Anda di halaman 1dari 1

Sejak islam masuk dan disebarkan oleh pedagang arab yang memang sudah lebih dahulu menjalin

hubungan dengan indonesia sejak abad 7, para pedagang arab,gujarat,dan persia pun semakin
intensif menyebarkan agama islam sampai pada akhirnya kerajaan sriwijaya runtuh dan muslim di
nusantara pun semakin giat melakukan syiar dan dakwah.

Di sisi lain,Wilayah Samudra Pasai yang merupakan kerajaan islam pertama sekaligus pintu gerbang
penyebaran islam di wilayah Indonesia lainnya sudah sangat berkembang dan menjadi pusat
perdagangan islam pertama di nusantara.

Di daerah lain,kerajaan malaka yang dibawah pimpinan sultan mudzafar syah juga menjadi kerajaan
islam yang menjadi pusat perdagangan terutama di bagian timur baratnya.Kenapa? karena malaka
mempunyai letak yang sangat strategis dalam hubungan perdagangan dan pelayaran.

Nah,seiring berjalannya waktu,banyak kerajaan hindu-buddha yang mengalami kemunduran,salah


satunya adalah kerajaan majapahit. Islam semakin berkembang dan tahun 1500, berdirilah kerajaan
islam pertama di jawa, yaitu kerajaan demak. Disusul pula dengan kesultanan banten,cirebon
sehingga seluruh penjuru pulau jawa sudah menerima pengaruh islam seperti gresik,surabaya,dsb.Di
jawa ini,peranan wali songo juga sangat berpengaruh, dimana secara fungsional menjadi penasihat
sultan dan hubungan politik merekapun semakin dekat, sehingga islam pun lebih mudah berkembang

Abad 16 Lanjut ke wilayah kalimantan, islam pertama masuk ke kalimantan barat yang mana pada
awalnya dibawa oleh pedagang muslim dari wilayah sumatera.Namun terus berkembang seiring
waktu hingga ke kalimantan selatan(dibawa dari demak),kalimantan timur.Namun, daerah pedalaman
kalimantan masih belum terpengaruh sama sekali.

Melalui kerajaan ternate, islam meluas ke seluruh penjuru sulawesi hingga maluku, Di sulawesi
sendiri,wilayah pertama yang menerima pengaruh islam adalah Gowa dan Tallo. Sedangkan di
maluki, memang daerah ini menerima pengaruh islam dari pulau jawa terutama gresik(abad 15),
namun islam terus berkembang di ternate dan tidore (abad 18) yang pada akhirnya menyebar ke
berbagai wilayah maluku, hanya ada beberapa tempat saja yang belum dipengaruhi islam seperti
pulau seram bag timur. Yang menjadi penyebab mengapa penyebaran islam di maluku terhambat
adalah karena kepercayaan mereja yang kuat akan agama kristiani.

Pada masa pemerintahan Marhum di Ternate, datanglah seorang raja dari Jawa yang
bernama Maulana Malik Husayn yang menunjukkan kemahiran menulis huruf Arab yang
ajaib seperti yang tertulis dalam Alquran. Hal ini sangat menarik hati Marhum dan orang-
orang di Maluku. Kemudian, ia diminta oleh mereka agar mau mengajarkan huruf-huruf
yang indah itu. Sebaliknya, Maulana Malik Husayn mengajukan permintaan, agar mereka
tidak hanya mempelajari huruf Arab, melainkan pula diharuskan mempelajari agama Islam.
Demikianlah Maulana Malik Husayn berhasil mengislamkan orang-orang Maluku. Raja
Ternate yang dianggap benar-benar memeluk Islam adalah Zainal Abidin (1486–1500).

Namun untuk bagian Nusa Tenggara, perkembangan yang paling pesat adalah di pulau lombok dan
pulau sumbawa yang du bawa oleh pedagang muslim bugis. Tapi hanya daerah ini yang paling pesat,
sedangjan daerah lain masih belum bnyk yg terpengaruh