Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Bagi manusia air adalah salah satu kebutuhan utama. Hal ini dikarenakan
manusia tidak hanya membutuhkan air untuk kebutuhan tubuh (minum) tetapi
juga membutuhkan air untuk berbagai kebutuhan lain, seperti mencuci, memasak,
dan lainnya. Manusia sering dihadapkan pada situasi yang sulit ketika sumber air
tawar sangat terbatas dan di lain pihak terjadi peningkatan kebutuhan. Selain itu,
mengingat bahwa berbagai penyakit dapat dibawa oleh air kepada manusia yang
memanfaatkannya, maka tujuan utama penyediaan air bersih atau air minum bagi
masyarakat adalah untuk mencegah penyakit yang dibawa oleh air. Penyediaan air
bersih selain kuantitas kualitasnya pun harus memenuhi standar yang berlaku. Air
minum yang memenuhi baik kuantitas maupun kualitas sangat membantu
menurunkan angka kesakitan penyakit perut terutama penyakit diare. Sehingga
pengawasan terhadap kualitas air minum agar tetap memenuhi syarat kesehatan.
Debit air sebagian sungai di Indonesia pada beberapa tahun terakhir
berkurang jauh dibanding 15-20 tahun lalu disebabkan adanya kerusakan
lingkungan di hulu sungai. Secara keseluruhan, kondisi hulu sungai yang berada
dalam kondisi baik saat ini hanya 15 persen sampai 20 persen. Sebagian besar
kawasan hulu sungai di Indonesia adalah milik masyarakat, sehingga mereka
merusaknya dengan sesuka hati.
Pencemaran sungai yang terjadi di Indonesia merupakan ancaman besar
bagi kesehatan masyarakat mengingat tidak sedikit PDAM di Indonesia yang
mengambil bahan baku airnya berasal dari sungai. Dengan tingginya tingkat
pencemaran air sungai memberi dampak pada kesehatan manusia yang
memanfaatkan airnya antara lain semakin meningkatnya tingkat kematian bayi
akibat diare.
Belakangan ini, terdapat rencana kenaikan tarif bahan baku mutu air di
beberapa PDAM di Indonesia seperti yang terjadi di PDAM Kota Surabaya.
Kenaikan tarif baku mutu akan berdampak pada kenaikan ongkos produksi. Jika
memang pengaruhnya tidak signifikan, maka harga air PDAM bisa dikendalikan.
Kalau tidak bisa diatasi akibat kenaikan tarif baku mutu yang tinggi, tentu akan
bisa mempengaruhi harga jual air PDAM ke konsumen. Rencana kenaikan tarif
bahan baku mutu yang tinggi, tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas bahan
baku mutu air. Bahkan saat ini ada kecenderungan kualitas bahan baku mutu yang
berasal dari Sungai Surabaya ini semakin menurun.
Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah atau Ecological
Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) menyarankan untuk mengkaji
ulang pemanfaatan air sungai Surabaya sebagai bahan baku mutu air PDAM
pasalnya, pencemaran yang terjadi sudah semakin parah. Hal ini dibuktikan
dengan telah terjadinya feminisasi ikan yang disebabkan limbah urin perempuan
yang mengkonsumsi pil kontrasepsi, terkena bahan kimia seperti pestisida, PCB,
logam berat, deterjen, plastilizer (bahan pembuat plastik) dan shampo serta obat-
obatan kimia. Ini terjadi karena Kali Surabaya selama hampir 30 tahun terakhir
menjadi saluran pembuangan limbah kimia industri, tempat sampah besar dan WC
Umum yang bebas dibuangi kotoran manusia, air kencing dan sampah. Untuk itu
diperlukan suatu alternative pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum yang
berkualitas dan tidak membahayakan masyarakat. Mengingat melimpahnya
sumber daya air yang berasal dari laut, maka perlu dikaji tentang kemungkinan
dimanfaatkannya air laut sebagai bahan baku pemenuhan kebutuhan air bersih
bagi masyarakat serta kelebihan yang mungkin didapat ketika menggunakan air
laut sebagai bahan baku air PDAM. Proses pengolahan air asin menjadi air tawar
disebut proses Desalinasi air laut yang salah satunya dilakukan dengan sistem
osmosis balik.

1.2 Rumusan masalah


a. Bagaimana tingkat kualitas dan ketersediaan air laut untuk dimanfaatkan
sebagai bahan baku pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum di
masyarakat?
b. Bagaimana manfaat yang ditimbulkan (kesehatan dan finansial) dari
pengolahan air laut menjadi air bersih atau air minum jika dibandingkan
dengan air sungai?
c. Proses seperti apa serta alat apakah yang diperlukan dalam proses
pemanfaatan air laut menjadi air bersih dan air minum dengan cara osmosis
balik?
1.3 Tujuan
a. Mengetahui kemungkinan dimanfaatkannya air laut sebagai bahan baku
pemenuhan air bersih di masyarakat ditinjau dari kualitas dan tingkat
ketersediaannya
b. Mengetahui pengertian pengolahan air laut dengan system osmosis balik
c. Mengetahui manfaat (kesehatan dan finansial) pengolahan air laut sebagai
sumber bahan baku air bersih dan air minum dibandingkan dengan air
sungai
d. Mengetahui metode/proses pengolahan air laut dengan system osmosis balik
serta peralatan yang digunakan dalam mengolah air laut menjadi air bersih
ataupun air minum

1.4 Manfaat
a. Memberikan alternative pilihan dalam mengatasi permasalahan
meningkatnya biaya pembelian bahan baku air untuk pemenuhan kebutuhan
air bersih yang dibarengi penurunan kualitas air sungai sebagai bahan baku
awal
b. Memberikan solusi terhadap permasalahan kesehatan yang mungkin muncul
akibat rendahnya kualitas bahan baku air yang dikonsumsi masyarakat
untuk kebutuhan sehari-harinya
c. Sebagai sumber referensi bagi pembaca tentang pengolahan air laut dengan
system osmosis balik serta manfaatnya

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Air Laut


Laut adalah kumpulan air asin dalam jumlah yang banyak dan luas yang
menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau.(Kamus Besar Bahasa
Indonesia Edidi keempat-2008 ). Jadi laut merupakan air yang menutupi
permukaan tanah yang sangat luas dan umumnya mengandung garam dan berasa
asin. Biasanya air mengalir yang ada di darat akan bermuara ke laut. Air laut
merupakan campuran dari 96,5% air murni dan 3,5% material lainnya seperti
garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak
terlarut.Air laut mengandung garam, oleh karena itu rasanya menjadi asin. Rata-
rata air laut mengandung 3,5 % garam. Artinya dalam setiap 1 kg air laut
kandungan garamnya sebanyak 35 gram.

2.2 Perbedaan Air Laut dengan Air Tawar


a. Air laut mempunyai rasa asin, sedangkan air tawar tidak. Hal ini
karena air laut mengandung kadar garam sebanyak 3,5 %, sedangkan air
tawar tidak mengandung garam.
b. Kuantitas air laut di bumi jauh lebih besar dari pada jumlah air tawar.
97% air di bumi adalah air laut, dan hanya 3% berupa air tawar.
c. Air laut lebih padat dari pada air tawar, karena kadar garam yang
terkandung dalam air laut menambah massa namun tidak mempengaruhi
volume dari air laut tersebut.
d. Air laut mengandung ion terlarut lebih besar dari pada air tawar. Ion-
ion yang keberadaannya melimpah di dalam air laut adalah natrium,
klorida, magnesium, sulfat, dan kalsium.
e. Kandungan unsur kimia dalam air laut: Clorida (Cl), Natrium (Na),
Magnesium (Mg), Sulfur (S), calium (Ca), Kalsium (K), Brom (Br),
Carbon (C), Cr, B. Sedangkan kandungan unsur kimia dalam air tawar:
zat kapur, besi, timah, magnesium, tembaga, sodium, chloride, dan
chlorine.

2.3 Manfaat Pengelolaan Air Laut


1. Memberikan solusi terhadap krisis air bersih. Dengan adanya pengelolaan
air laut menjadi air tawar yang dapat dikonsumsi masyarakat dapat
mengatasi adanya krisis air bersih.
2. Pengelolaan air laut menjadi air tawar yang layak konsumsi bisa
mengurangi penggunaan air bawah tanah yang diyakini sebagai penyebab
utama penurunan tanah di beberapa tempat di Indonesia.
3. Dalam penggelolaan air laut yang mengandung garam menjadi air tawar
ini bisa menghasilkan garam dapur yang juga dapat dikonsumsi.
4. Pengelolaan air laut menjadi air tawar ini juga bisa menjadi sebuah
kesempatan bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan air minum
nasional maupun internasional untuk mampu menyediakan air minum
sehat bagi pelanggannya

2.4 Macam-Macam Proses Pengolahan Air Laut Menjadi Air Bersih


2.4.1 Proses Desalinasi Air Laut Dengan Sistem Osmosis Balik
Desalinasi merupakan suatu teknologi pengolahan air. Desalinasi
merupakan proses untuk mendapatkan air dengan kemurnian tinggi atau untuk
memperoleh air bersih dari air yang memiliki kadar garam tinggi, seperti air laut.
Ada beberapa penjelasan tentang desalinasi ini, salah satunya yaitu mengartikan
bahwa Desalinasi berarti hanya suatu proses pemisahan air tawar dari air asin. Ada
juga yang mengartikan bahwa desalinasi merupakan proses untuk menghilangkan
kandungan garam di air yang terdiri dari cation (ion positif) dan anion (ion
negative).
Menurut Retno, 2001 Proses desalinasi biasanya digunakan untuk
mengolah air laut menjadi air bebas mineral yang dapat dikonsumsi oleh manusia.
Ada beberapa teknologi dalam proses desalinasi, yakni proses distilasi atau
penguapan, teknologi proses dengan menggunakan membrane atau filtrasi, dan
proses pertukaran ion. Proses desalinasi dengan cara distilasi adalah metode
pemisahan dengan cara memanaskan air laut untuk menghasilkan uap air, yang
selanjutnya dikondensasi untuk menghasilkan air bersih.. Sedangkan pada proses
dengan cara membrane adalah pemisahan air laut dengan air tawar dengan cara
pemberian tekanan dan menggunakan membran reserve osmosis atau dengan cara
elektrodialisa.
Pada sistem desalinasi dengan menggunakan membrane RO, air pada
larutan garam dipisahkan dari garam terlarutnya dengan mengalirkannya melalui
membran water-permeable. Permeate dapat mengalir melalui membran akibat
adanya perbedaan tekanan yang diciptakan antara umpan bertekanan dan produk,
yang memiliki tekanan dekat dengan tekanan atmosfer. Sisa umpan selanjutnya
akan terus mengalir melalui sisi reaktor bertekanan sebagai brine. Proses ini tidak
melalui tahap pemanasan ataupun perubahan fasa. Reverse osmosis (Osmosis
terbalik) adalah sebuah istilah teknologi yang berasal dari osmosis. Osmosis
adalah sebuah fenomena alam dalam sel hidup di mana molekul "solvent"
(biasanya air) akan mengalir dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah
Berkonsentrasi tinggi melalui sebuah membran semipermeabel. Membran
semipermeabel ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun yang
memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel. Gerakan dari
"solvent" berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua
sisi membran.
Reverse osmosis adalah sebuah proses pemaksaan sebuah solvent dari
sebuah daerah konsentrasi "solute" tinggi melalui sebuah membran ke sebuah
daerah "solute" rendah dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi tekanan
osmotik. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah
solusi melalui filter yang menangkap "solute" dari satu sisi dan membiarkan
pendapatan "solvent" murni dari sisi satunya. Reverse osmosis merupakan suatu
metode pembersihan melalui membran semi permeable. Pada proses membran,
pemisahan air dari pengotornya didasarkan pada proses penyaringan dengan skala
molekul, dimana suatu tekanan tinggi diberikan melampaui tarikan osmosis
sehingga akan memaksa air melalui proses osmosis terbalik dari bagian yang
memiliki kepekatan tinggi ke bagian yang mempunyai kepekatan rendah. Selama
proses tersebut terjadi, kotoran dan bahan yang berbahaya akan dibuang sebagai
air tercemar (limbah). Molekul air dan bahan mikro yang berukuran lebih kecil
dari Reverse Osmosis akan tersaring melalui membran. Di dalam membran
Reverse Osmosis tersebut terjadi proses penyaringan dengan ukuran molekul,
yakni partikel yang molekulnya lebih besar daripada molekul air misalnya
molekul garam, besi dan lainnya, akan terpisah dan dalam membran osmosis balik
harus mempunyai persyaratan tertentu, misalnya kekeruhan harus nol, kadar besi
harus <0,1>.
1. Peralatan Desalinasi dengan Sistem Osmosis Balik
Untuk merakit suatu unit RO diperlukan beberapa alat pendukung
seperti : Mesin Las, Bor listrik, Alat potong/gergaji, Obeng, Palu, Lem, Kunci,
Gurinda dan alat pertukangan.

Pompa Jet Pump Pompa Semi Jet Pompa Celup


Gambar 1. Pompa Air Baku dan Pompa Celup

Tangki Reaktor
Tangki Kimia dan Pompa Dosing
Gambar 2. Tangki Reaktor, Tangki Kimia dan Pompa Dosing
Gambar 3. Filter Pasir, Mangan dan Carbon Gambar 4. Cartridge Filter

Gambar 5. Membran Tabung Gambar 6. Unit RO

Gambar 7. Generator Listrik 10 KVA 380 V dan Panel Listrik


2. Proses Desalinasi Air Laut dengan membran Reverse Osmosis atau
filtrasi
Reverse osmosis (Osmosis balik) adalah sebuah istilah teknologi yang
berasal dari osmosis. Osmosis adalah sebuah fenomena alam dalam sel hidup di
mana molekul "solvent" (biasanya air) akan mengalir dari daerah berkonsentrasi
rendah ke daerah Berkonsentrasi tinggi melalui sebuah membran semipermeabel.
Dalam penyaringan terdiri dari dua unit, yaitu unit pengolahan awal dan unit
osmosa balik. Unit pengolahan awal terdiri dari pompa air baku, tangki reaktor
(kontaktor), saringan pasir, filter mangan zeolit, filter untuk penghilangan warna
(color removal), dan filter cartridge ukuran 0,5 µm. Sedangkan unit osmosa balik
terdiri dari pompa tekanan tinggi, membran Osmosa Balik, pompa dosing klorine,
dan sterilisator ultra violet (UV).
Berikut ini adalah gambaran susunan dari unit reverse osmosis.

Gambar 8. Proses Desalinasi Air laut dengan Reverse Osmosis


Air baku (air laut) dipompa ke tangki reaktor (kontaktor), sambil diinjeksi
dengan larutan klorin atau Kalium Permanganat agar zat Besi atau Mangan yang
larut dalam air baku dapat dioksidasi menjadi bentuk senyawa oksida Besi atau
Mangan yang tak larut dalam air serta untuk membunuh mikroorganisme yang
dapat menyebabkan biofouling (penyumbatan oleh bakteri) di dalam membran
Osmosa Balik.
Dari tangki reaktor, air dialirkan ke saringan pasir cepat agar senyawa Besi
atau Mangan yang telah teroksidasi dan juga padatan tersuspensi (SS) yang
berupa partikel halus, plankton dan lainnya dapat disaring. Air yang keluar dari
saringan pasir selanjutnya dialirkan ke filter Mangan Zeolit. Dengan adanya filter
Mangan Zeolit ini, zat Besi atau Mangan yang belum teroksidasi di dalam tangki
reaktor dapat dihilangkan sampai konsentrasi < 0,1 mg/l. Zat Besi dan Mangan ini
harus dihilangkan terlebih dahulu karena dapat menimbulkan kerak (scale) di
dalam membran Osmosa Balik. Air dialirkan ke filter penghilangan warna. Filter
ini mempunyai fungsi untuk menghilangkan senyawa warna dalam air baku yang
dapat mempercepat penyumbatan membran Osmosa Balik. Setelah melalui filter
penghilangan warna, air dialirkan ke filter cartridge yang dapat menyaring partikel
dengan ukuran 0,5 µm.
Air dialirkan ke unit Osmosa Balik dengan menggunakan pompa tekanan
tinggi sambil diinjeksi dengan zat anti kerak (antiskalant) dan zat anti biofouling.
Air yang keluar dari modul membran Osmosa Balik yakni air tawar dan air
buangan garam yang telah dipekatkan. Selanjutnya air tawarnya dipompa ke
tangki penampung sambil dibubuhi dengan klorine dengan konsentarsi tertentu
agar tidak terkontaminasi kembali oleh mikroba, sedangkan air garamnya dibuang
lagi ke laut.

3. Keunggulan dan Kelemahan Sistem Osmosis Balik


 Keunggulan Sistem Osmosis Balik
Beberapa keunggulan yang didapat berdasarkan kajian ekonomi dan hasil
yang dicapai, untuk proses pengolahan air dengan metode reverse osmosis
adalah sebagai berikut :
a. Mengurangi kebutuhan laboratorium,
b. Dapat mencapai pada tekanan tinggi,
c. Dapat mengurangi kandungan garam, karbonat, total hardness, sulfat,
dannitrat dari air umpan. Zat-zat yang tidak terlarut dalam air juga
dipisahkan seperti koloid dan bakteri.
d. Untuk umpan padatan total terlarut di bawah 400 ppm, osmosis balik
merupakan perlakuan yang murah.
e. Untuk umpan padatan total terlarut di atas 400 ppm, dengan penurunan
padatan total terlarut 10% semula, osmosis balik sangat
menguntungkandibanding dengan deionisasi.
f. Untuk umpan berapapun konsentrasi padatan total terlarut, disertai
kandungan organic lebih daripada 15 g/liter, osmosis balik sangat baik
untuk praperlakuan deionisasi.
g. Osmosis balik sedikit berhubungan dengan bahan kimia, sehingga lebih
praktis.

 Kelemahan Sistem Osmosis Balik


Kelemahan yang sering didapat pada pengolahan air menggunakan metode
reverse osmosis adalah sering terjadinya penyumbatan (fouling/clogging) karena
bahan – bahan tertentu pada permukaan membran seperti membran berkerak
karena pengendapan garam terlarut dalam air karena konsentrasi air cukup pekat
dan batas kelarutan terlampaui. Kerak dapat berupa kalsium karbonat atau
sulfat,silika, dan kalsium klorida, dan perawatannya lebih mahal dibandingkan
dengan pengolahan secara konvensional. Selain itu air umpan harus diolah
terlebih dahulu untuk menghilangkan partikulat-partikulat, Operasi RO
membutuhkan material dan alat dengan kualitas standar yang tinggi, serta
terdapat kemungkinan terjadi pertumbuhan bakteri pada membran itu sendiri.

2.4.2 Proses Desalinasi Sistem Revese Osmosis (RO)


Di dalam proses desalinasi air laut dengan sistem osmosis balik (RO),
tidak memungkinkan untuk memisahkan seluruh garam dari air lautnya, karena
akan membutuhkan tekanan yang sangat tinggi sekali. Oleh karena itu pada
kenyataanya, untuk mengasilkan air tawar maka air asin atau air laut dipompa
dengan tekanan tinggi ke dalam sutu modul membrane osmosis balik yang
mempunyai dua buah outlet yakni outlet untuk air tawar yang dihasilkan dan
outlet untuk air garam yang telah dipekatkan (reject water). Di dalam membrane
RO tersebut terjadi proses penyaringan dengan ukuran molekul, yakni partikel
yang molekulnya lebih besar dari pada molekul air, misalnya molekul garam dan
lainnya, akan terpisah dan akan terikut ke dalam air buangan (reject water). Oleh
karena itu air yang akan masuk kedalam membran RO harus mempunyai
persyaratan tertentu misalnya kekeruhan harus nol, kadar besi harus < 0,1 mg/l,
pH harus dikontrol agar tidak terjadi pengerakan calsium dan lainnya. Di dalam
prakteknya, proses pengolahan air minum dengan sistem reverse osmosis terdiri
dari dua bagian yakni unit pengolahan pendahuluan dan unit RO. Oleh karena air
baku yakni air laut, terutama yang dekat dengan pantai masih mengandung
partikel padatan tersuspensi, mineral, plankton dan lainnya, maka air baku
tersebut perlu dilakukan pengolahan pendahuluan sebelum diproses di dalam unit
RO. Unit pengolahan pendahuluan tersebut terdiri dari beberapa peralatan utama
yakni pompa air baku, bak koagulasi-flokulasi, tangki reaktor (kontaktor),
saringan pasir, filter mangan zeolit, dan filter untuk penghilangan warna (color
removal), dan filter cartridge ukuran 0,5 µm. Sedangkan unit RO terdiri dari
pompa tekanan tinggi dan membran RO, serta pompa dosing untuk anti scalant,
dan anti biofouling dan sterilisator ultra violet (UV).
Air baku (air laut) dipompa ke bak koagulasi-flokulasi untuk
mengendapakan zat padat tersuspenssi, selanjutnya di alirkan ke rapid sand filter,
selanjutnya ditampung di dalam bak penampung. Dari bak penampung air laut
dipompa ke pressure filter sambil diinjeksi dengan larutan kalium permanganat
agar zat besi atau mangan yang larut dalam air baku dapat dioksidasi menjadi
bentuk senyawa oksida besi atau mangan yang tak larut dalam air. Selain itu
dijinjeksikan larutan anti scalant, anti biofouling yang dapat berfungsi untuk
mencegah pengkerakan serta membunuh mikroorganisme yang dapat
menyebabkan biofouling di dalam membrane RO.
Dari pressure filter, air dialirkan ke saringan filter multi media agar
senyawa besi atau mangan yang telah teroksidasi dan juga padatan tersuspensi
(SS) yang berupa partikel halus, plankton dan lainnya dapat disaring. Dengan
adanya filter multi media ini, zat besi atau mangan yang belum teroksidasi dapat
dihilangkan sampai konsentrasi <0,1 mg/l. Zat besi dan mangan ini harus
dihilangkan terlebih dahulu karena zat-zat tesebut dapat menimbulkan kerak
(scale) di dalam membran RO. Dari filter multimedia, air dialirkan ke filter
penghilangan warna. Filter ini mempunyai fungsi untuk menghilangkan warna
senyawa warna dalam air baku yang dapat mempercepat penyumbatan membran
RO. Setelah melalui filter penghilangan warna, air dialirkan ke filter cartridge
yang dapat menyaring partikel dengan ukuran 0,5 µm. Setelah melalui filter
cartridge, air dialirkan ke unit RO dengan menggunakan pompa tekanan tinggi
sambil diinjeksi dengan zat anti kerak dan zat anti biofouling. Air yang keluar dari
modul membran RO ada dua yakni air tawar dan air buangan garam yang telah
dipekatkan (reject water). Selanjutnya air tawarnya dipompa ke tangki penampung
sambil dibubuhi dengan khlorine dengan konsentarsi tertentu agar tidak
terkontaminasi kembali oleh mikroba, sedangkan air garamnya dibuang lagi ke
laut.

1. Kelebihan dan kekurangan Proses Proses Desalinasi Sistem Revese


Osmosis (RO)
 Keuntungan nya sebagai berikut:
a. Sangat efektif dalam menghilangkan segala jenis kontaminan karena
membrannya sangat kecil bahkan berukuran mikro
b. Kontaminannya di antaranya adalah partikel mikro, kaloid,
mikroorganisme, dan yang lainnya
c. Tidak membutuhkan banyak perawatan.

 Kekurangannya Sebagai Berikut:


a. Aliran airnya sangat kecil
b. Membutuhkan banyak waktu

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Jumlah air laut yang melimpah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif
bahan baku pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Salah satu proses
pengolahan air asin menjadi air tawar disebut proses desalinasi air laut. Ada
beberapa teknologi dalam proses desalinasi, yakni proses distilasi atau
penguapan, proses dengan menggunakan membran atau filtrasi (reserve osmosis),
dan proses pertukaran ion.
Membahas lebih jauh, Reverse osmosis adalah sebuah proses mengalirkan
sebuah solvent dari sebuah daerah konsentrasi solute tinggi melalui sebuah
membran ke sebuah daerah solute rendah dengan menggunakan sesbuah tekanan,
dan pada membran pemisahan air dari pengotornya didasarkan pada proses
penyaringan dengan skala molekul sehingga bahan yang molekulnya lebih besar
daripada molekul air akan terpisah. Peralatan yang dibutuhkan untuk proses ini
antara lain pompa air baku (jet pump atau semi-jet pump), pompa celup, tangki
reaktor, tangki kimia pompa dosing, filter pasir, mangan dan carbon, cartridge
filter, memban tabung, unit RO, generator listrik 10 KVA 380 V, dan panel listrik.
Proses desalinasi membran RO ini mempunyai banyak manfaat, baik dari
segi finansial, efisiensi, dan kesehatan. Untuk umpan padatan total terlarut di
bawah 400 ppm, osmosis balik merupakan perlakuan yang murah, serta
mengurangi kebutuhan laboratorium, sehingga dapat menekan biaya yang
dikeluarkan. Dalam prosesnya desalinasi membran RO dapat memberi hasil yang
lebih baik dari proses lain, dapat mendukung proses lain, dan sedikit berhubungan
dengan bahan kimia sehingga lebih praktis dan efisien. Dengan empat tahap
penyaringannya, proses ini dapat mengurangi kandungan garam, karbonat, total
hardness, sulfat, dannitrat, zat-zat yang tidak terlarut dalam air, seperti koloid dan
bakteri, dari air umpan, sehingga bermanfaat bagi kesehatan.

3.2 Saran
Air laut dapat digunakan sebagai alternatif sumber air bersih bagi
masyarakat, karena ketersediaan dan manfaatnya, bagi ekonomi, efisiensi, dan
kesehatan. Air laut perlu melalui proses pengolahan yang baik agar menjadi air
yang layak digunakan, bahkan dikonsumsi. Salah satu pengolahannya adalah
dengan desalinasi membran reserve osmosis.