Anda di halaman 1dari 4

STRATEGI PELAKSANAAN

PADA PASIEN DENGAN ANSIETAS

OLEH :

NI KETUT WULANDARI

P07120016100

TINGKAT III.3

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR

JURUSAN KEPERAWATAN PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN

TAHUN 2018
STRATEGI PELAKSANAAN PADA PASIEN

DENGAN ANSIETAS

A. KONDISI PASIEN
Klien Ny. P berusia 35 tahun. Klien mengatakan takut jika berada di rumah ,klien
mengatakan dulu pernah dipukuli oleh tetangganya karna dituduh mencuri diwarung
,klien juga mengatakan sulit tidur dan tidak nafsu makan.
Klien tampak seperti orang bingung
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Ansietas
C. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
Tahapan tindakan yang dapat dilakukan meliputi hal-hal sebagai berikut.
a. Bina hubungan saling percaya
b. Bantu pasien mengenal ansietas
c. Latih pasien cara mengatasi ansietas dengan teknik relaksasi
d. Masukkan dalam jadwal kegiatan harian

D. TUJUAN
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya
2. Klien dapat mengenal ansietas
3. Latihan cara mengatasi ansietas dengan teknik relaksasi
4. Masukkan dalam jadwal kegiatan harian

E. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


1. FASE ORIENTASI
- SALAM TERAPEUTIK
“Selamat pagi Ibu,”
“Nama saya Ni Ketut wulandari, boleh panggil saya . Saya wulan
mahasiswa Keperawatan Poltekkes Denpasar Jurusan Keperawatan, saya
sedang praktik di sini dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB siang”
“Nama Ibu siapa? Dan senang di panggil siapa?”

- EVALUASI DENGAN VALIDASI


“Bagaimana perasaan Ibu hari ini?,semalam tidurnya nyenyak?”

- KONTRAK
a. Topik
“Apakah Ibu tidak keberatan untuk ngobrol dengan saya? Menurut Ibu
sebaiknya kita ngobrol tentang apa? Bagaiman kalau kita ngobrol
tentang keadaan ibu”
Ibu?”
b. Waktu
“Berapa lama kira-kira kita bisa ngobrol Ibu? Ibu maunya berapa
menit?
“ Bagaiman kalau 15 menit? Bisa!”
c. Tempat
“Di mana kita duduk? Di teras? Di kursi panjang itu, atau mau di mana
Bu?”
d. Tujuan
“Supaya Ibu bisa lebih tenang menghadapi keadaan ini”

2. FASE KERJA

“Sekarang coba ibu ceritakan apa yang ibu rasakan saat ini”

“Oh ,Jadi ibu merasa takut jika tetangga ibu melakukan tindakan kejahatan
kepada ibu. Jika boleh saya tahu, bagaimana cara Ibu mengatasinya?”

“Saya mengerti bagaimana perasaan Ibu. Setiap orang akan memiliki perasaan
yang sama jika diposisi Ibu. Tapi saya sangat kagum sama Ibu. Karena Ibu
mampu menahan semua masalah ini. Ibu adalah orang yang luar biasa. Untuk itu,
Ibu perlu melakukan terapi disaat ibu merasakan perasaan cemas yang berat.
Terapi ini akan membantu menurunkan tingkat kecemasan Ibu. Bagaimana kalau
sekarang kita coba mengatasi kecemasan ibu dengan latihan relaksasi dengan cara
tarik nafas dalam, ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi kecemasan
yang ibu rasakan”

“Bagaimana kalau kita latihan sekarang, Saya akan lakukan, ibu perhatikan saya,
lalu ibu bisa mengikuti cara yang sudah saya ajarkan. Kita mulai ya bu. Ibu
silakan duduk dengan posisi seperti saya. Pertama-tama, ibu tarik nafas dalam
perlahan-lahan, setelah itu tahan nafas dalam hitungan tiga setelah itu ibu
hembuskan udara melalui mulut dengan meniup udara perlahan-lahan. Sekarang
coba ibu praktikkan”

“Bagus sekali, ibu sudah mampu melakukannya. ibu bisa melakukan latihan ini
selama 5 sampai 10 kali sampai ibu merasa relaks atau santai. Selain cara tersebut
untuk mengatasi kecemasan ibu, ibu bisa melakukan dengan metode pengalihan
yaitu dengan ibu melepas kecemasan dengan tertawa, berolahraga, menulis
kecemasan ibu disebuah kertas,bersantai seperti jalan-jalan atau ibu juga bisa
mengatasinya dengan mendengarkan musik.

3. FASE TERMINASI
a) Evaluasi Subjektif
“Bagaimana perasaan Ibu setelah kita ngobrol tentang masalah yang ibu
rasakan dan latihan relaksasi?”
b) Evaluasi Objektif
“Setelah kita ngobrol dan latiahan tadi,sekarang coba Ibu simpulkan
pembicaraan kita tadi?”

c) Kontrak
 Topik
“Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi dan berbincang –
bincang lagi bu ?“Cara yang kita praktikkan tadi baru mengurangi
sedikit kecemasan yang ibu rasakan, bagamana jika kita latihan
kembali besok bu?
 Tempat
“Besok kita akan berbincang – bincang dimana ? bagaimana kalau
di taman ?”
 Waktu
“Bagaimana kalau kita berbincang – bincang kembali besok jam
08.00 pagi seperti hari ini , kira kira selama 15 menit , apakah Ibu
setuju ?
d) Rencana tindak lanjut
“Mari, kita masukkan dalam jadwal harian ibu. Saya harap mulai hari ini,
setiap ibu merasa cemas, ibu bisa langsung praktikkan cara ini”