Anda di halaman 1dari 4

Laporan fosfor tersedia dasar-dasar ilmu tanah 2016

FOSFOR TERSEDIA

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Praktikum : Fosfor Tersedia


Tempat Praktikum : Laboratorium Ilmu Tanah
Tanggal Praktikum : 10 November 2014
Jurusan : Agroteknologi
Fakultas : Pertanian
Kelompok : 8 (Delapan)
Bandar Lampung, 10 November 2014
Mengetahui Asisten
Ria Rianti
NPM. 1114121164

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Fosfor merupakan bahan makanan utama yang digunakan oleh semua organisme untuk pertumbuhan
dan sumber energi. Fosfor di dalam air laut berada dalam bentuk organik dan anorganik. Dalam bentuk
organik, fosfor dapat berupa gula posfat dan hasil oksidasinya berupa nukleoprotein dan fosfoprotein.
Sedangkan dalam senyawa anorganik meliputi ortofosfat dan polifosfat. Senyawa organik posfat dalam
air laut pada umumnya dalam bentuk ion (orta) asam fosfat (H3PO4), dimana 10% sebagai ion posfat
dan 90% dalam bentuk H(PO4)2. Posfat merupakan unsur yang penting dalam pembentukan protein dan
membantu proses metabolisme sel suatu organisme (Hutagalung dkk. 1997).
Di perairan, unsur fosfat tidak ditemukan dalam bentuk bebas sebagai elemen melainkan dalam bentuk
senyawa anorganik yang terlarut dan senyawa organik yang berupa partikulat. Fosfor berbentuk
kompleks dengan ion besi dan kalsium pada kondisinaerob, bersifat tidak larut dan mengendap padt
sediment sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh algae akuatik (Jeffries dan Mills, 1996).
Metode Bray dan Kurtz, umumnya dikenal dengan metode Bray dan Kurtz dibedakan atas Bray no.1 HCl
0,025 N + NH¬4F 0,3 N dan Bray no.2 HCl 0,1 N + NH4F 0,3 N. Metode ini dikembangkan untuk tana
masam tetapi juga baik untuk tanah netral. Mereka memakai ion F dengan dasar pertimbangan bahwa F
dapat mengkompleksikan Al dan Fe sehingga fosfat dapat dibedakan. Faktor-faktor yang perlu
diperhatikan pada metode ini adalah waktu pengocokan dan perbandingan larutan ekstraksi tanah.
Penetapan fosfor tanah bagi tanaman khususnya untuk pertumbuhan banyak dilakukan, namun belum
ada metode penetapan P tersediayang dapat dianjurkan secara pasti karena dipengaruhi oleh faktor sifat
tanah, fasilitas dan tenaga. Terdapat dua tahap pengujian tanah yaitu persiapan dari larutan ekstraksi P
dan pengujian kandungan P dalam larutan.

Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
Menentukan cara menghitung kandunga fosfor dalam tanah
Mengetahui siklus fosfor yang terjadi
Mengetahui faktor yang mempengaruhi ketersediaan P dalam tanah
Mengetahui gejala kekurangan fosfor pada tumbuhan.

TINJAUAN PUSTAKA

Fosfor merupakan salah satu nutrisi yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Fosfor dapat
ditemukan sebagai fosfat dalam beberapa mineral tanaman dan merupakan unsur pokok dari
protoplasma. Fosfor terdapat dalam air sebagai ortoposfat. Sumber fosfor alami dalam air berasal dari
pelepasan mineral dan biji-bijian (Bausch, 1974). Fosfor berupa berbagai senyawa logam transisi atau
atau senyawa tanah langka seperti zink sulfida (ZnS) yang ditambahkan tembaga atau perak, dan zink
silikat (ZnSiO4) yang dicampur dengan mangan. Fosfor (P) merupakan unsur hara makro yang dibuthkan
dalam jumlah banyak. Fosfor dianggap sebagai kunci kehidupan walaupun jumlahnya lebih kecil dari
kalium dan nitrogen. Unsue ini merupakan komponen tiap sel hidup dan cenderung terkonsentrasi dalam
biji dan titik tumbuh tanaman. Fosfor juga berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar terutama pada
awal pertumbuhan, mempercepat pembungaan, pemasakan biji dan buah (Indranada, 1994).

Secara umum dalam siklus P terlihat bahwa kadar P-larutan tanah merupakan hasil keseimbangan
antara suplay P dari pelapukan mineral-mineral P, pelapukan P terfiksasi dan mineralisasi P-organik dan
kehilangan P berupa immobilisasi oleh tanaman. Fiksasi dan pelindian P tanah-tanah tua di Indonesia
umumnya berkadar alami P rendah dan berdaya fiksasi tinggi, sehingga penanaman tanpa
memperhatikan suplai P berkemungkinan besar akan gagal akibat defisiensi P (Hanafiah, 2005).

Fosfat terdapat dalam 2 bentuk yaitu H2PO4-, HPO42-, dan PO42-. Fosfat umumnya diserap oleh
tanaman dalm bentuk ion ortofosfat primer H¬2PO¬4- atau ortofosfat sekunder H2PO42- sedangkan
PO43- lebih sulit diserap oleh tanaman. Bentuk yang paling dominan dari ketiga fosfat tersebut
bergantung pada pH tanah. Pada pH rendah, tanaman lebih banyak meyerap ion fosfat primer dan pada
pH yang tinggi, ion ortofosfat sekunder lebih banyak diserap oleh tanaman (Hanafiah, 2005).

Sumber fosfat yang ada dalam tanah sebagai mineral yaitu batu kapur fosfat, sisa-sisa tanaman dan
bahan organik lainnya. Perubahan fosfat organik menjadi fosfat anorganik dilakukan oleh
mikroorganisme. Selain itu penyerapan fosfat juga dilakukan oleh liat dan silikat (Isnaini, 2006). Tanaman
menyerap P dalam bentuk ion ortofosfat dan ion ortofosfst sekunder. Selain itu, unsur P masih dapat
diserap dalam bentuk lain yaitu tiroposfat, dan metaposfat, bahkan ada kemungkinan unsur P diserap
dalam bentuk senyawa organik yang larut dalam air. Misalnya asam nukleat dan phitin. Kadar optimal
fosfor pada saat pertumbuhan vegetatif adalah 0,3% dan 0,5% dari berat kering tanaman. Di dalam tanah
kandungan P total bisa tinggi tetapi hanya sedikit yang bisa tersedia bagi tanaman (Tan, 1992).

Pangujian tanah ada 2 tahap yaitu persiapan dari larutan ekstraksi P dan pengujian P dalam larutan.
Beberapa metode kalorimeter tersedia untuk menguji P tersedia dalam larutan. Ekstraks asam klorida
dan asam fluorida yang berisi campurannya bertujuan untuk memudahkan pemindahan asam terlarut P
dengan pembentukan kompleks ion dalam larutan asam lebih sensitif (Torus, 2012).

METODOLOGI PERCOBAAN

Alat dan Bahan

Adapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah neraca anilitik, erlenmeyer, tabung reaksi,
gelas ukur, pipet 2 ml, kertas saring, botol kocok 50 ml, mesin pengocok/shaker, spektrofotometer, dan
rubble bulb. Sedangkan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah contoh tanah, pengekstrak
Bray dan Kurtz 1, pereaksi P pekat, asam askorbat, aquades, pereaksi pewarna P, dan deret standar
PO¬4 (0; 0,5; 1; 1,5; 2; dan 2,5 ppm). Prosedur Kerja Adapun prosedur kerja yang harus dilakukan dalam
praktikum ini yaitu:

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan Adapun hasil pengamatan yang diperoleh adalah:

Tabel 1 Standar Deret standar P2O5 (ppm) 0 0,5 1 1,5 2 2,5 Transmitan 100 61 57 23 18 16 Absorbansi
0 0,21 0,24 0,64 0,74 0,80 Tabel 2 No Tanah Transmitan Absorbansi P tersedia 1 A 19 0,72 20,83 2 B 37
0,43 12,32 Pembahasan Dari praktikum yang telah dilakukan didapatkan transmitan dari masing-masing
deret standar 0; 0,5; 1; 1,5; 2;dan 2,5 ppm adalah 100, 61, 57, 23, 18, dan 16. Sedangkan absorbansinya
adalah 0; 0,21; 0,24; 0,64; 0,74; dan 0,80. Dari tanah A hitam dan tanah B merah didapatkan nilai P
tersedia sebesar 20,83 dan 12,32. Tanaman menyerap fosfor dalam bentuk ion ortofosfat dan ion
ortofosfat sekunder. Selain itu unsur P masih dapat diserap dalam bentuk lain yaitu bentuk piroposfat,
metaposfat dan bahkan ada kemungkinan unsur P diserap dalam bentuk senyawa organik yang larut
dalam air. Misalnya asam nukleat dan phitin. Di dalam tanah kandungan P total bisa tinggi tetapi hanya
sedikit yang bisa tersedia bagi tanaman (Tan, 1992).

Fosfor berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar terutama pada awal pertumbuhan, mempercepat
pembungaan, pemasakan biji dan buah, bahan pembentuk inti sel dan dinding sel, mendorong
pembentukan klorofil, penting untuk enzim-enzim pernapasan, penting dalam cadangan dan transfer
energi (ATP + ADP), komponen asam nukleat (RNA dan DNA), merangsang pembelahan sel,
memperbesar jaringan sel dan berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman
baik fotosintesis maupun respirasi (Hanafiah,2005).

Dalam media asam, ortofosfat membentuk kompleks berwarna kuning dengan ion molibdat. Dengan
adanya asam askorbat dan antimon, kompleks fosfomolibdat berwarna biru terbentuk. Warna biru dapat
bervariasi tergantung dari kondisi redoks dan pH (Walinga, 1995).

Faktor yang mempengaruhi ketersediaan P dalam tanah adalah tipe liat, reaksi tanah, waktu reaksi,
temperatur, dan kandungan bahan organik dalam tanah (Winarso, 2005). Karakterisasi P yaitu, fosfor
bergerak lambat dalam tanah. Pencucian buakan masalah kecuali pada tanah berpasir. Fosfor lebih
banyak dalam bentuk anorganik dibandingkan organik. Di dalam tanah, kandungan P tinggi, tetapi hanya
sedikit yang tersedia bagi tanaman (Hanafiah,2005).

Gejala yang ditimbulkan karena kekurangan P adalah tanaman akan mempunyai jaringan yang kecil,
pertumbuhan akan terhambat, warna daun akan menjadi lebih gelap, pada tanaman jagung warna daun
akan menjadi keunguan dan kecoklatan, menghambat pembentukan antosianin, reduksi pertumbuhan,
tanaman kerdil menunda pemasakan buah,dan biji akan mengalami kegagalan saat pembentukan (Tan,
1992).

Siklus P hanya terjadi melalui air, tanah dan sedimen. Dalam suasana siklus P dapat ditemukan sebagai
partikel debu yang sangat kecil bergerak perlahan-lahan dari endapan di darat dan di sedimen. Daur P
tersedia akibat aliran air pada batu-batuan akan melarutkan bagian permukaan mineral termasuk P akan
tersedia dan terbawa sebagai sedimen ke permukaan dasar laut dan dikembalikan ke daratan. Siklus
atau daur P diawali dengan pembentukan fosfat anorganik oleh alam. Fosfor terdapat di alam dalam
bentuk ion fosfat (PO43-) dan banyak terdapat dalam batu-batuan (Efendi, 2003).

P pada fosfat alam bersifat kurang tersedia, karena P terikat oleh Ca, sehingga pupuk fosfat alam lebih
cocok diaplikasikan pada tanah masam. Pada tanah masam kelarutan fosfat meningkat karena pengaruh
ion H+ akan mempengaruhi ketersediaan P bagi tanaman. Fosfat dibutuhkan tanaman caisin dalam
jumlah tinggi agar daun dapat tumbuh dengan baik, berperan dalam pembentukan ATP, mempercepat
daunmenjadi tua atau dewasa, dan memperbaiki kualitas daun (Kusumasari dkk, 2004). Rock fosfat
merupakan batuan yang terdapat di dalam tanah sebagai bahan utama pembentukan senyawa fosfat (P)
sedangkan TSP merupakan bentuk modifikasi dari senyawa fosfat (P), karena jika diberikan dalam
bentuk fosfat (P) pada tanaman maka tanaman akan sulit menerima senyawa tersebut.

KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari praktikum yang telah dilakukan adalah:


Jumlah P tersedia tanah A berwarna hitam lebih besar dari pada jumlah P tersedia pada tanah B
berwarna merah yakni 20,83 dan 12,32.
Siklus P yang terjadi di alam hanya melalui air, tanah, dan sedimen sedangkan pada tanah tidak ada
karena P tidak tersedia di udara.
Faktor yang mempengatuhi ketersediaan P adalah tipe liat, waktu reaksi, rekasi tanah, temperatur dan
kandungan bahan organik tanah.
Gejala yang ditimbulkan akibat kekurangan P adalah tanaman akan mempunyai jaringan yang kecil,
pertumbuhan akan terhambat, warna daun menjadi gelap, menghambat pembentukan antosianin, reduksi
pertumbuhan, dan penundaan pemasakan buah.

DAFTAR PUSTAKA
Bausch. 1974. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Jakarta: Erlangga. Efendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air.
Yogyakarta: Erlangga.
Hanafiah. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Hutagalung, H.P, Deddi S, Riyana H. 1997. Metode Analisis Air Laut Sedimen dan Biota. Jakarta:
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Indranada, K.H. 1994. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Isnaini. 2006. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jeffries dan Mills. 1996.
Ilmu Tanah. Jakarta: Rajawali Press.
Kusumasari A.C, Budisantoso I., Dwiati M. 2004. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Caisin (Brassica
chinenchis C) pada Berbagai Jenis Pupuk Organik dan Pupuk Fosfat Alam. Purwokerto: Fakultas Biologi
Unsoed.
Tan, H.K. 1992. Dasar-dasar Kimia Tanah. Yogyakarta:UGM Press. Torus. 2012. Kimia Tanah.
Bandung: CV Buana.
Walinga, I. 1995. Plant Analisis Manual. Dordreca: Kluwer.
Winarso. 2005. Pengertian dan Sifat Kimia Tanah. Yogyakarta: UGM Press.

LAMPIRAN PERHITUNGAN Absorbansi Deret Standar P2O5¬ Nilai Absorbansi = 2 – log (T) T=100
Absorbansi = 2 – log (100) = 2 – 2 = 0 T=61 Absorbansi = 2 – log (61) = 2 – 1,785 = 0,215 T=57
Absorbansi = 2 – log (57) = 2 – 1,755 = 0.245 T=23 Absorbansi = 2 – log (23) = 2 – 1,362 = 0,638 T=18
Absorbansi = 2 – log (18) = 2 – 1,255 = 0,745 T= 16 Absorbansi = 2 – log (16) = 2 – 1,204 = 0,796 Tanah
A Absorbansi = 2 – log (19) = 2 – 1,279 = 0,721 Tanah B Absorbansi = 2 – log (37) = 2 – 1,568 = 0,432 Y
= 0,340X + 0,014 Menghitung nilai X Tanah A Y = 0,340X + 0,014 X = (Y-0,014)/0,340 X = (0,721-
0,014)/0,340 X = 2,080 Tanah B Y = 0,340X + 0,014 X = (Y-0,014)/0,340 X = (0,432-0,014)/0,340 X =
1,229 Menghitung kadar P tersedia Tanah A P tersedia = 20/2 ×X ×fp = 20/2 ×2,080 ×1 = 20,80 Tanah
B P tersedia = 20/2 ×X ×fp = 20/2 ×1,229 ×1 = 12,29 ACC FOSFOR TERSEDIA Standar Deret standar
P2O5 (ppm) 0 0,5 1 1,5 2 2,5 Transmitan 100 61 57 23 18 16 Absorbansi 0 0,21 0,24 0,64 0,74 0,80 No
Tanah Transmitan Absorbansi P tersedia 1 A 19 0,72 20,83 2 B 37 0,43 12,32 Absorban = 2 – log (T) T =
Transmitan Y = a + bX Fosfor = 20/2 ×ppm P dalam larutan tanah (X)×fp(fp=1) Pembahasan Bahas data
Tanaman menyerap P dalam bentuk apa? Ion apa? Peranan P Penjelasan mengenai larutan kerja Faktor
pengaruh ketersediaan P Sifat unsur P Perbedaan rock fosfat dan TSP dari jurnal (jurnal diprint dan
dikumpul).