Anda di halaman 1dari 7

Teknologi Farmasi III (Steril) 2018

PENCUCIAN DAN STERILISASI ALAT DAN PENGEMAS

Amallia Rachmasari, Annisa Rizky Amalia, Taufiqurrahman

Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya
Indralaya

Email: farmasiunsri2016@gmail.com

ABSTRAK
Sterilisasi adalah suatu proses untuk menghilangkan, mematikan, atau menghancurkan
semua bentuk organisme yang terdapat pada atau didalam suatu benda. Ada tiga cara utama
yang umum dipakai dalam sterilisasi yaitu penggunaan panas, bahan kimia, dan penyaringan
(filtrasi). Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk proses sterilisasi, yaitu
destruksi mikroorganisme, inaktivasi, dan eradikasi secara fisik. Proses sterilisasi alat dan
pengemas dilakukan dengan berbagai macam metode sesuai dengan sifat alat. Alat gelas
menggunakan metode panas uap dengan autoklaf. Alat logam menggunakan metode panas
kering dengan oven. Alat karet disterilkan dengan alkohol 70%. Suatu alat dikatakan steril
apabila bebas dari mikroba yang dibuktikkan dengan tidak adanya pertumbuhan mikroba di
media agar setelah proses inkubasi dilakukan. Apabila terdapat pertumbuhan bakteri dapat
dihitung nilai Z value dan D value. Z value berfungsi untuk mengukur resistensi dari
mikroorganisme terhadap sumber sterilisasi. D value menyatakan waktu atau dosis yang
diperlukan untuk pengurangan satu log pada populasi mikroba dalam kondisi tertentu.
Kata kunci: sterilisasi, gelas, logam, karet, mikroba.

ABSTRACT
Sterilization is a process for removing, killing, or destroying all forms of organisms
found on or inside an object. There are three main ways commonly used in sterilization, the use
of heat, chemicals, and filtration. There are several methods that can be used for the sterilization
process, namely the destruction of microorganisms, inactivation, and physical eradication. The
tool and packaging sterilization process is carried out in various methods according to the kind
of the tool. Glassware uses autoclave with heat steam method. Metal tools use a dry heat
method with an oven. Rubber tools are sterilized with 70% alcohol. A things is said to be sterile
if it is free from microbes that are proven in the absence of microbial growth in the media after
the incubation process. If there is bacterial growth, the value of Z value and D value can be
Teknologi Farmasi III (Steril) 2018

calculated. Z value serves to measure the resistance of microorganisms to the source of


sterilization. D value states the time or dose needed for 1 log reduction in microbial populations
under certain conditions.
Keywords: sterilization, glass, metal, rubber, mikrobial.

1. PENDAHULUAN Sterilisasi panas dengan uap


Sterilisasi dalam mikrobiologi bertekanan (autoklaf) terjadi karena
adalah suatu proses untuk mematikan pemaparan uap jenuh pada tekanan tertentu
semua organisme yang terdapat pada atau selama waktu dan suhu tertentu pada objek,
didalam suatu benda. Ada tiga cara yang sehingga terjadi pelepasan energi laten uap
umum digunakan dalam sterilisasi yaitu yang mengakibatkan pembunuhan
penggunaan panas, penggunaan bahan mikroorganisme secara irreversibel akibat
kimia dan penyaringan (Filtrasi). Bila panas denaturasi atau koagulasi protein sel
digunakan bersama – sama dengan uap air mikroorganisme. Sedangkan pada sterilisasi
maka disebut sterilisasi panas lembut atau panas kering (oven) proses sterilisasi terjadi
sterilisasi basah, bila tanpa kelembapan melalui mekanisme konduksi panas. Panas
maka disebut sterilisasi panas kering atau akan diabsorpsi oleh permukaan luar alat
sterilisasi kering (Hadioetomo, 1993). yang disterilkan. Selanjutnya merambat ke
Metode sterilisasi dibagi menjadi bagian dalam dari permukaan sampai pada
dua, yaitu metode sterilisasi kimia dan akhirnya suhu sterilisasi tercapai (Lukas,
metode sterilisasi fisik. Metode sterilisasi 2006).
kimia adalah metode sterilisasi dengan Sterilisasi menggunakan metode
menggunakan bahan-bahan kimia, panas kering memiliki keuntungan yaitu
sedangkan metode sterilisasi fisik yaitu alat-alat yang disterilkan akan tetap kering.
dengan menggunakan metode panas kering Namun, secara keseluruhan metode panas
dan panas basah. Pada metode panas kering basah lebuh menguntungkan karena
tidak menggunakan uap air sama sekali, dan mempunyai daya bakterisida yang lebih
pada metode panas basah menggunakan uap besar sehingga sterilisasi dapat dilakukan
air. Sterilisasi dengan metode panas kering pada suhu rendah dan waktunya lebih
berfungsi untuk mematikan organisme singkat. Kapasitas kalor uap air lebih besar
dengan cara mengoksidasi komponen sel dibandingkan kapasitas kalor udara kering,
ataupun mendenaturasi enzim. Sedangkan sehingga pemindahan kalor dapat terjadi
sterilisasi panas basah berfingsi untuk dengan lebih optimal. Selain itu, uap air
membunuh sel-sel vegetatif dan spora dapat menempati seluruh ruangan dengan
eukariot (Pratiwi, 2008). merata (Lukas, 2006).
Teknologi Farmasi III (Steril) 2018

yang sudah dilarutkan ke dalam sedikit air.


Biarkan larutan agar mendidih. Selanjutnya
angkat erlenmeyer dan dinginkan sebentar.

2.3.2 Pembuatan Water for Injection


2. METODOLOGI PENELITIAN Pembuatan water for injection
2.1 Waktu dan Tempat diawali dengan menggerus arang aktif
Tempat : Laboratorium Teknologi Farmasi, sampai cukup halus. Selanjutnya larutkan
Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan arang aktif yang telah halus tersebut ke
Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas dalam air sebanyak 100 ml. Didihkan arang
Sriwijaya. aktif. Setelah mendidih, saring arang aktif
Waktu : 10 Agustus 2018 menggunakan kertas saring sehingga
terpisah dari air yang dididihkan. Proses
2.2 Alat dan Bahan penyaringan dilakukan berulang-ulang agar
2.2.1 Alat air benar-benar bersih dari serbuk arang
Peralatan yang digunakan antara lain aktif.
baskom, oven, autoklaf, gunting, pengemas
ampul, pengemas vial, peralatan logam, 2.3.3 Sterilisasi Alat dan Pengemas
beker gelas, gelas ukur, erlenmeyer, dan Proses sterilisasi alat dan pengemas
batang pengaduk. diawali dengan mensortir alat berdasarkan
kategorinya (gelas, karet, dan logam).
2.2.2 Bahan Selanjutnya dilakukan proses pencucian
Bahan yang digunakan antara lain pada ketiga jenis kategori alat. Alat-alat
detergen, asam klorida encer, natrium gelas dibersihkan dengan cara mencucinya
karbonat, aquadest, etanol 70%, arang aktif, dengan asam klorida encer, lalu rendam
agar-agar, alumunium foil, benang kasur, dalam larutan detergen 1% dan natrium
kertas kopi, selotip bening, kapas, dan kasa. karbonat 0,1%, didihkan dalam air panas
selama 15 menit dan amati hingga cairan
2.3 Prosedur Kerja jernih, jika belum jernih ulangi proses
2.3.1 Pembuatan Media Agar pendidihan dan bilas dengan aquadest.
Pembuatan media agar dilakukan Alat-alat logam dibersihkan dengan
dengan melarutkan serbuk agar dengan dididihkan dalam larutan detergen 1%
sedikit air. selanjutnya panaskan air selama 10 menit, lalu direndam dalam
sebanyak 100 ml ke dalam erlenmeyer. larutan natrium karbonat 5 % selama 5
Setelah cukup mendidih masukkan agar menit dan bilas dengan aquadest panas.
Teknologi Farmasi III (Steril) 2018

Alat-alat karet dibersihkan dengan cara Praktikum pencucian dan sterilisasi


yang sama dengan alat gelas namun yang alat dan pengemas dilakukan untuk
membedakan adalah pada alat karet memberikan pemahaman mengenai
menggunakan asam klorida 2% dan pada sterilitas alat dan bahan yang akan
akhirnya diblas dengan etanol 70%. digunakan dalam praktikum. Tujuan utama
Selanjutnya dilakukan proses sterilisasi ini untuk meminimalisir atau
pengeringan. Alat yang tahan panas meniadakan potensi kontaminasi dari
dikeringkan dalam oven 100-105°C selama mikroba yang tidak diinginkan. Pada
10 menit. Alat yang tidak tahan panas sediaan steril, adanya kontaminasi mikroba
dikeringkan dengan tisu. Setelah dapat menyebabkan kerusakan sediaan dan
dikeringkan, bungkus alat-alat yang mikroba yang masuk kedalam tubuh
tersebut menggunakan kertas kopi atau melalui pemberian parenteral dapat
alumunium foil. Alat-alat yang memiliki menyebabkan penyakit pada penggunanya.
mulut harus disumbat dahulu dengan kapas Bahan-bahan yang umum
yang dibungkus kasa. digunakan untuk proses sterilisasi antara
Selanjutnya dilakukan proses lain aquadest, detergen, asam klorida,
sterilisasi. Alat yang tahan panas disterilkan natrium karbonat, dan alkohol 70%.
menggunakan metode panas kering, alat Detergen berfungsi untuk menghilangkan
yang tidak tahan panas diterilkan dengan noda debu dan partikel yang masih
metode panas basah, sedangkan alat karet menempel pada permukan alat-alat
disterilkan dengan merendamnya ke dalam pengemas. Asam klorida berfungsi untuk
alkohol 70%. Alat-alat logam disterilkan menetralkan kondisi basa yang terdapat
dengan metode panas kering yaitu dengan pada alat dan mematikan mikroba yang
oven 1800̊C selama 30 menit. Sedangkan terdpaat pada alat yang tidak tahan terhadap
alat gelas disterilkan dengan metode panas asam. Natrium karbonat berfungsi untuk
basah dengan autoklaf dengan suhu 121°C menghilangkan sisa asam klorida yang
dan tekanan 2 atm selama 20 menit. masih menempel pada alat. Alkohol 70%
Alat-alat pengemas yang sudah steril berfungsi sebagai antimikroba yang dapat
dibilas dengan water for injection, lalu membunuh mikroba dan mempercepat
diteteskan air bilasan pada media agar dan proses penggumpalan protein mikroba
inkubasi selama 24 jam. Hal terakhir yang sehingga mikroba mati.
dilakukan adalah menghitung nilai D value Alat yang digunakan untuk proses
dan Z value. sterilisasi pada praktikum kali ini ada 2,
berupa oven dan autoklaf. Autoklaf
3. HASIL DAN PEMBAHASAN merupakan alat sterilisasi yang bekerja
Teknologi Farmasi III (Steril) 2018

dengan menggunakan uap panas bertekanan dan lebih mudah untuk disterilisasi dengan
2 atm/ 15 psi (pounds per square inci) dan lebih sedikit mikroba sedangkan alat karet
suhu 121°C selama 15 menit untuk bahan memiliki permukaan yang tidak rata yang
dan 20 menit untuk alat. Prinsip kerja alat memiliki lebih banyak mikroba. Karena
ini sama dengan prinsip kerja kukusan itulah konsentrasi asam klorida untuk
hanya saja memiliki tekanan sehingga pencucian alat karet lebih besar
menghasilkan panas yang lebih tinggi yang dibandingkan alat gelas. Sedangkan untuk
dapat mematikan mikroba yang terdapat bilasan, alat gelas cukup dibilas dengan air
pada alat dan bahan. biasa sedangkan alat karet harus dibilas
Oven bekerja dengan dengan alkohol 70%. Hal ini dilakukan
menggunakkan panas yang akan merambat untuk menjamin bahwa alat karet benar-
pada alat dan bahan dengan suhu 180°C benar terbebas dari mikroba karena proses
selama 30 menit. Prinsip kerja oven dalam sterilisasinya tidak menggunakan alat
mensterilisasi alat yakni, protein mikroba khusus. Pencucian alat logam dilakukan
pertama-tama akan mengalami dehidrasi dengan cukup singkat karena langsung
sampai kering dan selanjutnya teroksidasi didihkan. Hal ini disebabkan karena alat
oleh oksigen dari udara sehingga logam tahan terhadap panas sehingga untuk
menyebabkan mikrobanya mati. Sebelum membunuh mikroba cara yang paling
dimasukkan dalam oven atau autoklaf efektif yakni dengan menggunakkan panas
bahan/alat harus dibungkus, disumbat atau yang akan mendenaturasi mikroba.
ditaruh dalam wadah tertutup untuk Alat berbahan dasar gelas
mencegah terjadinya keretakan dan disterilkan menggunakan metode panas
kontaminasi setelah dikeluarkan dari basah dengan menggunakan autoklaf. Alat
oven/autoklaf. berbahan dasar logam disterilkan
Dalam proses sterilisasi, alat dan menggunakan metode panas kering
bahan pengemas yang digunakan memiliki menggunakan oven. Sedangkan alat
cara dan metode yang berbeda-beda untuk berbahan dasar karet cukup disterilkan
setiap proses sterilisasinya. Hal ini dengan menggunakan alkohol 70%. Proses
disebabkan karena perbedaan sifat dari sterilisasi alat gelas menggunakan metode
masing-masing alat dan bahan yang panas basah dikarenakan alat-alat gelas
digunakan. Alat gelas dicuci dengan asam tahan terhadap suhu maksimum 121°C. Alat
klorida encer sedangkan alat karet dicuci logam disterilkan dengan metode panas
dengan asam klorida 2%. Perbedaan ini kering karena kemampuannya yang tahan
terjadi karena komponen bahan dari alat. terhadap suhu maksimum 180°C.
Alat gelas memiliki permukaan yang rata Sedangkan alat karet bersifat tidak tahan
Teknologi Farmasi III (Steril) 2018

panas sehingga tidak bisa disterilkan diperlukan untuk pengurangan satu log
menggunakan oven atau autoklaf sehingga pada populasi mikroba dalam kondisi
cukup disterilkan menggunakan alkohol tertentu. Sedangkan Z value menyatakan
70%. kenaikan atau penurunan suhu yang
Alat-alat pengemas yang sudah diperlukan untuk mengurangi atau
steril dibilas dengan water for injection, menambah 1 log D value. Z value
lalu diteteskan air bilasan pada media agar. berfungsi untuk mengukur resistensi dari
Proses sterilisasi dilanjutkan dengan mikoorganisme terhadap sumber sterilisasi.
penetesan air bilasan WFI pada alat ke Proses sterilisasi dan pencucian
dalam media agar. Media agar dipilih memiliki peranan yang penting dalam
karena termasuk salah satu media pembuatan sediaan steril, karena sediaan
pertumbuhan mikroba yang baik dan cukup steril haruslah bebas dari mikroba dan
transparan sehingga mudah untuk bakteri yang dapat menyebabkan transimisi
mengamati pertumbuhan mikroba yang ada. mikroorganisme penyebab penyakit,
Proses inkubasi dilakukan selama 24 jam mencegah kompetisi nutrien dalam media
sehingga dapat terlihat perbedaan pertumbuhan sehingga memungkinkan
pertumbuhan mikroba pada masing-masing kultur organisme spesifik berbiak untuk
alat yang telah disterilkan. Proses inkubasi keperluannya sendiri, dan mencegah
ini dilakukan karena mikroba atau bakteri pembusukan material oleh mikroorganisme.
dapat berkembang biak dengan cepat dalam Adanya kontaminasi mikroba pada sediaan
waktu 24 jam. Setelah 24 jam, didapatkan steril dapat menyebabkann terganggunya
pada media agar tidak terjadi pertumbuhan stabilitas baik stabiilitas kimia maupun
bakteri ataupun mikroba lain. Dapat fisika.
dikatakan bahwa proses sterilisasi yang
dilakukan berhasil dengan semua alat dan 4. KESIMPULAN DAN SARAN
pengemas dapat dikatakan sudah steril. Hal 4.1 Kesimpulan
ini dapat dilihat dari tidak adanya 1. Sterilisasi dalam mikrobiologi adalah
pertumbuhan mikroba di media agar setelah suatu proses untuk mematikan semua
proses inkubasi dilakukan. organisme yang terdapat pada atau didalam
Nilai D value dan Z value pada suatu benda.
proses sterilisasi kali ini tidak dapat 2.Pencucian alat dan pengemas sediaan
ditentukan. Hal ini disebabkan karena tidak steril berfungsi untuk menghilangkan noda
adanya data populasi awal dan populasi debu dan partikel yang masih menempel
akhir pertumbuhan mikroba. D value pada alat-alat pengemas.
menyatakan waktu atau dosis yang
Teknologi Farmasi III (Steril) 2018

3. Sterilisasi alat dan pengemas bertujuan


untuk menghilangkan mikroba yang Hadioetomo, 1993, Mikrobiologi Dasar
terdapat pada alat yang dapat menyebabkan dalam Praktek, Erlangga, Jakarta.
terjadinya transimisi mikroorganisme Lukas, S. 2006, Formulasi Steril, Penebit
penyebab penyakit, mencegah kompetisi Andi, Yogyakarta.
nutrien dalam media pertumbuhan sehingga Pratiwi, T.Sylvia, 2008, Mikrobiologi
memungkinkan kultur organisme spesifik Farmasi, Erlangga, Jakarta.
berbiak untuk keperluannya sendiri, dan
mencegah pembusukan material oleh
mikroorganisme.
4. Didapatkan bahwa setelah dilakukan
proses sterilisasi, tidak terdapat mikroba
pada alat dan bahan yang ditunjukkan oleh
tidak adanya pertumbuhan bakteri dan
mikroba pada media agar.
5. Proses sterilisasi alat dan pengemas
dilakukan dengan menggunakkan metode
yang sesuai dengan sifat alat. Alat gelas
menggunakan metode panas uap dengan
autoklaf. Alat logam menggunakan metode
panas kering dengan oven. Alat karet
disterilkan dengan alkohol 70%.

4.2 Saran
1. Pada saat melakukan praktikum
sebaiknya praktikan memperhatikan
kesterilan setiap alat dan bahan yang akan
digunakan agar mendapat hasil praktikum
sesuai yang diharapkan.
2. Praktikan sebaiknya memperhatikan
penyimpanan WFI, WFI harus disimpan di
tempat kedap dan tertutup rapat sehingga
tidak dapat terkontaminasi oleh mikroba.

DAFTAR PUSTAKA