Anda di halaman 1dari 15

BAHAN NON LOGAM

MAKALAH
Untuk memenuhi tugas matakuliah
Pengetahuan Bahan Teknik
Yang dibina oleh Bapak Putut Murdianto

Oleh
Mukhammad Wahyu Pratama 160511609273
Soleh Abdul Aziz 160511609226
Purwo Setiyo Cahyono 160511609270

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK MESIN
PRODI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
september 2017

i
Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga
mengucapkan terima kasih atas bantuan pihak yang telah membantu dengan
memberikan materi maupun pikirannya

kami juga berterima kasih kepada Bapak Putut Murdanto selaku dosen
pengampu matakuliah pengetahuan bahan teknik yang memberi tugas ini kepada
kami

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca. Untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah supaya menjadi lebih baik

Karena terbatasny pengetahuan maupun pengalaman, kami yakin masih


banyak kekurangan pada makalah ini. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan
saran dan kritik yang memebangun dari pembaca demi tercapainya makalah yang
sempurna

Malang, 5 September 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Kata pengantar........................................................................................ i

Daftar isi................................................................................................. ii

Bab I pendahuluan

1.1 Latar Belakang....................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah.................................................................. 1

1.3 Tujuan.................................................................................... 1

Bab II pembahasan

2.1 Definisi bahan non logam....................................................... 2

2.2 Jenis bahan non logam............................................................ 2

2.3 Penggunaan bahan non logam................................................. 4

2.4 Sifat bahahn non logam........................................................... 6

2.5 Aplikasi bahan non logam...................................................... 7

Bab III penutup

3.1 Kesimpulan............................................................................ 10

3.2 Saran...................................................................................... 10

3.2 Daftar Pustaka....................................................................... 11

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam dunia teknik tentunya banyak sekali bahan yang digunakan untuk
kebutuhan produksi. Terdapat banyak sekali macam bahan teknik contohnya
seperti bahan non logam, bahan non logam sendiri banyak macam jenisnya,
seperti plastik, kayu, dan lain-lain
Berbagai jenis bahan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun
dalam industri. Penggunaannya pun sangat bergantung pada sifat-sifat dari
bahan tersebut. Di samping bermanfaat, beberapa unsur atau senyawa juga
dapat bersifat racun bagi kesehatan atau lingkungan. Pada awalnya, unsur
hanya digolongkan menjadi logam dan nonlogam. logam adalah suatu
pengetahuan tentang logam-logam yang menjelaskan tentang sifat-sifat,
struktur, pembuatan, pengerjaan dan penggunaan dari logam dan paduannya.
Dari uraian diatas maka penulis tertarik untuk membuat makalah tentang
bahan non logam.
1.2 Rumusan masalah
1.Apa definisi bahan non logam ?
2. Apa saja jenis jenis bahan non logam ?
3. Apa saja contoh Penggunaan bahan bukan logam ?
4. Apa saja Sifat – sifat bahan non logam ?
5. Apa saja contoh Aplikasi bahan non logam ?
1.3 Tujuan
1. Menjelaskan definisi tentang bahan non logam
2. Menjelaskan jenis – jenis bahan non logam
3. menjelaskan contoh penggunaan bahan bukan logam
4. menjelaskan sifat – sifat bahan non logam
5. menjelaskan contoh aplikasi bahan non logam

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi bahan non logam


Non logam adalah kelompok unsur kimia yang bersifat elektronegatif, yaitu
lebih mudah menarik elektron valensi dari atom lain dari pada
melepaskannya.(Marvin, no date) Unsur-unsur yang termasuk dalam nonlogam
adalah:
a. Halogen : Fluorine (F), Chlorine (Cl), Bromine (Br), Iodine (I), Astatine (At),
Ununseptium (Uus).
b. Gas mulia : Helium (H), Neon (Ne), Argon (Ar), Krypton (Kr), Xenon (Xe),
Radon (Rn), Ununoctium (Uuo).
c. Nonlogam lainnya : Hidrogen (H), Carbon (C), Nitrogen (N), Phosphorus (F),
Oxygen (O), Sulfur (B), Selenium (Se).
Sebagian besar nonlogam ditemukan pada bagian atas tabel periodik, kecuali
hidrogen yang terletak pada bagian kiri atas bersama logam alkali. Walaupun
hanya terdiri dari 20 unsur, dibandingkan dengan lebih dari 80 lebih jenis logam,
nonlogam merupakan penyusun sebagian besar isi bumi, terutama lapisan luarnya
Pada tabel periodik, unsur-unsur di daerah perbatasan antara logam dan
nonlogam mempunyai sifat ganda. Misalnya unsur Boron (B) dan Silikon (Si)
merupakan unsur nonlogam yang memilki beberapa sifat logam yang disebut
unsur metaloid. (kadirman, 2003)

2.2 Jenis Bahan Non logam


a. Karet
Karet alam adalah salah satu bahan penting yang digunakan secara luas dalam
aplikasi teknik. Penggunaannya terutama disebabkan oleh kelembutan alaminya
dan kemudahan pembentukannya. Bagaimanapun, bahan pengisi perlu
ditambahkan dengan maksud untuk menyiasati sifat-sifat alami yang tidak

2
3

dikehendaki sehingga didapat suatu produk seperti yang diinginkan.(Alam


Pocut Nurul and Rihayat Teuku, 2007)
Karet didapatkan dari getah pohon karet (Hevea Brasiliensis) yang tumbuh di
daerah tropis, sedangkan karet sintetis atau karet tiruan terbuat dari mineral
minyak bumi. Karet Alam maupun Karet sintetis sering juga disebut dengan
Elastomer. Elastomer adalah zat yang apabila ditarik/diberi tegangan akan dengan
cepat kembali ke bentuk semula bila tarikan atau tegangan dilepaskan/dibebaskan.
Karet alam merupakan salah satu jenis Elastomer yang terdapat di alam. (J Hendra
Riko, 2013)
Karet alam memiliki sifat-sifat unggul dan sifat-sifat yang lemah sbb :
1. Karet alam bersifat keras dan elastis, tetapi akan melunak dan lengket bila
berada pada suhu yang tinggi dan mengeras dan padat pada suhu rendah.
2. Spesifik gravity nya 0.915.
3. Memiliki daya elastisitas tinggi.
4. Memiliki ketahanan terhadap daya gesek dan kekuatan tensil rendah.
b. Plastik
Plastik adalah suatu polimer yang mempunyai sifat-sifat unik dan luar
biasa. Polimer adalah suatu bahan yang terdiri dari unit molekul yang disebut
monomer. Jika monomernya sejenis disebut homopolimer, dan jika monomernya
berbeda akan menghasilkan kopolimer (Mujiarto, 2005) plastik ini mempunyai
dampak positif yang luar biasa, karena plastik memiliki keunggulankeunggulan
dibanding material lain. Tetapi di sisi lain, sampah plastik juga mempunyai
dampak negatif yang cukup besar.
Keunggulan plastik dibanding material lain diantaranya kuat, ringan, fleksibel,
tahan karat, tidak mudah pecah, mudah diberi warna, mudah dibentuk, serta
isolator panas dan listrik yang baik. Sedangkan plastik yang sudah menjadi
sampah akan berdampak negatif terhadap lingkungan maupun kesehatan manusia.
(Drs.M. Gade, 2007)i

Jenis-jenis polimer ada 2, yaitu polimer termoplastik dan polimer termoset.


a) Polimer termoplastik yaitu polimer yang mempunyai sifat tidak tahan
terhadap panas. Jika polimer jenis ini dipanaskan maka akan menjadi
lunak dan didinginkan akan mengeras. Proses itu kan terjadi berulang
4

kali, sehingga dapat dibentuk ulang dalam berbagai bentuk melalui


cetakan yang berbeda untuk mendapatkan produk polimer baru.
Contohnya: botol plastik, ember, pipa paralon, insulator, dll.
b) Polimer termoset adalah polimer yang mempunyai sifat tahan terhadap
panas. jika dipanaskan, maka tidak dapat meleleh. Sehingga tidak dapat
dibentuk ulalng kembali, jika dipanaskan ulang, tidak mampu melunak
kembali melainkan akan terdegradasi menghasilkan arang.. Susunan polimer
ini bersifat permanen pada bentuk cetak pertama kali. Jika rusak atau
pecah maka tidak dapat diperbaiki lagi. Contonya: komponen kendaraan,
bahan komposit serat gelas, perekat, dll.(Sumanto, 2005)(Ridhawati, ST,
2017)

c. isolasi
Bahan isolasi adalah bahan yang menyekat, artinya yang tidak
menghantarkan. Bahan isolasi dibedakan atas bahan penyekat listrik, penyekat
suara, penyekat getaran, penyekat panas, penyekat bangunan, dan bahan penyekat
konstruksi bangunan mesin.(Muhaimin, 2005)
d. asbes
Asbes (asbestos) merupakan mineral-mineral berbentuk serat halus yang
terjadi secara alamiah. Sesuai dengan definisi yang diberikan oleh Occupational
Safety and Health Administration (OSHA), ada enam jenis mineral yang
dikatagorikan sebagai bahan asbes, yaitu chrysotile, riebeckite, grunerite,
actinolite, anthiophyllite, dan thremolite.(Männikkö, 2013)

2.3 Penggunaan Bahan Non Logam


Non logam adalah kelompok unsur kimia yang bersifat elektronegatif, yaitu
lebih mudah menarik elektron valensi dari atom lain dari pada melepaskannya.
Berikut beberapa contoh penggunaan bahan non logam menurut unsurnya.
a. Belerang
Belerang merupakan endapan gas belerang yang membatu. Terbentuknya
belerang karena aktifitas vulkanisme. Belerang (Su) ini banyak digunakan di
5

berbagai macam industri, misalnya pupuk, kertas, cat, plastik, bahan sintetis,
pengolahan minyak bumi, industri karet dan ban,industri gula pasir, aki, industri
kimia, bahan peledak, pertenunan, film dan fotografi, industri logam dan besi
baja, bahan korek api, obat-obatan dan lain-lain.
b. Karbon
Karbon adalah unsur yang paling banyak terdapat di permukaan bumi, contoh
dari karbon (C) yang paling sering digunakan di dunia industri adalah intan atau
berlian. Intan dalam tingkatan kekerasan batuan, merupakan batuan yang
mempunyai tingkatan kekerasan paling tinggi, sehingga intan bisa digunakan
un5tuk mengiris kaca dan marmer
c. Intan
Intan berasal dari endapan tumbuhan jenis pakis-pakisan yang telah
mengalami proses yang sangat panjang dan lama. Pemanfaatan utama intan ialah
digunakan sebagai perhiasan. Mineral intan tersebar di Martapura (Kalimantan
Selatan), Longiram (Kalimantan Timur), Sei Pinang (Kalimantan Tengah), dan
Muara Mengkiang (Kalimantan barat) (Kadirman, 2017)
d. Asbes
Asbes adalah suatu jenis mineral terdiri dari asam kerbik dan magnesium
yang berbentuk serat. Untuk beberapa mineral sangat berbeda dalam komposisi
kekuatan, fleksibilitas, dan kualitas dari serat – seratnya. (Proyek et al., 2003;
Indiyanto, 2015)
Material non logam sering digunakan karena material tersebut mempunyai
sifat yang khas yang tidak dimiliki oleh material logam. Material non logam dapat
dibedakan menjadi beberapa golongan, yaitu: Keramik, Plastik (polimer),
Komposit. .
a. Material keramik Istilah keramik, sesuai konteks modern, mencakup material
anorganik yang sangat luas, keramik mengandung elemen non metalik dan
metalik yang dibuat berbagai teknik manufaktur. Secara tradisional, keramik
dibuat dari mineral Silikat, seperti lempung, yang dikeringkan dan di bakar pada
temperature 1200° - 1800°C agar keras. Penggunanaan bahan non logam
merupakan material yang terbentuk dari hasil senyawa (compound) antara satu
atau lebih unsur-unsur logam (termasuk Si dan Ge) dengan satu atau lebih unsur-
6

unsur non logam. Contohnya seperti pahat potong, batu tahan api, kaca, dan lain-
lain,(Drs.M. Gade, 2007)
b. Polimer adalah material hasil rekayasa manusia, merupakan rantai molekul
yang sangat panjang dan banyak molekul MER yang saling mengikat. Contohnya
seperti peralatan rumah tangga, interior mobil, kabinet radio/televisi, sampai
konstruksi mesin (Saptono, 2008)
c. Komposit adalah suatu jenis bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua
atau lebih bahan dimana sifat masing-masing bahan berbeda satu sama lainnya
baik itu sifat kimia maupun fisikanya dan tetap terpisah dalam hasil akhir bahan
tersebut (bahan komposit). Komposit selain dibuat dari hasil rekayasa manusia,
juga dapat terjadi secara alamiah, misalnya kayu, yang terdiri dari serat selulose
yang berada dalam matriks lignin. Contohnya seperti (1) dalam konstruksi
pesawat terbang, karena mempunyai sifat ringan, kuat dan non magnetik.
(2)Teknologi material konstruksi. Contoh : beton bertulang merupakan komposit
yang terdiri dari besi beton dalam matriks beton((Dadang) TEKNIK DASAR
PENGERJAAN LOGAM, 2013)
2.4 Sifat bahan non logam
a. Sifat fisis bahan non logam
Pada umumnya unsur non logam mempunyai sifat fisis, antara lain:
a) Non logam tidak dapat memantulkan sinar yang datang sehingga non
logam tidak terlihat mengkilat.
b) Non logam tidak dapat menghantarkan panas dan listrik sehingga disebut
sebagai isolator.
c) Non logam sangat rapuh sehingga tidak dapat ditarik menjadi kabel atau
ditempa menjadi lembaran.
d) Densitas atau kepadatannya pun relatif rendah sehingga terasa ringan jika
dibawa dan tidak bersifat diamagnetik (dapat ditarik magnet).
e) Non logam berupa padatan, cairan dan gas pada suhu kamar. Contohnya
padatan Carbon (C), cairan Bromin (Br) dan gas Hidrogen (H).
7

b. Sifat mekanis bahan non logam


Ketahanan suatu bahan/material terhadap lingkungan terutama dari sifat asam
dan basa. Contoh: ketahanan terhadap karat, ketahanan terhadap panas,
beracun.(Leon, 2017)
c. Sifat kimia bahan non logam
Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya, unsur-unsur nonlogam cenderung
menangkap elektron karena memiliki energi ionisasi yang besar untuk membentuk
anion. Contohnya, Cl- O2- N3- . Umumnya unsur nonlogam memiliki titik
leleh dan titik didih yang relatif rendah jika dibandingkan dengan unsur logam
(Leon, 2017)

2.5 Aplikasi Bahan Non Logam


Bahan bukan logam digunakan dalam bidang teknik, karena memiliki sifat-
sifat yang dibutuhkan dari suatu bagian konstruksi yang tidak dimiliki oleh bahan
lain. selain itu bahan bukan logam digunakan untuk menggantikan pemakaian
logam pada beberapa alat dan bagian konstruksi, karena bahan bukan logam
memiliki sifat yang mirip dengan logam. (Sucahyo, 1999)
a. Plastik
Plastik merupakan bahan polimer sintesis yang dibuat melalui proses poli-
merisasi dimana tidak dapat lepas dari kehidupan kita sehari-hari yang umumnya
kita jumpai dalam bentuk plastik kemasan ataupun penggunaannya pada alat-alat
listrik dan peralatan rumah tangga dan industri modern(Nasution, 2015)
Pengaplikasian plastik biasanya digunakan dalam dunia permesinan dan industri
modern. Contohnya dibidang teknik permesinan plastik digunakan sebagai bahan
uji coba proses pengerjaan logam sebagai sampel benda kerja sebelum
mengerjakan dengan bahan logam. (Surdia and Shinroku, 1999)
8

Gambar ... Roda Gigi dari Plastik


b. Karet
Pada tanaman karet pertumbuhan dan produksi adalah peubah agronomi
penting yang sangat dipengaruhi oleh variasi iklim. Pola iklim tahunan yang
berbeda pada utara dan selatan khatulistiwa menyebabkan waktu puncak
produksi pada kedua kawasan tersebut juga berbeda mengikuti pola
pertumbuhan dan gugur daun.(Surono, 2014) Pengaplikasian bahan karet
seperti bahan penyekat listrik sebagai isolasi: mika, kabel dan kaca. Bahan
penyekat getaran: kulit dan karet. (Surdia and Shinroku, 1999)

Gambar ... Kabel

c. Asbes
Pengaplikasian bahan asbes adalah digunak sebagai bahan paking perapat
ruangan yang berisi zat cair atau gas. Contohnya paking tutup silinder head.
(Amanto and Daryanto, 1999)
9

Gambar ... Paking Tutup Silinder Head


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Non logam adalah kelompok unsur kimia yang bersifat elektronegatif, yaitu
lebih mudah menarik elektron valensi dari atom lain dari pada melepaskannya.
Bahan-bahan non logam meliputi plastik, karet dan isolasi. Ada beberapa Sifat –
sifat non logam yaitu seperti sifat fasis, sifat mekanik dan sifat kimia
Bahan bukan logam digunakan dalam bidang teknik, karena memiliki sifat-
sifat yang dibutuhkan dari suatu bagian konstruksi yang tidak dimiliki oleh bahan
lain. selain itu bahan bukan logam digunakan untuk menggantikan pemakaian
logam pada beberapa alat dan bagian konstruksi, karena bahan bukan logam
memiliki sifat yang mirip dengan logam contohnya seperti plastik dan kayu.
3.2 Saran
Menyadari bahhwa penulis jauh dari kata sempurna. Untuk makalah
selanjutnya akan diusahakan agar lebih baik lagi. Untuk lebih lanjutnya penulis
memberikan saran kepada pembaca agar lebih memahami lebih dalam tentang
mesin frais, karena selama ini mesinn frais masih terdengar asing di telinga
masyarakat indonesia. Semoga dengan adanya makalah ini dapat membantu bagi
pembaca.

10
Daftar Pustaka

(Dadang) TEKNIK DASAR PENGERJAAN LOGAM (2013) ‘Teknik Dasar


Pengerjaan Logam’, pp. 1–298.
Alam Pocut Nurul and Rihayat Teuku (2007) ‘Sintesa dan Karakteristik Sifat
Mekanik Karet Nanokomposit’, Rekayasa Kimia dan Lingkungan, 6(1), pp.
1–6.
Amanto, H. and Daryanto (1999) Ilmu Bahan. Jakarta: Bumi Aksara.
Drs.M. Gade, M. S. (2007) ‘Klasifikasi dan karakteristik material keramik’, 3.
Indiyanto, R. (2015) ‘Pengantar Pengetahuan Bahan Teknik’,
Http://Eprints.Upnjatim.Ac.Id.
J Hendra Riko (2013) ‘Karet_Alam_fungsi_dan_pengaplikasiannya’.
Kadirman, D. (2017) ‘Alat mesin pertanian’.
Leon, A. (2017) ‘Material Non Logam Oleh : Alexandro Leon Nomor
Induk : 1633001 JURUSAN TEKNIK MESIN’.
Männikkö, N. F. (2013) ‘Open-pit mining’, Salem Press Encyclopedia of Science,
pp. 1–9. Available at:
http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=true&db=ers&AN=89474810
&lang=es&site=eds-live&authtype=ip,uid.
Marvin (no date) ‘Macam dan Penggunaan Bahan non Logam’, pp. 1–7.
Muhaimin, H. . (2005) Bahan-Bahan Listrik. Jakarta: Pradnya Paramita.
Mujiarto, I. (2005) ‘Sifat dan Karakteristik Material Plastik dan Bahan Aditif’,
Traksi, 3(2), pp. 65–74.
Nasution, R. S. (2015) ‘Berbagai Cara Penanggulangan Limbah Plastik’,
Elkawnie, 1(1), pp. 97–104. Available at: http://jurnal.ar-
raniry.ac.id/index.php/elkawnie/article/view/522.
Proyek, B. et al. (2003) ‘Bahan logam dan bukan logam’.
Ridhawati, ST, M. (2017) ‘Pengetahuan bahan teknik Definisi dan Konsep Dasar
Polimer’, Pengetahuan bahan teknik Bab 7. POLIMER.
Saptono, R. (2008) ‘Bab 5 polimer 5.1’, bab 5 polimer, pp. 91–122.
Sucahyo, B. (1999) Ilmu Bahan. Surakarta: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Sumanto (2005) Pengetahuan Bahan untuk Mesin & LIstrik. Yogyakarta: Andi

11
Offset.
Surdia, T. and Shinroku (1999) Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: Pradnya
Paramita.
Surono, untoro budi (2014) ‘J u r n a l penelitian karet’, 32(506).

12