ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN SURAT KEPUTUSAN

Nomor : Tentang VISI, MISI, TUGAS DAN MOTTO RUMAH SAKIT _____________________________________________________ Menimbang : Bahwa dalam rangka peningkatan mutu pelayanan rumah Sakit maka dipandang perlu untuk menetapkan visi, misi, misi khusus, tugas dan motto RS 1. 2. 3. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 436/Menkes/SK/VI/1993 tentang berlakunya Standar Pelayanan RS dan Standar Pelayanan Medik Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 1333/Menkes/SK/XII/1999 Tanggal 8 Desember tentang Penerapan Standar Pelayanan RS dan Standar Pelayanan Medik Standar Akreditasi Pelayanan Administrasi dan Manajemen MEMUTUSKAN Menetapkan : 1. 2. 4. 5. 6. Visi ………………………………………….. Misi ………………………………………………. Tugas …………………………………………………….. Motto ………………………………………………… Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan catatan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini maka akan dilakukan perubahan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Pada tanggal Tembusan : 1. Arsip : :

Mengingat

:

Misi Khusus. Tugas dan Motto Rumah Sakit . Ditetapkan di Pada tanggal : : . 2. Surat keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan dengan catatan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini. Standar Pelayanan Administrasi dan Manajemen Akreditasi Rumah Sakit. Bahwa untuk itu perlu dibentuk Tim Evaluasi Visi. Membentuk Tim Evaluasi Visi. 3.SURAT KEPUTUSAN Nomor : tentang PEMBENTUKAN TIM EVALUASI VISI. Tugas dan Motto Rumah Sakit . Misi Khusus. perlu adanya evaluasi Visi. Misi. MEMUTUSKAN Mengingat Menetapkan : 1. 2. Misi. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 1333/Menkes/SK/XII/1999 tanggal 8 Desember tentang Penerapan Standar Pelayanan Rumah Sakit dan Standar Pelayanan Medik. TUGAS DAN MOTTO RUMAH SAKIT Menimbang : 1. akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 436/Menkes/SK/VI/1993 tanggal 3 Juni 1993 tentang Berlakunya Standar Pelayanan Rumah Sakit dan Standar Pelayanan Medik. Misi Khusus. Tugas dan Motto Rumah Sakit yang namanya tersebut dalam lampiran Surat Keputusan ini. MISI. 2. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit . : 1. Misi. MISI KHUSUS.

1. 1.DAFTAR NAMA TIM EVALUASI VISI. 1. 2. III. 4. 3. II. 2. TUGAS DAN MOTTO RUMAH SAKIT NO 1 I. 1. VI. 4. V. 1. 2. 2. MISI. 4. 2. 3. 3. 1. 5. NAMA 2 Unsur Pimpinan Unsur Poliklinik 3 NRP/NIP 4 JABATAN 5 Unsur Staf Medik Fungsional Unsur Staf Pembantu Pimpinan Unsur Penunjang Medis Unsur Perawatan . MISI KHUSUS. IV.

6. Misi Khusus “……………………………………. Misi Khusus. Tugas dan Motto sebagai pedoman bagi pegawai sehingga tercapai kesamaan pandangan dan tindakan dalam melaksanakan tugas. MISI.. 4. Tugas …………………………………….. MISI KHUSUS.” 2. Visi ” ……………………………………. akan diadakan pembetulan seperlunya. 3. Misi. TUGAS DAN MOTTO Rumah Sakit _ DIREKTUR RUMAH SAKIT Menimbang : Bahwa dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan dukungan kesehatan yang diperlukan oleh pelayanan kesehatan yang bermutu di Rumah Sakit perlu dilakukan evaluasi Visi.SURAT KEPUTUSAN Nomor : tentang PENETAPAN VISI. Misi ……………………………. Motto “……………………………………”. Ditetapkan di Pada tanggal : : . Dengan catatan : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini. 5. Surat keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal ditetapkan.. : Mengingat MEMUTUSKAN Menetapkan : 1.

agar hadir tepat pada waktunya. Dengan ini diharapkan kehadiran Staf Perawatan Rumah Sakit pada : Hari Tanggal Waktu Tempat Acara: 2. Misi. : : : : Sosialisasi Visi. Mengingat pentingnya acara tersebut. Misi Khusus. Dikeluarkan di Pada Tanggal : : NO 1 NAMA 2 JABATAN 3 NIK 4 PARAF 5 .SURAT EDARAN Nomor : / / 1. Tugas dan Motto RS.

Misi Khusus. apakah masih relevan atau tidak dengan kondisi saat ini. maka perlu dilakukan evaluasi visi. misi. b. Maksud dan Tujuan 4. misi. Tugas dan motto rumah sakit dan apakah visi.Menindak lanjuti Surat Keputusan Karumkit tersebut dan untuk meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit sehingga terwujud pelayanan kesehatan yang dapat dipertanggujawabkan sesuai visi. kesamaan persepsi bahwa visi. Misi Khusus. 1.. Tugas dan motto rumah sakit masih relevan atau tidak dengan kondisi saat ini. Tugas dan motto rumah sakit masih sesuai dengan kondisi saat sekarang serta tidak ada perubahan dan tetap sebagai pedoman bagi seluruh staf sehingga tercapai kesamaan pandangan dan tindakan dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan.Dari hasil rapat tim evaluasi visi. Tugas dan motto rumah sakit yang sudah dievaluasi tersebut akan dilakukan sosialisasi kepada seluruh staf RS. didapatkan data keputusan sebagai berikut : Nomor: tentang Penetapan …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………… ………. misi. sehingga dapat menjadi pedoman bagi seluruh staf dan tercapai kesamaan pandangan serta tindakan dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan. misi. Tugas dan motto rumah sakit yang dilaksanakan pada tanggal . Misi Khusus. Misi Khusus. Misi Khusus. misi. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Rumah Sakit Nomor : tentang Pembentukan Tim Evaluasi Visi. Tugas dan Motto Rumah Sakit 2. komite medik . Misi.Dari hasil evaluasi terhadap visi. TUGAS DAN MOTTO Pendahuluan. MISI.LAPORAN EVALUASI VISI. yang dilaksanakan pada pertemuan rapat tanggal dengan kelompok ahli. unsur staf dan unsur keperawatan adalah sebagai berikut : a.Maksud dan tujuan dari laporan evaluasi ini adalah untuk menilai sejauh mana pelaksanaan program serta kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan dalam kebijakan atau peraturan tertulis dalam mencapai visi. 3. Misi Khusus. Tugas dan motto rumah sakit yang sudah dievaluasi. Setelah ditetapkan oleh Kepala Rumah Sakit maka visi. Dari hasil diskusi rapat seluruh tim evaluasi yang hadir didapatkan pemahaman. Misi Khusus. misi. misi. didapatkan hasil dokumen dari visi. Data dan Pembahasan 5. . misi. Misi Khusus. Tugas dan motto rumah sakit tersebut. Tugas dan motto rumah sakit. Misi Khusus. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Misi dan Visi. misi. Misi Khusus. MISI KHUSUS. Tugas dan motto RS.

Misi Khusus. . Tugas dan motto rumah sakit masih sesuai dan tidak ada perubahan.Kesimpulan 6. Tugas dan motto rumah sakit didapatkan bahwa visi. Adapun bunyi keputusan evaluasi tersebut adalah sebagai berikut : 1) Visi 2) Misi 3) Tugas adalah : 4) Motto adalah Penutup 7.Dari hasil evaluasi oleh tim evaluasi visi. misi. misi. NOTULEN RAPAT EVALUASI VISI DAN MISI HARI / TANGGAL PUKUL TEMPAT PIMPINAN RAPAT MATERI : : : : : Evaluasi Visi dan Misi Rumah Sakit Permasalahan : Pembahasan : Kesimpulan. Demikian laporan evaluasi ini dilaksanakan dan disampaikan dengan harapan dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan Pimpinan dalam mengambil keputusan. Misi Khusus.

MATRIKS PROGRAM KERJA RUMAH SAKIT No. PROGRAM KEGIATAN TUJUAN SASARAN PENANGGUNG DANA WAKTU JAWAB (000) .

.. misi...PROGRAM KERJA RUMAH SAKIT PENDAHULUAN Seperti telah kita ketahui bersama bahwa RS dalam melaksanakan penyelenggaraan kegiatan RS selalu berpedoman pada Rencana Strategis (Renstra) yang telah disusun untuk kurun waktu 5 tahun........... program dan kegiatan dengan indikator yang terukur.............. ......... mendayagunakan potensi yang dimiliki secara optimal dengan tetap mengacu pada standar dan etika yang berlaku..................... memuat visi........................ .. tujuan......................................... Dan berpedoman pada Renstra RS tahun 2007 – 2011 maka disusunlah rencana tahunan RS yang memasuki tahun ketiga dari rencana lima tahunan kedepan yang akan diuraikan dibawah ini... Dalam pelaksanaannya RS menempuhnya dengan cara meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan rumah sakit.. TUJUAN Tujuan Umum ………………………………………………………………………… Tujuan Khusus ................................... dan tujuan rumah sakit RS maka dituangkan dalam rencana-rencana program tahunan rumah sakit yang akan dilaksanakan secara berkesinambungan dan akan dilakukan evaluasi serta penilaian kinerja untuk setiap akhir tahunnya.................... Bila sumber kinerjanya sudah dapat ditingkatkan dengan melalui peningkatan SDM tersebut diharapkan pelayanan juga akan meningkat....... ..... strategi........... misi................ PROGRAM Beberapa program kerja yang diusulkan tahun 2009 adalah : --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------SUMBER DANA .......................................... sehingga dengan sendirinya akan meningkatkan pendapatan rumah sakit dalam menunjang masalah diatas perlu dibenahi masalah standar pelayanan terutama ketenagaannya..................... kebijakan... ............................ Secara substansial Renstra RS ... Pada akhirnya disadari benar bahwa untuk mencapai semua itu titik sentral dan yang harus menjadi prioritas utama adalah pengembangan sumber daya manusia yang dimiliki oleh RS ............................................ Dan untuk mewujudkan visi.................. SASARAN ...........

misi. diagnosis. Setiap rumah sakit harus melakukan proses perancangan (design) yang baik. 2. c. Dokter penanggung jawab pelayanan wajib memberikan penjelasan secara jelas dan benar kepada pasien dan keluarganya tentang rencana dan hasil pelayanan. konsultasi dan rujukan. f. d. 7. 2.DRAFT PENYUSUNAN RENSTRA RUMAH SAKIT 1. c. a. b. 3. 5. 6. atau prosedur untuk pasien termasuk kemungkinan terjadinya Kejadian Tidak Diharapkan. rujukan dan saat pasien keluar dari rumah sakit. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk hal yang tidak dimengerti. Terdapat koordinasi pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan kelayakan sumber daya secara berkesinambungan sehingga pada seluruh tahap pelayanan transisi antar unit pelayanan dapat berjalan baik dan lancer. Memberikan informasi yang jelas. Mendidik Pasien dan Keluarga a. Terdapat koordinasi pelayanan yang mencakup peningkatan komunikasi untuk memfasilitasi dukungan keluarga. pengobatan. aman dan efektif. Keselamatan Pasien dan Kesinambungan Pelayanan a. b. Terdapat komunikasi dan transfer informasi antar profesi kesehatan sehingga dapat tercapainya proses koordinasi dan transfer informasi antar profesi kesehatan sehingga dapat tercapainya proses koordinasi tanpa hambatan. c. pelayanan social. dan jujur. Dokter penanggung jawab pelayanan wajib membuat rencana pelayanan. Harus ada dokter penanggung jawab pelayanan. pelayanan kesehatan primer dan tindak lanjut lainnya. b. 4. Mematuhi instruksi dan menghormati peraturan rumah sakit. Terdapat koordinasi pelayanan secara menyeluruh mulai dari saat pasien masuk. kebutuhan pasien. d. e. Memahami dan menerima konsekuensi pelayanan. benar. Hak Pasien a. petugas pelayanan . pemeriksaan. Latar Belakang Rencana Strategis Maksud dan Tujuan Landasan Hukum Tugas dan Fungsi Rumah Sakit Struktur Organisasi Data Kepegawaian Gambaran Umum Rumah Sakit PEDOMAN PELAKSANAAN KESELAMATAN PASIEN RUMAH SAKIT 1. dan tujuan rumah sakit. 4. Memenuhi kewajiban financial yang disepakati. pelayanan keperawatan. Penggunaan Metode-metode Peningkatan Kinerja Untuk Melakukan Evaluasi dan Program Peningkatan Keselamatan Pasien. Mengetahui kewajiban dan tanggung jawab pasien dan keluarga. tindakan pengobatan. 3. perencanaan pelayanan. Memperlihatkan sikap menghormati dan tenggang rasa. g. mengacu pada visi.

agar kinerja dari keselamatan pasien terjamin. c. 5. Setiap rumah sakit harus memiliki program pendidikan. mulai dari “Kejadian Nyaris Cedera” (Near Miss) sampai dengan “Kejadian Tidak Diharapkan” (Adverse Event). Tersedia mekanisme untuk menangani berbagai jenis insiden atau kegiatan proaktif untuk memperkecil risiko. e. Tersedia mekanisme kerja untuk menjamin bahwa semua komponen dari rumah sakit terintegrasi dan berpartisipasi dalam program keselamatan pasien. pelatihan. dan pengumpulan informasi menggunakan criteria objektif untuk mengevaluasi efektifitas perbaikan kinerja rumah sakit dan keselamatan pasien. f. keuangan. Tersedia prosedur “cepat tanggap” terhadap insiden. utilisasi. Terdapat tim antar disiplin untuk mengelola program keselamatan pasien. termasuk asuhan kepada pasien yang terkena musibah. termasuk evaluasi berkala terhadap kecukupan sumber daya tersebut. Tersedia program proaktif untuk identifikasi risiko keselamatan dan program meminimalkan insiden. a. yang mencakup jenis-jenis kejadian yang memerlukan perhatian. b. termasuk rencana tindak lanjut dan implementasinya. kaidah klinis terkini. Setiap rumah sakit harus mengintegrasikan topic keselamatan pasien dalam setiap kegiatan jn-service training dan memberi pedoman yang jelas tentang pelaporan insiden. Peran Kepemimpinan Dalam Meningkatkan Keselamatan Pasien. b. 6. Terdapat kolaborasi dan komunikasi terbuka secara sukarela antar unit dan antar pengelola pelayanan di dalam rumah sakit dengan pendekatan antar disiplin. Tersedia mekanisme pelaporan internal dan eksternal berkaitan dengan insiden termasuk penyediaan informasi yang benar dan jelas tentang Analisis Akar Masalah (RCA) “Kejadian Nyaris Cedera” (Near Miss) dan “Kejadian Sentinel” pada saat program keselamatan pasien mulai dilaksanakan. d. praktek bisnis yang sehat dan factor-faktor lain yang berpotensi risiko bagi pasien sesuai dengan Tujuh Langkah Menuju Keselamatan Pasien Rumah Sakit. Setiap rumah sakit harus melakukan evaluasi intensif terkait dengan semua Kejadian Tidak Diharapkan dan secara proaktif melakukan evaluasi satu proses kasus risiko tinggi. Tersedia sumber daya dan sistem informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan perbaikan kinerja rumah sakit dan perbaikan keselamatan pasien. Tersedia mekanisme identifikasi masalah dan kendala komunikasi untuk merevisi manajemen informasi yang ada. c.kesehatan. Setiap rumah sakit harus melakukan pengumpulan data kinerja yang antara lain terkait dengan : pelaporan insiden. g. b. b. Perlu disediakan anggaran untuk merencanakan dan mendesain proses manajemen untuk memperoleh data dan informasi tentang hal-hal terkait dengan keselamatan pasien. Mendidik Staf Tentang Keselamatan Pasien a. h. mutu pelayanan. 7. Setiap rumah sakit harus menyelenggarakan pelatihan tentang kerja sama kelompok (team work) guna mendukung pendekatan interdisiplin dan kolaboratif dalam rangka melayani pasien. membatasi risiko pada orang lain dan penyampaian informasi yang benar dan jelas untuk keperluan analisis. akreditasi. Setiap rumah sakit harus menggunakan semua data dan informasi hasil analisis untuk menentukan perubahan sistem yang diperlukan. c. manajemen risiko. dan orientasi bagi staf baru yang memuat topic keselamatan pasien sesuai dengan tugasnya masingmasing. i. Komunikasi Merupakan Kunci Bagi Staf Untuk Mencapai Keselamatan Pasien. . d. a. Tersedia sasaran terukur.

pengobatan atau prosedur untuk pelayanan medis pasien termasuk terjadinya kejadian yang diharapkan dan tidak diharapkan. Informasi yang diberikan kepada pasien dan keluarga harus dilakukan secara jelas dan benar mengenai rencana. 3.Melakukan rehabilitasi pasien (jika diperlukan) . PROSEDUR PEMBERIAN INFORMASI PELAYANAN MEDIS PASIEN OLEH DPJP 1. konsultasi. DPJP bertugas memberikan rangkaian asuhan medis yang meliputi: Pemeriksaan medis untuk penegakan diagnosis Merencanakan dan memberi terapi Melakukan tindak lanjut/rujukan Rehabilitasi Melakukan konsultasi (jika diperlukan) 2. meliputi: . diagnosis penyakit pasien.Merencanakan dan memberikan terapi dan pengobatan .Melakukan tindak lanjut/follow up . DPJP mengunjungi salah satu pasien rawat inap yang menjadi tanggung jawabnya 2. Memberikan penjelasan secara jelas dan benar kepada pasien dan keluarga tentang rencana dan hasil pelayanan. maka asuhan medis dilakukan oleh dokter yang memiliki keahlian sesuai diagnosis pasien tersebut. pemeriksaan yang dilakukan. 3. URAIAN TUGAS DOKTER PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN (DPJP) 1. Bila pasien dikonsulkan untuk masalah penyakit lain yang bukan keahlian dari DPJP yang telah ditunjuk. hasil pelayanan dan pengobatan. Melakukan rangkaian asuhan medis yang lengkap. Dalam hal perawatan bersama. DPJP memberikan informasi pelayanan medis yang telah dan akan dilakukan 3. termasuk kemungkinan terjadinya kejadian tidak diinginkan.Melakukan konsultasi kepada pasien sesuai dengan kompetensinya (sesuai kebutuhan) 2. rehabilitasi. yang memuat segala aspek pelayanan yang akan diberikan. Informasi yang disampaikan sebaiknya meliputi hal-hal sebagai berikut: .Pemeriksaan medis terhadap pasien untuk penegakan diagnosis .POLA OPERASIONAL DOKTER PENANGGUNG JAWAB PASIEN (DPJP) 1. Berkoordinasi dengan DPJP Spesialis lain dalam hal penanganan pasien rawat bersama untuk memberikan konsultasi kepada pasien 4. seorang DPJP hanya memberikan asuhan medis sesuai dengan keahliannya. Memuat rencana pelayanan lengkap dalam berkas rekam medis.

Panitia dapat menggunakan nara sumber dari dalam maupun dari luar rumah sakit. Tujuan Umum . Dalam pelaksanaan keselamatan pasien. 7. Di rumah sakit terdapat ratusan macam obat. 3. banyak alat dengan teknologinya. KERANGKA ACUAN INCIDENT REPORT PENDAHULUAN Pelayanan kesehatan pada dasarnya adalah untuk menyelamatkan pasien. bermacam jenis tenaga profesi dan non profesi yang siap memberikan pelayanan pasien 24 jam terus menerus. Dalam pelaksanaannya. Penyusunan program pendidikan dan latihan di dalam Rumah sakit secara berkala dilakukan oleh Tim Diklat Rumah Sakit dan disetujui oleh Direktur Rumah Sakit. 4. Panitia wajib memberikan piagam/sertifikat kepada pembicara/ nara sumber/ peserta pendidikan dan latihan. 2. Keberagaman dan kerutinan pelayanan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat terjadi KTD. RS. ratusan tes dan prosedur. Unit terkait mengajukan proposal dan usulan kepada Tim Diklat Rumah Sakit . Tim Diklat Rumah Sakit membentuk panitia Diklat di dalam Rumah Sakit yang melibatkan unit terkait. Panitia mengajukan proposal kepada Direktur Rumah Sakit. Namun dengan semakin berkembangnya ilmu dan teknologi pelayanan kesehatan. DPJP melakukan pencatatan mengenai pelaksanaan pemberian informasi kepada pasien yang telah dilakukan di dalam buku register sebagai bukti bahwa DPJP telah melaksanakan tugasnya 6. TUJUAN A. Panitia bertanggung pada Tim Diklat Rumah Sakit dan Direktur Rumah Sakit. Oleh karena itu diperlukan acuan yang jelas untuk melaksanakan keselamatan pasien tersebut. Sub Komite Rekam Medis melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pemberian informasi oleh DPJP PENDIDIKAN DAN PELATIHAN 1. 6. khususnya di rumah sakit menjadi semakin kompleks dan berpotensi terjadinya Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) apabila tidak dilakukan dengan hati-hati. perlu dilakukan pencatatan mengenai pelaporan insiden keselamatan pasien (incident report). DPJP harus memberikan informasi kepada pasien dan keluarganya tentang kewajiban dan tanggung jawab pasien dalam asuhan pasien 5. Mengingat keselamatan pasien sudah menjadi tuntutan masyarakat maka pelaksanaan program keselamatan pasien rumah sakit perlu dilakukan. 5.- Keadaan penyakit pasien Kelanjutan penyakit pasien Kelanjutan pengobatan Dampak atau efek samping yang mungkin terjadi 4.

Kesalahan penulisan identitas pasien . Cedera dapat diakibatkan oleh kesalahan medis atau bukan kesalahan medis karena tidak dapat dicegah. mekanisme pelaporannya adalah sebagai berikut: . Didapatkannya pembelajaran untuk perbaikan asuhan kepada pasien KEGIATAN Insiden keselamatan pasien adalah setiap kejadian atau situasi yang dapat mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera yang tidak seharusnya terjadi. atau peringanan. Setiap bulannya dilakukan rekapitulasi terhadap data incident report untuk mengetahui jumlah kejadian tidak diharapkan yang terjadi di rumah sakit 6. Diketahui penyebab insiden keselamatan pasien sampai pada akar masalah 3. Terlaksananya sistem pelaporan dan pencatatan insiden keselamatan pasien rumah sakit 2.Menurunnya insiden keselamatan pasien (KTD dan KNC) dan meningkatnya mutu pelayanan dan keselamatan pasien B. Hasil rekapitulasi incident report dilaporkan kepada Direktur RS.Pasien jatuh dari tempat tidur . Kejadian Nyaris Cedera (KNC) adalah suatu kejadian akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil yang dapat mencederai pasien.Ketidaklengkapan pengisian catatan medis . Tujuan Khusus 1. maupun pegawai yang terjadi di rumah sakit. melalui Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit Apabila ada suatu kasus. 3.Pasien terpleset Cara Pelaksanaan Pencatatan Incident Report adalah sebagai berikut: 1. antara lain: .Pasien Flebitis (infeksi jarum infus) . karena keberuntungan karena pencegahan. tetapi cedera serius tidak terjadi. Pencatatan Incident report yang terdapat di RS. Pelaporan insiden keselamatan pasien atau incident report merupakan pelaporan tertulis setiap KTD atau KNC yang menimpa pasien atau kejadian lain yang menimpa keluarga pengunjung. Setiap unit kerja memiliki formulir incident report untuk mencatat setiap kejadian 2. dan bukan karena penyakit dasarnya atau kondisi pasien. Kepala unit pada masing-masing unit kerja melakukan pemantauan secara administratif terhadap pencatatan incident report setiap minggunya untuk mengetahui apakah ada suatu kejadian tidak diharapkan yang terjadi pada unitnya 4. Apabila ada kejadian dicatat pada formulir incident report oleh petugas yang menemukan kejadian.Salah obat dan salah orang . Apabila ada kejadian Kepala unit akan melakukan pelaporan kepada Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit untuk menindaklanjuti kejadian tersebut 5. Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) adalah suatu kejadian yang tidak diharapkan yang mengakibatkan cedera pada pasien akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.Sample rusak karena salah penyimpanan .Sample tertukar .Ketidaklengkapan pengisian data Informed consent .Pasien Dekubitus .

4. waktu maksimal 2 minggu .Laporan hasil investigasi sederhana/analisis akar masalah/RCA yang terjadi pada pasien dilaporkan oleh Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit dan mengetahui Direktur kepada Komite Keselatan Pasien Rumah Sakit (KKP-RS) PERSI dengan mengisi formulir laporan insiden keselamatan pasien. Setelah melakukan RCA. Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit akan menganalisis kembali hasil investigasi dan laporan insiden untuk menentukan apakah perlu dilakukan investigasi lanjutan (RCA) dengan melakukan regrading 8. 2. Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit bersama-sama dengan Kepala Unit yang bersangkutan melakukan analisa terhadap data incident report apabila terjadi suatu kejadian.Grade biru: investigasi sederhana oleh atasan langsung. waktu maksimal 1 minggu . SASARAN Semua unit kerja di RS. PELAPORAN DAN EVALUASI 1.Grade kuning: investigasi komprehensif/analisis akar masalah/RCA oleh Sub Komite Keseelamatan Pasien Rumah Sakit. Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit akan membuat laporan dan rekomendasi untuk perbaikan serta pembelajaran berupa petunjuk atau safety alert untuk mencegah kejadian yang sama terulang lagi 10. Setelah ditindaklanjuti. Untuk grade kuning/merah. Kepala Bagian/Kepala Unit/Kepala Pelayanan Medis terlapor memeriksa laporan dan melakukan grading risk terhadap insiden yang dilaporkan 5. Hasil grading akan menentukan bentuk investigasi dan analisis yang akan dilakukan sebagai berikut: .Grade hijau: investigasi sederhana oleh atasan langsung. laporan hasil investigasi dan laporan insiden dilaporkan ke Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit 7. Setiap bulannya Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit membuat laporan kejadian/kasus yang terjadi pada seluruh unit kerja. 6.1. . Apabila terjadi suatu insiden (kejadian nyaris cedera/kejadian tidak diharapkan).Rekomendasi untuk perbaikan dan pembelajaran diberikan umpan balik kepada unit kerja terkait 12. Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pencatatan incident report maupun evaluasi terhadap kasus atau kejadian tidak diharapkan yang terjadi di rumah sakit. segera buat laporan insidennya dengan mengisi formulir laporan insiden pada akhir jam kerja/shift kepada atasan langsung 3. Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit akan melakukan analisis akar masalah (Root Cause Analysis/RCA) 9. Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit melakukan analisa data terhadap kasus yang terjadi bersama-sama dengan unit kerja yang bersangkutan 3. waktu maksimal 45 hari . waktu maksimal 45 hari. segera ditindaklanjuti (dicegah/ditangani) untuk mengurangi dampak/akibat yang tidak diharapkan 2.Hasil RCA.Grade merah: investigasi komprehensif/analisis akar masalah/RCA oleh Sub Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit. rekomendasi dan rencana kerja dilaporkan kepada Direktur 11. Setelah selesai melakukan investigasi sederhana.

.PENUTUP Demikian kerangka acuan ini disusun sebagai suatu acuan dalam pelaksanaan pencatatan incident report RS. .

GAMBARAN POLA KETENAGAAN DI RUMAH SAKIT TAHUN ... NO JABATAN KUALIFIKASI KEBUTUHAN JUMLAH SAAT INI KEKURANGAN/ KELEBIHAN .........

MATRIKS PROGRAM PENGENDALIAN MUTU No. Kegiatan Tujuan Sasaran Penanggung Jawab Waktu Sumber Dana Dana .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful