Anda di halaman 1dari 17

PELATIHAN SITE INSPECTOR OF BRIDGE

PEKERJAANLAPANGAN PEKERJAAN JEMBATAN)


(INSPEKTUR

MODUL
SIB – 09 : PEKERJAAN BANGUNAN
PELENGKAP DAN
PERLENGKAPAN JALAN

2006

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM


BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA
PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN
KONSTRUKSI (PUSBIN-KPK)

MyDoc/Pusbin-KPK/Draft1
Modul SIB-09 : Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jembatan

KATA PENGANTAR

Dalam rangka menunjang fungsi Jembatan baik berkaitan dengan keamanan konstruksi,
maupun berkaitan dengan keamanan dan keselamatan pengguna Jembatan, maka
Jembatan harus dilengkapi dengan bangunan pelengkap dan perlengkapan Jembatan
dan merupakan satu kesatuan dari konstruksi Jembatan secara keseluruhan.
Bangunan pelengkap Jembatan merupakan bangunan yang dibuat dalam rangka
pengamanan konstruksi Jembatan dari pengaruh dan kondisi alam sekitarnya terutama
air. Sedangkan perlengkapan Jembatan berkaitan dengan lalu lintas baik secara langsung
maupun tidak langsung.
Pengetahuan mengenai pekerjaan Bangunan Pelengkap dan Perlengkapan Jembatan
merupakan salah satu pengetahuan yang harus dipahami oleh para pengawas pekerjaan
konstruksi guna menunjang pelaksanaan tugas pengawasan pekerjaan Jembatan.
Penulisan dan penyusunan modul ini didasarkan pada semua ketentuan berkaitan
dengan konstruksi Jembatan maupun pengaturan mengenai lalu lintas yang berlaku
dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga.
Penulis menyadari bahwa modul ini masih jauh dari sempurna, oleh karenanya untuk
kesempurnaan modul ini kami sangat mengharapkan masukan yang besifat kritik
membangun dan tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
mendukung penulisan modul ini.
Harapan kami semoga modul ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang
membutuhkannya.

Pelatihan Site Inspector of Bridge (SIB) -i-


Modul SIB-09 : Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jembatan

Pelatihan Site Inspector of Bridge (SIB) -ii-


Modul SIB-09 : Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jembatan

LEMBAR TUJUAN

JUDUL PELATIHAN : Pelatihan Inspektor Lapangan Pekerjaan


Jembatan (Site Inspector of Bridge)

MODEL PELATIHAN : Lokakarya terstruktur

TUJUAN UMUM PELATIHAN :


Setelah modul ini dipelajari, peserta mampu melaksanakan pengawasan dan perlaporan
pekerjaan konstruksi jembatan untuk memastikan kesesuaian dengan rencana, metode
kerja dan dokumen kontrak.

TUJUAN KHUSUS PELATIHAN :


Pada akhir pelatihan ini peserta diharapkan mampu:
1. Mengawasi pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
2. Membaca Data Geoteknik
3. Mengawasi penggunaan Bahan Jembatan
4. Membaca Gambar
5. Mengawasi penggunaan Alat-alat Berat
6. Mengawasi pelaksanaan Pengukuran dan Pematokan
7. Mengawasi pelaksanaan Pekerjaan Tanah
8. Mengawasi pelaksanaan Pekerjaan Beton
9. Mengawasi pelaksanaan Pekerjaan Bangunan Pelengkap dan Perlengkapan
Jembatan
10. Mengawasi pelaksanaan Pemeliharaan Jalan Darurat dan Pengaturan Lalu
Lintas
11. Mengawasi pelaksanaan Metode Kerja Pelaksanaan Pekerjaan Jembatan
12. Membuat Laporan Pengawasan Pekerjaan

Pelatihan Site Inspector of Bridge (SIB) -iii-


Modul SIB-09 : Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jembatan

NOMOR DAN JUDUL MODUL : SIB – 09 PEKERJAAN BANGUNAN


PELENGKAP DAN PERLENGKAPAN
JEMBATAN

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah modul ini dipelajari, peserta mampu mengawasi pekerjaan bangunan pelengkap
dan perlengkapan Jembatan sehingga dihasilkan mutu bangunan pelengkap dan
perlengkapan Jembatan sesuai dengan spesifikasi teknik yang ditetapkan dalam
dokumen kontrak.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)

Pada akhir pembelajaran modul ini peserta mampu :

1. Menjelaskan fungsi dan jenis bangunan pelengkap dan perlengkapan Jembatan.


2. Menjelaskan perlengkapan Jembatan standar
3. Menjelaskan konstruksi bangunan pelengkap dan perlengkapan Jembatan
4. Mengawasi pelaksanaan metode pelaksanaan konstruksi bangunan pelengkap dan
perlengkapan Jembatan.

Pelatihan Site Inspector of Bridge (SIB) -iv-


Modul SIB-09 : Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jembatan

DAFTAR ISI
Halaman

KATA PENGANTAR i
LEMBAR TUJUAN ii
DAFTAR ISI iv
DESKRIPSI SINGKAT PENGEMBANGAN MODUL
PELATIHAN INSPEKTOR LAPANGAN
PEKERJAAN JEMBATAN (Site Inspector of
Bridge) v
DAFTAR MODUL vi
PANDUAN INSTRUKTUR vii

BAB I JENIS DAN FUNGSI BANGUNAN PELENGKAP DAN


PERLENGKAPAN JEMBATAN I–1
1.1. Pengertian I–1
1.2. Bangunan Pelengkap Jembatan I–1
1.3. Perlengkapan Jembatan I–5

BAB II PERLENGKAPAN JEMBATAN STANDAR II – 1


2.1. Pengelompokan Jembatan Menurut Fungsi Jembatan,
Sistem Jembatan Kelas Jembatan II – 1
2.2. Pengelompokan Jembatan Menurut Kelas Jembatan II – 4
2.3. Jenis Bangunan Pelengkap Jembatan Dan II – 5
Perlengkapan Jembatan

BAB III KONSTRUKSI BANGUNAN PELENGKAP JEMBATAN DAN


III – 1
PERLENGKAPAN JEMBATAN
3.1. Konstruksi Bangunan Pelengkap III – 1
III – 15
3.2. Konstruksi Perlengkapan Jembatan

BAB IV METODE PELAKSANAAN IV – 1


4.1. Pelaksanaan Pekerjaan Bangunan Pelengkap Jembatan IV – 1
4.2. Pelaksanaan Pekerjaan Perlengkapan Jembatan IV – 2

RANGKUMAN

DAFTAR PUSTAKA

HAND OUT

Pelatihan Site Inspector of Bridge (SIB) -v-


Modul SIB-09 : Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jembatan

DESKRIPSI SINGKAT PENGEMBANGAN MODUL


PELATIHAN INSPEKTOR LAPANGAN PEKERJAAN
JEMBATAN (Site Inspector of Bridge)

1. Kompetensi kerja yang disyaratkan untuk jabatan kerja Inspektor


Lapangan Pekerjaan Jembatan (Site Inspector of Bridge) dibakukan
dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang
didalamnya telah ditetapkan unit-unit kerja sehingga dalam Pelatihan
Inspektor Lapangan Pekerjaan Jembatan (Site Inspector of Bridge)
unit-unit tersebut menjadi Tujuan Khusus Pelatihan.
2. Standar Latihan Kerja (SLK) disusun berdasarkan analisis dari masing-masing
Unit Kompetensi, Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja yang
menghasilkan kebutuhan pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku dari
setiap Elemen Kompetensi yang dituangkan dalam bentuk suatu susunan
kurikulum dan silabus pelatihan yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan
kompetensi tersebut.
3. Untuk mendukung tercapainya tujuan khusus pelatihan tersebut, maka
berdasarkan Kurikulum dan Silabus yang ditetapkan dalam SLK, disusun
seperangkat modul pelatihan (seperti tercantum dalam Daftar Modul) yang
harus menjadi bahan pengajaran dalam pelatihan Inspektor Lapangan
Pekerjaan Jembatan (Site Inspector of Bridge).

Pelatihan Site Inspector of Bridge (SIB) -vi-


Modul SIB-09 : Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jembatan

DAFTAR MODUL

Inspektur Lapangan Pekerjaan Jembatan


Jabatan Kerja :
Site Inspector of Bridge (SIB)
Nomor
Kode Judul Modul
Modul
1 SIB – 01 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

2 SIB – 02 Membaca Data Geoteknik

3 SIB – 03 Bahan Jembatan

4 SIB – 04 Membaca Gambar

5 SIB – 05 Alat Berat

6 SIB – 06 Pengukuran dan Pematokan

7 SIB – 07 Pekerjaan Tanah

8 SIB – 08 Pekerjaan Beton


Pekerjaan Bangunan Pelengkap dan
9 SIB – 09
Perlengkapan Jembatan
Pemeliharaan Jembatan Darurat dan Pengaturan Lalu
10 SIB – 10
Lintas

11 SIB – 11 Metode Kerja Pelaksanaan Pekerjaan Jembatan

12 SIB – 12 Teknik Pelaporan

Pelatihan Site Inspector of Bridge (SIB) -vii-


Modul SIB-09 : Pekerjaan Bangunan Pelengkap dan Perlengkapan Jembatan

PANDUAN INSTRUKTUR

A. BATASAN

NAMA PELATIHAN : Pelatihan Inspektor Lapangan Pekerjaan


Jembatan (Site Inspector of Bridge)

KODE MODUL : SIB-09

JUDUL MODUL : PEKERJAAN BANGUNAN PELENGKAP DAN


PERLENGKAPAN JEMBATAN

DESKRIPSI : Modul ini menguraikan fungsi dan jenis bangunan


pelengkap dan perlengkapan Jembatan,
perlengkapan Jembatan standar, konstruksi
bangunan pelengkap dan perlengkapan Jembatan,
dan metode pelaksanaan konstruksi bangunan
pelengkapa dan perlengkapan Jembatan.

TEMPAT KEGIATAN : Ruangan Kelas lengkap dengan fasilitasnya.

WAKTU PEMBELAJARAN : 2 (Dua) Jam Pelajaran (JP) (1 JP = 45 Menit)

Pelatihan Site Inspector of Bridge (SIB) viii


Modul SIB-09 : Pekerjaan Bangunan Pelengkap dan Perlengkapan Jembatan

B. RENCANA PEMBELAJARAN

METODE/TEKNIK ALAT
WAKTU POKOK BAHASAN MATERI/ISI PELAJARAN
PEMBELAJARAN BANTU
5 menit 1. Tujuan instruksional dan pendahuluan 1. Tujuan instruksional umum(TIU) dan Tujuan Penjelasan dan diskusi Modul
instruksiona khusus (TIK) Paparan
(Power
Point)
15 menit 2. Jenis dan fungsi bangunan pelengkap dan 1. Pengertian Penjelasan dan diskusi Modul
perlengkapan Jembatan 2. Bangunan pelengkap Jembatan Paparan
3. Perlengkapan Jembatan (Power
Point)
15 menit 3. Perlengkapan Jembatan standar 1. Pengelompokan Jembatan menurut fungsi Penjelasan dan diskusi Modul
Jembatan, sistem Jembatan kelas Paparan
Jembatan (Power
2. Pengelompokan Jembatan menurut kelas Point)
Jembatan
3. Jenis bangunan pelengkap Jembatan dan
perlengkapan Jembatan
30 menit 4. Konstruksi bangunan pelengkap Jembatan dan 1. Konstruksi bangunan pelengkap Penjelasan dan diskusi Modul
perlengkapan Jembatan 2. Konstruksi perlengkapan Jembatan Paparan
(Power
Point)
25 menit 5. Metode pelaksanaan 1. Pelaksanaan pekerjaan bangunan Penjelasan dan diskusi Modul
pelengkap Jembatan Paparan
2. Pelaksanaan pekerjaan perlengkapan (Power
Jembatan Point)

Pelatihan Site Inspector of Bridge (SIB) ix ix-


-
Modul SIB-09: Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jalan Bab IV : Metode Pelaksanaan

BAB IV
METODE PELAKSANAAN

4.1. PELAKSANAAN PEKERJAAN BANGUNAN PELENGKAP


JALAN

1. Saluran Air
a. Pelaksanaan :
 Pekerjaan ini harus mencakup pengadaan, pengangkutan, pemasangan dan
pemadatan material urugan porous yang diperlukan untuk landasan saluan
beton atau pipa atau untuk drainase bawah permukaan atau untuk mencegah
gerusan tanah halus oleh rembesan air bawah tanah.
Pekerjaan ini juga mencakup pengadaan dan pemasangan pipa porous
(berlubang) dan anyaman filter bila material ini diperlukan.
 Material tersebut diatas digunakan pada bagian belakang dari tembok
jembatan, tembok sayap, tembok penahan tanah, pasangan batu kosong dan
bronjong batu, serta pada pembangunan drainase bawah tanah perkerasan,
saluran beton, gorong-gorong, selimut pasir dan drainase vertikal untuk
pekerjaan stabilisasi, kantong lubang sulingan, kantong saringan dasar dan
pekerjaan lain yang serupa sesuai dengan spesifikasi.

b. Toleransi dan Dimensi


1) Profil akhir timbunan berbutir untuk drainase porous tidak boleh bervariasi dari
profil yang disetujui atau disyaratkan lebih dari 2 cm.
2) Permukaan akhir dan kelandaian untuk bahan landasan pipa dan saluran
beton tidak boleh bervariasi dari yang disetujui atau ditentukan lebih 1 cm.
3) Toleransi dimensi untuk bentuk, diameter, panjang dan tebal dinding dari pipa
porous harus seperti yang ditentukan dalam AASTHO M 179. Kerenggangan
maksimum antara kedua ujung pipa porous pada waktu dipasang harus 5 mm.
4) Kemiringan lereng minimum dalam saluran yang dibangun menggunakan pipa
porous harus 1: 1000.
5) Permukaan pondasi untuk urugan porous yang digunakan dalam selimut
drainase haruslah rata, dan teratur dengan kemiringan lereng yang menerus
untuk mencegah genangan.
Lereng minimum adalah : 1:200

Pelatihan Site Inspector of Bridges (SIB) IV - 1


Modul SIB-09: Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jalan Bab IV : Metode Pelaksanaan

2. Turap
a. Pasangan batu kosong dan bronjong
Pekerjaan harus mencakup pengadaan bronjong kawat diisi batu (gabion) atau
pasangan batu kosong pada landasan yang disetujui sesuai dengan perincian
yang ditunjukkan pada gambar.
b. Toleransi
Pasangan batu dengan mortar. Pasangan dengan mortar dapat digunaan
untuk turap maupun tembok penahan tanah. Tabel minimum dari pasangan
batu haruslah 10 cm.

3. Jembatan
Untuk pelaksanaan jembatan secara rinci diuraikan dan dibahas tersendiri dalam
modul yang lain yakni pekerjaan jembatan.

4.2. PELAKSANAAN PEKERJAAN PERLENGKAPAN JALAN

1. Marka Jalan
a. Penyiapan Permukaan
Sebelum marka-marka jalan dipasang atau pelapisan cat dilaksanakan,
permukaan perkerasan yang akan dicat harus bersih, kering dan bebas dari
bekas-bekas gemuk dan debu.
Cat lama atau marka termoplastis yang akan menghalangi pelekatan yang
memadai terhadap pelapisan yang baru harus dibuang dengan semprotan pasir.
b. Pelaksanaan Marka Jalan
 Semua pemakaian cat secara dingin harus diaduk di lapangan menuntut
ketentuan pabrik pembuat sesaat sebelum dipakai agar menjaga bahan
pewarna tercampur merata didalam suspensi.
 Cat tidak boleh dipasang pada permukaan yang dilapis kurang dari 3 bulan
setelah pemberian lapisan lebur atas atau pelapisan latason.
 Ukuran yang tepat dan kedudukan semua marka jalan harus ditempatkan dan
diberi tanda pada perkerasan sebelum cat dipakai.
 Cat jalan harus dipakai untuk sumbu jalan, garis pemish jalur, garis batas
perkerasan dan garis-garis zebra cross dengan memakai alat mesin mekanis
yang disetujui, bergerak mesin sendiri, jenis penyemprot otomatis dengan
pengaduk mekanis.

Pelatihan Site Inspector of Bridges (SIB) IV - 2


Modul SIB-09: Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jalan Bab IV : Metode Pelaksanaan

Bilamana pengecatan dengan mesin tidak memungkinkan Direksi Teknik dapat


membolehkan marka jalan dibuat dengan kwas tangan, disemprot, atau
dicetak sesuai dengan bentuk konfigurasi dan jenis cat yang disetujui.
 Kristal gelas harus diberikan pada permukaan cat jalan segera setelah cat
tersebut dioleskan. Semua kristal gelas harus dipasang dengan tekanan atau
dengan takaran semprotan 450 gm/m2.
 Semua marka jalan harus dilindungi dari lalu lintas hingga marka-marka
tersebut cukup kering dengan demikian tidak ada yang terkelupas/ adanya
jejak roda.

2. Rambu Jalan
 Pemakaian cat untuk rambu jalan harus digunakan sesuai umur kemasan untuk
menjamin bahwa hanya produk yang masih segar digunakan dalam batas waktu
yang diisyaratkan oleh pabrik pembuat.
 Plat Rambu Jalan
o Dari bahan logam campuran aluminium. Lembar plat, logam campuran keras
5052-H 34 yang memenuhi ASTM B 221, dan mempunyai ketebalan minimum
2 mm, harus bebas gemuk, digravir, dinetralisir dan diproses terlebih dahulu
sebelum digunakan.
o Dari bahan logam campuran alumunium berbentuk potongan-potongan
dengan No. 6063-T-6 sesuai persyaratan ASTM B 221. Penguat plat rambu
lalu lintas harus dilaksanakan bila ukurannya melebihi 1,00 meter.
 Patok Rambu
Dari pipa baja digalvanisir secara panas, sesuai persyaratan ASTM A 120 dengan
diameter dalam minimum 40 mm. Bahan yang sama dipakai juga untuk pelengkap
penutup tiang rambu. Semua bagian akhir yang terbuka harus ditutup untuk
mencegah masuknya air.
 Perangkat keras, sekrup, mur, baut dan cincin
Dari bahan alumunium atau baja tahan karat berkualitas tinggi untuk tiang rambu
dan rel pengaman yang digalvanisir.
 Beton.
Beton harus dari kelas II/K 175

3. Patok Pengarah
 Jumlah jenis dan lokasi pengarah harus menurut petunjuk Direksi Teknik.
 Patok pengarah bahannya dari schotlite yang memenuhi persyaratan lainnya yang
telah disetujui yaitu dari bahan warna yang dapat memantulkan cahaya.

Pelatihan Site Inspector of Bridges (SIB) IV - 3


Modul SIB-09: Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jalan Bab IV : Metode Pelaksanaan

4. Patok Kilometer
 Semua patok harus dipasang secara tepat pada lokasi dari ketinggian dengan
cara yang menjamin kuat pada tempatnya, terutama sewaktu mengeraskan
adukan beton.
 Jumlah, jenis dan lokasi patok kilometer harus menurut petunjuk Direksi Teknik.

5. Rel Pengaman (Guard Rail)


Bahan harus dari baja dengan ketebalan tak kurang 12 „gauge“ dan sifatnya harus :
 Perpanjangan harus tidak boleh kurang dari 12 persen, apabila diadakan
pengujian tarik pada suatu baut dengan panjang kira-kira 2,5 cm.
 Mempunyai kekuatan tarik maksimum (ultimate) 5.600 kg/m2.
 Mempunyai kekuatan balok termasuk sambungan-sambungan sebesar 680 kg
dan defleksi 5 cm bila diuji pada suatu bentangan bersih sepanjang 345 cm
dengan pembebanan melalui plat datar selebar 8 cm pada tengah-tengahnya.
 Jumlah, jenis dan lokasi dari rel pengaman harus menurut petunjuk Direksi Teknik.

Pelatihan Site Inspector of Bridges (SIB) IV - 4


Modul SIB-09: Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jalan Rangkuman

RANGKUMAN
Dalam pengertian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapan jalan yang ada
kaitannya dengan bangunan jalan yakni :
a. Bangunan pelengkap jalan berupa bangunan yang tidak dapat dipisahkan dari jalan,
antara lain jembatan, ponton, lintas atas (over pass), lintas bawah (under pass),
tempat parkir, gorong-gorong, tembok, penahan, saluran air jalan dan sebagainya.
b. Perlengkapan jalan antara lain rambu-rambu jalan, rambu-rambu lalu lintas, tanda-
tanda jalan, pagar pengaman lalu lintas, pagar ruang milik jalan dan patok-patok
ruang milik jalan.
Sesuai dengan fungsi dan kondisi yang dijumpai di lapangan, maka saluran air jalan
dapat berupa :
1. Saluran tepi jalan (saluran terbuka)
2. Saluran tertutup
3. Saluran air bawah permukaan
Beberapa hal berikut yang harus mendapat perhatian dalam pembuatan saluran tepi
jalan:
a. Dasar saluran harus cukup rendah (sesuai dengan gambar kerja)
b. Bentuk saluran harus sesuai metoda kerja
Air harus mengalir bebas dari permukaan jalan
Tembok penahan tanah / turap adalah bangunan pelengkap jalan yang berfungsi untuk
mencegah terjadinya kelongsoran talud jalan baik pada tebing sebelah atas muka jalan
maupun pada tiang sebelah bawah muka jalan.
Bangunan ini biasanya dibuat pada tempat yang terkena pengaruh gerusan air.
Beberapa macam perlengkapan jalan yang akan dibahas adalah :
1. Marka Jalan
2. Rambu Jalan
3. Patok Pengarah
4. Patok Kilometer
5. Rel Pengaman
Rambu jalan tersebut memberi informasi antara lain mengenai keadaan jalan yang dapat
berupa :
a. Tikungan / belokan
b. Jalan dalam kondisi pendakian / penurunan
c. Perubahan kondisi lebar jalan
d. Kondisi permukaan yang tidak rata(bergelombang)
e. Kondisi permukaan jalan licin

Pelatihan Site Inspector of Bridge (SIB) R-1


Modul SIB-09: Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jalan Rangkuman

f. Peringatan bahwa jalan melintasi jalan kereta api, dan lain-lain


Bangunan pelengkap jalan harus disesuaikan dengan fungsi jalan yang bersangkutan
yaitu : jalan arteri, kolektor, lokal dan lingkungan.
Perlengkapan jalan terdiri atas perlengkapan jalan yang berkaitan langsung yang meliputi
perlengkapan jalan yang berkaitan langsung dengan pengguna jalan, baik wajib maupun
tidak wajib yakni bangunan yang dimaksudkan untuk keselamatan penggunan jalan, dan
pengamanan aset jalan, dan informasi pengguna jalan seperti: bangunan atau alat yang
dimaksudkan untuk keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas serta
kemudahan bagi pengguna jalan dalam berlalu lintas, dan tidak langsung dengan
pengguna jalan antara lain patok-patok pengarah, pagar pengaman, patok kilometer,
patok hektometer, patok ruang milik jalan, batas seksi, pagar jalan, fasilitas yang
mempunyai fungsi sebagai sarana untuk keperluan memberikan perlengkapan dan
pengamanan jalan, tempat istirahat dan lampu jalan.
Pembangunan bangunan-bangunan tersebut berdasarkan standar yang telah ditetapkan
oleh instansi penyelenggara jalan maupun instansi penanggung jawab lalu lintas.

Pelatihan Site Inspector of Bridge (SIB) R-2


Modul SIB-09: Pekerjaan Perkerasan Pelengkap dan Perlengkapan Jalan Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

1. Oglesby, Clarkson.H and Hicks, R. Gary Highways Engineering, 4nd Ed John


Willey & Sons, inc, 1982.

2. Tschebotarioff, Gregory P., Foundations Retaining and Earth Structures,


McGraw HillKogakusha LTD, Tokyo, 1973.

3. Duttenhoeffer, R.,Podwal, B.E., and Kirkyla, V.A., Highway Engineering, Section


16 of Standard Handbook for Civil Engineers, Second Edition, by Frederick S.
Merrit, McGraw-Hill Inc.,New York, 1976

4. Direktorat jenderal Bina Marga, Spesifikasi Umum Jalan, 2005.

Pelatihan Site Inspector of Bridges (SIB) D-1