Anda di halaman 1dari 13

Nama : I Putu Ari Darmawan

Nim : 12106026

Prodi : MAH S/5

MANAJEMEN HUTANG LANCAR

1. PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Jika kita ingat kembali persamaan dasar akuntansi, sisi kiri persamaan akuntansi

adalah harta (aktiva) dan sisi kanan terdiri dari hutang dan modal. Hutang menunjukkan

besarnya kepentingan kreditur pada harta perusahaan. Sementara itu modal

menunjukkan besarnya kepentingan pemilik pada harta perusahaan. Persamaan tersebut

juga tergambar pada neraca yang memuat harta, hutang dan modal.

Adanya hutang di neraca menunjukkan perusahaan pernah menarik sumber daya

yan digunakan dari kreditur. Pada bab ini akan dibicarakan akuntansi atas kegiatan

pendanaan yang berasal dari kreditur. Hutang didefinisikan sebagai pengorbanan

manfaat ekonomi di masa datang yang bersifat probableyang timbul dari kewajiban

sekarang dari suatu entitas untuk menyerahkan harta atau menyediakan jasa ke entitas

lain di kemudian hari sebagai akibat dari transaksi atau kejadian masa lalu. Dari definisi

di atas dapat ditarik beberapa hal penting yaitu :

 Hutang ini timbul dari transaksi atau kejadian masa lalu.

 Hutang harus melibatkan transfer asset atau penyediaan jasa dikemudian hari

1
 yang bersifat probable (hampir pasti).

Hutang ini merupakan kewajiban dari suatu entitas.

2. PEMBAHASAN

2.1.Pengertian dan Karakteristik Hutang

Dalam akuntansi, hutang didefinisikan sebagai pengorbanan manfaat ekonomi

dimasa yang akan datang yang mungkin akan terjadi akibat kewajiban suatu badan

usaha pada masa kini untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa pada badan

usaha lain dimasa yang akan datang sebagai akibat transaksi atau kejadian dimasa

lalu.

Untuk dapat dikatakan hutang, kriteria yang harus dipenuhi:

1. Kewajiban itu ada dan merupakan transaksi di masa lalu.

2. Ada kewajiban untuk menyertakan aktiva yang dapat diterima oleh yang

bersangkutan di masa yang akan datang.

3. Kewajiban itu dapat diukur / dinyatakan dalam satuan mata uang dengan jumlah

yang pasti atau dapat ditaksir jumlahnya.

4. Kreditur dan tanggal jatuh tempo dapat diketahui atau ditentukan.

5. Tidak ada hak untuk membatalkan atau melepaskan diri dari hutang tersebut.

2.2.PENGERTIAN HUTANG LANCAR

Hutang lancar adalah kewajiban-kewajiban yang akan diselesaikan

pembayarannya dengan menggunakan sumber-sumber ekonomi yang diklasifikasikan

sebagai aktiva lancar atau dengan menciptakan utang yang baru.

2.3. JENIS-JENIS HUTANG LANCAR

2
2.3.1 Hutang Jangka Pendek yang Sudah Pasti

Utang jangka pendek dikatakan sudah pasti apabila memenuhi dua syarat:

Kewajiban untuk membayar sudah pasti, artinya sudah terjadi transaksi yang

menimbulkan kewajiban membayar.

Jumlah yang harus dibayar sudah pasti.

Hutang-hutang yang memenuhi dua syarat di atas terdiri dari berbagai jenis utang

sebagai berikut:

a. Hutang Usaha

Utang usaha (accounts payable) berasal dari pembelian barang atau jasa untuk

digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan atau membeli persediaan barang untuk

dijual kembali (barang dagangan). Bagi kebanyakan perusahaan, utang usaha

merupakan kewajiban lancar terbesar.

b. Wesel Bayar Jangka Pendek

Adalah hutang yang didukung dengan surat pengakuan hutang atau surat

pernyataan kesanggupan membayar. Wesel bayar dapat diterbitkan untuk membeli

barang dagangan atau aset lainnya. Wesel tersebut juga dapat ditrerbitkan untuk

kreditor guna melunasi utang usaha sipenerbit wesel untuk sementara waktu. Yang

termasuk dalam hutang wesel :

a) Wesel yang dibuat dalam rangka kegiatan normal perusahaan

Adakalanya pemasok menghendaki adanya janji tertulis atas timbulnya utang,

sehingga perlu diterbitkan wesel. Jika terdapat bunga yang harus diperhitungkan,

pencatatan harus dipisahkan antara wesel bayar sebagai utang dan unsur bunga

sebagai biaya.

3
b) Pinjaman yang disertai wesel

Adalah hutang yang timbul dari transaksi pinjaman antara perusahaan dengan

bank atau lembaga-lembaga keuangan non bank.Jika dalam pinjaman ini terdapat

bunga, maka pencatatan bunga juga harus dipisahkan dari pinjamannya.

c) Hutang wesel jangka panjang yang segera jatuh tempo

Hutang wesel jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu kurang dari

satu tahun sejak tanggal neraca harus disajikan sebagai hutang lancar. Bila hanya

sebagian hutang wesel jangka panjang saja yang jatuh tempo, maka sebesar bagian

hutang tersebut harus dilaporkan sebagai hutang lancar dan sebagian lain yang belum

jatuh tempo tetap disajikan dalam hutang wesel jangka panjang.

c. Hutang Deviden

Hutang deviden adalah jumlah uang yang harus dibayar perusahaan kepada

pemegang saham akibat adanya pengumuman pembagian deviden. Pada umumnya,

pembayaran atas deviden yang telah diumumkan akan dilakukan segera setelah

tanggal pengumumannya. Oleh karena itu, hutang deviden termasuk dalam hutang

lancar.

d. Uang Muka dan Jaminan yang Dapat Diminta Kembali

Uang muka (Down Payment) disini merupakan pembayaran dimuka untuk

barang-barang yang dipesan. Sebelum barang yang dipesan diserahkan kepada

pembeli, uang muka tersebut merupakan hutang jangka pendek. Jaminan yang

diminta dari pelanggan/konsumen juga merupakan hutang jangka pendek karena

dapat ditarik sewaktu-waktu.

e. Dana yang Dikumpulkan untuk Pihak Ketiga

4
Perusahaan kadang-kadang akan menjadi pihak uang mengumpulkan uang dari

langganan/pegawai yang nantinya akan diserahkan pada pihak lain. Pengumpulan ini

dapat dilakukan dengan cara pemotongan upah pegawai atau membebani pembeli

dengan jumlah-jumlah tertentu.

Perusahaan-perusahaan yang dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN) akan

membebankan PPN ini kepada pembeli, yaitu dengan menambahkan PPN pada harga

jual. PPN yang diterima dicatat sebagai utang sampai saat penyetorannya ke Kas

Negara.

f. Hutang Biaya (Biaya yang Masih Harus Dibayar)

Adalah keharusan untuk mengakui adanya biaya-biaya yang manfaatnya sudah

dinikmati dalam suatu periode, meskipun biaya tersebut belum dibayar.Penyajian

hutang biaya dalam neraca disajikan dalam rekening biaya yang masih harus

dibayar.Meskipun demikian, rekening-rekening pembukuan untuk biaya-biaya yang

masih terhutang Hutang Gaji dan Upah, Hutang Sewa, Hutang Pajak tetap

diselenggarakan.

g. Hutang Bonus (Untuk Karyawan)

Bonus yang diberikan kepada karyawan biasanya didasarkan atas gaji dan upah

pokok. Adakalanya bonus yang diberikan kepada karyawan didasarkan atas laba yang

diperoleh perusahaan. Perhitungan bisa dilakukan dengan cara :

a) Laba sebelum pajak dan bonus

b) Laba sesudah bonus tapi sebelum pajak

c) Laba bersih setelah bonus dan pajak.

5
h. Hutang Gaji dan Upah

Perhitungan jumlah yang masih akan dibayar untuk gaji dan upah, bunga, sewa,

dan lan-lain dilakukan dengan dasar waktu terjadinya biaya tersebut. Misalnya gaji

pegawai dibayarkan tiap tanggal 5 bulan berikutnya. Jika gaji dan upah bulan

desember 2005 sebesar Rp1.200.000,00 maka pada tanggal 31 desember 2005 dibuat

jurnal penyesuaian untuk mencatat utang gaji dan upah sebagai berikut:

Gaji dan upah Rp1.200.000,00

Utang gaji dan upah Rp1.200.000,00

Prosedur yang sama digunakan juga untuk menghitung biaya-biaya lain yang masih

akan dibayar.

i. Pendapatan yang Diterima Dimuka

Adalah penghasilan dari penjualan barang atau penyerahan jasa yang diterimanya

telah terjadi dimuka sebelum transaksi penjualan atau penyerahan jasa berlangsung.

Contoh : uang muka yang diterima untuk langganan majalah / surat kabar.

2.3.2. Hutang yang Jumlahnya Ditaksir

Ada beberapa jenis hutang yang jumlahnya secara pasti tidak bisa ditentukan,

meskipun peristiwa atau transaksi yang menyebabkan timbulnya hutang sudah terjadi.

Contoh : hutang garansi, hadiah yang diberikan atas produk yang dijual. Meskipun

harian dari garansi belum dapat dipastikan dalam jumlah maupun tanggalnya, tetapi

adanya kewajiban bagi perusahaan sudah jelas dan pasti, oleh karena itu harus diakui

dan dilaporkan dalam laporan keuangan.

6
a. Hutang Pajak Penghasilan

Penaksiran pajak penghasilan biasanya dihitung berdasarkan laba yang

diperoleh pada tahun yang bersangkutan dikalikan dengan tarif pajak. Jurnal

pencatatan :

Pajak Penghasilan xxx

Hutang Pajak Penghasilan xxx

b. Hutang Hadiah yang Beredar

Perusahaan kadang-kadang menawarkan hadian untuk penjualan produk-produk

tertentu.Hadiah bisa diberikan secara langsung atau terbatas pada pembeli yang

menyerahkan kupon.Hadiah ini merupakan biaya untuk periode dimana penjualan

barang-barang tersebut terjadi. Kupon hadiah yang masih dalam peredaran

merupakan hutang yang harus dicatat pada saat transaksi penjualan dan dicatat

sebagai berikut :

c. Hutang Garansi atas Produk yang Dijual

Garansi merupakan jaminan oleh pihak penjual kepada pihak pembeli untuk

memperbaiki/melengkapi kekurangan akan kuantitas, kualitas dari produk yang

dijual. Garansi biasanya diberikan dalam bentuk :

1) Perawatan gratis

2) Penggantian kompoen atau bagian produk yang rusak

3) Pengembalian uang atas harga yang dibayar pembeli

7
2.4. Sumber Kewajiban Lancar

Kejadian yang menimbulkan kewajiban yaitu diantaranya barang yang sudah

dibeli dari pemasok tapi perusahaan belum membayarnya (kewajiban dagang, trade

account payable atau account payable). Pemasok sudah membayar tetapi perusahaan

belum mengirimkan barangnya (pendapatan diterima dimuka atau unearned

revenue).Penyebab lain timbulnya kewajiban antara lain, karena adanya peminjaman

dari satu perusahaan ke perusahaan lain, adanya barang yg dijual dengan garansi,

pembagian deviden tunai dan sebagainya.

2.5. Penilaian Kewajiban Jangka Pendek

Pada umumnya kewajiban akan dinilai sebesar present value (nilai sekarang)

arus kas keluar yg digunakan untuk melunasi kewajiban tersebut. Namun untuk

kewajiban jangka pendek biasanya akan dinilai dan dilaporkan dalam laporan

keuangan sebesar nilai jatuh tempo kewajiban jangka pendek umumnya tidak besar,

yang disebabkan karena jangka waktunya yang relatif pendek.

2.6. Cara Penyajian Kewajiban Lancar

Dalam praktik, kewajiban lancar biasanya dicatat dalam catatan akuntansi dan

dilaporkan dalam laporan keuangan pada nilai penuh jatuh temponya. Karena

singkatnya periode waktu yang terlibat, yang sering kali kurang dari satu tahun, maka

perbedaan antara nilai sekarang kewajiban lancar dan nilai jatuh tempo biasanya tidak

8
besar. Penilaian kewajiban yang sedikit terlalu tinggi akibat pencatatan kewajiban

lancar pada nilai jatuh tempo dianggap sebagai tidak material.

Akun kewajiban lancar biasanya disajikan sebagai klasifikasi pertama dalam

kelompok kewajiban dan ekuitas pemegang saham di neraca. Dalam kelompok

kewajiban lancar, akun-akun itu dapat dicantumkan menurut jatuh temponya, dalam

jumlah yang menurun, atau menurut preferensi likuidasinya.

Informasi yang terinci dan bersifat tambahan mengenai kewajiban lancar harus

memadai untuk memenuhi persyaratan pengungkapan penuh. Kewajiban yang

dijamin harus diidentifikasi dengan jelas, dan aktiva terkait yang dijaminkan harus

ditunjukan. Jika tanggal jatuh tempo setiap kewajiban dapat diperpanjang, maka

rinciannya harus diungkapakan. Kewajiban lancar ini tidak boleh dioffset terhadap

aktiva yang akan digunakan untuk likuidasinya. Hutang jangka panjang yang akan

jatuh temposaat ini harus diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar.

Terdapat pengecualian penting apabila kewajiban yang jatuh tempo saat ini

harus dibayar dari aktiva yang diklasifikasikan sebagai jangka panjang. Sebagai

contoh, jika pembayaran untuk menarik hutang obligasi diambil dari dana pelunasan

obligasi yang diklasikasikan sebagai aktiva jangka panjang, maka hutang obligasi

harus dilaporkan dalam kelompok kewajiban jangka panjang. Penyajian hutang ini

dalam kelompok kewajiban lancar akan mengganggu posisi modal kerja perusahaan.

Jika kewajiban jangka pendek dikeluarkan dari kewajiban lancar karena

pendanaan kembali, maka catatan atas laporan keuangan harus mencakup :

a. Penjelasan umum mengenai perjanjian pendanaan

b. Persyaratan dari setiap kewajiban baru yang terjadi atau akan terjadi

9
c. Persyaratan dari setiap sekuritas ekuitas yang diterbitkan atau akan

diterbitkan

Apabila pendanaan kembali atas dasar jangka panjang diharapkan dapat

dilakukan melalui penerbitan sekuritas ekuitas, maka tidak layak untuk memasukan

kewajiban jangka pendek dalam ekuitas pemilik. Pada tanggal neraca, kewajiban itu

merupakan suatu kewajiban bukan ekuitas pemilik.

Dalam laporan keuangan neraca hutang lancar disajikan dengan cara:

1. Setiap jenis hutang lancar harus disajikan terpisah (cut off) dari jumlah

yang material,

2. Hutang terhadap perusahaan afillasi, pemegang saham, karyawan

perusahaan harus dipisahkan dari hutang kepada pihak ketiga yang

independent,

3. Aktiva yang dijaminkan dalam penrikan hutang lancar harus diungkapkan

dalam laporan keuangan,

4. Aktiva dan hutang lencar tidak boleh digabungkan penyajiannya kedalam

jumlah netto,

5. Hutang bersyarat harus dijelaskan didalam neraca,

10
6. Disajikan sesuai likiuditasnya, sama seperti aktiva, hutang lancar yang

dapat dengan segera dibayar maka disajikan dalam urutan yang paling

atas,

7. Dilaporkan pada sisi sebelah kanan neraca.

2.7. Analisis Kewajiban Lancar

Perbedaan antara kewajiban lancar dan hutang jangka panjang adalah penting

karena menyediakan informasi tentang likuiditas perusahaan. Likuiditas yang

berkaitan dengan kewajiban adalah waktu yang diharapkan berlalu hingga suatu

kewajiban harus dibayar. Dengan kata lain, kewajiban yang akan dibayar dengan

segera merupakan kewajiban lancar. Suatu perusahaan yang likuid dapat bertahan

lebih baik dalam menghadapi masalah keuangan. Selain itu, perusahaan ini juga

memiliki peluang yang lebih baik dalam mengambil keuntungan dari keempatan

investasi yang berkembang.

Analisis menggunakan rasio dasar tertentu seperti arus kas bersih yang

disediakan oleh aktivitas operasi terhadap kewajiban lancar, serta rasio perputaran

untuk piutang dan persediaan, untuk menilai likuiditas. Dua rasio lainnya yang

digunakan untuk menguji likuiditas adalah rasio lancar dan rasio cepat.

a. Rasio Lancar (Current Ratio)

Rasio lancar adalah rasio yang membandingkan antara total aktiva lancar

terhadap total kewajiban lancar.

11
Rasio lancar = Aktiva lancar

Kewajiban lancar

Rasio tersebut sering kali diekspresikan sebagai cakupan dari sedemikian

banyak waktu. Terkadang rasio itu disebut sebagai rasio modal kerja karena

modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar atas kewajiban lancar.

Rasio lancar yang memadai tidak menngungkapkan bagian aktiva lancar yang

terikat dalam persediaan yang bergerak lambat. Dengan persediaan, terutama

bahan baku dan barang dalam proses, terdapat pertanyaan tentang berapa waktu

yang akan diperlukan untuk mengubahnya menjadi produk jadi dan yang

akhirnya akan direalisasi dalam penjualan barang dagang. Eliminasi persediaan,

bersama dengan setiap beban dibayar dimuka dari jumlah aktiva lancar, dapat

memberikan informasi yang lebih baik bagi kreditor jangka pendek. Sehingga

beberapa analis lebih menyukai rasio cepat sebagai pengganti rasio lancar.

b. Rasio Cepat (Quick Ratio)

Banyak analis lebih menyukai rasio cepat yang menghubungkan total

kewajiban lancar dengan kas, sekuritas, dan piutang.

Rasio cepat = kas + investasi jangka pendek + piutang bersih

Kewajiban lancar

12
DAFTAR PUSTAKA

2013.https://natawidnyana.files.wordpress.com/.../psak-no-57_kewajiban-

diestimas. Diakses tanggal 10 November 2014.

http://n2cs.wordpress.com/2013/03/03/kewajiban-lancar-dan-kontinjensi/

diakses 11 November 2014

13