Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH OPERASI MEKANIK

CYCLONE

Dosen Pengampu :
Irene Nindita Pradnya, S.T., M.Sc.
Disusun Oleh:
Noniek Yunita Alma Nabuasa : 5213416001
Sri Yuliana Nur Azizah : 5213416007
Ratna Indah Lestari : 5213416008
Maria Agustina Rani F : 5213416011
Yudha Satriawan : 5213416012
Ridlo Wildani Alkham : 5213416013
Dian Fariha Rosada : 5213416025
Rifan Fauzi : 5213416028
Habib Faisal Yahya : 5213416058
Kristianty Dahoklory : 5213416075

TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang
Maha Kuasa karena atas hikmat dan anugerah-Nya Penulis dapat menyelesaiakan
makalah operasi mkeanik dengan materi “cyclone” dengan baik.

Makalah ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Operasi Mekanik, Jurusan
Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

Penulis sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membimbing dan
memberikan arahan kepada Penulis dalam pembuatan makalah ini.

Akhir kata “Tiada Gading Yang Tak Retak”, Penulis menyadari bahwa
penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran dari setiap pembaca demi penyempurnaan
penulisan makalah.

Semarang, 2 Juni 2018

Penulis
Bab 1
Pendahuluan

1.1 latar belakang


Pada saat ini pembangunan dalam sektor industri di Indonesia mengalami
peningkatan, salah satunya pembangunan industri kimia
Pencemaran udara mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, terjadi setiap detik.
Dari asap kendaraan bermotor. Berbagai zat pencemar yang dihasilkan, gas
beracun dan bebahaya. Pencemaran udara tidak hanya dari aktivitas kendaraan
bermotor, debu-debu yang dihasilkan dari aktivitas industri mempunyai peranan
penting dalam pencemaran udara.
Berbagai cara dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut, termasuk
dalam kasus pengendalian udara emisi. Salah satunya dengan memakai alat
pemisah debu yaitu cyclone separator
Siklon (cyclone) karena karakteristiknya sering digunakan sebagai alat
pemisah partikel dengan gas. Penggunaan siklon sering dijumpai sebagai alat
pengontrol polusi udara dari pengotor debu. Siklon juga dijumpai pada proses
pembakaran untuk peralatan umpan bahan bakar padat (pulverized) pada boiler.
Alasan utama penggunaan siklon dalah harganya yang murah, tidak mempunyai
bagian yang bergerak dan mampu bertahan pada kondisi operasi yang berat.
Sementara itu siklon juga mempunyai beberapa kelemahan dalam hal efisiensinya
yang rendah (khususnya pada partikel yang sangat kecil) dan biaya operasi yang
tinggi. Tingginya biaya operasi dikarenakan siklon perlu daya yang besar untuk
mengatasi penurunan tekanan (pressure drop).

1.2 Pembahasan
CYCLONE SEPARATOR
Cyclone adalah alat yang menggunakan prinsip gaya sentrifugal dan tekanan
rendah karena adanya perputaran untuk memisahkan materi berdasarkan
perbedaan massa jenis dan ukurun.
Prinsip kerja cyclone
Adapun prinsip kerja dari cyclone ini sebagai berikut:

1. Gas atau aliran fluida diinjeksikan melalui pipa input.


2. Bentuk kerucut cyclone menginduksikan aliran gas atau fluida untuk
berputar, menciptakan
vortex.
3. Partikel dengan ukuran atau kerapatan yang lebih besar didorong ke arah
luar vortex.
4. Gaya gravitasi menyebabkan partikel-partikel tersebut jatuh ke sisi kerucut
menuju tempat pengeluaran.
5. Partikel dengan ukuran atau kerapatan yang lebih kecil keluar melalui
bagian atas dari cyclone melalui pusat yang bertekanan rendah.
6. Cyclone membuat suatu gaya sentrifugal yang berfungsi untuk memisahkan
partikulat dari udara kotor.
7. Gaya sentrifugal timbul saat partikulat di dalam udara masuk ke puncak
kolektor silindris pada suatu sudut dan diputar dengan cepat mengarah ke bawah
seperti pusaran air. Aliran udara mengalir secara melingkar dan partikulat yang
lebih berat mengarah ke bawah setelah menabrak ke arah dinding cyclone dan
meluncur ke bawah.
Cyclone membuat suatu gaya sentrifugal yang berfungsi untuk memisahkan
partikulat dari udara kotor. Gaya sentrifugal timbul saat partikulat di dalam udara
masuk ke puncak kolektor silindris pada suatu sudut dan diputar dengan cepat
mengarah ke bawah seperti pusaran air. Aliran udara mengalir secara melingkar
dan partikulat yang lebih berat mengarah ke bawah setelah menabrak ke arah
dinding cyclone dan meluncur ke bawah..
Komponen – komponen dalam cyclone
1. Silinder vertikal dengan bagian bawah berbentuk corong (conical).
2. Pipa outlet pada bagian bawah untuk mengeluarkan partikulat.
3. Pipa outlet gas pada bagian atas.
Adapun jenis – jenis cyclone:
1. Hydrocyclone
Hydrocyclone adalah suatu alat yang berfungsi untuk memisahkan padatan atau
gas dari cairan berdasarkan perbedaan gravitasi setiap komponen. Pada proses di
Industri pengolahan batubara alat ini lah yang digunakan.

Cara kerja dari Hydrocyclone dengan cara memutar zat yang dimasukan di dalam
ruang dalam yang berkontur. Material yang lebih berat dialirkan ke bawah melalui
jalur spiral di sepanjang dinding ruangan, sementara material yang lebih ringan
diarahkan ke ruang penampungan di bagian atas.

Keunggulan dari hydrocyclone


Biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah
Tidak memerlukan sumber energi yang terpisah
Biaya perawatan yang murah
Mudah diterapkan dalam berbagai dunia industri
Pemasangan yang cepat
Kemungkinan kesalahan dalam pemasangan relatif kecil.
Hydrocyclone dalam industri
2. Multicyclone
Ketika harus menangani volume gas dalam jumlah besar dan efisiensi tinggi maka
digunakan beberapa cyclone dengan diameter kecil yang biasanya dipasang
bersama membentuk multicyclone.

Keunggulan dari Multicyclone:


1.. Lebih efisien daripada single-cyclone separator (90-95%).
Kekurangan dari Multicyclone:
1. Cenderung terjadi penyumbatan karena diameter yang kecil.
2. Memakai tempat yang lebih besar dibanding single-cyclone.

Cyclone memliki dua benrtuk yaitu axial dan tangensial cyclone. Keduanya
memiliki prinsip kerja yang sama pada dasarnya. Axial flow cyclones materi
masuk melalui bagian atas cyclone dan dipaksa untuk bergerak membentuk sudut
pada bagian atas. Pada tangential cyclones, materi masuk dari celah pada sisi
yang berada pada posisi menyudut dengan badan cyclone. Axial flow cyclones
lebih banyak digunakan.

Adapun perhitungan yang digunakan dalam cyclone:


1. Cut diameter (dpc)
2. Pressure drop (ΔP)
3. Overall collection efficiency

Cut diameter
dpc = [9µBc / 2¶Ni(ρp-ρ)]0.5
Dimana
µ = viscositas (lb/ft.s.Pa.s)
N = effective number of turns (5-10 untuk
I = inlet gas velocity, ft/s (m/s)
ρp = particle density, lb/ft3 (kg/m3)
ρ = gas density, lb/ft3 (kg/m3)
Bc= inlet width, ft (m)
Pressure drop
ΔP = 0.0027q2 / [kcDc2BcHc(Lc/Dc)1/3(Zc/Dc)1/3]
Dimana:
q = volumetric flow rate
kc = a dimensionless factor descriptive of cyclone inlet vanes
Overall collection efficiency
Ei = 1- e [-2(c)^1/(2n+2)]
Dimana:
c = cyclone dimension factor
 = impaction parameter
n = vortex exponent
Aplikasi cyclone pada industry
1. Industri agrikultural:
- memisahkan partikel debu emisi dari pengolahan kapas, pembersihan tepung,
traktor, pencampuran tepung, dan mesin-mesin agrikultural lainnya.
- Selain itu juga digunakan dalam pemisahan endapan lumpur dari air sumur,
dan pemisahan lumpur pada minyak tanah serta dalam pengumpulan karbon.
-
2. Industri makanan:
- memisahkan gumpalan partikel, memisahkan protein dan zat tepung,
memisahkan butiran pasir dari gula dalam jus kaleng , pemurnian air yang
digunakan untuk membersihkan kentang dalam industri keripik kentang.
3. Industri Marmer. Ex: CV. Kurnia Marmer, Padalarang .
4. Industri Semen. Ex: PT Petrokimia Gresik dan
PT Indocement Tunggal Prakarsa
SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH GAS PADA INDUSTRI DENGAN
MENGGUNAKAN CYCLONE SEPARATOR

Pencemaran udara mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, terjadi setiap detik.
Dari asap kendaraan bermotor. Berbagai zat pencemar yang dihasilkan, gas
beracun dan beRbahaya. Pencemaran udara tidak hanya dari aktivitas kendaraan
bermotor, debu- debu yang dihasilkan dari aktivitas industri mempunyai peranan
penting dalam pencemaran udara. Berbagai cara dilakukan dalam mengatasi
masalah tersebut, termasuk dalam kasus pengendalian udara emisi. Salah satunya
dengan memakai alat pemisah debu yaitu cyclone separator.
Siklon (cyclone) karena karakteristiknya sering digunakan sebagai alat pemisah
partikel dengan gas. Penggunaan siklon sering dijumpai sebagai alat pengontrol
polusi udara dari pengotor debu. Siklon juga dijumpai pada proses pembakaran
untuk peralatan umpan bahan bakar padat (pulverized) pada boiler. Alasan utama
penggunaan siklon dalah harganya yang murah, tidak mempunyai bagian yang
bergerak dan mampu bertahan pada kondisi operasi yang berat. Sementara itu
siklon juga mempunyai beberapa kelemahan dalam hal efisiensinya yang rendah
(khususnya pada partikel yang sangat kecil) dan biaya operasi yang tinggi.
Tingginya biaya operasi dikarenakan siklon perlu daya yang besar untuk
mengatasi penurunan tekanan (pressure drop).
Cyclone separator adalah alat yang menggunakan prinsip gaya sentrifugal dan
tekanan rendah karena adanya perputaran untuk memisahkan materi berdasarkan
perbedaan massa jenis, ukuran, dan bentuk.

Prinsip kerja
Prinsip kerja dari siklon adalah terdapatnya kumpulan partikel dan gas yang
masuk dalam arah tangensial kedalam siklon pada bagian puncaknya. Kumpulan
gas dan partikel ditekan ke bawah secara spiral karena bentuk dari siklon. Gaya
sentrifugal dan gaya inersia menyebabkan partikel terlempar ke arah luar,
membentur dinding dan kemudian bergerak turun ke dasar siklon. Dekat dengan
bagian dasar siklon, gas bergerak membalik dan bergerak ke atas dalam bentuk
spiral yang lebih kecil.
Gaya gravitasi menyebabkan partikel- partikel tersebut jatuh ke sisi kerucut
menuju tempat pengeluaran. Partikel dengan ukuran atau kerapatan yang lebih
kecil keluar melalui bagian atas dari cyclone melalui pusat yang bertekanan
rendah. Gas yang bersih keluar dari bagian puncak siklon sedangkan partikel
keluar dari dasar siklon.

Siklon sering digambarkan sebagai peralatan dengan efisiensi rendah. Namun


dalam perkembangannya, tercatat, siklon mampu menghasilkan efisiensi 98%
bahkan lebih untuk partikel yang lebih besar dari 5 microns. Efisiensi lebih dari
98% juga tercatat pada siklon untuk partikel yang diameternya lebih dari 346
microns.

Bentuk-bentuk Cyclone
Dua bentuk utama dari cyclone adalah axial dan tangensial cyclone. Pada
dasarnya, keduanya beroperasi dengan prinsip kerja yang sama. Namun, pada
axial flow cyclones materi masuk melalui bagian atas cyclone dan dipaksa untuk
bergerak membentuk sudut pada bagian atas. Pada tangential cyclones, materi
masuk dari celah pada sisi yang berada pada posisi menyudut dengan badan
cyclone.
Axial flow cyclones lebih banyak digunakan. Parameter terpenting dari sebuah
cyclone dalam pemisahan berbagai jenis materi adalah efisiensi pengumpulannya
dan penurunan tekanan melalui unitnya. Efisiensi pengumpulan cyclone dapat
ditentukan melalui kemampuannya untuk menangkap dan menahan partikel debu
dimana penurunan tekanan adalah kekuatan yang diperlukan unit tersebut agar
fungsi ini dapat berjalan.
Faktor- faktor yang dapat mengurangi performa dari suatu cyclone antara lain:
1. Kerusakan mekanik dari cyclone
2. Penyumbatan unit disebabkan endapan debu.
Penggunaan yang berlebihan, biasanya disebabkan oleh abrasi
PENUTUP

Kesimpulan

1. Cyclone adalah alat yang menggunakan prinsip gaya sentrifugal dan


tekanan rendah karena adanya perputaran untuk memisahkan materi
berdasarkan perbedaan massa jenis dan ukurun.
2. Prinsip kerja Cyclone membuat suatu gaya sentrifugal yang berfungsi
untuk memisahkan partikulat dari udara kotor.
3. Jenis-jenis Cyclone ada 2 macam yaitu Hydrocyclone dan Multicyclone.
4. Bentuk-bentuk Cyclone ada 2 yaitu axial dan tangensial cyclone.
5. Faktor- faktor yang dapat mengurangi performa dari suatu cyclone antara
lain:

a. Kerusakan mekanik dari cyclone


b. Penyumbatan unit disebabkan endapan debu.

6. Komponen – komponen dalam cyclone


a. Silinder vertikal dengan bagian bawah berbentuk corong (conical).
b. Pipa outlet pada bagian bawah untuk mengeluarkan partikulat.
c. Pipa outlet gas pada bagian atas.
DAFTAR PUSTAKA

Wibawa Indra D.S. 2012. Aplikasi Cyclone Separator Pada Industri Pengolahan Batubara.
Teknik Kimia. Universitas Lampung. Lampung.

Widjaja Tri. 2012. Aplikasi Cyclone Separator Pada Pengendalian Pencemaran Udara.
Teknik Kimia. Institut Teknologi Surabaya. Surabaya.