Anda di halaman 1dari 3

TELAAH STAF

Kepada : Direktur RSUD ”KANJURUHAN” KEPANJEN


Dari : Kepala Instalasi Radiologi
Melalui : Wadir Pelayanan
Tanggal : 4 Agustus 2009
Sifat : Penting
Perihal : SK Pemberlakuan Kode Etik Radiografer

I. PERMASALAHAN
Dalam melaksanakan tugas profesinya sehari-hari, sikap dan perilaku seorang
radiografer diatur dalam aturan yang disebut kode etik radiografer. Kode etik radiografer sangat riskan
bersinggungan dengan hukum-hukum yang berkaitan dengan masalah pelayanan kepada masyarakat.
Dengan demikian perlu adanya SK Direktur RSUD ”KANJURUHAN” KEPANJEN yang memberlakukan
Kode Etik Radiografer yang bertujuan melindungi radiografer dan pasien dari hukum yang berlaku

II. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH


Instalasi radiologi mengajukan permohonan untuk dibuat SK Direktur RSUD
”KANJURUHAN” KEPANJEN tentang pemberlakuan Kode Etik Radiografer ( Kode Etik Radiografer
terlampir ).

III. PENUTUP

Demikian telaah staf ini kami buat, selanjutnya kebijaksanaan kami serahkan kepada
Direktur RSUD ”KANJURUHAN” KEPANJEN.

Kepanjen, 4 Agustus 2009


Mengetahui,
Wadir Pelayanan Ka.Instalasi Radiologi

dr.Harry Hartanto, MM dr.Minuk Pratiwi, SpRad


NIP.140 216 116 NIP. 140 246 640
KODE ETIK RADIOGRAFER

MUKADIMAH
Radiografer adalah suatu profesi yang melakukan pelayanan kepada masyarakat,
bukanlah profesi yang semata-mata pekerjaan untuk mencari nafkah, akan tetapi merupakan pekerjaan
kepercayaan, dalam hal ini kepercayaan dari masyarakat yang memerlukan pelayanan profesi, percaya
kepada ketulusan hati, percaya kepada kesetiaannya dan percaya kepada kemampuan profesionalnya.

KEWAJIBAN TERHADAP PROFESI


Setiap Radiografer :
1. Harus menjaga dan menjunjung tinggi nama baik profesi.
2. Hanya melakukan pekerjaan Radiografi dan Imejing (CT-Scan, MRI, USG), Radioterapi dan
Kedokteran Nuklir atas permintaan dokter tanpa meninggalkan prosedur yang telah digariskan.
3. Tidak dibenarkan menyuruh orang lain yang bukan ahlinya untuk melakukan pekerjaan
Radiografi dan Imejing (CT-Scan,MRI, USG), Radioterapi dan Kedokteran Nuklir.
4. Tidak dibenarkan menentukan diagnosa Radiologi.

KEWAJIBAN TERHADAP DIRI SENDIRI


Setiap Radiografer :
1. Harus menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya baik terhadap bahaya radiasi maupun
penyakit.
2. Senantiasa berusaha meningkatkan kemampuan profesionalnya baik secara sendiri-sendiri
maupun bersama-sama dengan jalan mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, ketrampilan
dan pengalaman yang bermanfaat terhadap pelayanan kepada masyarakat.

KEWAJIBAN UMUM
Setiap Radiografer dalam melaksanakan pekerjaan profesinya :
1. Tidak dibenarkan membeda-bedakan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, jenis kelamin, agama,
politik serta status sosial kliennya.
2. Selalu berpedoman pada standar profesi.
3. Tidak dibenarkan melakukan perbuatan yang dipengaruhi pertimbangan keuntungan pribadi.
4. Selalu berpegang teguh pada sumpah jabatan dan kode etik serta standar profesi Radiografer.

KEWAJIBAN TERHADAP PASIEN


Setiap Radiografer dalam melaksanakan pekerjaan profesi :
1. Senantiasa memelihara suasana dan lingkungan dengan menghayati nilai-nilai budaya, adat
istiadat, agama dari penderita, keluarga penderita dan masyarakat.
2. Wajib dengan tulus dan ikhlas memberikan pelayanan terbaik.
3. Wajib merahasiakan segala sesusatu yang diketahui baik hasil pekerjaan profesi maupun dari
bidang lainnya tentang keadaan pasien.
4. Wajib melaksanakan peraturan – peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah
didalam bidang kesehatan.
5. Demikepentingan penderita setiap saat bekerja sama dengan ahli lain yang terkait dan
melaksanakan tugas secara cepat, tepat dan terhormat serta percaya diri pada kemampuan
profesinya.
6. Wajib membina hubungan kerja yang baik antara profesinya dengan profesi lain demi
kepentingan pelayanan terhadap masyarakat.