Anda di halaman 1dari 16

PENGERTIAN KEBUDAYAAN ISLAM

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Islam adalah ideologi agama yang paling cocok dengan logika, paling tegas di dalam
keyakinan prinsip Ke-Esaan Tuhan dan paling jelas dalam menemukan kemuliaan zat yang Maha
Tinggi dan Maha Mulia. Kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa telah diajarkan oleh para
Nabi Allah, mulai Nabi Adam Saw hingga penutup kesempurnaan agama langit yaitu Nabi
Muhammad Saw. Wahyu merupakan pilar dan pondasi utama kenabiaan dan sekaligus hal yang
paling penting dalam agama-agama langit.1[1]
Islam adalah jendela bagi manusia Muslim untuk melihat alam. Islam tidak membiarkan
manusia Muslim menjadi panik dalam pencarian-pencariannya tentang sikap yang harus diambil
dalam kehidupannya, namun ia telah menggariskan sebuah sikap yag realistis dan logis dan
menuntutnya untuk berpegang teguh dengannya. Adakalanya dengan pendidikan membuat
sesuatu dari sesuatu tanpa daya tarik internal di dalam yang disebut ”sesuatu”.2[2] Sebagai
contoh: alam bagi seorang Muslim dalam perspektif Islam adalah medan yang harus digelutinya
dengan proses historis dan kosmis sesuai kehendak Allah SWT.3[3]
Kebangkitan dan pencerahan yang dilakukan Nabi merupakan fakta sejarah yang memiliki
pengaruh mendalam bagi manusia. Jika gerakan para Nabi sepanjang sejarah tidak pernah terjadi,
maka kondisi dunia tidak akan seperti saat ini. Kebangkitan dan pencerahan yang tulus tidak
mungkin dapat diselewengkan oleh penipu. Mencari dan memperoleh pengetahuan mengenai

1[1] Ibrahim Amini.2007.Wahyu Dar Adyan Asman.(diterjemahkan: Our Religi). Jakarta: Al-Huda. Hal: 2

2[2]2[2] Syekh ZA QurbaniLahiji. Imam Ali’s First Treatise on The Islamic Ethics and Education
(diterjemahkan:Risalah Sang Imam). Hal: 21

3[3] Rasul Ja’farian. 2009. History of The Caliphs; From The Death of The Messenger to The Decline of
The Umayyad Dynasty (terjemahan bahasa Indonesia : Sejarah Islam). Jakarta: PT.Lentera Basritama.
Hal.xii
masa silam akan menghasilkan pencerahan dan kepuasaan intelektual.4[4] Pengkajian tentang
kebudayaan Islam dan peradaban umat Islam merupakan hal yang patut dihargai.
Salah satu cahaya keemasan yang paling dekat dengan kita adalah sejarah Nabi
Muhammad Saw. Merupakan fakta tentang orang yang memiliki pengaruh di seluruh dunia
nomor satu. Beliau menyebarkan Islam sendirian di Mekkah yang saat itu penduduknya jahiliyah
dan kemudian berubah menjadi masyarakat berakhlak.5[5] Adapun Islam berada di tangan
Rasulullah Saw memegang peranan dalam persoalan-persoalan dunia dan mulai besar sejak
masa-masa hidup Rasulullah Saw. Bahkan menguasai pembentukan prinsip-prinsip yang
mempengaruhi politik dunia dan masih mempengaruhi kebudayaan serta peradaban Islam di
dunia.
Sebagai tambahan bagi tanda-tanda dari Al-Qur’an, Nabi Muhammad juga telah
menyebutkan beberapa misi kenabiannya. Pada suatu saat ia berkata: “Aku diutus tiada lain
untuk menyempurnakan akhlak manusia”. Dan dalam kesempatan lain beliau mengulangi kata-
kata ini tiga kali,”Aku diutus untuk memberi pengajaran”6[6]
B. Rumusan Masalah.
Di dalam makalah ini akan dikemukakan beberapa segi pokok tentang Islam sebagai
ideologi agama dan kebudayaan masyarakat Islam. Maka rumusan masalah yang dibuat sebagai
berikut:
1. Apa pengertian kebudayaan Islam?
2. Bagaimana keadaan masyarakat Islam?
3. Bagaimana krisis kebudayaan Islam?
4. Bagaimana bangunnya dunia Islam?
C. Tujuan Masalah.
Berdasarkan beberapa rumusan masalah di atas maka tujuan dari pembahasan ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian kebudayaan Islam.

4[4] F.R. Ankersmit.1987.Refleksi tentang Sejarah. Pendapat-pendapat Modern tentang Filsafat


Sejarahh. Jakarta: PT. Gramedia. Hal: 374

5[5] Studi Islam Sunan Ampel. 2005. Pengantar Studi Islam. Surabaya: IAIN Sunan Ampel. Hal: 217

6[6] Javad Beheshti. My Symbol (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: My Symbol: Muhammad Jati
Diriku). Jakarta: Al-Huda. Hal: 23-24
2. Untuk mengetahui masyarakat Islam.
3. Untuk mengetahui krisis kebudayaan Islam.
4. Untuk mengetahui bagaimana bangunnya dunia Islam.

II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Kebudayaan Islam.
Kebudayaan berasal dari kata "budi" dan "daya", kemudian digabungkan menjadi
"budidaya" yang artinya upaya untuk menghasilkan dan mengembangkan sesuatu agar menjadi
lebih baik dan memberi manfaat bagi kehidupan. Lalu diberi imbuhan "ke" dan "an" menjadi
kebudidayaan atau disingkat menjadi kebudayaan.7[7] Jadi, kebudayaan adalah upaya yang
dilakukan umat manusia untuk menghasilkan dan mengembangkan sesuatu, baik yang sudah ada
maupun yang belum ada agar memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
Menurut Herkovits, kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan
oleh manusia. Sebagian para ahli mengartikan kebudayaan kemungkinan besar sangat
dipengaruhi oleh pandangan evolusionisme, yaitu suatu teori yang mengatakan bahwa
kebudayaan itu akan berkembang dari tahapan yang sederhana menuju tahapan yang lebih
kompleks8[8] Dengan demikian kebudayaan berkaitan dengan aspek kehidupan manusia yang
menyeluruh baik material maupun non material.
Sebagian para ahli mengartikan kebudayaan kemungkinan besar sangat dipengaruhi oleh
pandangan evolusionisme, yaitu suatu teori yang mengatakan bahwa kebudayaan itu akan
berkembang dari tahapan yang sederhana menuju tahapan yang lebih kompleks9[9] Dengan

7[7] http://muhammad-haidir.blogspot.com/2013/04/pengertian-sejarah-kebudayaan-islam-html?m=1#

8[8] http://stkip.files.wordpress.com//2011/05/isbd.pdf

9[9] Elly Setiadi. 2006. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: Kencana. Hal: 28
demikian kebudayaan berkaitan dengan aspek kehidupan manusia yang menyeluruh baik
material maupun non material.
Ada 3 bentuk kebudayaan dalam perwujudan sebagai berikut:
1. Wujud sebagai suatu komplek dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, dan peraturan.
Kebudayaan ini dapat disebut sebagai adapt istiadat yang menunjukan bahwa budaya
mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan, dan
perbuatan manusia dalam masyrakat sebagai sopan santun.
2. Wujud kebudayaan sebagai aktivitas dan tindakan manusia dalam masyarakat.Wujud ini dapat
disebut sistem social karena menyangkut tindakan dan kelakuan manusia.
3. Wujud ini berupa interaksi masyarakat dan aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-
hari.Wujud kebudayaan sebagai benda dan hasil karya manusia.
Wujud ini bersifat fisik atau karya benda yang sifatnya paling konkret dari hal-hal kecil
hingga hal yang besar, seperti candi borobudur, kain batik, dan lain sebagainya.
Islam menurut etimologi berasal dari bahasa arab, salima yang artinya selamat dan aslama
yang artinya memelihara dalam keadaan selamat sentosa, menyerah diri, ketundukan dan
kepatuhan.10[10] Islam juga memiliki arti berserah diri.11[11] Dengan melakukan aslama
orang itu akan selamat dunia akhirat.12[12] Kata Islam adalah nama yang diberikan oleh Allah
Swt ditunjukan pada ayat Al-Quran yaitu:

Artinya: Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada
berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada

10[10] Ibn Mandzur (630-717 H). Lisanul ‘Arobi. Jilid 12. H, 293 (dalam Markaz Al-buhuts Al-
kumbiyutiriyah Lil ‘Ulum Al-Islamiyah atau lebih di kenal dengan The Computer Research Center of
Islamic Science (CRCIS) yang didirikan tahun 1410 H/ 1989 M, dibawah bimbingan Ayatullah Sayyid Ali
Khamene’i)

11[11] Mahmud Yunus. Kamus Arab-Indonesia. 1990. Jakarta: hidayakarya Agung. h, 177

12[12] Drs. Nasruddin Razak. 1983. Dienul Islam.Bandung: PT. Al-Ma'arif. Hal:56
mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-
ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Menurut Geezt, agama adalah suatu sistem simbol yag bertindak untuk menetapkan
dorongan hati dan motivasi kuat, menembus, dan bertahan lama pada manusia dengan cara
memformulasikan berbagai konsep tentang suatu tatanan umum dari yang hidup dan mewarnai
konsep-konsep ini dengan aura faktualitas sehingga (dorongan hati dan motivasi itu tampak
sangat realistik.13[13] Dari interpretasi Geertz terdapat pada asumsi bahwa agama sebagai suatu
sistem budaya yang mengandung konsep-konsep tentang suatu tatanan umum keberadaan yang
penting bagi orang-orang beriman dalam suatu komunitas agama tertentu. Adapun prinsip-
prinsip penting agama Islam adalah (1) percaya bahwa Sang Pencipta itu Esa atau tunggal, tak
berwujud, Maha Kuasa, Penyayang dan Pengasih; (2) kedermawanan dan persaudaraan antar
umat manusia; (3) menundukkan hawa nafsu; (4) bersyukur kepada Sang Pemberi segala
kebaikan; dan (5) pertanggungjawaban manusia atas perbuatannya di akhirat.14[14]
B. Keadaan Masyarakat Islam.
Salah satu kekayaan sejarah peradaban Islam adalah mengenal keadaan masyarakat Islam,
peradaban dan pemikiran umat manusia. Membahas sejarah Islam sangatlah luas dan kompleks.
Islam hadir di tengah masyarakat Jahiliyyah melalui Nabi Muhammad Saw. Islam selanjutnya
menyebar dengan peran keluarga dan para sahabat. Kemudian setelah itu muncul dinasti-dinasti
al-Khulafa ar-Rasyidun. Al-Khulafa Ar-Rasyidun adalah Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar,
Sayyidina Ustman, dan Sayyidina Ali yang menjadi penguasa tertinggi bagi umat Islam setelah
Nabi Muhammad Saw wafat. Mereka berhasil membuat peradaban dan kekuatan politik yang
menandingi kekuatan. Yang saat itu, yaitu Bizantium dan Persia.
Akan tetapi ada perselisihan umat Islam yang terbesar yaitu masalah
kekhalifahan/kepemimpinan setelah Nabi Saw wafat. Perselisihan ini mengakibatkan
pertumpahan darah dalam Islam, yang sebelumnya belum pernah terjadi. Dapat dipastikan,

13[13] http://id.m.wikipedia.org/wiki/kebudayaan_Islam

14[14] Syed Ameer Ali. 2008. The Spirit Of Islam (terjemahan bahasa Indonesia oleh Margono&Kamilah).
Yogyakarta: Penerbit Navila. Hal:158
perselisihan tidak akan terjadi apabila Nabi Saw masih hidup. Beliau akan selalu membimbing
manusia ke jalan yang lurus.15[15]
Bahkan di masa hidup Nabi Muhammad Saw penentangan terhadap beliau dikisahkan
melalui peristiwa Usamah bin zaid. Saat itu Farwah bin Umar Al-Judzami, kepala daerah Ma’an
yang diangkat Kaisar Romawi, memeluk agama Islam. Mengetahui hal itu, para penguasa
Romawi sangat marah dan membunuh dengan kepalanya dipancung, lalu diletakkan di sebuah
mata air bernama Alfa’ di Palestina. Mengetahui kejadian tersebut, Rasulullah SAW segera
menyiapkan pasukan. Sebagai panglima perang, diangkatlah Usamah bin Zaid bin Haritsah. Kala
itu usianya baru 18 tahun. Beberapa sahabat sempat mempertanyakan keputusan tersebut.
Apalagi, turut serta dalam pasukan itu para sahabat senior semisal Umar bin Khathab, Abu
Ubaidah bin Jarrah, Sa’ad bin Abi Waqqash, Said bin Zaid, Amru bin Nufail, dan lainnya.
Mendengar desas-desus yang seolah menyepelekan kemampuan Usamah itu, Umar bin Khathab
segera menemui Rasulullah. Beliau sangat marah, lalu bergegas mengambil sorbannya dan
keluar menemui para sahabat yang tengah berkumpul di Masjid Nabawi. Setelah memuji Allah
dan mengucapkan syukur, beliau bersabda, “Wahai sekalian manusia, aku mendengar
pembicaraan mengenai pengangkatan Usamah? Demi Allah, seandainya kalian menyangsikan
kepemimpinannya, berarti kalian menyangsikan juga kepemimpinan ayahnya, Zaid bin
Haritsah.”.“Demi Allah, Zaid sangat pantas memegang pimpinan, begitu juga dengan putranya,
Usamah. Kalau ayahnya sangat aku kasihi, maka putranya pun demikian. Mereka adalah orang
yang baik. Hendaklah kalian memandang baik mereka berdua. Mereka juga adalah sebaik-baik
manusia di antara kalian.”16[16]

Peristiwa ini menunjukkan penurunan kebudayaan masyarakat Islam bahwa ketaatan


kepada pemimpin (dalam hal ini Nabi) berkurang, apalagi kejadian ini terjadi di saat masa-masa
akhir kehidupan Nabi Muhammad yang seharusnya nilai ketaatan kepada seorang pemimpin
tertanam sempurna pada setiap sahabat-sahabat Nabi Saw.
Selain itu sejarah peradaban Islam memiliki jejak-jejak emas seperti penerjemahan kitab-
kitab kuno para filosof Yunani pada masa dinasti Abbasiah yang saat itu dikuasai oleh Harun Ar-
Rasyid dan al-Ma'mun. Selain itu ilmu pengetahuan dikembangkan oleh universitas Fatimiah di
Cairo (Dar al-Hikmah), serta melaui Umayyah II di Cordova. Kemudian setelah jatuhnya
Bagdad 656 H/1258 M ketika banyak ulama berhijrah ke Timur sebagai pelarian dari ancaman
pembantaian Mongol. Penduduk wilayah Pantai Utara mengenal Islam berkat kedatangan
mereka dan para pedagang Muslim yang datang mencari stabilitas dan keamanan. Perjalanan

15[15] Ali As-Salus. 1997. Aqidah Al-Imamah ‘inda As-Syiah Al-Isna Asyariyah (diterjemahkan: Imamah
dan Khilafah dalam Tinjauan Syar’i). Jakarta: Gema Insani Press. Hal: 16-17

16[16] http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/07/11/m701se-kisah-sahabat-nabi-
usamah-bin-zaid-panglima-terakhir-rasulullah-1
Islam dilanjutkan melalui imperium baru melalui tiga dinasti yang mana ilmu pengetahuan
dipusatkan di Trans Oxiana (Chaghtai), Sarai Baru (Golden Horde) dan Tabriz (Ilkhan)17[17]
Selain kejayaan dan sumbangsih ilmu pengetahuan dari manusia yang diberikan untuk
peradaban Islam, konflik yang menyedihkan bagi keluarga Nabi dengan kepentingan
bermadzhab karena perbedaan aliran yang sangat kental. Menurut Tonybee, Islam memiliki dua
saudara kembar yaitu masyarakat Iran dan Arab. Hal ini diungkapkan tentang kerkuasanya
khalifah Usmani terhadap negara-negara Arab. Perpecahan agama bukanlah penyebab
timbulnya perbedaan antar kedua masyarakat. Walaupun Islam terpecah menjadi dua golongan,
Ahlusunnah dan Syi'ah, tetapi perpecahan ini tidak pernah sama di setiap periodenya. 18[18]
Dengan perpecahan masyarakat Arab Islam dan masyarakat Iran Islam, telah merobek-
robek hati masyarakat Iran Islam, ketika madzhab Syi'ah Iran berkuasa pada permulaan abad ke
enam belas Masehi, hingga madzhab ini menjadi poros dan dasar pokok masyarakat Iran yang
beragama Islam,(yang meluas ke timur dan ke barat dari Afghanistan hingga Anatolia), dengan
membiarkan madzhab Ahlusunnah berkuasa di samping poros ini, yakni di ujung-ujung negeri
Iran dan negeri Arab hingga ke selatan dan ke barat.19[19]
Perpecahan masyarakat Islam menjadi Syiah Ahlulbait dan Ahlussunnah terjadi pasca
wafat Nabi Muhammad Saw. Tanpa disadari, para musuh berusaha mengubur atau menjauhkan
keluarga Nabi yaitu Ahlulbait dari manusia dan sejarah.20[20] Maka sebagian kelompok tak
ingin sejarah Ahlulbait diangkat dan dibicarakan yang sebenarnya, karena hal ini akan
menghadapi sebuah kekuatan agenda politik duniawi tertentu. Pihak ini sadar betul, jika sejarah
ini dibuka maka kepalsuan legitimasi atau landasan yang selama ini dijadikan instrument akan
mengancam eksistensi mereka.21[21]

17[17] M. Abdul Karim. 2009. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogjakarta: Pustaka Book
Publisher. Hal: 8

18[18] Fuad Muhammad Shibel,1977. Hadharatul Islam Fi Dirasati Toynbee Lit Tarikh.( diterjemahkan
dalam bahasa Indonesia: Kebudayaan Islam MenurutTinjauan Toynbee) Jakarta: Bulan Bintang. Hal:32

19[19] Ibid

20[20] Saed Zomaezam. Al-Imam al-Husain Shaghil ad-Dunya (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia:
10 Hari Yang Menggentarkan Dunia, Ucapan dan Komentar Tokoh Dunia For Husein The Martyr Of
Karbala.). Jakarta: Papyrus Publishing. Hal: 8

21[21] Ibid Hal. 7-8


Dengan dapat dipastikan bahwa konsep yang disajikan oleh Rasul sejak awal sudah
didukung oleh kepemimpinan Imam Ali sebagai sosok satu-satunya di tengah masyarakat Islam
yang mampu memainkan peran sebagai pengganti Rasul dan membenahi keusakan dan
kekurangan yang diwariskan ketiga khalifah sebelumnya. Rasa hormat dan simpati tulah yang
mendorong hati masyarakat menyerahkan tampuk kepemimpinan kepadanya setelah Usman bin
Affan tewas terbunuh. Rasa cinta itu bukan lahir dari karakter spiritual maupun politik.
Seharusnya keyakinan terhadap pemimpin adalah kelanjutan dari keimanan kepada
Rasulullah.22[22]
Jika saja manusia mau belajar sejarah dan memahaminya dengan menggunakan akal
pikiran yang jernih, maka perbedaan itu tidaklah terjadi. Sebagaimana yang dituliskan oleh
mufasir kontemporer M. Quraish Shihab bahwa manusia memiliki akal yang berpotensi
mengantarkan seseoramg untuk berpikir tentang persoalan hal ini diperkuat dengan hadist Nabi
Muhammad Saw bahwa: " Agama adalah akal, dan tidak ada (tidak dianggap ber)agama jika
tidak memiliki akal. Selanjutnya yang harus dipahami bahwa tidak semua ajaran Islam harus
diyakini hanya dengan akal saja. Yang dimaksud adalah jika ajaran Islam dapat dijangkau dan
dipahami oleh nalar, maka itu adalah hal yang perlu didudukkan. 23[23]

C. Krisis kebudayaan Islam.


Telah dipaparkan di atas mengenai krisis-krisis yang dialami Islam pada saat kehidupan
Nabi hingga akhir hayat beliau. Saat ini Islam mulai masuk pada babak berikutnya yaitu Islam di
masa modern sekitar abad 18-20 M yang mengalami masa kemunduran.
Saat itu dunia Islam kalah dan disingkirkan oleh Eropa dengan semangat gold, glory dan
gospel. Semangat penjajah Eropa bangkit untuk mengulangi kejayaan saat menakhlukkan Islam
melalui perang salib. 24[24] Lain halnya dengan pendapat Toynbee, bahwa dunia Islam jatuh di
tangan Barat dan Kaisar Rusia, karena Eropa berusaha mengulangi kejayaan mereka saat

22[22] Muhammad Bagir Sadr.2010. Bahts Haulal Walayah (diterjemahkan: Kepemimpinan Pasca Nabi).
Jakarta: Al-huda. Hal:109-110

23[23] M. Quraish Shihab. 2007. Logika Agama Kedudukan Wahyu dan Batas-Batas Akal dalam Islam.
Jakarta: Lentera Hati. Hal: 89.

24[24] M. Abdul Karim. 2009. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogjakarta: Pustaka Book
Publisher. Hal: 341
ditakhlukkan Islam pada perang Salib.25[25] Hemat pemakalah bahwa, kaum muslimin terlalu
bangga dengan kemajuan-kemajuan dan kemenangan-kemenangan nenek moyang di masa
keemasan. Dan tidak perhatian pada Laut Tengah dan lalai menghancurkan belenggu musuh di
leher mereka, sehingga Eropa yang yang sedang bangkit menguasai Laut Tengah dan menguasai
sedikit demi sedikit wilayah kekuasaan Islam. Hingga akhirnya Islam dianggap kalah karena
memiliki wilayah sedikit di Timur.
Periode kemunduran Islam ini di mulai saat perjanjian Caltouiz, 26 Januari 1699 M antara
Turki Usmani dengan Austria, Rusia, Polandia, Venesia, dan Inggris. Perjanjian itu
melumpuhkan Turki Usmani menjadi negara kecil karena hanya menguasai beberapa negara di
Hongaria yaitu Valmartia dan Maria. Sejak saat itulah krisis abad modern dimulai.26[26]
Perubahan politik membawa Islam menjadi lumpuh. Khalifah Abbasyiah runtuh. Ahli
sejarah membuktikan bahwa terjadi pula kemunduran dunia keilmuan Islam karena faktor
internal dan eksternal. Faktor eksternal adalah karena kekalahan umat Islam dalam perang Salib
yang berkepanjangan (Hitti hanya menyebutkan antara tahun 1144-1270); dan adanya serangan
sangat dahsyat dari bela tentara mongol di bawah komando Jengis Khan (1155-1227) dan
cucunya Hulagu Khan (1217-1265). Kemudian faktor internal adalah semakin memudarnya tali
persaudaraaan umat dan munculnya fanatisme golongan.27[27]
Sementara Eropa menguasai seluruh negara Islam, Belanda menjajah Indonesia, Inggris
mengkondolisasi, kerajaan di India dan Afrika (Afrika Timur, Afrika Barat dan Nigeria). Di sisi
lain, agama dan kebudayaan hukum Islam masih dipertahankan, akan tetapi pemikiran-pemikiran
baru bermunculan dengan pengaruh ide-ide Eropa. Pada abad 18 M, orang Eropa sudah memiliki
kesadaran renaissance yang tinggi, sedangkan Turki Usmani mengalami kemorosotan moral dan
korupsi, sehingga negara Barat menyebutnya Sickman of Europe.28[28]

25[25] Fuad Muhammad Shibel,1977. Hadharatul Islam Fi Dirasati Toynbee Lit Tarikh.(diterjemahkan
dalam bahasa Indonesia: Kebudayaan Islam MenurutTinjauan Toynbee) Jakarta: Bulan Bintang. Hal:51

26[26] M. Abdul Karim. 2009. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogjakarta: Pustaka Book
Publisher. Hal: 341

27[27]M. Zainuddin. 2011. Filsafat Ilmu Perspektif Pemikiran Islam.Yogjakarta: Naila Pustaka. Hal: 122

28[28]Ibid. Hal: 344


Kedatangan Eropa ke dunia Islam menyadarkan para khalifah Usmani untuk mengadakan
pertahanan dan perubahan. Tak lama Kerajaan Usmani lenyap menjadi Republik Turki yang
indenpenden tanpa kekhalifahan lagi. Kebijaksanaan baru yaitu menciptakan tentara baru yang
dilatih Eropa, administrasi, perpajakan diperluas, hukum baru dikeluarkan, memonopoli barang-
barang tertentu, memproklamirkan reformasi di bidang keamanan, dan mengontrol semua
kegiatan ekonomi. Pada saat itu Turki telah mengalami penyempitan wilayah karena kehilangan
negara penting seperti Balkan dan kerajaan Rumania. Lalu pecahlah perang Dunia I, Turki
bergabung dengan Jerman dan Bulgaria, sedang Italia, Jepang, China dan Amerika menjadi
lawan Turki. Kemudian Turki dan sekutu kalah, maka Eropa lepas menjadi negara merdeka.
Berdasarkan perjanjian Versai 1919, Hijaz tetap menjadi negara merdeka, Syam dan Lebanon
milik Perancis, Inggris memiliki mandate atas Palestina, Trans Jordan dan Irak.29[29]
Jika memperhatikan kejadian tersebut dapat dikatakan abad ke 19 sampai 20 M, hampir
seluruh dunia Islam berada di kolonia Barat, kecuali Hijaz, Afganistan dan Persia. Sedangkan
negara yang mayoritas Islam dari Maroko hingga Merauke (Indonesia) menjadi "sapi perahan"
bagi negara kolonial untuk memakmurkan dunia barat.30[30]
Menurut Abdul Qadim Zallum, sebab-sebab kemerosotan umat Islam ada beberapa hal
yang paling menonjol, yaitu:
a. Transfer filsafat-filsafat India, Persia dan Yunani, serta adanya upaya sebagian kaum muslimin
untuk mengkompromikannya dengan umat Islam, walau terdapat perbedaan mendasar di antara
keduanya.
b. Adanya manipulasi ajaran Islam oleh orang-orang yang membenci Islam. Baik berupa ide-ide
atau hukum-hukum yang sebenarny a tidak bersumber dari Islam, dengan tujuan merusak citra
Islam dan menjauhkan kaum muslimin.
c. Diabaikannya bahsa arab dalam memahami dan melaksanakan ajaran Islam pada abad ke tujuh
Hijriyah.

29[29]Ibid. Hal:352

30[30] M. Abdul Karim. 2009. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogjakarta: Pustaka Book
Publisher. Hal: 354
d. Serangan gelombang misionaris dan orientalis dalam bidang budaya, menyusul serangan politis
dari negara Barat.31[31]
D. Bangunnya Dunia Islam.
Sejak datangnya Islam, bangsa Arab yang berpusat di Mekkah yang terletak pada jalur
strategis perdagangan natara Laut Tengah dengan samudra Hindia, dikenal sebagai pedangang.
Suku Quraisy, hadir dengan mengukuhkan dan mengatur budaya dagang dengan tuntunan-
tuntunannya. Antara lain dengan mengecam riba, mendorong investasi, memberlakukan zakat-
infak, menganjurkan penghematan dan melarang kecuranga apalagi penipuan dan
sebagainya.32[32]

Upaya mengembalikan kekuatan Islam dikenal dengan gerakan pembaharuan yang


didiorong dua faktor yaitu: 33[33]
1. Pemurnian ajaran Islam dari unsur-unsur asing yang menyebabkan kemunduran Islam.
2. Menimba gagasan-gagasan baru dan ilmu pengetahuan dari Barat. Karena gerakan ini telah
masuk dunia politik dan Islam bukan hanya agama semata melainkan suatu kebudayaan dan
peradaban yang utuh.
Saat itu Muhammad bin Abdul Wahab berusaha membangkitkan dan memperbaiki jiwa
Islam untuk menggapai kemegahan dan kebesaran di masa lalu. Setelah wafat pada tahun 1787,
ia digantikan oleh Sa'ud muridnya yang pandai dan cakap dalam mensejahterakan rakyatnya.
Pada dasarnya gerakan wahabi semata-mata ingin memperbaiki kepincangan, perbuatan tahayul
dan kembali ke Islam Sejati. Segala bid'ah, macam tafsir, pengagungan wali, sesajen dan mistik
dilarang keras.34[34] Tauhid Islam diajarkan serba kesederhanaan tanpa kompromi. Dan Al-
Qur'an ditafsirkan secara harfiah, yang dianggap satu-satunya pedoman tingkah laku manusia.

31[31] Abdul Qaim Zallum. Mengenal Gerakan Islam di Timur Tengah Hizbut Tahrir. Jakarta:al-Khilafa.
Hal:14

32[32] Alwi Shihab. 2009. Antara Tasawuf Suni & Tasawuf Salafi, Akar Tasawuf di Indonesia. Cinere:
Pustaka IIMAN. Hal:301

33[33]Ibid. Hal: 357

34[34] L. Stoddard. 1966. The New World of Islam (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia: Dunia Baru
Islam) . Jakarta. Hal:31
Salat, puasa dan ibadah lainnya dilakukan secara sungguh-sungguh. Cara hidup sederhana
dilaksanakan dengan melarang berpakaian sutera, makan mewah, rokok, kopi, bahkan seni
bangunan keagamaanpun dianggap tabu. Karena itulah kaum Wahabi membongkar kubah
kuburan Rasul yang dianggap menjadi penyembahan berhala. Jadi jelaslah walaupun memiliki
moral yang tinggi tapi memiliki pandangan yang sangat picik.35[35]
Khurafat, tahayul dan bid’ah bukan hanya terjadi di masa setelah kenabian, bahkan di
setiap periode kenabian kebiasaan mistik, penyembahan berhala, sihir, meramalkan nasib dan
lainnya telah mendarah daging pada masyarakat Arab jahiliyah. Islam datang membawa ajaran
tauhid menuju Tuhan Sejati yaitu Allah Swt. Segala macam kegiatan itu dilarang keras karena
dapat menyebabkan lumpuhnya keimanan kepada Allah Swt. Bahwa kekuatan Islam berasal dari
kekuatan keimanan kepada Allah Swt dan Nabi –Nya.

Akan tetapi jika Islam hanya mengandalkan pengajaran keagamaan saja, ia juga akan
kehilangan kekuasaan politik. Beberapa mengecam dengan menunjuk gerakan Wahabi sebagai
bukti bahwa agama Islam tidak akan berkembang dan maju menurut keadaan masa dan tidak
sejalan dengan kemajuan zaman. Sekiranya jika seseorang yang berpikiran cerdas dan bijaksana,
tentunya cita-cita itu benar bahwa kita harus memegang prinsip kebenaran Islam. Akan tetapi
perlu diketahui bahwa dunia semakin berkembang dan maju menuntut seseorang berpikiran
terbuka dan memandang di segala sisi.
Menurut Dr. Jeffrey Lang, muslim Amerika yang merupakan professor Matematika di
Universitas Kansas, berdasarkan pengalaman atas gagasannya mendirikan negara Islam di
Amerika. Ide pertama adalah negara Islam (al-dawlah al-islamiyah) yang bermula menjalankan
syariat Islam dalam konteks social politik umat Islam kontemporer. Kedua, negara negara Islam
ditunjang konsep klasik dar al-islam dan dar al-harb. Dunia ini dibagi dua. Satu bagian
diperintah ajaran Islam dan satunya bukan dengan ajaran Islam.36[36]
Formulasi hukum ini tidak ada sangkut pautnya; negara islam diperintahkan kaum muslim
dengan syariat Islam sedangkan dar al-harb negara bukan dengan syariat Islam yang mana harus

35[35] L. Stoddard. 1966. The New World of Islam (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia: Dunia Baru
Islam) . Jakarta. Hal: 34.

36[36] Jalaluddin Rakhmat. 2006. Islam dan Pluralisme, Akhlak Al-Quran Menyikapi Perbedaan.Jakarta:
PT. Serambi Ilmu Semesta. Hal: 204.
ditundukkan dengan jalan, kalau perlu, penakhlukkan supaya tunduk di bawah pemerintahan
Islam. Menurut teori ini, keadaan perang dan kerusuhan akan terjadi terus menerus antara
muslim dan non muslim. Sehingga di kalangan akademis dan media Barat memperlihatkan
karakter Islam yang keras dan suka perang.
Kita tinggalkan Dr. Lang dan kembali memahami pemerintahan sistem kekhalifahan yang
menerapkan sistem syariat Islam. Kita tidak mungkin menerapkan kembali sistem kekhalifahan,
kita aplikasikan sistem kekhalifahan dengan negara modern. Bahwa Politik Ilahiyah dan Politik
Negara harus sesuai dengan ajaran Islam dan jika ada politik negara yang tidak sesuai dengan
Politik Ilahiyyah, maka harus dihapus dan ditinggalkan. Sehingga kebudayaan Islam dan
peradaban umat muslim sedunia bisa dijalankan dengan pemerintahan Islam yang ideal.

Negara Islam sesungguhnya bukanlah ide yang asing. Dalam literatur ilmu politik klasik
kita mengenal Thomas Aquinas "raja skolastik". Pernah merumuskan negara dalam kerangka
politik keagamaan. Inti dasarnya adalah eksistensi negara bersumber dari kodrat manusia.
Hukum kodrat adalah hukum dasar moral yang mencerminkan hukum kebijaksanaan Ilahi.
Hukum positif sebagai hukum buatan manusia hanyalah sah sejauh berdasarkan hukum kodrat.
Jadi, tindakan legislatif negara hanya legitim asal sesuai dengan norma-norma moral.37[37]
III. PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Kebudayaan Islam merupakan agama sebagai suatu sistem budaya yang mengandung konsep-
konsep tentang suatu tatanan umum keberadaan yang penting bagi orang-orang beriman dalam
suatu komunitas agama tertentu.
2. Krisis umat Islam diuraikan dalam kejadian-kejadian yang telah diuraikan bahwa negara dan
kebudayaan Islam telah dijajah oleh negara Barat dan Eropa. Hal ini di karenakan factor militer,
ekonomi, politik yang menurun. Selain itu pengetahuan umat muslim masih stagnasi, cenderung
pada sikap fatalistis dan suasana tahayul dan khurafat.
3. Makalah ini berusaha menyajikan berbagai data dan fakta yag terjadi dalam perjalan sejarah
peradaban Islam sebagai gambaran umum profil peradaban Islam, guna menjadi muqadimah
dalam penelitian dan pembahasan luasnya khazanah peradaban Islam. Makalah ini sengaja tidak

37[37] Al-Chaidar. 1419 H. Reformasi Prematur Jawaban Islam terhadap Reformasi Total.Darul Falah.
Hal:264
menyimpulkan atau condong terhadap data dan fakta tertentu, namun sebagaimaa judulnya
adalah profil umum tentang peradaban kebudayaan Islam.
4. Menurut hemat pemakalah ketika kita membicarakan profil kebudayaan Islam, maka yang
terlintas adalah sejarah Islam itu sendiri. Dan ketika kita membicarakan sejarah Islam, maka
disana akan kita akan dapati berbagai literatur sumber-sumber dan fakta-fakta sejarah yang
sangat menarik dikaji dan sifatnya tidak akan ada selesainya. Karena berdasarkan pemaparan
data-data diatas, pemakalah menyimpulkan bahwa profil peradaban Islam sebenarnya belumlah
selesai sampai saat ini. Dan fakta-fakta sejarah peradaban Islam di masa lalu sampai saat ini
menunjukkan kaya dan luasnya khazanah peradaban Islam. Dan ini juga berarti bahwa
kerberagaman fakta sejarah tersebut juga menjadi bekal bagi kemajuan dan kesempurnaan
peradaban Islam di masa yang akan datang.
Akhirnya, pemakalah memohon maaf atas kekurangan dan kesalahan dari makalah ini. Dan
pemakalah memohon saran dan masukan dari yang telah membaca makalah ini khususnya
kepada dosen Pembimbing. Agar kekurangan dan kesalahan yang sama tidak akan terulang
dikesempatan yang akan datang. Wallahu a’lam bi ash-shawab

DAFTAR RUJUKAN
1. Abdul Qaim Zallum. Mengenal Gerakan Islam di Timur Tengah Hizbut Tahrir. Jakarta:al-
Khilafa
2. Al-Chaidar. 1419 H. Reformasi Prematur Jawaban Islam terhadap Reformasi Total.Darul Falah
3. Alwi Shihab. 2009. Antara Tasawuf Suni & Tasawuf Salafi, Akar Tasawuf di Indonesia. Cinere:
Pustaka IIMAN.
4. Elly Setiadi. 2006. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: Kencana.
5. F.R. Ankersmit.1987. Refleksi tentang Sejarah. Pendapat-pendapat Modern tentang Filsafat
Sejarah. Jakarta: PT. Gramedia.
6. Fuad Muhammad Shibel. 1977. Hadharatul Islam Fi Dirasati Toynbee Lit
Tarikh.(diterjemahkan dalam bahasa Indonesia: Kebudayaan Islam MenurutTinjauan Toynbee)
Jakarta: Bulan Bintang.
7. Ibrahim Amini. 2007. Wahyu Dar Adyan Asman.( diterjemahkan : Our Religi). Jakarta: Al-
Huda.
8. Jalaluddin Rakhmat. 2006. Islam dan Pluralisme, Akhlak Al-Quran Menyikapi
Perbedaan.Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta.
9. Javad Beheshti. My Symbol (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: My Symbol: Muhammad
Jati Diriku). Jakarta: Al-Huda
10. L. Stoddard. 1966. The New World of Islam (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia: Dunia
Baru Islam)
11. M. Abdul Karim. 2009. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogjakarta: Pustaka Book
Publisher.
12. M. Quraish Shihab. 2007. Logika Agama Kedudukan Wahyu dan Batas-Batas Akal dalam Islam.
Jakarta: Lentera Hati.
13. M. Zainuddin. 2011. Filsafat Ilmu Perspektif Pemikiran Islam.Yogjakarta: Naila Pustaka
14. Muhammad Bagir Sadr.2010. Bahts Haulal Walayah (diterjemahkan: Kepemimpinan Pasca
Nabi). Jakarta: Al-Huda
15. Nasruddin Razak. 1983. Dienul Islam.Bandung: PT. Al-Ma'arif.
16. Rasul Ja’farian. 2009. History of The Caliphs; From The Death of The Messenger to The
Decline of The Umayyad Dynasty (terjemahan bahasa Indonesia : Sejarah Islam oleh: Ilyas
Hasan). Jakarta: PT.Lentera Basritama.
17. Saed Zomaezam. Al-Imam al-Husain Shaghil ad-Dunya (diterjemahkan dalam bahasa Indonesia:
10 Hari Yang Menggentarkan Dunia, Ucapan dan Komentar Tokoh Dunia For Husein The
Martyr Of Karbala.). Jakarta: Papyrus Publishing.
18. Studi Islam Sunan Ampel. 2005. Pengantar Studi Islam. Surabaya: IAIN Sunan Ampel
19. Syed Ameer Ali. 2008. The Spirit Of Islam (terjemahan bahasa Indonesia oleh
Margono&Kamilah). Yogyakarta: Penerbit Navila.
20. Ali As-Salus. 1997. Aqidah Al-Imamah ‘inda As-Syiah Al-Isna Asyariyah (diterjemahkan:
Imamah dan Khilafah dalam Tinjauan Syar’i). Jakarta: Gema Insani Press.
21. Syekh Z.A Qurbani Lahiji. 2011. Imam Ali’s First Treatise on The Islamic Ethics and Education
(diterjemahkan:Risalah Sang Imam). Jakarta:Penerbit Al-Huda
22. http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/07/11/m701se-kisah-sahabat-nabi-
usamah-bin-zaid-panglima-terakhir-rasulullah-1
23. http://id.m.wikipedia.org/wiki/kebudayaan_Islam
24. http://muhammad-haidir.blogspot.com/2013/04/pengertian-sejarah-kebudayaan-islam-
html?m=1#
25. http://stkip.files.wordpress.com//2011/05/isbd.pdf