Anda di halaman 1dari 4

Kasus Evaluasi Pengendalian Internal: Audit Atas PT Sriwedari Properti

Ditulis untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengauditan 2


Yang diampu oleh Ibu Kristin Rosalina, S.E., MSA., Ak.

Oleh :
Anggit Jati Permana
175020304111004 (CZ)

Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Brawijaya
Malang
2018
Y=Ya T = Tidak
TR = Tidak Relevan
Y T TR
1. Apakah terdapat bagan organisasi ? Y
2. Apakah terdapat pembagian tugas (job descriptions) Y
3. Apakah pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab Y
cukup jelas
4. Apakah terdapat auditor internal? T
Bila Ya:
4.1 Apakah dibuat laporan pemeriksaan tertulis?
4.2 Tugas, wewenang dan tanggung jawabnya cukup jelas
serta diikuti ?
4.3 Bertanggung jawab langsung kepada Direksi dan tidak
kepada Chief Accounting 0fficer?
4.4 Mempunyai staf yang cukup memadai?
4.5 Mempunyai rencana audit (audit plan), program audit
(audit program) dan audit kertas kerja (audit working papers)?

5 Apakah fungsi Akuntansi terlepas dari fungsi berikut ini: Y


5.1 Pembelian?
5.2 Penjualan?
5.3 Produksi?
5.4 Pemberian kredit?
5.5 Penerimaan uang?
5.6 Pengeluaran uang?
5.7 Penyimpanan barang?
6 Bila menyimpan uang dan surat berharga bukan pemilik/persero TR
atau family yang dapat dipercaya apakah ada uang jaminan?
Bila Ya berapa besarnya………
7 Apakah tercegah kemungkinan kolusi antar karyawan yang TR
mungkin merupakan family?
8 Apakah karyawan yang menyimpan uang dan barang diberikan hak T
cuti serta dijalankan secara rutin?
9 Apakah fungsi pembukuan digilir secara periodik? T
10 Apakah akta pendirian perusahaan sudah mendapatkan Y
pengesahan dari menteri kehakiman?
11 Apakah terdapat Petugas Satpam yang memeriksa setiap orang TR
atau kendaraan yang keluar masuk lokasi perusahaan?
12 Apakah pengawasan terhadap cabang efektif? TR
13 Apakah terdapat staf tertentu yang memperhatikan agar asuransi T
selalu ditutup dengan cukup dan pada waktunya?
14 Apakah penilaian atas aktiva dilakukan secara rutin dan dapat T
diandalkan untuk menentukan jumlah yang harus diasuransikan?
15 Apakah setiap pinjaman uang harus disetujui Dewan Komisaris? T
16 Apakah syarat perjanjian kredit selalu mendapatkan perhatian T
secukupnya?

17 Apakah keputusan rapat persero, Dewan Komisaris atau direksi TR


dicatat, ditandatangani secara rapi?
Apabila tidak, apakah karena perusahaan dimiliki dan dikelola
oleh anggota keluarga dan kerabat dekat, sehingga berlaku
kebiasaan “tidak formal” dan menurut kenyataan memang
dapat diterima?
18 Khusus untuk perusahaan yang “Go Public” TR
18.1. Apabila klien menggunakan jasa independent register
dan/atau trans/er agent:
a. Apakah dilaporkan transaksi saham secara rutin?
b. Apakah laporan tersebut dicocokkan dengan Buku
Besar?
18.2. Apabila tidak digunakan jasa independent register
dan/atau trans/er agent:
a. Apakah surat saham disimpan oleh orang yang
berwenang?
sebutkan, siapa………
b. Apakah Surendered Certi/icates segera dibatalkan dan
dilekatkan pada stubs?
c. Apakah penandatanganan saham di muka tidak
mungkin dilakukan?
d. Apakah bea materai diperhatikan pada saat
mengeluarkan saham?
18.3. Apakah buku catatan saham:
a. Dibukukan secara up-to-date?
b. Dicocokan dengan Buku Besar?

A. Kelemahan-kelemahan lain yang tidak tercantum pada pernyataan diatas:


1. Pemisahan wewenang yang kurang pada saat proses pemesanan barang, orang yang melakukan pemesanan
dan orang yang menerima, mengecek kualitas&kuantitas, dan menyimpan barang merupakan orang yang
sama.
2. Tidak terdapat prosedur rekonsiliasi kas fisik dengan tercatat yang dilakukan oleh Kabag Keuangan
3. Tidak terdapat bagian khusus untuk maintenance sistem perusahaan (Bagian IT)
4. Perusahaan tidak melakukan pencadangan piutang tak tertagih, pencadangan sebaiknya dilakukan walaupun
piutang perusahaan sangat solven dan berjumlah sedikit untuk lebih memberikan informasi sebenarnya
kondisi akun piutang di lapangan
B. Catatan lain:
1. Perusahaan sebaiknya mengasuransikan propertinya, karena hal tersebut merupakan sumber pendapatan
utama perusahaan, dan merupakan mayoritas aset yang dimiliki perusahaan.
2. Perusahaan sebaiknya melakukan pengecekan periodic atas pembukuan dan pencatatannya, karena tidak
adanya auditor internal yang bisa mengecek hal tersebut, sehingga rekonsiliasi pembukuan dan saldo harus
sering dilakukan oleh pegawai
3. Perusahaan sebaiknya segera membuat divisi audit internal untuk mengingkatkan pengendalian yang ada
4. Perusahaan sebaiknya segera menyewa ahli IT untuk memelihara dan mengamankan sistem operasional dan
akuntansi perusahaan
C. Kesimpulan penilaian (Baik, Sedang, Buruk)?
Menurut saya, pengendalian yang dilakukan perusahaan ada di level Buruk, hal paling utama yang patut disoroti
adalah tidak adanya bagian audit internal. Bagian audit internal merupakan hal yang sangat penting untuk ada dalam
perusahaan tanpa memandang besarnya perusahaan tersebut. Selain itu juga tidak ada upaya untuk mengkover tugas
bagian audit internal itu sendiri dalam pengendalian yang ada di perusahaan. Minimnya kegiatan rekonsiliasi (hanya
terdapat 1 kegiatan rekonsiliasi), dan tidak adanya bagian khusus yang memaintenance dan melakukan pengamanan
sistem yang digunakan perusahaan. Pengendalian yang ada dalam perusahaan mayoritas hanya pemisahan wewenang
(yang tidak maksimal karena keterbatasan pegawai), dan prosedur otorisasi untuk beberapa bagian tertentu, sementara
banyak pengendalian yang relevan terhadap perusahaan, tetapi tidak dilakukan oleh perusahaan tersebut.
D. Revisi kesimpulan penilaian (lampirkan alasannya)