Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Inflammatory Bowel Disease (IBD) adalah penyakit inflamasi yang

melibatkan saluran cerna dengan penyebab pastinya sampai saat ini belum

diketahui jelas. Secara garis besar IBD terdiri dari 3 jenis, yaitu kolitis ulseratif,

penyakit Crohn, dan bila sulit membedakan kedua hal tersebut, maka dimasukkan

dalam kategori indeterminate colitis. Kolitis ulseratif ditandai dengan adanya

eksaserbasi secara intermitten dan remisinya gejala klinik.1

Etiologi pasti dari colitis ulsertif masih belum diketahui, tetapi penyakit ini

multifaktorial dan polygenic. Faktor-faktor penyebabnya termasuk faktor

lingkungan, disfungsi imun, dan predisposisi genetik. Ada beberapa sugesti bahwa

anak dengan berat badan lahir di bawah rata-rata yang lahir dari ibu dengan kolitis

ulseratif memiliki resiko lebih besar untuk terjadinya perkembangan penyakit

tersebut.1

Insiden penyakit kolitis ulseratif di Amerika Serikat kira-kira 15 per

100.000 penduduk secara respektif dan tetap konstan. Prevalensi penyakit ini

diperkirakan sebanyak 200 per 100.000 penduduk. Sementara itu, puncak kejadian

penyakit tersebut adalah antara usia 15 dan 35 tahun. Penyakit ini telah dilaporkan

terjadi pada setiap dekade kehidupan. Kolitis ulseratif terjadi tiga kali lebih sering

daripada penyakit Crohn. Kolitis ulseratif terjadi lebih ering pada orang kulit putih

daripada orang African American atau Hispanic. Kolitis ulseratif juga lebih sering

terjadi pada wanita daripada laki-laki.1