Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN PRE HEMODIALISA

I. DESKRIPSI SINGKAT
Asuhan keperawatan adalah proses pemberian pelayanan perawat kepada kliennya,
dengan harapan dapat membantu kebutuhan klien tersebut. Dengan beberapa
tahapan dari pengkajian sampai evaluasi. Pada tahap pengakajian klien akan
mengutarakan keluhan keluhannya, antara klien satu dengan yang lain belum tentu
sama. Pada klien klien yang sudah divonis untuk melakukan hemodialisa secara
regular maka untuk kali pertama pasti akan merasakan keraguan dan kecemasan
tentang tindakan.
Maka dari itu asuhan keperawatan pre hemodialisa merupakan panduan dalam
pemberian pelayanan kepada klien supaya lebih siap dan menerima dalam
menjalani tindakan hemodialisa.

II. TUJUAN PEMBELAJARAN


A. Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Setelah mengikuti materi ini, peserta pelatihan mampu menjelaskan
mengenai asuhan keperawatan pada klien sebelum menjalani hemodialisa.

B. Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)


1. Peserta pelatihan mampu menjelaskan tentang pengertian hemodialisa
2. Peserta pelatihan mampu menjelaskan tentang penyebab hemodialisa
3. Peserta pelatihan mampu menjelaskan tentang tujuan hemodialisa
4. Peserta pelatihan mampu menjelaskan tentang pengkajian pada pasien
sebelum hemodialisa
5. Peserta pelatihan mampu menjelaskan tentang diagnosa dan intervensi pada
pasien sebelum hemodialisa

III. POKOK BAHASAN DAN ATAU SUB POKOK BAHASAN


A. Pokok Bahasan
Pokok bahasan yang akan disampaikan adalah asuhan keperawatan pada pasien
pre hemodialisa

1 Modul Pelatihan Hemodialisa Bagi Perawat


RSUP Dr. Kariadi Semarang
B. Sub Pokok Bahasan
1. Pengertian hemodialisa
2. Penyebab hemodialisa
3. Tujuan hemodialisa
4. Pengkajian pada pasien pre hemodialisa
5. Diagnosa dan intervensi pada pasien pre hemodialisa

IV. BAHAN BELAJAR

Bahan belajar yang diperlukan adalah materi asuhan keperawatan pada pasien pre
hemodialisa

V. LANGKAH – LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

NO WAKTU PROSES PEMBELAJARAN


Kegiatan Pengampu Kegiatan Peserta
1 5 menit Pembukaan:
1. Salam 1. Menjawab salam
2. Penjelasan mata ajar 2. Mendengarkan dan
memperhatikan
3. Bertanya
2 30 Menit 1. Pengertian hemodialisa 1. Menganalisis
2. Penyebab hemodialisa 2. Menjawab
3. Tujuan hemodialisa 3. Mencatat.
4. Pengkajian pada pasien pre 4. Bertanya.
hemodialisa
5. Diagnosa dan intervensi pada
pasien sebelum hemodialisa

3 10 menit Penutup:
1. Menyimpulkan pertemuan 1. Memperhatikan
2. Menanyakan konsep asuhan
keperawatan pada pasien pre 2. Menjawab.
hemodialisa

2 Modul Pelatihan Hemodialisa Bagi Perawat


RSUP Dr. Kariadi Semarang
VI. URAIAN MATERI
Asuhan Keperawatan pada Pasien pre hemodialisa
1. Pengertian Hemodialisa
Dialisis merupakan suatu proses yang digunakan untuk mengeluarkan
cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika ginjal tidak mampu
melaksanakan fungsi tersebut. Pada dialisis, molekul solut berdifusi lewat
membran semipermeabel dengan cara mengalir dari sisi cairan yang lebih pekat
(konsentrasi solut lebih tinggi) ke cairan yang lebih encer (konsentrasi solut lebih
rendah). Cairan mengalir lewat membran semipermeabel dengan cara osmosis
atau ultrafiltrasi (aplikasi tekakan eksternal pada membran). Membran
semipermeabel adalah lembar tipis, berpori-pori terbuat dari selulosa atau bahan
sintetik. Ukuran pori-pori membran memungkinkan difusi zat dengan berat
molekul rendah seperti urea, kreatinin, dan asam urat berdifusi. Molekul air juga
sangat kecil dan bergerak bebas melalui membran, tetapi kebanyakan protein
plasma, bakteri, dan sel-sel darah terlalu besar untuk melewati pori-pori
membran. Perbedaan konsentrasi zat pada dua kompartemen disebut gradien
konsentrasi.
Hemodialisa merupakan suatu proses yang digunakan pada pasien dalam
keadaan sakit akut dan memerlukan terapi dialisis jangka pendek (beberapa hari
hingga beberapa minggu) atau pasien dengan penyakit ginjal stadium terminal
yang membutuhkan terapi jangka panjang atau terapi permanen. Sehelai membran
sintetik yang semipermeabel menggantikan glomerolus serta tubulus renal dan
bekerja sebagai filter bagi ginjal yang terganggu fungsinya.

2. Tujuan Hemodialisa
Menurut Havens dan Terra tujuan dari pengobatan hemodialisa antara lain :
a. Menggantikan fungsi ginjal dalam fungsi ekskresi, yaitu membuang sisa-sisa
metabolisme dalam tubuh, seperti ureum, kreatinin, dan sisa metabolisme
yang lain.
b. Menggantikan fungsi ginjal dalam mengeluarkan cairan tubuh yang
seharusnya dikeluarkan sebagai urin saat ginjal sehat.
c. Meningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita penurunan fungsi ginjal.

3 Modul Pelatihan Hemodialisa Bagi Perawat


RSUP Dr. Kariadi Semarang
d. Menggantikan fungsi ginjal sambil menunggu program pengobatan yang
lain.

3. Indikasi
a. Penyakit dalam (Medikal)
 Gagal ginjal kronik, ketika pengobatan konvensional tidak cukup
 Snake bite
 Keracunan
 Malaria dengan gangguan ginjal
 Leptospirosis
 Indikator biokimiawi yang memerlukan tindakan hemodialisa

- Peningkatan BUN > 20-30 mg%/hari


- Serum kreatinin > 2 mg%/hari
- Hiperkalemia
- Overload cairan yang parah
- Odem pulmo akut yang tidak berespon dengan terapi medis
Pada PGK:
- BUN > 200 mg%
- Creatinin > 8 mg%
- Hiperkalemia
- Asidosis metabolik yang parah
- Uremic encepalopati
- Overload cairan
- Hb: < 8 gr% – 9 gr% siap-siap tranfusi

4. Pengkajian
a. Identitas pasien
b. Keluhan pasien
c. Riwayat penyakit
d. Pemeriksaan fisik
- Kondisi umum pasien
- Pemeriksaan head to toe

4 Modul Pelatihan Hemodialisa Bagi Perawat


RSUP Dr. Kariadi Semarang
5. Diagnosa dan Intervensi Keperawatan
a. Pola nafas tidak efektif b/d oedem, paru, asidosis metabolic
Intervensi:
Manajemen Jalan Nafas (Airway Management)
- atur posisi
- monitoring pernafasan
- pantau tanda-tanda vital
- kolaborasi pemberian oksigen
b. Kurang pengetahuan ttg penyakitnya dan cara perawatan b/d kurangnya
informasi kesehatan
Intervensi:
 Kaji tingkat pengetahuan klien /keluarga dan berikan penjelasan ttg:
proses penyakit dan program pengobatan
 Libatkan keluarga dlm program pengobatan
 Diskusikan perubahan gaya hidup untuk mencegah komplikasi
c. Cemas
Intervensi :
 Identifikasi tingkat dan faktor penyebab kecemasan
 Bina hubungan saling percaya
 Bantu dan dampingi klien untuk mengungkapkan perasaan dan
masalah yang dialami
 Tunjukkan rasa empati, kehangatan, rasa aman dan nyaman pada saat
melaksanakan tindakan keperawatan.
 Instruksikan klien untuk menggunakan tehnik distraksi dan relaksasi
 Ajarkan koping konstruktif pada klien dan keluarga tentang cara
mengalihkan rasa cemas
 Kolaborasi dgn medis untuk berikan informasi faktual menyangkut
diagnosis, perawatan, prognosis penyakit dan program terapi.

5 Modul Pelatihan Hemodialisa Bagi Perawat


RSUP Dr. Kariadi Semarang
d. Kerusakan integritas kulit
Intervensi :
Managemen Tekanan (Pressure Management)
 Mobilisasi / ubah posisi tidur klien tiap 2 jam sesuai jadwal
 Libatkan keluarga dalam mobilisasi klien dan personal higiene
 Jaga kebersihan kulit dan alat tenun klien agar tetap bersih dan
kering
 Pasang kasur dekubitus / bantal angin / cincin tumit bila diperlukan
Kelancaran Akses Dialisis (Dialysis Access Maintenance)
 Monitor adanya perdarahan / infeksi pada akses hemodialisa (AV
Shunt)
Perawatan Luka (Wound Care)
 Kolaborasi dgn ahli gizi dan dgn medis untuk terapi perawatan luka

e. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d intake makanan


tidak adekuat ( mual, muntah, anoreksia)
Intervensi :
 Terapi nutrisi
1. edukasi pentingnya nutrisi
2. berikan nutrisi sesuai diet yg disarankan
 Pemantauan nutrisi
1. monitoring kalori & intake nutrisi serta fluid intake dan output
f. Kelebihan volume cairan b/d mekanisme pengaturan melemah
Intervensi:
Manajemen Cairan
 monitor intake & output dlm 24 jam
 edukasi psn & kelg ttg pembatasan intake cairan
 observasi adanya odem,asites, peningkatan BB berlebih
Monitoring Cairan
 monitoring tekanan darah
 kolaborasi pemasangan DC ( kalau perlu )

6 Modul Pelatihan Hemodialisa Bagi Perawat


RSUP Dr. Kariadi Semarang
VII. REFERENSI
1. Long, B.C. 1996.Perawatan Medikal Bedah ( Suatu Pendekatan Proses
Keperawatan ) Jilid 3
2. Smeltzer, Suzanne C dan Brenda G Bare. 2001. Buku Ajar Keperawatan Bedah
Brunner & Suddarth. Edisi 8. Jakarta: EGC.
3. McCloskey, 1996, Nursing Interventions Classification (NIC), Mosby, USA
4. Ralph & Rosenberg, 2003, Nursing Diagnoses: Definition & Classification 2005-
2006, Philadelphia USA

7 Modul Pelatihan Hemodialisa Bagi Perawat


RSUP Dr. Kariadi Semarang
VIII. LAMPIRAN

A. LEMBAR KERJA

SISTEMATIKA DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN

1. PENGKAJIAN
Tanggal Pengkajian
A. DATA DEMOGRAFI
 Biodata Pasien
 Penanggung Jawab
B. KELUHAN UTAMA
C. RIWAYAT KESEHATAN
 Riwayat Penyakit Sekarang
 Riwayat Penyakit Dahulu
 Riwayat Penyakit Keluarga
D. PEMERIKSAAN FISIK
 Keadaan Umum dan Head to Toe
E. PENGKAJIAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA
F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Jenis hasil Nilai normal Interprestasi
pemeriksaan

G. TERAPI
Jenis Dosis Rute Indikasi Kontra Efek
Terapi Indikasi SAmping

2. ANALISA DATA
Nama Pasien :
No Rekam medik :
No Data Masalah Etiologi

3. DIAGNOSA KEPERAWATAN
( tulis menurut prioritas masalah )

4. RENCANA KEPERAWATAN
Nama Pasien :
No Rekam medik :

8 Modul Pelatihan Hemodialisa Bagi Perawat


RSUP Dr. Kariadi Semarang
Tgl No. Dx Tujuan & Kriteria Rencana Tindakan
Hasil

5. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
Nama Pasien :
No Rekam medik :
Tgl No Jam Tindakan Keperawatan Respon Paraf
Dx

6. EVALUASI KEPERAWATAN
Nama Pasien :
No Rekam medik :
tgl No. Dx Jam Evaluasi Sumatif Paraf

9 Modul Pelatihan Hemodialisa Bagi Perawat


RSUP Dr. Kariadi Semarang