Anda di halaman 1dari 2

ASUHAN KEPERAWATAN

TUBERCULOSIS PARU
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal terbit :
Halaman :

Puskesmas IMAS ROHIMAH, A.md.Keb


Cibinong NIP. ...................................
1. Pengertian Tuberculosis paru adalah penyakit infeksi pada paru yang di sebabkan
oleh mycobacterium tuberculosis, yaitu suatu bakteri tahan asam.
2. Tujuan 1. Mencegah perluasan infeksi tidak terjadi
2. Meningkatkan pertukaran gas yang adekuat
3. Meningkatkan pola nafas yang efektif dan kepatenan jalan nafas
4. Memenuhi kebutuhan nutrisi
5. Membantu memenuhi kebutuhan aktivitas sesuai dengan usia dan
tugas perkembangan
3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas No. 012/445.4/KEP/TKK/I/2017 tentang
Kebijakan Pelayanan Klinis
4. Referensi Buku pegangan praktek klinik asuhan keperawatan pada anak edisi 1
5. Prosedur 1. Format asuhan keperawatan dan Pemeriksaan diagnostik
 Pemeriksaan fisik
 Riwayat penyakit : riwayat kontak dengan individu yang
terinfeksi penyakit
 Reaksi terhadap test tuberculin : reaksi test positif (diameter =
55 mm) menunjukan adanya infeksi primer
 Radiologi : terhadap kompleks primer dengan atau tanpa
perkapuran, pembesaran kelenjar paratrakeal, penyebaran
milier, penyebaran bronkogen, atelektasis, pleuritis dengan efusi
cairan acites
 Kultur sputum : kultur bilasan lambung atau sputum, cairan
pleura, urine, cairan serebrospinal, cairan nodus limfe
ditemukan basil tuberkolosis.
 Patologi anatomi: dilakukan pada kelenjar getah bening, hepar,
pleura, paritoneum, kulit ditemukan tuberkel dan basil tahan
asam
 Uji BCG : reaksi positif jika setelah mendapat suntikan BCG
langsung terdapat reaksi lokal yang besar dalam waktu kurang
dari 7 hari setelah penyuntikan
 Infeksi TB : hanya diperlihatkan oleh skin tes tuberkulin positif
 Penyakit TB : gambaran radiologi positif, kultur sputum positif
PEMAKAIAN BLUE LIGHT
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal terbit :
Halaman :

Puskesmas IMAS ROHIMAH, Amd.Keb


Cibinong NIP. 197111191991032005

1. Pengertian Blue light therapy atau foto therapy merupakan terapi untuk mengatasi
keadaan hiperbilirubinemia dengan menggunakan sinar berenergi tinggi
yang mendekati kemampuan maksimal untuk menyerap bilirubin