Anda di halaman 1dari 12

KUMPULAN SOAL KIMIA ANALITIK KELAS 3A

1. Sebutkan dua cara mengidentifikasi Ag+ beserta senyawa yg dihasilkan ! (Sri Maya
Sari)

Jawab :

1. Ag+ dapat diidentifikasi dengan mereaksikan [Ag(NH3)2] dengan KI, sehingga


terbentuk AgI (endapan kuning muda).

2. Ag+ diidentifikasikan dengan mengasamkan filtrat yang diperoleh dari pemisahan


dengan asam nitrat encer, sehingga kompleks [Ag(NH3)2] terurai kembali dan
dihasilkan endapan putih AgCl.

2. Pada kation golongan 1 dapat membentuk garam klorida jika direaksikan dengan cl-.
sebutkan tiga senyawa yang terbentuk tersebut! (Alfi Rizkiah Rohimah)
Jawab.
1. Agcl
2. Hg2Cl2
3.PbCl2.

3. Apa perbedaan analisa modern dan konvensional ? (Laila Sari)


jawab : murah dan mahal. tidak spesifik dan spesifik. lambat dan cepat.

4. Jelaskan mengapa digunakan HCl sebagai larutan pembersih pada uji nyala api?
(Destri Wahyuni)
Jawab:
Dalam percobaan ini digunakan HCl untuk membersihkan kawat nikrom karena HCl
dapat melarutkan pengotor-pengotornya /zat pengganggu yang mungkin menempel
pada kawat nikrom sehingga pengotor tersebut akan mudah menguap dari kawat,
sehingga kawat benar-benar bersih.
pembakaran HCl tidak memberikan warna sehingga tidak mempengaruhi atau
mengganggu warna nyala logam alkali dan alkali tanah ketika diamati.
HCl digunakan untuk membuat sampel menjadi kental sehingga mudah menempel
dalam kawat nikrom.
5. Apa tujuan dari pemeriksaan cara basah pada pemeriksaan sifat sifat fisik maupun
sifat sifat kimia? (Nadya Fadhilah)
Jawab :
Tujuannya untuk memperoleh petunjuk tentang sisa asam dalam analat dengan
penambahan H2SO4 encer lalu pekat.

6. Peristiwa peristiwa apa saja yangdapat diamati dalam pemeriksaan pemanasan bahan
dalam tabung pemijaran ? (Kardina)
Jawab :
Meleleh, perubahan warna, terjadi uap air , terjadi asap atau gas, sublimasi.

7. Kation diklasifikasikan dalam 5 golongan berdasarkan sifat-sifat kation tersebut


terhadap beberapa reagensia. pada golongan V disebut juga golongan sisa karena
tidak bereaksi dengan reagensia-reagensia golongan sebelumnya. Apa saja Ion kation
yang termasuk dalam golongan ini ? (Annisa)
Jawab :
magnesium, natrium, kalium, ammonium, litium, dan hydrogen.

8. Apa yang di maksud dengan sifat higroskopis? (Siti Rogayah)


Jawab:
Higroskopis adalah kemampuan suatu zat untuk menyerap molekul air dari
lingkungannya baik melalui absorbsi atau adsorpsi. Suatu zat disebut higroskopis jika
zat itu mempunyai kemampuan menyerap molekul air yang baik.

9. Analisis kation memerlukan pendekatan yang sistematis. Umumnya ini dilakukan


dengan dua cara yaitu... (Febby Ihza)
Jawab:
Pemisahan dan identifikasi.

10. Senyawa X dan Y yang terdapat dalam suatu larutan dapat dipisahkan dengan cara
kristalisasi fraksional. Teknik ini dapat dilakukan karena X dan Y mempunyai
perbedaan.... (Kartija)
jawab: kelarutan.
11. Bagaimana cara membebaskan anion-anion dari logam berat? (Nursya Alma Indah)
Jawab:
Mendidihkan zat dengan larutan Natrium Karbonat Pekat yang akan terjadi
penguraian berganda dengan menghasilkan karbonat-karbonat yang tidak larut dari
logam-logam beratnya dan garam-garam natrium yang larut dari anion-anionnya.

12. Sebutkan pengelompokan anion dalam beberapa kelas? (Endang Lestari)


Jawab:
a. Anion sederhana seperti O2- , F-, atau CN-
b. Anion polimer okso diskret seperti NO3-,SO42-
c. Anion polimer okso, seperti silikat, borat, atau fosfat terkondensasi
d. Anion kompleks halida, seperti TaF6 dan kompleks anion yang berbasis bangat
seperti oksalat.

13. Jelaskan perbedaan analisis gravimetri dengan analisis volumetri? (Putri Permata)
Jawab:
Gravimetri dalam ilmu kimia merupakan salah satu metode kimia analitik untuk
menentukan kuantitas suatu zat atau komponen yang telah diketahui dengan cara
mengukur berat komponen dalam keadaan murni setelah melalui proses pemisahan.
sedangkan volumetri adalah analisa kuantitatif dimana kadar dan komposisi dari
sampel ditetapkan berdasarkan volume pereaksi (volume diketahui) yang
ditambahkan ke dalam larutan zat uji, hingga komponen yang ditetapkan bereaksi
secara kuantitatif dengan pereaksi tersebut.

14. Jelaskan tahap-tahap yang dilakukan untuk analisa kation! (Fitra Tunnisa)
Jawab:
1. Pendahuluan
a. kerucutkan masalahnya terlebih dahulu dengan cara mengidentifikasi larutan
sampel tersebut.
b. uji organoleptis yang meliputi bentuk, warna, bau, dan rasa secara fisik, tapi untuk
zat yang berbahaya jangan sekali-kali untuk merasainya karena akan menimbulkan
efek yang tidak diinginkan.
c. lakukan uji keasaman dengan menggunakan kertas lakmus merah dan kertas lakmus
biru.
d. lakukanlah uji bentuk kristal dengan menggunakan alat yaitu mikroskop
e. uji nyala atau flame test.
f. uji kelarutan.
g. uji spesifik. Mereaksikan sampel dengan reagensia yang ada di laboratorium.

2. Analisa pemastian
Analisa ini berguna untuk kita dapat memastikan senyawa atau unsur (anion dan
kationnya) apa yang ada di dalam sampel tersebut. Analisa ini juga yang akan
memastikan semua tahapan uji pendahuluan yang sudah kita lakukan sebelumnya.

15. 1. Apa yang dimaksud dengan larutan standar primer dan sekunder sebutkan
contohnya! (Safira Amalia)
Jawab:
1. larutan standar primer adalah larutan standar yang sudah diketahui konsentrasinya
dengan cara menimbang secara tepat zat murninya. Contoh : as. oksalat
2. larutan standard sekunder adalah larutan standard yang bila akan digunakan untuk
standardisasi harus distandardisasi lebih dahulu dengan larutan standard primer.
Contoh : NaOH

16. Sebutkan metode yang digunakan dalam analisis gravimetri? (Ratih Permata)
Jawab :
1. metode pengendapan
2. metode penguapan
3. metode elektrolisis.

17. Apa fungsi kaca cobalt pada percobaan uji nyala unsur? (Sumiati)
Jawab:
Kaca cobalt berfungsi untuk menyaring warna kuning natrium dan memudahkan
pengamatan ion logam lainnya.

18. Jelaskan jenis jenis endapan dalam analisis gravimetri. (Suci Sukma)
Jawab :
1. endapan kasar, yaitu endapan yg butiran nya kasar dan tidak halus.
2. endapan bulky, yaitu endapan dengan volume dan berat yang besar. tetapi berasal
dari analat yang hanya sedikit. contoh nya dalam analisis Mg.
3. endapan spesifik, yaitu pereaksi yang di gunakan hanya dapat mengendapkan
komponen yang di analisa.

19. Jelaskan tahapan tahapan pada metode penguapan gravimetri? (Reva Dina Asri)
Jawab:
Suatu sampel yang akan ditentukan seara gravimetri mula-mula ditimbang secara
kuantitatif, dilarutkan dalam pelarut tertentu kemudian diendapkan kembali dengan
reagen tertentu. Senyawa yang dihasilkan harus memenuhi sarat yaitu memiliki
kelarutan sangat kecil sehingga bisa mengendap kembali dan dapat dianalisis dengan
cara menimbang.

Endapan yang terbentuk harus berukuran lebih besar dari pada pori-pori alat
penyaring (kertas saring), kemudian endapan tersebut dicuci dengan larutan elektrolit
yang mengandung ion sejenis dengan ion endapan.

Hal ini dilakukan untuk melarutkan pengotor yang terdapat dipermukaan endapan dan
memaksimalkan endapan. Endapan yang terbentuk dikeringkan pada suhu 100-130
derajat celcius atau dipijarkan sampai suhu 800 derajat celcius tergantung suhu
dekomposisi dari analit.

20. Berdasarkan sifatnya terhadap beberapa pereaksi, kation digolongkan menjadi 5


golongan. Sebutkan 3 dari 5 golongan tersebut beserta ciri khasnya! (Nanda Salwa
Aulia)
Jawab:
Golongan I : membentuk endapan dengan asam klorida encer, ion - ion yang termasuk
dalam golongan ini adalah timbal, raksa, dan perak.
Golongan II : membentuk endapan dengan hydrogen sulfide dalam suasana asam
mineral encer. Ion-ion yang termasuk dalam golongan ini adalah mercurium (II) ,
tembaga , cadmium, bismuth, stibium , timah .
Golongan III : membentuk endapan dengan ammonium sulfit dalam suasana netral .
Kation golongan ini antara lain nikel, besi, kromium, allumunium , seng, mangan, dan
kobalt.

21. Sebutkan 2 contoh kation golongan 1 serta reaksi identifikasinya! (Lenta Sinaga)
Jawab:
kation gol.1 : Ag+, Pb2+
Reaksi Identifikasi Kation Golongan I
1.Reaksi Identifikasi Pb
Reaksi Pb
2+ dengan H2SO4
Reaksi Ion Timbal dengan Asam Sulfat
2.Reaksi Identifikasi Ag
Reaksi endapan AgCl dengan NH4OH
Reaksi Endapan AgCl dengan Amoniak

22. Sebutkan langkah-langkah dalam analisis gravimetri? (Aulia Agustha)


Jawab:
1. persiapaan contoh atau sampel
2. pembahasan cuplikan
3. pelarutan cuplikan
4. pengendapan
5. penyaringan dan pencucian endapan penyaringan
6. pengabuan dan penimbangan sisa pijar
7. perhitungan hasil

23. Pada umumnya anion-anion dapat digolongkan menjadi 3 golongan yaitu: golongan
sulfat, halida dan nitrat. sebutkan anion apa yang tergolong dalam golongan sulfat?
(Aida Syafina)
Jawab:
SO42-, SO32-, PO43-, Cr2O42-, BO33-, AsO43- dan AsO33-.

24. Jelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu reaksi dapat digunakan dalam
suatu titrasi! (Nia Sukma)
Jawab:
a.Reaksinya harus berlangsung sangat cepat.
b.Reaksinya harus sederhana serta dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi yang
kuantitatif/stokiometrik.
c.Harus ada perubahan yang terlihat pada saat titik ekuivalen tercapai, baik secara
kimia maupun secara fisika.
d.Harus ada indikator jika reaksi tidak menunjukkan perubahan kimia atau fisika.
Indikator potensiometrik dapat pula digunakan.

25. Jelaskan dan berikan contoh dari metode analisis kimia analitik gravimetri! (Nelda)
Jawab
Gravimetri : Analisis gravimetri merupakan analisis dimana sampel dilarutkan ke
dalam akuades. Kemudian analit diubah menjadi bentuk endapan yang dapat
dipisahkan dan ditimbang. Endapan terbentuk terutama untuk analit-analit yang dalam
bentuk garamnya adalah garam sukar larut. Dengan demikian sebagian besar garam
analit tersebut akan mengendap. Namun demikian ada sejumlah sedikit analit yang
tidak terendapkan dan masih dalam bentuk ionnya yangl terlarut dalam larutan
akuades.Bamyaknya ion yang terlarut dalam larutan tergantung dari besarnya
konstanta hasil kali kelarutan (Ksp).
Sebagai contoh dalam analisis kadar klor dalam suatu sampel padatan. Klor akan
dianalisis dengan metode gravimetri dalam bentuk endapan perak klorida (AgCl).
Harga konstanta hasil kali kelarutan perak klorida, Ksp AgCl = 1,8 x 10−10.

26. Berikan masing-masing 1 contoh analisis kualitatif dan kauntitatif di berbagai bidang!
(Pertiwi Dwi Wahyuni)
a. Bidang Kedokteran : Untuk mendiagnosis suatu penyakit pada manusia diperlukan
suatu analisis kimia, sebagai contoh : tingkat konsentrasi bilirubin dan enzim fosfatase
alkali dalam darah menunjukkan adanyagangguan fungsi liver. Tingkat konsentrasi
gula dalam darah dan urin menunjukkan penyakit gula.
b. Uji Kualitas Produk : Analisis kimia sangat diperlukan untuk mengetahui kualitas
udara di sekitar kita, air minum yang kita gunakan, makanan yang disajikan. Dibidang
industri, analisis kimia digunakan secara rutin untuk menentukan suatu bahan baku
yang akan digunakan, produk setengah jadi dan produk jadi. Hasilnya dibandingkan
denganspesifikasi yang ditetapkan. Bidang ini disebut pengawasan mutu atau quality
controll.
c. Bidang Penelitian : Sebagian besar penelitian menggunakan kimia analitik untuk
keperluan penelitiannya. Sebagai contoh pada penelitian korosilogam, maka
ditentukan berapa konsentrasi logam yang terlarut ke dalam lingkungan air. Di bidang
pertanian, suatu lahan pertanian sebelum digunakan, maka tingkat kesuburannya
ditentukan dengan mengetahui tingkat konsentrasi unsur yang ada di dalam
tanah,misalnya konsentrasi N, P, K dalam tanah.
d. Analisis Bahan Bernilai Tinggi : Analisis kimia digunakan pada penentuan kadar
lemak dalam krim, kadar protein dalam suatu makanan atau bahan pangan,
kadaruranium dalam suatu bijih tambang.

27. Dalam praktikum pelaksanaan pencarian ion nitrat, apa yg menandakan adanya NO3-
dalam reaksi tersebut? (Adek Diah Murti)
Jawab:
Sebagian dari bahan yang dimasak dengan Na2CO3 berlebih diasami dengan H2SO4
pekat, dan didinginkan. Dalam tabung lain dibuat larutan FeSO4 yang jenuh,
tuangkanlah dengan hati-hati sekali larutan FeSO4 ini ke campuran yg diperiksa.
gelangan cokelat pada batas kedua larutan menandakan NO3-

28. Bagaimana cara menyelidiki keberadaan ion HCO3- atau CO3 pada ANU dalam
praktikum? (Elsy Yulisky Rizal)
Jawab:
Sedikit dari bahan asal (ANU) dibubuhi HCl berlebih. Apabila terjadi gas, gas itu
dialirkan ke dalam air barit (larutan Ba(OH)2) dengan jalan memegang tabung yang
berisi gas ini miring diatas tabung yang berisi air barit. Bila tabung air barit di kocok
lalu air barit menjadi keruh putih, maka gas iyu benar CO2 dan ANU berisi ion HCO3-
atau CO3-

29. Sebutkan sumber sumber kesalahan dalam analisisis gravimetri! (Siti Maisyaroh)
Jawab:
-metode tidak sesuai (kadar terlalu rendah)
-kurang sempurna melarutkan komponen yang dicari
-bahan pengganggu tidak tersingkir atau hilang seluruhnya
-perhitungan tidak tepat
-pemijaran dan pengeringan endapan belum tercapai

30. Untuk memisahkan suatu cairan yang terdiri dari dua atau lebih zat dengan rentang
titik didih yang jauh berbeda dapat digunakan metode pemisahan...(Erlina Septiani
Putri)
Jawab:
Destilasi bertingkat

31. Sebutkan ciri-ciri golongan-golongan yang ada pada kation! (Suci Andriani)
Jawab :Golongan - golongan kation memiliki ciri yaitu :
Golongan I : membentuk endapan dengan asam klorida encer, ion - ion yang termasuk
dalam golongan ini adalah timbal, raksa, dan perak.
Golongan II : membentuk endapan dengan hydrogen sulfide dalam suasana asam
mineral encer. Ion-ion yang termasuk dalam golongan ini adalah mercurium (II) ,
tembaga , cadmium, bismuth, stibium , timah .
Golongan III : membentuk endapan dengan ammonium sulfit dalam suasana netral .
Kation golongan ini antara lain nikel, besi, kromium, allumunium , seng, mangan, dan
kobalt.
Golongan IV : membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya
ammonium klorida dalam suasana netral atau sedikit asam .
Golongan V : disebut juga golongan sisa karena tidak bereaksi dengan pereaksi -
pereaksi golongan sebelumnya. Ion kation yang termasuk dalam golongan ini antara
slain magnesium, natrium, kalium ammonium, lithium, dan hidrogen.

32. Sebutkan sebutkan contoh analisis instrumental? (Lilin Firanti)


Jawab :
Contohnya interaksi radiasi elektromagnetik dengan zat menimbulkan fenomena
absorpsi, emisi, hamburan yang kemudian dimanfaatkan untuk analisis spektroskopi.

33. Kenapa suatu unsur ketika dilakukan uji nyala bisa menghasilkan warna nyalaa
tertentu (khas)? (Mala Sari)
Jawab:
Pada dasarnya, apabila suatu senyawa kimia dipanaskan, maka akan terurai
menghasilkan unsur-unsur penyusunnya dalam wujud gas atau uap. Kemudian, atom-
atom dari unsur logam tersebut mampu menyerap sejumlah energi tinggi (keadaan
tereksitasi). Pada keadaan energi tinggi, atom logam tersebut sifatnya tidak stabil
sehingga mudah kembali ke keadaan semula (berenergi rendah) dengan cara
memancarkan energi yang diserapnya dalam bentuk cahaya. Besarnya energi yang
diserap atau yang dipancarkan oleh setiap atom unsur logam bersifat khas. Hal ini
dapat ditujukkan dari wrna nyala atom-atom logam yang mampu meneyerap radiasi
cahaya didaerah sinar tampak.

34. Apa yang dimaksud dengan analisis klasik? (Jepri Kurniawan)


Jawab :
Analisis klasik berdasarkan pada reaksi kimia dengan stoikiometri yang telah
diketahui dengan pasti. Cara ini disebut juga cara absolut karena penentuan suatu
komponen di dalam suatu sampel diperhitungkan berdasarkan perhitungan kimia pada
reaksi yang digunakan. Contoh analisis klasik yaitu volumetri dan gravimetri. Pada
volumetri, besaran volume zat-zat yang bereaksi meupakan besaran yang diukur,
sedangkan pada gravimetri, massa dari zat-zat merupakan besaran yang diukur

35. Apa yang dimaksud dengan analisis instrumental? (Indri Wahyuni)


Jawab:
Analisis instrumental berdasarkan sifat fisiko-kimia zat untuk keperluan analisisnya.
Misalnya interaksi radiasi elektromagnetik dengan zat menimbulkan fenomena
absorpsi, emisi, hamburan yang kemudian dimanfaatkan untuk teknik analisis
spektroskopi. Sifat fisiko–kimia lain seperti pemutaran rotasi optik, hantaran listrik
dan panas, beda partisi dan absorpsi diantara dua fase dan resonansi magnet inti
melahirkan teknik analisis modern yang lain. Dalam analisisnya teknik ini
menggunakan alat-alat yang modern sehingga disebut juga dengan analisis modern.

36. Sebutkan tahapan analisa kuantitatif! (Lena Artika)


Jawab :
Dalam analisis kuantitatif terdapat empat tahap utama analisis yaitu:
(1) sampling,
(2) pengubahan analit ke dalam bentuk
yang sesuai dengan pengukuran,
(3)pengukuran,
(4) perhitungan dan interpretasi data.

37. Sebutkan syarat-syarat pengambilan sampling! (Salsa Chamilia)


Jawab:
Sampling yang dilakukan tergantung pada contoh yang akan diambil, misalnya
sampling untuk menentukan polutan lingkungan yang terdapat di air, udara dan tanah,
sampling bahan industri, bahan makanan, barang tambang, sampling contoh yang
bergerak dan sebagainya. Ada banyak teknik sampling yang dapat digunakan
tergantung keadaan contoh yang akan diambil..

38. Kesalahan dalam kimia analisis ada 2, yaitu kesalahan tertentu dan kesalahan tak
tentu. Jelaskan! (Nindiana)
Jawab :
a. Kesalahan tertentu
Kesalahan tertentu atau kesalahan sistematis merupakan jenis kesalahan yang
dapat diramalkan dan diminimalkan, umumnya berkaitan dengan alat-alat tertentu
atau cara pengukuran yang dipakai.
b. Kesalahan tak tentu
Kesalahan tak tentu merupakan kesalahan yang sifatnya tidak dapat diramalkan
dan nilainya berfluktuasi. Kesalahan jenis inii dapat terjadi dari variasi kesalahan
tertentu atau pun dari sumber lainnya yang bersifat acak.

39. What is the principe behind the used of gravimetric analitycal method? (Rezki Fabiila
Dandulana)
Jawab :
The principle behind this type of analysis is that once an ion's mass has been
determined as a unique compound, that known measurement can then be used to
determine the same analyte's mass in a mixture, as long as the relative quantities of
the other constituents are known.