Anda di halaman 1dari 8

FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI


TUGAS 2 GEOLOGI SEJARAH

Luvian Elsandy Purnomo


12015065

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2018
Munculnya kehidupan di Bumi
Bumi kita terbentuk dari ledakan dahsyat sekitar 13,8 miliar tahun lalu yang dikenal dengan Teori
Big Bang. Ledakan tersebut menghasilkan debu dan awan hidrogen yang makin lama semakin
padat. Gumpalan terbesar menjadi bintang dan yang lebih kecil menjadi planet yang ada sekarang
ini, salah satunya adalah Bumi.

Beberapa peneliti mempercayai selang 600-700 juta tahun kemudian atau sekitar 3,9-3,8 miliar
tahun lalu, hujan meteor membombardir Bumi dengan membawa serta air dan asam amino dalam
jumlah yang banyak.

Adanya air dan asam amino memungkinkan muncul cikal bakal kehidupan, bakteri bersel tunggal.
Sejak saat itu makhluk hidup pun tumbuh semakin kompleks.
Pembabakan geologi
Pakar geologi membagi periode sejak terbentuknya Bumi hingga sekarang menjadi beberapa masa,
berdasarkan perubahan yang terjadi di masing-masing era.

Saat ini, kita berada di masa Holosen, atau masa baru, yang dimulai kira-kira 11.700 tahun lalu
ketika Zaman Es berakhir.

Belakangan, beberapa peneliti berpendapat sejak dimulainya uji coba bom nuklir pada 1950 dan
ledakan populasi manusia memasuki masa baru, yang dinamai Antroposen (masa manusia).
Pertumbuhan manusia naik signifikan. Mereka berpendapat dengan lebih dari 7 miliar jiwa,
aktivitas manusia mempengaruhi secara drastis perubahan alam dan kepunahan beberapa spesies
binatang liar.

Kepunahan makhluk hidup bukan hal yang baru di Bumi. Kejadian ini memang terjadi secara
alami, sejak pertama kali kemunculan makhluk hidup hingga sekarang.

Dari sekian banyaknya periode kepunahan yang terjadi, peninggalan fosil menunjukkan
setidaknya ada lima periode yang ditandai penurunan populasi makhluk hidup secara drastis
hingga layak dikategorikan sebagai peristiwa kepunahan massal.

Periode kepunahan pertama


Memasuki awal hingga pertengahan Zaman Ordovisum, kondisi Bumi saat itu masih hangat
dengan kelembapan atmosfer yang ideal buat kehidupan. Memasuki Zaman Akhir Ordovisium
(sekitar 443 juta tahun yang lalu), semuanya berubah secara ekstrem, ketika benua
tua Gonwanamencapai kutub selatan. Suhu turun secara drastis dan es pun terbentuk di mana-
mana, menurunkan permukaan air laut.

Penyebab kepunahan yang terjadi di zaman es ini karena berkurangnya kandungan karbon dioksida
di atmosfer dan lautan. Keadaan ini menyebabkan jumlah tumbuh-tumbuhan menurun drastis
karena kegagalan fotosintesis.

Sebagai konsekuensinya terjadi kekacauan ekosistem, karena tumbuhan sebagai produsen makan
lenyap seketika. Sekitar 86% populasi makhluk hidup lenyap dalam kurun waktu 3 hingga 2 juta
tahun.

Beberapa organisme yang tinggal di laut dan terkena dampak kepunahan pertama ini adalah
Brachiopods, Conodonts, Acritarchs, Bryozons, dan juga Trilobites.

Periode kepunahan kedua


Masa ini terjadi sekitar 359 juta tahun yang lalu, yang dikenal Zaman Devon. Hujan meteor yang
bertubi-tubi diyakini salah satu penyebab kepunahan massal pada zaman ini selain beberapa
penyebab lainnya seperti global anoxia (menurunnya jumlah oksigen secara drastis),
meningkatnya aktivitas tektonik lempeng, perubahan muka laut, dan juga perubahan iklim. Akibat
perubahan tersebut diperkirakan sekitar 75% makhluk hidup menyerah dan punah.

Kepunahan pada periode ini diyakini lebih memberikan efek bagi kehidupan di laut yang saat itu
didominasi oleh terumbu karang dan stromatoporoids, sejenis binatang laut tak bertulang belakang.

Periode kepunahan ketiga


Ini adalah periode kepunahan terbesar dan terparah yang pernah terjadi di Bumi yang terjadi sekitar
251 juta tahun lalu, disebut Zaman Perm.

Munculnya benua super besar Pangea, yang merupakan daratan luas menyebabkan perubahan
geologi, iklim, dan juga lingkungan yang parah.
Letusan gunung api yang berlangsung terus menerus selama 1 juta tahun mengeluarkan lava seluas
kira-kira 300 juta kilometer persegi dan menghasilkan endapan setebal lebih dari 1.750 meter.
Endapan ini terabadikan di Siberian Traps, sekarang Rusia.

Periode letusan gunung api ini membakar hutan seluas empat kali daratan Korea yang ada saat ini,
menghasilkan CO2 dalam jumlah yang signifikan sehingga terjadi pemanasan global.

Dampaknya gas metana yang membeku dalam air laut pun mencair, memberikan dampak
pemanasan global 20 kali lebih kuat dari gas CO2. Siklus ini berlangsung selama kurang lebih 10
juta tahun, sehingga kepunahan massal yang mengerikan tidak bisa dihindari. Hanya 5% populasi
makhluk hidup yang bertahan. Sisanya, 95% musnah akibat kekeringan yang hebat, kekurangan
oksigen, dan hujan asam yang menyebabkan tumbuhan tidak mampu bertahan.

Periode kepunahan keempat


Periode ini terjadi sekitar 210 juta tahun lalu, yang dikenal Zaman Akhir Trias. Aktivitas gunung
api di Central Atlantic Magmatic Province, mengakibatkan peningkatan gas CO2 secara
signifikan.

Pembentukan gunung api di Central Atlantic Magmatic Province terbentuk akibat pecahnya
Pangea secara perlahan dan pemanasan global pun kembali terjadi pada periode yang cukup
panjang, berlangsung sekitar 600.000 hingga 8 juta tahun ini.

Pemanasan global mengakibatkan terumbu karang dan conodont, binatang purba laut yang
bentuknya mirip belut yang ada di lautan mengalami krisis serius. Makhluk hidup yang bergantung
pada keberadaan terumbu karang pun mulai terganggu dan pada akhirnya punah.
Hujan meteor turut mempercepat kepunahan pada periode ini, sehingga sekitar 80% makhluk
hidup punah, terutama reptil dan 20% di antaranya adalah hidup di laut.

Beberapa makhluk hidup di darat yang punah pada periode ini di antaranya pseudosuchians,
crocodylamorphs, therapids, dan juga beberapa amfibi besar.
Periode kepunahan kelima
Kepunahan Zaman Kapur Akhir atau lebih populer dengan sebutan Cretaceous-Tertiary
Exctinction adalah salah satu periode kepunahan tercepat. Kepunahan ini terjadi hanya dalam
rentang waktu 2,5 juta hingga kurang dari 1 juta tahun.

Periode ini terjadi sekitar 65 juta tahun lalu

Ini mungkin periode kepunahan yang paling populer karena berbarengan dengan punahnya
dinosaurus.

Tumbukan meteor besar di Teluk Meksiko (sekarang) dikombinasikan dengan aktivitas gunung
api yang memproduksi gas CO2 dalam jumlah yang signifikan diyakini bertanggung jawab atas
punahnya sekitar 50% populasi makhluk hidup pada saat itu.

Rekaman fosil periode ini dicirikan oleh endapan tipis sedimen marin atau darat tinggi kandungan
iridium yang umumnya dijumpai pada asteroid.

Sumber :

Global Tectonic. 1985. Davis

Abdurrahman, Mirzam. Lima Kepunahan Massal yang pernah di alami bumi. Pada website
http://nationalgeographic.co.id/berita/2018/01/lima-kepunahan-massal-yang-pernah-dialami-
bumi. Diakses pada 2 April 2018 20.30
LABORATORIUM PETROLOGI DAN GEOLOGI EKONOMI
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

Luvian Elsandy Purnomo


12015065

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

2018
LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI, STRATIGRAFI, DAN GEOLOGI
BAWAH PERMUKAAN
PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN

Luvian Elsandy Purnomo


12015065

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG


2018