur )
Lokasi : pada lipat siku sebelah luar, antara batas hitam putih
Sifat : menghilangkan api paru-paru, menormalkan energi yang tidak teratur /
menurunkan Chi yang tidak teratur, menjernihkan ruang atas, menambah Yin paru
, mengusir lembab
Indikasi : batuk-batuk, TBC, bronchitis, kejang otot lengan, campak, beser, stuip pada anak.
Jarum : 1 cun tegak lurus sedalam o,3 – 0,5 cun
Moksa : batang 3-5 menit
Keistimewaan : titik He dan sedasi

Tai Yuan (Lu. 9 Muara Maha Besar)


Lokasi : tepat di pergelangan tangan bagian dalam segaris dengan jari jempol, sebelah luar
denyut nadi
Sifat : mengusir angina, menghilangkan reak, menguatkan energi paru, menghentikan
batuk, melonggarkan dada, menghilangkan panas paru dan liver
Indikasi : sesak nafas, batuk darah, mata berselaput, tenggorokan kering, bengkak, dada
sakit, sakit lengan bagian dalam, sakit jantung.
Jarum : 0,5 cun tegak lurus sedalam 0,2 – 0,3 cun
Moksa : batang 3-5 menit
Keistimewaan : titik Yuan dan Su, titik dominant pembuluh darah dan titik tonifikasi

112 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MERIDIAN USUS BESAR

Meridian Usus Besar dimulai dari jari telunjuk naik ke bahu, melintasi daerah tangan bagian luar
segaris dengan jari telunjuk, sampai di bahu bercabang ke tengkuk, mencapai benjolan pertemuan
tulang leher ke-7 dengan punggung ke-1 dan kembali ke bahu. Sebuah cabangnya ke bawah turun
dari dada melintasi paru-paru mencapai usus besar. Cabang lainnya naik dari tulang selangka ke pipi,
melintasi bibir dan berakhir di tepi hidung. Tetapi sambungan meridian ini dari ujung hidung sampai
bawah mata kiri kanan dan sembungan dengan meridian lambung.

113 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
He Gu (LI.4 Kumpulan Lembah)
• Lokasi : pada tempat yang paling tinggi jika ibu jari dan jari telunjuk dirapatkan
• sifat : mengeluarkan panas luar, mengusir angin, membersihkan chi paru-paru,
melancarkan chi usus besar dan lambung
• Indikasi : sakit kepala depan dan samping, sakit tenggorokan, mata merah, bengkak,
mimisan, sakit gigi, bengkak muka, lumpuh, bayi mencret, kaki tangan kejang, sakit panas tak
berkeringat, hadi tak datang, kesulitan melahirkan, buang air besar susah.
• Jarum : tegak lurus sedalam 0,5 – 0,8 cun, pada perempuan hamil tidak boleh
menggunakan medode Bu-tonifikasi, tetapi dengan metode Shi-Sedasi
• Moksa : batan g 3-7 menit
• Keistimewaan : titik Yuan

Qu Chi (LI. 11 Kolam Berliku-liku)


• Lokasi : terletak di ujung lipat suku bagian luar
• Sifat : menghilangkan panas, melancarkan persendian, menghilangkan angin dan lembab,
mengatur peredaran energi vital.
• Indikasi : bengkak tenggorokan, sakit bengkak pada lengan, lengan tak bertenaga, lumpuh
kedua tangan, haid tidak teratur, penyakit kulit, sakit muntaber, demam stuip pada anan-
anak, amandel.
• Jarum : tegak lurus sedalam 0,8 – 1,5 cun
• Moksa : batang 3 – 7 menit
• Keistimewaan : titik He titik ibu atau tonifikasi

114 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MERIDIAN LAMBUNG
Meridian Lambung dimulai dari titik terakhir meridian usus besar naik mencapai pangkal hidung dan
keluar di bawah tulang mata pada pipi, terus melintasi pipi, ke ujung bibir, ke rahang dan naik
sampai di kepala samping. Dari rahang bawah ada cabang leher depan bagian sejajar di dada dan
perut, sebuah cabang masuk mencapai lambung dan bertemu dengan cabang satunya di pangkal
paha, melintasi paha sampai di bawah lutut bercabang kembali. Sebuah cabangnya mencapai jari
kaki ke dua, jari jempol dan yang terakhir di jari ke tiga. Dari lambung ada sebuah cabang menuju
limpa.

115 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Tou Wei ( St. 8 Ikat Kepala)
• Lokasi : pada sudut dahi pinggir rambut
• Sifat : mengusir angin, melenyapkan rasa sakit, melenyapkan panas dan memperjelas
penglihatan.
• Indikasi : sakit dahi, sakit kepala sebelah, sakit mata, banyak air mata.
• Jarum : miring menelusuri kulit ke arah belakang sedalam 0,5 – 1 cun
• Moksa : kontra Indikasi
• Keistimewaan : titik pertemuan meridian lambung dengan kantung empedu

Liang Qiu (St. 34 Bukit)


• Lokasi : 2 cun di atas patella (tempurung lutut)
• Indikasi : hemiplegia, gastritis, bengkak dan nyeri pada paha bagian depan
• Jarum : tegak lurus sedalam 0,7-1 cun
• Moksa : batang 3-7 menit
• Keistimewaan : titik Xi

116 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Du Bi (St. 35 Hidung Kerbau)
• Lokasi : di bawah tempurung lutut (patella) sebelah luar, lateral ligamentum patella
• Indikasi : radang lutut, lutut bengkak, baal pada anggota gerak bawah
• Jarum : miring ke arah medical sedalam 0,7-1 cun
• Moksa : batang 5 – 10 menit

Zu San Li (St. 36 Tiga Mil atau Kaki)


• Lokasi : 3 cun di bawah lutut dan 1 cun samping kanan tulang
• Sifat : memperbaiki fungsi lambung, limpa dan usus. Mengusir penyakit yang
bersifat angin dan lembab.
• Indikasi : gangguan pencernaan karena dingin, rasa lapar karena lambung
panas, perut bengkak nyeri lambung, susah berak, kelumpuhan muka, kelumpuhan
anggota gerak, ayan, sakit tenggorokan, lutut dan kaki nyeri, bengkak seluruh badan
• Jarum : tegak lurus sedalam 0,5 – 1,3 cun
• Moksa : batang 5 – 20 menit
• Keistimewaan : titik He, titik pribadi atau tonifikasi

117 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Feng Long (St. 40 Penuh)
• Lokasi : 8 cun di atas mata kaki luar (titik tengah antara lutut luar dan mata kaki luar
dua jadi diuar tulang betis)
• Sifat : menghilangkan dan melancarkan reak yang bersifat lembab,
menyembuhkan penyakit jiwa bersifat panas.
• Indikasi : mengeluarkan dan menghilangkan reak, nyeri pegal di kaki, bengkak
, pusing
• Jarum : tegak lurus sedalam 1-1,3 cun
• Moksa : batang 5 – 10 menit

Nei Ting (St. 44 Halaman Dalam)


• Lokasi : pada lekukan antara jari kaki kedua dan ketiga
• Sifat : menurunkan Chi Lambung, mengatur aktifitas
usus, menghilangkan sumbatan-sumbatan
• Indikasi : sakit gigi karena lambung panas, amandel,
mimisan, sakit perut, perut
kembung, disentri, nyeri dan bengkak pada
punggung kaki
kelumpuhan muka
• Jarum : tegak lurus sedalam 0,3 – 0,5 cun
• Moksa : batang 3- 5 menit

118 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MERIDIAN LIMPA
Meridian limpa dimulai dari ibu jari kaki terus naik sampai perut melintasi kaki bagian dalam
kemudian di perut bercabang, sebuah cabangnya ke limpa, lambung terus ke jantung, paru-
paru dan mencapai pangkal lidah. Cabang lainnya ke arah sisi luar buah dada naik ke arah
tulang rusuk ke 3 dan turun ke samping badan sampai diantara tulang rusuk ke 6 dan 7.

119 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Yin Bai (Sp. 1 Putih yang tersembunyi)
• Lokasi : 0,1 cun prokimal basis kuku jari kaki 1 sisi dalam
• Sifat : mengatur dan mengontrol peredaran darah,
menguatkan dan menghangatkan limpa, menyembuhkan dan
menentramkan penyakit panas pada Jantung dan
membangunkan pinsan.
• Indikasi : Perut kembung dan tak nafsu makan, muntah-
muntah, diare, haid berlebihan, kaki dingin, penyakit gila,
kejang anak-anak.
• Jarum : miring ke belakang sedalam 0,1 cun
• Moksa : batang 3 – 5 menit
• Keistimewaan : titik Cin

Tai Bai (Sp. 3 Maha Putih Bersih)


• Lokasi : di belakang persendian antara tulang telapak kaki
dengan tualang ibu jari.
• Sifat : menguatkan aktifitas Limpa, menormalkan Tri
Pemanas bagian tengah, mengatur Chi dan pencernaan.
• Indikasi : nyeri melilit pada usus, kolera, dysentrim
sembelit, bengkak merah ibu jari.
• Jarum : tegak lurus sedalam 0,3 cun
• Moksa : kerucut/tempel 3 – 5 buah
• Keistimewaan : titik Su dan Yuan

San Yin Jiao (Sp. 6 Titik Persimpangan Tiga Yin)


• Lokasi : 3 cun ke atas dari air mata kaki bagian dalam
• Sifat : menggiatkan aktifitas limpa, membantu pencernaan, melancarkan
sumbatan-sumbatan Tri Pemanas bawah, mengatur hormone perempuan dan laki-
laki, menyembuhkan rematik, mengeruk energi vital dan melancarkan darah.
• Indikasi : menormalkan fungsi limpa lambung, gangguan pencernaan, usus
bunyi, perut kembung, diare, haid tidak teratur, keputihan, kesukaran melahirkan,

120 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
pendarahan terus, rahim turun, nyeri pada penis,
ngompol, nyeri rematik tungkai bawah, enjakulasi
dini, beser mani, radang testis, susah buang air
kecil, susah tidur, diabetes.
• Jarum : tegak lurus sedalam 0,5 – 0,9 cun
• Teknik : menusuk-nusuk, pijatan dengan penguatan
dan jarang dengan pelemahan. Dilarang bagi wanita
hamil !!!!
Rangsangan Bu-tonifikasi dapat memperpendek
masa partus atau menjadi lebih cepat melahirkan
dan rangsangan Xie-sedasi merupakan kontra
indikasi atau larangan bagi wanita hamil muda.
• Moksa : kerucut 5 – 10 buah, batang 5 menit
• Keistimewaan : titik pertemuan ketiga meridian Yin kaki (Limpa, Ginjal dan Liver)

Yin Lin Quan (Sp. 9 Mata Air dan Bukit Yin)


• Lokasi : di bawah ujung tulang kering bagian
atas sisi dalam
• Sifat : mengatur limpa dan ginjal,
menghilangkan sumbatan karena lembab,
mengusir penyakit angin dan dingin, mengatur
aktifitas kandung kemih.
• Indikasi : tak nafsu makan karena perut
dingin, radang usus, kencing tak terkendali,
radang sendi lutut rasa nyeri dari pinggang
sampai lutut, mani terlepas, tak bisa kencing
habis operasi, edema.
• Jarum : tegak lurus sedalam 0,5 – 1 cun
• Moksa : batang 3 – 5 menit
• Keistimewaan : titik He

121 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Xue Hai (Sp. 10 Samudra Darah)
• Lokasi : dari lutut naik 2 cun, ke arah
dalam 2 cun
• Indikasi : haid tidak teratur, eksim
penyakit kulit, nyeri tungkai tengah
bagian atas.
• Jarum : tegak lurus sedalam 0,7 – 1,2
cun
• Moksa : kerucut 3-5 buah, batang 3 – 5
menit

122 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MERIDIAN JANTUNG
Meridian jantung dimulai dari pusat ketiak, sebuah cabangnya turun menuju lengan sampai
di kelingking, sedangkan cabang yang lain ke atas melintasi dada menuju jantung. Di jantung
meridian tersebut bercabang dua, sebuah cabang ke atas sampai bola mata dengan
melintasi leher dan pangkal lidah. Sedangkan cabang yang ke bawah menuju usus kecil.

123 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Shao Hai (Ht - 3 :LAUT KECIL)
 Lokasi : pada lengan bagian dalam di ujung
lipatan siku.
 Sifat : mengatur peredaran energi jantung,
membersihkan selaput jantung, menenangkan
jantung, menghilangkan reak.
 Indikasi : kram jantung, baal pada lengan,
tangan gemetar kejang otot lengan bagian
dalam, tangan tak bisa di luruskan.
 Jarum : tegak lurus sedalam 0,3 – 0,7 cun
 Teknik : mencubit dan memijat
 Moksa : kontra indikasi moksa kerucut, batang
5 – 10 menit
 Keistimewaan : titik He

Shen Men (Ht - 7 Pintu Gerbang Jiwa)


 Lokasi : tepat pada lekukan pergelangan tangan lurus jari kelingking
 Sifat : sebagai titik penenang jantung, menghilangkan api,
menyegarkan darah, mengatur peredaran energi,
menjernihkan panas jantung
 Indikasi : kram jantung, ayan, IQ rendah, jantung berdebar,
tak bisa tidur, sakit kuning, sakit tulang iga.
 Jarum : tegak lurus sedalam 0,3 – 0,5 cun
 Teknik : menusuk-nusuk, mencubit dengan kuku, dan
mencubit
 Moksa : kerucut 3–5 buah, batang 3–5 menit
 Keistimewaan : titik Su, sedasi dan Yuan

124 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MERIDIAN USUS
Meridian Usus kecil dimulai dari jari kelingking tangan, melintasi tepi telapak tangan neik
ke tangan, melintasi tulang belikat sampai di bahu bercabang dua. Sebuah cabang naik ke
leher, pipi, pelipis, telinga dan pangkl hidung bertemu dengan awal merididn Kantung
Kemih. Cabang yang ke bawah menembus Jantung menuju Usus Kecil dan terus ke bawah
melintasi pangkal paha sampai kaki bagian bawah.

125 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Shao Se ( S. I. 1 Sumur Kecil)
 Lokasi : 0,1 cun sudut kuku jari kelingking sebelah
luar.
 Sifat : menjernihkan panas jantung, menghilang-
kan segala penyakit panas
 Indikasi : penyakit panas tanpa keringat, pingsan pada
stroke, air susu ibu kurang, kornea mata keruh, bengkak
payudara akut, nyeri bengkak tenggorokan, halusinasi, nyeri syaraf kepala, nyeri lengan atas,
leher bahu sampai lengan kaku dan nyeri, kejang pada bayi.
 Jarum : menyudut sedalam 0,1 cun
 Teknik : mencubit dengan kuku, memujat dan mencubit
 Keistimewaan : titik Cing

Hou Xi (S.I. 3 Sungai di Belakang)


 Lokasi : saat tangan dikepalkan ada pada ujung lipat jari kelingking
 Sifat : menentramkan dan menghilangkan panas dalam
 Indikasi : sakit kepala, leher kaku, nyeri lengan dan jari-jari baal,
mata merah dan sakit, ayan, malaria, kuping berbunyi,
tuli, mimisan, urine kemerahan
 Jarum : tegak lurus sedalam 0,5 – 0,7 cun
 Teknik : mencubit dengan kuku, memutar dengan cepat
 Moksa : kerucit 1–3 buah, batang 3–7 menit
 Keistimewaan : titik Su dan tonifikasi, titik induk meridian istimewa Du

Jian Zhen (S.I. 9 Pundak Kesucian)


Lokasi : pada ujung lipat lengan atas dan bahu bagian
belakang
Indikasi : nyeri belikat dan bahu, lengan tak bisa
diangkat, radang selaput sendi bahu
Jarum : tegak lurus sedalam 0,5 – 1 cun
Teknik : menusuk-nusuk, menangkap
Moksa : kerucut 3 buah, batang 5 – 10 menit
Keistimewaan : -

126 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MERIDIAN KANDUNG KEMIH
Meridian Kandung Kemih Dimulai dari sudut mata bagian dalam, naik ke kepala bertemu
meridian Du 20 di puncak kepala. Cabang lain menuju otak dan keluar lagi menuju ke kuduk,
berjalan menuju ke tulang belikat bagian dalam. Kedua meridian kantung kemih berjalan
sejajar dan mengapit tulang punggung sampai daerah pinggang lalu masuk kedalam tubuh
berhubungan dengan ginjal kemudian ke kantung kemih. Dari pinggang bercabang menuju
daerah pinggul ke bawah sampai lipat lutut. Cabang lain meridian dari daerah kuduk timbul
dan berjalan sejajar degan cabang pertama, menjepit tulang punggung melewati daerah
pinggul terus kelipat paha dan bertemu dengan cabang pertama dilipat lutut, turun ke betis
berakhir di kelingking kaki sebelah luar.

127 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
128 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
129 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MERIDIAN GINJAL
Meridian ginjal dimulai dari telapak kaki terus melingkar di mata kaki, naik di kaki bagian
dalam sampai di pangkal paha, bercabang dua, sebuah cabangnya ke meridian luar
sedangkan cabang yang lain masuk ke tulang ekor, naik menyusuri tulang tersumbat sampai
ke ginjal, kantung kemih, hati, paru-paru dan sampai di pangkal lidah. Meridian luar
menjalar ke atas di perut di antara meridian lambung dan garis tengah badan dan berakhir
di tulang selangka

130 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Yong Quan (Ki. 1 Sumber Air Bergelembung)
 Lokasi : di tengah-tengah telapak kaki 1/3 bagian depan
 Sifat : menghilangkan panas pada ginjal, menyadarkan
pingsan atau shock, menentramkan
 Indikasi : sakit puncak kepala (ubun-ubun), pusing,
mata kabur, sakit tenggorokan, tenggorokan kering,
gangguan kencing, susah berak, telapak kaki nyeri dan
panas, setuip pada anak-anak, mimisan (bila mimisan
letakan parutan bawang pada kaki yang sealur keluarnya
darah pada hidung.
 Jarum : tegak lurus sedalam 0,3 – 0,5 cun

Tai Xi (Ki. 3 Sungai Besar)


 Lokasi : 0,5 cun belakang mata kaki sisi
dalam
 Sifat : Menguatkan Yin Ginjal,
penyakit kelamin wanita dan pria
 Indikasi : sakit tenggorokan, sakit
gigi, asma, muntaber, haid tidak
teratur, susah tidur, bocor mani,
impoten
 Jarum : Tegak lurus sedalam 0,3 cun
 Teknik : Mencubit dengan kuku, menusuk nusuk,
memutar cepat, mencubit, memijat
 Moksa : kerucut 3 buah, batang 3 –7 menit
 Keistimewaan : titik Yuan dan Su

Fu Liu (Ki. 7 Aliran/Arus Balik)


 Lokasi : 2 cun di atas titik Tai Xi (Ki.3)

131 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
 Sifat : mengatur pori-pori, mengatur fungsi
kandung kemih, menguatkan fungsi ginjal,
menghilangkan lembab dan sumbatan-sumbatan,
menyembuhkan penyakit bersifat kering,
melancarkan darah.
 Indikasi : mencret, usus bunyi, bengkak karena sakit
ginjal, radang buah pelir, edema, keringat malam,
banyak keringat, nyeri dalam pinggang dan tulang
punggung, kelumpuhan tungkai bawah, bengkak
anggota badan, atrofi dalam kaki, terkilir dan
teregang, keringat dingin terus menerus (untuk menghentikan pengeluaran keringat
berlebihan He Gu / LI. 4 ditonifikasi dan Fu Liu / Ki. 7 dilemahkan), pingsan, tidak
berkeringat (untuk perangsangan mengeluarkan keringat He Gu / LI. 4 disedasi Fu Liu
/ Ki. 7 ditonifikasi)
 Jarum : tegak lurus sedalam 0,3 – 0,5 cun
 Teknik : mencubit dengan kuku, menusuknusuk, memijat terutama dengan teknik
penguatan
 Moksa : kerucut 3–7 buah, batang 3–7 menit
 Keistimewaan : titik Cing, titik tonifikasi dan titik ini merupakan titik penenang.

Yin Gu (Ki. 10 Jurang Yin)


 Lokasi : pada ujung lipatan lutut bagian dalam.
 Sifat : menghilangkan lembab, melancarkan kencing,
menguatkan fungsi ginjal, menjernihkan penyakit panas,
 membangunkan shock
 Indikasi : impoten, hernia, pendarahan wanita, gangguan
kecing, batu ginjal, nyeri lutut bagian dalam, sesak nafas
karena oedema paru-paru.
 Jarum : tegak lurus sedalam 0.8 - 1 cun
 Teknik : mencubit, memijat, mencubit dengan kuku.
 Moksa : batang 3 – 7 menit
 Keistimewaan : titik He

132 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MERIDAN PERICARDIUM
Meridan Pericardium Dimulai dari dada, menelusuri lengan bagian dalam sampai telapak
tangan, bercabang dua, satu ke jari tengah dan yang lain ke jari manis. Di dada sebuah
cabangnya masuk ke selaput jantung dan dari jantung terus ke bawah tembus
diagfragma,, ke ruang tengah dan perut bagian bawah.

133 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Qu Ze (Pc. 3 Tangga yang Berliku

 Lokasi : di tengah lipat siku bagian dalam.


 Sifat : menghilangkan penyebab penyakit jantung,
menjernihkan panas darah, menyembuhkan kram
 Indikasi : muntah-muntah, kolera, gelisah karena
sakit panas, nyeri syaraf siku, tangan gemeteran,
ketakutan, nyeri dada, pundak, lambung dan
muntah, nyeri jantung, menggigil, tremor
(parkinsonisme)
 Jarum : tegak lurus sedalam 0,5 – 0,8 cun
 Teknik : memijat, mencubit, menekan, dan
menangkap dengan kuat
 Moksa : batang 3 – 7 menit, kerucut tidak digunakan
 Keistimewaan : titik He

Ne Guan (Pc. 6 Gerbang Bagian Dalam)


 Lokasi : 2 cun di atas pergelangan tangan bagian tengah
 Sifat : menghilangkan panas paricardium, melegakan 3
rongga, melegakan dada
 Indikasi : denyut nadi cepat, sakit lambung,muntah-
muntah, lambung kram, cekutan, susah tidur, gelisah,
kram daerah siku, perut enek, bebal anggota badan
atas, setengah lumpuh, penyakit jantung, apopleksi,
sesak dada, nyeri pergelangan tangan atau dalam daerah rusuk, penyakit kulit.
 Jarum : tegak lurus sedalam 0,5 - 0,9 cun
 Teknik : mencubit dengan kuku, memijat,
mecubit
 Moksa : batang 3–7 menit, kerucut 3–7 buah
 Keistimewaan : titik Luo dan titik induk meridian
istimewa Yin Wei

134 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MERIDIAN TIGA PEMANAS ( SAN JIAO)
Meridian Tiga Pemanas ( San Jiao) dimulai dari jari manis tangan, naik ke punggung tangan
terus mencapai bahu, tulang selangka dan bercabang dua. Sebuah cabang ke leher melewati
belakang telinga, pipi dan berakhir di ujung alis luar, sedangkan yang lainnya melintasi dada
sampai jantung, terus menembus 3 ruang badan.

135 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Wei Quan (Te. 5 Gerbang Luar)
• Lokasi : 2 cun dari pergelangan tangan bagian tengah
• Sifat : menghilangkan penyakit akibat 6 PPI,
menghilangkan panas pada organ dan Tri Pemanas,
melancarkan energi meridian
• Indikasi : sakit kepala, sakit panas, flu, tuli, telinga
berbunyi, nyeri iga, radang hati, anggota gerak susah
digerakan, sakit pergelangan tangan, tremor, tuli
mendadak akibat Se hati, hepatitis, lengan susah
digerakan, nyeri lengan bawah
• Jarum : tegak lurus sedalam 0,7 – 0,9 cun
• Moksa : batang 3 – 7 menit
• Indikasi :
• PENYAKIT MEREDIAN: kesulitan pergerakan siku dan pergelangan tangan,
nyeri pada lengan atas dan bawah, nyeri pada jari jari, nyeri hipokondria
• KEPALA: sakit kepala, mata merah dan bengkak, tinitus, mimisan, sakit gigi
• DIGESTIVE: nyeri pada perut, konstipasi, cholera, apendisitis.
• MENTAL: kejang akut
• Flu, demam dan lain lain

Da Ling (Pc. 7 Bukit Raksasa)


• Lokasi : di tengah-tengah pergelangan tangan
• Sifat : menentramkan dan
menetralisir lambung, melegakan dada,
menghilangkan lembab panas pada darah
• Indikasi : gelisah, nyeri ulu hati, muntah-
muntah, nyeri dada, nyeri siku, sakit tenggorokan, telapak tangan panas,
menyembuhkan penyakit lambung, menghilangkan penyakit angina, gila, ayan,
sariawan, tangan gemetaran, susah tidur, gelisahj, sering tertawa atau menangis
sendiri, ketiak bengkak
• Jarum : tegak lurus sedalam 0,3 – 0,5 cun

136 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MERIDIAN KANDUNG EMPEDU
Meridian Kandung Empedu dimulai dari sudut mata bagian luar, ke kepala sampai tengkuk.
Sebuah cabang dari pipi menyusup ke dalam dada dan berhubungan dengan organ dalam
kantung empedu, terus ke bawah sampai perut bagian bawah. Cabang lainnya tampak
seperti meridian luar, dari tengkuk ke bahu, ke samping badan sampai ujung tulang pinggul,
terus ke bawah menyebar di ke sisi luar pada sampai ke punggung kaki bercabang, sebuah
cabangnya ke ibu jari dan lainnya ke jari keempat kaki dan berakhir di ujung jari tersebut.

137 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
138 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
GB - 20 : Fengchi (telaga angin)
 Letak : setinggi Fengfu (GV-16), 1 Cun
dari batas rambut belakang dalam sebuah lekukan
 Cara penjaruman : menyudut sedalam 0,5 - 0,9
Cun
 Indikasi : nyeri kepala, vertigo,
nyeri dan kaku leher, conjunctivitis, nyeri
punggung, hipertensi, tinnitus, insomnia, stroke
dan influenza

GB - 21 : Jianjing (sumur di pundak)


 Letak : di tengah-tengah antara acromio-
claviculae dan vertebra cervical VII (GV-
14)
 Cara penjaruman : tegak lurus sedalam
0,5 Cun
 Indikasi : kaku leher, nyeri punggung,
kekakuan lengan dan stroke

139 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
 Keistimewaan : titik Pertemuan Meridian Kandung Empedu dengan Meridian
Lambung, Meridian Sanjiao dengan Meridian Yangwei

GB - 26 : Daimai (meridian sabuk pinggang)


 Letak : setinggi umbillicus pada
garis meridian (lateral perut III)
 Indikasi : menstruasi tidak teratur,
keputihan, nyeri pada hernia dan gangguan
dada, nyeri pinggang
 Keistimewaan : titik Pertemuan antara Meridian Kandung Empedu dan Meridian
Dai

GB - 31 : Fengshi (kota angin)


 Letak: di tengah-tengah
garis penghubung spina iliaca anterior dengan
kepala fibula (lutut)
 Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 - 1,5 Cun
 Indikasi : paralisa dan nyeri extremitas inferior, lower back
pain dan neurodermatitis

GB - 34 : Yanglingquan (muara dan bukit Yang)


 Letak : dalam sebuah lekukan anterior dan di bawah
kepala fibula 2 Cun di bawah lutut
 Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 - 1,5 Cun
 Indikasi : nyeri iga, gangguan -
kandung empedu, paralisa extremitas inferior dengan
nyeri, gangguan lutut.
 Keistimewaan : titik He / He Sea point meridian
Kandung Empedu titik Dominan Tendon

140 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
GB - 39 : Xuanzhong (lonceng gantung)
 Letak : 3 Cun di atas malleolus externus
 Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,4 - 0,5 Cun
 Indikasi : paralisis extremitas inferior, kaku leher, perasaan penuh pada dada dan
perut, nyeri iga, pinggang dan kaki.
 Keistimewaan : titik Dominan Sumsum Tulang

GB - 40 : Qiuxu (bukit reruntuhan)


 Letak : dalam lekukan anterosuperior talus, anteroinferior maleolus externus
 Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,3 - 0,5 Cun
 Indikasi : nyeri dan kaku leher, pembesaran axilla, nyeri iga, nyeri pergelangan kaki,
paralisa extremitas inferior
 Keistimewaan : titik Yuan Meridian Kandung Empedu

141 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
MERIDIAN HATI
Meridian Hati dimulai dari jempol kaki baik ke paha bagian dalam, masuk daerah kemaluan
terus ke atas mencapai hati. Di daerah ruangan tengah perut timbul sebuah cabangnya yang
menuju ke lambung, naik ke paru-paru. Cabangnya yang lain dari hati langsung ke leher,
pangkal lidah, mengitari bibir, menembus mata sampai di puncak kepala (ubun-ubun).

142 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Taichong (Liv. 3 Serangan Besar)
 Lokasi : 1 cun di atas titik Xingjian (Liv. 2)
 Sifat : menurunkan api hati melenyapkan lembab dan panas
pada ruang bawah
 Indikasi : pendarahan, mani encer, hernia, ngompol, radang
testis, sakit kepala,, mulut moncong, daerah iga sakit,
sakit punggung, hiperses, hipertensi, penyakit dada,
sisi-sisi dada dan pinggang.
 Jarum : tegak lurus sedalam 0,5 cun, awas alteri!!

143 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
 Keistimewaan : titik Su dan titik Yen
Zhong Du (Liv.-6 Ibukota Tengah)
 Lokasi : 2 cun di atas Li Gou (Liv. 5),
7 cun dari mata kaki.
 Indikasi : Haid tak teratur, orchitis
(radang buah zakar), hepatitis
dan merupakan titik nyeri tekan,
hernia, pendarahan rahim, nyeri
dan bengkak dalam lutut
 Jarum : miring ke arah medial
sedalam 0,5 – 0,8 cun
 Teknik : mencubit dengan kuku,
menggosok, dan mencubit
 Moksa : batang 3–5 menit, kerucut 3–5 buah
 Keistimewaan : titik Xi

Ququan (Liv.8 Sumber Air Yang Berliku-liku)

 Letak : pada ujung lipat lutut, di atas tendon m.semiten-


dineus dan m.semimembraneus
 Cara penjaruman : tegak lurus sedalam 0,5 - 0,8 Cun
 Indikasi : Emisi Nocturnal, Disuria, Impotensi, Gatal pada daerah
Genital, Nyeri mulut
 Keistimewaan : Titik He / He Sea point Meridian Hati , Titik Tonifikasi

144 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
TITIK AKUPUNKTUR DILUAR MERIDIAN
A. DAERAH KEPALA DAN MUKA
EX-HN1 : (SISHENCONG) (Empat kepintaran ajaib)

Letak : 1 Cun di kiri, kanan, depan, belakang dari titik Bai


Hui (Gv 20) jumlahnya 4 titik.

Cara penjaruman : miring, 1 - 2 Cun untuk anak-anak harus hati-hati


tidak boleh dalam

Indikasi : nyeri kepala, vertigo, insomnia, pelupa, enuresis,


hysteris, lumpuh, pertumbuhan otak kurang
sempurna

EX-HN2 : DANGYANG (Berhadapan Yang)

Letak : Titiknya diambil searah pupil mata ke atas, 1 Cun


di atas batas rambut dahi

Cara penjaruman : Mendatar 0,2 - 0,3 Cun. Boleh di-moxa

Indikasi : pilek, sakit kepala, hidung tersumbat, vertigo,


mata bengkak dan merah

EX-HN3 : YINTANG (Ruang dalam istana negara)

Letak : Pada batang hidung, pertengahan jarak ujung alis


mata

Cara penjaruman : miring, mendatar sedalam 0,2 - 0,3 Cun

Kontraindikasi : dilarang Moxa

Indikasi : Penyakit hidung, sakit kepala, kejang terutama


pada anak-anak

EX-HN4 : YUYAO (Punggung Ikan)

Letak : Di tengah-tengah alis

Cara penjaruman : 0,5 - 1 Cun miring

Kontraindikasi : dilarang Moxa

Indikasi : Otot mata lumpuh, mata merah bengkak, lumpuh


muka, myopia

145 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
EX-HN5 : TAIYANG (Yang Maha Agung/Matahari)

Letak : Dalam lekukan yang didapat pada


perpotongan garis perpanjangan lengkung alis
mata dan garis mendatar dari sudut mata

Cara penjaruman : 0,2 - 0,3 Cun atau dengan jarum prisma


mengeluarkan darah

Kontraindikasi : dilarang Moxa

indikasi : Sakit kepala, migraine, mata bengkak dan merah

EX-HN6 : ERJIAN (Ujung Telinga)

Letak : Di ujung telinga atas

Cara penjaruman : Tegak lurus 0,1 - 0,2 Cun di atas keluarkan darah
dengan jarum prisma

indikasi : Mata merah bengkak, sakit tenggorokan, jerawat


bisul

EX-HN7 : QIUHOU (Belakang bola mata)

Letak : Di bawah kelopak mata, bagian dalam dari ujung


mata

Cara penjaruman : Tengah lurus 1 - 1,5 Cun tidak boleh diputar atau
tusuk angkat

Kontraindikasi : dilarang Moxa

indikasi : Myopia, Strabismus, Katarak, Saraf mata lemah

EX-HN8 : SHANGYINGXIAN (Menyambut wewangian di


atas)

Letak : Di atas cuping hidung

Cara penjaruman : 0,5 - 0,6 Cun miring. Boleh Moxa

indikasi : Nyeri Kepala, Pilek, Rhinitis, Polip

EX-HN9 : NEIYINGXIANG (Menyambut wewangian di


dalam)

146 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Letak : Di dalam lubang hidung, pada teping
cuping hidung, sejajar dengan titik Yingxiang

Cara penjaruman : Penusukan dangkal dengan mengeluarkan darah

Indikasi : Sakit kepala hebat, migraine, hidung gatal, tak


dapat mencium bau

EX-HN10 : JUQUAN (Kumpulan mata air)

Letak : Di tengah lekukan lidah bagian atas lidah

Cara penjaruman : Tegak lurus 0,1 - 0,2 Cun

indikasi : lidah kaku, keluarkan darah pada titik ini


Asma, Diabetes Mellitus, Otot Lidah Baal, Kaku

EX-HN11 : HAIQUAN (Sumber air laut)

Letak : Di tengah lidah, bagian bawah lidah

Cara penjaruman : tusuk 0,2 - 0,3 Cun atau keluarkan darah dengan
jarum prisma

Indikasi : Diabetes Mellitus, Lidah Bengkak, Mual

EX-HN12 : JINJIN (Cairan Emas)

Letak : Pada sisi frenulum lidah kiri , pengambilan dengan


ujung lidah ditekuk ke atas

Cara penjaruman : Pengeluaran darah dengan jarum prisma

Indikasi : Pembengkakan rongga mulut acute (stomatitis


aphthosa), aphasia, acute Tonsilitis

EX-HN13 : YUYE (Cairan Batu Giok)

Letak : Pada sisi frenulum lidah kanan pengambilan


dengan ujung lidah ditekuk ke atas

Cara penjaruman : Pengeluaran darah dengan jarum prisma

Indikasi : Pembengkakan rongga mulut acute (stomatitis


aphthosa), aphasia, acute Tonsilitis

147 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
EX-HN14 : YIMING (Pengobatan untuk mata terang)

Letak : Di belakang lobus telinga, 1 cun posterior dari TE-


17/Yifeng

Cara penjaruman : Miring mendatar, 0.1-0.5

Indikasi : Gangguan mata – rabun senja, katarak, optik


atrofi.

EX-HN15 : Yinbailao (TBC di Leher)

Letak : 2 cun dari GV-14/Dazhui dan 1 cun lateral


posterior midline

Cara penjaruman : Tegak lurus 0.5-1 cun

Indikasi : Nyeri pada leher, asma, keringat malam hari, TBC


Kelenjar Limphe.

EX-HN16 : Anmian (Tidur Berbunyi)

Letak : Pertengahan garis datar antara GB-20/Fengchi


dan TE-17/Yifeng

Cara penjaruman : Tegak lurus 0.5-1 cun

indikasi : Insomnia

EX-HN17 : JIACHENGJIANG (Samping chengjiang / CV-24)

Letak : 1 Cun lateral kiri-kanan dari CV-24

Cara penjaruman : horizontal atau miring 0,5-1 Cun

indikasi : Bell’s Palsy, kaku otot wajah, neuralgia trigeminal,


infeksi pada jusi

EX-HN18 : BITONG

Letak : Bagian tertinggi dari lipatan nasolabial

Cara penjaruman : miring 0,3-0,5 Cun

Kontraindikasi : dilarang Moxa

indikasi : sakit kepala bagian frontal, hidung tersumbat,


polip hidung, Rhinitis, lakrimasi

148 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
B. DAERAH DADA PERUT

149 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
B. DAERAH PERUT

EX-CA 1 : ZIGONG) (Tubuh rahim)

Letak : 4 cun di bawah umbilicus, 3 Cun kiri kanan titik


Zhong Ji (CV 3)

Cara penjaruman : Tegak lurus 1 – 1.2 cun

indikasi : Regulasi menstruasi, fungsi reproduksi,


gynecologis, prolapsus uteri, menstruasi tidak
teratur, dismenorea, infertilitas

EX-CA 2 : H ui Yin Hou

Letak : Pada garis tengah pertemuan antara perineum


dan anus

Cara penjaruman : Tegak lurus, 1-1.2 cun

indikasi : Prostatitis

EX-CA 3 : Jueyuan

Letak : Tepat di atas umbilikus (CV-8/Shengque)

Cara penjaruman : Tegak lurus, 1-1.2 cun

indikasi : Diare akut

EX-CA 4 : Weishang

Letak : 4 Cun lateral kiri dan kanan dari garis median, 2


Cun di atas umbillicus
(4 cun lateral dari GV-10/Xiawan)

Cara penjaruman : Miring 2-3 Cun ke arah umbillicus atau ST-25

indikasi : Nyeri lambung, kembung ,Gastroptosis

EX-CA 5 : Tigong

Letak : Pada abdomen 4 cun di atas titik tengah dari

150 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
anterior pubis

Cara penjaruman : Tegak lurus, 1 – 1.5 cun

indikasi : Prolapsus uteri

: QIZHONGSIBIAN (4 titik di sekitar umbillicus)

Letak : Terdiri dari 4 titik, 1 Cun lateral kiri kanan, atas


dan bawah dari umbillicus

Cara penjaruman : tegak lurus 0,5-1 Cun atau dikeluarkan darah


dengan jarum prisma

indikasi : Nyeri lambung, borborygmus, diarrhea, gangguan


cerna

: SANJIAOJIU (Moxa kerucut)

Letak : membentuk segitiga sama sisi dengan pusat


umbillicus sebagai puncak segitiga. Dan setiap
titiknya terletak pada sisi horizontal di kedua
sudut, dengan lebar tiap sisi diukur dari lebar bibir
pasien

Cara penjaruman : hanya untuk terapi moxa, menggunakan 5-7 moxa


kerucut di tiap titik

indikasi : Hernia, nyeri perut bawah, nyeri di daerah


umbillicus dan infertilitas

: TITUO (Mengangkat)

Letak : 3 Cun lateral dari CV-4 pada garis mamillaria, 3


Cun di bawah umbilicus

Cara penjaruman : tegak lurus atau miring 0,5-1 Cun

indikasi : prolapsus uteri, dismenorrhea, nyeri perut,


kembung dan hernia

151 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
152 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
C. DAERAH BELAKANG TUBUH (PUNGGUNG-PINGGANG-BOKONG)

EX-B1 : DINGCHUAN) (Berhentikan Asma)

Letak : 0,5 Cun kiri kanan proc. Spinalis C 7

Cara penjaruman : tegak lurus 0,5 - 0,8 Cun boleh Moxa

indikasi : Batuk, Asma Bronchial, gangguan tulang leher,


dan urticaria

EX-B2 : JIAJI/ Huatuojiaji (Ruas Spinal)

Letak : Dari punggung sampai pinggang bawah, terdapat


17 titik, pada setiap bagian diantara processus
spinalis dari Thoracal hingga Lumbal V, 0.5 cun
lateral dari garis tengah

Cara penjaruman : Mendatar 0.5- 1 cun moxa

indikasi : Th 1-3  mengatasi gangguan ekstremitas atas


dan Paru-paru.
Th 4-7  Jantung
Th. 8-10  Hati dan Kandung Empedu
Th11-12  Limpa Lambung
L 1-2  Ginjal
L 3-5  Kandung kemih, Usus Besar, Usus Kecil,
dan Ekstremitas bawah

EX-B3 : WEI GUAN XIA SHU (Titik di bawah lambung)

Letak : 1,5 Cun di samping batas bawah proc.spinosus


vertebra Th.VIII

Cara penjaruman : miring 0,3-0,5 Cun

indikasi : diabetes, sakit perut, muntah, tenggorokan kering

EX-B4 : BIGEN (Benjolan)

Letak : 3,5 Cun dari bawah lumbal I

Cara penjaruman : 0,5 - 1 Cun lurus

indikasi : pembengkakan hati dan limpa, hernia nyeri


pinggang, batuk, mual

153 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
EX-B5 : Xiajishu

Letak : Di garis tengah daerah punggung (M. Du), di


bawah Proc. Spinalis L-3.

Cara penjaruman : Miring cranialy 0.5-1 cun

indikasi : Lumbalgia, Nyeri Abdominal enteritis,


Incontinensia Urine, Retensi Urine, Low Back pain,
disuria, enuresis, paralisis ekstremitas bawah.

EX-B6 : YAOYI) (Mata Pinggang)

Letak : 3 Cun kiri dan kanan dari midline, di bawah


Proc.spinalis Lumbal 4-5

Cara penjaruman : 0,5 – 0.8 Cun tegak lurus atau 3 Cun subcutaneus,
Moxa 3 - 7 Cuang

indikasi : Low Back Pain,lumbalgia, dysfungsi uterine


bleeding

EX-B7 : Yaoyan (Mata Pinggang)

Letak : 3,5 cun lateral dari M. Du, di bawah Proc. Spinalis


L-4.

Cara penjaruman : Miring 0.2 – 0.3 cun, boleh di moxa

indikasi : Menguatkan ginjal dan menghilangkan nyeri

EX-B8 : Shiqizhui (Tulang Vertebrata ke 17)

Letak : Di bawah Proc. Spinalis L-5 pada M.Du.

Cara penjaruman : Miring ke atas 1 – 1.5 cun

indikasi : Menguatkan ginjal dan meningkatkan sekresi


urine, retensi urine, lumboischialgia

EX-B9 : Yaoqi (Pinggang Ajaib)

154 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Letak : Pada M. Du, 2 cun diatas tulang coccygeus,
diantara 2 cornua sacralia

Cara penjaruman : Miring ke atas 1-5 – 2 cun, moxa

indikasi : Mengatasi kram dan menghilangkan vertigo,


epilepsi, dan sakit kepala.

155 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
156 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
D. ANGGOTA GERAK ATAS

EX-UE1 : Zhoujian (Ujung Siku)

Letak : Pada posisi siku ditekuk 90 derajat, pada ujung


olecranon

Cara penjaruman : 0,1 cun tegak lurus, atau subcutaneus 0.5 cun,
moxa

indikasi : Menghilangkan reak, mengurangi oedema, TBC


kel. Lymphe pada daerah leher dan ketiak, akut
apendicitis.

EX-UE2 : ERBAI) (Dua warna keputih-putihan)

Letak : 4 Cun di atas titik Da Ling (PC - 7), sebuah titik


diantara dua tendon dan sebuah lagi
ditepi luar tendon besar (kemedia), Tiap tangan
terdapat dua buah titik, seluruhnya 4 buah

Cara penjaruman : Agak miring ke atas 0.5 -1 cun

indikasi : Prolapsus Rectum, Prolapsus Anus (Hemorrhoid)

EX-UE3 : ZHONGQUAN) (Tengah-tengah sumber air)

Letak : Pada pergelangan tangan, dalam


sebuah lekukan di tengah-tengah antara titik
Yang Chi dan Yang Xi (LI-5)

Cara penjaruman : 0,2 – 0, 3 cun sedikit miring ke atas

indikasi : Menurunkan Qi dan menghilangkan nyeri, nyeri


Thorax, stomach pain, mual, muntah

EX-UE4 : Zhongkui (Tengah-tengah hantu)

Letak : Di sendi ke 2 jari tengah punggung tangan

Cara penjaruman : Tegak lurus 0,2-0,3 cun, moxa 3-7 cuang

indikasi : Nyeri gigi, muntah, epistaksis (mimisan), napsu


makan kurang, mual, vitiligo, kram oesofagus

157 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
EX-UE5 : Dagukong (Tulang Besar Kosong)

Letak : Di sendi ke dua jempol punggung jari tangan

Cara penjaruman : Hanya Moxa 3 - 5 Cuang

indikasi : Nyeri mata, Catarract, Muntah berak, mimisan

EX-UE6 : XIAOGUKONG) (Tulang Kecil Kosong)

Letak : Di sendi ke dua jari kelingking

Cara penjaruman : Hanya Moxa 3 - 5 Cuang

indikasi : Nyeri sendi tangan, nyeri mata, mata merah,


tuli, nyeri tenggorokan

EX-UE7 : Yaotongdian

Letak : 2 titik di bagian dorsal tangan, satu di proximal


angle antara tulang metacarpal ke-2 dan ke -3
dan yang lain di proximal angle antara tulang
metacarpal ke -4 dan ke-5. Masing-masing di
tengah-tengah antara dorsal wrist crease dan
persendian metacarpo-phalangeal

Cara penjaruman : Tegak lurus 0.3 – 0.5 cun

indikasi : Mengaktifkan meridian dan menghilangkan nyeri,


lumbalgia dan lumbago

EX-UE8 : WAILAOGONG) (Di luar tempat kerja)

Letak : Tepat di tengah-tengah


punggung tangan, diantara ruas metacarpal jari
manis dan tengah

Cara penjaruman : Tegak lurus atau miring 0,5 – 0,8 cun

indikasi : Mengurangi oedama, menghilangkan nyeri, acute


stiffness di leher, nyeri di bagian dorsum tangan

158 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
EX-UE9 : BAXIE (8 Roh Jahat)

Letak : Di tengah sela punggung jari tangan, kiri kanan


berjumlah 8 titik.

Cara penjaruman : Miring 0,3 - 0,5 Cun di atas keluarkan darah


boleh Moxa

indikasi : Demam, Nyeri mata, punggung tangan bengkak,


baal pada jari, luka digigit ular

EX-UE10 : SIFENG) (Empat celah sendi jari tangan

Letak : Pada tengah-tengah lipat ruas jari ke 1 dan ke 2


dari jari tangan kelingking, jari manis, tengah
dan telunjuk berjumlah 4 buah titik

Cara penjaruman : Dilakukan penusukan sampai keluar cairan jernih

indikasi : Malnutrition pada anak-anak (Kwashiorkor), batuk


sesak

EX-UE11 : SHIXUAN) (Sepuluh titik puncak jari tangan)

Letak : Pada ujung jari (puncak jari) kira-kira 0,1 Cun dari
ujung kuku. Seluruhnya ada sepuluh buah

Cara penjaruman : Penusukan berdarah dengan jarum prisma

indikasi : Pingsan dan sebagainya keadaan akut


yang memerlukan pertolongan segera

159 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
160 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
E. ANGGOTA GERAK BAWAH

EX-LE1 : KUAN GU (Tulang Pinggul)

Letak : 2 titik di atas persendian lutut, masing-masing 1.5


cun lateral/medial dari ST-34/Yanglingquan

Cara penjaruman : Tegak lurus 0.5 – 0.8 cun, moxa

Indikasi : Merelaks kan otot dan menghilangkan nyeri, sakit


kaki

EX-LE2 : HEDING (Puncak Kepala Bangau)

Letak : Pada tengah-tengah batas atas patella

Cara penjaruman : tegak lurus 0,5 - 0,8 Cun boleh Moxa

Indikasi : Nyeri lutut, tungkai tak bertenaga, lumpuh

EX-LE3 : BAI CHONG WO (Sarang Serangga)

Letak : pada sisi medial paha, 1 Cun di atas SP-10, kira-


kira 3 Cun di sudut atas patella.

Cara penjaruman : Cara penjaruman : tegak lurus 0,5-2 Cun

Indikasi : eczema, gatal-gatal pada kulit, penyakit usus

EX-LE4 : NEIXIYAN (Mata lutut bagian dalam)

Letak : Lekukan lutut lubang di sendi lutut bagian medial

Cara penjaruman : 0,5 – 1 Cun miring mengarah ke tengah sendi


lutut, moxa

Indikasi : Sendi lutut sakit, lumpuh, kaki dingin

EX-LE5 : XIYAN (Mata lubang lutut)

Letak : Dalam kedua lekukan di bawah patella

Cara penjaruman : 0,5 – 1 Cun miring mengarah ke tengah sendi


lutut, moxa

161 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
Indikasi : Rheumatik sendi lutut, tungkai bengkak nyeri
(bukan disebabkan rudapaksa)

EX-LE6 : DANNANG (Kantong Empedu)

Letak : 2 Cun di bawah titik GB-34/Yanglingquan

Cara penjaruman : 1 - 1,5 Cun, ditinggalkan lama

Indikasi : Peradangan usus buntu (Apendicitis Akuta

EX-LE7 : LAN WEI

Letak : 2 Cun di bawah titik ST-36 (Zusanli)

Cara penjaruman : tegak lurus 0,8-1,2 Cun

Indikasi : Apendisitis akut dan kronik, paralisis ekstremitas


bawah, enteritis kronik

EX-LE8 : NEIHUAJIAN (Puncak Maleolus bagian dalam)

Letak : Puncak Maleolus medialis, kiri kanan, terdapat 2


titik

Cara penjaruman : 0,5 - 1 Cun miring, Moxa 5 Cuang/Cone

Indikasi : Keseleo, sakit gigi, tonsilitis

EX-LE9 : WAIHUAIJIAN (Puncak Maleolus bagian luar)

Letak : Puncak Maleolus Lateralis, kiri dan


kanan terdapat 2 titik

Cara penjaruman : Keluarkan darah, Moxa 3 - 7 Cuang/Cone

Indikasi : Beri-beri, keseleo kaki, sakit gigi, tonsilitis

EX-LE10 : BAFENG (Delapan penjuru angin)

Letak : Terletak di tengah-tengah sela jari kaki, seluruh


nya berjumlah delapan titik

Cara penjaruman : 0,5 -0,8 cun miring mengarah ke telapak kaki

Indikasi : Mengaktifkan pembuluh darah, menghilangkan


nyeri, merah, bengkak dan sakit pada punggung
kaki dan tumit, paraetheses dan pergerakan yang
terbatas pada ektremitas bawah,

162 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
EX-LE11 : DUYIN (Yin Tunggal)

Letak : Di bawah garis jari kaki ke 2

Cara penjaruman : 0,1 - 0,2 Cun tegak lurus,moxa

Indikasi : Nyeri lambung, muntah asam, muntah-muntah,


hernia, sukar melahirkan, plasenta tidak turun

EX-LE12 : QIDUAN (Aliran Qi tidak lancar)

Letak : Di kesepuluh ujung jari kaki

Cara penjaruman : 0,1 - 0,2 Cun keluarkan darah. Dapat


dilakukan moxa 2 Cuang/Cone

Indikasi : Jari kaki baal, sakit kaki, punggung kaki merah


bengkak, beri-beri

163 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
164 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
165 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
SELESAI

166 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
167 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
168 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
169 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m
170 | h t t p : / / j a n a a h a . c o m