Anda di halaman 1dari 8

Vol. 5 No.

2 , Desember 2017 Ekuitas – Jurnal Pendidikan Ekonomi

PASAR MODAL YANG EFISIEN

I Nyoman Sujana

Jurusan Pendidikan Ekonomi


Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia

e-mail: sujanatbn@yahoo.com

Abstrak
Pasar modal sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang
bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang ataupun modal sendiri, baik yang
diterbitkan oleh pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. Dengan
adanya pasar modal, para pemodal dimungkinkan untuk melakukan disversifikasi
investasi, membentuk portofolio sesuai dengan risiko yang mereka bersedia tanggung
dan tingkat keuntungan yang mereka harapkan. Dalam keadaan pasar modal yang
efisien, hubungan yang positif antara resiko dan keuntungan yang diharapkan akan
terjadi. Pasar modal yang efisien adalah pasar modal yang harga sekuritas-
sekuritasnya mencerminkan semua informasi yang relevan. Syarat-syarat yang harus
dipenuhi untuk pasar modal yang efisien adalah : (1) diselousure; (2) pasar dalam
keadaan seimbang; dan (3) kondisi pasar berlangsung secara bebas. Bentuk-bentuk
pasar modal yang efisien meliputi : (1) efisiensi bentuk lemah; (2) efisiensi bentuk
setengah kuat; dan (3) efisiensi bentuk kuat. Pengujian pasar modal yang efisien
adalah : (1) efisiensi bentuk lemah dengan pengujian koefisien korelasi perubahan
harga saham untuk time lag tertentu; (2) efisiensi bentuk setengah kuat dengan
pengujian market model (single index model) dan Capital Assets Pricing Model
(CAPM); dan (3) efisiensi bentuk kuat dengan pengujian Capital Assets Pricing Model
(CAPM) juga yaitu dengan cara menganalisa prestasi berbagai portofolio yang
dikelola secara profesional seperti mutual funds.

Kata kunci: Pasar modal yang efisien (bentuk lemah, bentuk setengah kuat, bentuk
kuat)

Abstract
Capital market as the market for a variety of long-term financial instruments that can
be bought and sold, either in the form of debt or equity, whether issued by
governments, public authorities, as well as private companies. With the stock market,
investors may be possible to do disversifikasi investment, portfolio formed in
accordance with the risks they are willing to bear and the level of profits they
expected. In an efficient capital market, a positive relationship between risks and
benefits that are expected to occur. Efficient capital markets is that capital market
securities, securities prices reflect all relevant information. Conditions that must be
met for efficient capital markets are: (1) diselousure, (2) market in a state of balance,
and (3) market conditions are free. The forms of efficient capital markets include: (1)
weak form efficiency, (2) half-strong form efficiency, and (3) efficiency and strong
form. Testing efficient capital markets are: (1) weak form efficiency by testing the
correlation coefficient for stock price changes certain time lag, (2) half-strong form
efficiency by testing market model (single index model) and Capital Assest Pricing
Model (CAPM); and (3) efficiency and strong form with testing Capital Assets Pricing
Model (CAPM) also is by analyzing the performance of a variety of professionally
managed portfolios such as mutual funds.

Keywords: capital market efficiency (weak form, semi strong form, strong form
I Nyoman Sujana | 33 dari 69
Vol. 5 No. 2 , Desember 2017 Ekuitas – Jurnal Pendidikan Ekonomi

PENDAHULUAN maka dalam keadaan pasar modal yang


Pemodal yang ingin melakukan efisien, hubungan yang positif antara risiko
investasi, maka investasi bisa dilakukan dan keuntungan yang diharapkan akan
pada aktiva riil atau real assets terjadi (Husnan, 2009 : 5)
(membangun pabrik, membuat produk
baru, menambah saluran distribusi, dan PEMBAHASAN
sebagainya), ataupun pada aktiva finansial Secara formal, pasar modal yang
(financial assets), atau sekuritas (membeli efisien didefinisikan sebagai pasar yang
sertifikat deposito, commercial paper, harga sekuritas-sekuritasnya telah
saham, obligasi atau sertifikat reksadana). mencerminkan semua informasi yang
Investasi yang terakhir merupakan bagian relevan (Husnan, 2009 : 260). Semakin
dari investasi di pasar modal. cepat informasi baku tercermin dari harga
Pasar modal secara formal dapat sekuritas, semakin efisien pasar modal
didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai tersebut.
instrumen keuangan (atau sekuritas) Weston dan Copeland (1997 : 107)
jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, mendefinisikan pasar modal yang efisien
baik dalam bentuk hutang ataupun modal sebagai berikut : “A security market is said
sendiri, baik yang diterbitkan oleh to be efficient if the price instancously and
pemerintah, public authoritie, maupun fully refflects all relevant available
perusahaan swasta. Dengan demikian, information.” Sedangkan Fama (1970,
pasar modal merupakan konsep yang dalam Jogiyanto, 2008 : 503)
lebih sempit, dari pasar keuangan mendefinisikan pasar yang efisien adalah
(financial market). Dalam financial market, “suatu pasar sekuritas dikatakan efisien
diperdagangkan semua bentuk hutang jika harga-harga sekuritas mencerminkan
dan modal sendiri, baik dana jangka secara penuh informasi yang tersedia.”
pendek maupun jangka panjang, baik Jadi, semua informasi yang diketahui
negotiable ataupun tidak (Kasmir, 1998). bukan saja mengacu kepada informasi
Pasar modal diminati di banyak yang lalu, tetapi juga informasi saat ini
negara karena pasar modal menjalankan yang diterima oleh orang umum (seperti
fungsi ekonomi dan keuangan. Fungsi laporan keuangan, dividen, dan pecahan
ekonomi artinya pasar modal saham).
menyediakan fasilitas untuk memindahkan Menurut Fahmi dan Yovi Lavianti
dana dari lender ke borrower. Sedangkan Hadi (2009 : 83), bahwa syarat-syarat
fungsi keuangan dilakukan dengan umum yang harus dipenuhi bagi
menyediakan dana yang diperlukan oleh terciptanya suatu pasar modal yang
para borrowers dan para lenders efisien adalah sebagai berikut .
menyediakan dana tanpa harus terlibat a. Disclousure
langsung dalam kepemilikian aktiva riil Disclousure adalah berbagai
yang diperlukan untuk investasi tersebut. informasi pengetahuan dan perkiraan
Pasar modal diharapkan bisa menjadi direfleksikan atau tergambarkan secara
alternatif penghimpunan dana selain akurat dalam harga-harga pasar tersebut,
sistem perbankan. Disamping itu, pasar dimana berbagai pihak mengetahui sebab
modal memungkinkan para pemodal musabab naik turunnya harga tersebut
mempunyai berbagai pilihan investasi dari berbagai perolehan informasi baik dari
yang sesuai dengan preferensi resiko sisi fundamental dan teknikal analisis. Dan
mereka. Dengan adanya pasar modal, data-data tersebut dapat diperoleh tanpa
para pemodal memungkinkan untuk ada batas dan biaya dengan waktu yang
melakukan diversifikasi investasi, cepat akurat serta dapat
membentuk portofolio (gabungan dari dipertanggungjawabkan kebenarannya.
berbagai investasi) sesuai dengan resiko b. Pasar dalam keadaan seimbang
yang mereka bersedia tanggung dan Pasar berada dalam keadaan
tingkat keuntungan yang mereka seimbang seperti usaha-usaha untuk
harapkan. Dalam kaitan dengan hal ini, memasukkan informasi baru. Dengan
I Nyoman Sujana | 34 dari 69
Vol. 5 No. 2 , Desember 2017 Ekuitas – Jurnal Pendidikan Ekonomi

demikian, terserapnya informasi baru (1) efisiensi bentuk yang lemah (weak
terebut ke pasaran akan menghasilkan form efficiency); (2) efisiensi bentuk
nilai instrinsik saham. Kondisi pasar yang setengah kuat (semi strong form
seimbang, memungkinkan terciptanya efficiency); dan (3) efisiensi bentuk kuat
equilibrium pasar (EqP). (strong form efficiency).
c. Kondisi pasar berlangsung secara Pasar modal yang efisien dalam
bebas bentuk lemah (weak form) menyatakan
Kondisi pasar berlangsung secara bahwa keadaan dimana harga saham
bebas adalah dimana tidak ada mencerminkan semua informasi yang ada
seorangpun yang bisa mempengaruhi pada catatan harga di waktu lalu. Dalam
kondisi harga di pasar, berbagai pihak keadaan seperti ini, berarti tidak seorang
memperoleh informasi yang sama, dan investor pun mendapat keuntungan di atas
tidak ada saling interverensi. normal (abnormal return), dengan
Sedangkan Ahmad Rodomi dan mempelajari gerakan harga-harga
Otherman Yong (2002) berpendapat ada sekuritas historis untuk memprediksi
beberapa syarat yang harus dipenuhi gerakan dan arah harga sekuritas pada
untuk terciptanya pasar modal yang periode yang akan datang. Karena
efisien sebagai berikut : gerakan harga sekuritas tersebut bersifat
a. Harga saham harus bebas untuk acak (random walk), sehingga sangat sulit
turun dan naik. Hal ini berarti tidak memprediksi arah perubahan harga
ada seorang pun yang dapat periode yang akan datang.
mempengaruhi pergerakan harga Pasar modal yang efisien dalam
saham. bentuk setengah kuat (semi strong form)
b. Tidak ada monopoli dalam pasar. menyatakan bahwa keadaan dimana
Hal ini berarti para investor bebas harga-harga bukan hanya mencerminkan
untuk masuk atau keluar dari pasar. harga-harga di waktu yang lalu, tetapi
c. Harus ada syarat menghendaki semua informasi yang dipublikasikan.
perusahaan yang menyingkapkan Informasi publik akan tercermin ke dalam
informasi tentang dirinya. Peraturan harga saham secara cepat dan tidak bias.
harus diadakan supaya setiap Hal ini berarti para investor tidak akan
perusahaan menyingkapkan dapat memperoleh keuntungan di atas
informasi masing-masing kepada normal (abnormal return), dengan
orang banyak. membeli saham atas adar suatu publikasi.
d. Biaya untuk mendapatkan informasi Pasar modal yang efisien dalam
adalah pada tahap minimum dan bentuk kuat (strong form) menyatakan
informasi itu harus diterima oleh bahwa semua informasi yang relevan
investor pada waktu yang sama. yang tersedia tercermin dalam harga
e. Informasi tersebut adalah dalam saham. Jadi, baik informasi yang telah
bentuk random dan tidak bergantung dipublikasikan maupun yang belum
antara satu sama lain. dipublikasikan (private information) akan
f. Investor-investor bertindak cepat tercermin dalam harga saham. Dalam
terhadap informasi baru. keadaan seperti ini tidak seorang investor
Bentuk pasar modal yang efisien pun dapat memperoleh abnormal return
berkaitan dengan semua informasi yang (excess return) dengan menggunakan
relevan. Fama (1970) mengklasifikasikan informasi apapun.
informasi menjadi tiga tipe, yaitu (1) Pengujian Terhadap Efisiensi Pasar
perubahan harga di waktu lalu (past price Modal
changes); (2) informasi yang tersedia a. Untuk menguji apakah pasar modal
kepada publik (public information); dan (3) yang efisien dalam bentuk yang
informasi tersedia baik kepada publik paling lemah, dipergunakan antara
maupun tidak (public and private lain pengujian koefisien korelasi
information). Oleh karena itu, ada tiga perubahan harga saham untuk time
bentuk pasar modal yang efisien, yaitu : lag tertentu. Pasar modal efisien
I Nyoman Sujana | 35 dari 69
Vol. 5 No. 2 , Desember 2017 Ekuitas – Jurnal Pendidikan Ekonomi

dalam bentuk lemah berarti dipergunakan biasanya dinyatakan


perubahan harga saham di waktu sebagai berikut : “Beli saham pada
yang lalu tidak bisa dipergunakan saat harganya telah turun dengan
untuk memperkirakan perubahan y%.” Asumsi yang dipergunakan
harga di masa yang akan datang. adalah bahwa setelah saham
Oleh karena itu, perlu diamati mengalami kenaikan akan diikuti
korelasi perubahan harga di waktu kenaikan lagi, demikian pula dengan
yang lalu dengan perubahan harga apabila terjadi penurunan. Penelitian
di masa yang akan datang. Apabila Fama (1970) menunjukkan
Pt adalah harga pada waktu t, maka umumnya strategi filter rules tidak
perubahan harga tersebut akan memberikan hasil yang lebih baik
sesuai dengan persamaan : dibandingkan dengan beli dan
Pt  Pt 1  a  bPt 1T  Pt 2T   et (1) simpan secara sembarang, lebih-
lebih kalau diperhatikan adanya
Parameter a menunjukkan
biaya transaksi.
perubahan harga yang tidak
b. Pengujian tentang bentuk efisiensi
berkorelasi dengan perubahan di
setengah kuat ditujukan apakah
waktu lalu. Karena sebagian besar
harga benar-benar mencerminkan
saham mempunyai tingkat
informasi yang dipublikasikan.
keuntungan yang positif, maka a
Hipotesa yang dipergunakan adalah
seharusnya positif. Parameter b
bahwa segera setelah suatu
menunjukkan hubungan antara
informasi menjadi milik publik,
perubahan harga di waktu yang lalu
dengan perubahan harga di masa pemodal tidak bisa memperoleh
abnormal returns. Abnormal returns
yang akan datang. Apabila T = 0,
maka persamaan tersebut adalah selisih antara tingkat
keuntungan sebenarnya dengan
menunjukkan hubungan antara
tingkat keuntungan yang
perubahan harga yang akan datang
dengan perubahan harga yang diharapkan. Tingkat keuntungan
yang diharapkan dihasilkan dengan
terakhir. Apabila T = 1, maka ini
menggunakan model tertentu. Model
berarti hubungan antara perubahan
yang paling sering dipergunakan
harga yang akan datang dengan
adalah market model (atau single
perubahan harga dua periode
sebelumnya. Sedangkan parameter index model) dan Capital Asset
Pricing Model (CAPM), misalkan
e merupakan angka random,
dipergunakan market model yang
termasuk dalam variabilitas
secara umum dinyatakan sebagai
perubahan harga saat ini dan tidak
berikut :
berkorelasi dengan perubahan
harga yang lalu. Diharapkan nilai b ER1   1  1 Rm  e1 (2)
tidak berbeda dengan nol, yang Dengan demikian diperlukan data
berarti bahwa tidak ada hubungan tingkat keuntungan portofolio pasar
antara perubahan harga yang lalu (yang biasa diwakili oleh indeks
dengan perubahan harga yang akan pasar) dan tingkat keuntungan
datang. saham i (saham yang diamati).
Pengujian efisiensi bentuk lemah Kemudian kita regresikan tingkat
umumnya terbukti apabila keuntungan saham terhadap tingkat
dipergunakan uji filter rules. Uji filter keuntungan portofolio pasar.
rules berarti kita mencoba membuat Misalkan dari regresi tesebut kita
trading rules tertentu, dan kemudian peroleh persamaan sebagai berikut .
kita bandingkan tingkat keuntungan E R1   0,008  1,2 Rm  (3)
yang diperoleh berdasarkan atas
Sekarang misalkan kita melakukan
rules tersebut dan hasil seandainya
pengamatan selama tiga bulan
kita beli dan simpan secara
terhadap tingkat keuntungan saham
sembarang. Trading rules yang
I Nyoman Sujana | 36 dari 69
Vol. 5 No. 2 , Desember 2017 Ekuitas – Jurnal Pendidikan Ekonomi

i yang telah diperoleh data tingkat Datanya adalah sebagai berikut,


keuntungan portofolio pasar. data disajikan pada table 1.

Tabel 1. Keuntungan portofolio pasar


Bulan Rm Ri E (Ri)
1. 0,021 0,025 0,008 + 1,2 (0,021) = 0,0332
2. 0,012 0,028 0,008 + 1,2 (0,012) = 0,0224
3. 0,030 0,035 0,008 + 1,2 (0,030) = 0,0440

Dengan demikian bisa dihitung E(Ri)) selama tiga bulan


abnormal returns (yaitu Ri – tersebut.

Abnormal returns 1 = 0,025 – 0,0332 = - 0,0082


Abnormal returns 2 = 0,028 – 0,0224 = + 0,0056
Abnormal returns 3 = 0,035 – 0,044 = -0,009

Jadi : selama tiga bulan tersebut terhadap pasar), dan sewaktu


nampak bahwa hanya pada bulan mencapai minggu ke-4
kedua diperoleh abnormal returns kenaikan itu telah demikian tingginya
(AR) yang positif. Artinya, tingkat sehingga terjadi rata-rata AR yang
keuntungan yang diperoleh lebih negatif berarti harga saham sudah
tinggi dari yang diharapkan yang terlalu tinggi. Fenomena tersebut
ditaksir dengan market model, juga menunjukkan bahwa efisiensi
sedangkan pada bulan-bulan lainnya informasi pasar modal dalam bentuk
diperoleh abnormal returns yang setengah kuat masih belum
negatif. Dalam kaitan ini, sering juga terpenuhi.
dihitung Cumulative Abnormal c. Pengujian tentang efisiensi bentuk
Returns (CAR), yang tidak lain kuat (strong firm) dilakukan terhadap
merupakan penjumlahan AR dari hipotesa yang menyatakan bahwa
periode ke periode, untuk melihat harga saham tidak hanya
perkembangan abnormal returns mencerminkan semua informasi
selama beberapa periode. Apabila yang dipublikasikan, tetapi juga
kita terapkan pada data di atas, informasi yang mungkin tidak
maka CAR saham tersebut selama diketahui umum. Beberapa
tiga bulan tersebut adalah sebagai kelompok mempunyai kemampuan
berikut . untuk memperoleh informasi yang
CAR1 = -0,0082 pihak umum tidak bisa
CAR2 = -0,0026 memperolehnya. Demikian juga ada
CAR3 = -0,0116 pihak-pihak yang menyatakan
Husnan dan Hanafi (1991) meneliti bahwa mereka bisa melakukan
perilaku harga saham di pasar analisa fundamental sehingga bisa
perdana di Bursa Efek Jakarta pada memperoleh informasi yang lebih
tahun 1990.. setelah saham-saham dalam daripada apa yang
tersebut diperdagangkan di bursa, dipublikasikan. Pengujian terhadap
minggu pertama memang hipotesa ini dilakukan dengan cara
menunjukkan bahwa pemodal menganalisa prestasi berbagai
mampu memperoleh rata-rata portofolio yang dikelola oleh
abnormal return (AR) yang positif kelompok-kelompok yang mungkin
dan signifikan. Tetapi setelah masuk mempunyai informasi khusus.
ke pasar sekunder, terjadi kenaikan Berbagai portofolio yang dikelola
harga saham-saham (relatif secara profesional dicoba dianalisa

I Nyoman Sujana | 37 dari 69


Vol. 5 No. 2 , Desember 2017 Ekuitas – Jurnal Pendidikan Ekonomi

prestasinya apakah bisa analis finansial yang dilakukan


memberikan keuntungan yang lebih secara serempak memungkinkan
besar daripada pasar secara pemodal memperoleh abnormal
keseluruhan. Apabila hal ini returns yang positif. Yang menjadi
berlangsung terus menerus, maka masalah adalah pada biaya
dikatakan bahwa pasar modal tidak transaksi. Kalau biaya transaksi
dalam keadaan efisien. Portofolio- dimasukkan yang bisa menjadi
portofolio yang dikelola secara besar karena menggunakan jasa
profesional antara lain adalah mutual analis keuangan yang cukup
funds. Investor yang membeli mutual banyak, abnormal returns yang
funds pada hakekatnya membeli positif menjadi tidak signifikan.
beberapa jenis saham, karena setiap
mutual funds mewakili jenis saham. SIMPULAN
Studi yang dilakukan oleh Irwin Berdasarkan uraian di atas, maka
Frieud, et.al. (1958) terhadap 189 dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut .
mutual funds selama periode 1. Pasar modal yang efisiensi adalah
Desember 1952 sampai dengan pasar modal yang harga sekuritas-
September 1958, menunjukkan sekuritasnya mencerminkan semua
bahwa rata-rata prestasi mutual informasi yang relevan. Informasi
funds tidaklah banyak berbeda menyangkut : (1) perubahan harga di
dengan prestasi portofolio-portofolio waktu yang lalu (past price changes);
yang tidak dikelola secara (2) informasi yang tersedia kepada
profesional dengan komposisi aktiva publik (public information), dan (3)
yang serupa. Tingkat keuntungan informasi yang tersedia baik kepada
portofolio-portofolio yang tidak publik maupun tidak (public and
dikelola secara profesional diwakili private information).
oleh standard 2 Poor’s Indexes. 2. Syarat-syarat yang harus dipenuhi
Kira-kira setengah dari mutual funds bagi terciptanya suatu pasar modal
tersebut berprestasi lebih baik, tetapi yang efisien adalah : (1) disclousure
setengahnya lagi ternyata artinya informasi tergambarkan
berprestasi lebih buruk daripada secara akurat dalam harga pasar
tingkat keuntungan standard 2 tersebut dan berbagai pihak
poor’s stocks. Tidak ada bukti bahwa mengetahui sebab – sebab naik
mutual funds tersebut selalu baik turunnya harga tersebut baik dari sisi
daripada portofolio yang dikelola fundamental maupun teknikal
dengan tidak profesional. analisis, (2) pasar dalam keadaan
Pendekatan yang digunakan adalah seimbang yang memungkinkan
Capital Assets Pricing Model terciptanya equilibrium pasar, dan (3)
(CAPM). Dalam model ini ternyata kondisi pasar berlangsung secara
sebagian mutual funds tersebut bebas artinya tidak ada seorangpun
memang memperoleh tingkat yang bisa mempengaruhi kondisi
keuntungan di atas Security Market harga di pasar, berbagai pihak
Line, sebagian juga berada di bawah memperoleh informasi yang sama,
garis tersebut. Dengan demikian, dan tidak ada slaing intervensi.
dapat disimpulkan bahwa funds 3. Bentuk-bentuk pasar modal yang
tersebut tidak memberikan hasil efisien meliputi : (1) efisiensi bentuk
yang selalu konsisten melebihi lemah berarti bahwa para pemodal
prestasi pasar pada umumnya dan tidak bisa memperoleh abnormal
bisa dikatakan dalam bentuk yang returns dengan menggunakan
kuat (strong form), pasar modal juga informasi perubahan harga saham di
efisien. Dokumentasi yanf dilakukan waktu yang lalu, (2) efisiensi bentuk
oleh Elton dan Gruber (1991) setengah kuat berarti para pemodal
menunjukkan bahwa saran para tidak bisa memperoleh abnormal
I Nyoman Sujana | 38 dari 69
Vol. 5 No. 2 , Desember 2017 Ekuitas – Jurnal Pendidikan Ekonomi

returns dengan menggunakan Kasmir. 1998. Bank dan Lembaga


informasi yang telah menjadi milik Keuangan Lainnya. Jakarta : PT.
publik, dan (3) efisiensi bentuk kuat Raja Grafindo Rosada
berarti para pemodal tidak bisa Rodomi, Ahmad & Yong, O. 2002. Analisis
memperoleh abnormal returns baik Investasi dan Teori Portofolio.
dengan menggunakan informasi yang Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
menjadi milik publik maupun tidak. Ross, Stephen A, Randolph W.
4. Pengujian terhadap efisiensi pasar Westerfield, Jeffrey Jaffe, and
modal adalah (1) efisiensi bentuk Bradford D. Jordan.2009. Modern
lemah dipergunakan pengujian Financial Management. Eighth
koefisien korelasi perubahan harga Edition. Mc Graw-Hill International.
saham untuk time lag tertentu, (2) New York
efisiensi bentuk setengah kuat Weston, J. Fred dan Copeland, Thomas E.
dipergunakan pengujian market 1997. Manajemen Keuangan. Edisi
model (single index model) dan Kesembilan. Alih Bahasa : A. Jaka
Capital Assets Pricing Model Wasana dan Kibrandoko. Jakarta :
(CAPM); dan (3) efisiensi bentuk kuat Bina Rupa Aksara
juga dipergunakan pengujian Capital
Assets Pricing Model (CAPM),
dengan cara menganalisa prestasi
berbagai portofolio yang dikelola
secara profesional seperti mutual
funds yang mewakili beberapa jenis
saham.

DAFTAR PUSTAKA
Brigham., Eugene, F., Daves, & Philip, F.
2010. Intermediate Financial
Management. 10 th Edition.
Thomson South Western
Elton, E.J., & Gruber, M.J. 1991. Modern
Portofolio Theory and Investment
Analysis, Jhon Wiley and Sons
Fahmi., Irham & Hadi, Y.L. 2009. Teori
Portofolio dan Analisis Investasi.
Teori dan Soal Jawab. Bandung:
Penerbit Erlangga
Fama, E.F. 1970. Efficient Capital Market :
A Review of Theory and Empirical
Works. Journal of Finance, May
Hanafi, Mahduh & Husnan, S. 1991.
Perilaku Harga Saham di Pasar
Perdana : Pengamatan di Bursa
Efek Jakarta selama 1990.
Manajemen dan Usahawan
Indonesia, Nopember
Husnan & Suad. 2009. Dasar-dasar Teori
Portofolio dan Analisis Sekuritas.
Edisi Keempat. Yogyakarta : UPP
STIM YKPN
Jogiyanto. 2008. Teori Portofolio dan
Analisis Investasi. Yogyakarta :
BPFE
I Nyoman Sujana | 39 dari 69
Vol. 5 No. 2 , Desember 2017 Ekuitas – Jurnal Pendidikan Ekonomi

I Nyoman Sujana | 40 dari 69