Anda di halaman 1dari 8

Standar Operasional Prosedur (SOP)

JUDUL :
Kontrasepsi Suntik

Pengertian Kontrasepsi suntik adalah alat kontrasepsi berupa cairan yang


disuntikkan kedalam tubuh wanita dalam jangka waktu
tertentu kemudian diserap sedikit demi sedikit oleh tubuh yang
berguna untuk mencegah kemungkinan timbulnya kehamilan.
Tujuan 1. Untuk menunda kehamilan
2. menjarangkan kehamilan
3. menghentikan kehamilan
4. mengakhiri kesuburan
5. serta untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita
Indikasi 1. usia reproduksi
2. telah mempunyai anak
3. ibu yang menyusui
4. ibu post partum, perokok
5. nyeri haid yang hebat
6. ibu yang sering lupa menggunakan kontrasepsi pil
Kontraindikasi 1. ibu yang dicurigai hamil
2. perdarahan belum jelas penyebabnya
3. menderita kanker payudara
4. ibu yang menderita diabetes mellitus disertai komplikasi

Alat dan bahan 1. Obat suntik kontrasepsi suntikan sesuai pilihan


2. Semprit suntik dan jarumnya
3. Bengkok
4. 2 Kom kecil berisi alkohol (60%-90%) dan kapas
5. Sarung tangan

Prosedur 1. Tahap pra interaksi


 Melakukan pengecekan program terapi
 Menyiapkan alat obat yang akan
disuntikkan
 Mendekatkan alat dekat klien
2. Tahap orientasi
 Memberi salam
 Menjelaskan tujuan dan prosedur
pelaksanaan tindakan
 Memberi kesempatan bertanya dan meminta
persetujuan klien
3. Tahap prosedur kerja
 Menjaga privasi
 Memberi posisi pada klien
 Periksa daerah suntik apakah bersih atau
kotor, jika lengan atas dan pantat yang akan
disuntik kotor, calon klien diminta
membersihkan dengan sabun dan air,
biarkan daerah tersebut kering.
 Cuci tangan dan memakai sarung tangan
 Buka dan buang tutup kaleng pada vial yang
menutupi karet, hapus karet yang ada
dibagian atas vial dengan kapas yang telah
dibasahi alkohol, biarkan kering
 Bila menggunakan jarum dan semprit suntik
sekali pakai segera buka plastiknya, bila
menggunakan jarum dan semprit yang telah
disterilkan DTT, pakai korentang/forsep
yang telah di DTT untuk mengambilnya
 Pasang jarum pada semprit suntik dengan
memasukkan jarum pada mulut semprit
penghubung
 Kocok botol dengan baik, hindarkan
terjadinya gelembung udara pada obat
 Balikkan vial dengan mulut vial kebawah.
Masukkan cairan suntik dalam semprit,
gunakan jarum yang sama untuk mengisap
kontrasepsi suntik dan menyuntikkan pada
klien
 Perhatikan udara dalam semprit yang berisi
obat, jika ada udara keluarkan isinya,
kemudian simpan dalam bak instrumen
steril
 Bersihkan kulit yang akan disuntikkan
dengan kapas alkohol yang dibasahi oleh
isopropyl alkohol. Biarkan kulit tersebut
kering
 Minta klien untuk tetap rileks
 Suntikkan secara IM daerah gluteal (1/3
SIAS). Apabila suntikan terlalu dangkal
penyerapan kontrasepsi suntik akan lambat
dan tidak bekerja efektif
 Lepaskan jarum dengan menarik semprit
secara perlahan dan menahannya dengan
menggunakan kapas alkohol
 Jangan memijat daerah suntik, jelaskan
pada klien bahwa obat akan cepat diserap
 Membantu klien mengatur posisi nyaman
 Merapikan klien
4. Tahap terminasi
 Melakukan evaluasi perasaan
 Simpulkan hasil kegiatan
 Lakukan kontrak untuk kegiatan
selanjutnya
 Akhiri kegiatan
 Membereskan alat-alat
 Mencuci tangan

Dokumentasi Mencatat semua kegiatan dalam lembar catatan


keperawatan

Standar Operasional Prosedur (SOP)


JUDUL :
Kontrasepsi Implan

Pengertian Kontrasepsi imlpan adalah suatu alat kontrasepsi yang


mengandung levonorgestrel yang di bungkus dalam kapsul
silastik silicon (polydimetbylsioxane) dan di susupkan di
bawah kulit melalui operasi kecil, terdiri dari 6 kapsul kecil
(panjang masing-masing 3 cm) berisi zat untuk mencegah
kehamilan (Mubarak, 2009).

Tujuan 1. Untuk menunda kehamilan


2. menjarangkan kehamilan
3. menghentikan kehamilan
Indikasi wanita usia subur, wanita yang ingin kontrasepsi jangka
panjang, ibu yang menyusui, pasca keguguran
Kontraindikasi ibu yang hamil, perdarahan yang
tidak diketahui penyebabnya, adanya penyakit hati yang berat,
obesitas dan depresi
1. Perlak/alas
Alat dan bahan 2. Alat penyangga lengan
3. Bak instrument berisi
 trokar dan pendorong
 duk steril
 Scapel
 spuit 5 cc berisi lidocain dan jarum no 22
untuk anastesi
 kapsul implan
 kassa steril (kain steril yang mempunyai
lubang)
 pinset anatomis
 handscoon
4. kom berisi cairan betadin, larutan clorin 0,5 %, alcohol 70
%
5. kapas
6. bengkok
7. Sabun dan handuk
8. Pulpen
Prosedur 1. Tahap pra interaksi
 Melakukan pengecekan program terapi
 Menyiapkan alat obat yang akan dipakai
 Mendekatkan alat dekat klien

2. Tahap orientasi
 Memberi salam
 Memastikan klien benar-benar memilih metode
kontrasepsi implan
 Menjelaskan tujuan
 Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan
kepada klien

3. Pelaksanaan prosedur
 Sebelum melakukan pemasangan implan,
terlebih dahulu bersihkan daerah yang akan
dipasang implan dengan sabun, dan keringkan
menggunakan handuk
 Pasang sampiran
 Dekatkan alat-alat dekat pasien
 Pasang penyangga lengan
 Letakkan perlak dan alas dibawah lengan
 Posisikan lengan atas pada penyangga dengan
siku dalam keadaan fleksi dan tentukan tempat
pemasangan implan pada bagian dalam lengan
atas dengan menentukan titik insisi pada sekitar
6-8cm dari lipat siku
 Beri tanda pada tempat pemasangan
 Pakai handscoon
 Usap tempat pemasangan dengan larutan
antiseptic alkohol 70%, kemudian usapkan
betadin, dan keringkan
 Pasang kain penutup (doek) steril disekeliling
lengan klien
 Suntikan anastesi local (lidocain) tepat dibawah
kulit
 Uji efek anastesi sebelum melakukan insisi
pada kulit
 Buat insisi dangkal selebar 2 mm dengal skapel
 Saat insisi dangkal selebar 2 mm dengan
skapel alternative lain tusukan trokar langsung
kelapisan dibawah kulit/subdermal)
 Sambil mengungkit kulit, masukan terus ujung
trokar yang berisi implant dan pendorongnya
sampai atas tanda satu (pada pangkal trokar)
tepat berada pada luka insisi
 Keluarkan pendorong dan tekan
 Masukan kapsul implan kedalam trokart dengan
tangan atau pinset
 Tahan kapsul yang telah terpasang dengan satu
jari dan masukkan kembali trokar serta
pendorong dan dorong kapsul sampai batas
ujung trokart
 Fiksasi ujung kapsul implan yang telah
terpasang
 Arahkan ujung trokart untuk memasang kapsul
berikutnya sesuai dengan pola
 Cabut trokart setelah kapsul terakhir dipasang
 Raba kapsul untuk mengetahui enam kapsul
implan telah terpasang dengan deretan seperti
kipas
 Periksa daerah insisi untuk mengetahui seluruh
kapsul berada jauh dari insisi
 Dekatkan ujung-ujung insisi
 Periksa apakah ada perdarahan atau tidak, jika
tidak tutup luka dengan kassa steril,
kemudiandi plester
 Lepaskan sarung tangan dan rendam dalam
larutan clorin
 Cuci tangan dengan sabun dan air, kemudian
keringkan dengan air bersih
4. Tahap terminasi
 Gambar letak kapsul pada rekam medic dan
catat bila ada hal khusus
 Beri petunjuk pada klien cara merawat luka
dan kapan klien harus datang kembali ke klinik
untuk kontrol
 Yakinkan pada klien bahwa ia dapat datang ke
klinik setiap saat bila menginginkan untuk
mencabut kembali implan
 Lakukan observasi selama lima menit sebelum
memperbolehkan klien pulang

Dokumentasi Dokumentasikan semua prosedur yang telah


dilakukan

Standar Operasional Prosedur (SOP)


JUDUL :
Kontrasepsi AKDR/IUD

Pengertian IUD adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim


yang megandung tembaga. Kontrasepsi ini sangat efektif
digunakan bagi ibu yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi
yang mengandung hormonal dan merupakan kontrasepsi
jangka panjang 8 -10 tahun. Tetapi efek dari IUD dapat
menyebabkan perdarahan yang lama dan kehamilan ektopik
(Pendit, 2006)
Tujuan 1. Untuk menunda kehamilan
2. menjarangkan kehamilan
3. menghentikan kehamilan
4. mengakhiri kesuburan

Indikasi 1. Wanita yang menginginkan kontrasepsi jangka panjang


2. Multigravida
3. Wanita yang mengalami kesulitan menggunakan
kontrasepsi lain
Kontraindikasi 1. Wanita yang sedang hamil
2. Wanita yang sedang menderita infeksi alat genitalia
3. Perdarahan vagina yang tidak diketahui
4. Wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi IUD.
Wanita yang menderita PMS
5. Wanita yang pernah menderita infeksi rahim
6. Wanita yang pernah mengalami pedarahan yang hebat

Alat dan bahan 1. Kom besar 2 buah


2. Bengkok
3. IUD steril
4. Kom sedang 1 buah
5. Air DTT
6. Larutan klorin 0,5%
7. Kapas sublimat
8. Bak instrumen
9. Handscoon
10. Spekulum
11. Tampong tang
12. Extrator IUD
13. Tenakulum
14. Sonde uterus
15. Gunting IUD
16. Selimut mandi
Prosedur 1. Tahap interaksi
 Memberi salam
 Menjelaskan pada klien prosedur yang akan
dilakukan
 Menyiapkan lingkungan yang mendukung
pelaksaan tindakan, dan mengatur penerangan
yang cukup
 Meminta klien untuk mengosongkan kandung
kemih
2. Prosedur pelaksanaan
 Pasang sampiran
 Dekatkan alat
 Atur posisi klien senyaman mungkin
 Cuci tangan di air mengalir
 Pasang selimut mandi
 Pakai sarung tangan steril pada tangan kiri
 letakkan IUD ditempat yang rata
 buka plastik atas IUD dengan tangan kanan,
tangan kiri memasukkan Coper T IUD dari
dalam dan tangan kanan merapatkan dari luar
 dekatkan bengkok
 buka kom kapas sublimat
 pakai sarung tangan pada tangan kanan
 Sebelum melakukan pemasangan IUD, terlebih
dahulu lakukan vulva hygene
 Pasang spekulum, kemudian lakukan
pemeriksaan dalam
 cuci tangan di air DTT
 pakai sarung tangan baru yang steril
 bersihkan seviks dengan tenakulum pada posisi
vertikal (arah jam 11 atau jam 1)
 ukur panjang uterus dengan sonde uterus
 Kemudian pasang IUD dengan teknik menarik
yaitu memasukkan tabung inserter yang berisi
IUD dalam kanalis servikalis, menarik tabung
inserter sampai pangkal mendorong untuk
memasukkan IUD, Mengeluarkan pendorong
dan dorong kembali tabung inserter sampai
terasa pada fundus
 Setelah itu gunting benang IUD 3-4 cm
 bersihkan porcio yang telah terpasang IUD
dengan kapas menggunakan tampon tang
 keluarkan tenakulum dan spekulum, rendam
dalam larutan klorin0,5%
 cuci tangan

Dokumentasi Mencatat semua tindakan yang telah dilakukan

DAFTAR PUSTAKA

Dapus :
Hartanto, H, 2004. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Pustaka Sinar Harapan,
Jakarta.