Anda di halaman 1dari 3

SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK)

PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR …………………………..

Nomor : ………………………………..
Tanggal : ………………………………..

Antara

PUSKESMAS ..........................................

Dengan

……………………………………………………………..

Pada hari ini , …………….. tanggal ……………… bulan …………………..tahun dua ribu .........................., kami yang bertanda tangan
dibawah ini :

1. Nama : ................................................
NIP : ................................................
Jabatan : (sebutkan jabatannya) selaku Pejabat Pembuat Komitmen
(sebutkan instansinya)
Alamat : (sebutkan alamat instansinya)

Berdasarkan Surat Keputusan .............................. Nomor ............... tanggal ............... tentang pengangkatan pejabat
perbendaharaan/pengelola keuangan pada (sebutkan instansinya) dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama
Pemerintah R.I/ Pemerintah Daerah ........................... yang selanjutnya dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK PERTAMA..

2. Nama : ..............................................
Jabatan : Direktur/Direktur Utama PT/CV/Firma/Koperasi...............
Alamat : ...............................................

yang didirikan berdasarkan Hukum Republik Indonesia dengan Akta Notaris ................... Nomor ........... tanggal .................... dengan
segala perubahannya, bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma/Koperasi yang selanjutnya dalam hal ini disebut sebagai PIHAK
KEDUA.

1.

Dengan ini bersepakat untuk membuat SURAT PERJANJIAN KERJA (KONTRAK) yang mengikat kedua belah pihak sesuai dengan
ketentuan yang tercantum dalam pasal-pasal tersebut di bawah ini.

PERTAMA
TUGAS DAN PEKERJAAN
PASAL 1

PIHAK PERTAMA dalam kedudukannya sebagaimana tersebut diatas memberikan tugas kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA
menerima dan menyanggupi untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan Alat Tulis Kantor. ............................

KEDUA
RINCIAN PEKERJAAN
PASAL 2

Rincian Pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor …………………………tersebut pada pasal 1 harus sesuai dengan spesifikasi teknis yang
telah ditetapkan dalam Dokumen Pelelangan dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwizjing) Inventaris Kantor
…………………………………………Nomor .......... tanggal ...............

KETIGA
HARGA BORONGAN
PASAL 3

1. Jumlah harga borongan pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor tersebut pada pasal 1 adalah sebesar Rp. ……………………………
(dengan huruf).

2. Harga tersebut diatas sudah termasuk pajak-pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Pembayaran dari jumlah harga borongan seperti
tersebut pada Pasal 3 ayat 1, dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA yang dibebankan pada DIPA Kantor
…………………………………. Tahun 200...
KEEMPAT
JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
PASAL 4

PIHAK KEDUA berkewajiban untuk melaksanakan dan menyerahkan hasil pekerjaan Pengadaan Alat Tulis Kantor
.........................kepada PIHAK PERTAMA dalam jangka waktu 25 (dua puluh lima) hari kalender sejak tanggal Surat Perintah Mulai Kerja
ditandatangani.

KELIMA
CARA PEMBAYARAN
PASAL 5

Cara pembayaran harga borongan tersebut pada pasal 3 dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA melalui ……………………….. pada Bank
…………………….Nomor Rekening .......... Kepada PIHAK KEDUA dan akan dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Pembayaran sebesar 100% (seratus persen) dari harga borongan atau Rp. …………………………… (dengan huruf) setelah PIHAK
KEDUA menyelesaikan seluruh pekerjaan yang dituangkan kedalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.

2. Terhadap pembayaran tersebut ayat 1 dilakukan pungutan pajak oleh bendaharawan, selaku wajib pungut pajak sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.

KEENAM
SANKSI
PASAL 6

Apabila pekerjaan tidak dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA tepat pada waktu yang telah ditentukan pada pasal 4, maka PIHAK KEDUA
dikenakan sanksi berupa denda 1 0 00 (satu perseribu) dari harga borongan untuk setiap hari keterlambatan dan setinggi-tingginya 5%
(lima persen) dari harga borongan seluruhnya, kecuali apabila waktu penyerahan diperpanjang karena alasan-alasan yang dapat diterima
oleh PIHAK PERTAMA.

KETUJUH
KEADAAN MEMAKSA
PASAL 7

1. Perusahaan tidak diperkenankan mengajukan klaim atas kenaikan harga borongan yang sudah ditetapkan

2. Perusahaan dapat dibebaskan dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan apabila keterlambatan disebabkan oleh keadaan
memaksa dan dapat diterima oleh PIHAK PERTAMA.

3. PIHAK KEDUA dapat meminta pertimbangan dari PIHAK PERTAMA secara tertulis selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari
sejak terjadinya keadaan memaksa dan dilampirkan bukti-bukti yang sah untuk menyelesaikan pekerjaan akibat keadaan memaksa
berdasarkan penyelidikan yang seksama.

4. PIHAK PERTAMA akan menyetujui atau menolak secara tertulis “Keadaan Memaksa” itu dalam jangka waktu 3 x 24 jam sejak
adanya pemberitahuan tersebut.

5. Jika dalam jangka waktu 3 x 24 jam PIHAK PERTAMA tidak memberikan jawaban, maka PIHAK PERTAMA dianggap menyetujui
adanya “Keadaan Memaksa” tersebut.

6. Bilamana “Keadaan Memaksa” ditolak oleh PIHAK PERTAMA, maka berlaku ketentuan–ketentuan dalam perjanjian ini.

KEDELAPAN
PEMBATALAN/PEMUTUSAN PERJANJIAN
PASAL 8

1. PIHAK PERTAMA mempunyai hak untuk membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini apabila PIHAK KEDUA ternyata tidak
mampu melaksanakan pekerjaan pada Pasal 1 diatas.

2. PIHAK KEDUA telah menyerahkan atau melimpahkan seluruh tugas pekerjaan tersebut kepada PIHAK KETIGA tanpa persetujuan
PIHAK PERTAMA.

3. Dengan membatalkan/memutuskan Surat Perjanjian ini, maka semua pekerjaan yang telah selesai menjadi milik PIHAK PERTAMA.
KESEMBILAN
PERSELISIHAN / ARBITRASE
PASAL 9

1. Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak, maka diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat

2. Apabila dengan cara musyawarah untuk mencapai mufakat belum dapat menyelesaikan perselisihan yang ada, maka kedua belah
pihak dapat mengajukan persoalan kepada Panitia Arbitrase yang anggota-anggotanya ditunjuk oleh kedua belah pihak sedangkan
biaya ditanggung oleh PIHAK KEDUA.

3. Apabila dengan musyawarah untuk mencapai mufakat melalui Panitia Abritrase tidak terdapat penyelesaian yang layak dan
memuaskan, maka kedua belah pihak memilih tempat kedudukan hukum yang sah dan tidak berubah di Kantor Panitera Pengadilan
Negeri Jakarta Pusat.

4. Proses Penyelesaian dengan cara musyawarah oleh Panitia Abritase atau Pengadilan Negeri tidak dapat dijadikan alasan PIHAK
KEDUA untuk menunda pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

KESEPULUH
LAIN-LAIN
PASAL 10

Hal-hal yang ada hubungannya dengan Surat Perjanjian ini dan belum cukup diatur dalam pasal-pasal Surat Perjanjian akan ditentukan
lebih lanjut oleh kedua belah pihak secara musyawarah dan mufakat dalam surat Perjanjian Tambahan/Addendum dan merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini.

KESEBELAS
PENUTUP
PASAL 11

1. Surat perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat kedua belah pihak dan mulai berlaku setelah ditandatangani oleh kedua belah
pihak pada tanggal tersebut diatas.
2. Surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap secukupnya 2 (dua) rangkap masing-masing bermaterai cukup dan mempunyai kekuatan
hukum yang sama

PIHAK KEDUA PIHAK PERTAMA

Nama Nama
Jabatan pada perusahaan NIP