Anda di halaman 1dari 17

9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

More Create Blog Sign In

SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia


Melalui Blog ini saya ingin berbagi pengalaman dengan HANDAI TOLAN semua, khususnya sharing dalam kajian
bidang ilmu Keselamatan, Kesehatan Kerja, Ergonomi dan Produktivitas Kerja. Smoga apa yang kita lakukan ini
dapat bermanfaat bagi kemaslahatan umat, khususnya dunia pendidikan dan dunia kerja. Amien.

M O N D A Y, D E C E M B E R 1 , 2 0 0 8 Blog Archive

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3 ► 2009 (6)


▼ 2008 (27)
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3 ▼ December (18)
KONSEP DASAR ERGONOMI
Dalam Undang-undang Dasar 1945 menyatakan bahwa setiap warga
negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi TRAINING K3 SEBAGAI SUATU
SISTEM
kemanusiaan (pasal 27 ayat 2).
Pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan adalah pekerjaan yang bersifat PENGANTAR PRODUKSI BERSIH
manusiawi sesuai dengan harkat dan martabat manusia, sehingga PENGELOLAAN LIMBAH B3
pekerja berada dalam kondisi selamat dan sehat, terhindar dari
DAMPAK LIMBAH INDUSTRI
kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
TERHADAP LINGKUNGAN
Berdasarkan ketentuan tersebut, telah diterbitkan Undang-undang No.
13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, antara lain mengatur tentang KONSEP PENGELOLAAN
LINGKUNGAN
perlindungan tenaga kerja yaitu bahwa setiap tenaga kerja berhak
mendapat perlindungan atas keselamatan, kesehatan, kesusilaan, STRESS AKIBAT KERJA
pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan harkat PERATURAN PERUNDANG-
dan martabat manusia dan nilai agama. UNDANGAN DIBIDANG K3
ANALISIS HAZARDS AWAL DI
TEMPAT KERJA
Selanjutnya, UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, SBG
PENGGANTI Undang-undang Keselamatan yang diterbitkan di zaman KONSEP 5 S /5R
Hindia Belanda pada tahun 1910 yang dikenal dengan singkatan VR yaitu KESELAMATAN SISTEM KERJA
“Veilegheids Reglement”. Undang-undang No. 1 tahun 1970 lebih INVESTIGASI KECELAKAAN
bersifat preventif dibanding dengan VR yang bersifat represif. KERJA
Ruang lingkup keselamatan kerja yang diatur dalam UU No. 1 tahun 1970
INSPEKSI TEMPAT KERJA
mencakup keselamatan kerja di semua tempat kerja baik di darat, di

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 1/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, maupun di udara di wilayah MANAJEMEN PERUBAHAN DALAM
negara Republik Indonesia. TRANSFER TEKNOLOGI
Karena itu sumber bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan dan PROSES AUDIT K3
penyakit akibat kerja yang berada di tempat kerja harus dikendalikan
AUDIT SMK3
melalui penerapan syarat keselamatan dan kesehatan kerja sejak tahap
perencanaan, proses produksi, pemeliharaan, pengangkutan, peredaran, PEDOMAN PENERAPAN SMK3
perdagangan, pemasaran, pemakaian, penyimpanan, pembongkaran dan PENGELOLAAN LIMBAH B3
pemusnahan bahan, barang produk teknis dan alat produksi yang
mendukung dan dapat menimbulkan bahaya dan kecelakaan. ► November (8)
► October (1)

PERATURAN PERUNDANGAN K3

Undang-undang
About Me
1. Undang-undang Uap Tahun 1930, mengatur tentang keselamatan
Tarwaka
dalam pemakaian pesawat uap. Pesawat uap menurut Undangundang ini
adalah ketel uap, dan alat-alat lain yang bersambungan dengan ketel solo, jawa tengah, Indonesia
uap, dan bekerja dengan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan udara. N a m a: TARWAKA, PGDip.Sc.,
Undang-undang ini melarang menjalankan atau mempergunakan M.Erg. Tempat/Tgl. Lahir:
pesawat uap yang tidak mempunyai ijin yang diberikan oleh kepala Karanganyar, 29 September 1964.
jawatan pengawasan keselamatan kerja (sekarang Direktur Jenderal Agama: Islam. Pendidikan: 1. DIII
Pembinaan Hubungan Ketenaga Kerjaan dan Pengawasan Norma Kerja- Hiperkes dan Keselamatan Kerja
Departemen Tenaga Kerja). Terhadap pesawat uap yang dimintakan UNS Tahun 1987. 2. Post Graduate
ijinnya akan dilakukan pemeriksaan dan pengujian dan apabila Diploma in Sience of Occupational
memenuhi persyaratan yang diatur peraturan Pemerintah diberikan Akte Health dan Safety - Queenland
Ijin. University Australia Tahun 1998. 3.
Undang-undang ini juga mengatur prosedur pelaporan peledakan Magister Ergonomi dan Fisiologi
pesawat uap, serta proses berita acara pelanggaran ketentuan undang- Kerja - Universitas Udayana
undang ini. Denpasar, Tahun 2002. Pendidikan
lainnya : 1.Hygiene Analysis
2. Undang-undang nomor 3 Tahun 1969 tentang Persetujuan Konvensi Courses- Queensland University
Organisasi Perburuhan Internasional nomor 120 mengenai Higiene Australia, Tahun 1996. Pekerjaan :
dalam Perniagaan dan Kantor-kantor. Undang-undang ini PNS. Alamat Kantor :
memberlakukan Konvensi ILO nomor 120, yang berlaku bagi badanbadan Disnakertrans Kab. Sragen. Jl.
perniagaan, jasa, dan bagian bagiannya yang pekerjanya terutama Raya Sukowati KM 2 Sragen Tlp:
melakukan pekerjaan kantor. Dalam azas umum konvensi ini diatur 891066/ Fax: 891759 Alamat
syarat kebersihan, penerangan yang cukup dan sedapat mungkin Rumah : Perum Lalung Permai Blok
mendapat penerangan alam, suhu yang nyaman, tempat kerja dan BB No 8 Karanganyar. Telepon
Rumah, HP: 081329755335.@mail:
http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 2/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

tempat duduk, air minum, perlengkapan saniter, tempat tarwoko@gmail.com. atau


ganti pakaian, persyaratan bangunan dibawah tanah, keselamatan sutarwoko@gmail.com Dosen Tidak
terhadap bahan, proses dan teknik yang berbahaya, perlindungan Tetap pada Program DIV Kesehatan
terhadap kebisingan dan getaran, dan perlengkapan P3K. Kerja dan Program DIII Hiperkes
dan Keselamatan Kerja Universitas
3. Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja Sebelas Maret Surakarta. Penulis
terdiri Buku: 1. Ergonomi- Untuk
dari XI bab dan 18 pasal. Keselamatan Kerja, Kesehatan
Kerja dan Produktivitas Kerja 2.
Bab I (pasal 1) menjelaskan tentang istilah-istilah Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Bab II (pasal 2) tentang ruang lingkup yang meliputi keselamatan dan (K3): Manajemen dan
kesehatan kerja disemua tempat kerja baik didarat, di dalam tanah, di Implementasi K3 di Perusahaan. 3.
permukaan air, di dalam air maupun di udara di wilayah Republik Berbagai Makalah tentang
Indonesia. Ergonomi, Higiene Perusahaan dan
Bab III (pasal 3 dan 4) mengenai syarat-syarat keselamatan kerja Keselamatan Kerja yang
Bab IV (pasal 5 – 8) tentang pengawasan diterbitkan di berbagai majalah
Bab V (pasal 9) tentang pembinaan K3 dan journal.
Bab VI (pasal 10) tentang P2K3 View my complete profile
Bab VII (pasal 11) tentang kecelakaan kerja
Bab VIII (pasal 12) tentang kewajiban dan hak tenaga kerja
Bab IX (pasal 13) tentang kewajiban bila memasuki tempat kerja
Bab X (pasal 14) tentang kewajiban pengurus
Bab XI (pasal 15 – 18) tentang ketentuan penutup

4. Undang-undang nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial


Tenaga Kerja, yang mengatur bahwa setiap tenaga kerja berhak atas
jaminan sosial tenaga kerja. Undang-undang ini terdiri dari sepuluh Bab
dan 35 pasal. Untuk memberikan perlindungan kepada tenaga kerja
diselenggarakan program jaminan sosial dengan mekanisme asuransi.
Ruang lingkup program meliputi jaminan kecelakaan kerja,
jaminan kematian, jaminan haritua dan jaminan kesehatan.
Pengembangan program diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Jaminan kecelakaan meliputi biaya pengangkutan,
pemeriksaan,pengobatan dan atau perawatan, serta rehabilitasi serta
santunan berupa uang yang meliputi:sementara tidak mampu bekerja,
cacat sebagian selama-lamanya, cacat total selama-lamanya baik fisik
maupun mental dan santunan kematian. Diatur juga keluarga yang
berhak menerima jaminan kematian, pembayaran jaminan hari tua serta
pelayanan jaminan kesehatan.

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 3/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

Dalam undang-undang ini diatur kepesertaan, iuran, jaminan dan tata


cara pembayaran, Badan penyelenggara serta ketentuan pidana.

5. Undang-undang nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, terdiri


dari 12 Bab dan 90 pasal. Menurut undang-undang ini setiap orang
berhak memperoleh derajat kesehatan yang optimal, dan setiap orang
berkewajiban untuk ikut serta dalam pemeliharaan dan meningkatkan
derajat kesehatan perorangan, keluarga dan lingkungan. Dari 15 upaya
kesehatan, salah satunya adalah upaya kesehatan kerja.
Pada pasal 23 dinyatakan:
- kesehatan kerja diselenggarakan untuk mewujudkan produktivitas
kerja yang optimal;
- kesehatan kerja meliputi pelayanan kesehatan kerja, pencegahan
penyakit akibat kerja, dan syarat kesehatan kerja;
- setiap tempat kerja wajib menyelenggarakan kesehatan kerja;
- Ketentuan mengenai kesehatan kerja diatur dengan Peraturan
Pemerintah.

6. Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang


antara lain mengatur tentang Landasan, Asas dan Tujuan, Kesempatan
dan perlakuan yang sama, Perencanaan tenaga kerja dan informasi
ketenagakerjan, Pelatihan kerja, Penempatan tenaga kerja,Perluasan
kesempatan kerja, Penggunaan tenaga kerja asing,
Hubungan kerja, Perlindungan, pengupahan dan
kesejahteraan,Hubungan industrial, Pemutusan hubungan kerja,
Pembinaan, Pengawasan,Penyidikan Ketentuan pidana dan sanksi
administratif, dan Ketentuan peralihan.
Dalam Undang–undang ini K3 diatur dalam Bab X Perlindungan,
Pengupahan dan kesejahteraan Bagian I Perlindungan Paragraf 5
Keselamatan dan kesehatan kerja pasal 86 dan 87.
Dalam pasal 86 disebutkan bahwa setiap pekerja berhak untuk
mendapatkan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja,
moral dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan
martabat manusia serta nilai-nilai agama. Untuk melindungi
keselamatan pekerja guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal
diselenggarakan
upaya keselamatan dan kesehatan kerja. Dalam pasal 87 disebutkan
bahwa setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen K3 yang
terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan.

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 4/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

Peraturan Pemerintah

7. Peraturan Uap 1930, mengatur pembagian pesawat uap berdasarkan


tekanan uapnya, yaitu lebih besar dari kg/cm2 di atas tekanan udara
luar dan paling tinggi kg/cm2 di atas tekanan udara luar.
Peraturan in memuat ketentuan untuk mendapatkan ijin penggunaan
pesawat uap, serta ketentuan mengenai pesawat uap yang tidak
memerlukan akte ijin. Peraturan ini memuat persyaratan teknis
keselamatan ketel uap dan pesawat uap selain ketel uap, pengering
uap, penguap, bejana uap antara lain mengenai persyaratan bahan
pembuat, perlengkapan pengaman dan tata cara pengujian.

8. Peraturan Pemerintah R.I nomor 7 Tahun 1973 tentang


Pengawasan atas Peredaran, penyimpanan dan Penggunaan Pestisida.
Peraturan ini melarang pestisida yang tidak terdaftar/tidak memperoleh
ijin dari Menteri Pertanian. Ijin yang diberikan dapat berupa ijin tetap,
ijin sementara atau ijin percobaan. Ijin sementara dan ijin percobaab
berlaku selama satu tahun dan ijin tetap lima tahun. Ijin diberikan
apabila pestisida efektif dan cukup aman dipakai dan memenuhi syarat-
syarat teknis lain serta digunakan sesuai petunjuk yang tercantum
dalam label.. Ijin dapat ditinjau atau dicabut apabila ditemukan
pengaruh samping yang tidak diinginkan.

9. Peraturan Pemerintah R.I nomor 19 Tahun 1973 tentang


Pengaturan dan Pengawasan Keselamatan Kerja di
BidangPertambangan, mengatur pengaturan keselamatan kerja di
bidang pertambangan dilakukan oleh Menteri Pertambangan setelah
mendengar pertimbangan Menteri Tenaga Kerja. Menteri Pertambangan
melakukan pengawasan keselamatan kerja berpedoman kepadan
Undang-undang nomor 1 Tahun 1970 serta Peraturan pelaksanaannya.
Pengangkatan pejabat pegawasan keselamatan kerja setelah mendengar
pertimbangan Menteri Tenaga Kerja. Pejabat tersebut mengadakan
kerjasama dengan pejabat pengawasan keselamatan kerja dari
departemen Tenaga Kerja baik di Pusat dan di Daerah. Juga diatur
pelaporan pelaksanaan pengawasan serta pengecualian pengaturan dan
pengawasan ketel uap dari PeraturanPemerintah ini.

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 5/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

10. Peraturan Pemerintah R.I nomor 11 Tahun 1975 tentang


Keselamatan Kerja terhadap Radiasi, terdiri dari 9 Bab dan 25 pasal.
Peraturan ini mewajibkan setiap instalasi atom mempunyai petugas
proteksi radiasi. Untuk mengawasi ditaatinya peraturan keselamatan
kerja terhadap radiasi perlu ditunjuk ahli proteksi radiasi oleh instansi
yang berwenang.
Peraturan Pemerintah ini telah diganti dengan Peraturan Pemerintah No.
63 tahun 2000 tentang Keselamatan dan Kesehatan terhadap
Pemanfaatan Radiasi Pengion

11. Peraturan Pemerintah R.I nomor 11 Tahun 1979 tentang


Keselamatan Kerja pada Pemurnian dan Pengolahan Minyak dan Gas
Bumi, yang terdiri dari 31 Bab dan 58 pasal mengatur tata usaha dan
pengawasan keselamatan kerja pada pemurnian dan pengolahan minyak
dan gas bumi, wewenang dan tanggung jawab menteri pertambangan,
dan dalam pelaksanaan pengawasan menyerahkan kepada Dirjen dengan
hak substitusi sedang tugas dan pekerjaan pengawasan tersebut
dilaksanakan oleh kepala inspeksi dan
pelaksana inspeksi tambang.
Peraturan pemerintah ini juga mengatur persyaratan teknis keselamatan
dalam pemurnian dan pengolahan mulai dari perencanaan,
pembangunan, pengoperasian, pemeliharaan dan perbaikan instalasi,
termasuk persyaratan keselamatan untuk bangunan, jalan tempat kerja,
pesawat dan perkakas, demikian pula kompressor, pompa vakum, bejana
tekan dan bejana vakum, instalasi uap air, tungku pemanas, dan heat
exchanger, instalasi penyalur,tempat penimbunan, pembongkaran dan
pemuatan minyak dan gas bumi, pengolahan bahan berbahaya, termasuk
mudah terbakar dan mudah meledak dalm ruang kerja, proses dan
peralatan khusus, listrik, penerangan lampu, pengelasan, penyimpanan
dan pemakaian zat radioaktif, pemadam kebakaran, larangan dan
pencegahan umum,pencemaran lingkungan, perlengkapan penyelamatan
dan pelindung diri, pertolongan pertama pada kecelakaan, syarat-syarat
pekerja, kesehatan dan kebersihan , kewajibannnnn umum pengusaha,
kepala teknik dan pekerja, pengawasan, tugas dan wewenang pelaksana
inspeksi tambang, keberatan dan pertimbangan, ketentuan
pidana,ketentuan peralihan dan penutup.

Peraturan Menteri

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 6/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

12. Peraturan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi nomor


Per-01/Men/1976 tentang Kewajiban Latihan Hiperkes bagi Dokter
Perusahaan. Peraturan Menteri ini terdiri dari tujuh pasal, yang
mewajibkan perusahaan untuk mengirimkan setiap dokter
perusahaannya untuk mendapat latihan dalam bidang higiene
perusahaan, kesehatan dan keselamatan kerja. Pelaksana latihan adalah
Lembaga Nasional Hiperkes.

13. Peraturan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi nomor


Per-01/Men/1978 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam
Penebangan dan Pengangkutan Kayu, terdiiri atas tujuh Bab dan 17
pasal, mengatur tentang norma keselamatan da kesehatan pada
berbagai pekerjaan dalam penebangan dan pengangkutan kayu,mulai
dari penjelajahan hutan, penebangan kayu, penyeretan dengan traktor
(yarding), pemuatan kayu dengan loader, pengangkutan kayu dengan
truk, pengangkutan kayu dengan lori, pemuatan kayu kekapal.
Juga diatur sikap kerja yang aman dalam mengangkat barang,
tersedianya peralatan dan obat-obatan untuk P3K dan penerangan yang
cukup apabila bekerja pada malam hari.

14. Peraturan Menteri Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Koperasi nomor


Per-03/Men/1978 tentang Persyaratan penunjukan dan wewenang
serta kewajiban Pegawai pengawas keselamatan kerja dan ahli
keselamatan kerja, terdiri atas tujuh pasal. Peraturan menteri ini
mengatur persyaratan untuk ditunjuk sebagai pengawas
keselamatan kerja dan sebagai ahli keselamatan kerja, kewenangan dan
kewajiban pegawai pengawas serta kewenangan dan kewajiban ahli
keselamatan. kerja. Salah satu kewajiban pegawai pengawas dan ahli
keselamatan kerja adalah menjaga kerahasiaan keterangan yang didapat
karena jabatannya. Kesengajaan membuka rahasia ini diancam hukuman
sesuai ketentuan Undang-undang Pengawasan Perburuhan.

15. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor Per


01/Men/1979 tentang kewajiban latihan Hygiene Perusahaan
kesehatan dan keselamatan Kerja bagi Paramedis Perusahaan, terdiri
atas delapan pasal. Peraturan menteri ini mengatur setiap perusahaan
yang mempekerjakan para medis diwajibkan mengirimkan setiap tenaga
para medis untuk mendapat latihan bidang higiene perusahaan,

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 7/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

kesehatan dan keselamatan kerja. Penyelenggara latihan adalah Pusat


dan Balai Higiene Perusahaan, Keselamatan dan kesehatan kerja.

16. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor Per


01/Men/1980 tentang Keselamatan dan kesehatan kerja pada
konstruksi bangunan, terdiri atas 19 Bab dan 106 pasal. Peraturan
menteri ini mengatur pada setiap pekerjaan konstruksi bangunan harus
diusahakan pencegahan kecelakaan dan sakit akibat kerja pada tenaga
kerja. Waktu pekerjaan dimulai harus segera disusun suatu unit
organisasi keselamatan dan kesehatan kerja. Setiap kecelakaan dan
kejadian berbahaya harus dilaporkan.
Selanjutnya peraturan Menteri ini mengatur persyaratan keselamatan
dan kesehatan kerja antara lain tempat kerja dan alat kerja,
perancah,tangga, alat angkat, kabel baja, tambang, rantai, dan
peralatan bantu,mesin-mesin, peralatan konstruksi bangunan, konstruksi
di bawah tanah, penggalian, pekerjaan memancang, pekerjaan
beton,pembongkaran, perlengkapan penyelamatan dan pelindung diri
dan ketentuan hukuman.

17. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor Per


02/Men/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Kerja dalam
Penyelenggaraan Keselamatan kerja, terdiri atas sebelas pasal.
Semua perusahaan yang termasuk dalam ruang lingkup Undangundang
Keselamatan kerja harus mengadakan pemeriksaan kesehatan sebelum
bekerja dan pemeriksaan kesehatan berkala.
Pemeriksaan kesehatan khusus dilakukan terhadap tenaga
kerja/golongan tenaga kerja tertentu. Direktur Jenderal dapat
menunjuk Badan sebagai penyelenggara pemeriksaan kesehatan tenaga
kerja.

18. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor


04/Men/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan
Alat Pemadam Api ringan, terdiri atas enam bab dan 27 pasal. Dalam
peraturan ini kebakaran digolongkan menjadi golongan A, B, C dan D.
Sedang alat pemadam api ringan dibagi menjadi jenis cairan, jenis busa,
jenis tepung kering dan jenis gas.
Alat pemadam api ringan harus ditempatkan pada posisi yang mudah
dilihat dengan jelas, mudah dicapai dan diambil dan dilengkapi tanda
pemasangan. Dalam peraturan menteri ini juga diatur tatacara

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 8/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

pemeiiksaan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan.

19. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor


01/Men/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja
terdiri atas 9 pasal, mengatur kewajiban pengurus dan Badan yang
menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan untuk melaporkan penyakit
akibat kerja yang ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan
berkala dan pemeriksaan kesehatan khusus. Laporan disampaikan dalam
dua kali 24 jam setelah penyakit akibat kerja didiagnosa. Dilampirkan
daftar penyakit akibat kerja yang harus dilaporkan.

20. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor


01/Men/1982 tentang Bejana Tekan, terdiri atas sepuluh bab dan 48
pasal. Peraturan menteri ini mencabut peraturan khusus FF dan
peraturan khusus DD. Mengatur bejana tekan selain pesawat uap,
termasuk botol-botol baja, bejana transport, pesawat pendingin,bejana
penyimpanan gas yang dikempa menjadi cair terlarut atau terbeku.
Peraturan ini mengatur tentang kode warna, cara
pengisian,pengangkutan, pembuatan dan pemakaian, dan
pemasangan,perbaikan dan perubahan teknis.

21. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor


02/Men/1982 tentang Kualifikasi Juru Las di Tempat Kerja, terdiri dari
enam bab, dan 36 pasal. Menurut peraturan ini, juru las digolongkan
menjadi juru las kelas I, kelas II, dan kelas III. Juru las dianggap
terampil apabila telah menempuh ujian las dengan hasil
memuaskan,dan mempunyai sertifikat juru las. Pengujian juru las terdiri
dari ujian teori dan ujian praktek. Ujian praktek harus dapat
menunjukkan keterampilan mengelas seperti yang ditentukan peraturan
ini.

22. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor


03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja, terdiri atas 12
pasal, mengatur hak setiap tenaga kerja untuk mendapat pelayanan
kesehatan kerja. Pengurus wajib memberikan pelayanan kesehatan
kerja. Pelayanan kesehatan kerja meliputi pemeriksaan
kesehatan,pencegahan, pengobatan, rehabilitasi, dan konsultasi serta
pembinaan teaga kerja. Juga diatur bebarapa cara penyelenggaraan
pelayanan kesehatan kerja.

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 9/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

23. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 02 Tahun 1983 tentang


Instalasi Alarm Kebakaran Otomatik, terdiri dari delapan bab dan 87
pasal, mengatur perencanaan, pemasangan, pemeliharaan dan
pengujian instalasi alarm kebakaran otomatik di tempat kerja. Diatur
ruangan dan bagiannya yang memerlukan detektor kebakaran.
Instalasi harus dipelihara dan diuji secara berkala, mingguan, bulanan
atau tahunan, yang diatur tatacaranya dalam peraturan ini. Juga diatur
berbagai sistem detektor alarm kebakaran, antara lain sistem deteksi
panas, asap dan api.

24. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 03 Tahun 1985 tentang


Keselamatan dan Kesehatan kera Pemakaian Asbes, terdiri atas
sepuluh bab dan 25 pasal, melarang pemakaian asbes biru dan cara
penggunaan asbes dengan menyemprotkan. Selain itu diatur kewajiban
pengurus untuk menyediakan alat pelindung diri,penerangan pekerja,
melaporkan proses dan jenis asbes yang digunakan, memasang
tanda/rambu, pengendalian debu asbes,analisa debu asbes, buku
petunjuk mengenai bahaya debu asbes dan cara pencegahannya.
Kewajiban tenaga kerja untuk memakai alat pelindung diri, memakai
dan melepas alat pelidung diri di tempat yang ditentukan, dan
melaporkan kerusakan alat pelindung diri, alat kerja dan/atau ventilasi.
Selain itu diatur kebersihan lingkungan kerja, dan pemeriksaan
kesehatan tenaga kerja.

25. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 04 Tahun 1985 tentang


Pesawat Tenaga dan Produksi, terdiri atas dua belas bab dan 147 pasal,
mengatur ketentuan umum teknis keselamatan kerja pada pesawat
tenaga dan pesawat produksi, ketentuan mengenai alat perlindungan,
pengujian bagi bejana tekan sebagai penggerak mula motor diesel,
keselamatan perlengkapan transmisi mekanik,keselamatan mesin
perkakas dll. Juga diatur mengenai pemeriksaan,pengujian dan
pengesahan pesawat tenaga dan pesawat produksi.

26. Menteri Tenaga Kerja nomor 05 Tahun 1985 tentang Pesawat


angkat dan Angkut, terdiri atas dua belas bab dan 146 pasal,mengatur
perencanaan, pembuatan, pemasangan, peredaran,pemakaian,
perubahan dan atau perbaikan teknis,serta pemeliharaan pesawat
angkat dan angkut. Syarat keselamatan mencakup bahan konstruksi,

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 10/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

serta perlengkapan pesawat angkat dan angkut, harus cukup kuat, tidak
cacat dan memenuhi syarat. Beban maksimum yang diijinkan harus
ditulis pada bagian yang mudah dilihat dan dibaca dengan jelas. Setiap
pesawat angkat dan angkut tidak boleh dibebani melebihi beban
maksimum yang diijinkan. Peraturan ini mengatur
syarat-syarat teknis berbagai pesawat angkat dan angkut, termasuk
komponen-komponennya. Demikian pula pesawat angkutan di atas
landasan dan diatas permukaan, alat angkutan jalan riil,
pengesahan,pemeriksaan dan pengujian.

27. Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan


Umum nomor Kep 174/Men/86 - nomor 104/KPTS/86 tentang
Keselamatan dan Kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi,
terdiri atas delapan pasal, menyatakan berlaku pedoman pelaksanaan
tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan
konstruksi bangunan sebagai pedoman pelaksanaan Peraturan Menteri
Tenaga Kerja nomor 01/Men/1980. Menteri tenaga kerja dapat
menunjuk ahli keselamatan kerja bidang konstruksi di lingkungan
Departemen Pekerjaan umum,atas usul Menteri Pekerjaan Umum.

28. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 04 Tahun 1987 tentang


Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Tata-cara
Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja, terdiri dari 16 pasal. Peraturan
Menteri ini mewajibkan pengusaha atau pengurus tempat kerja yang
mempekerjakan 100 orang pekerja atau lebih atau menggunakan bahan,
proses dan instalasi yang mempunyai risiko besar terjadi peledakan,
kebakaran, keracunan dan penyinaran radioaktif membentuk P2K3.
Keanggotaan P2K3 adalah unsur pengusaha dan unsur pekerja. Sekretaris
P2K3 adalah ahli K3 dari perusahaan yang bersangkutan. Selain
mengatur tugas dan fungsi p2K3, juga mengatur tentang tatacara
penunjukan ahli K3.

29. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 01 Tahun 1988 tentang


Kualifikas dan Syarat-syarat Operator Pesawat Uap, terdiri atas
delapan bab dan 13 pasal. Kualifikasi operator pesawat uap terdiri dari
operator kelas I dan operator kelas II. Peraturan ini mengatur
persyaratan pendidikan, pengalaman, umur, kesehatan,
administrasi,mengikuti kursus operator dan lulus ujian sesuai
kualifikasinya.

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 11/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

Operator diberi kewenangan sesuai dengan kualifikasinya. Jumlah dan


kualifikasi operator untuk ketel uap serta kurikulum operator sesuai
kualifikasinya dicantumkan dalam lampiran peraturan ini.

30. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 04 Tahun 1988 tentang


Berlakunya Standard Nasional Indonesia (SNI) No: SNI-225-1987
Mengenai Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987)
di Tempat Kerja, terdiri atas sepuluh pasal, memberlakukan PUIL 1987
di tempat kerja. Pengurus wajib menyesuaikan instalasi
listrik yang digunakan di tempat kerjanya dengan ketentuan SNI 225-
1987.

31. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 01 Tahun 1989 tentang


Kualifikasi dan Syarat-syarat Operator Keran Angkat, terdiri atas
delapan bab dan 13 pasal. Kualifikasi operator terdiri dari operator
kelas I, Operator kelas II dan operator kelas III. Peraturan ini mengatur
persyaratan pendidikan, pengalaman, umur, kesehatan,administrasi,
mengikuti kursus operator dan lulus ujian sesuai kualifikasinya. Operator
diberi kewenangan sesuai dengan kualifikasinya, dan mempunyai
kewajiban dan tanggung jawab sesuai dengan kualifikasinya. Jumlah dan
kualifikasi operator untuk masingmasing keran dicantumkan dalam
lampiran peraturan ini.

32. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 02 Tahun 1989 tentang


Pengawasan Instalasi Penyalur Petir, terdiri atas sebelas bab dan 60
pasal, mengatur persyaratan istalasi penyalur petir tentang kemampuan
perlindungan, ketahanan teknis dan ketahanan terhadap korosi,
persyaratan bahan dan sertifikat atau hasil pengujian bagianbagian
instalasi. Memuat persyaratan teknis untuk penerima,penghantar
penurunan, pembumian, menara, bangunan yang mempunyai antena,
persyaratan instalasi penyalur petir untuk cerobong asap. Selain itu
diatur juga pemeriksaan dan pengujian,
pengesahan dan ketentuan pidana.

33. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 02 Tahun 1992 tentang


Tatacara Penunjukan Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan
Kesehatan Kerja, terdiri dari lima bab dan 15 pasal, mengatur
persyaratan untuk dapat ditunjuk menjadi ahli keselamatan dan

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 12/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

kesehatan kerja harus memenuhi persyaratan pendidikan,


pengalaman,pekerjaan, dan lulus seleksi. Ditetapkan berdasarkan
permohonan dari pimpinan instansi dan dokumen pribadi yang perlu
dilampirkan.
Kewajibannya adalah membantu mengawasi pelaksanaan peraturan
perundang-undangan K3 dan melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada
Menteri Tenaga Kerja serta merahasiakan keterangan yang didapat
karena jabatannya. Diatur pula kewenangan Ahli Keselamatan
Kerja untuk memasuki tempat kerja, minta keterangan, memonitor dan
menetapkan syarat keselamatan dan kesehatan kerja.

34. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 04 Tahun 1995 tentang


Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja, terdiri dari tujuh
bab 21 pasal, mengatur jenis perusahaan jasa K3, serta bidang
kegiatannya. Peraturan ini juga mengatur persyaratan administrasi dan
persyaratan teknis untuk dapat menjadi perusahaan jasa K3.

35. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 05 Tahun 1996 tentang


Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, terdiri dari
sepuluh bab dan 12 pasal serta tiga lampiran, mengatur tujuandan
sasaran Sistem Manajemen K3, kriteria perusahaan yang wajib
melaksanakannya, dan harus dilaksanakan oleh pengurus, pengusaha
dan seluruh tenaga kerja sebagai suatu kesatuan. Ketentuan-ketentuan
yang wajib dilaksanakan perusahaan dalam menerapkan SMK3. Selain itu
ketentuan mengenai Audit SMK3 dan Sertifikat Keselamatan dan
Kesehatan Kerja. Lampiran I memuat pedoman penerapan
SMK3,lampiran II memuat pedoman teknis audit, lampiran III memuat
formulir laporan audit dan lampiran IV memuat ketentuan penilaian
hasil audit.

36. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 03 Tahun 1998 tentang


Tatacara Pelaporan dan Pemeriksaan Kecelakaan, terdiri dari enam
bab dan 15 pasal, mengatur kewajiban pengurus atau pengusaha
DK3N – LK3I 12 melaporkan kecelakaan, tatacara pelaporan dan
pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan oleh pengawas
ketenagakerjaan. Lampiran satu adalah bentuk laporan kecelakaan,
lampiran II laporan pemeriksaan dan pengkajian kecelakaan kerja,
lampiran III bentuk laporan pemeriksaan dan pengkajian penyakit akibat
kerja, lampiran IV bentuk laporan pemeriksaan dan pengkajian peristiwa

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 13/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

kebakaran/peledakan/bahaya pembuangan limbah.

37. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 04 Tahun 1998 tentang


Pengangkatan, Pemberhentian dan Tata-kerja Dokter Penasehat,
terdiri atas tujuh bab dan 15 pasal, mengatur tugas dan fungsi dokter
penasehat, pengangkatan dan pemberhentian, tatacara pemberian
pertimbangan medis, serta pelaporan dan pembinaan.

38. Peraturan Menteri Tenaga Kerja nomor 03 Tahun 1999 tentang


Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lift untuk
Pengangkutan Orang dan Barang, terdiri dari enam bab 34
pasal,mengatur kapasitas angkut dan jumlah orang yang dapat
diangkut,persyartan teknis keselamatan bagian-bagian lift dan
pemasangannya,mesin dan kamar mesin, talibaja dan tromol, ruang
luncur dan lekuk
dasar, dll. Demikian pula persyaratan teknis keselamatan kerja
pembuatan, pemasangan, perbaikan, dan perubahan lift serta
pemeriksaan, pengujian dan pengawasannya.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja

39.Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 155/Men/1984 yang


merupakan penyempurnaan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No.
125/Men/1982 tentang Pembentukan Susunan dan Tata Kerja DK3N,
DK3W dan P2K3.
Keputusan Menteri ini merupakan pelaksanaan dari undang-undang
keselamatan kerja pasal 10 yang antara lain menetapkan tugas dan
fungsi P2K3 sebagai berikut :

a. Tugas pokok memberi saran dan pertimbangan kepada


pengusaha/menyusun tempat kerja yang bersangkutan mengenai
masalah-masalah K3.

b. Fungsi : menghimpun dan mengolah segala data/ atau permasalahan


keselamatan dan kesehatan kerja ditempat kerja yang bersangkutan
serta membantu pengusaha/ manajemen
mengadakan serta meningkatkan penyuluhan, pengawasan, latihan dan
penelitian K3

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 14/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

c. Keanggotaan : P2K3 beranggotakan unsur-unsur organisasi pekerja


dan pengusaha/ manajemen.

Organisasi P2K3 terdiri dari sekurang-kurangnya Ketua, Sekretaris dan


Anggota. Ketua P2K3 memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan P2K3
dibantu oleh wakil ketua. Sekretaris P2K3 memimpin dan DK3N – LK3I 13
mengkoordinasikan tudas-tugas Sekretariat dan melaksanakan keputusan
P2K3.
Ketua P2K3 seyogyanya adalah top manajemen disuatu tempat kerja
atau sekurang-kurangnya manajemen yang terdekat dengan pimpinan
puncak, sedang Sekretaris P2K3 adalah tenaga profesional K3 yaitu
manajer K3 atau ahli K3.
(lebih lanjut tentang P2K3 diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja
No. 04 tahun 1987 tentang P2K3 dan Tata Cara Penunjukan Ahli
Keselamatan Kerja)

40. Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor 333 Tahun 1989 tentang
Diagnosis dan Pelaporan Penyakit Akibat Kerja terdiri atas enam
pasal,mengatur mengenai tata cara diagnosis dan pelaporan penyakit
akibat kerja. Lampiran I adalah bentuk laporan kepada Kepala Kantor
Wilayah Departemen Tenaga Kerja, sedang Lampiran II adalah laporan
medik penyakit akibat kerja yang merupakan rahasia medik.
Keputusan Menteri ini merupakan pedoman pelaksanaan dari Undang-
undang No. 2 Tahun 1951 tentang Pernyataan berlakunya Undangundang
Kecelakaan Tahun 1947 yang telah diganti dengan Undang-undang No. 3
Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.
Pedoman ini dipakai untuk menetapkan diagnosis dan penilaian cacat
karena kecelakaan dan penyakit akibat kerja guna memperhitungkan
hal-hal tenaga kerja, yang meliputi bidang pengobatan mata, penyakit
telinga, hidung dan tenggorok (THT), bidang orthopaedi, bidang
penyakit dalam, bidang penyakit Paru, bidang penyakit akibat radiasi
mengion, bidang psikiatri, bidang neurologi dan bidang penyakit kulit.

41. Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor 187 Tahun 1999 tentang
Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja, terdiri dari
enam bab dan 27 pasal, mengatur kewajiban pengusaha mengendalikan
bahan kimia berbahaya untuk mencegah kecelakaan dan penyakit akibat
kerja, dengan menyediakan lembar data keselamatan bahan dan label

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 15/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

dan menunjuk petugas dan ahli K3 kimia.


Selain itu diatur penetapanpotensi bahaya instalasi, nilai ambang batas
kuantitas bahan kimia, serta penunjukan petugas dan ahli K3 kimia.

42. Keputusan Menteri Tenaga Kerja nomor 51 Tahun 1999 tentang


Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Di Tempat kerja terdiri dari 12
pasal,menetapkan nilai ambang batas untuk iklim kerja, kebisingan,
getaran,frekuensi radio/gelombang mikro, dan radiasi sinar ultra ungu.
Keputusan Menteri ini juga menetapkan batas waktu pemajanan untuk
faktor-faktor fisik yang melampaui NAB.

Diposkan oleh Tarwaka di 9:01:00 PM


Reaksi:  funny (0) interesting (0) academic (0)

Label: PERPU BIDANG K3

Link ke posting ini

Create a Link

Newer Post Home Older Post

RUBRIK KITA

Copy code below, insert into your blog


<a href="http <foo"></a>

FULL DOWN
- Other Blogs -
http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 16/17
9/28/2018 SAFELINDO SOLO --- Safety Link Indonesia: PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DIBIDANG K3

KOMENTAR ANDA

Copy code below, insert into your blog


<a href="htt <foo"></a>

Recent Comment
Maksudnya sudah baku itu sperti apa yah, bukannya ... - 4/24/2018 - Gilang Safrinal
Selamat sore, Untuk langkah penyelesaian dari dat... - 4/24/2018 - Gilang Safrinal
aslm. pak saya melakukan penelitian tentang terjad... - 4/16/2018 - SUDARTOYO
ada referensi yang menyatakan kuesioner nordic itu... - 4/18/2017 - yeppo rohmah
untuk mengetahui tingkat kelelahan dengan kuisoner... - 1/19/2016 - ambar kurniawan

Followers
Followers (10)

Follow

http://safelindo.blogspot.com/2008/12/peraturan-perundang-undangan-dibidang.html 17/17