Anda di halaman 1dari 173

STUDI PETROLOGI DAN MINERALOGI BATUAN VOLKANIK

GUNUNGAPI KIE BESI DI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN,


PROVINSI MALUKU UTARA

TUGAS AKHIR B
Diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S-1)
di Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian,
Institut Teknologi Bandung

Oleh:

DESWANDANA PRIMA
12013027

PROGRAM STUDI SARJANA TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2017

i
LEMBAR PENGESAHAN

TUGAS AKHIR B

STUDI PETROLOGI DAN MINERALOGI BATUAN VOLKANIK


GUNUNGAPI KIE BESI DI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN,
PROVINSI MALUKU UTARA

Diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S-1)
di Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian,
Institut Teknologi Bandung.

Bandung, 4 Oktober 2017


Penulis,

Deswandana Prima
NIM 12013027

Pembimbing 1 Pembimbing 2

Dr. I Gusti Bagus Eddy Sucipta, S.T., M.T. Dr. Ir. Agus Budianto, DEA
NIP 19681016 199503 1 002 NIP 19650823 199403 1 001

ii
STUDI PETROLOGI DAN MINERALOGI BATUAN VOLKANIK
GUNUNGAPI KIE BESI DI KABUPATEN HALMAHERA SELATAN,
PROVINSI MALUKU UTARA
Oleh:

Deswandana Prima
NIM 12013027

ABSTRAK

Daerah penelitian secara administratif terletak di Pulau Makian, wilayah Halmahera Selatan,
Provinsi Maluku Utara. Secara geografis, Gunungapi Kie Besi terletak pada 0º 19’ LU dan
127º 24' BT dengan ketinggian puncak 1357 mdpl. Gunungapi ini bertipe strato yang
memiliki satu kawah utama berukuran 1500 m x 1400 m.

Proses magmatik dan evolusi magma saat pembentukan batuan volkanik dapat dicerminkan
oleh mineralogi, perkembangan komposisi mineral, dan tekstur mikro plagioklas.
Temperatur pembentukan magma juga dapat diketahui dari keberadaan mineral piroksen
yang saling coexisting. Penelitian ini mengaplikasikan metode analisis petrologi dan
mineralogi pada olivin, piroksen, plagioklas, hornblenda, dan mineral opak dari batuan
volkanik Gunungapi Kie Besi. Batuan volkanik Gunungapi Kie Besi yang diteliti berasal
dari tiga satuan batuan, berurut dari tua ke muda, terdiri dari satuan Lava Malapa (LMp) dan
Lava Powate (LP) yang mewakili hasil erupsi pra 1988 dan satuan Kubah Lava Kie Besi
(KlKb) yang mewakili hasil erupsi tahun 1988. Litologi satuan Lava Malapa adalah andesit
piroksen dengan tekstur aliran. Litologi satuan Lava Powate adalah basalt olivin dengan
tekstur intersertal. Litologi dari satuan Kubah Lava Kie Besi adalah andesit piroksen dan
andesit bearing-olivin dengan tekstur aliran pada keduanya. Semua sampel menunjukkan
struktur vesikuler.

Magma Gunungapi Kie Besi memiliki afinitas kalk-alkalin. Perkembangan magma


Gunungapi Kie Besi diawali dengan pembentukan satuan Lava Malapa oleh magma andesit
basaltik dengan temperatur 9500C – 10250C. Dapur magma saat itu dipengaruhi oleh proses
konveksi, injeksi magma basaltik, dan dekompresi adiabatik saat magma bergerak dari dapur
magma dalam ke permukaan yang diakhiri oleh proses pendinginan. Injeksi magma basaltik
berlangsung semakin intensif yang diikuti oleh pencampuran magma membuat magma
bersifat lebih basaltik dan temperatur dapur magma mengalami kenaikan menjadi 11000C –
11750C membentuk satuan Lava Powate. Proses magmatik saat pembentukan satuan Lava
Powate dipengaruhi oleh proses injeksi magma basaltik yang membuat proses pemanasan
dan disolusi berjalan lebih intensif disertai proses dekompresi adiabatik dan konveksi saat
magma bergerak ke permukaan yang diakhiri oleh proses pendinginan. Selanjutnya terjadi
penurunan temperatur pada dapur magma menghasilkan magma andesit basaltik dengan
temperatur 9500C – 10750C dan membentuk satuan Kubah Lava Kie Besi. Dapur magma
saat itu sangat dipengaruhi oleh proses konveksi, injeksi magma basaltik, dekompresi
adiabatik, dan diakhiri oleh proses pendinginan.

Kata Kunci: Gunungapi Kie Besi, petrologi, mineralogi, evolusi magma.

iii
STUDY OF PETROLOGY AND MINERALOGY OF KIE BESI
VOLCANIC ROCKS IN SOUTHERN HALMAHERA,
NORTH MALUKU PROVINCE

By :

Deswandana Prima
NIM 12013027

ABSTRACT
Research area administratively located on the Makian Island, Southern Halmahera, North
Maluku Province. Geographically, Kie Besi Volcano lies at 0º 19’ N dan 127º 24' E with
1357 MASL height. Kie Besi Volcano is a stratovolcano that has one main crater with around
1500 m x 1400 m dimension.

Magmatic process and evolution during the formation of volcanic rocks can be represented
by mineralogy, evolution of mineral composition, and plagioclase micro texture.
Temperature of magma formation could be determined from the presence of coexisting
pyroxene. This research applies method of petrology and mineralogy analysis on olivine,
pyroxene, plagioclase, hornblende, and opaque mineral from Kie Besi volcanic rocks. The
samples come from three rock units, from older to younger: Lava Malapa (LMp) and Lava
Powate (LP) representing pre-1988 eruption and Lava Kie Besi (KlKb) representing 1988
eruption. The lithology of Lava Malapa unit is pyroxene andesite with flow texture while
Lava Powate unit is olivine basalt with intersertal texture, and Kubah Lava Kie Besi unit is
pyroxene andesite and olivine-bearing andesite with minor flow texture in both. All samples
show vesicular structures.

The magma of Kie Besi Volcano has a calc-alkaline affinity. The evolution of Kie Besi
Volcano magma began with the formation of Lava Malapa unit by basaltic-andesitic magma
with temperature of 9500C – 10250C. This unit-forming basaltic-andesitic magma was
influenced by convection, basaltic magmatic injection, and adiabatic decompression as
magma moved from magma chamber to the surface which was eventually terminated by
undercooling process. The basaltic magma injection was progressively intensified followed
by magma mixing made more basaltic magma and magma chamber rose to 11000C – 11750C
formed Lava Powate unit. Magmatic process in the magma chamber during the formation of
Lava Powate unit is strongly influenced by basaltic magma injection process that makes the
heating and dissolution process run more intensively with adiabatic decompression and
convection as the magma moves to the surface and terminated by undercooling process.
Furthermore, there was a decrease in temperature in the magma chamber produces basaltic-
andesitic magma with temperature of 9500C – 10750C and formed Kubah Lava Kie Besi
unit. The magma chamber at that time was strongly influenced by the convection process,
basaltic magma injection, adiabatic decompression, and terminated by the undercooling
process.

Keywords: Kie Besi Volcano, petrology, mineralogy, magmatic evolution.

iv
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Yang Maha Kuasa karena berkat rahmat dan
karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan judul “Studi Petrologi dan
Mineralogi Batuan Volkanik Gunungapi Kie Besi di Halmahera Selatan, Provinsi
Maluku Utara”. Penyusunan Tugas Akhir ini merupakan salah satu syarat kelulusan
pendidikan Strata Satu (S-1) di Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi
Kebumian, Institut Teknologi Bandung. Tugas Akhir ini merupakan hasil penelitian sebagai
bentuk penerapan dari ilmu pengetahuan yang penulis dapatkan selama masa perkuliahan.
Penulis sadar bahwa dalam menyelesaian Tugas Akhir ini tidak terlepas dari bantuan dan
dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
 Dr. I Gusti Bagus Eddy Sucipta, S.T., M. T. dan Dr. Ir. Agus Budianto, DEA selaku
dosen pembimbing yang memberi dukungan, bimbingan dan ilmu untuk menuliskan
Tugas Akhir sehingga Tugas Akhir ini dapat diselesaikan oleh penulis dengan
sebaik-baiknya.
 Tim Peneliti Gunungapi Kie Besi Periode 1 yang beranggotakan Dr. Ir. Agus
Budianto, DEA, Yudi Wahyudi, Yohandi Kristiawan, dan Aep Dahlan serta Tim
Peneliti Gunungapi Kie Besi Periode 2 yang beranggotakan Dr. Ir. Agus Budianto,
DEA, Yudi Wahyudi, Kibar Muhammad Suryadana, Merry, dan Malia Adityarani
yang telah berkenan memberikan kesempatan kepada penulis untuk meneliti sampel
batuan volkanik Gunungapi Kie Besi.
 Orang tua tercinta yang selalu mendukung dan membantu penulis selama
perkuliahan.
 Mba Anggi dan Mba Bea yang selalu memberikan dorongan dan motivasi agar
penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir dengan tepat waktu.
 PT. Chevron Indonesia yang telah menyumbangkan alat Scanning Electron
Microscope – Energy Dispersive Spectrometer (SEM-EDS) sehingga pengerjaan
Tugas Akhir dapat berjalan dengan baik.
 Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia yang telah
memberikan beasiswa selama masa perkuliahan sehingga penulis dapat
menyelesaikan perkuliahan dan Tugas Akhir.

v
 Ikatan Orang Tua Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (IOM-ITB) yang telah
memberi bantuan dana Tugas Akhir sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas
Akhir.
 Seluruh dosen dan karyawan yang telah memberikan ilmu dan memberikan bantuan
selama masa perkuliahan di Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan
Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung.
 Fachri Muhammad, S. T. yang telah memberikan ilmu, motivasi, dan pengawasan
dalam memakai alat Scanning Electron Microscope – Energy Dispersive
Spectrometer (SEM-EDS) sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir
dengan baik.
 Rekan-rekan mahasiswa yakni Adzkia Noerma Arifa dan Windi Anarta Draniswari,
S.T. yang telah melakukan penelitian bersama di Laboratorium SEM-EDS UPP
Chevron ITB, Program Studi Teknik Geologi, FITB-ITB.
 Rekan-rekan HMTG “GEA” ITB khususnya Teknik Geologi angkatan 2013 atas
dukungan, perjuangan satu diksar dan kuliah lapangan serta kenangan indah yang
telah dilalui bersama.
 Dina Aurum Sari Putri, S.Si yang tak kenal lelah dalam memberikan motivasi dan
dukungan sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir tepat waktu.
 Semua pihak yang telah membantu secara langsung maupun secara tidak langsung
dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

Semoga Allah SWT dapat memberikan balasan atas kebaikan yang telah penulis dapatkan.
Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan
dikarenakan kemampuan penulis yang terbatas. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun. Penulis berharap semoga penelitian ini dapat
bermanfaat serta menambah pengetahuan.

Bandung, 4 Oktober 2017


Penulis,

Deswandana Prima

vi
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................................... ii
ABSTRAK ........................................................................................................................... iii
ABSTRACT ........................................................................................................................... iv
KATA PENGANTAR ........................................................................................................... v
DAFTAR ISI ....................................................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................ ix
DAFTAR TABEL .............................................................................................................. xiv
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................................... xv
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
I.1 Latar Belakang ............................................................................................................. 1
I.2 Maksud dan Tujuan ...................................................................................................... 1
I.3 Ruang Lingkup Penelitian ............................................................................................ 2
I.4 Lokasi Penelitian .......................................................................................................... 2
I.5 Metodologi Penelitian .................................................................................................. 3
I.6 Sistematika Pembahasan .............................................................................................. 8
BAB II GEOLOGI REGIONAL DAN GEOLOGI GUNUNGAPI KIE BESI .................... 9
II.1 Geologi Regional ........................................................................................................ 9
II.1.1 Fisiografi Regional .................................................................................................. 9
II.1.2 Tatanan Tektonik ................................................................................................... 10
II.1.3 Stratigrafi Regional ................................................................................................ 12
II.1.4 Struktur Regional ................................................................................................... 17
II.2 Geologi Daerah Penelitian ........................................................................................ 19
II.2.1 Volkanostratigrafi Gunungapi Kie Besi ................................................................ 19
II.2.2 Struktur Geologi Gunungapi Kie Besi ................................................................... 21
II.2.3 Sejarah Pembentukan Gunungapi Kie Besi ........................................................... 22
BAB III DASAR TEORI..................................................................................................... 25
III.1 Afinitas Magma ....................................................................................................... 25
III.2 Geotermometer ........................................................................................................ 27
III.3 Tekstur Mikro pada Plagioklas ................................................................................ 28
BAB IV ANALISIS PETROLOGI DAN MINERALOGI ................................................. 30
IV.1 Batuan Volkanik Pra 1988 Lava Malapa (LMp) ..................................................... 30

vii
IV.1.1 Analisis Petrologi ................................................................................................. 30
IV.1.2 Analisis Mineralogi .............................................................................................. 32
IV.1.2.1 Olivin ................................................................................................................. 32
IV.1.2.2 Piroksen ............................................................................................................. 33
IV.1.2.3 Hornblenda ........................................................................................................ 36
IV.1.2.4 Plagioklas .......................................................................................................... 37
IV.1.2.5 Mineral Opak ..................................................................................................... 39
IV.2 Batuan Volkanik Pra 1988 Lava Powate (LP) ........................................................ 40
IV.2.1 Analisis Petrologi ................................................................................................. 40
IV.2.2 Analisis Mineralogi .............................................................................................. 42
IV.2.2.1 Olivin ................................................................................................................. 42
IV.2.2.2 Piroksen ............................................................................................................. 44
IV.2.2.3 Plagioklas .......................................................................................................... 47
IV.2.2.4 Mineral Opak ..................................................................................................... 51
IV.3 Batuan Volkanik Gunungapi Kie Besi 1988 ........................................................... 51
IV.3.1 Analisis Petrologi ................................................................................................. 51
IV.3.2 Analisis Mineralogi .............................................................................................. 55
IV.3.2.1 Olivin ................................................................................................................. 55
IV.3.2.2 Piroksen ............................................................................................................. 56
IV.3.2.3 Hornblenda ........................................................................................................ 59
IV.3.2.4 Plagioklas .......................................................................................................... 62
IV.3.2.5 Mineral Opak ..................................................................................................... 66
IV.4 Afinitas Magma ....................................................................................................... 67
IV.5 Geotermometer ........................................................................................................ 69
BAB V EVOLUSI MAGMA GUNUNGAPI KIE BESI .................................................... 72
V.1 Perkembangan Komposisi Mineral .......................................................................... 72
V.2 Evolusi Magma ......................................................................................................... 75
BAB VI KESIMPULAN ..................................................................................................... 81
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................... 83
LAMPIRAN ........................................................................................................................ 85

viii
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar I.1 Lokasi Gunungapi Kie Besi di Pulau Makian Kabupaten Halmahera Selatan. 2
Gambar I.2 Diagram Alur Pengerjaan Tugas Akhir ............................................................ 6
Gambar I.3 Peta lokasi pengambilan sampel batuan volkanik (modifikasi dari Budianto dan
Dahlan, 2015). ....................................................................................................................... 7
Gambar II.1 Peta fisiografi Pulau Halmahera (modifikasi dari Darman dan Sidi, 2000). .. 9
Gambar II.2 Rekonstruksi Lempeng Laut Maluku pada 5 juta tahun yang lalu (modifikasi
dari Hall, 2000). ................................................................................................................... 11
Gambar II.3 Keadaan tektonik Laut Maluku dan sekitarnya saat ini (modifikasi dari Hall,
2000). ................................................................................................................................... 12
Gambar II.4 Stratigrafi regional Pulau Halmahera (Hall dkk., 1988).. ............................. 17
Gambar II.5 Sketsa peta geologi Pulau Halmahera dan sekitarnya (Apandi dan Sudana,
1980, Silitonga dkk., 1981, Supriatna, 1980, dan Yasin, 1980; dalam Hall dkk., 1980). ... 18
Gambar II.6 Peta Geologi Gunungapi Kie Besi, Pulau Makian, Kabupaten Halmahera
Selatan (modifikasi dari Sasongko dan Mulyana, 1999) ..................................................... 20
Gambar II.7 Kawah Gunungapi Kie Besi (Sasongko dan Mulyana, 1999). ..................... 21
Gambar II.8 Mata air di Desa Peleri sebagai salah satu indikasi sesar (Sasongko dan
Mulyana, 1999). ................................................................................................................... 22
Gambar II.9 Gawir Barangko (Sasongko dan Mulyana, 1999). ........................................ 22
Gambar II.10 Kolom Volkanostratigrafi Gunungapi Kie Besi (Sasongko dan Mulyana,
1999) .................................................................................................................................... 23
Gambar III.1 Diagram diskriminasi pertama untuk fenokris klinopiroksen basalt alkali
(kelompok A) dan basalt lain (kelompok T). ...................................................................... 25
Gambar III.2 Diagram diskriminasi kedua untuk basalt non-alkali antara toleit non-
orogenik (kelompok D) dan basalt orogenik (kelompok O)................................................ 26
Gambar III.3 Diagram diskriminasi untuk membedakan basalt kalk-alkali (kelompok C)
dan basalt toleitik (kelompok I). .......................................................................................... 26
Gambar III.4 Diagram geotermometer pada kondisi tekanan 1 atm (Lindsley, 1983). .... 27
Gambar III.5 Diagram geotermometer pada kondisi tekanan 5 kbar (Lindsley, 1983). ... 27
Gambar III.6 Diagram geotermometer pada kondisi tekanan 10 kbar (Lindsley, 1983). . 28
Gambar III.7 Diagram geotermometer pada kondisi tekanan 15 kbar (Lindsley, 1983). . 28

ix
Gambar IV.1 Batuan Andesit Gunungapi Kie Besi Pra 1988 pada satuan Lava Malapa
(LMp). ................................................................................................................................. 30
Gambar IV.2 Pengamatan nikol bersilang pada sampel andesit piroksen KBM-3L (A) dan
KBM-2L (B)... ..................................................................................................................... 31
Gambar IV.3 Pengamatan nikol sejajar (A) dan nikol bersilang (B) pada sampel KBM-3L
yang menunjukkan olivin dengan reaksi rim dan terkorosi. Ol: olivin; Pl: plagioklas. ...... 32
Gambar IV.4 Hasil scanline olivin pada sampel KBM-3L (LMp) yang menunjukkan
penurunan nilai Mg dari inti ke tepi mineral. ...................................................................... 33
Gambar IV.5 Pengamatan nikol bersilang yang menunjukkan piroksen sampel KBM-2L
bertekstur glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral opak (A) dan piroksen pada
sampel KBM-3FL bertekstur kumuloporfiritik (B). ............................................................ 33
Gambar IV.6 Hasil pengeplotan komposisi fenokris piroksen batuan volkanik pra 1988
Lava Malapa (LMp)............................................................................................................. 34
Gambar IV.7 Hasil pengeplotan komposisi reaksi rim pada olivin sampel KBM-3L....... 34
Gambar IV.8 Hasil scanline kuantitatif klinopiroksen pada sampel KBM-3L (LMp)...... 35
Gambar IV.9 Hasil scanline kuantitatif ortopiroksen pada sampel KBM-3L (LMp) ....... 35
Gambar IV.10 Pengamatan nikol sejajar yang menunjukkan hornblenda pada sampel
KBM-3L (A) dan pada sampel KBM-2L (B). ..................................................................... 36
Gambar IV.11 Hasil pengeplotan komposisi hornblenda sampel KBM-3L pada diagram
klasifikasi amfibol kalsik (Leake, dkk., 1997) .................................................................... 36
Gambar IV.12. Pengamatan nikol bersilang fenokris plagioklas sampel KBM-3FL (B) dan
fenokris plagioklas sampel KBM-2L (A) dengan tekstur glomeroporfiritik.. ..................... 37
Gambar IV.13 Hasil pengeplotan komposisi berdasarkan uji kimia mineral untuk fenokris
plagioklas pada batuan volkanik pra 1988 Lava Malapa (LMp). ........................................ 38
Gambar IV.14 Hasil scanline kuantitatif plagioklas pada sampel KBM-3L (LMp). ........ 38
Gambar IV.15 Pengamatan nikol bersilang pada plagioklas andesit piroksen satuan Lava
Malapa yang menunjukkan tekstur mikro plagioklas. ......................................................... 39
Gambar IV.16 Pengamatan nikol bersilang (A) yang menunjukkan mineral opak telah
menggantikan hornblenda pada sampel KBM-2FL. Pengamatan mineragrafi nikol sejajar
menunjukkan tekstur exsolution lamellae yang tersusun oleh magnetit dan ilmenit pada
sampel KBM-3L (B)............................................................................................................ 40
Gambar IV.17 Batuan volkanik produk erupsi Gunungapi Kie Besi pra 1988 Lava Powate
dengan litologi basalt sampel KBWP-3BLV (LP) (A) dan KBWP-3L (LP) (B).. .............. 41

x
Gambar IV.18 Pengamatan nikol bersilang pada sampel KBWP-3BLV (A) dan KBWP-3L
(B) yang menunjukkan litologi basalt olivin... .................................................................... 41
Gambar IV.19 Pengamatan nikol sejajar (A) dan nikol bersilang (B) pada sampel KBWP-
3L (A) dan KBWP-3BLV (B) yang menunjukkan olivin yang terkorosi.. ......................... 42
Gambar IV.20 Hasil scanline kuantitatif olivin satuan Lava Powate. ............................... 43
Gambar IV.21 Olivin pada batuan volkanik satuan Lava Powate yang menunjukkan reaksi
rim piroksen (A dan B) dengan jenis klinoenstantit, pigeonit, dan augit (C). ..................... 44
Gambar IV.22 Pengamatan nikol bersilang yang menunjukkan piroksen pada sampel
KBWP-3BLV (A) dan sampel KBWP-3L (B) .................................................................... 45
Gambar IV.23 Hasil pengeplotan komposisi fenokris piroksen batuan volkanik pra 1988
Lava Powate (LP) ................................................................................................................ 45
Gambar IV.24 Hasil scanline kuantitatif klinopiroksen satuan Lava Powate. .................. 46
Gambar IV.25 Hasil scanline kuantitatif ortopiroksen satuan Lava Powate. .................... 47
Gambar IV.26. Pengamatan nikol bersilang yang menunjukkan fenokris plagioklas sampel
KBWP-3L (A) dan sampel KBWP-3BLV (B).. .................................................................. 48
Gambar IV.27 Hasil pengeplotan komposisi fenokris plagioklas sampel KBWP-3BLV
satuan Lava Powate (LP). ................................................................................................... 48
Gambar IV.28 Hasil pengeplotan komposisi fenokris plagioklas sampel KBWP-3L satuan
Lava Powate (LP). .............................................................................................................. 49
Gambar IV.29 Hasil scanline kuantitatif plagioklas satuan Lava Powate (LP). ............... 49
Gambar IV.30 Pengamatan nikol bersilang pada plagioklas andesit piroksen satuan Lava
Malapa yang menunjukkan tekstur mikro plagioklas .......................................................... 50
Gambar IV.31 Pengamatan mineragrafi yang menunjukkan magnetit dan ilmenit pada
sampel batuan volkanik satuan Lava Powate. ..................................................................... 51
Gambar IV.32 Batuan volkanik produk erupsi Gunungapi Kie Besi 1988 dengan litologi
andesit sampel Lava Kubah 1 (KlKb) (A) dan KBWN-11JP (KlKb) (B). .......................... 52
Gambar IV.33 Pengamatan nikol bersilang pada sampel andesit bearing-olivin Lava
Kubah 3 ............................................................................................................................... 53
Gambar IV.34 Pengamatan nikol bersilang pada sampel andesit piroksen KBWN-11JP (A)
dan KBWN-10JP (fragmen) ................................................................................................ 53
Gambar IV.35 A) Pengamatan nikol sejajar (A) dan nikol bersilang (B) sampel andesit
piroksen KBWN-10JP (fragmen). ....................................................................................... 54

xi
Gambar IV.36 Pengamatan nikol bersilang pada sampel andesit bearing-olivin sampel Lava
Kubah 1 (A) dan sampel andesit Lava Kubah 2 (B)............................................................ 55
Gambar IV.37 Hasil scanline kuantitatif pada olivin sampel Lava Kubah 1 (KlKb) dan pada
sampel Lava Kubah 5 (B). ................................................................................................... 56
Gambar IV.38 Pengamatan nikol bersilang piroksen pada andesit bearing-olivin Lava
Kubah 1 (A) dan andesit piroksen KBWN-10JP (Fragmen) (B)......................................... 57
Gambar IV.39 Hasil pengeplotan komposisi fenokris piroksen batuan volkanik satuan
Kubah Lava Kie Besi (KlKb) .............................................................................................. 57
Gambar IV.40 Hasil scanline kuantitatif klinopiroksen pada sampel batuan volkanik satuan
Kubah Lava Kie Besi (KlKb) .............................................................................................. 58
Gambar IV.41 Hasil scanline kuantitatif ortopiroksen pada sampel batuan volkanik satuan
Kubah Lava Kie Besi (KlKb) .............................................................................................. 59
Gambar IV.42 Sampel Lava Kubah 1 (A, pengamatan nikol sejajar) dan sampel KBWN-
10JP (B, pengamatan nikol bersilang). ................................................................................ 60
Gambar IV.43 Pengamatan SEM-EDS pada hornblenda sampel Lava Kubah 1 (A) dan
sampel KBWN-10JP (Fragmen) (B).. ................................................................................. 60
Gambar IV.44 Hasil pengeplotan komposisi amfibol sampel KBWN-10JP (Fragmen) (A),
Lava Kubah 1 (B), dan Lava Kubah 5 (C) pada diagram klasifikasi amfibol kalsik (Leake,
dkk., 1997) ........................................................................................................................... 61
Gambar IV.45 Pengamatan nikol bersilang pada sampel Lava Kubah 1 (A) dan sampel Lava
Kubah 2 (B).. ....................................................................................................................... 62
Gambar IV.46 Pengamatan nikol bersilang pada sampel KBWN-10JP (fragmen) (A) dan
sampel KBWN-10JP (fragmen litik) (B). ............................................................................ 63
Gambar IV.47 Hasil pengeplotan komposisi fenokris plagioklas batuan volkanik satuan
Kubah Lava Kie Besi (KlKb). ............................................................................................. 64
Gambar IV.48 Hasil scanline kuantitatif plagioklas satuan Kubah Lava Kie Besi (KlKb).
............................................................................................................................................. 65
Gambar IV.49 Pengamatan nikol bersilang pada plagioklas batuan volkanik satuan Kubah
Lava Kie Besi yang menunjukkan tekstur mikro plagioklas. .............................................. 66
Gambar IV.50 Pengamatan mineragrafi nikol sejajar yang menunjukkan magnetit pada
sampel Lava Kubah 2 (KlKb). Keterangan: Mag: magnetit. ............................................... 67

xii
Gambar IV.51 Diagram diskriminasi unsur Ti vs Ca+Na (Leterrier dkk., 1982) yang
menunjukkan distribusi piroksen pada kelompok orogenic basalt dan non-orogenic
tholeiites (kelompok T). ...................................................................................................... 67
Gambar IV.52 Diagram diskriminasi unsur Ti+Cr vs Ca (Leterrier dkk., 1982) yang
menunjukkan distribusi piroksen pada kelompok orogenic basalt (kelompok O). ............. 68
Gambar IV.53 Diagram diskriminasi unsur Ti vs. Altotal (Leterrier dkk., 1982) yang
menunjukkan distribusi piroksen pada kelompok calc-alkali basalt (kelompok C). .......... 68
Gambar IV.54 Diagram temperatur dapur magma satuan Lava Malapa (LMp). .............. 70
Gambar IV.55 Diagram temperatur dapur magma satuan Lava Powate (LP). .................. 70
Gambar IV.56 Diagram Fasa Enstatit-Diopsid, Diopsid-Hedenbergit, Hedenbergit-
Ferrosilite, dan Enstantit-Ferosilite (Boyd dan Scheirer, 1964, Turnock, 1962, Bowen dkk.,
1933, Bowen dan Schairer, 1935; dalam Huebner dan Turnock, 1980). ............................ 71
Gambar IV.57 Diagram temperatur dapur magma satuan Kubah Lava Kie Besi (KlKb). 71
Gambar V.1 Perkembangan komposisi mineral ortopiroksen. .......................................... 72
Gambar V.2 Perkembangan komposisi mineral klinopiroksen. ........................................ 73
Gambar V.3 Perkembangan komposisi mineral plagioklas. .............................................. 73
Gambar V.4 Perkembangan komposisi mineral olivin. ..................................................... 74
Gambar V.5 A) Olivin pada satuan Kubah Lava Kie Besi yang menunjukkan embayment.
B) Olivin pada satuan Lava Malapa yang menunjukkan reaksi rim olivin dan ortopiroksen
............................................................................................................................................. 75
Gambar V.6 Ilustrasi model dinamika kristalisasi dan sistem dapur magma satuan Lava
Malapa (LMp) (modifikasi Renjith, 2014).. ........................................................................ 76
Gambar V.7 Ilustrasi model dinamika kristalisasi dan sistem dapur magma satuan Lava
Powate (LP) (modifikasi Renjith, 2014).. ........................................................................... 78
Gambar V.8 Ilustrasi model dinamika kristalisasi dan sistem dapur magma satuan Kubah
Lava Kie Besi (KlKb) (modifikasi Renjith, 2014).. ............................................................ 80

xiii
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel I.1 Daftar sampel penelitian........................................................................................ 4
Tabel III.1 Representasi dan interpretasi tekstur mikro pada plagioklas (Renjith, 2014) .. 29
Tabel IV.1 Persentase komposisi mineral batuan volkanik satuan Lava Malapa (LMp) ... 31
Tabel IV.2 Komposisi plagioklas batuan volkanik pra 1988 Lava Malapa (LMp). ........... 37
Tabel IV.3 Persentase komposisi mineral batuan volkanik satuan Lava Malapa (LMp) ... 42
Tabel IV.4 Komposisi plagioklas batuan volkanik pra 1988 Lava Malapa (LMp). ........... 48
Tabel IV.5 Persentase komposisi mineral batuan volkanik Gunungapi Kie Besi 1988 ..... 54
Tabel IV.6 Komposisi Plagioklas Batuan Volkanik Gunungapi Kie Besi tahun 1988 ...... 63
Tabel IV.7 Data kimia mineral representatif untuk menentukan geotermometer .............. 69
Tabel V.1 Persentase kehadiran tekstur mikro pada plagioklas satuan Lava Malapa ........ 75
Tabel V.2 Persentase kehadiran tekstur mikro pada plagioklas satuan Lava Powate ........ 77
Tabel V.3 Persentase kehadiran tekstur mikro pada plagioklas satuan Kubah Lava Kie Besi
............................................................................................................................................. 79

xiv
DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A PETA GEOLOGI DAN PENAMPANG


LAMPIRAN B PETA LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL
LAMPIRAN C DESKRIPSI PETROGRAFI
LAMPIRAN D DATA KIMIA MINERAL REPRESENTATIF
LAMPIRAN E DESKRIPSI MEGASKOPIS

xv
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Gunungapi Kie Besi dengan tinggi 1357 meter di atas permukaan laut terletak di Pulau
Makian yang berada di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.
Gunungapi ini digolongkan sebagai gunungapi tipe A dengan aktifitas erupsi sebanyak
sebelas kali sejak tahun 1550 sampai tahun 1988. Gunungapi Kie Besi berbentuk strato yang
memiliki kawah besar dengan kubah lava pada bagian tengahnya. Kawah dan kubah tersebut
terbentuk akibat aktivitas Gunungapi Kie Besi.

Aktivitas gunungapi berkaitan erat dengan aktivitas pada dapur magma. Aktivitas tersebut
terekam dalam batuan volkanik hasil erupsi. Studi petrologi dan mineralogi dilakukan
terhadap mineral-mineral penyusun batuan volkanik Gunungapi Kie Besi untuk mengetahui
sejarah evolusi magma yang terjadi. Hal tersebut dilakukan dengan mengamati tekstur dan
mineralogi batuan volkanik serta perubahan komposisi mineral sehingga evolusi magma
dapat diketahui. Informasi dari evolusi ini diharapkan dapat membantu dalam rekonstruksi
kubah lava, pertumbuhan gunungapi, dan prediksi letusan. Selain itu, dengan melakukan
studi petrologi dan mineralogi Gunungapi Kie Besi dapat berkontribusi dalam penelitian di
Indonesia khususnya dalam bidang vulkanologi dan geokimia karena tidak adanya penelitian
mengenai geokimia dari Gunungapi Kie Besi.

I.2 Maksud dan Tujuan


Maksud dari penelitian ini adalah untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama
perkuliahan dan memahami konsep petrologi dan mineralogi pada batuan volkanik
Gunungapi Kie Besi yang dirangkai menjadi suatu tugas akhir untuk memenuhi syarat
kelulusan pendidikan Strata Satu (S-1) di Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan
Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung.

Tujuan dari penelitian ini meliputi:


1. Mengetahui tekstur, struktur dan mineralogi pada batuan volkanik hasil erupsi Gunungapi
Kie Besi sebelum tahun 1988 dan batuan volkanik Gunungapi Kie Besi hasil erupsi tahun
1988.
1
2. Menentukan karakteristik magma pembentuk batuan volkanik Gunungapi Kie Besi yang
meliputi afinitas, temperatur dan tekanan.
3. Menentukan evolusi magma Gunungapi Kie Besi.

I.3 Ruang Lingkup Penelitian


Penelitian ini dilakukan pada produk letusan Gunungapi Kie Besi berupa batuan beku dan
piroklastik. Ruang lingkup penelitian ini sebagai berikut:
1. Analisis petrografi dari 14 sampel batuan volkanik Gunungapi Kie Besi.
2. Pengambilan data kimia mineral dari enam buah sampel representatif batuan volkanik
Gunungapi Kie Besi dengan menggunakan alat SEM-EDS (Scanning Electron
Microscope-Energy Dispersive Spectrometry).

I.4 Lokasi Penelitian


Lokasi penelitian terletak di Gunungapi Kie Besi yang terdapat di Pulau Makian, Kabupaten
Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Secara geografis, Gunungapi Kie Besi terletak
pada 0º 19’ LU dan 127º 24' BT dengan ketinggian puncak 1357 mdpl. Secara administratif,
Pulau Makian termasuk wilayah Halmahera Selatan dengan ibu kotanya di Labuha di Pulau
Bacan. Gunungapi Kie Besi merupakan gunung api strato yang memiliki 1 (satu) kawah
utama berukuran 1500 m x 1400 m.

Keterangan:
Daerah
Penelitian

133.5 km

Gambar I.1 Lokasi Gunungapi Kie Besi di Pulau Makian Kabupaten Halmahera Selatan.
(www.google.com/earth/, diakses tanggal 8 Mei 2017)

2
I.5 Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan
dari hasil pengamatan petrografi terhadap 14 buah sampel batuan volkanik dan kimia
mineral terhadap enam buah sampel representatif batuan volkanik Gunungapi Kie Besi yang
dipilih berdasarkan umur relatif batuan volkanik tersebut. Data sekunder meliputi peta
geologi, peta struktur dan stratigrafi regional. Secara rinci, metode yang digunakan terdiri
dari:
a. Studi Literatur
Studi literatur merupakan tahap awal yang dilakukan untuk mendukung tahap
perencanaan hingga interpretasi hasil penelitian. Pada tahap perencanaan, studi literatur
membantu proses analisis peta geologi, struktur dan stratigrafi daerah penelitian. Selain
itu, studi literatur membantu dalam merencanakan langkah kerja yang dilakukan. Pada
tahap interpretasi, studi literatur membantu dalam proses interpretasi data-data yang
didapatkan.

b. Pemilihan Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari tim peneliti Dr. Ir. Agus
Budianto, DEA (PVMBG) di daerah penelitian Gunungapi Kie Besi, Kabupaten
Halmahera Selatan. Pengambilan sampel dilakukan di kaki dan puncak Gunungapi Kie
Besi (Gambar I.3). Pemilihan sampel dilakukan untuk memilah sampel yang akan diteliti
lebih lanjut berdasarkan karakteristik batuannya. Sampel-sampel tersebut berupa batuan
volkanik hasil letusan tahun 1988 dan hasil letusan sebelum tahun 1988. Sampel yang
dianalisis secara petrografi berjumlah 14 sampel mencakup basalt olivin, andesit piroksen
dan andesit bearing-olivin. Ke-14 sampel tersebut tersebar pada tiga satuan yakni satuan
Kubah Lava Kie Besi (KlKb), satuan Lava Powate (LP), dan satuan Lava Malapa (LMp).
Secara relatif umur dari satuan batuan tersebut dari tua ke muda yaitu LMp, LP, dan
KlKb.

Sampel yang digunakan untuk analisis kimia mineral berjumlah enam sampel. Keenam
sampel tersebut mencakup sampel batuan dari tiga satuan batuan. Sampel-sampel tersebut
meliputi sampel satu sampel andesit piroksen Lava Malapa (LMp), dua sampel basalt
olivin Lava Powate (LP), satu sampel andesit bearing-olivin Kubah Lava Kie Besi
(KlKb), dan satu sampel andesit piroksen Kubah Lava Kie Besi (KlKb).

3
c. Analisis Petrografi
Analisis petrografi bertujuan untuk menentukan mineralogi dan tekstur batuan
menggunakan mikroskop polarisasi di Laboratorium Petrografi, Program Studi Teknik
Geologi, FITB-ITB. Analisis petrografi yang dilakukan pada 14 sampel sayatan tipis
sebagai berikut:
Tabel I.1 Daftar sampel penelitian
Nama Lapangan
Waktu Satuan Penamaan Petrografi
No. Kode Sampel (Streckeisen,
Erupsi Batuan (William dkk., 1955)
1979)
1. KlKb Lava Kubah 1 Andesit Andesit bearing-olivin
2. KlKb Lava Kubah 2 Andesit Andesit bearing-olivin
3. KlKb Lava Kubah 3 Andesit Andesit bearing-olivin
4. KlKb Lava Kubah 4 Andesit Andesit bearing-olivin
5. Tahun KlKb Lava Kubah 5 Andesit Andesit bearing-olivin
1988 KBWN-10JP
6. KlKb Andesit Andesit piroksen
(Fragmen)
KBWN-10JP
7.. KlKb Andesit Andesit piroksen
(Fragmen litik)
8.. KlKb KBWN-11JP Andesit Andesit piroksen
9. LP KBWP-3L Basalt Basalt olivin
10. LP KBWP-3BLV Basalt Basalt olivin
Sebelum
11. LMp KBM-3FL Andesit Andesit piroksen
Tahun
12. LMp KBM-2FL Andesit Andesit piroksen
1988
13. LMp KBM-3L Andesit Andesit piroksen
14. LMp KBM-2L Andesit Andesit piroksen

d. Analisis Kimia Mineral


Dari hasil pengamatan petrografi terhadap 14 sampel batuan, dipilih enam sampel
representatif untuk dilakukan uji kimia mineral. Sampel yang digunakan adalah sampel
KBM-3L (LMp), KBWP-3BLV (LP), KBWP-3L (LP), Lava Kubah 1 (KlKb), Lava
Kubah 5 (KlKb), dan KBWN-10JP (KlKb).

4
Analisis ini dilakukan terhadap enam sampel representatif menggunakan Scanning
Electron Microscope (SEM) – Energy Dispersive Spectrometer (EDS) JEOL JSM IT-300
di Laboratorium SEM-EDS UPP Chevron ITB, Program Studi Teknik Geologi, FITB –
ITB. Analisis mineral dilakukan pada kondisi high vacuum dan accelerating voltage 15.0
kV dan probe current 30.0 mA. Penembakan titik mineral untuk memperoleh data kimia
dilakukan dengan perbesaran minimal 37x pada permukaan yang datar.

Pengambilan data kimia mineral menggunakan SEM-EDS JEOL IT-300 dilakukan


dengan metode koreksi ZAF dan standardless. Koreksi ZAF meliputi koreksi nomor atom
(Z), koreksi absorpsi sinar X (A), dan koreksi fluoresense (F). Dari hasil analisis ini
didapatkan data unsur utama yang meliputi SiO2, TiO2, Al2O3, FeO, MnO, MgO, CaO,
Na2O, K2O Cr2O3, NiO, dan P2O5. Selanjutnya data kimia mineral ini digunakan untuk
mengetahui kondisi temperatur, tekanan, serta proses evolusi magma dalam batuan
volkanik.

e. Interpretasi Data
Interpretasi data dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan dari data yang diperoleh dari
hasil literatur, analisis petrografi dan analisis kimia mineral untuk menghasilkan luaran
sesuai tujuan penelitian.

f. Penulisan
Penyusunan laporan tugas akhir ini merupakan tahap akhir. Proses penelitian ini
mengikuti diagram alir pada Gambar I.2.

5
Studi Literatur

Sekunder Primer
• Sampel Batuan
• Peta geologi
• Peta lokasi
• Literatur Deskripsi
megaskopis

Sayatan Tipis Sayatan Poles

Pengamatan Pengamatan
Petrografi SEM-EDS

Deskripsi Data Kimia


Petrografi Mineral

Peta Geologi Daerah


Penelitian dan Analisis Petrologi Analisis Mineralogi
Penampang

• Nama batuan, mineralogi,


dan tekstur mineral.
• Karakteristik magma.
Keterangan: • Evolusi Magma
= Mulai/akhir
= Masukan/luaran data
= Proses
= Persiapan

Gambar I.2 Diagram Alur Pengerjaan Tugas Akhir

6
Gambar I.3 Peta lokasi pengambilan sampel batuan volkanik (modifikasi dari Budianto dan
Dahlan, 2015).

7
I.6 Sistematika Pembahasan
Sistematika penulisan tugas akhir terdiri dari enam bab sebagai berikut:
 BAB I Pendahuluan
Pada bab ini menyajikan pembahasan meliputi latar belakang, maksud dan tujuan, lokasi
penelitian, ruang lingkup penelitian, metodologi penelitian dan sistematika penulisan
laporan.

 BAB II Geologi Regional dan Geologi Gunungapi Kie Besi


Pada bab ini menyajikan hasil studi literatur meliputi fisiografi, stratigrafi regional,
struktur regional, volkanostratigrafi Gunungapi Kie Besi, struktur geologi Gunungapi Kie
Besi dan sejarah pembentukan Gunungapi Kie Besi.

 BAB III Dasar Teori


Pada bab ini menyajikan teori yang digunakan sebagai dasar dalam penelitian dan
membantu dalam membuat kesimpulan penelitian.

 BAB IV Analisis Petrologi dan Mineralogi


Pada bab ini menyajikan hasil pengamatan petrografi dan hasil pengamatan menggunakan
SEM-EDS terhadap sampel batuan volkanik hasil erupsi Gunungapi Kie Besi sebelum
tahun 1988 dan hasil erupsi Gunungapi Kie Besi tahun 1988.

 BAB V Evolusi Magma


Pada bab ini menyajikan evolusi magma daerah penelitian berdasarkan data petrologi dan
mineralogi.

 BAB VI Kesimpulan
Bab ini menyajikan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan.

8
BAB II
GEOLOGI REGIONAL DAN GEOLOGI GUNUNGAPI KIE BESI

II.1 Geologi Regional


II.1.1 Fisiografi Regional
Pulau Halmahera terletak di Indonesia bagian timur di antara Sulawesi dan Irian Jaya. Pulau
ini membentang 180 km dari utara sampai selatan dan 70 km dari barat sampai timur dan
dikelilingi oleh pulau-pulau kecil seperti Morotai, Ternate, Bacan, Obi dan Gebe. Bagian
barat dibatasi oleh Laut Maluku dan bagian timur dibatasi oleh Laut Filipina bagian selatan.

Gambar II.1 Peta fisiografi Pulau Halmahera (modifikasi dari Darman dan Sidi, 2000).

Secara umum Pulau Halmahera terdiri dari perbukitan atau pegunungan, kecuali dataran
banjir pada beberapa daerah, contohnya Sungai Kobe pada Tanjung Weda dan sebagian
besar pantai timur lengan barat daya. Punggungan pada pulau Halmahera berorientasi timur
laut – barat daya yang berselingan dengan lembahan pada lengan timur laut dengan variasi
relief dari 500 meter hingga lebih dari 1000 meter. Menurut Darman dan Sidi (2000),
berdasarkan fisiografi dan fitur geologinya, Pulau Halmahera dapat dibagi menjadi dua
provinsi yakni provinsi barat dan provinsi timur.

9
Provinsi barat merupakan bagian dari sabuk volkanik muda yang membentang dari Morotai,
melalui bagian utara Halmahera, Ternate dan Tidore, hingga Bacan. Area ini ditutupi oleh
batuan sedimen dan volkanik berumur Neogen sampai Resen. Provinsi timur membentuk
sebuah busur yang memanjang ke timur melalui Pulau Gebe dan Gag menuju bagian utara
dari “Kepala Burung” Irian Jaya. Area ini tersusun oleh kompleks ofiolit dan sedimen laut
dalam yang terimbrikasi dengan sedimen-sedimen Paleogen dan dilapisi oleh karbonat dan
klastik marin Neogen (Sukamto, dkk., 1981, Suriatmadja, 1981; dalam Darman dan Sidi,
2000).

II.1.2 Tatanan Tektonik


Pada Kala Miosen Awal, Laut Maluku mengalami subduksi ke arah barat di bawah Busur
Sangihe. Kemudian pada Kala Miosen Tengah, Lempeng Laut Maluku mengalami subduksi
ke bawah Busur Halmahera sehingga membentuk zona subduksi ganda yang menghasilkan
lempeng baru yakni Lempeng Laut Maluku (Gambar II.2). Lempeng ini terpisah dengan
Lempeng Laut Filipina. Batuan volkanik tertua yang teridentifikasi pada busur Halmahera
berumur 11 juta tahun yang ditemukan di Pulau Obi bagian selatan. Umur batuan volkanik
akan semakin muda ke arah utara Pulau Obi (Baker dan Malaihollo, 1996; dalam Hall, 2000).

Tumbukan busur – busur terjadi pada Kala Pliosen. Busur Halmahera mengalami akhir dari
busur volkanik aktifnya yang kemungkinan disebabkan oleh tidak resistennya mineralogi
dan magmatisme, dan terjadi sesar anjak ke arah barat atau forearc yang menimpa busur
Halmahera. Pada bagian selatan Halmahera, bagian backarc mengalami sesar anjak ke arah
forearc yang menghilangkan Busur Neogen Halmahera. Setelah peristiwa tersebut,
volkanisme busur Halmahera berlanjut antara Bacan dan utara Halmahera. Pada Pulau Obi
dan utara Morotai, volkanisme telah berakhir.

10
N

0 200
Km

Gambar II.2 Rekonstruksi Lempeng Laut Maluku pada 5 juta tahun yang lalu dimana Lempeng
Laut Maluku mengalami subduksi ke arah timur dan barat (modifikasi dari Hall, 2000).

Pada bagian utara Laut Maluku, forearc Sangihe kemudian mengalami sesar anjak ke timur
dan menimpa forearc dan Busur Halmahera. Pada daerah tersebut, Morotai dan bagian
Tinggian Snellius dari Busur dan forearc Halmahera Neogen menjadi hilang. Selain itu,
sesar anjak tersebut membuat batuan pra Neogen dari basement forearc Halmahera
tersingkap di kepulauan Bacan dan di lepas pantai bagian barat daya Halmahera.

Kondisi geologi saat ini menunjukkan aktivitas volkanik pada selatan Morotai telah aktif
kembali pada Kuarter dan busur saat ini terbentuk akibat penebalan kerak busur (Gambar
II.3). Bagian utara Morotai mengalami akhir dari aktivitas volkanik dan saat ini forearc
Halmahera telah tertimpa oleh forearc Sangihe. Peristiwa tersebut diakibatkan oleh adanya
sesar anjak yang terjadi antara kedua forearc sehingga menyebabkan penebalan kompleks
akresi diantaranya.

11
N

0 200
Km

Gambar II.3 Keadaan tektonik Laut Maluku dan sekitarnya saat ini (modifikasi dari Hall, 2000).
Warna hijau adalah busur, ofiolit, dan kerak akresi yang muncul, warna biru muda menunjukkan
submarine, warna kuning adalah kerak Eurasia, dan warna cokelat menunjukkan bagian submarine
dari batas kontinen Eurasia, warna merah menunjukkan kerak Australia, warna merah muda dan
merah tua adalah bagian submarine dari batas kontinen Australia.

II.1.3 Stratigrafi Regional


Menurut Hall, dkk. (1988), stratigrafi Pulau Halmahera (Gambar II.4) dibagi sebagai berikut:
1. Kompleks Basement
Batuan basement yang terdapat pada bagian selatan Pulau Bacan terdiri dari batuan
kristalin kontinental, batuan basa, dan ultrabasa terdeformasi. Batuan basement pada
lengan barat daya Halmahera terdiri dari batuan volkanik dan volkaniklastik yang
diasosiasikan dengan batuan beku intrusif. Batuan basement pada provinsi timur berupa
kompleks ofiolit dan sedimen laut dalam berumur Mesozoikum yang terimbrikasi
dengan sedimen Paleogen dan dilapisi oleh klastik marin Neogen dan karbonat. Lengan
tenggara Halmahera terdiri dari batuan basement yang tersusun oleh sebuah kompleks
batuan basa dan ultrabasa dismembered dengan derajat metamorfisme rendah dan
terinterkalasi dengan sedimen berumur Mesozoikum dan Eosen.

12
2. Formasi Napal Onat (Oligosen Tengah-Oligosen Akhir)
Formasi Napal Onat membentuk ketidakselarasan di atas Kompleks Basement pada
bagian timur dari lengan timur laut Halmahera yang tersusun dari fasies terumbu-relatif
laut dalam. Formasi Onat pada daerah tersebut terdiri dari napal putih lunak, batulumpur
abu-abu dan batulanau yang berselingan dengan kalsilutit dengan umur Oligosen
Tengah sampai Oligosen Akhir (Chiloguembelina spp., Dentoglobigerina, Tenuitella
spp., Cassigerinella chipolensis, note absence of Pseudohmtigerina). Pada bagian barat
Sungai Onat, batugamping terumbu diendapkan pada Miosen Awal, sedangkan
karbonat terumbu di lengan timur laut Halmahera berumur Oligosen Akhir.

3. Formasi Konglomerat Jawali (Oligosen-Miosen Awal)


Formasi Konglomerat Jawali terletak pada lembah bagian atas dari Sungai Jawali.
Formasi ini tersusun oleh konglomerat yang tersingkap dengan bongkah kasar yang
terdiri dari material klastik ofiolit. Klastik tersebut bersortasi buruk dengan kebundaran
baik dan memiliki diameter mencapai 0,5 meter. Selain itu, konglomerat formasi ini
juga dicirikan oleh clast-supported dengan matriks bersortasi buruk yang tersusun dari
batupasir kerikil dengan detritus ofiolit dan klastik karbonat. Kontak formasi ini dengan
Kompleks Basement tidak terlihat namun semakin mendekati basement, klastik pada
konglomerat berukuran semakin besar dengan jumlah matriks dan karbonat yang
semakin berkurang. Tebal dari Formasi Konglomerat Jawali pada lembah Sungai Jawali
mencapai 400 meter.

4. Formasi Batugamping Subaim (Miosen Awal-Pliosen Awal)


Formasi ini diendapkan secara tidak selaras di atas Kompleks Basement dengan
persebaran yang luas pada bagian utara dari lengan timur laut Halmahera. Litologi dari
formasi ini berupa batugamping yang tersingkap dengan baik di Sungai Subaim.
Batugamping terumbu dan batugamping klastik forearc menutupi pegunungan di bagian
barat daerah Subaim dengan ketinggian mencapai 1.084 meter. Transisi antara formasi
ini dengan Formasi Konglomerat Jawali dapat diamati pada Sungai Jawali. Dasar dari
Formasi Batugamping Subaim tidak dapat diamati pada semua area, namun pada
beberapa tempat terdapat bongkah batugamping klastik dengan klastik ofiolit di sekitar
sungai Jawali. Kemungkinan batugamping ini terletak tepat di atas Kompleks Basement
dan di atas batuan pra Neogen lainnya. Batugamping terumbu bervariasi dari masif

13
hingga berlapis tebal dan terdiri dari koral besar, alga, bryozoan, echinoidea dan debris
moluska yang melimpah. Adapun fosil yang ditemukan pada batugamping tersebut
meliputi Spiroclypeus, Eulepidina spp., Orbulina, Miogypsinella, very primitive
Miogypsina yang menunjukkan umur Miosen Awal, Sphaeroidinellopsis,
Globigerinoides, Dentoglobigerina altispira, Globorotalia cf. plesiotumida, G.
menardii, Sphaeroidinella, Pulleniatina yang menunjukkan umur Miosen Akhir atau
Pliosen Awal.

5. Formasi Napal Saolat (Pliosen Awal)


Di daerah pantai dekat pegunungan terdapat perubahan dari batugamping ke napal abu-
abu gelap sampai hijau dari Formasi Napal Saolat yang tersingkap dengan baik pada
Sungai Saolat. Pada dasar napal di Gunung Subaim terdapat horizon tipis dan kalsilutit
berlapis baik yang secara lokal membentuk channel. Fosil yang ditemukan pada formasi
ini meliputi Uvigerina spp., Lenticulina, kelompok Globigerinoides quadrilobatus,
Orbulina, kelompok Globorotalia menardii, G. cf. ungulata, Dentoglobigerina,
Globoquadrina ; klastik allochthonous dengan Amphistegina dan Operculinella yang
menunjukkan batas umur Miosen Akhir sampai Pliosen Awal. Napal formasi ini
diendapkan pada kondisi tenang yang ditunjukkan dengan lapisan-lapisan yang
mengandung jejak daun berbentuk sempurna. Pada Sungai Saolat ditemukan fosil
echinoida dengan diameter sekitar 10 cm. Sisa-sisa tanaman seperti daun ditemukan
dalam jumlah yang melimpah. Pada beberapa lapisan juga terdapat fosil bivalvia
bercangkang tipis dengan jumlah yang melimpah. Struktur sedimen yang tidak
dominan, fosil daun, dan echinoida mengindikasikan proses pembebanan yang sangat
cepat atau aktivitas biologi yang kurang dominan. Ketebalan Formasi Napal Saolat
mencapai 100 meter.

6. Formasi Batupasir Wasile (Pliosen Awal)


Pada lembah bagian atas dari Sungai Wasile, terdapat kontak antara Kompleks
Basement dengan batuan berumur Neogen. Kontak tersebut berupa sesar terjal yang
ditandai oleh zona serpentinit yang tergerus. Pada bagian selatan zona tersebut, terdapat
zona turbidit batupasir dan batulumpur dengan posisi stratigrafi yang tidak menentu.
Fomasi Wasile kemungkinan berumur Pliosen yang dicirikan oleh keberadaan intraklas
mencakup mikrit pelagic Neogen yang terdiri dari Globigerinoides,

14
Sphaeroidinellopsis. Di sampel lain pada formasi yang sama ditemukan Globorotalia
cf. menardii, Sphaeroidinellopsis, Pulleniatina, Globigerinoides cf. obliquus,
Globorotalia cf. ungulata. Pliocene dan Globorotalia menardii, Globoquadrina,
Sphaeroidinellopsis, Orbulina, Globorotalia scitula. Batuan tertua pada Formasi Wasile
berupa batupasir berwarna abu-abu kebiruan berlapis sedang yang berselingan dengan
lanau dan batulumpur lanauan. Batupasir pada Formasi Wasile bersifat gampingan
dengan kandungan karbonat yang semakin berkurang pada bagian atas lapisan. Material
silisiklastik berbentuk menyudut, terdapat butiran klinopiroksen hijau dan plagioklas
yang masih segar. Klastik berupa batuan volkanik mikrogabro dan serpentinit. Hal ini
menunjukkan lingkungan pengendapan prograding submarine fan dengan lapisan pada
bagian atas mencerminkan hasil endapan upper-fan channel-fill.

7. Formasi Volkanik Tapaya (Pliosen Awal-Pliosen Akhir)


Pada Daerah Ekor bagian selatan dialiri oleh Sungai Parama, Tapaya, Kiloting,
Pettigoagoa. Pada bagian tributary dari sungai-sungai tersebut terdapat transisi antara
batuan karbonat terumbu berumur Miosen Awal dari Formasi Batugamping Subaim,
Formasi Napal Saolat, dan endapan turbidit silisiklastik berumur Pliosen Bawah sampai
Pliosen Atas. Napal dan batugamping pada daerah transisi tersebut berselingan dengan
turbidit volkaniklastik dan sekuen tuf dan lava. Endapan volkaniklastik dan sekuen tuf
dan lava tersebut merupakan penyusun Formasi Volkanik Tapaya yang terdapat pada
bagian atas Sungai Tapaya. Pada Sungai Tapaya, Formasi Batugamping Subaim dan
Formasi Napal Saolat terbentuk oleh sekuen turbidit setebal 300 meter yang tersusun
oleh serpih, batulanau dan batupasir kehijauan. Batugamping pelagic dan konglomerat
yang tersusun oleh batugamping slumped dengan material pelagic dan material terumbu
berumur Pliosen Awal terbentuk pada sekuen Formasi Volkanik Tapaya dengan
keterdapatan fosil yang meliputi Orbulina, Globigerinoides cf. obliquus,
Globoquadrina, Dentoglobigerina altispira s.l., Globorotalia margaritae, GI. tumida.,
menardii, Sphaeroidinellopsis. Mikrit pelagic berselingan dengan tuf dan terdiri dari
fosil berumur Pliosen Tengah sampai Akhir (N20/21) meliputi Orbulina, Pulleniatina,
Globorotalia cf. menardii cultrata, Sphaeroidinellopsis, G1. menardii.

15
8. Formasi Volkanik Tafongo (Pliosen Akhir-Pleistosen Tengah)
Formasi Volkanik Tafongo menempati bagian barat Halmahera. Formasi Volkanik
Tafongo tersusun oleh konglomerat volkanik, basal/andesit porfiritik, dan tuf berumur
Pliosen Akhir hingga Pleistosen Awal. Lava dan tuf dengan umur Pliosen Akhir sampai
Pleistosen menyusun Halmahera Tengah bagian lengan barat. Formasi Volkanik
Tafongo juga terdiri dari material volkaniklastik kasar yang melimpah berupa breksi
volkanik. Pada pantai barat dari lengan barat Halmahera terdiri dari lava porfiritik dan
lava vesikuler yang berasosasi dengan konglomerat volkanik, breksi volkanik dan
konglomerat tuf. Pelapukan terjadi paling tidak dengan kedalaman 1,5 meter yang
menyebar merata di banyak tempat.

9. Koral Terumbu Kuarter


Pada bagian lembah Sungai Kiloting, batugamping terumbu berumur Kuarter
diendapkan secara tidak selaras di atas batuan yang berumur lebih tua yang mengandung
mineral plagioklas dominan, sedikit piroksen, dan fragmen litik andesit berbutir halus.
Fosil yang ditemukan pada satuan Koral Terumbu Kuarter adalah bryozoa, algal debris,
ostrakoda, Planorbulinella, Amphistegina, Globigerinoides cf. ruber, Globorotalia
tumida, dan Gl. inflata.

10. Busur Volkanik Kuarter


Busur Volkanik Kuarter aktif terletak pada Makian Utara. Sedangkan busur volkanik
yang tidak aktif terletak pada pulau-pulau bagian selatan. Gunungapi yang berkembang
bertipe strato dengan afinitas kalk-alkalin dan menghasilkan produk piroklastik dan lava
basaltik sampai andesitik. Kimiawi dari batuan volkanik satuan Busur Volkanik Kuarter
menunjukkan tipe kalk-alkalin busur intra-oceanic (Morris dkk., 1983; dalam Hall dkk.,
1988). Pada bagian tengah Halmahera, busur volkanik aktif menempati Pulau Ternate
dan Tidore dan terletak di bagian barat dari lengan barat Halmahera. Hal ini
mengindikasikan pergerakan ke arah barat dari aktivitas volkanik sebesar 30 km yang
terjadi pada Kala Pleistosen Tengah atau Akhir.

16
Gambar II.4 Stratigrafi regional Pulau Halmahera (Hall dkk., 1988). Daerah penelitian
berada pada Batuan Volkanik Kuarter yang ditunjukkan oleh kotak merah.

II.1.4 Struktur Regional


Menurut Hall dkk. (1988), struktur regional Pulau Halmahera dapat dibagi menjadi dua
provinsi, yakni struktur pada Provinsi Barat dan Provinsi Timur (Gambar II.5). Provinsi
Timur memiliki kompleks basement yang membentuk lengan tenggara dan timur laut.
Sedangkan Provinsi Barat secara umum tersusun dari batuan volkanik Pliosen sampai Resen
yang membentuk lengan barat daya dan barat laut.

a. Provinsi Timur
Struktur pada Provinsi Timur Pulau Halmahera didominasi oleh sesar-sesar vertikal.
Batuan berumur Neogen pada provinsi ini khususnya pada lengan timur laut memiliki
kemiringan sangat terjal dan batuan Neogen terpotong oleh sesar-sesar besar yang
memiliki orientasi umum NE-SW dan NW-SE. Sesar besar dengan arah NE-SW adalah
Sesar Subaim yang terletak pada Teluk Kau dimana Teluk Kau ini memisahkan antara
lengan timur laut dan barat laut Pulau Halmahera. Umur dari Sesar Subaim diperkirakan
aktif sejak Pliosen Awal yang membuat Kompleks Basement terangkat dua kilometer di
atas permukaan laut.

17
b. Provinsi Barat
Struktur regional pada Provinsi Barat kurang terlihat dengan jelas karena terbatasnya
singkapan pada daerah lengan-lengan bagian barat dan banyak batuan volkanik dengan
stratifikasi yang kurang baik. Selain itu, lengan barat laut ini juga tertutupi oleh produk
volkanisme berumur Resen. Akan tetapi, kemungkinan batuan volkanik berumur
Pleistosen Awal pada pantai barat Halmahera bagian tengah telah terlipat dengan
kemiringan umum 400 – 600. Sebaliknya, pada busur volkanik aktif di pulau Ternate dan
Tidore tidak mengalami deformasi yang signifikan. Daerah pertemuan antara Provinsi
Barat dan Provinsi Timur Pulau Halmahera merupakan zona deformasi intensif dimana
batuan Neogen terdeformasi lokal dengan kuat.

Gambar II.5 Sketsa peta geologi Pulau Halmahera dan sekitarnya (Apandi dan Sudana, 1980,
Silitonga dkk., 1981, Supriatna, 1980, dan Yasin, 1980; dalam Hall dkk., 1980).
18
II.2 Geologi Daerah Penelitian
II.2.1 Volkanostratigrafi Gunungapi Kie Besi
Menurut Sasongko dan Mulyana (1999), volkanostratigrafi Gunungapi Kie Besi dapat
dikelompokkan ke dalam 23 satuan batuan (Gambar II.6). Satuan batuan tersebut bersumber
dari tiga periode erupsi.

Periode-periode tersebut meliputi periode pertama berupa aktivitas membangun, periode


kedua berupa aktivitas merusak dan periode ketiga berupa aktivitas membangun kembali.
Periode-periode tersebut adalah sebagai berikut:
 Periode pertama merupakan aktivitas membangun yang terdiri dari sebelas satuan batuan.
Lima satuan batuan lava yang bersumber dari erupsi pusat Gunungapi Kie Besi, lima
satuan batuan lava bersumber dari gumuk-gumuk di sekitar kerucut Gunungapi Kie Besi
dan satu satuan jatuhan piroklastik bersumber dari erupsi pusat
 Periode kedua merupakan aktivitas merusak yang membentuk sebuah kawah besar di
puncak, terdiri dari lima satuan batuan yang meliputi tiga satuan endapan aliran
piroklastik, satu satuan endapan jatuhan piroklastik dan satu satuan batuan lava.
 Periode ketiga merupakan aktivitas membangun yang menghasilkan tujuh satuan batuan
yang terdiri dari tiga satuan endapan aliran piroklastik, satu satuan endapan jatuhan
piroklastik, satu satuan kubah lava, satu satuan lahar dan satu satuan aluvial.

19
Gambar II.6 Peta Geologi Gunungapi Kie Besi, Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan (modifikasi dari Sasongko dan Mulyana, 1999)

20
II.2.2 Struktur Geologi Gunungapi Kie Besi
Keberadaan struktur Gunungapi Kie Besi terbentuk akibat struktur regional. Struktur geologi
pada Gunungapi Kie Besi menurut Sasongko dan Mulyana (1999) meliputi kawah, sesar dan
gawir.

Struktur kawah dijumpai di daerah puncak yang berbentuk melingkar dengan diameter
kurang lebih 1,5 km, berdinding terjal dan kedalaman kurang lebih 600 m (Gambar II.7).
Pada dasar kawah terdapat sebuah kubah lava yang terbentuk akibat erupsi tahun 1988.
Dinding kawah secara umum berkemiringan sangat terjal. Dinding kawah tersusun oleh
perulangan endapan lava, endapan aliran piroklastik dan jatuhan piroklastik. Berdasarkan
penelitian terdahulu, sejak erupsi tahun 1988, jalan menuju kawah sudah tertutup oleh
produk baru atau telah hancur akibat erupsi. Kawah dari kerucut parasit sudah tidak terlihat
lagi karena tertutupi oleh vegetasi lebat. Bentuk kawah lama ini semakin melebar yang
disebabkan oleh erupsi besar dan proses erosi yang terjadi di dasar kawah yang
mengakibatkan terjadi runtuhan ke dasar kawah.

Gambar II.7 Kawah Gunungapi Kie Besi (Sasongko dan Mulyana, 1999).

Struktur sesar pada Gunungapi Kie Besi diketahui sebanyak tiga buah yang meliputi dua
buah sesar dijumpai di lereng bagian utara yang berarah utara-selatan dimana blok bagian
timur adalah blok yang turun. Sebuah sesar lainnya dijumpai di lereng bagian timur-tenggara
dengan arah relatif barat laut – tenggara dimana blok yang turun adalah blok bagian utara.
Pada zona ini terdapat mata air panas di Desa Paleri yang terletak pada lereng kaki gunung
bagian tenggara. Mata air panas tersebut memiliki suhu air panas berkisar 40°C hingga 50°
yang terjadi karena adanya sesar (Sasongko dan Mulyana, 1999) (Gambar II.8).

21
Gambar II.8 Mata air di Desa Paleri sebagai salah satu indikasi sesar (Sasongko dan Mulyana,
1999).

Struktur gawir merupakan gawir Barangko atau bukaan kawah yang dijumpai di lereng utara
dan lereng timur Gunungapi Kie Besi (Gambar II.9). Gawir ini agak melengkung dan
memiliki dinding dengan kemiringan terjal (hampir 90°). Gawir ini merupakan jalur
pengendapan endapan aliran piroklastik periode ketiga Gunungapi Kie Besi dan aliran awan
panas melewati kedua bukaan ini.

Gambar II.9 Gawir Barangko (Sasongko dan Mulyana, 1999).

II.2.3 Sejarah Pembentukan Gunungapi Kie Besi


Menurut Sasongko dan Mulyana (1999), evolusi Gunungapi Kie Besi dibagi menjadi tiga
periode aktivitas yang meliputi periode satu (aktivitas membangun), periode dua (aktivitas
merusak), dan periode tiga (aktivitas membangun) (Gambar II.10).

22
Aktivitas Membangun
(1988)

Aktivitas Merusak (Pra


1988)

Aktivitas Membangun
(Pra 1988)

Gambar II.10 Kolom Volkanostratigrafi Gunungapi Kie Besi (Sasongko dan Mulyana, 1999)

Awal terbentuknya Gunungapi Kie Besi adalah terjadinya erupsi efusif yang diikuti oleh
erupsi eksplosif sehingga menghasilkan sebelas satuan batuan, yang terdiri dari lima satuan
aliran lava dan lima satuan lava kerucut parasit yang dihasilkan dari erupsi bersifat efusif
serta satu endapan jatuhan piroklastik yang dihasilkan dari erupsi bersifat eksplosif. Periode
pertama merupakan aktivitas membangun yang diawali dengan keluarnya magma yang
membentuk satuan Lava 1 Kie Besi pada bagian selatan gunungapi. Kemudian terjadi
perulangan erupsi yang bersifat eksplosif menghasilkan endapan piroklastik jatuhan pada
bagian timur gunungapi. Setelah erupsi tersebut, terjadi erupsi kembali yang bersifat efusif
membentuk satuan Lava 2 Kie Besi pada bagian timur, satuan Lava 3 Kie Besi dan Lava 4
Kie Besi pada bagian utara, satuan Lava Malapa pada bagian barat daya, satuan Lava
Latulangi pada bagian barat, satuan Lava Taperi dan Lava Mailowa pada bagian selatan,
satuan Lava Powate pada bagian tenggara, dan periode pertama diakhiri oleh pembentukan
satuan Lava 5 Kie Besi pada bagian selatan. Pada periode ini tidak terjadi perusakan fisik
pada tubuh Gunungapi Kie Besi.

Memasuki periode kedua, terjadilah proses perusakan pada tubuh Gunungapi Kie Besi.
Proses ini ditandai dengan terjadinya erupsi yang bersifat eksplosif. Erupsi ini

23
mengendapkan aliran piroklastik pada bagian selatan, utara dan timur gunung. Menurut
Sasongko dan Mulyana (1999), erupsi pada periode ini sangat kuat sehingga membentuk
kawah untuk pertama kali dengan ukuran yang tidak sebesar ukuran sekarang. Ukuran kawah
yang besar seperti sekarang kemungkinan akibat proses erosi pada bagian dasar kawah
sehingga terjadi runtuhan dinding-dinding kawah. Gawir di sebelah utara kawah, sesar
bagian utara, sesar bagian timur, dan struktur Barangko pada bagian timur dan utara
terbentuk pada periode ini (Sasongko dan Mulyana, 1999). Kemudian terjadi erupsi
selanjutnya yang bersifat eksplosif dengan energi yang lebih kecil dari erupsi sebelumnya
yang mengendapkan jatuhan piroklastik pada bagian selatan gunung. Periode kedua ini
diakhiri oleh erupsi efusif yang membentuk satuan Lava 6 Kie Besi pada bagian tengah
Gunungapi Kie Besi.

Periode ketiga yang merupakan aktivitas membangun terjadi setelah tidak ada aktivitas
Gunungapi Kie Besi beberapa lama. Erupsi yang dihasilkan pertama dalam periode ini
bersifat eksplosif yang mengendapkan satuan Aliran Piroklastik 4 Kie Besi pada bagian
selatan, satuan Aliran Piroklastik 5 Kie Besi pada bagian utara, satuan Aliran Piroklastik 6
Kie Besi pada bagian timur, dan satuan Jatuhan Piroklastik 3 Kie Besi pada bagian barat.
Periode ketiga ini diakhiri oleh erupsi efusif yang membentuk kubah lava pada bagian tengah
Gunungapi Kie Besi. Fase selanjutnya adalah pembentukan lahar dan aluvial yang sampai
saat ini masih terjadi.

24
BAB III
DASAR TEORI

III.1 Afinitas Magma


Karakteristik petrologi dan geokimia dari batuan volkanik dapat secara langsung
berhubungan dengan lingkungan tektoniknya (Leterrier dkk., 1982). Karakteristik geokimia
khususnya dari klinopiroksen primer yang terdapat pada batuan spilit dan metabasit juga
dapat digunakan untuk mengidentifikasi afinitas magmatik asal. Leterrier dkk. (1982)
membuat diagram diskriminasi yang dihasilkan dari studi statistik terhadap unsur Ti, Cr, Ca,
Al dan Na yang terdapat pada lebih dari 706 fenokris klinopiroksen kalsik dari batuan
volkanik dengan variasi tipe magmatik dan lingkungan tektonik.

Pemisahan kelompok fenokris klinopiroksen dapat dilakukan dengan mengelompokkan


fenokris klinopiroksen dengan seperangkat diagram yang menghubungkan kation-kation
tertentu. Diagram tersebut meliputi tiga diagram yang didefinisikan dengan pengeplotan per
tahap dengan bantuan analisis diskriminan faktorial untuk menentukan pengelompokan
kation pada setiap tahap pengeplotan fenokris klinopiroksen.

Tahap pertama merupakan pengeplotan pada diagram untuk membedakan klinopiroksen dari
basalt alkali (kelompok A) dengan klinopiroksen dari basalt orogenik dan toleit non-
orogenik (kelompok T) (gambar III.1) yang ditentukan oleh asosiasi tiga kation Ca, Na dan
Ti dengan tingkat kepercayaan lebih dari 80%. Area distribusi klinopiroksen alkali basalt
menunjukkan pemanjangan vertikal dibandingkan dengan klinopiroksen dari seri lain.

Gambar III.1 Diagram diskriminasi pertama untuk fenokris klinopiroksen basalt alkali
(kelompok A) dan basalt lain (kelompok T).
25
Untuk klinopiroksen dari basalt non-alkali yang diplot pada kelompok T, selanjutnya akan
dilakukan pengeplotan tahap kedua pada diagram diskriminasi klinopiroksen asosiasi Ti, Cr
dan Ca (gambar III.2). Diagram ini membedakan klinopiroksen toleitik non-orogenik (tipe
paling penting sebagai MORB) (kelompok D) dan basalt orogenik (kelompok O) dengan
tingkat kepercayaan mendekati 80%. Piroksen dari toleit non-orogenik dicirikan oleh
kandungan Cr dan Ti lebih tinggi daripada klinopiroksen dari basalt orogenik seperti pada
kandungan kimia batuan dari dua kelompok.

Gambar III.2 Diagram diskriminasi kedua untuk basalt non-alkali (kelompok T pada gambar III.1)
antara toleit non-orogenik (kelompok D) dan basalt orogenik (kelompok O).

Pada diagram tahap akhir yang berasosasi dengan Ti dan Al (gambar III.3) memisahkan
klinopiroksen basalt orogenik pada kelompok O (gambar III.2) untuk diplot ke dalam
diagram kelompok basalt kalk-alkali (kelompok C) dan basalt toleitik (kelompok I) dengan
tingkat kepercayaan lebih dari 77%. Kandungan Al lebih tinggi dan Ti lebih rendah pada
klinopiroksen toleit busur kepulauan.

Gambar III.3 Diagram diskriminasi basalt orogenik (kelompok O pada gambar 3.2) untuk
membedakan basalt kalk-alkali (kelompok C) dan basalt toleitik (kelompok I).
26
III.2 Geotermometer
Lindsley (1983) membahas mengenai temperatur pembentukan batuan menggunakan dua
mineral piroksen yang saling berdampingan yaitu klino-piroksen dan orto-piroksen yang
saling coexisting. Temperatur pembentukan batuan bisa ditentukan dengan piroksen dengan
syarat nilai Wo + En + Fs ≥ 90% (Lindsley, 1983). Temperatur pembentukan batuan tersebut
ditentukan dengan menggunakan diagram quadrilateral enstantit-hedenbergit-ferosilit (En-
Di-Hd-Fs). Diagram En-Di-Hd-Fs dibagi menjadi empat kondisi tekanan berbeda yang
diperoleh dari hasil ekperimen, yakni kondisi tekanan 1 atm, 5 kbar, 10 kbar, dan 15 kbar
(Gambar III.4, Gambar III.5, Gambar III.6, dan Gambar III.7). Dengan demikian temperatur
pembentukan batuan dapat diketahui dengan tahapan mengetahui tekanan pembentukan
suatu batuan terlebih dahulu.

Diagram quadrilateral En-Di-Hd-Fs pada masing-masing tekanan memiliki perbedaan pada


bagian letak garis melengkung yang membentuk kurva pada bagian atas diagram dan bagian
letak garis lurus / linear pada bagian bawah diagram. Temperatur pembentukan batuan dapat
ditentukan dengan menggunakan data % mol unsur Ca, Mg, dan Fe dari mineral piroksen
yang dianalisis.

Gambar III.4 Diagram geotermometer pada kondisi tekanan 1 atm (Lindsley, 1983).

Gambar III.5 Diagram geotermometer pada kondisi tekanan 5 kbar (Lindsley, 1983).
27
Gambar III.6 Diagram geotermometer pada kondisi tekanan 10 kbar (Lindsley, 1983).

Gambar III.7 Diagram geotermometer pada kondisi tekanan 15 kbar (Lindsley, 1983).

III.3 Tekstur Mikro pada Plagioklas


Tekstur mikro pada plagioklas dapat dikelompokkan menjadi growth related textures
(tekstur yang berhubungan dengan pembentukan) dan morphological texture (tekstur
morfologi) (Renjith, 2014). Growth related textures dibagi menjadi bentuk morfologi coarse
sieve (T1), fine sieve (T2), fine-scale oscillatory zoning (T3) dan resorption surfaces (T5).
Sedangkan morphological texture dibagi menjadi synneusis (T6), glomerocryst (T7),
swallow-tailed crystal (T8), microlites (T9) dan broken crystals (T10). Analisis tekstur
mikro dan zonasi kimia pada plagioklas dapat menjadi instrumen yang efisien untuk
menentukan dinamika dan kinetika proses magmatik. Hal ini karena sensitivitas plagioklas
yang tinggi untuk berubah pada kondisi fisika-kimia (tekanan, temperatur, P(H2O), f(H2O),
dan komposisi lelehan) dari suatu sistem (Renjith, 2014). Tekstur mikro, deskripsi, beserta
interpretasi proses magmatik dari tekstur mikro plagioklas dapat dilihat pada Tabel III.1.

28
Tabel III.1 Representasi dan interpretasi tekstur mikro pada plagioklas (Renjith, 2014)
Tekstur Deskripsi Interpretasi
Coarse-sieve Disolusi yang diakibatkan tingkat
variasi dekompresi adiabatik pada
magma tidak jenuh H2O.
Fine-sieve Disolusi parsial akibat reaksi dengan
magma lebih kaya unsur Ca.

Fine Konveksi yang dipicu perubahan fisika-


oscillatory kimia sKala kecil pada interaksi kristal
zoning dan lelehan.
Rounded zone Disolusi minor ketika kristal berpindah
corner pada suatu gradient magmatic.

Resorption Disolusi intensif dan dalam waktu yang


surface lama selama bereaksi dengan magma
lebih primitif.
Synneusis Tingkat magmatik turbulen yang
berhubungan dengan konveksi.

Glomerocrysts Penggabungan kristal secara spasial.

Swallow-tail Pertumbuhan cepat akibat proses


crystal undercooling yang berhubungan dengan
proses erupsi.
Microlites Pelepasan gas atau eksolusi air yang
dipicu oleh undercooling yang
berhubungan dengan proses erupsi.
Broken crystal Dekompresi yang berhubungan dengan
erupsi yang kuat. (erupsi eksplosif).

29
BAB IV
ANALISIS PETROLOGI DAN MINERALOGI

Analisis petrologi dan mineralogi dilakukan terhadap 14 sampel batuan volkanik produk
erupsi Gunungapi Kie Besi sebelum tahun 1988 dan produk erupsi Gunungapi Kie Besi
tahun 1988. Ke-14 sampel tersebut berasal dari tiga satuan yang meliputi satuan Lava
Malapa (LMp), satuan Lava Powate (LP), dan satuan Kubah Lava Kie Besi (KlKb)
(Lampiran B). Analisis petrologi dan mineralogi meliputi pengamatan skala megaskopis dan
mikroskopis dari batuan volkanik Gunungapi Kie Besi. Pengamatan megaskopis dan
mikroskopis dilakukan terhadap 14 sampel batuan (Lampiran C dan Lampiran E), serta
pengamatan menggunakan SEM-EDS dilakukan terhadap enam sampel sayatan poles
representatif yang dipilih berdasarkan umur relatif batuan volkanik Gunungapi Kie Besi
produk erupsi sebelum tahun 1988 dan saat tahun 1988.

IV.1 Batuan Volkanik Pra 1988 Lava Malapa (LMp)


IV.1.1 Analisis Petrologi
Batuan volkanik dari satuan Lava Malapa diidentifikasi andesit (Gambar IV.1). Andesit
(Streckeisen, 1979) memiliki karakteristik berwarna abu-abu terang dengan bintik-bintik
putih, setempat menunjukkan teroksidasi, terdiri dari fenokris plagioklas, piroksen, dan
hornblenda dalam masadasar afanitik berwarna abu-abu terang (Lampiran E).
A B
Hbl

Hbl Px

Pl
Px
x
Pl

Gambar IV.1 Batuan Andesit Gunungapi Kie Besi Pra 1988 pada satuan Lava Malapa (LMp)
sampel KBM-3L (A) dan KBM-2L (B). Keterangan: Pl: plagioklas; Px: piroksen; Hbl: hornblenda.

Pengamatan mikroskopis pada batuan volkanik satuan Lava Malapa (LMp) menunjukkan
litologi andesit piroksen (William dkk., 1955). Andesit piroksen memiliki tekstur
30
hipokristalin porfiritik dengan fenokris plagioklas (20%-25%), klinopiroksen (4%-9%),
hornblenda (4%-6%), mineral opak (3%-6%), ortopiroksen (2%-3%), dan olivin (1%)
(Gambar IV.2). Masadasar terdiri dari gelas volkanik (25%-27%), mikrolit plagioklas (15%-
20%), mineral opak (7%-10%), dan kristal halus piroksen (3%-5%). Pada sampel KBM-
2FL, masadasar terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, dan mineral opak. Tekstur
aliran hadir setempat disertai struktur vesikuler (2%-6%) (Gambar IV.2).

A B
Opx

Opx Opq

Pl
Cpx

Pl

500 µm Opq
500 µm

Gambar IV.2 Pengamatan nikol bersilang pada sampel andesit piroksen KBM-3L (A) dan KBM-
2L (B). Keterangan: Opx: orto-piroksen; Cpx: klino-piroksen; Pl: plagioklas; Opq: mineral opak..

Empat sampel batuan volkanik pra 1988 Lava Malapa dengan persentase komposisi
mineralnya disajikan dalam Tabel IV.1. Dari keempat sampel sayatan tipis batuan volkanik
tersebut, selanjutnya dilakukan pengamatan secara detail terhadap fenokris mineral.
Fenokris-fenokris tersebut meliputi olivin, piroksen, hornblenda, plagioklas, dan mineral
opak.
Tabel IV.1 Persentase komposisi mineral batuan volkanik satuan Lava Malapa (LMp)
Persentase
Kode Waktu Fenokris Masadasar
Litologi
Sampel Erupsi Vesi-
Ol Opx CPx Hbl Pl Opq Pl Px Gls Opq
kuler
KBM- Andesit
1 3 9 0 25 4 15 5 25 10 3
3FL piroksen
KBM- Andesit
1 3 6 5 23 6 20 0 27 7 2
2FL Pra piroksen
KBM- 1988 Andesit
1 2 4 6 23 3 20 3 25 7 6
3L piroksen
KBM- Andesit
1 3 8 4 20 4 15 3 27 10 5
2L piroksen
Keterangan: Ol: Olivin; Opx: Ortopiroksen; Cpx: Klinopiroksen; Hbl: Hornblenda; Pl: Plagioklas;
Opq: Mineral opak; Px: Piroksen; Gls: Gelas Volkanik.

31
IV.1.2 Analisis Mineralogi
IV.1.2.1 Olivin
Mineral olivin hadir pada semua sampel andesit piroksen satuan lava Malapa (LMp). Olivin
yang teramati hadir dengan persentase 1% dengan bentuk subhedral hingga anhedral. Olivin
hadir sebagai fenokris dengan ukuran 0,125 mm – 0,5 mm. Pengamatan mineral olivin pada
satuan Lava Malapa menunjukkan olivin yang terkorosi dan dikelilingi oleh reaksi rim
piroksen (Gambar IV.3).

A B

Ol
Ol

Pl Pl

250 µm 250 µm

Gambar IV.3 Pengamatan nikol sejajar (A) dan nikol bersilang (B) pada sampel KBM-3L yang
menunjukkan olivin dengan reaksi rim dan terkorosi. Ol: olivin; Pl: plagioklas.

Berdasarkan uji kimia mineral olivin, mineral olivin pada batuan volkanik pra 1988 Lava
Malapa (LMp) memiliki komposisi fosterit dengan nilai %mol Fo [XFo =
100*Mg/(Mg+Fe)] pada interval Fo54-87. Berdasarkan analisis scanline kuantitatif, olivin
yang diuji memiliki zonasi normal dengan unsur Mg yang mengalami penurunan dari bagian
inti ke tepi mineral (gambar IV.4).

Olivin yang terdapat pada sampel KBM-3L dicirikan oleh adanya reaksi rim yang
mengelilinginya (Gambar IV.4). Rim tersebut tersusun oleh mineral olivin berkomposisi
fosterit dan ortopiroksen dengan komposisi klinoenstantit sampai pigeonit. Olivin yang
dikelilingi oleh rim ortopiroksen menunjukkan bentuk tepi mineral yang ireguler dan
setempat berbentuk convolute yang menandakan olivin telah terkorosi.

32
Gambar IV.4 Hasil scanline olivin pada sampel KBM-3L (LMp) yang menunjukkan penurunan
nilai Mg dari inti ke tepi mineral.

IV.1.2.2 Piroksen
Piroksen hadir pada semua sampel batuan volkanik satuan Lava Malapa (LMp). Piroksen
berjenis klinopiroksen hadir sebagai fenokris dengan kelimpahan 4% hingga 9% dan
ortopiroksen sebagai fenokris hadir sebesar 2% hingga 3%. Secara umum, piroksen sebagai
fenokris pada sampel andesit piroksen memiliki ukuran 0,25 mm hingga 3,25 mm dengan
bentuk subhedral sampai anhedral. Piroksen hadir pula sebagai masadasar sebesar 3% - 5%,
kecuali pada sampel KBM-2FL. Fenokris piroksen membentuk tekstur kumuloporfiritik
pada semua sampel andesit piroksen satuan Lava Malapa (Gambar IV.5B). Selain itu,
fenokris piroksen juga membentuk tekstur glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral
opak pada semua sampel satuan Lava Malapa, kecuali pada sampel KBM-3FL (Gambar
IV.5A).

A B

Opq Opx
Pl

Cpx

CPx 500 µm
500 µm

Gambar IV.5 Pengamatan nikol bersilang yang menunjukkan piroksen sampel KBM-2L
bertekstur glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral opak (A) dan piroksen pada sampel
KBM-3FL bertekstur kumuloporfiritik (B). Keterangan: Opx: ortopiroksen; Cpx: klinopiroksen; Pl:
plagioklas; Opq: mineral opak.
33
Pengujian kimia mineral piroksen dilakukan untuk mengetahui komposisi piroksen. Sampel
andesit piroksen KBM-3L dipilih untuk mewakili batuan volkanik satuan Lava Malapa
(LMp). Berdasarkan pengujian kimia mineral, sampel andesit piroksen KBM-3L (LMp)
memiliki fenokris piroksen dengan komposisi diopsid, augit, dan klinoenstantit (Gambar
IV.6).

Gambar IV.6 Hasil pengeplotan komposisi fenokris piroksen batuan volkanik pra 1988 Lava
Malapa (LMp) menggunakan diagram segitiga (Morimoto, dkk., 1988)

Pengeplotan komposisi piroksen juga dilakukan untuk menentukan mineral piroksen


penyusun reaksi rim yang mengelilingi olivin (Gambar IV.4). Reaksi rim tersebut
menunjukkan komposisi klinoenstantit dan pigeonit (Gambar IV.7).

Gambar IV.7 Hasil pengeplotan komposisi reaksi rim pada olivin sampel KBM-3L yang tersusun
oleh ortopiroksen menggunakan diagram segitiga (Morimoto, dkk., 1988)
34
a. Klinopiroksen
Berdasarkan analisis scanline kuantitatif pada klinopiroksen satuan Lava Malapa, secara
umum memiliki pola unsur Mg yang menurun dari bagian core ke bagian rim mineral. Pada
pola tersebut juga menunjukkan unsur Mg yang naik pada bagian middle mineral (Gambar
IV.8).

Gambar IV.8 Hasil scanline kuantitatif klinopiroksen pada sampel KBM-3L (LMp) yang
menunjukkan pola umum penurunan unsur Mg dari bagian core ke bagian rim mineral.

b. Ortopiroksen
Mineral ortopiroksen hadir pada batuan volkanik pra 1988 Lava Malapa (LMp) sebagai
fenokris dan mineral penyusun reaksi rim pada olivin. Berdasarkan analisis scanline
kuantitatif, ortopiroksen pada sampel KBM-3L memiliki pola unsur Mg yang semakin naik
dari bagian core mineral ke bagian rim mineral (Gambar IV.9).

Gambar IV.9 Hasil scanline kuantitatif ortopiroksen pada sampel KBM-3L (LMp) yang
menunjukkan pola unsur Mg yang semakin naik dari bagian core mineral ke bagian rim mineral.

35
IV.1.2.3 Hornblenda
Pada batuan volkanik pra 1988 Lava Malapa (LMp), hornblenda hadir pada semua sampel.
Hornblenda hadir sebagai fenokris dengan kelimpahan sebesar 4% hingga 6%, berukuran
0,25 mm hingga 2,5 mm dan berbentuk subhedral hingga anhedral. Pada sampel KBM-3L
dan KBM-2L, hornblenda hadir dengan reaksi rim yang tersusun oleh mineral opak (Gambar
IV.10).

A B

Hbl

Hbl Opq
Opq
500 µm 250 µm
Gambar IV.10 Pengamatan nikol sejajar yang menunjukkan hornblenda pada sampel KBM-3L
(A) dan pada sampel KBM-2L (B). Keterangan: Hbl: hornblenda; Opq: mineral opak.

Berdasarkan komposisi kimianya, hornblenda yang dianalisis memiliki nilai (Ca+Na)B ≥


1,00, NaB < 0,50, dan CaB >1,50 sehingga dapat dikelompokkan ke dalam amfibol kelompok
kalsik. Berdasarkan hasil pengeplotan pada diagram klasifikasi amfibol kalsik (Leake, dkk.,
1997) menunjukkan hornblenda pada sampel KBM-3L memiliki jenis magnesiohastingsit
dan pargasit (Gambar IV.11).
Calcic amphiboles

Gambar IV.11 Hasil pengeplotan komposisi hornblenda sampel KBM-3L pada diagram klasifikasi
amfibol kalsik (Leake, dkk., 1997)

36
IV.1.2.4 Plagioklas
Plagioklas hadir sebagai fenokris dan masadasar dengan bentuk mikrolit pada semua sampel
batuan volkanik pra 1988 Lava Malapa (LMp). Plagioklas sebagai fenokris pada sampel
andesit piroksen hadir dengan persentase 20%-25% yang memiliki jenis Andesin hingga
Labradorit (An36-59), subhedral hingga anhedral, dan berukuran 0,25 mm – 2,5 mm.
Sedangkan plagioklas sebagai masadasar dengan bentuk mikrolit hadir sebesar 15%-20%.
Sebagian besar fenokris pada sampel andesit piroksen menunjukkan tekstur kumuloporfiritik
dan glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak, kecuali pada sampel KBM-3FL
dimana fenokris plagioklas hanya menunjukkan tekstur kumuloporfiritik (Gambar IV.12).

A B

Opx
Pl

Pl
Pl

Cpx
500 500

Gambar IV.12. Pengamatan nikol bersilang yang menunjukkan fenokris plagioklas sampel KBM-
3FL (B) yang bertekstur kumuloporfiritik (lingkaran merah) dan fenokris plagioklas sampel KBM-
2L dengan tekstur glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak (A). Keterangan: Pl:
plagioklas; Cpx: klinopiroksen; Opx: ortopiroksen; Opq: mineral opak.

Berdasarkan analisis petrografi yang dilakukan terhadap empat sampel batuan volkanik pra
1988 Lava Malapa (LMp), komposisi plagioklas meliputi Labradorit hingga Andesin (Tabel
IV.2). Pengeplotan komposisi kimia mineral plagioklas pada diagram ternier plagioklas
(Gambar IV.13) menunjukkan komposisi plagioklas satuan Lava Malapa adalah Bitownit
hingga Oligoklas.
Tabel IV.2 Komposisi plagioklas batuan volkanik pra 1988 Lava Malapa (LMp).
Satuan
Kode Sampel Nama Batuan Komposisi Jenis Plagioklas
Batuan
LMp KBM-3FL Andesit piroksen An41-52 Andesin-Labradorit
LMp KBM-2FL Andesit piroksen An39-59 Andesin-Labradorit
LMp KBM-3L Andesit piroksen An37-54 Andesin-Labradorit
LMp KBM-2L Andesit piroksen An36-58 Andesin-Labradorit
37
Gambar IV.13 Hasil pengeplotan komposisi berdasarkan uji kimia mineral untuk fenokris
plagioklas pada batuan volkanik pra 1988 Lava Malapa (LMp).

Analisis scanline kuantitatif terhadap fenokris plagioklas menunjukkan dua pola. Pola
pertama menunjukkan penurunan unsur Ca dari bagian core ke bagian rim mineral. Pola
kedua menunjukkan pola yang mirip dengan pola pertama, namun pada pola ini terjadi
kenaikan unsur Ca pada bagian middle mineral (Gambar IV.14).

Gambar IV.14 Hasil scanline kuantitatif plagioklas pada sampel KBM-3L (LMp) menunjukkan
pola umum penurunan unsur Ca dari bagian core ke bagian rim mineral (A dan B).

38
Analisis petrografi lanjut dilakukan terhadap plagioklas pada andesit piroksen satuan Lava
Malapa untuk mengamati tekstur mikro dimana tekstur mikro tersebut dapat membantu
dalam menjelaskan proses-proses magmatik yang berlangsung dalam suatu dapur magma.
Berdasarkan analisis tersebut, tekstur mikro yang teramati pada andesit piroksen satuan Lava
Malapa (LMp), berurut dari persentase kehadiran terbesar hingga terkecil, meliputi coarse-
sieve (19%), fine-sieve (14%), synneusis (14%), swallow-tailed crystal (14%), resorption
surfaces (13%), glomerocryst (11%), fine-scale oscillatory zoning (10%), dan broken
crystals (5%) (Gambar IV.15).

500 µm 500 µm 500 µm

500 µm 500 µm 500 µm

500 µm 500 µm

Gambar IV.15 Pengamatan nikol bersilang pada plagioklas andesit piroksen satuan Lava Malapa
yang menunjukkan plagioklas denngan tekstur mikro coarse-sieve (A), fine-sieve (B), synneusis
(C), swallow-tailed crystal (D), resorption surfaces (E), glomerocryst (F), fine oscillatory zoning
(G), dan broken crystals (H).

IV.1.2.5 Mineral Opak


Mineral opak hadir pada semua sampel batuan volkanik pra 1988 Lava Malapa (LMp).
Mineral ini hadir sebagai fenokris dan masadasar. Mineral opak sebagai fenokris hadir

39
dengan persentase 3% hingga 6% dan sebagai masadasar hadir sebesar 7% sampai 10%.
Mineral opak sebagai fenokris berukuran 0,125 mm – 1,25 mm dan berbentuk subhedral
hingga anhedral dengan penyebaran yang merata (Gambar IV.16). Mineral opak hadir pula
sebagai peyusun rim yang mengelilingi hornblenda pada sampel andesit piroksen KBM-2L
dan KBM-3L (Gambar IV.11). Pada sampel KBM-2FL, sebagian besar mineral opak yang
hadir sudah menggantikan hornblenda akibat proses opacitization (Gambar IV.16).

Penentuan jenis mineral opak dilakukan dengan pengamatan secara mineragrafi.


Berdasarkan pengamatan mineragrafi, jenis mineral opak yang ditemukan pada semua
sampel batuan volkanik Gunungapi Kie Besi pra 1988 Malapa adalah magnetit dan ilmenit.
Pada sampel KBM-3L terdapat magnetit dan ilmenit yang setempat membentuk tekstur
exsolution lamellae (Gambar IV.16). Magnetit yang teramati dicirikan oleh reflektansi
sedang (putih kecokelatan), bireflektasi lemah, berwarna putih kecoklatan, dan memiliki
anisotropisme abu-abu gelap hingga abu-abu. Selain itu, mineral opak lain yang ditemukan
adalah ilmenit yang memiliki karakteristik reflektansi sedang (abu-abu kecokelatan),
bireflektansi lemah, berwarna abu-abu kecokelatan, lebih resisten dari mineral piroksen dan
plagioklas, berbentuk subhedral, dan isotrop (Gambar IV.16).

A B Ilm
Mag

500 µm 250 µm
Gambar IV.16 Pengamatan nikol bersilang (A) yang menunjukkan mineral opak telah
menggantikan hornblenda pada sampel KBM-2FL. Pengamatan mineragrafi nikol sejajar
menunjukkan tekstur exsolution lamellae yang tersusun oleh magnetit dan ilmenit pada sampel
KBM-3L (B). Keterangan: Mag: magnetit; Ilm: ilmenit.

IV.2 Batuan Volkanik Pra 1988 Lava Powate (LP)


IV.2.1 Analisis Petrologi
Berdasarkan pengamatan megaskopis, batuan volkanik pembentuk satuan Lava Powate
adalah basalt (Streckeisen, 1979) yang memiliki karakteristik berwarna abu-abu gelap
dengan bintik-bintik putih, sebagian teroksidasi, memiliki fenokris plagioklas dan piroksen
40
dalam masadasar afanitik berwarna gelap. Ada bagian yang teroksidasi secara setempat pada
sampel batuan volkanik satuan Lava Powate (Gambar IV.17).
A B
Px Px

Pl Pl

Gambar IV.17 Batuan volkanik produk erupsi Gunungapi Kie Besi pra 1988 Lava Powate
dengan litologi basalt sampel KBWP-3BLV (LP) (A) dan KBWP-3L (LP) (B). Keterangan: Pl:
Plagioklas; Px: Piroksen.

Pengamatan mikroskopis pada semua batuan volkanik pra 1988 Lava Powate (LP)
menunjukkan litologi basalt olivin (William dkk., 1955). Basalt olivin yang teramati
memiliki tekstur hipokristalin porfiritik dengan fenokris plagioklas (20%-22%),
klinopiroksen (4%-5%), olivin (3%-5%), ortopiroksen (3%), dan mineral opak (2%-3%).
(Gambar IV.18). Masadasar tersusun dari gelas volkanik (25%-31%), mikrolit plagioklas
(15%-22%), mineral opak (5%-12%), dan kristal halus piroksen (5%). Tekstur intersertal
hadir setempat pada semua sampel disertai struktur vesikuler (4%-6%).

A B

Gambar IV.18 Pengamatan nikol bersilang pada sampel KBWP-3BLV (A) dan KBWP-3L (B)
yang menunjukkan litologi basalt olivin. Keterangan: Opx: orto-piroksen; Cpx: klino-piroksen; Pl:
plagioklas; Opq: mineral opak..

41
Dua sampel batuan volkanik pra 1988 Lava Powate dengan persentase komposisi mineralnya
disajikan dalam Tabel IV.3. Dari ke-2 sampel sayatan tipis batuan volkanik tersebut,
selanjutnya dilakukan pengamatan secara detail terhadap fenokris mineral. Fenokris-
fenokris tersebut meliputi olivin, piroksen, plagioklas, dan mineral opak.

Tabel IV.3 Persentase komposisi mineral batuan volkanik satuan Lava Malapa (LMp)
Persentase
Kode Waktu Fenokris Masadasar
Litologi
Sampel Erupsi Vesi-
Ol Opx CPx Hbl Pl Opq Pl Px Gls Opq
kuler
KBWP- Basalt
3 3 4 0 20 2 22 5 25 12 4
3L Pra olivin
KBWP- 1988 Basalt
5 3 5 0 22 3 15 5 31 5 6
3BLV olivin
Keterangan: Ol: Olivin; Opx: Ortopiroksen; Cpx: Klinopiroksen; Hbl: Hornblenda; Pl: Plagioklas;
Opq: Mineral opak; Px: Piroksen; Gls: Gelas Volkanik.

IV.2.2 Analisis Mineralogi


IV.2.2.1 Olivin
Mineral olivin hadir pada semua sampel basalt olivin satuan Lava Powate (LP). Olivin yang
teramati hadir dengan persentase 3% hingga 5% dengan bentuk subhedral hingga anhedral.
Olivin hadir sebagai fenokris dengan ukuran 0,125 mm – 0,5 mm. Pengamatan mineral
olivin pada satuan Lava Powate menunjukkan olivin yang terkorosi (Gambar IV.19).

A B
Pl

Ol
Ol
Pl

Gambar IV.19 Pengamatan nikol sejajar (A) dan nikol bersilang (B) pada sampel KBWP-3L (A)
dan KBWP-3BLV (B) yang menunjukkan olivin yang terkorosi. Ol: olivin; Pl: plagioklas.

Berdasarkan uji kimia mineral olivin, mineral olivin pada batuan volkanik pra 1988 Lava
Powate (LMp) memiliki komposisi fosterit dengan rentang Fo57-74. Berdasarkan analisis

42
scanline kuantitatif, olivin pada basalt olivin satuan Lava Malapa memiliki dua pola. Pola
pertama menunjukkan zonasi normal dimana pola unsur Mg mengalami penurunan dari
bagian core ke bagian rim mineral (gambar IV.20). Sedangkan pola kedua menunjukkan
zonasi reverse dimana pola unsur Mg yang mengalami kenaikan dari bagian core ke bagian
rim mineral (Gambar IV.20).

Gambar IV.20 Hasil scanline kuantitatif olivin satuan Lava Powate yang menunjukkan penurunan
unsur Mg dari bagian core ke bagian rim mineral (A) dan kenaikan unsur Mg dari bagian core ke
bagian rim mineral (B).

Olivin yang terdapat pada batuan volkanik satuan Lava Malapa dicirikan oleh adanya reaksi
rim yang mengelilinginya (Gambar IV.21). Rim tersebut tersusun oleh mineral piroksen.
Berdasarkan pengeplotan komposisi piroksen pada diagram klasifikasi piroksen
menunjukkan rim piroksen berjenis klinoenstantit, pigeonit hingga augit. Olivin yang
dikelilingi oleh rim tersebut juga menunjukkan bentuk tepi mineral yang ireguler
menandakan olivin telah terkorosi.

43
A B

Gambar IV.21 Olivin pada batuan volkanik satuan Lava Powate yang menunjukkan reaksi rim
piroksen (A dan B) dengan jenis klinoenstantit, pigeonit, dan augit (C).

IV.2.2.2 Piroksen
Piroksen hadir pada semua sampel batuan volkanik satuan Lava Powate (LP). Piroksen
dengan jenis klinopiroksen sebagai fenokris hadir dengan kelimpahan 4% hingga 5% dan
ortopiroksen sebagai fenokris hadir sebesar 2% hingga 3%. Secara umum, piroksen sebagai
fenokris pada sampel basalt olivin memiliki ukuran 0,125 mm hingga 1,75 mm dengan
bentuk subhedral sampai anhedral. Piroksen hadir pula sebagai masadasar sebesar 5%.
Fenokris piroksen membentuk tekstur glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral
opak (Gambar IV.22). Selain itu, fenokris piroksen juga membentuk tekstur
kumuloporfiritik pada semua sampel basalt olivin satuan Lava Powate (Gambar IV.22).

44
A B

Gambar IV.22 Pengamatan nikol bersilang yang menunjukkan piroksen pada sampel KBWP-
3BLV bertekstur kumuloporfiritik (A) dan piroksen pada sampel KBWP-3L bertekstur
glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral opak (B). Keterangan: Opx: ortopiroksen; Cpx:
klinopiroksen; Pl: plagioklas; Opq: mineral opak.

Pengujian kimia mineral pada piroksen dilakukan untuk mengetahui komposisi piroksen.
Berdasarkan ujian kimia mineral, secara umum piroksen pada sampel basalt olivin satuan
Lava Powate (LP) memiliki komposisi augit dan klinoenstantit serta setempat menunjukkan
komposisi pigeonit pada bagian rim mineral (Gambar IV.23).

Gambar IV.23 Hasil pengeplotan komposisi fenokris piroksen batuan volkanik pra 1988 Lava
Powate (LP) menggunakan diagram segitiga (Morimoto, dkk., 1988)

a. Klinopiroksen
Berdasarkan analisis scanline kuantitatif pada klinopiroksen satuan Lava Malapa
menunjukkan adanya dua pola. Pola pertama menunjukkan unsur Mg yang menurun dari
bagian core ke bagian rim mineral, namun terdapat kenaikan unsur Mg pada bagian middle

45
mineral (Gambar IV.24). Sedangkan pola kedua secara umum menunjukkan pola unsur Mg
yang naik dari bagian core mineral hingga rim mineral (Gambar IV.24B).

Gambar IV.24 Hasil scanline kuantitatif klinopiroksen satuan Lava Powate menunjukkan
pola umum penurunan unsur Mg dari bagian core ke bagian rim mineral (A) dan kenaikan
unsur Mg dari bagian core ke bagian rim mineral (B).

b. Ortopiroksen
Mineral ortopiroksen hadir pada batuan volkanik pra 1988 Lava Powate (LP) sebagai
fenokris dan mineral penyusun reaksi rim pada olivin. Berdasarkan analisis scanline
kuantitatif, ortopiroksen pada sampel basalt olivin secara umum memiliki pola unsur yang
sama yakni pola unsur Mg yang semakin menurun dari bagian core mineral ke bagian rim
mineral (Gambar IV.25). Akan tetapi pada, pola kedua menunjukkan bahwa unsur Mg
mengalami kenaikan pada bagian middle mineral (Gambar IV.25B).

46
A

Gambar IV.25 Hasil scanline kuantitatif ortopiroksen satuan Lava Powate menunjukkan pola
umum penurunan unsur Mg dari bagian core ke bagian rim mineral (A dan B).

IV.2.2.3 Plagioklas
Plagioklas hadir sebagai fenokris dan masadasar dengan bentuk mikrolit pada semua sampel
batuan volkanik pra 1988 Lava Powate (LMp). Plagioklas sebagai fenokris pada sampel
basalt olivin hadir dengan persentase 20%-22% yang memiliki jenis Labradorit hingga
Bitownit (An60-72), berukuran 0,125 mm – 2 mm dengan bentuk subhedral hingga anhedral.
Sedangkan plagioklas sebagai masadasar dengan bentuk mikrolit hadir sebesar 15%-22%.
Fenokris plagioklas pada semua sampel basalt olivin menunjukkan tekstur kumuloporfiritik
dan glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak (Gambar IV.26).

47
A B

Gambar IV.26. Pengamatan nikol bersilang yang menunjukkan fenokris plagioklas sampel
KBWP-3L (A) yang bertekstur kumuloporfiritik dan fenokris plagioklas sampel KBWP-3BLV
dengan tekstur glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak (B). Keterangan: Pl:
plagioklas; Cpx: klinopiroksen; Opx: ortopiroksen; Opq: mineral opak.

Berdasarkan analisis petrografi yang dilakukan terhadap dua sampel batuan volkanik pra
1988 Lava Powate (LP), komposisi plagioklas meliputi Labradorit hingga Bitownit (tabel
IV.4). Pengeplotan komposisi kimia mineral plagioklas pada diagram ternier plagioklas
(Gambar IV.27 dan Gambar IV.28) menunjukkan komposisi plagioklas satuan Lava Powate
adalah Anortit hingga Andesin.
Tabel IV.4 Komposisi plagioklas batuan volkanik pra 1988 Lava Malapa (LMp).
Satuan Batuan Kode Sampel Nama Batuan Komposisi Jenis Plagioklas
LP KBWP-3L Basalt olivin An60-72 Labradorit-Bitownit
LP KBWP-3BLV Basalt olivin An58-73 Labradorit-Bitownit

KBWP-3BLV
(LP)

Gambar IV.27 Hasil pengeplotan komposisi fenokris plagioklas sampel KBWP-3BLV satuan
Lava Powate (LP).
48
KBWP-3L (LP)

Gambar IV.28 Hasil pengeplotan komposisi fenokris plagioklas sampel KBWP-3L satuan
Lava Powate (LP).

Analisis scanline kuantitatif terhadap fenokris plagioklas batuan volkanik satuan Lava
Powate menunjukkan satu pola zonasi yakni zonasi normal dimana unsur Ca akan menurun
dari bagian core mineral ke bagian rim mineral. Akan tetapi, pada pola tersebut juga terdapat
kenaikan unsur Ca pada bagian middle mineral (Gambar IV.29).

Gambar IV.29 Hasil scanline kuantitatif plagioklas satuan Lava Powate (LP) yang menunjukkan
pola umum penurunan unsur Ca dari bagian core ke bagian middle mineral.

49
Analisis petrografi lanjut dilakukan terhadap plagioklas basalt olivin satuan Lava Malapa
untuk mengamati tekstur mikro dimana tekstur mikro tersebut dapat membantu dalam
menjelaskan proses-proses magmatik yang berlangsung dalam suatu dapur magma.
Berdasarkan analisis tersebut, tekstur mikro yang teramati pada basalt olivin satuan Lava
Powate (LP), berurut dari persentase terbesar hingga terkecil, meliputi fine-sieve (22%),
coarse-sieve (20%), resorption surfaces (19%), swallow-tailed crystal (10%), fine
oscillatory zoning (8%), synneusis (7%), glomerocryst (7%), dan broken crystals (5%)
(Gambar IV.30).

500 µm 500 µm 500 µm

500 µm 500 µm 500 µm

500 µm 250 µm

Gambar IV.30 Pengamatan nikol bersilang pada plagioklas andesit piroksen satuan Lava
Malapa yang menunjukkan plagioklas dengan tekstur mikro fine-sieve (A), coarse-sieve (B),
resorption surfaces (C), swallow-tailed crystal (D), fine oscillatory zoning (E), synneusis (F),
glomerocryst (G), dan broken crystals (H)

50
IV.2.2.4 Mineral Opak
Mineral opak hadir pada semua sampel batuan volkanik pra 1988 Lava Powate (LP). Mineral
ini hadir sebagai fenokris dan masadasar. Mineral opak sebagai fenokris hadir dengan
persentase 2% hingga 3% dan sebagai masadasar hadir sebesar 5% sampai 12%. Mineral
opak sebagai fenokris berukuran 0,125 mm – 0,5 mm dan berbentuk subhedral hingga
anhedral dengan penyebaran yang merata.

Berdasarkan pengamatan mineragrafi, jenis mineral opak yang ditemukan pada semua
sampel batuan volkanik Gunungapi Kie Besi pra 1988 Lava Powate adalah magnetit dan
ilmenit. Pada sampel KBWP-3L terdapat magnetit dan ilmenit yang setempat membentuk
tekstur exsolution lamellae. Magnetit yang teramati memiliki karakteristik reflektansi
sedang (abu-abu), bireflektansi lemah, berwarna abu-abu, lebih resisten dari mineral
piroksen dan plagioklas, berbentuk subhedral, dan isotrop. Sedangkan ilmenit dicirikan
dengan reflektansi rendah (putih keabu-abuan), bireflektasi lemah, berwarna putih
kecoklatan, dan memiliki anisotropisme abu-abu kecoklatan. (Gambar IV.31).

A B

Ilm Ilm

Mag
Mag

250 µm 500 µm

Gambar IV.31 Pengamatan mineragrafi yang menunjukkan magnetit dan ilmenit pada sampel
batuan volkanik satuan Lava Powate. Tekstur exsolution lamellae yang tersusun oleh magnetit
dan ilmenit hadir pada sampel KBWP-3L (B). Keterangan: Mag: magnetit; Ilm: ilmenit.

IV.3 Batuan Volkanik Gunungapi Kie Besi 1988


IV.3.1 Analisis Petrologi
Batuan volkanik hasil erupsi Gunungapi Kie Besi tahun 1988 yang membentuk satuan
Kubah Lava Kie Besi (KlKb) secara megaskopis diidentifikasi sebagai andesit (Gambar
IV.32). Andesit (Streckeisen, 1979) memiliki karakteristik berwarna abu-abu, setempat
teroksidasi, inequigranular, memiliki fenokris plagioklas, piroksen, dan hornblenda dalam

51
masadasar afanitik berwarna abu-abu. Pada sampel Lava Kubah 1, Lava Kubah 3, dan
KBWN-10JP (Fragmen) terdapat mineral klorit serta pada Lava Kubah 5 terdapat mineral
sulfida (Lampiran E).

A Chl
B
Pl
Hbl

Pl

Px

Hbl

Gambar IV.32 Batuan volkanik produk erupsi Gunungapi Kie Besi 1988 dengan litologi
andesit sampel Lava Kubah 1 (KlKb) (A) dan KBWN-11JP (KlKb) (B). Keterangan: Pl:
Plagioklas; Px: Piroksen; Hbl: Hornblenda; Chl: Klorit.

Pengamatan mikroskopis pada batuan volkanik produk erupsi Gunungapi Kie Besi tahun
1988 meliputi andesit bearing-olivin dan andesit piroksen. Andesit bearing-olivin
ditemukan pada sampel Lava Kubah 1, Lava Kubah 2, Lava Kubah 3, Lava Kubah 4, dan
Lava Kubah 5. Sedangkan andesit piroksen ditemukan pada sampel KBWN-10JP (fragmen
litik), KBWN-11JP, dan KBWN-10JP (fragmen).

Andesit bearing-olivin (William dkk., 1955) memiliki tekstur hipokristalin porfiritik dengan
fenokris berupa plagioklas (15%-18%), klinopiroksen (5%-7%), ortopiroksen (2%-5%),
hornblenda (2%-3%), olivin (2%-3%), dan mineral opak (2%-3%) (Gambar IV.32).
Masadasar tersusun oleh gelas volkanik (37%-47%), mikrolit plagioklas (10%-16%), kristal
halus piroksen (3%), dan mineral opak (3%-5%). Tekstur aliran hadir setempat pada semua
sampel andesit bearing-olivin.

52
A B Cpx

Opx
Ol
Cpx Pl

Opx

Hbl

500 µm 500 µm

Gambar IV.33 Pengamatan nikol bersilang pada sampel andesit bearing-olivin Lava Kubah 3
(A) dan Lava Kubah 5 (B). Keterangan: Ol: olivin; Opx: ortopiroksen; Cpx: klinopiroksen; Hbl:
hornblenda; Pl: plagioklas; Opq: mineral opak.

Andesit piroksen (William dkk., 1955) memiliki tekstur hipokristalin porfiritik dengan
fenokris meliputi plagioklas (22%-26%), klinopiroksen (6%-8%), ortopiroksen (3%),
hornblenda (3%-5%), dan mineral opak (4%-5%) (Gambar IV.34). Masadasar pada sampel
andesit piroksen KBWN-10JP (fragmen) dan KBWN-10JP (fragmen litik) terdiri dari gelas
volkanik (22%-32%), mikrolit plagioklas (12%-17%), kristal halus piroksen (3%-5%), dan
mineral opak (3%-7%). Sedangkan masadasar pada sampel andesit piroksen KBWN-11JP
terdiri dari gelas volkanik (35%), mikrolit plagioklas (15%), dan mineral opak (2%). Tekstur
aliran dan tekstur poikilitik hadir setempat pada sampel andesit piroksen KBWN-11JP. Pada
masadasar sampel andesit piroksen KBWN-10JP (fragmen) terdapat perbedaan warna
cokelat terang dan cokelat pada masadasar gelas volkanik (Gambar IV.35).

A B

Pl Pl
Cpx

Cpx

Opq

Opx Opq

Cpx
Cpx
500 µm 500 µm

Gambar IV.34 Pengamatan nikol bersilang pada sampel andesit piroksen KBWN-11JP (A) dan
KBWN-10JP (fragmen) . Keterangan: Opx: ortopiroksen; Cpx: klinopiroksen; Pl: plagioklas; Opq:
mineral opak.

53
A B

Pl Pl

Cpx
Cpx

500 µm 500 µm

Gambar IV.35 Pengamatan nikol sejajar (A) dan nikol bersilang (B) sampel andesit piroksen
KBWN-10JP (fragmen) yang menunjukkan perbedaan warna pada masadasar gelas volkanik.
Keterangan: Opx: ortopiroksen; Cpx: klinopiroksen; Pl: plagioklas.

Sampel batuan volkanik Gunungapi Kie Besi 1988 pembentuk satuan Kubah Lava Kie Besi
(KlKb) sebanyak delapan buah dengan persentase komposisi mineralnya disajikan dalam
Tabel IV.5. Dari kedelapan sampel sayatan tipis batuan volkanik tersebut, selanjutnya
dilakukan pengamatan secara detail terhadap fenokris mineral. Fenokris-fenokris tersebut
meliputi olivin, piroksen, hornblenda, plagioklas, dan mineral opak.

Tabel IV.5 Persentase komposisi mineral batuan volkanik Gunungapi Kie Besi 1988
Persentase (%)
Kode Sampel Fenokris Masadasar Vesi- Litologi
Ol Opx CPx Hbl Pl Opq Pl Px Gls Opq kuler
2 3 5 3 18 3 16 3 38 3 6 Andesit
Lava Kubah 1
bearing-olivin
2 3 7 3 15 3 12 3 42 5 5 Andesit
Lava Kubah 2
bearing-olivin
3 5 7 3 18 3 12 3 37 3 6 Andesit
Lava Kubah 3
bearing-olivin
2 5 5 2 15 3 10 3 45 5 5 Andesit
Lava Kubah 4
bearing-olivin
2 2 5 2 15 2 14 3 47 3 5 Andesit
Lava Kubah 5
bearing-olivin
KBWN-10JP 0 3 8 5 25 5 12 5 22 7 8 Andesit
(Fragmen) piroksen
KBWN-10JP 0 3 6 3 22 4 17 3 32 3 7 Andesit
(fragmen litik) piroksen

0 3 8 0 26 4 15 0 35 2 7 Andesit
KBWN-11JP
piroksen

54
IV.3.2 Analisis Mineralogi
IV.3.2.1 Olivin
Mineral olivin hadir pada sampel batuan volkanik hasil erupsi Gunungapi Kie Besi pada
tahun 1988, kecuali pada sampel andesit piroksen KBWN-10JP (fragmen), KBWN-10JP
(fragmen litik), dan KBWN-11JP. Pada sampel andesit bearing-olivin Lava Kubah 1 (KlKb)
hingga andesit bearing-olivin Lava Kubah 5 (KlKb), olivin hadir sebagai fenokris hadir
dengan persentase 2% sampai 3%, berbentuk subhedral hingga anhedral dengan ukuran
0,125 mm hingga 0,875 mm, dan terkorosi. (Gambar IV.36).
A B

250 µm 250 µm

Gambar IV.36 Pengamatan nikol bersilang pada sampel andesit bearing-olivin sampel Lava
Kubah 1 (A) dan sampel andesit Lava Kubah 2 (B) menunjukkan olivin yang mengalami korosi.

Berdasarkan uji kimia mineral, olivin pada sampel batuan volkanik Gunungapi Kie Besi
1988 memiliki komposisi fosterit dengan nilai %mol Fo pada rentang Fo58-91. Berdasarkan
analisis scanline kuantitatif, olivin memiliki pola zonasi normal dimana unsur Mg
mengalami penurunan dari bagian core ke bagian rim mineral (Gambar IV.37). Pola lain
menunjukkan kenaikan unsur Mg dari bagian core ke bagian middle yang diikuti penurunan
ke bagian rim mineral (Gambar IV.37B).

55
A

Gambar IV.37 Hasil scanline kuantitatif pada olivin sampel Lava Kubah 1 (KlKb) yang
menunjukkan pola zonasi normal (A) dan pada sampel Lava Kubah 5 menunjukkan kenaikan unsur
Mg pada bagian middle mineral (B).

IV.3.2.2 Piroksen
Piroksen hadir pada semua sampel sebagai fenokris maupun masadasar. Pada sampel andesit
bearing-olivin, fenokris klinopiroksen hadir dengan kelimpahan 5% sampai 7% dan fenokris
ortopiroksen dengan kelimpahan 2% hingga 5%. Masadasar piroksen juga hadir pada semua
sampel andesit bearing-olivin dengan kelimpahan 3%. Pada sampel andesit piroksen,
piroksen hadir sebagai fenokris dan masadasar, kecuali pada sampel andesit piroksen
KBWN-11JP dimana piroksen hanya hadir sebagai fenokris. Fenokris klinopiroksen hadir
sebesar 6% sampai 8% dan fenokris ortopiroksen hadir dengan kelimpahan 3%. Masadasar
piroksen pada andesit piroksen hadir sebesar 3% sampai 5%. Secara umum, fenokris
piroksen memiliki ukuran 0,125 mm sampai 3,75 mm dengan bentuk subhedral hingga
anhedral. Piroksen membentuk tekstur kumuloporfiritik dan glomeroporfiritik bersama
plagioklas dan mineral opak, kecuali pada sampel KBWN-10JP (fragmen litik) dimana
fenokris piroksen hanya membentuk tekstur kumuloporfiritik (Gambar IV.38).

56
A B

Pl
Pl

CPx

CPx

500 µm Opq 500 µm

Gambar IV.38 Pengamatan nikol bersilang yang menunjukkan piroksen pada andesit bearing-
olivin Lava Kubah 1 (A) dan andesit piroksen KBWN-10JP (Fragmen) (B). Keterangan: Opx: orto-
piroksen; Cpx: klino-piroksen; Pl: plagioklas; Opq: mineral opak.

Berdasarkan uji kimia mineral, pengeplotan komposisi piroksen sampel andesit bearing-
olivin pada diagram segitiga menunjukkan klinoenstantit, augit, dan diopsid (Gambar
IV.39A dan Gambar IV.39B). Sedangkan piroksen sampel andesit piroksen menunjukkan
komposisinya sebagai augit dan klinoenstantit (Gambar IV.39C). C

B
A

Gambar IV.39 Hasil pengeplotan komposisi fenokris piroksen batuan volkanik satuan Kubah Lava
Kie Besi (KlKb) menggunakan diagram segitiga (Morimoto, dkk., 1988)

a. Klinopiroksen
Analisis scanline kuantitatif pada klinopiroksen sampel batuan volkanik satuan Kubah Lava
Kie Besi (KlKb) secara umum menunjukkan pola penurunan unsur Mg dari bagian core ke
bagian rim mineral (Gambar IV.40). Selain itu, scanline kuantitatif juga menunjukkan
adanya kenaikan unsur Mg pada bagian middle mineral. (Gambar IV.40B)
57
A

Gambar IV.40 Hasil scanline kuantitatif klinopiroksen pada sampel batuan volkanik satuan
Kubah Lava Kie Besi (KlKb) yang menunjukkan pola penurunan unsur Mg dari bagian core ke
bagian rim mineral.

b. Ortopiroksen
Analisis scanline kuantitatif yang dilakukan pada fenokris ortopiroksen sampel batuan
volkanik satuan Kubah Lava Kie Besi (KlKb) secara umum menunjukkan pola penurunan
unsur Mg dari bagian core ke bagian rim mineral (Gambar IV.41A dan Gambar IV.41B).
Scanline kuantitatif pada fenokris ortopiroksen juga menunjukkan adanya kenaikan unsur
Mg pada bagian middle mineral (Gambar IV.41B).

58
A

Gambar IV.41 Hasil scanline kuantitatif ortopiroksen pada sampel batuan volkanik satuan
Kubah Lava Kie Besi (KlKb) yang menunjukkan pola penurunan unsur Mg dari bagian core ke
bagian rim mineral.

IV.3.2.3 Hornblenda
Hornblenda hadir pada semua sampel batuan volkanik satuan Kubah Lava Kie besi, kecuali
pada sampel andesit piroksen KBWN-11JP. Hornblenda hadir sebagai fenokris sebesar 2%
hingga 5%, berukuran 0,25 mm sampai 1 mm, dan berbentuk subhedral hingga anhedral.
Pada sampel Lava Kubah 1 hingga Lava Kubah 5, hornblenda dicirikan oleh reaksi rim yang
tersusun oleh oleh mineral opak (Gambar IV.42A). Sedangkan pada sampel KBWN-10JP
(Fragmen), hornblenda dicirikan oleh reaksi rim yang terdiri dari mineral opak, plagioklas
dan piroksen (Gambar IV.42B).

59
A B

500 µm 500 µm

Gambar IV.42 Sampel Lava Kubah 1 (A, pengamatan nikol sejajar) dan sampel KBWN-10JP (B,
pengamatan nikol bersilang) menunjukkan reaksi rim yang mengelilingi hornblenda.

Pengamatan di bawah SEM-EDS pada hornblenda sampel Lava Kubah 1, Lava Kubah 5 dan
KBWN-10JP (Fragmen) menunjukkan hornblenda yang dikelilingi reaksi rim (Gambar
IV.43). Reaksi rim tersebut memiliki dua tipe, yakni hornblenda dengan reaksi rim mineral
opak dan hornblenda dengan reaksi rim yang tersusun oleh mineral opak, plagioklas berjenis
Labradorit (An57-An59), klinopiroksen (augit), dan ortopiroksen (klinoenstantit).
A B
Pl Opq
Opx

Opq Cpx

Hbl Hbl

Gambar IV.43 Pengamatan SEM-EDS pada hornblenda sampel Lava Kubah 1 menunjukkan
hornblenda dengan reaksi rim yang tersusun oleh mineral opak (A) dan hornblenda pada sampel
KBWN-10JP (Fragmen) dengan reaksi rim yang tersusun oleh mineral opak, plagioklas,
klinopiroksen, dan ortopiroksen (B). Keterangan: Hbl: hornblenda; Pl: plagioklas; Cpx:
klinopiroksen; Opx: ortopiroksen; Opq: mineral opak.

Selanjutnya dilakukan uji kimia mineral dilakukan untuk menentukan komposisi


hornblenda. Uji kimia mineral ini dilakukan pada sampel Lava Kubah 1, Lava Kubah 5, dan
KBWN-10JP (Fragmen). Berdasarkan hasil uji kimia mineral, hornblenda yang dianalisis

60
memiliki nilai (Ca+Na)B ≥ 1,00, NaB < 0,50, dan CaB >1,50 sehingga dapat dikelompokkan
ke dalam kelompok amfibol kalsik. Dari hasil pengeplotan pada diagram klasifikasi amfibol
kalsik (Leake, dkk., 1997) menunjukkan hornblenda pada sampel KBWN-10JP (Fragmen)
memiliki jenis magnesiohastingsit, sampel Lava Kubah 1 berjenis magnesiohastingsit dan
pargasit, dan pada sampel Lava Kubah 5 berjenis magnesiohastingsit (Gambar IV.44).
Calcic amphiboles
A

B Calcic amphiboles

Calcic amphiboles
C

Gambar IV.44 Hasil pengeplotan komposisi hornblenda sampel KBWN-10JP (Fragmen) (A),
Lava Kubah 1 (B), dan Lava Kubah 5 (C) pada diagram klasifikasi amfibol kalsik
(Leake dkk., 1997)
61
IV.3.2.4 Plagioklas
Plagioklas hadir sebagai fenokris dan masadasar dengan bentuk mikrolit pada semua sampel
andesit bearing-olivin dan andesit piroksen batuan volkanik Gunungapi Kie Besi 1988.
Plagioklas sebagai fenokris pada sampel andesit bearing-olivin hadir dengan persentase
15%-18% dengan jenis Oligoklas hingga Labradorit (An29-An54) dan sebagai masadasar
hadir sebesar 10%-16%. Pada sampel andesit piroksen, mineral plagioklas sebagai fenokris
hadir sebesar 22%-26% dengan komposisi Andesin hingga Labradorit (An42-An56) dan
sebagai masadasar hadir sebesar 12%-17%. Secara umum, fenokris plagioklas berukuran
0,125 mm hingga 3 mm dan berbentuk euhedral sampai anhedral.

Pada seluruh sampel andesit bearing-olivin, fenokris plagioklas menunjukkan tekstur


kumuloporfiritik dan tekstur glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak (Gambar
IV.45). Sedangkan pada sampel andesit piroksen, fenokris plagioklas menunjukkan tekstur
kumuloporfiritik dan tekstur glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak, kecuali
pada sampel KBWN-10JP (fragmen litik) yang hanya menunjukkan tekstur kumuloporfiritik
(Gambar IV.46).

A B Pl

Pl
Pl

Cpx Cpx
500 µm 500 µm

Gambar IV.45 Pengamatan nikol bersilang pada sampel Lava Kubah 1 yang menunjukkan
plagioklas dengan tekstur glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak (A) dan sampel
Lava Kubah 2 yang menunjukkan plagioklas dengan tekstur kumuloporfiritik (B). Keterangan: Pl:
plagioklas; Cpx: klinopiroksen; Opx: ortopiroksen.

62
A B

Pl
Pl
Cpx

500 µm 500 µm

Gambar IV.46 Pengamatan nikol bersilang pada sampel KBWN-10JP (fragmen) yang
menunjukkan plagioklas dengan tekstur glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak
(A) dan sampel KBWN-10JP (fragmen litik) yang menunjukkan plagioklas dengan tekstur
kumuloporfiritik (B). Keterangan: Pl: plagioklas; Cpx: klinopiroksen; Opx: ortopiroksen.

Berdasarkan analisis petrografi yang dilakukan terhadap delapan sampel sayatan tipis batuan
volkanik hasil erupsi Gunungapi Kie Besi tahun 1988 yang membentuk satuan Kubah Lava
Kie Besi (KlKb), komposisi plagioklas yang teramati tersaji pada Tabel IV.6. Berdasarkan
pengeplotan komposisi kimia plagioklas, plagioklas pada sampel batuan volkanik satuan
Kubah Lava Kie Besi (KlKb) memiliki komposisi Anortit hingga Oligoklas (Gambar IV.47).

Tabel IV.6 Komposisi Plagioklas Batuan Volkanik Gunungapi Kie Besi tahun 1988
Satuan
Kode Sampel Nama Batuan Komposisi Jenis Plagioklas
Batuan
KBWN-10JP Andesit piroksen An49-54 Andesin-Labradorit
KBWN-10JP
Andesit piroksen An42-56 Andesin-Labradorit
(fragmen litik)
KBWN-11JP Andesit piroksen An43-56 Andesin-Labradorit
KlKb Lava Kubah 1 Andesit An33-49 Andesin
Lava Kubah 2 Andesit An37-52 Andesin-Labradorit
Lava Kubah 3 Andesit An29-54 Oligoklas-Labradorit
Lava Kubah 4 Andesit An45-49 Andesin
Lava Kubah 5 Andesit An35-49 Andesin

63
Lava Kubah 1
(KlKb)

Lava Kubah 5
(KlKb)

KBWN-10JP
(Fragmen)
(KlKb)

Gambar IV.47 Hasil pengeplotan komposisi fenokris plagioklas batuan volkanik satuan Kubah
Lava Kie Besi (KlKb).

64
Analisis scanline kuantitatif dilakukan pada plagioklas dengan tujuan mengetahui zonasi
komposisi mineral. Berdasarkan hasil scanline kuantitatif tersebut menunjukkan pola zonasi
reverse dimana unsur Ca mengalami kenaikan dari bagian core mineral ke bagian rim
mineral (Gambar IV.48).

Gambar IV.48 Hasil scanline kuantitatif plagioklas satuan Kubah Lava Kie Besi (KlKb) yang
menunjukkan pola kenaikan unsur Ca dari bagian core mineral ke bagian rim mineral.

Analisis petrografi lanjut dilakukan terhadap plagioklas batuan volkanik satuan Kubah Lava
Kie Besi untuk mengamati tekstur mikro dimana tekstur mikro tersebut dapat membantu
dalam menjelaskan proses-proses magmatik yang berlangsung dalam suatu dapur magma.
Berdasarkan analisis tersebut, tekstur mikro yang teramati pada batuan volkanik satuan
Kubah Lava Kie Besi (KlKb), berurut dari persentase terbesar hingga terkecil, meliputi
coarse-sieve (21%), fine oscillatory zoning (19%), fine-sieve (16%), resorption surfaces
(16%), glomerocryst (11%), synneusis (6%), swallow-tailed crystal (5%), dan broken
crystals (5%) (Gambar IV.49).

65
500 µm 500 µm 500 µm

500 µm 500 µm 500 µm

500 µm 500 µm

Gambar IV.49 Pengamatan nikol bersilang pada plagioklas batuan volkanik satuan Kubah Lava
Kie Besi yang menunjukkan plagioklas dengan tekstur mikro coarse-sieve (A), fine oscillatory
zoning (B), fine-sieve (C), resorption surfaces (D), glomerocryst (E), synneusis (F), swallow-tailed
crystal (G), dan broken crystals (H).

IV.3.2.5 Mineral Opak


Mineral opak hadir pada semua sampel batuan volkanik hasil erupsi Gunungapi Kie Besi
tahun 1988. Mineral ini hadir baik sebagai fenokris maupun masadasar. Pada sampel andesit
bearing-olivin, mineral opak sebagai fenokris hadir sebesar 2% hingga 3% dengan ukuran
0,125 mm – 0,375 mm, berbentuk subhedral sampai anhedral yang menyebar merata, dan
sebagai masadasar hadir sebesar 3% sampai 5%. Pada sampel andesit piroksen, mineral opak
hadir sebagai fenokris sebesar 4% hingga 5% dengan ukuran 0,125 mm – 0,5 mm berbentuk
subhedral sampai anhedral dengan penyebaran merata, dan sebagai masadasar sebesar 2%
sampai 7%. Berdasarkan pengamatan mineragrafi, jenis mineral opak yang ditemukan pada
semua sampel batuan volkanik Gunungapi Kie Besi 1988 adalah magnetit. Magnetit yang
teramati memiliki karakteristik reflektasi sedang (abu-abu), bireflektansi lemah, berwarna
66
abu-abu, lebih resisten dari mineral piroksen dan plagioklas, berbentuk subhedral, dan
isotrop (Gambar IV.50).

Mag

Mag

250 µm 250 µm

Gambar IV.50 Pengamatan mineragrafi nikol sejajar yang menunjukkan magnetit pada sampel
Lava Kubah 2 (KlKb). Keterangan: Mag: magnetit.

IV.4 Afinitas Magma


Penentuan afinitas magma diawali oleh tahap pengeplotan nilai unsur Ti, Ca, dan Na pada
diagram diskriminasi Ti vs. Ca+Na. Hasil pengeplotan tersebut menunjukkan distribusi
komposisi fenokris klinopiroksen pada kelompok T yang menunjukkan piroksen berasal dari
orogenic basalt dan non-orogenic tholeiites atau dapat dikatakan memiliki karakter non-
alkali (Gambar IV.51)

Gambar IV.51 Diagram diskriminasi unsur Ti vs Ca+Na (Leterrier dkk., 1982) yang menunjukkan
distribusi piroksen pada kelompok orogenic basalt dan non-orogenic tholeiites (kelompok T).

Pada tahap kedua, klinopiroksen yang terdistribusi pada kelompok non-alkali basalt hasil
pengeplotan pertama (Gambar IV.51), selanjutnya dilakukan pengeplotan kembali terhadap
unsur Ti, Cr, dan Ca pada diagram diskriminasi Ti+Cr vs. Ca. Dari hasil pengeplotan unsur
67
Ti, Cr dan Ca klinopiroksen pada diagram diskriminasi Ti+Cr vs. Ca menunjukkan distribusi
dominan pada kelompok O (Diagram IV.52). Hal ini menandakan bahwa klinopiroksen
berasal dari lingkungan orogenic.

Gambar IV.52 Diagram diskriminasi unsur Ti+Cr vs Ca (Leterrier dkk., 1982) yang
menunjukkan distribusi piroksen pada kelompok orogenic basalt (kelompok O).

Pada tahap terakhir, klinopiroksen yang terdistribusi pada kelompok orogenic basalt yang
sudah diplot pada diagram Ti+Cr vs. Ca (Gambar IV.52), selanjutnya dilakukan pengeplotan
kembali untuk unsur Ti dan Altotal pada diagram diskriminasi Ti vs. Altotal. Dari hasil
pengeplotan tersebut menunjukkan klinopiroksen terdistribusi dominan pada kelompok
calc-alkali basalt (kelompok C) (Gambar IV.53) yang menunjukkan afinitas magma
Gunungapi Kie Besi adalah kalk-alkalin.

Gambar IV.53 Diagram diskriminasi unsur Ti vs. Altotal (Leterrier dkk., 1982) yang
menunjukkan distribusi piroksen pada kelompok calc-alkali basalt (kelompok C).

68
IV.5 Geotermometer
Perhitungan temperatur dilakukan dengan menggunakan komposisi kimia mineral
klinopiroksen dan ortopiroksen yang coexisting. Hasil uji kimia mineral pada kedua mineral
tersebut kemudian diplot pada diagram quadrilateral Lindsley (1980). Menurut Deer dkk.
(1961), mineral enstantit mempunyai polimorf yang terbentuk pada kondisi temperatur dan
tekanan tertentu. Kesetimbangan polimorf ortorombik (orto-enstantit) akan tercapai pada
tekanan 7 kbar. Ortoenstantit tersebut kemudian bertransformasi membentuk klinoenstantit
pada tekanan 5 kbar. Fenokris piroksen pada batuan volkanik Gunungapi Kie Besi
menunjukkan asosiasinya dengan komposisi klinoenstantit. Hal ini yang mendasari
digunakannya diagram quadrilateral 5 kbar untuk menentukan geotermometer. Komposisi
kimia mineral klinopiroksen dan ortopiroksen untuk menentukan geotermometer tersaji pada
Tabel IV.7.
Tabel IV.7 Data kimia mineral representatif untuk menentukan geotermometer
KBM-3L KBWP-3BLV Lava Kubah 1 Lava Kubah 5
Kode
Sampel 8a 8b 21c 21d 17a 17b 5e 5f
Posisi
Core Core Middle Middle Rim Rim Rim Rim
Tembak
Cpx/Opx Opx Cpx Cpx Opx Opx Cpx Opx Cpx
Unsur Utama (wt%)
SiO2 51,40 48,95 49,92 50,64 50,90 49,55 49,43 50,19
TiO2 0,00 0,58 0,52 0,26 0,03 0,31 0,45 0,33
Al2 O3 1,48 2,53 1,84 0,85 1,38 2,54 1,53 2,15
Cr2 O3 0,00 0,00 0,00 0,00 0,03 0,13 0,16 0,47
FeOt 16,92 10,60 13,00 20,01 19,16 10,16 20,51 9,29
MnO 0,48 0,45 0,51 1,13 1,00 0,58 1,14 0,34
MgO 27,63 15,38 16,49 24,62 25,53 15,75 25,18 15,46
CaO 1,13 21,17 17,39 2,03 1,45 20,74 1,40 20,84
Na2 O 0,30 0,34 0,33 0,10 0,09 0,25 0,14 0,52
K2O 0,08 0,00 0,00 0,06 0,11 0,00 0,00 0,02
P2 O 5 0,00 0,00 0,00 0,00 0,21 0,00 0,05 0,20
NiO 0,58 0,00 0,00 0,29 0,11 0,00 0,00 0,17
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Wo (%mol) 2,14 41,49 34,29 3,87 2,76 40,74 2,64 41,88
En (%mol) 72,72 41,94 45,25 65,27 67,73 43,06 66,16 43,23
Fs (%mol) 25,14 16,57 20,46 30,86 29,50 16,20 31,20 14,89
Mg# 74,43 72,12 69,34 68,69 70,38 73,43 68,64 74,79
Nama Klino- Klino- Klino- Klino-
Augit Augit Augit Augit
Mineral enstantit enstantit enstantit enstantit

69
Pengeplotan komposisi fenokris klinopiroksen dan ortopiroksen yang coexisting sampel
satuan Lava Malapa (LMp), satuan Lava Powate (LP), dan satuan Kubah Lava Kie Besi
(KlKb) (Tabel V.1) pada diagram quadrilateral 5 kbar (Lindsley, 1983) menunjukkan
temperatur pembentukan magma secara berurutan adalah 9500C – 10250C, 11000C –
11750C, dan 9500C – 10750C (Gambar IV.54, Gambar IV.55, Gambar IV.56, dan Gambar
IV.57). Pada sampel satuan Lava Powate (KBWP-3L (LP)) tidak ditemukan fenokris
klinopiroksen dan ortopiroksen yang coexisting, namun dijumpai adanya asosiasi mineral
augit dan ortopiroksen sehingga penentuan temperatur dilakukan dengan menggunakan
metode diagram fasa. Metode diagram fasa mengacu pada diagram Diagram Fasa Enstatit-
Diopsid, Diopsid-Hedenbergit, Hedenbergit-Ferrosilite, dan Enstantit-Ferosilite (Boyd dan
Scheirer, 1964, Turnock, 1962, Bowen dkk., 1933, Bowen dan Schairer, 1935; dalam
Huebner dan Turnock, 1980). Berdasarkan kehadiran asosiasi mineral augit dan ortopiroksen
pada sampel KBWP-3L (LP) diperoleh temperatur pembentukan mineral tersebut sebesar
11000C. Temperatur ini merepresentasikan temperatur dapur magma saat pembentukan
mineral augit dan ortopiroksen (Gambar IV.56).

KBM-3L
(LMp)

Gambar IV.54 Diagram temperatur dapur magma satuan Lava Malapa (LMp).

KBWP-3BLV
(LP)

Gambar IV.55 Diagram temperatur dapur magma satuan Lava Powate (LP).

70
KBWP-3L
(LP)

Gambar IV.56 Diagram Fasa Enstatit-Diopsid, Diopsid-Hedenbergit, Hedenbergit-Ferrosilite, dan


Enstantit-Ferosilite (Boyd dan Scheirer, 1964, Turnock, 1962, Bowen dkk., 1933, Bowen dan
Schairer, 1935; dalam Huebner dan Turnock, 1980).

Lava Kubah 1
(KlKb)

Lava Kubah 5
(KlKb)

Gambar IV.57 Diagram temperatur dapur magma satuan Kubah Lava Kie Besi (KlKb).

Berdasarkan metode penentuan geotermometer di atas, maka temperatur pembentukan


satuan Lava Malapa (LMp) adalah 9500C – 10250C, temperatur pembentukan satuan Lava
Powate (LP) adalah 11000C – 11750C, dan temperatur pembentuan satuan Kubah Lava Kie
Besi (KlKb) adalah 9500C – 10750C.
71
BAB V
EVOLUSI MAGMA GUNUNGAPI KIE BESI

V.1 Perkembangan Komposisi Mineral


Evolusi magma Gunungapi Kie Besi diawali dengan menentukan perkembangan komposisi
mineral ortopiroksen, klinopiroksen, plagioklas, dan olivin pada setiap satuan batuan.
Komposisi mineral pada bagian core, middle, dan rim diplot secara berurutan sesuai dengan
stratigrafi satuan yang diteliti.

Perkembangan komposisi mineral ortopiroksen menunjukkan nilai Mg# yang cenderung


naik dari satuan Lava Malapa ke satuan Lava Powate. Selanjutnya nilai Mg# mengalami
penurunan dari satuan Lava Powate ke satuan Kubah Lava Kie Besi (Gambar V.1).
Perkembangan komposisi mineral klinopiroksen menunjukkan pola yang sama dimana nilai
Mg# mengalami kenaikan dari satuan Lava Malapa ke satuan Lava Powate yang kemudian
mengalami penurunan ke satuan Kubah Lava Kie Besi (Gambar V.2). Perkembangan
komposisi mineral plagioklas menunjukkan nilai An yang naik dari satuan Lava Malapa ke
satuan Lava Powate. Selanjutnya nilai An mengalami penurunan dari satuan Lava Powate
ke satuan Kubah Lava Kie Besi (Gambar V.3).

Gambar V.1 Perkembangan komposisi mineral ortopiroksen.

72
Gambar V.2 Perkembangan komposisi mineral klinopiroksen.

Gambar V.3 Perkembangan komposisi mineral plagioklas.

Perkembangan komposisi mineral ortopiroksen, klinopiroksen, dan plagioklas menunjukkan


pola yang sama dimana nilai Mg# dan An mengalami kenaikan dari satuan Lava Malapa ke
satuan Lava Powate yang selanjutnya mengalami penurunan ke satuan Kubah Lava Kie Besi.
73
Berdasarkan pola perkembangan tersebut menunjukkan injeksi magma bersifat lebih
basaltik terjadi saat pembentukan satuan Lava Powate.

Perkembangan komposisi mineral olivin menunjukkan dua pola yang berbeda. Pola pertama
menunjukkan nilai %mol Fo yang menurun dari satuan Lava Malapa ke satuan Lava Powate
yang selanjutnya mengalami kenaikan dari satuan Lava Powate ke satuan Kubah Lava Kie
Besi. Pola kedua menunjukkan nilai %mol Fo yang naik dari satuan Lava Malapa ke satuan
Lava Powate yang kemudian mengalami penurunan ke satuan Kubah Lava Kie Besi
(Gambar V.4).

Gambar V.4 Perkembangan komposisi mineral olivin.

Perbedaan pola perkembangan tersebut mengindikasikan terdapat dua individu mineral


olivin yang berbeda dan dicerminkan oleh tekstur dari keduanya yang berbeda pula. Pada
olivin satuan Lava Malapa, terdapat reaksi rim yang tersusun oleh olivin dengan unsur Mg
lebih rendah dan ortopiroksen yang diinterpretasikan olivin telah mengalami reaksi saat
magma membentuk satuan Lava Malapa (Gambar V.5). Hal ini mengindikasikan bahwa
mineral olivin berasal dari produk sebelumnya. Selain itu, persentase mineral olivin pada
satuan Lava Malapa yang hanya 1% juga mengindikasikan olivin pada satuan tersebut
merupakan olivin yang berasal dari produk sebelumnya. Olivin pada satuan Kubah Lava Kie
Besi menunjukkan tekstur embayment di tepinya yang menunjukkan olivin telah mengalami

74
reaksi disolusi saat magma membentuk satuan Kubah Lava Kie Besi (KlKb) (Gambar V.5).
Reaksi disolusi pada olivin terjadi bersamaan dengan proses pembentukan satuan Kubah
Lava Kie Besi yang mengindikasikan bahwa olivin yang telah mengalami reaksi disolusi
merupakan olivin yang berasal dari produk sebelumnya.

Opx
Ol

Ol

250 µm

Gambar V.5 A) Olivin pada satuan Kubah Lava Kie Besi yang menunjukkan embayment.
B) Olivin pada satuan Lava Malapa yang menunjukkan reaksi rim olivin dan ortopiroksen.
Keterangan: Ol: Olivin; Opx: ortopiroksen.

V.2 Evolusi Magma


Perkembangan magma Gunungapi Kie Besi diawali oleh magma andesit basaltik dengan
temperatur 9500 C – 10250 C membentuk satuan Lava Malapa dengan litologi andesit
piroksen yang tersusun oleh fenokris plagioklas, klinopiroksen, hornblenda, ortopiroksen,
magnetit, ilmenit, dan olivin dalam masadasar gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral
opak, dan kristal halus piroksen. Kehadiran tekstur mikro yang dominan pada batuan
volkanik satuan Lava Malapa meliputi coarse-sieve, fine-sieve, synneusis, swallow-tail
crystal, resorption, glomerocryst, dan fine oscillatory zoning.
Tabel V.1 Persentase kehadiran tekstur mikro pada plagioklas satuan Lava Malapa
Tekstur Mikro % Kehadiran
Coarse-sieve 19
Fine-sieve 14
Synneusis 14
Swallow-tail crystal 14
Resorption 13
Glomerocryst 11
Fine oscillatory zoning 10
Broken crystal 5
TOTAL 100
75
Kehadiran tekstur mikro plagioklas pada batuan volkanik satuan Lava Malapa
mencerminkan proses magmatik yang dominan pada magma tersebut yakni proses konveksi
yang dicirikan oleh kehadiran tekstur mikro plagioklas berupa synneusis, glomerocryst, dan
fine oscillatory zoning. Selain itu, proses pemanasan oleh recharge mulai terjadi dimana
proses ini menunjukkan awal dari proses injeksi magma basaltik yang dicirikan oleh
hadirnya tekstur mikro fine-sieve dan resorption. Proses injeksi magma tersebut memicu
proses pemanasan/heating dan proses disolusi. Proses injeksi magma yang terjadi saat
pembentukan satuan Lava Malapa juga dibuktikan oleh hasil scanline kuantitatif mineral
klinopiroksen yang menunjukkan kenaikan unsur Mg pada bagian middle mineral (Gambar
IV.8), hasil scanline kuantitatif mineral ortopiroksen yang menunjukkan kenaikan unsur Mg
pada bagian rim mineral (Gambar IV.9), dan hasil scanline kuantitatif mineral plagioklas
yang menunjukkan kenaikan unsur Ca pada bagian middle mineral (Gambar IV.14).

Gambar V.6 Ilustrasi model dinamika kristalisasi dan sistem dapur magma satuan Lava Malapa
(LMp) (modifikasi Renjith, 2014). Titik A dan B merupakan titik acuan garis penampang pada Peta
Geologi Gunungapi Kie Besi (Lampiran A).

Selain proses konveksi dan pemanasan oleh recharge yang terjadi pada magma pembentuk
satuan Lava Malapa, proses dekompresi adiabatik juga terjadi saat magma naik dari dapur
76
magma dalam ke dapur magma lebih dangkal yang dibuktikan oleh kehadiran tekstur mikro
coarse-sieve. Perkembangan magma pembentuk satuan Lava Malapa diakhiri oleh proses
pendinginan yang membentuk satuan Lava Malapa (LMp) (Gambar V.6).

Selanjutnya proses injeksi magma basaltik semakin intensif saat pembentukan satuan Lava
Powate yang dicirikan oleh kehadiran tekstur mikro plagioklas dominan meliputi fine-sieve
dan resorption (Tabel V.2). Proses tersebut diikuti oleh proses pencampuran magma yang
membuat magma Gunungapi Kie Besi bersifat lebih basaltik dan temperatur magma
meningkat menjadi 11000 C – 11750 C membentuk satuan Lava Powate dengan litologi
basalt olivin yang tersusun oleh fenokris plagioklas, klinopiroksen, olivin, ortopiroksen,
magnetit, dan ilmenit dalam masadasar gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral opak,
dan kristal halus piroksen.
Tabel V.2 Persentase kehadiran tekstur mikro pada plagioklas satuan Lava Powate
Tekstur Mikro % Kehadiran
Fine-sieve 22
Coarse-sieve 20
Resorption 19
Swallow-tail crystal 10
Fine oscillatory zoning 8
Synneusis 7
Glomerocryst 7
Broken crystal 7
TOTAL 100

Proses injeksi yang semakin intensif juga dibuktikan dengan semakin banyak hasil scanline
kuantitatif pada fenokris penyusun satuan Lava Powate yang menunjukkan kenaikan unsur
Mg atau Ca pada bagian middle atau rim mineral, seperti pola kenaikan unsur Mg pada
bagian core mineral ke bagian rim mineral olivin (Gambar IV.20), kenaikan unsur Mg pada
bagian middle mineral klinopiroksen dan ortopiroksen (Gambar IV.24 dan Gambar IV.25),
dan kenaikan unsur Ca pada bagian middle mineral plagioklas (Gambar IV.29). Selain itu,
berdasarkan perkembangan komposisi mineral dimana komposisi Mg# pada klinopiroksen
dan ortopiroksen serta komposisi An pada plagioklas yang mengalami kenaikan dari satuan
Lava Malapa ke satuan Lava Powate turut membuktikan proses injeksi magma yang semakin
intensif (Gambar V.1, Gambar V.2, dan Gambar V.3). Selain proses pemanasan oleh
recharge, proses lain yang terjadi adalah dekompresi adiabatik saat magma naik dari dapur
magma dalam ke dapur magma yang lebih dangkal yang dibuktikan oleh kehadiran tekstur

77
mikro coarse-sieve dan proses konveksi. Proses perkembangan magma diakhiri oleh
pendinginan yang membentuk satuan Lava Powate (LP) (Gambar V.7).

Gambar V.7 Ilustrasi model dinamika kristalisasi dan sistem dapur magma satuan Lava Powate
(LP) (modifikasi Renjith, 2014). Titik B dan C adalah titik acuan garis penampang pada Peta
Geologi Gunungapi Kie Besi (Lampiran A).

Pada saat pembentukan satuan Kubah Lava Kie Besi, temperatur magma mengalami
penurunan menjadi 9500 C – 10750 C dan membentuk magma andesit basaltik. Magma
tersebut membentuk satuan Kubah Lava Kie Besi dengan litologi berupa andesit bearing-
olivin dan andesit piroksen. Andesit bearing-olivin tersusun oleh fenokris plagioklas,
klinopiroksen, ortopiroksen, hornblenda, olivin, dan magnetit dalam masadasar gelas
volkanik, mikrolit plagioklas, mineral opak, dan kristal halus piroksen. Sedangkan andesit
piroksen tersusun oleh fenokris terdiri dari plagioklas, klinopiroksen, ortopiroksen,
hornblenda, dan magnetit dalam masadasar gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral
opak, dan kristal halus piroksen. Tekstur mikro plagioklas yang dominan pada satuan Kubah
Lava Kie Besi meliputi coarse-sieve, fine oscillatory zoning, fine-sieve, resorption, dan
glomerocryst (Tabel V.3).

78
Tabel V.3 Persentase kehadiran tekstur mikro pada plagioklas satuan Kubah Lava Kie Besi
Tekstur Mikro % Kehadiran
Coarse-sieve 21
Fine oscillatory zoning 19
Fine-sieve 16
Resorption 16
Glomerocryst 11
Synneusis 6
Swallow-tail crystal 5
Broken crystal 5
TOTAL 100

Kehadiran tekstur mikro plagioklas tersebut menunjukkan proses magmatik yang dominan
saat pembentukan satuan Kubah Lava Kie Besi adalah proses konveksi yang dibuktikan oleh
kehadiran tekstur fine oscillatory zoning dan glomerocryst. Proses dominan lain adalah
proses pemanasan oleh recharge atau injeksi magma lebih basaltik dimana proses ini
memicu proses pemanasan/heating dan disolusi pada dapur magma.

Pada magma pembentuk satuan Kubah Lava Kie Besi, intensitas injeksi magma basaltik
menunjukkan penurunan dibandingkan magma pembentuk satuan Lava Powate. Penurunan
intensitas tersebut dibuktikan oleh penurunan persentase kehadiran tekstur mikro fine-sieve
dan resorption pada plagioklas batuan volkanik satuan Kubah Lava Kie Besi dibandingkan
dengan satuan Lava Powate serta semakin sedikit hasil scanline kuantitatif pada fenokris
penyusun satuan Kubah Lava Kie Besi yang menunjukkan kenaikan unsur Mg atau Ca pada
bagian middle atau rim mineral, seperti kenaikan unsur Mg pada bagian middle mineral
klinopiroksen (Gambar IV.40) dan pola kenaikan unsur Ca pada bagian core mineral menuju
bagian rim mineral plagioklas (Gambar IV.48).

Selain proses konveksi dan injeksi magma basaltik, proses dekompresi adiabatik juga terjadi
saat magma naik dari dapur magma dalam ke dapur magma yang lebih dangkal yang
dibuktikan oleh kehadiran tekstur mikro coarse-sieve. Proses perkembangan magma diakhiri
oleh proses pendinginan yang membentuk satuan Kubah Lava Kie Besi (KlKb) (Gambar
V.8).

79
Gambar V.8 Ilustrasi model dinamika kristalisasi dan sistem dapur magma satuan Kubah Lava Kie
Besi (KlKb) (modifikasi Renjith, 2014). Titik A, B, dan C merupakan titik acuan garis penampang
pada Peta Geologi Gunungapi Kie Besi (Lampiran A).

80
BAB VI
KESIMPULAN

Berdasarkan data dan pembahasan yang telah disampaikan pada bab sebelumnya, maka dari
penelitian ini dapat disimpulkan:
1. a. Satuan Lava Malapa
Litologi satuan ini adalah andesit piroksen dengan fenokris plagioklas (An36-59),
klinopiroksen (augit-diopsid), hornblenda (magnesiohastingsit dan pargasit),
ortopiroksen (klinoenstantit), magnetit, ilmenit, dan olivin (Fo54-87) dalam masadasar
yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral opak, dan kristal halus
piroksen. Tekstur dan struktur yang teramati adalah aliran dan vesikuler.

b. Satuan Lava Powate


Litologi satuan ini adalah basalt olivin dengan fenokris plagioklas (An58-73),
klinopiroksen (pigeonit-augit), olivin (Fo57-74), ortopiroksen (klinoenstantit), magnetit,
dan ilmenit dalam masadasar yang tersusun oleh gelas volkanik, mikrolit plagioklas,
mineral opak, dan kristal halus piroksen. Tekstur dan struktur yang teramati adalah
intersertal dan vesikuler.

c. Satuan Kubah Lava Kie Besi


Litologi satuan ini adalah andesit piroksen dan andesit bearing-olivin. Litologi andesit
piroksen tersusun oleh fenokris plagioklas (An42-56), klinopiroksen (augit),
ortopiroksen (klinoenstantit), hornblenda (magnesiohastitngsit), dan magnetit dalam
masadasar gelas volkanik, mikrolit plagioklas, kristal halus piroksen, dan mineral
opak. Tekstur dan struktur yang teramati aliran dan vesikuler. Litologi andesit bearing-
olivin tersusun oleh fenokris plagioklas (An29-54), klinopiroksen (augit-diopsid),
ortopiroksen (klinoenstantit), hornblenda (magnesiohasitngsit dan pargasit), olivin
(Fo58-91), dan magnetit dalam masadasar gelas volkanik, mikrolit plagioklas, kristal
halus piroksen, dan mineral opak. Tekstur dan struktur yang teramati adalah aliran
dan vesikuler.

2. Afinitas magma pembentuk batuan volkanik Gunungapi Kie Besi adalah kalk-alkalin.
Temperatur magma pembentukan satuan Lava Malapa adalah 9500C – 10250C, satuan

81
Lava Powate adalah 11000C – 11750C, dan satuan Kubah Lava Kie Besi adalah 9500C
– 10750C dengan tekanan pembentukan 5 kbar.

3. Perkembangan magma Gunungapi Kie Besi diawali dengan pembentukan satuan Lava
Malapa oleh magma andesit basaltik dengan temperatur 9500C – 10250C. Magma
andesit basaltik pembentuk satuan ini dipengaruhi oleh proses konveksi, injeksi
magma basaltik yang memicu proses pemanasan dan disolusi, dan dekompresi
adiabatik. Injeksi magma tersebut berlangsung semakin intensif yang diikuti oleh
pencampuran magma membuat magma bersifat lebih basaltik dan temperatur magma
mengalami kenaikan menjadi 11000C – 11750C membentuk satuan Lava Powate.
Proses magmatik pada magma pembentuk satuan Lava Powate sangat dipengaruhi
oleh proses injeksi magma basaltik yang membuat proses pemanasan dan disolusi
berjalan lebih intensif disertai proses dekompresi adiabatik dan konveksi saat magma
bergerak ke permukaan yang diakhiri oleh proses pendinginan. Selanjutnya terjadi
penurunan temperatur pada dapur magma menghasilkan magma andesit basaltik
dengan temperatur 9500C – 10750C dan membentuk satuan Kubah Lava Kie Besi.
Dapur magma saat itu sangat dipengaruhi oleh proses konveksi, injeksi magma
basaltik, dekompresi adiabatik, dan diakhiri oleh proses pendinginan.

82
DAFTAR PUSTAKA

Budianto, A. dan Dahlan, A. (2015), Penelitian tephra/Kubah Lava Gunungapi Kie Besi
Provinsi Maluku Utara, Laporan Lapangan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi, 23 halaman.
Coombs, M. L. dan Gardner, J. E. (2004): Reaction rim growth on olivine in silicate melts:
Implications for magma mixing, American Mineralogist, 89, 748-759.
Deer, W.A., Howie, R.A., dan Zussman, J. (1997): Rock-Forming Minerals, Volume 2A:
Single-Chain Silicates, Geological Society of London, London, 680 halaman.
Darman, H. dan Sidi, F.H. (2000): An Outline of The Geology of Indonesia, Ikatan Ahli
Geologi Indonesia – IAGI, Jakarta, 205 halaman.
Hall, R., Audley-Charles, M.G., Banner, F.T., Hidayat, S., dan Tobing, S.L. (1988): Late
Paleogene–Quaternary geology of Halmahera, Eastern Indonesia: initiation of a
volcanic island arc, Journal of the Geology Society, London, 145, 577-590.
Hall, R. (2000): Neogene History of Collision in the Halmahera Region, Indonesia,
Proceedings of the Indonesian Petroleum Association 27th Annual Convention,
Jakarta, Indonesia, 487-493.
Huebner, J.S. dan Turnock, A.C. (1980). The melting relations at 1 bar of pyroxenes
composed largely of Ca-, Mg-, and Fe-bearing components, American Mineralogist,
65, 225-271.
Leake, B.E., Wooley, A.R., Arps, C.E.S., Birch, W.D., Gilbert, M.C., Grice, J.D.,
Hawthorne, F.C., Kato, Akira, Kisch, H.J., Krivovichev, V.G., Linthout, Kees, Laird,
Jo, Mandarino, J.A., Maresch, W.V., Nickel, E.H., Rock, N.M.S., Schumacer, J.C.,
Smith, D.C., Stephenson, N.C.N., Ungaretti, Luciano, Whittaker, E.J.W., dan Youzhi,
Guo. (1997): Nomenclature of Amphiboles: Report of The Subcommittee on
Amphiboles of The International Mineralogical Association, Commission on New
Minerals and Minerals Names. The Canadian Mineralogist, 35, 219-246.
Lindsley, D.H. (1983): Pyroxene thermometry, American Mineralogist, 68, 477-593.
Leterrier, J., Maury, R. C., Thonon, P., Girard, D., dan Marchal, M. (1982): Clinopyroxene
composition as a method of identification of the magmatic affinities of paleo-volcanic
series, Earth and Planetary Science Letters, 59, 139-154.

83
Morimoto, N., Fabries, J., Ferguson, A.K., Ginzburg, I.V., Ross, M., Seifert, F.A., Zussman,
J., Aoki, K., dan Gottardi, G. (1988): Nomenclature of pyroxene, American
Mineralogist, 73, 1123-1133.
Renjith, M.L. (2014): Micro-textures in plagioclase from 1994-1995 eruption, Barren Island
Volcano: Evidence of dynamic magma plumbing system in the Andaman subduction
zone, Geoscience Frontiers, 5, 113-126.
Sasongko, Y. dan Mulyana, A.R. (1999), Laporan Pemetaan Geologi Gunungapi Kie Besi
(Makian), Kab. Maluku Utara, Prov. Maluku, Laporan Lapangan, Pusat Vulkanologi
dan Mitigasi Bencana Geologi, 55 halaman.
Streckeisen, A. (1979): Classification and nomenclature of volcanic rocks, lamprophyres,
carbonatites, and melilitic rocks: Recommendations and suggestions of the IUGS
Submission on the Systematics of Igneous Rocks, The Geological Society of America,
Geology, 7, 331-335.
Whitney, D.L. dan Evans, B.W. (2010): Abbreviations for names of rock-forming minerals,
American Mineralogist, 95, 185-187.
Williams, H., Turner, F.J., dan Gilbert, C.M. (1955). PETROGRAPHY An Introduction to
the Study of Rocks in Thin Sections, W.H. Freeman and Company, San Fransisco, 405
halaman.
www.gabbrosoft.org. Diakses 11 Mei 2017
www.google.com/earth/ Diakses 8 Mei 2017

84
LAMPIRAN

85
LAMPIRAN A
PETA GEOLOGI DAN PENAMPANG
(Modifikasi dari Sasongko dan Mulyana, 1999)
Penampang A-B-C
Skala Horisontal : Skala Vertikal = 1 : 2

SW SE

Penampang X-B-Z
Skala Horisontal : Skala Vertikal = 1 : 2

SSW NNE
LAMPIRAN B
PETA LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL
PETA LOKASI PENGAMBILAN SAMPEL

Satuan yang digunakan


untuk analisis petrologi
dan mineralogi

(Modifikasi dari Sasongko dan Mulyana, 1999; dan Budianto dan Dahlan, 2015)
LAMPIRAN C
DESKRIPSI PETROGRAFI
No. sampel : Lava Kubah 1 Satuan Batuan : Kubah Lava Kie Besi (KlKb)
Nama Batuan : Andesit bearing-olivin (William dkk., 1955)

Deskripsi mikroskopis:
Sayatan batuan andesit bearing-olivin bertekstur hipokristalin porfiritik tersusun oleh fenokris
(34%) yang terdiri dari plagioklas (E3), klinopiroksen (F5), ortopiroksen, hornblenda (G4),
mineral opak (C6), dan olivin, berukuran 0,25 – 2 mm berbentuk subhedral – anhedral tertanam
dalam masadasar (60%) yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral opak, dan
kristal halus piroksen. Tekstur dan struktur yang hadir adalah aliran dan vesikuler.
 Plagioklas (34%), sebagai fenokris (18%), berukuran 0,25 – 1,75 mm, subhedral-anhedral,
jenis andesin (An33-49), setempat terkorosi, terdapat sieve texture dan zonasi, setempat
glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak, setempat kumuloporfiritik, sebagai
masadasar (16%) berbentuk mikrolit.
 Piroksen (11%) terdiri dari fenokris klinopiroksen (5%) dan ortopiroksen (3%), berukuran
0,125 – 2 mm, subhedral – anhedral, kembaran polisintetik, setempat glomeroporfiritik
bersama plagioklas dan mineral opak, setempat kumuloporfiritik, sebagai masadasar (3%).
 Hornblenda (3%), sebagai fenokris (3%, berukuran 0,75 mm, subhedral, terdapat reaksi rim
oleh mineral opak.
 Olivin (2%), sebagai fenokris (2%), berukuran 0,125 – 0,25 mm, subhedral, terkorosi.
 Mineral opak (6%), sebagai fenokris (3%), berukuran 0,25 mm, subhedral, glomeroporfiritik
bersama piroksen dan plagioklas, sebagai masadasar (3%).
 Gelas volkanik (38%), sebagai masadasar yang menyebar merata.
 Vesikuler (6%).
No. sampel : Lava Kubah 2 Satuan Batuan : Kubah Lava Kie Besi (KlKb)
Nama batuan : Andesit bearing-olivin (William dkk., 1955)

Deskripsi mikroskopis:
Sayatan batuan andesit bearing-olivin, bertekstur hipokristalin porfiritik tersusun oleh fenokris
(33%) yang terdiri dari plagioklas (C7), klinopiroksen (H2), ortopiroksen (G2), hornblenda,
olivin, dan mineral opak (D4), berukuran 0,125 – 2,5 mm, euhedral – anhedral, tertanam dalam
masadasar (62%) yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral opak, dan kristal
halus piroksen. Tekstur dan struktur yang hadir adalah aliran dan vesikuler.
 Plagioklas (27%), sebagai fenokris (15%), berukuran 0,125 – 1,75 mm, euhedral – subhedral,
jenis andesin – labradorit (An37-52), setempat terkorosi, terdapat sieve texture, dan terdapat
zonasi, setempat kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral
opak, sebagai masadasar (12%) berbentuk mikrolit.
 Piroksen (13%) terdiri dari fenokris klinopiroksen (7%) dan ortopiroksen (3%) berukuran
0,125 – 2,5 mm, subhedral – anhedral, kembaran polisintetik, setempat kumuloporfiritik,
setempat glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral opak, Sebagai masadasar (3%).
 Olivin (2%), sebagai fenokris (2%) berukuran 0,125 mm, subhedral – anhedral, terkorosi.
 Hornblenda (3%), sebagai fenokris (2 %) berukuran 0,25 mm, subhedral, terdapat reaksi rim
opak.
 Mineral opak (8%), sebagai fenokris (3%) berukuran 0,125 mm, subhedral, glomeroporfiritik
bersama plagioklas dan piroksen, sebagai masadasar (5%).
 Gelas volkanik (42%), sebagai masadasar.
 Vesikuler (5%).
No. sampel : Lava Kubah 3 Satuan Batuan : Kubah Lava Kie Besi (KlKb)
Nama batuan : Andesit bearing-olivin (William dkk., 1955)

Deskripsi mikrosopis:
Sayatan batuan andesit bearing-olivin bertekstur hipokristalin porfiritik tersusun oleh fenokris
(39%) yang terdiri dari plagioklas (F2), klinopiroksen (B3), ortopiroksen, hornblenda (G6),
olivin, dan mineral opak, berukuran 0,125 – 2,5 mm, euhedral – anhedral tertanam dalam
masadasar (55%) yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral opak, dan kristal
halus piroksen. Tekstur dan struktur yang hadir adalah aliran dan vesikuler.
 Plagioklas (30%), sebagai fenokris (18 %), berukuran 0,125 – 2,5 mm, euhedral – subhedral,
jenis oligoklas – labradorit (An29-54), setempat terdapat zonasi dan sieve texture, setempat
terkorosi, setempat kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama piroksen dan
mineral opak, sebagai masadasar (12 %) berbentuk mikrolit dengan persebaran merata.
 Piroksen (15%) terdiri dari fenokris klinopiroksen (7%) dan ortopiroksen (5%), berukuran
0,125 – 2,5 mm, subhedral – anhedral, kembaran polisintetik, setempat glomeroporfiritik
bersama plagioklas dan mineral opak, sebagai masadasar (3%).
 Hornblenda (3%), sebagai fenokris, berukuran 0,5 mm, subhedral, terdapat reaksi rim opak.
 Olivin (3%), sebagai fenokris berukuran 0,375 – 0,875 mm, subhedral, terkorosi.
 Mineral opak (6%), sebagai fenokris (3%), berukuran 0,125 – 0,25 mm, subhedral,
glomeroporfiritik bersama piroksen dan plagioklas, sebagai masadasar (3%).
 Gelas volkanik (37%), sebagai masadasar.
 Vesikuler (6%).
No. sampel : Lava Kubah 4 Satuan Batuan : Kubah Lava Kie Besi (KlKb)
Nama Batuan : Andesit bearing-olivin (William dkk., 1955)

Deskripsi mikroskopis:
Sayatan batuan andesit bearing-olivin bertekstur hipokristalin porfiritik tersusun oleh fenokris
(32%) yang terdiri dari plagioklas (H1), klinopiroksen (F5), ortopiroksen (C4), mineral opak
(G3), hornblenda, dan olivin (H3), berukuran 0,125 – 2,25 mm dengan bentuk subhedral –
anhedral yang tertanam dalam masadasar (63%) yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit
plagioklas, mineral opak, dan kristal halus piroksen. Struktur yang hadir adalah vesikuler.
 Plagioklas (25%), sebagai fenokris (15%), berukuran 0,25 – 2 mm yang subhedral, jenis
andesin (An45-49), setempat terkorosi membentuk sieve texture dan terdapat zonasi, setempat
kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak, sebagai
masadasar (10%) berbentuk mikrolit yang menyebar merata.
 Piroksen (13%) terdiri dari fenokris klinopiroksen (5%) dan ortopiroksen (5%) berukuran
0,25 – 2,25 mm berbentuk subhedral – anhedral, kembaran polisintetik, setempat
kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral opak, sebagai
masadasar (3%).
 Olivin (2%), sebagai fenokris berukuran 0,125 – 0,25 mm, subhedral, terkorosi.
 Hornblenda (2%), sebagai fenokris berukuran 0,25 mm, subhedral, terdapat reaksi rim opak.
 Mineral opak (8%), sebagai fenokris (3%) berukuran 0,125 – 0,25 mm, berbentuk subhedral,
setempat glomeroporfiritik bersama piroksen dan plagioklas, sebagai masadasar (5%).
 Gelas volkanik (45%), sebagai masadasar.
 Vesikuler (5%)
No. sampel : Lava Kubah 5 Satuan Batuan: Kubah Lava Kie Besi (KlKb)
Nama batuan : Andesit bearing-olivin (William dkk., 1955)

Deskripsi mikrosopis:
Sayatan batuan Andesit bearing-olivin bertekstur hipokristalin porfiritik yang tersusun oleh
fenokris (28%) yang terdiri dari plagioklas (B4), klinopiroksen (G2), ortopiroksen (E3),
hornblenda (C6), olivin, dan mineral opak (F4), berukuran kristal 0,125 – 2 mm, subhedral –
anhedral yang tertanam dalam masadasar (67%) yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit
plagioklas, mineral opak, dan kristal halus piroksen. Struktur vesikuler.
 Plagioklas (29%), sebagai fenokris (15%), berukuran 0,25 – 2 mm, euhedral – subhedral,
jenis andesin (An35-49), setempat terkorosi membentuk sieve texture dan terdapat zonasi,
sebagian kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak,
sebagai masadasar (14%) berbentuk mikrolit dengan persebaran merata.
 Piroksen (10%) terdiri dari fenokris klinopiroksen (5%) dan ortopiroksen (2%) berukuran
0,25 – 1,25 mm, subhedral – anhedral, setampat kembaran polisintetik, sebagian
kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral opak, sebagai
masadasar (3%).
 Hornblenda (2%), sebagai fenokris berukuran 0,75 mm, terkorosi, terdapat reaksi rim opak.
 Olivin (2%), sebagai fenokris berukuran 0,125 – 0,25 mm, subhedral, terkorosi.
 Mineral opak (5%), sebagai fenokris (2%) berukuran 0,125 – 0,375 mm, berbentuk
subhedral, glomeroporfiritik bersama plagioklas dan piroksen, sebagai masadasar (3%).
 Gelas volkanik (47%), sebagai masadasar.
 Vesikuler (5%)
No. sampel : KBWN-10JP (Fragmen) Satuan Batuan: Kubah Lava Kie Besi (KlKb)
Nama batuan : Andesit piroksen (William dkk., 1955)

Deskripsi mikrosopis:
Sayatan batuan andesit piroksen bertekstur hipokristalin porfiritik yang tesusun oleh fenokris
(46%) yang terdiri dari plagioklas (E2), klinopiroksen (A4), hornblenda, mineral opak (A5), dan
ortopiroksen (H5), berukuran 0,125 – 2,5 mm dengan bentuk subhedral – anhedral yang
tertanam dalam masadasar (46%) yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral
opak, dan kristal halus piroksen. Struktur vesikuler dan ada perbedaan warna pada masadasar.
 Plagioklas (37%), sebagai fenokris (25%), berukuran 0,25 – 2,5 mm, jenis andesin–
labradorit (An49-54), subhedral – anhedral, setempat menunjukkan terkorosi dan sieve texture,
serta zonasi, setempat glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak, sebagai
masadasar (12%) berbentuk mikrolit yang menyebar merata.
 Piroksen (16%), sebagai fenokris klinopiroksen (8%) dan ortopiroksen (3%), berukuran 0,25
– 1,75 mm, subhedral – anhedral, setempat kembaran polisintetik, setempat kumuloporfiritik,
setempat glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral opak, sebagai masadasar (5%).
 Hornblenda (5%), sebagai fenokris berukuran 0,5 – 0,75 mm, subhedral – anhedral, terkorosi,
terdapat reaksi rim mikrolit plagioklas, mineral opak, dan kristal piroksen.
 Mineral opak (12%), sebagai fenokris (5%) berukuran 0,125 – 0,5 mm, subhedral – anhedral,
glomeroporfiritik bersama plagioklas dan piroksen, sebagai masadasar (7%).
 Gelas Volkanik (22%), sebagai masadasar.
 Vesikuler (8%).
No. sampel : KBWN-10JP (Fragmen Litik) Satuan Batuan: Kubah Lava Kie Besi (KlKb)
Nama batuan : Andesit piroksen (William dkk., 1955)

Deskripsi mikrosopis:
Sayatan batuan andesit piroksen bertekstur hipokristalin porfiritik yang tersusun oleh fenokris
(38%) yang terdiri dari plagioklas (H2), klinopiroksen (F3), mineral opak (E5), ortopiroksen
(C5), dan hornblenda, berukuran 0,125 – 3 mm dengan bentuk subhedral – anhedral yang
tertanam dalam masadasar (55%) yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral
opak, dan kristal halus piroksen. Tekstur dan struktur yang hadir adalah aliran dan vesikuler.
 Plagioklas (39%), sebagai fenokris (22%), berukuran 0,25 – 3 mm, jenis andesin – labradorit
(An42-56), subhedral – anhedral, sebagian menunjukkan zonasi dan terkorosi membentuk
sieve texture, sebagian kumuloporfiritik, sebagai masadasar (17%) berbentuk mikrolit yang
menyebar merata.
 Piroksen (12%) terdiri dari fenokris klinopiroksen (6%) dan ortopiroksen (3%), berukuran
0,375 – 1,25 mm, subhedral – anhedral, sebagian terkorosi dan teroksidasi. Setempat
kumuloporfiritik, sebagai masadasar (3%).
 Hornblenda (3%) sebagai fenokris berukuran 1 mm, subhedral, terkorosi.
 Mineral opak (7%), sebagai fenokris (4%) berukuran 0,125 – 0,375 mm, subhedral –
anhedral, sebagai masadasar (3%).
 Gelas Volkanik (32%), sebagai masadasar.
 Vesikuler (7%).
No. sampel : KBWN-11JP Satuan Batuan: Kubah Lava Kie Besi (KlKb)
Nama batuan : Andesit piroksen (William dkk., 1955)

Deskripsi mikrosopis:
Sayatan batuan andesit piroksen bertekstur hipokristalin porfiritik yang tersusun oleh fenokris
(41%) yang terdiri dari plagioklas (F4), klinopiroksen (G5), mineral opak (D3), dan
ortopiroksen, berukuran 0,25 – 3,75 mm dengan bentuk subhedral – anhedral yang tertanam
dalam masadasar (52%) yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, dan mineral opak.
Tekstur yang hadir adalah aliran dan poikilitik setempat. Tekstur dan struktur yang hadir adalah
aliran dan vesikuler.
 Plagioklas (41%), sebagai fenokris (26%), berukuran 0,25 – 1,75 mm, jenis andesin –
labradorit (An43-56), subhedral – anhedral, sebagian menunjukkan zonasi dan terkorosi
membentuk sieve texture, setempat kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama
piroksen dan mineral opak, sebagai masadasar (15%) berbentuk mikrolit yang menyebar
merata.
 Piroksen (11%) sebagai fenokris klinopiroksen (8%) dan ortopiroksen (3%) berukuran 0,5 –
3,75 mm, subhedral – anhedral, sebagian terkorosi, terdapat kembaran polisintetik, setempat
kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral opak.
 Mineral opak (6%), sebagai fenokris (4%) berukuran 0,25 – 0,375 mm, subhedral – anhedral,
glomeroporfiritik bersama plagioklas dan piroksen, sebagai masadasar (2%).
 Gelas Volkanik (35%), sebagai masadasar.
 Vesikuler (7 %).
No. sampel : KBWP-3L Satuan Batuan: Lava Powate (LP)
Nama batuan : Basalt olivin (William dkk., 1955)

Deskripsi mikrosopis:
Sayatan batuan basalt olivin bertekstur hipokristalin porfiritik yang tersusun oleh fenokris (32%)
yang terdiri dari plagioklas (D4), klinopiroksen (H2), ortopiroksen (H7), olivin, dan mineral
opak (A6), berukuran 0,125 – 2 mm dengan bentuk subhedral – anhedral yang tertanam dalam
masadasar (64%) yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral opak, dan kristal
halus piroksen. Setempat terdapat tekstur khusus intersertal. Struktur vesikuler.
 Plagioklas (42%), sebagai fenokris (20%), berukuran 0,125 – 2 mm yang subhedral, jenis
labradorit – bitownit (An60-72), sebagian terkorosi dan terdapat sieve texture, setempat
kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak, sebagai
masadasar (22%) berbentuk mikrolit yang menyebar merata.
 Piroksen (12%) terdiri dari fenokris klinopiroksen (4%) dan ortopiroksen (3%) berukuran
0,125 – 1,5 mm, subhedral – anhedral, setempat kembaran polisintetik, setempat
glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral opak, setempat kumuloporfiritik, sebagai
masadasar (5%).
 Olivin (3%), sebagai fenokris berukuran 0,25 – 0,5 mm yang subhedral, terkorosi.
 Mineral opak (14%), sebagai fenokris (2%) berukuran 0,125 – 0,25 mm, subhedral –
anhedral, glomeroporfiritik bersama plagioklas dan piroksen, sebagai masadasar (12%)
 Gelas volkanik (25%), sebagai masadasar.
 Vesikuler (4%).
No. sampel : KBWP-3BLV Satuan Batuan: Lava Powate (LP)
Nama batuan : Basalt olivin (William dkk., 1955)

Deskripsi mikrosopis:
Sayatan batuan basalt olivin bertekstur kriptokristalin porfiritik yang tersusun oleh fenokris
(38%) yang terdiri dari plagioklas (A3), klinopiroksen (C6), mineral opak (C4), dan olivin (A6),
berukuran 0,125 – 2 mm dengan bentuk subhedral – anhedral yang tertanam dalam masadasar
(56%) yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral opak, dan kristal halus
piroksen. Setempat terdapat tekstur khusus intersertal dan struktur vesikuler.
 Plagioklas (37%), sebagai fenokris (22%) berukuran 0,25 – 2 mm, subhedral – anhedral,
jenis labradorit – bitownit (An58-73), setempat menunjukkan zonasi, terkorosi dan terdapat
sieve texture, setempat kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama piroksen dan
mineral opak, sebagai masadasar (15%) yang berbentuk mikrolit dengan persebaran merata.
 Piroksen (13%) yang terdiri dari fenokris klinopiroksen (5%) dan ortopiroksen (3%)
berukuran 0,125 – 1,75 mm berbentuk subhedral - anhedral, setempat kembaran polisintetik,
setempat kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral opak,
sebagai masadasar (5%).
 Olivin (5%), sebagai fenokris berukuran 0,125 – 0,25 mm, subhedral, setempat terkorosi.
 Mineral opak (8%), sebagai fenokris (3%) berukuran 0,125 – 0,5 mm, berbentuk subhedral,
glomeroporfiritik bersama plagioklas dan piroksen, sebagai masadasar (5%).
 Gelas Volkanik (31%), sebagai masadasar.
 Vesikuler (6%).
No. sampel : KBM-3FL Satuan Batuan: Lava Malapa (LMp)
Nama batuan : Andesit piroksen (William dkk., 1955)

Deskripsi mikrosopis:
Sayatan batuan andesit piroksen bertekstur hipokristalin porfiritik tersusun oleh fenokris (42%)
yang terdiri dari plagioklas (G5), klinopiroksen (D5), ortopiroksen, mineral opak (F3), dan
olivin, berukuran 0,125 – 3,25 mm, subhedral – anhedral yang tertanam dalam masadasar (55%)
yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral opak dan kristal halus piroksen.
Tekstur dan struktur yang hadir adalah aliran dan vesikuler.
 Plagioklas (40%), sebagai fenokris (25%) berukuran 0,25 – 1,75 mm, subhedral – anhedral,
jenis andesin – labradorit (An41-52), sebagian terdapat zonasi dan terkorosi membentuk sieve
texture, sebagian kumuloporfiritik, sebagai masadasar (15%) berbentuk mikrolit yang
menyebar merata.
 Piroksen (17%) terdiri dari fenokris klinopiroksen (9%) dan ortopiroksen (3%) berukuran
0,25 – 3,25 mm, subhedral – anhedral, sebagian terkorosi, setempat kumuloporfiritik, sebagai
masadasar (5%).
 Olivin (1%), sebagai fenokris berukuran 0,125 – 0,25 mm, subhedral, terkorosi.
 Mineral opak (14 %), sebagai fenokris (4%) berukuran 0,125 – 0,25 mm, subhedral –
anhedral, sebagai masadasar (10%).
 Gelas Volkanik (25%), sebagai masadasar.
 Vesikuler (3%).
No. sampel : KBM-2FL Satuan Batuan: Lava Malapa (LMp)
Nama batuan : Andesit piroksen (William dkk., 1955)

Deskripsi mikrosopis:
Sayatan batuan andesit piroksen bertekstur hipokristalin porfiritik tersusun oleh fenokris (44%)
yang terdiri dari plagioklas (C7), klinopiroksen (E4), ortopiroksen (D2), hornblenda, mineral
opak (D3), dan olivin, berukuran 0,25 – 2 mm, subhedral – anhedral yang tertanam dalam
masadasar (54%) yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, kristal halus piroksen,
dan mineral opak. Tekstur aliran dan struktur vesikuler.
 Plagioklas (43%), sebagai fenokris (23%), berukuran 0,25 – 1,75 mm, subhedral - anhedral,
jenis andesin - labradorit (An39-59), setempat terdapat zonasi dan terkorosi membentuk sieve
texture, setempat kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral
opak, sebagai masadasar (20%) berbentuk mikrolit yang menyebar merata.
 Piroksen (9%) terdiri dari fenokris klinopiroksen (6%) dan ortopiroksen (3%) berukuran 0,25
– 1,75 mm, subhedral – anhedral, sebagian terkorosi, sebagian kembaran polisintetik,
setempat kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral opak.
 Hornblenda (5%), sebagai fenokris berukuran 0,375 – 2 mm, euhedral – subhedral, terkorosi.
 Olivin (1%), sebagai fenokris berukuran 0,25 – 0,50 mm, subhedral – anhedral, terkorosi.
 Mineral opak (13%), sebagai fenokris (6%) berukuran 0,25 – 1,25 mm, subhedral – anhedral,
glomeroporfiritik bersama plagioklas dan piroksen, sebagai masadasar (7%).
 Gelas Volkanik (27%), sebagai masadasar.
 Vesikuler (2 %).
No. sampel : KBM-3L Satuan Batuan: Lava Malapa (LMp)
Nama batuan : Andesit piroksen (William dkk., 1955)

Deskripsi mikrosopis:
Sayatan batuan andesit piroksen bertekstur hipokristalin porfiritik tersusun oleh fenokris (39%)
yang terdiri plagioklas (B4), hornblenda, klinopiroksen (D5), ortopiroksen (F2), mineral opak
(D2), dan olivin, berukuran 0,125 – 2,5 mm dengan bentuk subhedral - anhedral yang tertanam
dalam masadasar (55%) yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral opak, dan
kristal halus piroksen. Tekstur aliran dan struktur vesikuler.
 Plagioklas (43%), sebagai fenokris (23%) berukuran 0,25 – 2,5 mm, subhedral – anhedral,
jenis andesin – labradorit (An37-54), sebagian menunjukkan zonasi dan terkorosi membentuk
sieve texture, sebagian glomeroporfiritik bersama piroksen dan mineral opak, setempat
kumuloporfiritik, sebagai masadasar (20%) berbentuk mikrolit yang menyebar merata.
 Piroksen (9%) terdiri dari fenokris klinopiroksen (4%) dan ortopiroksen (2%) berukuran 0,25
– 0,75 mm, subhedral – anhedral, sebagian terkorosi. Setempat glomeroporfiritik bersama
plagioklas dan mineral opak, setempat kumuloporfiritik, sebagai masadasar (3%)
 Hornblenda (6%), sebagai fenokris berukuran 0,375 – 2,5 mm, subhedral, terkorosi, terdapat
reaksi rim opak.
 Olivin (1%), sebagai fenokris berukuran 0,125 – 0,25 mm, subhedral, segar, terkorosi.
 Mineral opak (10%), sebagai fenokris (3%) berukuran 0,125 – 0,25 mm, subhedral –
anhedral, glomeroporfiritik bersama plagioklas dan piroksen, sebagai masadasar (7%)
 Gelas Volkanik (25%), sebagai masadasar.
 Vesikuler (6%)
No. sampel : KBM-2L Satuan Batuan: Lava Malapa (LMp)
Nama batuan : Andesit piroksen

Deskripsi mikrosopis:
Sayatan batuan andesit piroksen bertekstur hipokristalin porfiritik yang tersusun oleh fenokris
(40%) yang terdiri dari plagioklas (F2), klinopiroksen (E5), hornblenda (D7), ortopiroksen
(E3), mineral opak (G4), dan olivin, berukuran 0,125 – 2,25 mm, subhedral – anhedral yang
tertanam dalam masadasar (55%) yang terdiri dari gelas volkanik, mikrolit plagioklas, mineral
opak, dan kristal halus piroksen. Tekstur aliran dan struktur vesikuler.
 Plagioklas (35%), sebagai fenokris (20%), berukuran 0,25 – 2,25 mm, subhedral – anhedral,
jenis andesin – labradorit (An36-58), sebagian menunjukkan zonasi dan terkorosi membentuk
sieve texture, setempat kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama piroksen dan
mineral opak, sebagai masadasar (15%) berbentuk mikrolit yang menyebar merata.
 Piroksen (14%) terdiri dari fenokris klinopiroksen (8%) dan ortopiroksen (3%) berukuran
0,25 – 1 mm, subhedral – anhedral, sebagian terkorosi, setempat kembaran polisintetik,
setempat kumuloporfiritik, setempat glomeroporfiritik bersama plagioklas dan mineral opak,
sebagai masadasar (3%)
 Hornblenda (4%), sebagai fenokris berukuran 0,25 mm, subhedral, korosi, reaksi rim opak.
 Olivin (1%), sebagai fenokris berukuran 0,125 – 0,25 mm, subhedral, terkorosi.
 Mineral opak (14%), sebagai fenokris (4%) berukuran 0,125 – 0,25 mm, subhedral –
anhedral, glomeroporfiritik bersama plagioklas dan piroksen, sebagai masadasar (10%).
 Gelas Volkanik (27%), sebagai masadasar.
 Vesikuler (5%).
LAMPIRAN D
DATA KIMIA MINERAL REPRESENTATIF
Sajian Data Kimia Mineral Olivin Representatif Sampel Lava Kubah 1 (KlKb).
Kode 11a 11b 11c 14a 14b 14c 26a 26b 26c 27a
Posisi Core Middle Rim Core Middle Rim Core Middle Rim Core
Unsur Utama (wt%)
SiO2 37,11 36,92 34,92 37,44 37,32 34,43 36,50 36,40 35,87 36,96
TiO2 0,06 0,09 0,00 0,07 0,04 0,01 0,13 0,00 0,05 0,00
Al2O3 0,03 0,05 0,05 0,03 0,04 0,13 0,00 0,12 0,13 0,00
Cr2O3 0,04 0,00 0,04 0,06 0,00 0,00 0,30 0,01 0,14 0,00
FeO 18,36 19,85 30,15 15,23 16,39 33,13 20,34 20,21 23,61 17,50
MnO 0,27 0,28 0,67 0,22 0,22 0,85 0,46 0,45 0,68 0,37
MgO 43,90 42,67 34,00 46,52 45,74 31,17 42,27 42,64 39,01 44,75
NiO 0,06 0,00 0,00 0,30 0,12 0,03 0,00 0,00 0,30 0,09
CaO 0,16 0,14 0,17 0,13 0,14 0,25 0,00 0,18 0,21 0,33
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 4 oksigen
Si 0,95 0,96 0,95 0,95 0,95 0,96 0,95 0,95 0,95 0,95
Ti 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Al 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Cr 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00
Fe 0,39 0,43 0,69 0,32 0,35 0,77 0,44 0,44 0,52 0,38
Mn 0,01 0,01 0,02 0,00 0,00 0,02 0,01 0,01 0,02 0,01
Mg 1,68 1,65 1,38 1,76 1,74 1,29 1,64 1,65 1,54 1,71
Ni 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00
Ca 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,01 0,01
Total 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,05 3,06 3,05 3,06
Fo (%mol) 80,77 79,07 66,29 84,29 83,08 62,05 78,37 78,63 74,11 81,70
Fa (%mol) 18,95 20,63 32,97 15,48 16,70 36,99 21,15 20,90 25,16 17,92
Tp (%mol) 0,28 0,29 0,74 0,23 0,23 0,96 0,48 0,47 0,73 0,38
Nama Mineral Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit
Keterangan: %Fo = % Fosterit (%Mg), %Fs = % Fayalit (%Fe), %Tp = % Tephroit (%Mn).
Sajian Data Kimia Mineral Olivin Representatif Sampel Lava Kubah 1 (KlKb) (Lanjutan).
Kode 27b 27c 28a 28b 28c 28d 28e 28f
Posisi Middle Rim Core Middle Rim Core Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 36,20 34,71 36,20 36,13 34,87 35,56 35,37 33,33
TiO2 0,17 0,00 0,08 0,00 0,00 0,00 0,18 0,00
Al2O3 0,00 0,18 0,07 0,01 0,00 0,00 0,15 0,01
Cr2O3 0,01 0,00 0,00 0,22 0,02 0,00 0,00 0,15
FeO 18,23 31,62 20,12 21,49 30,53 24,94 24,42 36,34
MnO 0,07 0,69 0,33 0,50 0,99 0,72 0,35 0,96
MgO 44,82 32,53 42,47 41,19 33,19 38,62 39,02 28,92
NiO 0,47 0,00 0,63 0,34 0,00 0,00 0,33 0,00
CaO 0,04 0,27 0,11 0,12 0,38 0,15 0,18 0,30
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 4 oksigen
Si 0,93 0,96 0,94 0,95 0,96 0,95 0,94 0,94
Ti 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Al 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Cr 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Fe 0,39 0,73 0,44 0,47 0,70 0,56 0,54 0,86
Mn 0,00 0,02 0,01 0,01 0,02 0,02 0,01 0,02
Mg 1,72 1,34 1,65 1,61 1,36 1,53 1,55 1,22
Ni 0,01 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00
Ca 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,01
Total 3,06 3,05 3,06 3,05 3,05 3,06 3,06 3,06
Fo (%mol) 81,37 64,22 78,73 76,95 65,24 72,84 73,74 58,02
Fa (%mol) 18,56 35,01 20,92 22,52 33,66 26,38 25,88 40,89
Tp (%mol) 0,07 0,77 0,35 0,53 1,11 0,77 0,38 1,09
Nama Mineral Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit

Keterangan: %Fo = % Fosterit (%Mg), %Fs = % Fayalit (%Fe), %Tp = % Tephroit (%Mn).
Sajian Data Kimia Mineral Olivin Representatif Sampel Lava Kubah 5 (KlKb).
Kode 4a 4b 4c 11a 11b 11c 12a 12b 12c 13a
Posisi Core Middle Rim Core Middle Rim Core Middle Rim Core
Unsur Utama (wt%)
SiO2 36,95 37,39 36,50 37,98 37,30 35,38 36,56 36,96 34,70 36,32
TiO2 0,21 0,00 0,00 0,00 0,12 0,00 0,17 0,06 0,00 0,23
Al2O3 0,00 0,16 0,00 0,00 0,12 0,12 0,17 0,10 0,32 0,13
Cr2O3 18,34 17,71 20,86 15,48 15,61 24,65 18,71 20,93 32,76 19,06
FeO 0,18 0,32 0,00 0,22 0,11 0,61 0,52 0,44 1,74 0,31
MnO 44,21 44,06 42,36 45,52 46,21 38,28 43,02 41,21 30,20 43,56
MgO 0,11 0,07 0,08 0,22 0,18 0,44 0,03 0,22 0,05 0,39
NiO 0,00 0,05 0,20 0,57 0,00 0,50 0,67 0,08 0,16 0,00
CaO 0,00 0,24 0,00 0,00 0,36 0,03 0,14 0,00 0,06 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 4 oksigen
Si 0,95 0,96 0,95 0,97 0,95 0,95 0,95 0,96 0,96 0,94
Ti 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Al 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00
Cr 0,39 0,38 0,45 0,33 0,33 0,55 0,40 0,46 0,76 0,41
Fe 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,01 0,04 0,01
Mn 1,69 1,68 1,64 1,72 1,75 1,53 1,66 1,60 1,25 1,68
Mg 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,01 0,00 0,01 0,00 0,01
Ni 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00
Ca 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Total 3,05 3,04 3,05 3,04 3,05 3,06 3,05 3,04 3,03 3,06
Fo (%mol) 80,97 81,33 78,36 83,79 90,98 72,98 79,95 77,46 60,93 80,03
Fa (%mol) 18,84 18,34 21,64 15,98 8,91 26,36 19,50 22,07 37,07 19,64
Tp (%mol) 0,19 0,34 0,00 0,23 0,11 0,66 0,55 0,47 1,99 0,32
Nama Mineral Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit
Keterangan: %Fo = % Fosterit (%Mg), %Fs = % Fayalit (%Fe), %Tp = % Tephroit (%Mn).
Sajian Data Kimia Mineral Olivin Representatif Sampel Lava Kubah 5 (KlKb) (Lanjutan).
Kode 13b 13c 14a 14b 14c 15a 15b 15c
Posisi Middle Rim Core Middle Rim Core Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 37,33 36,75 37,91 38,37 36,67 36,14 38,25 36,14
TiO2 0,00 0,00 0,00 0,28 0,15 0,00 0,05 0,04
Al2O3 0,08 0,17 0,00 0,23 0,14 0,03 0,14 0,12
Cr2O3 18,76 19,03 11,26 11,65 17,78 19,07 17,37 21,90
FeO 0,08 0,23 0,12 0,07 0,54 0,30 0,58 0,65
MnO 43,65 43,40 50,70 49,28 44,54 43,65 43,28 40,86
MgO 0,09 0,09 0,00 0,12 0,17 0,17 0,00 0,29
NiO 0,00 0,32 0,00 0,00 0,00 0,52 0,02 0,00
CaO 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,12 0,29 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 4 oksigen
Si 0,96 0,95 0,94 0,95 0,94 0,94 0,98 0,95
Ti 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00
Al 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00
Cr 0,40 0,41 0,23 0,24 0,38 0,41 0,37 0,48
Fe 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,01 0,01 0,01
Mn 1,67 1,67 1,88 1,83 1,71 1,69 1,65 1,60
Mg 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01
Ni 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00
Ca 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00
Total 3,04 3,05 3,06 3,04 3,06 3,07 3,02 3,06
Fo (%mol) 80,51 80,07 88,82 88,23 81,25 80,07 81,12 76,36
Fa (%mol) 19,41 19,69 11,06 11,70 18,19 19,62 18,26 22,95
Tp (%mol) 0,08 0,24 0,12 0,07 0,56 0,31 0,62 0,69
Nama Mineral Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit
Keterangan: %Fo = % Fosterit (%Mg), %Fs = % Fayalit (%Fe), %Tp = % Tephroit (%Mn).
Sajian Data Kimia Mineral Olivin Representatif Sampel KBWP-3BLV (LP).
Kode 5a 5b 30a 30b 30c 31a 31b 31c 32a 32b
Posisi Core Rim Core Middle Rim Core Middle Rim Core Middle
Unsur Utama (wt%)
SiO2 35,98 39,16 34,50 36,07 34,76 35,34 34,93 35,36 35,79 35,50
TiO2 0,00 0,44 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Al2O3 0,31 2,42 0,16 0,29 0,02 0,04 0,03 0,00 0,02 0,00
Cr2O3 24,57 34,42 27,13 26,89 28,55 25,01 25,87 24,71 25,75 26,18
FeO 0,34 0,85 0,54 0,46 0,59 0,34 1,00 0,99 0,21 0,62
MnO 38,55 22,02 37,31 36,19 35,98 37,86 37,68 38,28 37,71 37,20
MgO 0,20 0,40 0,14 0,10 0,10 0,20 0,00 0,00 0,00 0,12
NiO 0,01 0,08 0,23 0,00 0,00 0,85 0,44 0,67 0,18 0,39
CaO 0,04 0,20 0,00 0,00 0,00 0,35 0,05 0,00 0,34 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 4 oksigen
Si 0,95 1,07 0,93 0,97 0,94 0,95 0,94 0,94 0,95 0,95
Ti 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Al 0,01 0,08 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Cr 0,54 0,79 0,61 0,60 0,65 0,56 0,58 0,55 0,57 0,59
Fe 0,01 0,02 0,01 0,01 0,01 0,01 0,02 0,02 0,00 0,01
Mn 1,52 0,90 1,50 1,44 1,45 1,51 1,51 1,52 1,50 1,49
Mg 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00
Ni 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,02 0,01 0,01 0,00 0,01
Ca 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00
Total 3,05 2,89 3,07 3,03 3,06 3,06 3,06 3,06 3,04 3,05
Fo (%mol) 73,39 52,67 70,62 70,23 68,76 72,69 71,42 72,63 72,14 71,21
Fa (%mol) 26,24 46,18 28,80 29,27 30,60 26,93 27,50 26,30 27,63 28,11
Tp (%mol) 0,37 1,15 0,58 0,51 0,64 0,37 1,08 1,07 0,23 0,67
Nama Mineral Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit
Keterangan: %Fo = % Fosterit (%Mg), %Fs = % Fayalit (%Fe), %Tp = % Tephroit (%Mn).
Sajian Data Kimia Mineral Olivin Representatif Sampel KBWP-3BLV (LP) (Lanjutan).
Kode 1a 1b 1c 2a 2b 2c 3a 3b 3c 4a
Posisi Core Middle Rim Core Middle Rim Core Middle Rim Core
Unsur Utama (wt%)
SiO2 34,87 35,07 34,15 34,29 34,70 34,05 35,92 35,01 33,93 34,50
TiO2 0,00 0,01 0,09 0,08 0,00 0,06 0,00 0,25 0,00 0,04
Al2O3 0,07 0,15 0,12 0,17 0,00 0,03 0,12 0,15 0,10 0,21
Cr2O3 28,62 30,31 34,18 29,72 29,40 34,90 24,73 25,82 35,44 33,18
FeO 0,67 0,55 1,05 0,91 0,55 0,59 0,57 0,47 0,99 0,68
MnO 34,96 33,43 30,08 34,65 34,92 29,71 37,79 38,01 29,04 31,17
MgO 0,27 0,11 0,33 0,15 0,04 0,16 0,17 0,15 0,15 0,11
NiO 0,50 0,37 0,00 0,00 0,19 0,50 0,48 0,00 0,00 0,00
CaO 0,03 0,00 0,00 0,03 0,21 0,00 0,22 0,15 0,35 0,12
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 4 oksigen
Si 0,95 0,96 0,96 0,94 0,94 0,95 0,96 0,94 0,95 0,96
Ti 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00
Al 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01
Cr 0,65 0,69 0,80 0,68 0,67 0,82 0,55 0,58 0,83 0,77
Fe 0,02 0,01 0,02 0,02 0,01 0,01 0,01 0,01 0,02 0,02
Mn 1,42 1,36 1,25 1,41 1,42 1,24 1,50 1,52 1,22 1,29
Mg 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Ni 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00
Ca 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00
Total 3,06 3,04 3,05 3,06 3,05 3,05 3,04 3,06 3,04 3,04
Fo (%mol) 68,0244 65,88 60,34 66,84 67,51 59,87 72,69 72,04 58,69 62,13
Fa (%mol) 31,23 33,50 38,46 32,16 31,88 39,45 26,68 27,45 40,17 37,10
Tp (%mol) 0,74 0,62 1,20 1,00 0,60 0,68 0,62 0,51 1,14 0,77
Nama Mineral Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit
Keterangan: %Fo = % Fosterit (%Mg), %Fs = % Fayalit (%Fe), %Tp = % Tephroit (%Mn).
Sajian Data Kimia Mineral Olivin Representatif Sampel KBWP-3L (LP).
Kode 1a 1b 1c 2a 2b 2c 3a 3b 3c 4a
Posisi Core Middle Rim Core Middle Rim Core Middle Rim Core
Unsur Utama (wt%)
SiO2 34,87 35,07 34,15 34,29 34,70 34,05 35,92 35,01 33,93 34,50
TiO2 0,00 0,01 0,09 0,08 0,00 0,06 0,00 0,25 0,00 0,04
Al2O3 0,07 0,15 0,12 0,17 0,00 0,03 0,12 0,15 0,10 0,21
Cr2O3 28,62 30,31 34,18 29,72 29,40 34,90 24,73 25,82 35,44 33,18
FeO 0,67 0,55 1,05 0,91 0,55 0,59 0,57 0,47 0,99 0,68
MnO 34,96 33,43 30,08 34,65 34,92 29,71 37,79 38,01 29,04 31,17
MgO 0,27 0,11 0,33 0,15 0,04 0,16 0,17 0,15 0,15 0,11
NiO 0,50 0,37 0,00 0,00 0,19 0,50 0,48 0,00 0,00 0,00
CaO 0,03 0,00 0,00 0,03 0,21 0,00 0,22 0,15 0,35 0,12
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 4 oksigen
Si 0,95 0,96 0,96 0,94 0,94 0,95 0,96 0,94 0,95 0,96
Ti 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00
Al 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01
Cr 0,65 0,69 0,80 0,68 0,67 0,82 0,55 0,58 0,83 0,77
Fe 0,02 0,01 0,02 0,02 0,01 0,01 0,01 0,01 0,02 0,02
Mn 1,42 1,36 1,25 1,41 1,42 1,24 1,50 1,52 1,22 1,29
Mg 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Ni 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00
Ca 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00
Total 3,06 3,04 3,05 3,06 3,05 3,05 3,04 3,06 3,04 3,04
Fo (%mol) 68,0244 65,88 60,34 66,84 67,51 59,87 72,69 72,04 58,69 62,13
Fa (%mol) 31,23 33,50 38,46 32,16 31,88 39,45 26,68 27,45 40,17 37,10
Tp (%mol) 0,74 0,62 1,20 1,00 0,60 0,68 0,62 0,51 1,14 0,77
Nama Mineral Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit
Keterangan: %Fo = % Fosterit (%Mg), %Fs = % Fayalit (%Fe), %Tp = % Tephroit (%Mn).
Sajian Data Kimia Mineral Olivin Representatif Sampel KBWP-3L (LP) (Lanjutan).
Kode 4c 5a 5b 5c 6a 6b 6c 13a 13b 13c
Posisi Rim Core Middle Rim Core Middle Rim Core Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 34,07 35,54 35,60 34,56 34,76 34,37 34,43 34,83 35,38 34,47
TiO2 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,21 0,00 0,21 0,00 0,07
Al2O3 0,06 0,01 0,04 0,06 0,00 0,00 0,29 0,27 0,15 0,00
Cr2O3 37,33 27,40 27,94 33,44 29,35 30,50 32,71 28,60 28,59 32,87
FeO 0,44 0,80 0,48 1,19 0,69 0,57 0,71 0,67 0,60 0,78
MnO 27,84 36,08 35,61 30,25 34,84 34,09 31,10 35,19 35,18 31,36
MgO 0,18 0,16 0,34 0,20 0,14 0,13 0,20 0,23 0,07 0,17
NiO 0,00 0,00 0,00 0,16 0,00 0,13 0,30 0,00 0,00 0,27
CaO 0,08 0,00 0,00 0,14 0,23 0,00 0,27 0,00 0,02 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 4 oksigen
Si 0,96 0,96 0,96 0,96 0,95 0,94 0,95 0,95 0,96 0,96
Ti 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Al 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00
Cr 0,88 0,62 0,63 0,78 0,67 0,70 0,76 0,65 0,65 0,76
Fe 0,01 0,02 0,01 0,03 0,02 0,01 0,02 0,02 0,01 0,02
Mn 1,17 1,45 1,43 1,26 1,41 1,39 1,29 1,42 1,42 1,30
Mg 0,01 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,01
Ni 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01
Ca 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00
Total 3,04 3,05 3,05 3,04 3,05 3,06 3,04 3,05 3,04 3,05
Fo (%mol) 56,78 69,51 69,07 60,89 67,40 66,17 62,39 68,18 68,24 62,42
Fa (%mol) 42,71 29,61 30,40 37,75 31,85 33,20 36,80 31,08 31,10 36,70
Tp (%mol) 0,51 0,88 0,53 1,36 0,76 0,63 0,81 0,74 0,66 0,88
Nama Mineral Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit
Keterangan: %Fo = % Fosterit (%Mg), %Fs = % Fayalit (%Fe), %Tp = % Tephroit (%Mn).
Sajian Data Kimia Mineral Olivin Representatif Sampel KBM-3L (LMp).
Kode 6a 6b 6c 6d 6f 23b 23c 29a 29b 29c
Posisi Core Middle Rim Reaksi Rim Core Rim Core Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 36,79 37,22 35,80 37,46 41,45 37,82 38,18 36,78 36,84 38,02
TiO2 0,00 0,00 0,34 0,47 0,14 0,00 0,02 0,28 0,00 0,00
Al2O3 0,35 0,00 0,23 1,12 2,20 0,05 0,05 0,08 0,00 0,00
Cr2O3 17,61 18,13 20,63 35,17 28,60 12,61 12,75 17,50 18,22 14,64
FeO 0,16 0,92 1,39 0,22 0,65 0,65 0,37 0,75 0,20 0,20
MnO 43,54 43,30 41,31 24,61 26,62 48,33 48,33 43,90 44,32 46,95
MgO 0,44 0,39 0,30 0,00 0,29 0,09 0,07 0,20 0,35 0,13
NiO 0,64 0,05 0,00 0,67 0,00 0,46 0,08 0,29 0,07 0,01
CaO 0,47 0,00 0,00 0,28 0,04 0,00 0,15 0,21 0,00 0,05
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 4 oksigen
Si 0,95 0,96 0,94 1,04 1,10 0,95 0,96 0,95 0,95 0,96
Ti 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00
Al 0,01 0,00 0,01 0,04 0,07 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Cr 0,38 0,39 0,45 0,81 0,63 0,26 0,27 0,38 0,39 0,31
Fe 0,00 0,02 0,03 0,01 0,01 0,01 0,01 0,02 0,00 0,00
Mn 1,67 1,67 1,62 1,01 1,05 1,81 1,80 1,69 1,70 1,77
Mg 0,01 0,01 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00
Ni 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00
Ca 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Total 3,04 3,05 3,06 2,93 2,87 3,05 3,04 3,05 3,06 3,04
Fo (%mol) 81,37 80,20 76,97 55,35 61,86 86,66 86,78 81,08 81,09 84,94
Fa (%mol) 18,46 18,83 21,56 44,37 37,28 12,68 12,84 18,13 18,70 14,86
Tp (%mol) 0,17 0,97 1,47 0,28 0,86 0,66 0,38 0,79 0,21 0,21
Nama Mineral Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit Fosterit
Keterangan: %Fo = % Fosterit (%Mg), %Fs = % Fayalit (%Fe), %Tp = % Tephroit (%Mn).
Sajian Data Kimia Mineral Piroksen Representatif Sampel KBWN-10JP (Fragmen) (KlKb).
Kode 1a 1b 1c 1d 1e 9a 9b 9c 9d 9e
Posisi Core Core Middle Middle Rim Core Core Middle Middle Rim
Cpx/Opx Cpx Opx Cpx Opx Cpx Opx Cpx Opx Cpx Opx
Unsur Utama (wt%)
SiO2 47,75 50,86 50,18 49,55 46,69 50,67 49,79 51,63 49,52 49,93
TiO2 0,63 0,25 0,48 0,36 0,80 0,03 0,41 0,00 0,24 0,09
Al2O3 4,83 1,34 2,08 1,10 4,95 1,04 2,40 0,40 2,49 0,70
Cr2O3 0,00 0,05 0,18 0,00 0,07 0,16 0,00 0,00 0,00 0,00
FeOt 10,54 19,50 10,36 22,35 11,12 19,72 11,59 21,97 11,80 22,62
MnO 0,34 0,85 0,72 1,66 0,37 1,00 0,56 1,33 0,62 1,04
MgO 14,84 24,21 15,46 22,85 14,63 25,30 17,94 22,98 14,92 23,58
CaO 20,49 2,44 20,17 1,89 20,55 1,75 16,64 1,44 19,82 1,43
Na2O 0,58 0,28 0,28 0,10 0,27 0,02 0,22 0,09 0,34 0,00
K 2O 0,00 0,00 0,06 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,14 0,00
P 2O 5 0,00 0,21 0,02 0,15 0,55 0,09 0,02 0,00 0,04 0,00
NiO 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,21 0,44 0,15 0,09 0,61
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 6 oksigen
Si 1,81 1,90 1,89 1,88 1,77 1,89 1,87 1,94 1,88 1,89
Ti 0,02 0,01 0,01 0,01 0,02 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00
Al 0,22 0,06 0,09 0,05 0,22 0,05 0,11 0,02 0,11 0,03
Cr 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Fe 0,33 0,61 0,33 0,71 0,35 0,62 0,36 0,69 0,37 0,72
Mn 0,01 0,03 0,02 0,05 0,01 0,03 0,02 0,04 0,02 0,03
Mg 0,84 1,35 0,87 1,29 0,83 1,41 1,00 1,29 0,84 1,33
Ca 0,83 0,10 0,81 0,08 0,83 0,07 0,67 0,06 0,81 0,06
Na 0,04 0,02 0,02 0,01 0,02 0,00 0,02 0,01 0,02 0,00
K 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00
P 0,00 0,01 0,00 0,00 0,02 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Ni 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,02
Total 4,09 4,07 4,06 4,08 4,08 4,08 4,07 4,05 4,07 4,09
Mg# 71,51 68,88 72,68 64,57 70,11 69,58 73,40 65,09 69,27 65,02
Wo (%mol) 41,43 4,71 40,16 3,63 41,34 3,31 32,67 2,80 39,55 2,73
En (%mol) 41,76 65,08 42,84 61,04 40,95 66,63 49,02 62,22 41,43 62,69
Fs (%mol) 16,81 30,21 17,00 35,33 17,71 30,06 18,31 34,98 19,02 34,58
Nama Mineral Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit
Keterangan: %En = % Enstatit (%Mg), %Fs = % Ferosilit (%Fe), %Wo = % Wolastonit (%Ca).
Sajian Data Kimia Mineral Piroksen Representatif Sampel KBWN-10JP (Fragmen) (KlKb) (Lanjutan).
Kode 9f 12a 12b 12c 12d 12e 12f 14e 14f 14g
Posisi Rim Core Core Middle Middle Rim Rim Reaksi Rim
Cpx/Opx Cpx Opx Cpx Opx Cpx Opx Cpx Cpx Cpx Opx
Unsur Utama (wt%)
SiO2 58,81 50,11 48,88 50,64 48,49 50,46 47,70 48,27 49,38 50,54
TiO2 0,78 0,43 0,36 0,12 0,76 0,13 0,96 1,36 0,43 0,03
Al2O3 11,96 1,48 3,87 1,49 3,40 4,38 3,57 3,24 2,52 0,56
Cr2O3 0,00 0,11 0,06 0,00 0,06 0,00 0,20 0,00 0,00 0,27
FeOt 7,81 18,54 11,81 20,65 11,61 17,90 11,14 11,53 13,03 20,84
MnO 0,00 0,75 0,17 1,04 0,38 0,77 0,58 0,90 0,58 0,91
MgO 6,18 26,57 16,17 23,92 14,70 23,36 14,90 14,38 16,15 25,26
CaO 8,73 1,75 18,33 2,03 19,80 2,17 20,54 19,92 17,52 1,34
Na2O 3,48 0,04 0,20 0,11 0,33 0,80 0,32 0,35 0,27 0,13
K2O 1,78 0,12 0,04 0,00 0,00 0,01 0,04 0,00 0,00 0,11
P2O5 0,18 0,06 0,10 0,00 0,12 0,00 0,03 0,00 0,12 0,00
NiO 0,29 0,07 0,02 0,00 0,34 0,03 0,00 0,06 0,00 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 6 oksigen
Si 2,07 1,86 1,84 1,90 1,84 1,86 1,81 1,83 1,87 1,90
Ti 0,02 0,01 0,01 0,00 0,02 0,00 0,03 0,04 0,01 0,00
Al 0,50 0,06 0,17 0,07 0,15 0,19 0,16 0,15 0,11 0,02
Cr 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01
Fe 0,23 0,58 0,37 0,65 0,37 0,55 0,35 0,37 0,41 0,65
Mn 0,00 0,02 0,01 0,03 0,01 0,02 0,02 0,03 0,02 0,03
Mg 0,32 1,47 0,91 1,34 0,83 1,29 0,84 0,81 0,91 1,41
Ca 0,33 0,07 0,74 0,08 0,80 0,09 0,84 0,81 0,71 0,05
Na 0,24 0,00 0,01 0,01 0,02 0,06 0,02 0,03 0,02 0,01
K 0,08 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01
P 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Ni 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Total 3,81 4,09 4,07 4,07 4,07 4,07 4,09 4,07 4,07 4,09
Mg# 58,52 71,87 70,94 67,38 69,30 69,94 70,45 68,98 68,85 68,36
Wo (%mol) 36,78 3,27 36,64 3,91 40,03 4,43 40,88 40,25 34,73 2,52
En (%mol) 36,24 69,17 44,97 64,04 41,35 66,30 41,27 40,43 44,54 66,19
Fs (%mol) 26,98 27,56 18,39 32,05 18,62 29,27 17,85 19,32 20,73 31,28
Nama Mineral Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit
Keterangan: %En = % Enstatit (%Mg), %Fs = % Ferosilit (%Fe), %Wo = % Wolastonit (%Ca).
Sajian Data Kimia Mineral Piroksen Representatif Sampel Lava Kubah 1 (KlKb).
Kode 1a 1b 1c 1d 17a 17b 17c 17d 17e 17f
Posisi Core Middle Middle Rim Rim Rim Middle Middle Core Core
Cpx/Opx Cpx Cpx Cpx Cpx Opx Cpx Opx Cpx Opx Cpx
Unsur Utama (wt%)
SiO2 47,48 47,54 49,44 50,36 50,90 49,55 50,66 50,00 50,49 49,06
TiO2 0,99 0,67 0,59 0,50 0,03 0,31 0,50 0,37 0,26 0,60
Al2O3 6,22 6,44 2,64 2,27 1,38 2,54 1,43 1,51 0,75 3,43
Cr2O3 0,00 0,35 0,00 0,07 0,03 0,13 0,13 0,00 0,12 0,00
FeOt 7,21 6,57 10,14 10,18 19,16 10,16 20,10 11,86 20,98 11,36
MnO 0,21 0,08 0,42 0,48 1,00 0,58 0,75 0,77 1,19 0,44
MgO 14,72 15,17 15,79 15,13 25,53 15,75 24,92 16,47 24,49 15,47
CaO 22,67 22,64 20,41 20,64 1,45 20,74 1,43 18,48 1,56 19,20
Na2O 0,37 0,39 0,37 0,37 0,09 0,25 0,02 0,39 0,11 0,32
K2O 0,00 0,03 0,00 0,00 0,11 0,00 0,00 0,06 0,05 0,00
P 2O 5 0,13 0,02 0,09 0,00 0,21 0,00 0,00 0,09 0,00 0,07
NiO 0,00 0,10 0,11 0,00 0,11 0,00 0,05 0,00 0,00 0,06
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 6 oksigen
Si 1,77 1,77 1,86 1,89 1,89 1,87 1,89 1,89 1,90 1,85
Ti 0,03 0,02 0,02 0,01 0,00 0,01 0,01 0,01 0,01 0,02
Al 0,27 0,28 0,12 0,10 0,06 0,11 0,06 0,07 0,03 0,15
Cr 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Fe 0,23 0,20 0,32 0,32 0,60 0,32 0,63 0,37 0,66 0,36
Mn 0,01 0,00 0,01 0,02 0,03 0,02 0,02 0,02 0,04 0,01
Mg 0,82 0,84 0,89 0,85 1,41 0,89 1,39 0,93 1,37 0,87
Ca 0,91 0,90 0,82 0,83 0,06 0,84 0,06 0,75 0,06 0,78
Na 0,03 0,03 0,03 0,03 0,01 0,02 0,00 0,03 0,01 0,02
K 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
P 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Ni 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Total 4,07 4,07 4,07 4,05 4,07 4,07 4,06 4,08 4,08 4,06
Mg# 78,45 80,46 73,52 72,60 70,38 73,43 68,85 71,23 67,54 70,83
Wo (%mol) 46,40 46,35 40,42 41,35 2,76 40,74 2,74 36,17 2,96 38,55
En (%mol) 41,93 43,22 43,52 42,18 67,73 43,06 66,51 44,86 64,76 43,23
Fs (%mol) 11,67 10,43 16,06 16,47 29,50 16,20 30,75 18,97 32,28 18,22
Nama Mineral Diopsid Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit
Keterangan: %En = % Enstatit (%Mg), %Fs = % Ferosilit (%Fe), %Wo = % Wolastonit (%Ca).
Sajian Data Kimia Mineral Piroksen Representatif Sampel Lava Kubah 1 (KlKb) (Lanjutan).
Kode 20a 20b 20c 20d 20e 20f 33a 33b 33c 33d
Posisi Rim Rim Middle Middle Core Core Core Middle Middle Rim
Cpx/Opx Opx Cpx Opx Cpx Opx Cpx Cpx Cpx Cpx Cpx
Unsur Utama (wt%)
SiO2 50,67 49,81 51,73 49,45 50,21 50,39 47,20 49,59 48,56 49,52
TiO2 0,14 0,11 0,14 0,32 0,46 0,34 0,00 0,97 0,60 0,59
Al2O3 1,20 2,18 1,53 1,99 2,22 1,42 3,63 2,88 3,56 3,25
Cr2O3 0,00 0,06 0,29 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,12 0,23
FeOt 19,24 11,21 18,67 11,18 19,87 9,93 9,89 8,28 10,01 6,78
MnO 0,83 0,73 0,47 0,83 0,93 0,83 0,68 0,74 0,00 0,89
MgO 25,79 15,76 25,78 15,18 24,65 16,29 16,30 16,94 15,29 16,08
CaO 1,55 19,65 1,32 20,30 1,50 19,55 21,59 20,55 20,44 21,89
Na2O 0,09 0,40 0,07 0,44 0,04 0,59 0,24 0,03 0,61 0,23
K2O 0,04 0,09 0,00 0,00 0,00 0,09 0,00 0,00 0,00 0,41
P2O5 0,23 0,00 0,00 0,00 0,12 0,08 0,00 0,03 0,00 0,00
NiO 0,21 0,00 0,00 0,30 0,00 0,48 0,49 0,00 0,80 0,13
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 6 oksigen
Si 1,88 1,88 1,91 1,88 1,87 1,90 1,80 1,85 1,84 1,85
Ti 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,01 0,00 0,03 0,02 0,02
Al 0,05 0,10 0,07 0,09 0,10 0,06 0,16 0,13 0,16 0,14
Cr 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01
Fe 0,60 0,35 0,58 0,36 0,62 0,31 0,31 0,26 0,32 0,21
Mn 0,03 0,02 0,01 0,03 0,03 0,03 0,02 0,02 0,00 0,03
Mg 1,43 0,89 1,42 0,86 1,37 0,92 0,92 0,94 0,86 0,90
Ca 0,06 0,80 0,05 0,83 0,06 0,79 0,88 0,82 0,83 0,88
Na 0,01 0,03 0,01 0,03 0,00 0,04 0,02 0,00 0,04 0,02
K 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,02
P 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Ni 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,01 0,00 0,02 0,00
Total 4,08 4,08 4,05 4,08 4,06 4,08 4,13 4,06 4,09 4,07
Mg# 70,50 71,48 71,11 70,77 68,86 74,52 74,61 78,48 73,14 80,87
Wo (%mol) 2,93 38,73 2,54 40,10 2,90 38,73 41,29 40,23 41,41 43,64
En (%mol) 67,94 43,23 69,06 41,73 66,22 44,91 43,38 46,15 43,11 44,60
Fs (%mol) 29,12 18,04 28,40 18,18 30,89 16,35 15,32 13,62 15,48 11,76
Nama Mineral Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit
Keterangan: %En = % Enstatit (%Mg), %Fs = % Ferosilit (%Fe), %Wo = % Wolastonit (%Ca).
Sajian Data Kimia Mineral Piroksen Representatif Sampel Lava Kubah 5 (KlKb).
Kode 2a 2b 2c 5a 5b 5c 5d 5e 5f 6a
Posisi Core Middle Rim Core Core Middle Middle Rim Rim Core
Cpx/Opx Cpx Cpx Cpx Opx Cpx Opx Cpx Opx Cpx Cpx
Unsur Utama (wt%)
SiO2 50,94 50,10 48,73 50,37 48,96 50,71 49,99 49,43 50,19 50,49
TiO2 0,40 0,55 0,44 0,18 0,35 0,26 0,26 0,45 0,33 0,05
Al2O3 1,10 1,70 3,40 1,60 2,35 1,59 2,23 1,53 2,15 2,31
Cr2O3 0,00 0,07 0,00 0,03 0,00 0,00 0,19 0,16 0,47 0,00
FeOt 10,24 11,39 10,27 20,59 11,06 21,24 10,13 20,51 9,29 10,47
MnO 0,63 0,12 0,68 0,72 0,36 0,67 0,19 1,14 0,34 0,41
MgO 15,75 15,26 14,92 24,83 15,66 23,99 15,60 25,18 15,46 15,80
CaO 20,50 20,17 20,41 1,35 20,22 1,39 20,78 1,40 20,84 20,01
Na2O 0,44 0,33 0,42 0,19 0,36 0,08 0,45 0,14 0,52 0,36
K2O 0,00 0,03 0,00 0,06 0,13 0,00 0,00 0,00 0,02 0,09
P 2O 5 0,00 0,00 0,05 0,00 0,12 0,00 0,19 0,05 0,20 0,00
NiO 0,00 0,27 0,68 0,08 0,43 0,08 0,00 0,00 0,17 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 6 oksigen
Si 1,92 1,89 1,85 1,88 1,86 1,90 1,88 1,86 1,89 1,90
Ti 0,01 0,02 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,00
Al 0,05 0,08 0,15 0,07 0,11 0,07 0,10 0,07 0,10 0,10
Cr 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00
Fe 0,32 0,36 0,33 0,64 0,35 0,66 0,32 0,64 0,29 0,33
Mn 0,02 0,00 0,02 0,02 0,01 0,02 0,01 0,04 0,01 0,01
Mg 0,88 0,86 0,84 1,38 0,89 1,34 0,87 1,41 0,87 0,89
Ca 0,83 0,82 0,83 0,05 0,82 0,06 0,84 0,06 0,84 0,81
Na 0,03 0,02 0,03 0,01 0,03 0,01 0,03 0,01 0,04 0,03
K 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
P 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00
Ni 0,00 0,01 0,02 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00
Total 4,06 4,06 4,08 4,08 4,09 4,06 4,07 4,10 4,06 4,07
Mg# 73,28 70,49 72,15 68,25 71,63 66,82 73,30 68,64 74,79 72,90
Wo (%mol) 40,37 40,14 41,17 2,59 39,85 2,69 41,22 2,64 41,88 39,73
En (%mol) 43,16 42,26 41,89 66,18 42,95 64,67 43,06 66,16 43,23 43,66
Fs (%mol) 16,48 17,60 16,94 31,24 17,20 32,64 15,72 31,20 14,89 16,61
Nama Mineral Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit
Keterangan: %En = % Enstatit (%Mg), %Fs = % Ferosilit (%Fe), %Wo = % Wolastonit (%Ca).
Sajian Data Kimia Mineral Piroksen Representatif Sampel Lava Kubah 5 (KlKb) (Lanjutan).
Kode 6b 10g 10h 10i 10j 10k 10l 16a 16b 16c
Posisi Rim Rim Rim Middle Middle Core Core Core Middle Rim
Cpx/Opx Cpx Opx Rim Opx Cpx Opx Cpx Opx Opx Opx
Unsur Utama (wt%)
SiO2 49,81 50,55 49,89 51,27 50,37 50,76 50,68 50,97 51,49 50,08
TiO2 0,38 0,00 0,69 0,00 0,46 0,25 0,62 0,00 0,34 0,06
Al2O3 2,28 1,15 2,14 1,49 1,59 1,31 1,58 1,03 1,39 1,53
Cr2O3 0,00 0,09 0,02 0,00 0,03 0,03 0,14 0,18 0,00 0,06
FeOt 9,92 19,60 10,26 18,40 10,17 19,61 10,03 19,39 19,36 19,52
MnO 0,26 1,15 0,44 0,93 0,60 0,97 0,64 0,92 0,16 0,54
MgO 15,52 25,70 15,64 25,50 16,85 25,22 15,81 25,72 25,73 26,38
CaO 21,38 1,53 20,46 1,72 18,87 1,57 20,06 1,81 1,51 1,19
Na2O 0,33 0,00 0,29 0,00 0,29 0,03 0,43 0,00 0,00 0,12
K2O 0,00 0,00 0,06 0,07 0,00 0,07 0,00 0,00 0,01 0,00
P2O5 0,00 0,09 0,11 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
NiO 0,13 0,13 0,00 0,60 0,77 0,19 0,00 0,00 0,01 0,53
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 6 oksigen
Si 1,88 1,89 1,88 1,90 1,89 1,89 1,90 1,90 1,90 1,87
Ti 0,01 0,00 0,02 0,00 0,01 0,01 0,02 0,00 0,01 0,00
Al 0,10 0,05 0,09 0,07 0,07 0,06 0,07 0,05 0,06 0,07
Cr 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00
Fe 0,31 0,61 0,32 0,57 0,32 0,61 0,32 0,60 0,60 0,61
Mn 0,01 0,04 0,01 0,03 0,02 0,03 0,02 0,03 0,01 0,02
Mg 0,87 1,43 0,88 1,41 0,94 1,40 0,89 1,43 1,42 1,47
Ca 0,86 0,06 0,83 0,07 0,76 0,06 0,81 0,07 0,06 0,05
Na 0,02 0,00 0,02 0,00 0,02 0,00 0,03 0,00 0,00 0,01
K 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
P 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Ni 0,00 0,00 0,00 0,02 0,02 0,01 0,00 0,00 0,00 0,02
Total 4,07 4,08 4,06 4,07 4,07 4,07 4,06 4,08 4,06 4,10
Mg# 73,61 70,04 73,10 71,19 74,71 69,63 73,76 70,28 70,32 70,67
Wo (%mol) 42,10 2,88 40,55 3,30 37,29 2,99 39,89 3,40 2,88 2,24
En (%mol) 42,53 67,24 43,13 68,16 46,34 66,90 43,75 67,31 68,41 69,02
Fs (%mol) 15,38 29,88 16,32 28,54 16,37 30,11 16,36 29,28 28,71 28,74
Nama Mineral Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit
Keterangan: %En = % Enstatit (%Mg), %Fs = % Ferosilit (%Fe), %Wo = % Wolastonit (%Ca).
Sajian Data Kimia Mineral Piroksen Representatif Sampel KBWP-3BLV (LP).
Kode 3 21a 21b 21c 21d 21e 21f 37a 37b 37c
Posisi Core Core Core Middle Middle Rim Rim Core Middle Middle
Cpx/Opx Cpx Cpx Opx Cpx Opx Cpx Opx Cpx Cpx Opx
Unsur Utama (wt%)
SiO2 50,28 50,08 51,36 49,92 50,64 50,31 50,70 51,37 50,55 49,44
TiO2 0,12 0,62 0,24 0,52 0,26 0,70 0,38 0,62 0,55 0,60
Al2O3 1,73 1,58 0,67 1,84 0,85 1,38 0,75 2,64 1,43 3,69
Cr2O3 0,00 0,08 0,06 0,00 0,00 0,16 0,15 0,07 0,27 0,00
FeOt 10,79 12,44 19,81 13,00 20,01 11,51 20,27 7,80 9,66 10,24
MnO 0,40 0,34 0,83 0,51 1,13 0,52 0,54 0,34 0,77 0,45
MgO 17,68 16,03 24,61 16,49 24,62 16,32 25,13 16,84 17,11 15,17
CaO 18,43 18,17 2,07 17,39 2,03 18,40 1,93 19,60 19,07 19,69
Na2O 0,32 0,66 0,11 0,33 0,10 0,44 0,02 0,33 0,30 0,39
K2O 0,05 0,00 0,04 0,00 0,06 0,00 0,14 0,00 0,09 0,03
P2O5 0,07 0,00 0,19 0,00 0,00 0,13 0,00 0,21 0,00 0,31
NiO 0,12 0,00 0,00 0,00 0,29 0,14 0,00 0,17 0,20 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 6 oksigen
Si 1,89 1,89 1,91 1,89 1,90 1,90 1,90 1,90 1,90 1,85
Ti 0,00 0,02 0,01 0,01 0,01 0,02 0,01 0,02 0,02 0,02
Al 0,08 0,07 0,03 0,08 0,04 0,06 0,03 0,12 0,06 0,16
Cr 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00
Fe 0,34 0,39 0,62 0,41 0,63 0,36 0,63 0,24 0,30 0,32
Mn 0,01 0,01 0,03 0,02 0,04 0,02 0,02 0,01 0,02 0,01
Mg 0,99 0,90 1,37 0,93 1,38 0,92 1,40 0,93 0,96 0,85
Ca 0,74 0,74 0,08 0,70 0,08 0,74 0,08 0,78 0,77 0,79
Na 0,02 0,05 0,01 0,02 0,01 0,03 0,00 0,02 0,02 0,03
K 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00
P 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01
Ni 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00
Total 4,08 4,08 4,06 4,07 4,08 4,06 4,08 4,03 4,07 4,05
Mg# 74,50 69,67 68,89 69,34 68,69 71,65 68,85 79,38 75,95 72,54
Wo (%mol) 35,71 36,14 3,97 34,29 3,87 36,53 3,65 39,72 37,46 40,14
En (%mol) 47,68 44,37 65,60 45,25 65,27 45,09 66,18 47,48 46,77 43,03
Fs (%mol) 16,61 19,49 30,44 20,46 30,86 18,38 30,17 12,80 15,77 16,83
Nama Mineral Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit
Keterangan: %En = % Enstatit (%Mg), %Fs = % Ferosilit (%Fe), %Wo = % Wolastonit (%Ca).
Sajian Data Kimia Mineral Piroksen Representatif Sampel KBWP-3BLV (LP) (Lanjutan).
Kode 37d 38a 38b 38c 38d 43a 43b 43c 44a 44c
Posisi Rim Core Middle Middle Rim Core Middle Rim Core Rim
Cpx/Opx Cpx Cpx Cpx Cpx Cpx Opx Opx Opx Opx Opx
Unsur Utama (wt%)
SiO2 50,83 50,31 48,27 49,49 50,72 50,80 50,88 50,84 51,30 51,30
TiO2 0,89 0,69 0,82 0,79 0,45 0,00 0,19 0,11 0,40 0,23
Al2O3 1,26 2,33 3,47 2,96 1,28 0,62 0,43 0,72 1,13 0,81
Cr2O3 0,05 0,16 0,30 0,14 0,08 0,00 0,36 0,00 0,54 0,00
FeOt 9,65 9,06 9,83 8,29 11,43 21,39 21,32 19,54 18,15 19,35
MnO 1,06 0,29 0,35 0,74 0,44 1,01 0,59 1,41 0,30 0,93
MgO 16,59 16,05 15,52 16,31 17,00 23,23 24,05 23,74 25,70 24,73
CaO 19,32 20,52 20,50 20,77 18,18 2,49 1,87 2,50 1,99 1,94
Na2O 0,36 0,34 0,43 0,45 0,10 0,19 0,00 0,31 0,24 0,00
K2O 0,00 0,00 0,00 0,06 0,06 0,00 0,03 0,26 0,00 0,00
P2O5 0,00 0,00 0,00 0,00 0,03 0,00 0,29 0,00 0,25 0,14
NiO 0,00 0,25 0,51 0,00 0,22 0,27 0,00 0,57 0,00 0,57
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 6 oksigen
Si 1,91 1,88 1,82 1,85 1,91 1,92 1,91 1,91 1,89 1,91
Ti 0,03 0,02 0,02 0,02 0,01 0,00 0,01 0,00 0,01 0,01
Al 0,06 0,10 0,15 0,13 0,06 0,03 0,02 0,03 0,05 0,04
Cr 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,02 0,00
Fe 0,30 0,28 0,31 0,26 0,36 0,67 0,67 0,61 0,56 0,60
Mn 0,03 0,01 0,01 0,02 0,01 0,03 0,02 0,04 0,01 0,03
Mg 0,93 0,90 0,87 0,91 0,95 1,31 1,34 1,33 1,41 1,37
Ca 0,78 0,82 0,83 0,83 0,73 0,10 0,08 0,10 0,08 0,08
Na 0,03 0,02 0,03 0,03 0,01 0,01 0,00 0,02 0,02 0,00
K 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00
P 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00
Ni 0,00 0,01 0,02 0,00 0,01 0,01 0,00 0,02 0,00 0,02
Total 4,05 4,06 4,09 4,07 4,05 4,08 4,06 4,09 4,06 4,06
Mg# 75,40 75,95 73,79 77,82 72,62 65,94 66,79 68,42 71,63 69,50
Wo (%mol) 38,12 40,99 41,09 41,21 35,66 4,79 3,58 4,85 3,83 3,73
En (%mol) 45,56 44,62 43,29 45,03 46,40 62,18 64,11 64,05 68,84 66,21
Fs (%mol) 16,32 14,39 15,61 13,76 17,94 33,03 32,31 31,10 27,33 30,06
Nama Mineral Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klino-enstantit
Keterangan: %En = % Enstatit (%Mg), %Fs = % Ferosilit (%Fe), %Wo = % Wolastonit (%Ca).
Sajian Data Kimia Mineral Piroksen Representatif Sampel KBWP-3L (LP).
Kode 3d 4d 4h 11h 19a 19b 19c 20a 20b 20c
Posisi Reaksi Rim Core Middle Rim Core Middle Rim
Cpx/Opx Cpx Opx Cpx Cpx Cpx Cpx Cpx Opx Opx Opx
Unsur Utama (wt%)
SiO2 50,01 45,38 50,68 50,71 49,68 47,26 49,50 52,30 49,59 49,14
TiO2 0,24 0,20 0,28 0,53 0,00 0,29 0,75 0,20 0,40 0,00
Al2O3 0,70 0,49 0,70 8,97 1,76 3,40 2,71 1,63 1,58 0,74
Cr2O3 0,28 0,04 0,00 0,07 0,00 0,10 0,00 0,00 0,00 0,00
FeOt 22,65 25,79 21,74 11,97 10,09 11,11 11,04 19,01 19,81 20,94
MnO 0,71 0,71 0,90 0,73 0,83 0,00 0,17 0,45 0,94 1,17
MgO 20,43 24,44 20,80 10,18 16,36 15,87 16,34 24,69 25,93 25,82
CaO 4,79 2,81 4,55 13,62 19,82 20,02 17,84 1,55 1,28 1,53
Na2O 0,07 0,01 0,08 2,54 0,25 0,71 0,40 0,00 0,00 0,19
K2O 0,00 0,00 0,01 0,43 0,00 0,00 0,16 0,17 0,22 0,00
P2O5 0,11 0,07 0,15 0,10 0,36 0,72 0,00 0,00 0,24 0,00
NiO 0,00 0,05 0,12 0,17 0,86 0,50 1,09 0,00 0,00 0,46
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 6 oksigen
Si 1,91 1,77 1,92 1,88 1,88 1,79 1,87 1,93 1,85 1,86
Ti 0,01 0,01 0,01 0,01 0,00 0,01 0,02 0,01 0,01 0,00
Al 0,03 0,02 0,03 0,39 0,08 0,15 0,12 0,07 0,07 0,03
Cr 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Fe 0,72 0,84 0,69 0,37 0,32 0,35 0,35 0,59 0,62 0,66
Mn 0,02 0,02 0,03 0,02 0,03 0,00 0,01 0,01 0,03 0,04
Mg 1,16 1,42 1,18 0,56 0,92 0,90 0,92 1,36 1,44 1,45
Ca 0,20 0,12 0,18 0,54 0,80 0,81 0,72 0,06 0,05 0,06
Na 0,01 0,00 0,01 0,18 0,02 0,05 0,03 0,00 0,00 0,01
K 0,00 0,00 0,00 0,02 0,00 0,00 0,01 0,01 0,01 0,00
P 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,02 0,00 0,00 0,01 0,00
Ni 0,00 0,00 0,00 0,01 0,03 0,02 0,03 0,00 0,00 0,01
Total 4,06 4,21 4,05 4,00 4,08 4,11 4,07 4,03 4,10 4,13
Mg# 61,66 62,82 63,04 60,26 74,30 71,81 72,52 69,84 70,00 68,73
Wo (%mol) 9,36 4,97 8,93 36,13 38,89 39,61 36,27 3,04 2,41 2,82
En (%mol) 55,55 60,18 56,80 37,58 44,67 43,70 46,23 67,40 67,81 66,29
Fs (%mol) 35,09 34,85 34,27 26,30 16,45 16,69 17,49 29,56 29,78 30,89
Nama Mineral Pigeonit Klinoenstantit Pigeonit Augit Klinoenstantit
Keterangan: %En = % Enstatit (%Mg), %Fs = % Ferosilit (%Fe), %Wo = % Wolastonit (%Ca).
Sajian Data Kimia Mineral Piroksen Representatif Sampel KBWP-3L (LP) (Lanjutan).
Kode 22a 22b 22c 24a 24b 24c 25a 25c 26a 26c
Posisi Core Middle Rim Core Middle Rim Core Rim Core Rim
Cpx/Opx Cpx Cpx Cpx Opx Opx Opx Cpx Cpx Opx Opx
Unsur Utama (wt%)
SiO2 49,34 50,90 48,99 49,43 51,80 50,42 48,81 49,85 50,80 50,81
TiO2 0,32 0,50 0,15 0,28 0,10 0,00 0,09 0,32 0,00 0,72
Al2O3 1,87 1,54 2,65 2,26 0,67 1,23 1,94 2,26 1,03 1,88
Cr2O3 0,28 0,27 0,17 0,00 0,00 0,19 0,06 0,09 0,00 0,04
FeOt 10,35 10,14 9,93 19,21 18,36 18,82 11,17 10,33 17,95 18,73
MnO 0,17 0,35 0,00 0,60 0,70 0,04 0,71 0,96 1,33 0,54
MgO 17,62 17,17 16,15 25,65 26,42 27,04 16,85 16,07 26,78 25,39
CaO 19,82 18,52 20,47 1,84 1,78 1,85 19,50 19,20 1,66 1,62
Na2O 0,21 0,40 0,17 0,17 0,00 0,02 0,15 0,45 0,00 0,08
K2O 0,02 0,14 0,06 0,15 0,00 0,00 0,00 0,00 0,02 0,19
P 2O 5 0,00 0,07 0,46 0,00 0,00 0,00 0,21 0,05 0,32 0,00
NiO 0,00 0,00 0,80 0,41 0,18 0,40 0,50 0,43 0,11 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 6 oksigen
Si 1,86 1,90 1,85 1,85 1,91 1,87 1,85 1,88 1,88 1,88
Ti 0,01 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,02
Al 0,08 0,07 0,12 0,10 0,03 0,05 0,09 0,10 0,04 0,08
Cr 0,01 0,01 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00
Fe 0,33 0,32 0,31 0,60 0,57 0,58 0,35 0,33 0,56 0,58
Mn 0,01 0,01 0,00 0,02 0,02 0,00 0,02 0,03 0,04 0,02
Mg 0,99 0,96 0,91 1,43 1,46 1,50 0,95 0,90 1,48 1,40
Ca 0,80 0,74 0,83 0,07 0,07 0,07 0,79 0,78 0,07 0,06
Na 0,02 0,03 0,01 0,01 0,00 0,00 0,01 0,03 0,00 0,01
K 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01
P 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00
Ni 0,00 0,00 0,02 0,01 0,01 0,01 0,02 0,01 0,00 0,00
Total 4,10 4,06 4,07 4,11 4,07 4,10 4,10 4,07 4,08 4,06
Mg# 75,22 75,12 74,36 70,42 71,95 71,92 72,90 73,50 72,68 70,73
Wo (%mol) 37,85 36,68 40,49 3,50 3,35 3,44 37,49 38,22 3,09 3,13
En (%mol) 46,82 47,32 44,46 67,84 69,12 69,89 45,07 44,51 69,39 68,25
Fs (%mol) 15,33 16,00 15,05 28,66 27,53 26,68 17,44 17,27 27,52 28,62
Nama Mineral Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit
Keterangan: %En = % Enstatit (%Mg), %Fs = % Ferosilit (%Fe), %Wo = % Wolastonit (%Ca).
Sajian Data Kimia Mineral Piroksen Representatif Sampel KBM-3L (LMp).
Kode 1a 1b 1c 2a 2b 2c 6e 6g 8a 8b
Posisi Core Middle Rim Core Middle Rim Reaksi Rim Core Core
Cpx/Opx Opx Opx Opx Cpx Cpx Cpx Opx Opx Opx Cpx
Unsur Utama (wt%)
SiO2 50,24 52,09 50,91 50,31 50,97 50,53 52,48 51,65 51,40 48,95
TiO2 0,12 0,11 0,00 0,00 0,63 0,64 0,43 0,41 0,00 0,58
Al2O3 1,14 0,99 1,34 1,52 1,43 2,52 1,00 1,41 1,48 2,53
Cr2O3 0,00 0,00 0,12 0,00 0,00 0,00 0,00 0,27 0,00 0,00
FeOt 19,66 17,62 18,65 8,35 9,56 9,02 14,08 16,25 16,92 10,60
MnO 1,46 0,92 1,23 0,79 0,27 0,59 1,16 1,40 0,48 0,45
MgO 25,41 26,40 26,03 17,08 15,53 15,27 29,32 26,99 27,63 15,38
CaO 0,98 1,21 0,96 21,39 21,07 20,80 1,24 1,50 1,13 21,17
Na2O 0,32 0,14 0,26 0,18 0,52 0,43 0,12 0,00 0,30 0,34
K2 O 0,00 0,26 0,12 0,00 0,00 0,00 0,00 0,13 0,08 0,00
P 2O 5 0,65 0,00 0,13 0,31 0,00 0,18 0,17 0,00 0,00 0,00
NiO 0,00 0,26 0,26 0,07 0,03 0,02 0,00 0,00 0,58 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 6 oksigen
Si 1,87 1,92 1,89 1,88 1,91 1,89 1,90 1,90 1,89 1,85
Ti 0,00 0,00 0,00 0,00 0,02 0,02 0,01 0,01 0,00 0,02
Al 0,05 0,04 0,06 0,07 0,06 0,11 0,04 0,06 0,06 0,11
Cr 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00
Fe 0,61 0,54 0,58 0,26 0,30 0,28 0,43 0,50 0,52 0,34
Mn 0,05 0,03 0,04 0,03 0,01 0,02 0,04 0,04 0,01 0,01
Mg 1,41 1,45 1,44 0,95 0,87 0,85 1,58 1,48 1,51 0,87
Ca 0,04 0,05 0,04 0,86 0,85 0,83 0,05 0,06 0,04 0,86
Na 0,02 0,01 0,02 0,01 0,04 0,03 0,01 0,00 0,02 0,02
K 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00
P 0,02 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00
Ni 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,02 0,00
Total 4,08 4,07 4,08 4,07 4,06 4,04 4,06 4,06 4,09 4,09
Mg# 69,74 72,76 71,33 78,48 74,33 75,11 78,78 74,76 74,43 72,12
Wo (%mol) 1,87 2,32 1,83 40,99 41,93 42,04 2,31 2,85 2,14 41,49
En (%mol) 67,30 70,37 69,12 45,55 43,01 42,94 75,87 71,33 72,72 41,94
Fs (%mol) 30,83 27,31 29,05 13,46 15,07 15,02 21,83 25,83 25,14 16,57
Nama Mineral Klinoenstantit Diopsid Augit Klinoenstantit Augit
Keterangan: %En = % Enstatit (%Mg), %Fs = % Ferosilit (%Fe), %Wo = % Wolastonit (%Ca).
Sajian Data Kimia Mineral Piroksen Representatif Sampel KBM-3L (LMp) (Lanjutan).
Kode 8c 8d 8e 8f 9g 9h 9i 9j 9k 9l
Posisi Middle Middle Rim Rim Core Core Middle Middle Rim Rim
Cpx/Opx Opx Cpx Opx Cpx Opx Cpx Opx Cpx Opx Cpx
Unsur Utama (wt%)
SiO2 50,07 48,34 50,93 50,39 50,61 49,65 52,15 49,23 52,22 50,64
TiO2 0,20 0,91 0,30 0,00 0,23 0,14 0,00 0,30 0,36 0,16
Al2O3 2,44 3,87 2,52 3,33 1,50 2,40 0,75 2,05 0,48 1,87
Cr2O3 0,34 0,26 0,04 0,00 0,00 0,42 0,00 0,00 0,19 0,04
FeOt 17,82 9,43 15,83 7,89 17,52 11,33 17,54 9,54 17,56 9,18
MnO 0,84 0,08 0,88 0,20 0,70 1,12 0,15 0,55 0,24 0,00
MgO 26,67 15,82 27,45 16,56 26,95 18,23 27,57 16,99 25,96 16,32
CaO 1,49 19,72 1,36 21,07 1,40 16,46 1,55 19,91 1,52 21,28
Na2O 0,13 0,31 0,25 0,42 0,44 0,22 0,00 0,21 0,00 0,51
K2O 0,00 0,15 0,15 0,14 0,07 0,00 0,00 0,00 0,18 0,00
P2O5 0,00 0,29 0,00 0,00 0,12 0,00 0,28 0,25 0,00 0,00
NiO 0,00 0,81 0,30 0,00 0,46 0,04 0,00 0,95 1,29 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 6 oksigen
Si 1,85 1,82 1,87 1,88 1,87 1,87 1,91 1,86 1,93 1,90
Ti 0,01 0,03 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00
Al 0,11 0,17 0,11 0,15 0,07 0,11 0,03 0,09 0,02 0,08
Cr 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00
Fe 0,55 0,30 0,48 0,25 0,54 0,36 0,54 0,30 0,54 0,29
Mn 0,03 0,00 0,03 0,01 0,02 0,04 0,00 0,02 0,01 0,00
Mg 1,47 0,89 1,50 0,92 1,49 1,02 1,51 0,96 1,43 0,91
Ca 0,06 0,79 0,05 0,84 0,06 0,66 0,06 0,80 0,06 0,85
Na 0,01 0,02 0,02 0,03 0,03 0,02 0,00 0,02 0,00 0,04
K 0,00 0,01 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00
P 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00
Ni 0,00 0,02 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00 0,03 0,04 0,00
Total 4,09 4,07 4,08 4,07 4,10 4,08 4,06 4,09 4,05 4,08
Mg# 72,74 74,94 75,56 78,91 73,28 74,15 73,70 76,05 72,50 76,02
Wo (%mol) 2,82 40,22 2,60 41,87 2,65 32,03 2,90 38,83 2,96 41,71
En (%mol) 70,19 44,89 72,96 45,79 71,04 49,37 71,68 46,11 70,33 44,51
Fs (%mol) 26,99 14,89 24,45 12,34 26,31 18,60 25,42 15,07 26,71 13,78
Nama Mineral Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit Klinoenstantit Augit
Keterangan: %En = % Enstatit (%Mg), %Fs = % Ferosilit (%Fe), %Wo = % Wolastonit (%Ca).
Sajian Data Kimia Mineral Plagioklas Representatif Sampel KBWN-10JP (Fragmen) (KlKb).
Kode 2a 2b 2c 2d 2e 7a 7b 7c 7d 7e
Posisi Core Middle Middle Middle Rim Core Middle Middle Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 54,30 52,66 54,48 52,14 53,93 53,95 54,32 52,82 53,26 52,95
TiO2 0,01 0,00 0,02 0,00 0,00 0,00 0,00 0,08 0,00 0,00
Al2O3 28,25 29,20 28,23 28,74 28,26 28,44 27,91 29,57 29,18 29,14
FeOt 0,49 0,57 0,44 1,06 0,78 0,45 0,74 0,41 0,56 0,66
MnO 0,03 0,04 0,00 0,00 0,09 0,17 0,00 0,00 0,00 0,02
MgO 0,04 0,24 0,00 0,29 0,15 0,13 0,06 0,00 0,16 0,06
CaO 11,16 12,27 10,94 12,91 11,29 11,13 11,27 11,82 11,70 11,96
Na2O 5,61 4,83 5,62 4,62 5,24 5,54 5,62 5,14 5,09 5,10
K2O 0,09 0,13 0,14 0,15 0,09 0,20 0,08 0,05 0,05 0,12
P2O5 0,02 0,07 0,13 0,09 0,17 0,00 0,00 0,12 0,00 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 8 oksigen
Si 2,46 2,40 2,47 2,38 2,45 2,45 2,47 2,40 2,42 2,41
Ti 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Al 1,51 1,57 1,51 1,55 1,51 1,52 1,49 1,58 1,56 1,56
Fe 0,02 0,02 0,02 0,04 0,03 0,02 0,03 0,02 0,02 0,03
Mn 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00
Mg 0,00 0,02 0,00 0,02 0,01 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00
Ca 0,54 0,60 0,53 0,63 0,55 0,54 0,55 0,57 0,57 0,58
Na 0,49 0,43 0,49 0,41 0,46 0,49 0,49 0,45 0,45 0,45
K 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01
P 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Total 5,03 5,03 5,02 5,04 5,01 5,04 5,03 5,04 5,04 5,04
An (%mol) 52,10 57,97 51,42 60,19 54,07 52,03 52,33 55,80 55,79 56,07
Ab (%mol) 47,40 41,30 47,80 38,98 45,41 46,86 47,22 43,91 43,92 43,26
Or (%mol) 0,50 0,73 0,78 0,83 0,51 1,11 0,44 0,28 0,28 0,67
Nama mineral Labradorit
Keterangan: %An = % Anortit, %Ab = % Albit, %Or = % Ortoklas.
Sajian Data Kimia Mineral Plagioklas Representatif Sampel KBWN-10JP (Fragmen) (Lanjutan) (KlKb).
Kode 7f 8a 8b 8c 8d 14j 14k 15a 15b 15c
Posisi Rim Core Middle Middle Rim Reaksi Rim Core Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 66,81 56,95 47,98 49,93 52,40 52,67 52,42 46,87 46,21 51,40
TiO2 0,67 0,23 0,00 0,04 0,01 0,00 0,23 0,34 0,00 0,21
Al2O3 13,28 22,13 32,43 30,60 29,15 28,94 28,47 33,60 33,81 30,19
FeOt 6,45 4,77 0,44 0,75 0,51 0,81 0,96 0,16 0,04 0,15
MnO 0,18 0,46 0,01 0,04 0,25 0,18 0,25 0,00 0,36 0,00
MgO 2,05 1,30 0,00 0,15 0,09 0,12 0,16 0,00 0,07 0,11
CaO 2,64 8,15 16,36 14,74 12,47 12,14 12,59 17,06 17,30 13,09
Na2O 3,94 5,09 2,69 3,39 4,94 4,97 4,69 1,75 2,00 4,47
K2O 3,27 0,89 0,00 0,19 0,14 0,17 0,16 0,12 0,00 0,22
P2O5 0,71 0,04 0,09 0,17 0,05 0,00 0,06 0,10 0,22 0,14
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 8 oksigen
Si 3,02 2,62 2,21 2,29 2,39 2,40 2,40 2,15 2,13 2,34
Ti 0,02 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,01
Al 0,71 1,20 1,76 1,65 1,57 1,56 1,53 1,82 1,84 1,62
Fe 0,24 0,18 0,02 0,03 0,02 0,03 0,04 0,01 0,00 0,01
Mn 0,01 0,02 0,00 0,00 0,01 0,01 0,01 0,00 0,01 0,00
Mg 0,14 0,09 0,00 0,01 0,01 0,01 0,01 0,00 0,00 0,01
Ca 0,13 0,40 0,81 0,72 0,61 0,59 0,62 0,84 0,85 0,64
Na 0,35 0,45 0,24 0,30 0,44 0,44 0,42 0,16 0,18 0,39
K 0,19 0,05 0,00 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,00 0,01
P 0,03 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01
Total 4,80 5,02 5,03 5,02 5,04 5,05 5,04 5,00 5,02 5,03
An (%mol) 19,32 44,24 77,07 69,86 57,80 56,90 59,20 83,75 82,70 61,05
Ab (%mol) 52,18 50,00 22,93 29,07 41,43 42,15 39,91 15,55 17,30 37,73
Or (%mol) 28,50 5,75 0,00 1,07 0,77 0,95 0,90 0,70 0,00 1,22
Nama mineral Oligoklas Andesin Bitownit Labradorit Bitownit Labradorit
Keterangan: %An = % Anortit, %Ab = % Albit, %Or = % Ortoklas.
Sajian Data Kimia Mineral Plagioklas Representatif Sampel Lava Kubah 1 (KlKb).
Kode 2a 2b 5a 5b 5c 5d 5border 13a 13b 13c
Posisi Rim Rim Core Core Middle Middle Rim Core Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 53,58 48,51 50,94 52,70 48,73 52,74 55,64 44,53 49,23 51,40
TiO2 0,11 0,01 0,03 0,00 0,12 0,11 0,17 0,01 0,00 0,06
Al2O3 28,67 31,86 30,49 29,00 31,40 29,13 26,61 34,34 31,27 29,62
FeOt 0,55 0,57 0,66 0,70 0,78 0,65 1,11 0,58 0,62 0,85
MnO 0,00 0,18 0,01 0,05 0,00 0,00 0,02 0,01 0,05 0,11
MgO 0,08 0,07 0,10 0,10 0,06 0,09 0,19 0,09 0,07 0,04
CaO 11,48 15,47 13,72 12,31 15,44 12,29 10,07 19,07 15,33 13,32
Na2O 5,23 3,03 3,88 4,85 3,14 4,78 5,76 1,22 3,25 4,31
K2O 0,10 0,06 0,06 0,05 0,11 0,07 0,29 0,00 0,00 0,12
P2O5 0,19 0,23 0,12 0,23 0,23 0,13 0,14 0,15 0,19 0,16
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 8 oksigen
Si 54,50 73,58 65,92 58,21 72,65 58,46 48,32 89,62 72,27 62,65
Ti 44,93 26,08 33,74 41,50 26,74 41,14 50,02 10,38 27,73 36,68
Al 0,57 0,34 0,34 0,28 0,62 0,40 1,66 0,00 0,00 0,67
Fe 0,02 0,02 0,03 0,03 0,03 0,02 0,04 0,02 0,02 0,03
Mn 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Mg 0,01 0,00 0,01 0,01 0,00 0,01 0,01 0,01 0,00 0,00
Ca 0,56 0,76 0,67 0,60 0,76 0,60 0,49 0,95 0,75 0,65
Na 0,46 0,27 0,34 0,43 0,28 0,42 0,51 0,11 0,29 0,38
K 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,02 0,00 0,00 0,01
P 0,01 0,01 0,00 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01
Total 5,02 5,02 5,02 5,02 5,03 5,02 5,01 5,03 5,02 5,03
An (%mol) 54,50 73,58 65,92 58,21 72,65 58,46 48,32 89,62 72,27 62,65
Ab (%mol) 44,93 26,08 33,74 41,50 26,74 41,14 50,02 10,38 27,73 36,68
Or (%mol) 0,57 0,34 0,34 0,28 0,62 0,40 1,66 0,00 0,00 0,67
Nama mineral Labradorit Bitownit Labradorit Bitownit Labradorit Andesin Bitownit Labradorit
Keterangan: %An = % Anortit, %Ab = % Albit, %Or = % Ortoklas.
Sajian Data Kimia Mineral Plagioklas Representatif Sampel Lava Kubah 1 (KlKb) (Lanjutan).
Kode 22a 22b 22c 23a 23b 23c 24a 24c 25a 25d
Posisi Core Middle Rim Core Middle Rim Core Rim Core Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 51,45 52,53 52,50 50,29 51,03 51,16 49,76 50,13 51,65 51,76
TiO2 0,13 0,00 0,00 0,23 0,16 0,00 0,23 0,09 0,02 0,02
Al2O3 29,44 29,52 29,36 30,01 29,94 30,59 30,74 30,61 29,26 29,84
FeOt 0,72 0,38 0,43 0,75 0,62 0,73 0,62 0,85 0,52 0,49
MnO 0,00 0,00 0,00 0,08 0,00 0,00 0,00 0,00 0,10 0,00
MgO 0,36 0,16 0,02 0,16 0,00 0,04 0,09 0,03 0,11 0,07
CaO 13,49 12,91 12,64 14,17 13,76 13,03 14,84 13,62 13,82 13,33
Na2O 4,22 4,35 4,74 4,15 4,27 4,37 3,61 4,25 4,14 4,44
K2O 0,18 0,16 0,22 0,00 0,21 0,08 0,11 0,12 0,23 0,00
P2O5 0,00 0,00 0,00 0,15 0,00 0,00 0,00 0,30 0,16 0,06
Total 100,00 100,00 99,91 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 8 oksigen
Si 2,35 2,39 2,39 2,31 2,34 2,33 2,28 2,30 2,36 2,36
Ti 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00
Al 1,59 1,58 1,58 1,62 1,62 1,65 1,66 1,65 1,58 1,60
Fe 0,03 0,01 0,02 0,03 0,02 0,03 0,02 0,03 0,02 0,02
Mn 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Mg 0,02 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00
Ca 0,66 0,63 0,62 0,70 0,67 0,64 0,73 0,67 0,68 0,65
Na 0,37 0,38 0,42 0,37 0,38 0,39 0,32 0,38 0,37 0,39
K 0,01 0,01 0,01 0,00 0,01 0,00 0,01 0,01 0,01 0,00
P 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00
Total 5,04 5,02 5,04 5,04 5,05 5,04 5,04 5,04 5,03 5,03
An (%mol) 63,21 61,56 58,85 65,36 63,30 61,95 69,01 63,49 64,02 62,39
Ab (%mol) 35,78 37,53 39,93 34,64 35,55 37,60 30,38 35,85 34,71 37,61
Or (%mol) 1,00 0,91 1,22 0,00 1,15 0,45 0,61 0,67 1,27 0,00
Nama mineral Labradorit
Keterangan: %An = % Anortit, %Ab = % Albit, %Or = % Ortoklas.
Sajian Data Kimia Mineral Plagioklas Representatif Sampel Lava Kubah 5 (KlKb).
Kode 18a 18b 18c 18d 23a 23b 23c 23d 23e 23f
Posisi Core Middle Middle Rim Core Middle Rim Core Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 52,75 52,72 51,78 53,57 50,49 51,51 50,99 52,14 50,56 53,06
TiO2 0,05 0,00 0,28 0,00 0,00 0,12 0,00 0,40 0,00 0,00
Al2O3 30,07 29,28 29,98 29,00 30,66 29,42 29,72 29,80 30,27 29,64
FeOt 0,60 0,89 0,29 0,19 0,01 0,39 0,71 0,51 0,17 0,58
MnO 0,44 0,00 0,16 0,06 0,17 0,00 0,12 0,18 0,21 0,00
MgO 0,00 0,00 0,08 0,03 0,15 0,00 0,00 0,06 0,04 0,30
CaO 10,59 11,90 12,94 12,10 13,63 13,69 13,20 11,78 14,17 11,80
Na2O 5,21 5,07 4,29 5,05 4,29 4,82 4,17 4,67 4,19 4,45
K2O 0,21 0,14 0,21 0,00 0,29 0,00 0,29 0,08 0,26 0,17
P2O5 0,09 0,00 0,00 0,00 0,30 0,06 0,79 0,37 0,12 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 8 oksigen
Si 2,39 2,40 2,36 2,43 2,31 2,35 2,33 2,37 2,32 2,40
Ti 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00
Al 1,61 1,57 1,61 1,55 1,65 1,58 1,60 1,59 1,63 1,58
Fe 0,02 0,03 0,01 0,01 0,00 0,01 0,03 0,02 0,01 0,02
Mn 0,02 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00
Mg 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,02
Ca 0,51 0,58 0,63 0,59 0,67 0,67 0,65 0,57 0,70 0,57
Na 0,46 0,45 0,38 0,44 0,38 0,43 0,37 0,41 0,37 0,39
K 0,01 0,01 0,01 0,00 0,02 0,00 0,02 0,00 0,02 0,01
P 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,03 0,01 0,00 0,00
Total 5,03 5,04 5,02 5,02 5,04 5,06 4,99 4,99 5,05 5,00
An (%mol) 52,25 56,02 61,76 56,97 62,70 61,08 62,58 57,95 64,23 58,84
Ab (%mol) 46,52 43,19 37,05 43,03 35,71 38,92 35,78 41,58 34,37 40,15
Or (%mol) 1,23 0,78 1,19 0,00 1,59 0,00 1,64 0,47 1,40 1,01
Nama mineral Labradorit
Keterangan: %An = % Anortit, %Ab = % Albit, %Or = % Ortoklas.
Sajian Data Kimia Mineral Plagioklas Representatif Sampel Lava Kubah 5 (KlKb) (Lanjutan).
Kode 22a 22b 22c 24a 24b 24c 24d 24f 24g 24i
Posisi Core Middle Rim Core Middle Rim Core Rim Core Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 52,01 52,56 52,08 50,86 50,93 50,54 52,51 51,82 51,82 52,54
TiO2 0,01 0,00 0,22 0,00 0,00 0,22 0,12 0,27 0,00 0,10
Al2O3 29,14 29,24 30,13 29,56 29,60 30,51 28,98 30,08 30,39 29,63
FeOt 0,73 0,41 0,64 0,96 1,26 0,32 0,61 0,16 0,00 0,21
MnO 0,75 0,00 0,00 0,00 0,15 0,37 0,06 0,00 0,00 0,00
MgO 0,29 0,00 0,01 0,04 0,09 0,18 0,04 0,10 0,03 0,17
CaO 12,05 12,34 12,51 13,33 12,90 13,75 12,22 12,11 13,50 12,16
Na2O 4,63 5,27 4,29 4,65 4,81 4,11 4,83 5,04 4,26 4,51
K2O 0,16 0,15 0,11 0,47 0,15 0,00 0,15 0,43 0,00 0,55
P2O5 0,21 0,03 0,00 0,12 0,10 0,00 0,47 0,00 0,00 0,13
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 8 oksigen
Si 2,38 2,39 2,37 2,34 2,34 2,31 2,39 2,36 2,36 2,39
Ti 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00 0,00
Al 1,57 1,57 1,61 1,60 1,60 1,64 1,55 1,61 1,63 1,59
Fe 0,03 0,02 0,02 0,04 0,05 0,01 0,02 0,01 0,00 0,01
Mn 0,03 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00
Mg 0,02 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,01 0,00 0,01
Ca 0,59 0,60 0,61 0,66 0,63 0,67 0,60 0,59 0,66 0,59
Na 0,41 0,47 0,38 0,41 0,43 0,36 0,43 0,45 0,38 0,40
K 0,01 0,01 0,01 0,03 0,01 0,00 0,01 0,02 0,00 0,03
P 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,02 0,00 0,00 0,01
Total 5,03 5,06 5,01 5,07 5,07 5,04 5,00 5,06 5,02 5,02
An (%mol) 58,44 55,95 61,31 59,76 59,22 64,90 57,81 55,70 63,65 57,97
Ab (%mol) 40,63 43,24 38,05 37,73 39,96 35,10 41,35 41,95 36,35 38,91
Or (%mol) 0,92 0,81 0,64 2,51 0,82 0,00 0,84 2,35 0,00 3,12
Nama mineral Labradorit
Keterangan: %An = % Anortit, %Ab = % Albit, %Or = % Ortoklas.
Sajian Data Kimia Mineral Plagioklas Representatif Sampel KBWP-3BLV (LP).
Kode 1a 1b 1c 7a 7b 7e 9a 9b 9c 10a
Posisi Core Middle Rim Core Middle Rim Core Middle Rim Core
Unsur Utama (wt%)
SiO2 47,28 47,80 52,29 48,01 49,07 56,40 47,34 51,69 55,40 47,71
TiO2 0,00 0,06 0,06 0,00 0,21 0,09 0,06 0,21 0,24 0,18
Al2O3 32,61 32,06 28,86 32,21 31,38 26,07 32,17 29,56 26,43 32,48
FeOt 0,59 0,71 0,86 0,73 0,61 0,86 1,09 0,93 0,97 0,75
MnO 0,10 0,00 0,00 0,00 0,00 0,19 0,23 0,10 0,15 0,00
MgO 0,22 0,03 0,21 0,00 0,06 0,13 0,03 0,08 0,29 0,01
CaO 16,73 16,17 12,95 16,30 15,75 9,66 16,47 13,07 9,64 16,44
Na2O 2,47 2,86 4,71 2,40 2,76 6,00 2,48 4,22 6,32 2,34
K2O 0,00 0,18 0,05 0,18 0,10 0,38 0,00 0,14 0,35 0,00
P2O5 0,00 0,13 0,00 0,16 0,06 0,22 0,13 0,00 0,22 0,08
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 8 oksigen
Si 2,18 2,20 2,39 2,21 2,25 2,55 2,19 2,36 2,51 2,20
Ti 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,01 0,01
Al 1,77 1,74 1,55 1,75 1,70 1,39 1,75 1,59 1,41 1,76
Fe 0,02 0,03 0,03 0,03 0,02 0,03 0,04 0,04 0,04 0,03
Mn 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,01 0,00
Mg 0,02 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,02 0,00
Ca 0,83 0,80 0,63 0,80 0,77 0,47 0,82 0,64 0,47 0,81
Na 0,22 0,26 0,42 0,21 0,25 0,53 0,22 0,37 0,56 0,21
K 0,00 0,01 0,00 0,01 0,01 0,02 0,00 0,01 0,02 0,00
P 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00 0,01 0,01 0,00 0,01 0,00
Total 5,04 5,04 5,04 5,01 5,01 5,01 5,03 5,03 5,04 5,01
An (%mol) 78,92 75,00 60,14 78,15 75,49 46,07 78,59 62,62 44,85 79,52
Ab (%mol) 21,08 24,01 39,58 20,82 23,94 51,78 21,41 36,59 53,21 20,48
Or (%mol) 0,00 0,99 0,28 1,03 0,57 2,16 0,00 0,80 1,94 0,00
Nama mineral Bitownit Labradorit Bitownit Andesin Bitownit Labradorit Andesin Bitownit
Keterangan: %An = % Anortit, %Ab = % Albit, %Or = % Ortoklas.
Sajian Data Kimia Mineral Plagioklas Representatif Sampel KBWP-3BLV (LP) (Lanjutan).
Kode 10b 10c 10d 12a 12b 12c 12d 39a 39b 39d
Posisi Middle Middle Rim Core Middle Middle Rim Core Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 46,43 49,18 56,34 48,20 51,27 48,75 49,40 45,66 49,71 49,31
TiO2 0,00 0,09 0,02 0,12 0,13 0,00 0,10 0,00 0,27 0,00
Al2O3 33,27 31,11 26,40 32,21 29,94 31,37 30,88 33,89 30,75 31,62
FeOt 0,69 0,92 1,18 0,43 0,99 0,84 0,84 0,19 1,04 0,13
MnO 0,00 0,00 0,09 0,00 0,00 0,19 0,00 0,29 0,00 0,30
MgO 0,04 0,25 0,02 0,14 0,10 0,13 0,16 0,09 0,20 0,26
CaO 17,51 15,15 9,02 15,97 13,25 15,82 15,07 18,55 14,70 15,00
Na2O 1,93 3,06 6,48 2,84 4,21 2,65 3,12 1,33 3,24 3,18
K2O 0,08 0,24 0,46 0,10 0,10 0,12 0,22 0,00 0,00 0,00
P2O5 0,05 0,00 0,00 0,00 0,00 0,12 0,21 0,01 0,09 0,20
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 8 oksigen
Si 2,15 2,26 2,55 2,22 2,34 2,24 2,27 2,11 2,28 2,26
Ti 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00
Al 1,81 1,69 1,41 1,75 1,61 1,70 1,67 1,85 1,66 1,71
Fe 0,03 0,04 0,04 0,02 0,04 0,03 0,03 0,01 0,04 0,00
Mn 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00 0,01
Mg 0,00 0,02 0,00 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,02
Ca 0,87 0,75 0,44 0,79 0,65 0,78 0,74 0,92 0,72 0,74
Na 0,17 0,27 0,57 0,25 0,37 0,24 0,28 0,12 0,29 0,28
K 0,00 0,01 0,03 0,01 0,01 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00
P 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01
Total 5,03 5,04 5,04 5,04 5,03 5,02 5,02 5,02 5,02 5,01
An (%mol) 82,99 72,24 42,36 75,23 63,13 76,21 71,84 88,52 71,49 78,62
Ab (%mol) 16,55 26,40 55,07 24,21 36,30 23,10 26,91 11,48 28,51 21,14
Or (%mol) 0,45 1,36 2,57 0,56 0,57 0,69 1,25 0,00 0,00 0,23
Nama mineral Bitownit Andesin Bitownit Labradorit Bitownit Labradorit Bitownit
Keterangan: %An = % Anortit, %Ab = % Albit, %Or = % Ortoklas
.
Sajian Data Kimia Mineral Plagioklas Representatif Sampel KBWP-3L (LP).
Kode 8a 8b 8c 8d 10a 10b 10c 10d 14a 14b
Posisi Core Middle Middle Rim Core Middle Middle Rim Core Middle
Unsur Utama (wt%)
SiO2 50,55 47,87 51,80 49,92 44,23 43,78 45,40 46,97 44,56 43,94
TiO2 0,05 0,30 0,00 0,24 0,16 0,00 0,12 0,00 0,20 0,00
Al2O3 30,56 32,17 29,81 29,99 34,30 34,62 33,77 32,60 34,03 35,24
FeOt 0,63 0,34 0,39 1,22 0,69 0,61 0,73 0,98 0,76 0,56
MnO 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,08 0,00 0,00 0,00
MgO 0,16 0,04 0,07 0,00 0,08 0,14 0,00 0,04 0,04 0,17
CaO 14,05 16,83 13,44 14,33 19,41 19,66 18,41 17,10 19,38 19,15
Na2O 3,87 2,44 4,27 3,76 0,77 1,10 1,49 2,29 0,97 0,81
K2O 0,13 0,00 0,13 0,19 0,04 0,06 0,00 0,03 0,00 0,13
P2O5 0,00 0,01 0,09 0,35 0,30 0,01 0,00 0,00 0,06 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 8 oksigen
Si 2,31 2,20 2,36 2,29 2,05 2,04 2,11 2,17 2,07 2,04
Ti 0,00 0,01 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00
Al 1,65 1,74 1,60 1,62 1,88 1,90 1,85 1,78 1,86 1,93
Fe 0,02 0,01 0,01 0,05 0,03 0,02 0,03 0,04 0,03 0,02
Mn 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Mg 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01
Ca 0,69 0,83 0,66 0,71 0,97 0,98 0,91 0,85 0,97 0,95
Na 0,34 0,22 0,38 0,33 0,07 0,10 0,13 0,21 0,09 0,07
K 0,01 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01
P 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Total 5,04 5,02 5,02 5,02 5,01 5,06 5,03 5,04 5,03 5,04
An (%mol) 66,25 79,22 63,03 67,09 93,09 90,51 87,23 80,36 91,69 92,20
Ab (%mol) 33,02 20,78 36,24 31,85 6,68 9,16 12,77 19,47 8,31 7,06
Or (%mol) 0,73 0,00 0,73 1,06 0,23 0,33 0,00 0,17 0,00 0,75
Nama mineral Labradorit Bitownit Labradorit Anortit Bitownit Anortit
Keterangan: %An = % Anortit, %Ab = % Albit, %Or = % Ortoklas.
Sajian Data Kimia Mineral Plagioklas Representatif Sampel KBWP-3L (LP) (Lanjutan).
Kode 14e 16a 16b 16c 16d 17a 17b 17c 17d 17e
Posisi Rim Core Middle Middle Rim Core Core Middle Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 49,40 44,39 44,54 44,23 50,92 46,18 53,39 46,88 48,69 47,13
TiO2 0,00 0,06 0,00 0,10 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Al2O3 30,98 34,85 34,24 34,58 29,67 33,69 28,30 33,54 31,89 32,48
FeOt 1,06 0,91 0,58 0,58 1,01 0,80 0,79 0,65 0,73 0,97
MnO 0,15 0,02 0,00 0,19 0,00 0,00 0,10 0,00 0,00 0,04
MgO 0,13 0,12 0,14 0,07 0,38 0,07 0,14 0,16 0,03 0,14
CaO 14,26 18,52 19,45 18,95 13,84 17,43 11,62 16,72 15,19 16,44
Na2O 3,77 1,08 1,02 1,11 4,04 1,81 4,93 1,99 3,29 2,42
K2O 0,25 0,00 0,03 0,01 0,10 0,03 0,71 0,00 0,17 0,18
P2O5 0,00 0,06 0,00 0,18 0,04 0,00 0,02 0,06 0,02 0,19
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 8 oksigen
Si 2,27 2,06 2,07 2,05 2,33 2,13 2,43 2,16 2,24 2,18
Ti 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Al 1,68 1,91 1,88 1,89 1,60 1,83 1,52 1,82 1,73 1,77
Fe 0,04 0,04 0,02 0,02 0,04 0,03 0,03 0,03 0,03 0,04
Mn 0,01 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Mg 0,01 0,01 0,01 0,00 0,03 0,00 0,01 0,01 0,00 0,01
Ca 0,70 0,92 0,97 0,94 0,68 0,86 0,57 0,82 0,75 0,81
Na 0,34 0,10 0,09 0,10 0,36 0,16 0,44 0,18 0,29 0,22
K 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,04 0,00 0,01 0,01
P 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01
Total 5,06 5,03 5,04 5,03 5,04 5,03 5,04 5,02 5,05 5,05
An (%mol) 66,70 90,45 91,18 90,36 65,07 84,04 54,33 82,28 71,16 78,47
Ab (%mol) 31,91 9,55 8,65 9,58 34,37 15,79 41,71 17,72 27,89 20,90
Or (%mol) 1,39 0,00 0,17 0,06 0,56 0,17 3,95 0,00 0,95 0,63
Nama mineral Labradorit Anortit Labradorit Bitownit Labradorit Bitownit
Keterangan: %An = % Anortit, %Ab = % Albit, %Or = % Ortoklas.
Sajian Data Kimia Mineral Plagioklas Representatif Sampel KBM-3L (LMp).
Kode 10a 10b 10c 10d 11a 11b 11c 14d 14e 14f
Posisi Core Middle Middle Rim Core Middle Rim Core Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 46,35 49,31 49,13 52,24 47,53 50,88 50,54 49,22 46,73 50,54
TiO2 0,05 0,19 0,00 0,46 0,00 0,05 0,26 0,00 0,28 0,02
Al2O3 33,33 30,42 31,22 29,02 32,78 30,34 30,04 31,60 32,08 30,26
FeOt 0,49 1,10 0,40 0,94 0,47 0,39 0,84 0,82 0,46 0,70
MnO 0,01 0,24 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,49 0,00 0,00
MgO 0,25 0,00 0,41 0,00 0,23 0,00 0,26 0,09 0,00 0,44
CaO 16,81 14,57 15,07 12,30 16,47 13,43 13,59 14,56 17,70 13,64
Na2O 2,72 3,64 3,49 5,05 2,36 4,70 4,17 3,21 2,48 4,21
K2O 0,00 0,22 0,15 0,00 0,15 0,16 0,25 0,01 0,27 0,00
P2O5 0,00 0,31 0,14 0,00 0,00 0,05 0,05 0,00 0,00 0,19
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 8 oksigen
Si 2,14 2,27 2,25 2,38 2,19 2,33 2,32 2,26 2,17 2,31
Ti 0,00 0,01 0,00 0,02 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00
Al 1,82 1,65 1,69 1,56 1,78 1,64 1,62 1,71 1,75 1,63
Fe 0,02 0,04 0,02 0,04 0,02 0,01 0,03 0,03 0,02 0,03
Mn 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,02 0,00 0,00
Mg 0,02 0,00 0,03 0,00 0,02 0,00 0,02 0,01 0,00 0,03
Ca 0,83 0,72 0,74 0,60 0,81 0,66 0,67 0,72 0,88 0,67
Na 0,24 0,32 0,31 0,45 0,21 0,42 0,37 0,29 0,22 0,37
K 0,00 0,01 0,01 0,00 0,01 0,01 0,01 0,00 0,02 0,00
P 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01
Total 5,07 5,04 5,05 5,04 5,03 5,06 5,05 5,03 5,07 5,04
An (%mol) 77,35 68,02 69,88 57,37 78,73 60,70 63,40 71,44 78,63 64,16
Ab (%mol) 22,65 30,75 29,29 42,63 20,42 38,44 35,21 28,50 19,94 35,84
Or (%mol) 0,00 1,22 0,83 0,00 0,85 0,86 1,39 0,06 1,43 0,00
Nama mineral Bitownit Labradorit Bitownit Labradorit Bitownit Labradorit
Keterangan: %An = % Anortit, %Ab = % Albit, %Or = % Ortoklas.
Sajian Data Kimia Mineral Plagioklas Representatif Sampel KBM-3L (LMp) (Lanjutan).
Kode 14g 14h 14i 15a 15c 16a 16b 16e 16f 16i
Posisi Core Middle Rim Core Rim Core Middle Rim Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 47,51 49,20 49,35 45,64 50,32 47,09 53,79 71,85 46,89 52,99
TiO2 0,00 0,11 0,00 0,00 0,24 0,14 0,00 0,12 0,27 0,00
Al2O3 32,02 30,96 31,25 33,90 30,68 32,17 27,89 13,29 29,51 26,91
FeOt 0,68 0,35 0,37 0,32 0,31 0,41 0,37 3,91 1,79 1,31
MnO 0,00 0,27 0,00 0,04 0,01 0,31 0,00 0,61 0,49 0,00
MgO 0,00 0,00 0,33 0,06 0,02 0,00 0,00 0,00 0,24 0,23
CaO 17,39 14,87 14,82 18,20 14,15 17,30 12,67 0,90 15,48 10,93
Na2O 2,32 4,07 3,62 1,82 4,08 2,58 5,09 5,09 4,95 6,49
K2O 0,00 0,00 0,18 0,02 0,19 0,00 0,10 3,94 0,37 0,44
P2O5 0,08 0,17 0,08 0,00 0,00 0,00 0,09 0,31 0,00 0,70
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 8 oksigen
Si 2,19 2,26 2,26 2,11 2,30 2,18 2,45 3,19 2,20 2,43
Ti 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00
Al 1,74 1,68 1,69 1,85 1,66 1,75 1,49 0,70 1,63 1,45
Fe 0,03 0,01 0,01 0,01 0,01 0,02 0,01 0,15 0,07 0,05
Mn 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,02 0,02 0,00
Mg 0,00 0,00 0,02 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,02 0,02
Ca 0,86 0,73 0,73 0,90 0,69 0,86 0,62 0,04 0,78 0,54
Na 0,21 0,36 0,32 0,16 0,36 0,23 0,45 0,44 0,45 0,58
K 0,00 0,00 0,01 0,00 0,01 0,00 0,01 0,22 0,02 0,03
P 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,01 0,00 0,03
Total 5,03 5,06 5,05 5,05 5,05 5,05 5,03 4,76 5,21 5,08
An (%mol) 80,55 66,88 68,66 84,58 65,03 78,75 57,59 6,08 62,22 47,12
Ab (%mol) 19,45 33,12 30,35 15,31 33,93 21,25 41,87 62,23 36,01 50,63
Or (%mol) 0,00 0,00 0,99 0,11 1,04 0,00 0,54 31,69 1,77 2,26
Nama mineral Bitownit Labradorit Bitownit Labradorit Bitownit Labradorit Oligoklas Labradorit Andesin
Keterangan: %An = % Anortit, %Ab = % Albit, %Or = % Ortoklas.
Sajian Data Kimia Mineral Hornblenda Representatif Sampel KBWN-10JP (Fragmen) (KlKb).
Kode 14a 14b 14c 14d
Posisi Core Middle Rim Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 40,34 40,39 39,70 40,06
TiO2 1,74 2,08 1,92 2,21
Al2O3 14,32 13,98 14,53 14,44
Cr2O3 0,21 0,02 0,27 0,21
FeOt 12,29 12,22 13,10 12,17
MnO 0,00 0,19 0,00 0,46
MgO 15,27 15,88 14,84 15,39
CaO 11,97 12,10 11,97 12,06
Na2O 2,57 2,52 2,61 2,48
K2O 0,38 0,46 0,49 0,31
NiO 0,56 0,00 0,43 0,00
P2O5 0,35 0,17 0,14 0,22
Total 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 23 oksigen
Si 5,85 5,85 5,79 5,81
Ti 0,19 0,23 0,21 0,24
Al 2,45 2,39 2,50 2,47
Cr 0,02 0,00 0,03 0,02
Fe 1,49 1,48 1,60 1,47
Mn 0,00 0,02 0,00 0,06
Mg 3,30 3,43 3,23 3,32
Ca 1,86 1,88 1,87 1,87
Na 0,72 0,71 0,74 0,70
K 0,07 0,09 0,09 0,06
Ni 0,07 0,00 0,05 0,00
P 0,04 0,02 0,02 0,03
Total 16,06 16,09 16,12 16,05
Mg# 68,90 69,85 66,88 69,27
Nama Mineral Magnesiohastingsit
Sajian Data Kimia Mineral Hornblenda Representatif Sampel Lava Kubah 1 (KlKb).
Kode 29a 29b 29c 30a 30b 30c 32a 32b 32c 32d
Posisi Core Middle Rim Core Middle Rim Core Middle Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 41,72 41,78 41,85 41,03 42,09 41,02 40,30 40,46 40,46 40,54
TiO2 2,80 2,50 2,93 1,55 1,59 1,97 1,90 2,15 2,14 1,61
Al2O3 11,00 11,11 10,90 13,55 13,37 14,06 13,23 13,14 14,49 13,90
Cr2O3 0,08 0,10 0,00 0,11 0,25 0,09 0,00 0,21 0,12 0,09
FeOt 15,91 15,97 15,11 11,15 10,58 11,54 13,06 13,62 11,23 12,78
MnO 0,68 0,52 0,47 0,50 0,28 0,02 0,16 0,30 0,00 0,19
MgO 13,87 13,82 13,81 16,67 16,44 16,10 15,18 15,73 16,16 15,68
CaO 10,68 11,13 11,62 12,33 12,35 11,81 12,33 11,82 12,20 12,08
Na2O 2,55 2,43 2,52 2,63 2,54 2,59 2,65 2,31 2,51 2,65
K2O 0,49 0,54 0,58 0,35 0,37 0,46 0,46 0,24 0,37 0,23
NiO 0,20 0,09 0,14 0,13 0,15 0,27 0,11 0,04 0,00 0,12
P2O5 0,00 0,00 0,07 0,00 0,00 0,06 0,62 0,00 0,33 0,14
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 23 oksigen
Si 6,15 6,15 6,15 5,93 6,04 5,92 5,87 5,90 5,82 5,88
Ti 0,31 0,28 0,32 0,17 0,17 0,21 0,21 0,24 0,23 0,18
Al 1,91 1,93 1,89 2,31 2,26 2,39 2,27 2,26 2,46 2,38
Cr 0,01 0,01 0,00 0,01 0,03 0,01 0,00 0,02 0,01 0,01
Fe 1,96 1,97 1,86 1,35 1,27 1,39 1,59 1,66 1,35 1,55
Mn 0,08 0,06 0,06 0,06 0,03 0,00 0,02 0,04 0,00 0,02
Mg 3,05 3,03 3,03 3,59 3,52 3,46 3,29 3,42 3,47 3,39
Ca 1,69 1,76 1,83 1,91 1,90 1,83 1,92 1,85 1,88 1,88
Na 0,73 0,69 0,72 0,74 0,71 0,72 0,75 0,65 0,70 0,75
K 0,09 0,10 0,11 0,06 0,07 0,08 0,09 0,04 0,07 0,04
Ni 0,02 0,01 0,02 0,02 0,02 0,03 0,01 0,00 0,00 0,01
P 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,01 0,08 0,00 0,04 0,02
Total 15,99 16,00 15,98 16,14 16,03 16,06 16,09 16,08 16,03 16,11
Mg# 60,85 60,67 61,97 72,72 73,48 71,33 67,45 67,31 71,95 68,63
Nama Mineral Magnesiohastingsit Pargasit Magnesiohastingsit
Sajian Data Kimia Mineral Hornblenda Representatif Sampel Lava Kubah 5 (KlKb).
Kode 3a 3b 3c 3d 3e 7a 7b 7c
Posisi Core Middle Rim Core Rim Core Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 42,58 42,10 42,21 42,28 42,33 41,50 41,04 41,49
TiO2 2,74 2,65 2,61 2,33 2,50 1,78 2,13 2,09
Al2O3 10,73 10,32 10,63 11,18 10,30 13,23 13,33 13,80
Cr2O3 0,00 0,00 0,42 0,04 0,00 0,24 0,09 0,00
FeOt 15,79 16,07 16,41 15,88 16,03 12,39 12,36 11,53
MnO 0,28 0,66 0,16 0,06 0,72 0,16 0,32 0,00
MgO 13,79 14,33 13,57 13,89 13,53 15,87 15,79 14,77
CaO 10,68 11,06 11,03 11,33 10,69 11,76 11,88 12,43
Na2O 2,62 2,52 2,67 2,47 2,72 2,61 2,55 3,42
K2O 0,46 0,31 0,29 0,54 0,69 0,35 0,34 0,33
NiO 0,16 0,00 0,00 0,00 0,45 0,00 0,16 0,14
P2O5 0,16 0,00 0,00 0,00 0,05 0,10 0,00 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 23 oksigen
Si 6,24 6,20 6,21 6,20 6,25 6,00 5,95 6,00
Ti 0,30 0,29 0,29 0,26 0,28 0,19 0,23 0,23
Al 1,85 1,79 1,84 1,93 1,79 2,25 2,28 2,35
Cr 0,00 0,00 0,05 0,00 0,00 0,03 0,01 0,00
Fe 1,93 1,98 2,02 1,95 1,98 1,50 1,50 1,39
Mn 0,03 0,08 0,02 0,01 0,09 0,02 0,04 0,00
Mg 3,01 3,14 2,98 3,04 2,98 3,42 3,41 3,18
Ca 1,68 1,74 1,74 1,78 1,69 1,82 1,85 1,92
Na 0,74 0,72 0,76 0,70 0,78 0,73 0,72 0,96
K 0,09 0,06 0,05 0,10 0,13 0,06 0,06 0,06
Ni 0,02 0,00 0,00 0,00 0,05 0,00 0,02 0,02
P 0,02 0,00 0,00 0,00 0,01 0,01 0,00 0,00
Total 15,92 16,00 15,96 15,97 16,02 16,04 16,06 16,11
Mg# 60,89 61,39 59,58 60,93 60,08 69,55 69,49 69,55
Nama Mineral Magnesiohastingsit
Sajian Data Kimia Mineral Hornblenda Representatif Sampel KBM-3L (LMp).
Kode 24a 24b 24c 24d 30a 30b 30c 31a 31b 31c
Posisi Core Middle Rim Core Core Middle Rim Core Middle Rim
Unsur Utama (wt%)
SiO2 40,24 40,51 40,36 40,28 40,51 41,02 42,49 41,96 41,14 40,40
TiO2 2,24 1,88 2,50 1,84 2,90 1,98 2,42 2,32 2,34 2,22
Al2O3 13,88 12,79 13,43 13,87 13,53 14,32 13,60 13,61 14,21 14,15
Cr2O3 0,02 0,00 0,03 0,16 0,22 0,38 0,13 0,07 0,00 0,18
FeOt 12,80 13,70 13,20 12,49 10,51 10,67 10,05 10,74 10,89 11,44
MnO 0,61 0,30 0,00 0,15 0,21 0,00 0,16 0,00 0,48 0,58
MgO 14,82 15,35 14,99 15,11 16,56 16,52 15,32 15,36 15,51 15,88
CaO 11,69 12,02 12,05 12,55 11,70 12,12 12,42 12,69 12,31 11,47
Na2O 2,45 2,64 2,65 2,82 2,88 2,66 2,89 2,77 2,50 3,21
K2O 0,43 0,49 0,49 0,44 0,54 0,21 0,47 0,48 0,41 0,49
NiO 0,62 0,31 0,26 0,00 0,44 0,14 0,00 0,00 0,22 0,00
P2O5 0,19 0,00 0,03 0,30 0,00 0,00 0,05 0,00 0,00 0,00
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Kation per 23 oksigen
Si 5,87 5,93 5,89 5,86 5,85 5,89 6,08 6,03 5,93 5,85
Ti 0,25 0,21 0,27 0,20 0,32 0,21 0,26 0,25 0,25 0,24
Al 2,38 2,21 2,31 2,38 2,30 2,42 2,29 2,31 2,41 2,42
Cr 0,00 0,00 0,00 0,02 0,03 0,04 0,01 0,01 0,00 0,02
Fe 1,56 1,68 1,61 1,52 1,27 1,28 1,20 1,29 1,31 1,39
Mn 0,08 0,04 0,00 0,02 0,03 0,00 0,02 0,00 0,06 0,07
Mg 3,22 3,35 3,26 3,27 3,57 3,54 3,27 3,29 3,33 3,43
Ca 1,83 1,89 1,88 1,95 1,81 1,86 1,90 1,95 1,90 1,78
Na 0,69 0,75 0,75 0,79 0,81 0,74 0,80 0,77 0,70 0,90
K 0,08 0,09 0,09 0,08 0,10 0,04 0,09 0,09 0,08 0,09
Ni 0,07 0,04 0,03 0,00 0,05 0,02 0,00 0,00 0,03 0,00
P 0,02 0,00 0,00 0,04 0,00 0,00 0,01 0,00 0,00 0,00
Total 16,05 16,18 16,10 16,13 16,12 16,05 15,94 15,99 16,00 16,19
Mg# 67,37 66,64 66,94 68,32 73,75 73,41 73,10 71,83 71,75 71,22
Nama Mineral Magnesiohastingsit Pargasit Magnesiohastingsit Pargasit
LAMPIRAN E
DESKRIPSI MEGASKOPIS
Kode Sampel : Lava Kubah 1 Satuan Batuan: Kubah Lava Kie Besi
(KlKb)
Nama Batuan : Andesit (Streckeisen, 1979)

4 3 Keterangan:
2
1. Plagioklas
2. Hornblenda
3. Piroksen
4. Klorit

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan andesit, abu-abu bintik-bintik putih, setempat teroksidasi, afanitik, inequigranular.
Fenokris terdiri dari plagioklas, piroksen dan hornblenda dalam masadasar afanitik berwarna
abu-abu, setempat terdapat klorit. Struktur vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (30%), hadir sebagai fenokris, segar, putih, tabular, 1-2 mm, menyebar
merata.
 Hornblenda (3%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik panjang, 1-2 mm,
gelap, persebaran merata.
 Piroksen (15%), hadir sebagai fenokris, segar, prismatik pendek, hitam, gelap, 2-3
mm, menyebar merata.
 Klorit (2%), hijau gelap, ukuran 1-2 mm, hadir setempat.
 Masadasar afanitik (50%), berwarna abu-abu, terdapat magnetit dalam masadasar
Kode Sampel : Lava Kubah 2 Satuan Batuan: Kubah Lava Kie Besi
(KlKb)
Nama Batuan : Andesit (Streckeisen, 1979)

Keterangan:
2
1. Plagioklas
1 2. Hornblenda
3. Piroksen

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan andesit, abu-abu gelap bintik-bintik putih, segar, afanitik, inequigranular, Fenokris
terdiri dari plagioklas, hornblenda dan piroksen dalam masadasar afanitik berwarna abu-abu
gelap. Struktur vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (25%), hadir sebagai fenokris, segar, putih, tabular, 1-2 mm, menyebar
merata.
 Hornblenda (3%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik panjang, 1 mm,
persebaran merata.
 Piroksen (10%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, primatik pendek, 0,5-1 mm,
menyebar merata.
 Masadasar afanitik (62%), berwarna abu-abu gelap, terdapat magnetit dalam
masadasar.
Kode Sampel : Lava Kubah 3 Satuan Batuan: Kubah Lava Kie Besi
(KlKb)
Nama Batuan : Andesit (Streckeisen, 1979)

3
Keterangan:
1. Plagioklas
2. Hornblenda
3. Piroksen

1 2

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan andesit, abu-abu gelap bintik-bintik putih, setempat teroksidasi, afanitik,
inequigranular, Fenokris terdiri dari plagioklas, piroksen, dan hornblenda dalam masadasar
afanitik berwarna abu-abu gelap, setempat terdapat klorit. Struktur vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (30%), hadir sebagai fenokris, segar, putih, tabular, 1-2 mm, menyebar
merata.
 Hornblenda (3%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik panjang, 2 mm,
persebaran merata.
 Piroksen (15%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik pendek, 0,5-1 mm,
persebaran merata.
 Klorit (1%), hijau gelap, ukuran 2-3 mm, hadir setempat.
 Masadasar afanitik (51%), berwarna abu-abu gelap, terdapat magnetit dalam
masadasar.
Kode Sampel : Lava Kubah 4 Satuan Batuan: Kubah Lava Kie Besi
(KlKb)
Nama Batuan : Andesit (Streckeisen, 1979)
Keterangan:
1. Plagioklas
2. Piroksen
2 3. Hornblenda

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan andesit, abu-abu gelap bintik-bintik putih, segar, afanitik, inequigranular, Fenokris
terdiri dari plagioklas, piroksen, dan hornblenda dalam masadasar afanitik berwarna abu-
abu gelap. Struktur vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (35%), hadir sebagai fenokris, segar, putih, tabular, 1-2,5 mm, menyebar
merata.
 Piroksen (15%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik pendek, 1,5-3 mm,
menyebar merata.
 Hornblenda (5%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik panjang, 2-5 mm,
persebaran merata.
 Masadasar afanitik (51%), berwarna abu-abu gelap, terdapat magnetit dalam
masadasar.
Kode Sampel : Lava Kubah 5 Satuan Batuan: Kubah Lava Kie Besi
(KlKb)
Nama Batuan : Andesit (Streckeisen, 1979)

Keterangan:
1
1. Plagioklas
2. Piroksen
3. Mineral sulfida

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan andesit, abu-abu gelap bintik-bintik putih, sebagian teroksidasi, afanitik,
inequigranular, Fenokris terdiri dari plagioklas dan piroksen dalam masadasar afanitik
berwarna abu-abu gelap, terdapat mineral sulfida. Struktur vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (30%), hadir sebagai fenokris, segar, putih, tabular, 1-2 mm, menyebar
merata.
 Piroksen (15%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik pendek, 1-1,5 mm,
persebaran merata.
 Mineral sulfida, segar, kuning, setempat.
 Masadasar afanitik (54%), berwarna abu-abu gelap, terdapat magnetit dalam
masadasar.
Kode Sampel : KBWP-3BLV Satuan Batuan: Lawa Powate
(LP)
Nama Batuan : Basalt (Streckeisen, 1979)

Keterangan:
1. Plagioklas
2. Piroksen

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan basalt, abu-abu gelap bintik-bintik putih, sebagian teroksidasi, afanitik,
inequigranular. Fenokris terdiri dari plagioklas dan piroksen dalam masadasar afanitik
berwarna hitam, terdapat mineral sulfida dalam masadasar. Struktur vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (15%), hadir sebagai fenokris, segar, putih, tabular, 0,5-5 mm, menyebar
merata.
 Piroksen (10%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik pendek, 0,5-1 mm,
persebaran merata.
 Mineral sulfida (1%), segar, kuning kecokelatan, ukuran 1 mm, setempat.
 Masadasar afanitik (74%), berwarna abu-abu gelap, terdapat magnetit dalam
masadasar.
Kode Sampel : KBWP-3L Satuan Batuan: Lawa Powate
(LP)
Nama Batuan : Basalt (Streckeisen, 1979)

Keterangan:
1. Plagioklas
2. Piroksen

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan basalt, abu-abu, segar, afanitik, inequigranular. Fenokris terdiri dari plagioklas dan
piroksen dalam masadasar afanitik berwarna abu-abu. Struktur vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (15%), hadir sebagai fenokris, segar, putih, tabular, 1-5 mm, menyebar
merata.
 Piroksen (10%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik pendek, 1-4 mm,
menyebar merata
 Masadasar afanitik (75%), berwarna abu-abu.
Kode Sampel : KBWN-10JP (Fragmen) Satuan Batuan: Kubah Lava Kie Besi
(KlKb)
Nama Batuan : Andesit (Streckeisen, 1979)

Keterangan:
2
1. Plagioklas
2. Piroksen
1 3. Klorit

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan andesit, abu-abu bintik-bintik putih, setempat teroksidasi, afanitik, inequigranular,
Fenokris terdiri dari plagioklas dan piroksen dalam masadasar afanitik berwarna abu-abu,
setempat terdapat klorit. Struktur vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (25%), hadir sebagai fenokris, agak lapuk-segar, putih, tabular, 1-2,5
mm, menyebar merata.
 Piroksen (15%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik pendek, 0,5-3 mm,
menyebar merata
 Klorit (1%), ukuran 1-2 mm, hadir setempat.
 Masadasar afanitik (59%), berwarna abu-abu terdapat magnetit dalam masadasar
Kode Sampel : KBWN-10JP (Fragmen Litik) Satuan Batuan: Kubah Lava Kie Besi
(KlKb)
Nama Batuan : Andesit (Streckeisen, 1979)

Keterangan:

2 1. Plagioklas
1 2. Piroksen
3. Hornblenda

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan andesit, abu-abu gelap bintik putih, segar, afanitik, inequigranular. Fenokris terdiri
dari plagioklas, piroksen, dan hornblenda dalam masadasar afanitik warna abu-abu gelap.
Struktur vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (30%), hadir sebagai fenokris, segar, putih, tabular, 1-3 mm, menyebar
merata.
 Piroksen (15%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik pendek, 1-2 mm,
menyebar merata.
 Hornblenda (3%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik panjang, 1-1,5
mm, menyebar merata
 Masadasar afanitik (52%), berwarna abu-abu gelap, terdapat magnetit dalam
masadasar
Kode Sampel : KBWN-11JP Satuan Batuan: Kubah Lava Kie Besi
(KlKb)
Nama Batuan : Andesit (Streckeisen, 1979)
Keterangan:

1 1. Plagioklas
2. Piroksen
3. Hornblenda

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan andesit, abu-abu bintik putih, segar, afanitik, inequigranular. Fenokris terdiri dari
plagioklas, piroksen, dan hornblenda dalam masadasar afanitik warna abu-abu. Struktur
vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (35%), hadir sebagai fenokris, segar, putih, tabular, 1-3 mm, menyebar
merata.
 Piroksen (15%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik pendek, 1,5-2,5 mm,
menyebar merata.
 Hornblenda (3%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik panjang, 2-3 mm,
menyebar merata
 Masadasar afanitik (47%), berwarna abu-abu.
Kode Sampel : KBM-3FL Satuan Batuan: Lava Malapa
(LMp)
Nama Batuan : Andesit (Streckeisen, 1979)

3 Keterangan:
1. Plagioklas
2. Piroksen
3. Hornblenda
1

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan andesit, abu-abu terang, segar, afanitik, inequigranular. Fenokris terdiri dari
plagioklas, piroksen, dan hornblenda dalam masadasar afanitik berwarna abu-abu terang.
Struktur vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (30%), hadir sebagai fenokris, segar, putih, tabular, 0,2-1 mm, menyebar
merata.
 Piroksen (15%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik pendek, 1-4 mm,
menyebar merata.
 Hornblenda (3%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik panjang, 1,5-3
mm, menyebar merata.
 Masadasar afanitik (52%), berwarna abu-abu, terdapat magnetit dalam masadasar.
Kode Sampel : KBM-2FL Satuan Batuan: Lava Malapa (LMp)
Nama Batuan : Andesit (Streckeisen, 1979)

Keterangan:
2
1 1. Plagioklas
2. Piroksen
3. Hornblenda
3

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan andesit, abu-abu, segar, afanitik, inequigranular. Fenokris terdiri dari plagioklas,
piroksen, dan hornblenda dalam masadasar afanitik berwarna abu-abu, Struktur vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (30%), hadir sebagai fenokris, segar, putih, tabular, 1-2,5 mm, menyebar
merata.
 Piroksen (15%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik pendek, 0,25-2,5
mm, menyebar merata.
 Hornblenda (5%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik panjang, 0,5-3
mm, menyebar merata.
 Masadasar afanitik (50%), berwarna abu-abu, terdapat magnetit dalam masadasar.
Kode Sampel : KBM-3L Satuan Batuan: Lava Malapa (LMp)
Nama Batuan : Andesit (Streckeisen, 1979)

Keterangan:
1. Plagioklas
2. Piroksen
3. Hornblenda

1
2
3

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan andesit, abu-abu terang, segar, afanitik, inequigranular, sebagian teroksidasi,
terdapat xenolith andesit. Fenokris terdiri dari plagioklas, piroksen dan hornblenda dalam
masadasar afanitik berwarna abu-abu terang. Struktur vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (25%), hadir sebagai fenokris, segar, putih, tabular, 0,5 – 2 mm,
menyebar merata.
 Piroksen (15%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik pendek, 1-3 mm,
menyebar merata.
 Masadasar afanitik (65%), berwarna abu-abu, terdapat magnetit dalam masadasar.
 Xenolith andesit, berwarna abu-abu, segar, berukuran 1,2 cm x 3 cm, masadasar
afanitik berwarna abu-abu terang.
Kode Sampel : KBM-2L Satuan Batuan: Lava Malapa
(LMp)
Nama Batuan : Andesit (Streckeisen, 1979)

Keterangan:
1. Plagioklas
3 2 2. Piroksen
3. Hornblenda

Jenis Batuan : Batuan Beku


Deskripsi :
Batuan andesit, abu-abu, sebagian kecil teroksidasi, afanitik, inequigranular. Fenokris terdiri
dari plagioklas, piroksen, dan hornblenda dalam masadasar afanitik berwarna abu-abu.
Struktur vesikuler.
Komponen :
 Plagioklas (25%), hadir sebagai fenokris, segar, putih, tabular, 1-2,5 mm, menyebar
merata.
 Piroksen (15%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik pendek, 1-1,5 mm,
menyebar merata.
 Hornblenda (8%), hadir sebagai fenokris, segar, hitam, prismatik panjang, 1-2 mm,
menyebar merata.
 Masadasar afanitik (52%), berwarna abu-abu.