Anda di halaman 1dari 24

Departemen Keperawatan Gawat Darurat

Stikes Panakkukang Makassar

ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWAT DARURATAN


PADA TN. H DENGAN DIAGNOSA SINDROM NEFROTIK
DI RUANG IGD NON BEDAH RSUP DR. WAHIDIN
SUDIROHUSODO MAKASSAR

OLEH:
Jannataeni Hajar, S.Kep
17.04.044

CI LAHAN CI INSTITUSI

( ) ( )

STIKES PANAKKUKANG MAKASSAR


PROGRAM STUDI NERS
TA.2017/2018
ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWAT DARURATAN
PADA TN.H DENGAN DIAGNOSA SINDROM NEFROTIK
DI RUANG IGD NON BEDAH RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR

1. Identitas Pasien
Ruangan : IGD Non Bedah Tgl: 10-09-2018 Jam : 20.18
No. Rekam medis : 85 53 42
Nama : Tn.H
Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur/Tanggal Lahir : 23 tahun / 10-10-1996
Alamat : Tamaanroya Jeneponto
Rujukan : Rujukan dari rumah sakit Umum Lanto Dg. Pasewang Jeneponto
Diagnosa : Sindrom Nefrotik
Nama Keluarga yang bisa di hubungi : Ny. S
No hp : 085299612339
Alamat : Tamaanroya Jeneponto
Transportasi waktu datang: Ambulance Rumah Sakit
2. Tindakan Pra hospital
Keluarga klien mengatakan pasien langsung dibawa ke RS tidak ada tindakan prehospital pada
pasien.
a. Keluhan utama : Sesak nafas dan perut membesar
b. Riwayat keluhan utama : Sesak nafas dialami sejak satu minggu yang lalu sebelum
masuk RS , klien mengatakan seluruh badannya bengkak, Susah melakukan aktifitas
seperti biasanya, klien tidak pernah dirawat di RS Lanto Dg.Pasewang Jeneponto dengan
keluhan yang sama.
c. TTV
TD:154/96 mmHg P: 26 kali/menit
N: 118 kali/menit S : 36,8oc
3. Pengkajian Primer
a. Airway
Look : Tidak terdapat sumbatan jalan napas
Listen : Tidak terdapat suara nafas tambahan seperti gurgling, snoring
Feel : Ada Hembusan nafas
b. Breathing
Look : Ada pengembangan dada, simetris antar kedua lapang paru, ada penggunaan
otot bantu nafas dada
Listen : Terdengar suara nafas tambahan ronchi
Feel : Frekuensi nafas : 24x/i, tidak teratur
Diagnosa keperawatan : Ketidakefektifan pola nafas b.d hiperventilasi

Intervensi Implementasi
Tujuan Keperawatan Keperawatan Evaluasi
Setelah dilakukan (3140) Manajemen jalan (3140) Manajemen jalan S : Pasien mengatakan
tindakan napas, 16-30 menit : napas, 16-30 menit : sesak nafas
keperawatan selama 1. Monitor status 1. Memonitor status O :
1x24 jam, pasien pernafasan dan pernafasan dan 1. Frekuensi Nafas
akan menunjukkan: oksigenasi oksigenasi 24x/i
(0415) Status 2. Posisikan pasien Hasil : 2. Irama nafas :
pernapasan : untuk meringankan Frekuensi nafas : 26x/i Teratur
1. (041501) Tidak sesak nafas Irama nafas : Teratur 3. Suara nafas
ada devisiasi (3320) Terapi oksigen, Suara nafas : Ronchi tambahan ronchi
dari kisaran 15 menit atau kurang : Penggunaan otot bantu 4. Penggunaan otot
normal (16- 3. Kolaborasi nafas dada bantu nafas dada
20x/i) pemberian oksigen 2. Memposisikan pasien A : Setelah dilakukan
frekuensi untuk meringankan tindakan keperawatan
pernapasan sesak nafas 1x24 jam, pasien
2. (041502) Tidak menunjukkan :
ada devisiasi (0415) Status pernapasan :
dari kisaran Hasil : Pasien posisi 1. (041501) Ada
normal semi fowler dan merasa devisiasi dari kisaran
(reguler) irama lebih nyaman normal (16-20x/i)
penapasan (3320) Terapi oksigen, 15 frekuensi pernapasan
3. (041504) Tidak menit atau kurang : 2. (041502) Tidak ada
ada devisiasi 3. Pemberian oksigen devisiasi dari kisaran
dari kisaran Hasil : Penggunaan normal (reguler)
normal canula nasal 4L/menit irama penapasan
(vesikuler) 3. (041504) Ada
suara devisiasi dari kisaran
auskultasi normal (vesikuler)
nafas suara auskultasi nafas
4. (041510) Tidak 4. (041510) Ada
ada penggunaan otot
penggunaan bantu nafas
otot bantu nafas 5. (041514) Ada dispneu
5. (041514) Tidak P : Lanjutkan intervensi :
ada dispneu 3140) Manajemen jalan
napas, 16-30 menit :
1. Monitor status
pernafasan dan
oksigenasi
2. Posisikan pasien
untuk meringankan
sesak nafas
(3320) Terapi oksigen, 15
menit atau kurang :
3. Kolaborasi pemberian
oksigen

c. Circulation
Look : Kulit tampak pucat, terdapat edema pada ekstremitas bawah , fungsi motorik
Listen : -
Feel : Denyut nadi cepat, Nadi: 118x/menit, tekanan darah : 154/99 mmHg CRT 3 detik
Diagnosa keperawatan : Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b.d penurunan suplai
O2 dan nutrisi ke jaringan perifer
Tujuan Intervensi Implementasi Evaluasi
Keperawatan Keperawatan
Setelah (6200) Perawatan (6200) Perawatan gawat S : Pasien mengatakan
dilakukan gawat darurat, 16-30 darurat, 16-30 menit : kakinya bengkak
tindakan menit : 1. Memantau tanda- O :
keperawatan 1. Pantau tanda- tanda vital 1. Akral hangat
pasien akan tanda vital Hasil : 2. Terdapat edema di
menunjukkan: (4120) Manajemen TD : 154/96 mmHg ekstremitas bawah
(0407) Perfusi cairan, 31-45 menit : N : 118 x/i 3. TTV
jaringan 2. Berikan cairan, P : 26 x/i TD : 140/90 mmHg
perifer : dengan tepat S : 37,3oc N : 100 x/i
1. (040715) 3. Kolaborasi terapi (4120) Manajemen P : 24 x/i
Tidak ada IV cairan, 31-45 menit : S : 36,5oc
devisiasi 2. Memberikan cairan, A : Setelah dilakukan
dari dengan tepat tindakan keperawatan
kisaran Hasil : Tepasang pasien menunjukkan :
normal cairan NaCl 0,9% 20 (0407) Perfusi jaringan
(<3detik) tpm dibatasi perifer :
pengisian 3. Penatalaksanaan 1. (040715) Tidak ada
kapiler terapi IV devisiasi dari kisaran
jari Hasil : Furosemide normal (<3detik)
2. (040740) 40 mg/8 jam/oral pengisian kapiler jari :
Tidak ada 3 detik
devisiasi 2. (040740) Ada
dari devisiasi dari kisaran
kisaran normal (sistol 100-
normal 110 mmHg, diastol
(sistol 60-80 mmHg) nilai
100-110 tekanan darah
mmHg, 3. (040712) Ada edema
diastol perifer
60-80 P : Lanjutkan intervensi :
mmHg) (6200) Perawatan gawat
nilai darurat, 16-30 menit :
tekanan 1. Pantau tanda-tanda
darah vital
3. (040712) (4120) Manajemen
Tidak ada cairan, 31-45 menit :
edema 2. Berikan cairan,
perifer dengan tepat
3. Terapi IV

d. Disability
Kesadaran penuh, GCS : E:4 V:5 M:6
e. Exposure :
Tidak ada peningkatan suhu, S : 36,3oc
4. Pengkajian Sekunder Head To Toe
a. Tonus/Aktifitas
Tonus otot
5 5
4 4
Aktivitas : Aktivitas pasien dibantu
b. Kepala
Inpeksi : Bentuk kepala normosefal, wajah simetris, distribusi rambut menyebar dan
berwarna hitam, tidak ada lesi.
Palpasi : Tidak teraba massa
c. Mata
Inspeksi : Tidak ada perdarahan subkujungtiva, tidak udem
Palpasi : Tidak teraba adanya massa

d. Hidung
Inspeksi : Tidak terdapat rinorhea dan edema
Palpasi : Tidak teraba adanya massa
e. Telinga
Inpeksi : Telinga simetris kiri dan kanan, daun telinga masih lentur,
tidak ada penumpukan serumen
Palpasi : Tidak teraba massa
f. Mulut
Inspeksi : Tidak terdapat stomatitis.
g. Leher
Inspeksi : Tidak terdapat pembesaran tonsil
Palpasi : tidak terdapat lesi
h. Dada dan paru-paru
Inspeksi : Ada pengembangan dada, simetris antar kedua lapang paru, ada
penggunaan otot bantu nafas dada
Palpasi : Frekuensi nafas : 26x/i, tidak teratur
Auskultasi : Terdengar suara nafas tambahan ronchi
i. Jantung
Perkusi : Suara pekak, batas atas intekostal 3 kiri, batas kanan linea paasteral kanan,
batas kiri linea mid clavicularis kiri, batas bawah intercostals 6 kiri
Auskultasi : Bunyi jantung I dan II murni reguler, bising tidak ada.
j. Abdomen
Terjadi pembesaran abdomen, peristaltic ada : 6x/i
k. Genetalia
Tidak ada kelainan genetalia
l. Integumen
Warna kulit pucat, turgor kulit jelek, CRT 3 detik.
m. Ekstremitas
Ekstremitas atas : Simetris kiri dan kanan, jumlah jari lengkap, tidak tampak clubbing
finger, jari tangan tampak pucat, Nadi kuat.
Ekstremitas bawah : Simetris kiri dan kanan, jumlah jari lengkap.

Kekuatan otot
5 5
4 4
6 Fokus Anamnesis
A : Tidak ada alergi
M : furosemide, captopril, Spironolactone,simvastatin
P : Tidak ada
L : Tidak ada
E : Tidak ada

7 Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium : 10-09-2018
Jenis pemeriksaan Hasil Nilai rujukan Satuan
WBC 13.2 4.00-10.00 10^3/uL
RBC 4.00 4.00 – 6.00 10^6/uL
HGB 11.4 12.0 – 16.0 g/dL
HCT 32 37.0 - 48.0 %
MCV 80 80.0-97.0 fL
MCH 28 26.5 – 33.5 pg
MCHC 35 31.5 – 35.0 g/dL
PLT 553 150-400 10^3/uL
RDW-SD 37.0-54.0 fL
RDW-CV 15.5 10.0-15.0 %
PDW 7.6 10.0-18.0 fL
MPV 7.8 6.50-11.0 fL
PCT 0.150-0.500 %
%
NRBC 0.30 0.00-99.9
NEUT 64,7 52.0 – 75.0 %
LYMPH 25.0 20.0 – 40.0 %

MONO 7.9 2.0 – 8.0 %


EO 2.0 1.0 – 3.0 %
BASO 0.4 0.0 – 0.10 %

Kimia Darah
Glukosa
GDS 91 140 mg/dl

Fungsi Ginjal
Ureum 24 10-50 mg/dl
Kreatinin 1.45 L(<1.3);P(<1.1) mg/dl

Fungsi Hati
SGOT 13 <38 U/L
SGPT 8 <41 U/L
Protein Total 4.3 6.6-8.7 Gr/dl
Albumin 1.7 3.5-5.0 Gr/dl
Globulin 2.6 1.5-5 Gr/dl

URINALISA
Urinalysa
Warna Kuning Kuning muda
pH 6.5 4.5-8.0
Bj 1.015 1.005-1.035
mg/dl
Protein +++/300 Negatif
mg/dl
Glukose +++/500 Negatif
Bilirubine Negatif Negatif
mg/dl
Urobilinogen Normal Normal
mg/dl
Keton Negatif Negatif
mg/dl
Nitrit Negatif Negatif
RBC/uI
Blood ++/80 Negatif
WBC/uI
Lekosit Negatif Negatif
mg/dl
Vit.C 0 Negatif
Ipb
Sedimen Lekosit 3 <5
Ipb
Sedimen Eritrosit 30 <5
Ipk
Sedimen Torak 2
Ipk
Sedimen Kristal 0
Ipk
Sedimen Epitel Sel 20
uI
Sedimen Lain-lain -

Pemeriksaan foto thoraks


Klinis : Suspek Edema Paru
Uraian kesan pemeriksaan:
 Tanda-tanda bendungan
 Efusi pleura bilateral
Pemeriksaan USG Abdomen + Bawah (Whole Abdomen)
Klinis : Sindrom Nefritik
Uraian kesan pemeriksaan:
 Ascites
 Efusi pleura bilateral

8 Terapi Medical : Obat-obatan


 Oksigen (O2 4ltr)
 Furosemide 40 mg/8 jam/Oral
 Captopril 12,5 mg/12 jam/oral
ANALISA DATA

DATA MASALAH
Data Subjektif : Ketidakefektifan pola nafas
 Pasien mengatakan sesak nafas Hal : 243
Data Objektif : Domain 4 : Aktivitas/Istirahat
 Klien Nampak sesak Kelas 4 : Respons Kardiovaskular /
 Frekuensi Nafas 24x/i Pulmonal
 Irama nafas : Teratur Kode Dx : 00032
 Suara nafas tambahan ronchi Faktor yang berhubungan : Hiperventilasi
 Penggunaan otot bantu nafas Dada
 Klien Nampak lelah
Data Subjektif : Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer
 Pasien mengatakan kakinya bengkak Hal : 253
Data Objektif : Domain 4 : Aktivitas / Istirahat
 Akral hangat Kelas 4 : Respons Kardiovaskular /
 Terdapat edema di ekstremitas bawah Pulmonal
 Ureum : 24 mg/dl Kode Dx : 00204
 Kreatinin : 1.45 mg/dl Faktor yang berhubungan : Hipertensi
 Nampak pucat
 TTV
TD : 1540/96 mmHg
N : 188 x/i
P : 24 x/i
S : 36,8oc

Data Subjektif :
 Pasien mengatakan kakinya bengkak Intoleransi aktivitas
Data Objektif : Hal : 241
 Akral hangat Domain 4 : Aktivitas / Istirahat
 Terdapat edema di ekstremitas bawah
 TTV Kelas 4 : Respons Kardiovaskular /
TD : 1540/96 mmHg Pulmonal
N : 188 x/i Kode Dx : 00092
P : 24 x/i Faktor yang berhubungan :
S : 36,8oc Ketidakseimbangan antara suplai dan
kebutuhan oksigen
Diagnosa Keperawatan

1. Ketidakefektifan pola nafas b.d hiperventilasi


Hal : 243
Domain 4 : Aktivitas/Istirahat
Kelas 4 : Respons Kardiovaskular / Pulmonal
Kode Dx : 00032

2. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b.d Hipertensi


Hal : 253
Domain 4 : Aktivitas / Istirahat
Kelas 4 : Respons Kardiovaskular / Pulmonal
Kode Dx : 00204

3. Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen


Hal : 241
Domain 4 : Aktivitas / Istirahat
Kelas 4 : Respons Kardiovaskular / Pulmonal
Kode Dx : 00092
INTERVENSI KEPERAWATAN

No. Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Keperawatan

1. Ketidakefektifan pola Setelah dilakukan tindakan keperawatan, pasien (3140) Manajemen jalan napas, 16-30 menit :
nafas berhubungan akan menunjukkan: (0415) Status pernapasan : 1. Monitor status pernafasan dan oksigenasi
dengan Hiperventilasi 1. (041501) Tidak ada devisiasi dari kisaran 2. Posisikan pasien untuk meringankan sesak nafas
normal (16-20x/i) frekuensi pernapasan (3320) Terapi oksigen, 15 menit atau kurang :
Ditandai dengan : 2. (041502) Tidak ada devisiasi dari kisaran 3. Kolaborasi pemberian Oksigen
normal (reguler) irama penapasan
Data Subjektif : 3. (041504) Tidak ada devisiasi dari kisaran
 Pasien mengatakan normal (vesikuler) suara auskultasi nafas
sesak nafas 4. (041510) Tidak ada penggunaan otot bantu
Data Objektif : nafas
 Klien Nampak sesak 5. (041514) Tidak ada dispneu
 Frekuensi Nafas
24x/i
 Irama nafas : Teratur
 Suara nafas
tambahan ronchi
 Penggunaan otot
bantu nafas Dada
 Klien Nampak lelah
2 Ketidakefektifan perfusi Setelah dilakukan tindakan keperawatan pasien (6200) Perawatan gawat darurat, 16-30 menit :
jaringan perifer b.d akan menunjukkan: (0407) Perfusi jaringan 1. Pantau tanda-tanda vital
Hipertensi perifer : (4120) Manajemen cairan, 31-45 menit :
1. (040715) Tidak ada devisiasi dari kisaran 2. Berikan cairan, dengan tepat
Ditandai dengan : normal (<3detik) pengisian kapiler jari 3. Kolaborasi terapi obat
Data Subjektif : 2. (040740) Tidak ada devisiasi dari kisaran
 Pasien mengatakan normal (sistol 100-110 mmHg, diastol 60-80
kakinya bengkak mmHg) nilai tekanan darah
Data Objektif : 3. (040712) Tidak ada edema perifer
 Akral hangat
 Terdapat edema di
ekstremitas bawah
 Ureum : 24 mg/dl
 Kreatinin : 1.45
mg/dl
 Nampak pucat
 TTV
TD : 1540/96
mmHg
N : 188 x/i
P : 24 x/i
S : 36,8oc

3 Intoleransi aktivitas Setelah dilakukan tindakan keperawatan pasien (0180) Manajemen Energi, 16-30 menit :
berhubungan dengan akan menunjukkan: (1632) Perilaku patuh : 1. Tentukan jenis dan banyaknya aktivitas yang
Ketidakseimbangan Aktivitas yang disarankan : dibutuhkan untuk menjaga ketahana
antara suplai dan 1. (163207) Secara konsisten menggunakan 2. Anjurkan aktivitas fisik sesuai kemampuan
kebutuhan oksigen strategi untuk meningkatkan keamanan 3. Evaluasi secara bertahap level aktivitas pasien
Diitandai dengan : 2. (163216) Secara konsisten mengidentifikasi
Data Subjektif : gejala yang perlu dilaporkan
 Pasien mengatakan 3. (163204) Secara konsisten bersama
kakinya bengkak profesional kesehatan menetapkan tujuan
Data Objektif : aktivitas jangka pendek yang bisa dicapai
 Akral hangat
 Terdapat edema di
ekstremitas bawah
 TTV
TD : 1540/96
mmHg
N : 188 x/i
P : 24 x/i
S : 36,8oc
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

Diagnosa Hari/Tgl Implementasi Hari/Tgl Evaluasi


Jam Jam
Ketidakefektifan pola Senin (3140) Manajemen jalan napas, 16-30 Kamis Senin 10-9-2018 Pkl. 21.00 Wita
nafas 10-09-2018 menit : 30-08-2018 S : Pasien mengatakan sesak nafas
Hal : 243 20.25 Wita 1. Memonitor status pernafasan dan 10:00 Wita O:
Domain 4 : oksigenasi 1. Frekuensi Nafas 24x/i
Aktivitas/Istirahat Hasil : 2. Irama nafas : Teratur
Kelas 4 : Respons Frekuensi nafas : 24x/i 3. Suara nafas tambahan ronchi
Kardiovaskular / Irama nafas : Teratur 4. Penggunaan otot bantu nafas dada
Pulmonal Suara nafas : Ronchi A : Setelah dilakukan tindakan
Kode Dx : 00032 Penggunaan otot bantu nafas dada keperawatan, pasien menunjukkan :
Faktor yang 2. Memposisikan pasien untuk (0415) Status pernapasan :
berhubungan : meringankan sesak nafas 1. (041501) Ada devisiasi dari kisaran
Hiperventilasi Hasil : Pasien posisi semi fowler dan normal (16-20x/i) frekuensi
klien merasa nyaman pernapasan
(3320) Terapi oksigen, 15 menit atau 2. (041502) Tidak ada devisiasi dari
kurang : kisaran normal (reguler) irama
3. Pemberian oksigen penapasan
Hasil : Penggunaan kanula nasal 3. (041504) Ada devisiasi dari kisaran
4L/menit normal (vesikuler) suara auskultasi
nafas
4. (041510) Ada penggunaan otot bantu
nafas
5. (041514) Ada dispneu
P : Lanjutkan intervensi :
3140) Manajemen jalan napas, 16-30
menit:
1. Monitor status pernafasan dan
oksigenasi
2. Posisikan pasien untuk meringankan
sesak nafas
(3320) Terapi oksigen, 15 menit atau
kurang :
3. Kolaborasi pemberian oksigen
Ketidakefektifan Senin (6200) Perawatan gawat darurat, 16-30 Kamis Senin 10-9-2018 Pkl. 20.55 Wita
perfusi jaringan perifer 10-10-2018 menit : 30-08-2018 S : Pasien mengatakan tangan dan kakinya
Hal : 253 20.30 wita 1. Memantau tanda-tanda vital 12.00 wita bengkak
Domain 4 : Aktivitas / Hasil : O:
Istirahat TD : 150/90 mmHg 1. Akral hangat
Kelas 4 : Respons N : 100 x/i 2. Terdapat edema di ekstremitas
Kardiovaskular / P : 24 x/i 3. TTV
Pulmonal S : 36,5oc TD : 150/90 mmHg
Kode Dx : 00204 (4120) Manajemen cairan, 31-45 menit : N : 99 x/i
2. Memberikan cairan, dengan tepat P : 22 x/i
Hasil : cairan NaCl 0,9% 20 tpm S : 36,5oc
dibatasi A : Setelah dilakukan tindakan keperawatan
3. Penatalaksanaan terapi obat pasien menunjukkan :
Hasil : Furosemide 40 mg/8 jam/Oral (0407) Perfusi jaringan perifer :
1. (040715) Tidak ada devisiasi dari
kisaran normal (<3detik) pengisian
kapiler jari : 3 detik
2. (040740) Ada devisiasi dari kisaran
normal (sistol 100-110 mmHg, diastol
60-80 mmHg) nilai tekanan darah
3. (040712) Ada edema perifer
P : Lanjutkan intervensi :
(6200) Perawatan gawat darurat, 16-30
menit :
1. Pantau tanda-tanda vital
(4120) Manajemen cairan, 31-45 menit :
2. Berikan cairan, dengan tepat
3. Terapi obat
Intoleransi aktivitas Senin (0180) Manajemen Energi, 16-30 menit : Kamis Senin 10-9-2018 Pkl. 21.00 Wita
Hal : 241 10-9-2018 1. Menentukan jenis dan banyaknya 30-08-2018 S : Pasien mengatakan mudah lelah
Domain 4 : Aktivitas / 20.40 Wita aktivitas yang dibutuhkan untuk 13.00 Wita O:
Istirahat menjaga ketahanan 1. Kekuatan otot
Kelas 4 : Respons Hasil : Aktivitas pasien masih sebatas 5 5
Kardiovaskular / tempat tidur 4 4
Pulmonal 2. Menganjurkan aktivitas fisik sesuai 2. Ketergantungan sedang : Mandi
Kode Dx : 00092 kemampuan dan berpakaian
Faktor yang Hasil : Kekuatan otot A : Setelah dilakukan tindakan keperawatan
berhubungan : 5 5 pasien menunjukkan :
Ketidakseimbangan 4 4 (1632) Perilaku patuh : Aktivitas yang
antara suplai dan 3. Mengevaluasi secara bertahap level disarankan :
kebutuhan oksigen aktivitas pasien 1. (163207) Secara konsisten
Hasil : Ketergantungan sedang menggunakan strategi untuk
meningkatkan keamanan
2. (163216) Secara konsisten
mengidentifikasi gejala yang perlu
dilaporkan
3. (163204) Secara konsisten bersama
profesional kesehatan menetapkan
tujuan aktivitas jangka pendek yang
bisa dicapai
P : Lanjutkan intervensi :
(0180) Manajemen Energi, 16-30 menit :
1. Tentukan jenis dan banyaknya aktivitas
yang dibutuhkan untuk menjaga
ketahana
2. Anjurkan aktivitas fisik sesuai
kemampuan
3. Evaluasi secara bertahap level aktivitas
pasien.