Anda di halaman 1dari 8

PERKEMBANGAN INFORMATION TECHNOLOGY PADA INDUSTRI

PERFILMAN DI INDONESIA
(Studi Kasus Perbandingan Pada CGV Blitz dan Cinemaxx )

Relita Winda Anggraini


Amanda Ayarinova

Jurusan Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia


Relitawinda@gmail.com
amandayarinova@gmail.com

Peran sistem informasi disektor bisnis menjadi prioritas utama perusahaan .Dimana
Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi ini bermanfaat untuk mendukung
strategi bisnis sebuah perusahaan. Berkembangnya teknologi informasi sejalan dengan
berkembangnya industri perfilman yang mendorong terjadinya transaksi online. Mobil
dan web application menjadi salah satu jembatan kesuksesan perusahaan perfilman
dalam transaksi online.Tujuan penelitian ini untuk membandingkan perkembangan IT
pada CGV Blitz dan Cinemaxx.
Kata Kunci : Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Transaksi Online

1. Pendahuluan
IT atau Information Technology pada era globalisasi ini mengalami
perkembangan yang sangat pesat. Di Indonesia pun informasi-informasi dari berbagai
belahan dunia sudah dapat diakses dengan cepat dan mudah dengan adanya teknologi
dalam penyampain sistem informasi. Persaingan global dalam dunia industri menuntut
perusahaan saling berlomba-lomba meningkatkan kinerja dalam sistem informasi di
seluruh aspek bisnis yang ada. Keterlibatan sistem informasi dapat memberikan suatu
kontribusi positif terhadap kemajuan pelaksanaan operasional perusahaan. Loudon &
Loudon(2006) mengungkapkan bahwa definisi sistem informasi adalah komponen yang
berhubungan yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan
dan menyebarkan informasi yang mendukung pembuatan keputusan dan kontrol suatu
organisasi. Sehingga strategi sistem informasi harus mampu memenuhi kebutuhan suatu
organisasi atau kebutuhan atas informasi dan sistem untuk mendukung strategi bisnis
suatu organisasi (Ward & Peppard , 2002). Kesuksesan pada suatu organisasi dihasilkan
dari strategi yang diformulasikan dengan baik dan dijalankan dengan efektif. Strategi
yang sangat efektif di era sekarang yaitu dengan berbisnis menggunakan perdagangan
melalui media elektronik dan internet. Purbo dan Wahyudi (2001) mengatakan bahwa
perusahaan yang menggunakan media elektronik dan internet akan mendapatkan
keuntungan-keuntungan, yaitu terbukanya aliran pendapatan baru (revenue stream) yang
lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistim transaksi tradisional
Saat ini kegiatan bisnis bisnis tidak hanya berpusat pada bisnis konvensional,
namun sejak adanya internet kegiatan bisnis konvensional saat ini mengalami
perkembangan menjadi online. Keinginan masyarakat untuk memperoleh kemudahan
dalam melakukan kegiatan sehari-hari mendorong pesatnya kemajuan teknologi.
Sebagian besar dari masyarakat Indonesia mulai menyadari akan keberadaan internet,
bahkan saat ini internet bukan hanya sekedar media untuk mencari informasi,
komunikasi, dan hiburan saja melainkan sebagai sarana untuk bisnis online (bisnis
melalui media internet). Industri perfilman merupakan salah satu industri yang tidak
terlepas dari pengaruh besar meningkatnya perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi. Dengan berkembangnya nya industri perflman di Indonesia dan
perkembangan industri film di dunia, banyak sekali beredar bioskop- bioskop atau theater
cinema yang ada dipusat perbelanjaan atau mal. Seiring kemajuan zaman, penggunaan
bisnis media secara elektronik juga dikembangkan oleh bioskop dan theater diseluruh
dunia. Salah satu media saat ini yang mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi film
adalah melalui web, melalui aplikasi berbasis web, penonton mendapatkan informasi
judul fillm, tanggal pertunjukkan, jam pertunjukkan, ruangan theater, dan informasi
pemesanan tiket dengan mengetahui posisi tempat duduk yang sudah di pesan sehingga
penonton tidak lagi mengantri di kasir atau datang ke gedung bioskop.
Banyak teknologi yang ditujukan untuk memberikan kemudahan yang
diinginkan, seperti transaksi online. Dengan kemajuan teknologi internet berupa transaksi
online memungkinkan seseorang untuk memperoleh informasi dan melakukan transaksi
dengan bebas tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Menurut Doni Jomes (2011),
pemesanan tiket bioskop secara online, merupakan hal yang baik dalam struktur
penjualan tiket tersebut karena dengan adanya pemesanan tiket secara online tersebut
dapat mendorong bioskop tanah air untuk membangun sistem transaksi online. CGV Blitz
dan Cinemaxx merupakan bioskop ternama yang sedang berkembang di Indonesia.
Perkembangan pesat dari kedua bioskop tersebut menarik untuk di bahas karena bersaing
secara teknologi. Penulisan ini diharapkan dapat mengulas perbandingan teknologi di
bidang industri perfilman khususnya di Indonesia.
2. Pembahasan
2.1 IT’s Role in Business
Sistem informasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu sistem informasi untuk
mendukung bisnis operasi (operating support system) dan yang dapat mendukung dalam
pengambilan keputusan yang bersifat manajerial (management support system).Sistem
Informasi memiliki banyak sekali kegunaan, salah satunya adalah untuk menciptakan
keunggulan yang strategis.Competitive advantage sendiri merupakan keunggulan yang
memiliki dampak fundamental dalam operasi perusahaan (McLeod, 2008).Pada tingkat
manajerial yang lebih tinggi, yaitu tingkat perencanaan strategis, sistem informasi dapat
digunakan untuk mengubah arah perusahaan untuk mendapatkan competitive
advantage.Sebuah sistem informasi dimana TI merupakan bagian didalamnya
memungkinkan suatu perusahaan untuk mengintegrasikan seluruh kebutuhannya
kemudian diproses lebih lanjut dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan sehingga
menghasilkansebuah keluaran (output) yang sangat mendukung baik bagi kegiatan
operasional maupun kegiatan manajerial perusahaan tersebut.
2.2 Transaksi Online
Dalam ilmu komputer, transaksi didefinisikan sebagai bagian dari proses operasi
database (update dan perintah manipulasi) yang mengubah suatu kondisi awal dari suatu
sistem menjadi kondisi yang baru (Amjad, 1993). Pemrosesan online yang disebut juga
pemrosesan transaksi atau pemrosesan secara kontinu merupakan suatu metoda
pengolahan data dimana transaksi yang terjadi berlangsung secara segera dan langsung
digunakan untuk memutakhirkan file induk (Jogiyanto, 1992).Dari kedua pengertian
tersebut dapat disimpulkan bahwa transaksi online merupakan suatu proses yang
mengakses secara langsung database yang bersangkutan dan pada saat itu juga akan
memberikan informasi terkini bagi pemakai yang bersangkutan. Pemakaian transaksi
online tidak hanya berlaku untuk satu pemakai data tetapi lebih dari satu pemakai data
sehingga informasi terkini dapat diketahui oleh pemakai data lainnya secara cepat, dan
tepat. Contoh dari transaksi online: ketika seseorang melakukan pengecekan saldo di
mesin ATM, maka ia segera mendapatkan keadaan dimana saldo tabungannya telah
berkurang sebanyak yang ia debet.
2.3 CGV Blitz
2.3.1 Profil CGV Blitz
PT. Graha Layar Prima merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam
bidang jasa dan produk. Konsep utama dari PT. Graha Layar Prima adalah one
entertainment center. Salah satu bentuk usaha yang dikelola oleh PT. Graha Layar Prima
adalah Blitzmegaplex. CGV Blitz hadir dengan minimal delapan layar. Jumlah layar
yang banyak tersebut memberikan kesempatan untuk menonton berbagai macam genre
film, sehingga bukan hanya film-film hollywood, namun juga film festival, arthouse, film
india, animasi, dan berbagai film yang berasal dari seluruh dunia dengan berbagai
bahasa. CGV Blitz juga telah meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia
(MURI) sebagai bioskop dengan layar terbesar di tanah air yaitu di auditorium 1 di CGV
Blitz Grand Indonesia.

2.3.2 Fitur Teknologi CGV Blitz


2.3.2.1 Self Ticketing Machine
Salah satu kemudahan yang ditawarkan CGV agar tidak mengantre panjang
adalah fitur Self Ticketing Machine. Dengan fitur ini pelanggan bisa melakukan transaksi
sendiri di bioskop CGV, dimana pelanggan bisa memilih tiket, tempat duduk dan
melakukan pembelian snack sendiri.
2.3.2.2 CGVBlitz member Card
CGVblitz Card Regular (adalah kartu keanggotaan CGVblitz yang berfungsi
sebagai alat identifikasi saat melakukan transaksi di lokasi CGV blitz dan secara online,
dengan menggunakan semua metode pembayaran baik Tunai, Kartu Debit / Kredit, Saldo
& Poin di dalam CGVblitz Card itu sendiri. Selain itu dengan kecaanggihan teknologi
terbaru meluncurkan E-card member. E-Card Member adalah keanggotaan yang sama
fungsinya seperti CGVblitz Member. Yang membedakan adalah E-Card Member tidak
menggunakan kartu fisik, melainkan menggunakan QRcode yang muncul di website
ataupun aplikasi pada Android / iOS
2.3.2.3 CGVBlitz Application
Online Buying Pembelian tiket dan snack CGVBlitz juga dapat dilakukan melalui
aplikasi mobile pada iOS dan android. Online Buying Pembelian tiket dan snack
CGVBlitz juga dapat dilakukan melalui website http://www.cgvblitz.com.
2.3.2.4. Tipe Auditorium
CGV Blitz memberikan pelayanan teknologi digital handal dalam memberikan
fitur yang ada di bioskopnya yaitu ; screen x, sphere x , 4DX, Gold Class, Velvet Class
dan sweetbox. Fitur – fitur tersebut merupakan teknologi digital yang digunakan untuk
menambahkan kesan fantasi dan imajinatif, tak hanya itu suara yang dihasilkan lebih dari
60 buah speaker dan dipadu dengan teknologi Dolby Atmos. Kecanggihan terbaru
dimiliki oleh auditorium 4DX yang merupakan teknologi pertama dan juga satu-satunya
yang ada di Indonesia dimana dapat memberikan sebuah pengalaman yang berbeda dalam
menonton film di bioskop seperti motion, light, scrent, wind, dan water.
2.4 Cinemaxx

2.4.1 Profil Cinemaxx

Cinemaxx adalah sebuah jaringan bioskop berskala nasional di Indonesia yang


dimiliki oleh Lippo Group melalui PT Cinemaxx Global Pasifik yang dipimpin
oleh Brian Riady.[1] Jaringan bioskop ini membuka bioskop pertamanya di Plaza
Semanggi, Jakarta pada tanggal 17 Agustus 2014, dan membuka gerai bioskop kedua
di fX Sudirman, Jakarta, sebulan kemudian. Target Cinemaxx adalah membuka dua ribu
layar bioskop di seluruh penjuru Indonesia. Pada November 2014, Cinemaxx membuka
cabang terbarunya di luar Pulau Jawa, tepatnya di Palembang Icon, Kota Palembang.
Pada Akhir November, tepatnya 20 November 2014, bioskop pertama dan satu-satunya di
kota Ponorogo hadir di Ponorogo City Center, kemudian disusul di Kairagi, Manado,
tepatnya di Lippo Plaza Manado pada 28 November 2014. Direncanakan hingga
pertengahan 2015, akan dibuka 8 lokasi baru, yaitu di Sun Plaza Medan, Lippo Plaza
Medan, Lippo Plaza Kendari, Maxx Box Lippo Cikarang, Lippo Plaza Yogya, dan Maxx
Box Lippo Village.
2.4.2 Fitur teknologi yang diterapkan cinemaxx
2.4.2.1. Cinemaxx member card
Maxx Card adalah kartu keanggotaan Cinemaxx yang berfungsi sebagai alat
identifikasi saat melakukan transaksi di lokasi cinemaxx dan secara online, dengan
menggunakan semua metode pembayaran baik Tunai, Kartu Debit / Kredit, Saldo & Poin
di dalam Cinemaxx Card itu sendiri
2.4.2.2 Cinemaxx Application
PT Cinemaxx Global Pasifik (Cinemaxx) baru saja meluncurkan sebuah
aplikasi mobile yang dapat diunduh melalui platform Apple Store dan Google Play Store.
Aplikasi ini berfungsi untuk mengakses jadwal bioskop, membeli tiket sinema, dan juga
mengetahui film-film terbaru yang sedang dan akan tayang di jaringan bioskop milik
Lippo Group tersebut.
2.4.2.3. Tipe Auditorium
Berkembangnya teknologi digital membuat cinemaxx membangun beberapa fitur
demi menunjang persaingan dengan beberapa bioskop lainnya. Fitur – fitur tersebut
antara lain adalah Cinemaxx Hyperstation yang dilengkapi dengan layar Ultra XD dimana
koridor menuju Ultra XD disempurnakan dengan adanya Immersive Corridor yang
menampilkan trailer film, animasi, serta jadwal tayang film. Fitur lainnya yaitu Fitur
Maxx Games, Cinemaxx Gold dan Cinemaxx Junior.
2.5 Analisis perbandingan teknologi antara CGV Blitz dengan Cinemaxx
Perbandingan teknologi antar CGV Blitz dengan Cinemaxx dapat di golongkan
dalam bebrapa kategori berikut ini.
2.5.1 Kartu Membership
Kartu ini berfungsi sebagai alat identifikasi saat melakukan transaksi di lokasi
bioskop dan secara online. CGV Blitz dan Cinemaxx sama-sama meluncurkan kartu
membership yang dapat digunakan untuk transaksi online. Menariknya ada fitur yang
lebih unggul yang dimiliki oleh CGV Blitz yaitu Self Ticketing Machine, fitur ini
digunkan dengan kartu membership yang berfungsi untuk bisa melakukan transaksi
sendiri di lokasi. Sehingga calon penonton bisa memilih tiket, tempat duduk , melakukan
pembelian snack dan mencetak tiket film sendiri.
2.5.2 Aplikasi Online
Seiring berkembangnya teknologi, Cinemaxx dan CGV blitz menyediakan
layanan memesan tiket langsung dari aplikasi di ponsel. Kelebihan aplikasi dibanding
dengan S mobile web adalah lebih mudah dalam pembelian, pemilihan kursi hingga tiket
elektronik. Dengan aplikasi, calon penonton tidak diwajibkan mencetak tiket karena tidak
semua orang memiliki printer. Melalui aplikasi calon penonton, hanya perlu
menunjukkan tiket elektroniknya yang ditampilkan di layar ponsel dan di-scan
dengan barcode reader saat penonton masuk ke studio bioskop. Sistem pembayarannya
bisa menggunakan kartu kredit, debit dan doku wallet (sebuah dompet virtual yang
dilengkapi dengan fitur kartu kredit dan cash wallet).
2.5.3 Fitur Auditorium
Berkembangnya teknologi di era digital mendorong bioskop tanah air
membangun teknologi digital agar dapat bersaing dalam bisnis. CGV Blitz dan Cinemaxx
hadir dengan memberikan fitur-fitur tersendiri yang menjadi daya jual kepada penonton.
CGV Blitz dan Cinemaxx sama-sama membuka teater berkelas dengan menghadirkan
tipe auditorium kelas atas yaitu Gold Class. Perbedaan mendassar yang menjadi daya
tarik adalah fitur 4D yang hanya dimiliki oleh CGV Blitz dan Ultra XD yang hanya
dimiliki oleh Cinemaxx. Selain itu CGV Blitz memiliki studio teater dengan teknologi
screen canggih yaitu SphereX, berbeda halnya dengan Cinemaxx yang menghadirkan
fitur Maxx games yang dapat digunkan bagi para penonton yang senang bermain games.

3. Kesimpulan

Sistem informasi selalu menjadi bagian dalam proses peningkatan value suatu
perusahaan. Berkembangnya penggunaan teknologi diharapkan memberikan manfaat
yang besar terhadap dunia bisnis yang kompetitif. Perusahaan yang mampu bersaing
dalam kompetisi adalah perusahaan yang mampu mengimplementasikan teknologi ke
dalam perusahaannya. Aplikasi online dan juga website merupakan sarana yang sangat
efektif untuk menyam-paikan informasi. Hal tersebut memebrikan manfaat bagi
perusahaan yang dijadikan sebagai alternatif sumber keunggulan bersaing sehingga
perusahaan mampu memberikan layanan yang terbaik dan tercepat bagi para
pelanggannya. Dari analisis perbandingan kedua perusahaan di industri perfilman diatas
kita dapat melihat berkembangnya teknologi baik secara transaksi online maupun
teknologi digital dapat yang bermanfaat bagi industri perfilman. CGV Blitz dan
Cinemaxx berusaha memeberikan fitur terbaik bagi paa pelanggan. Hasil analisis
menunjukkan teknologi transaksi online lebih unggul dimiliki oleh CGV Blitz dengan
memiliki Self Ticketing Machine. Dilihat dari awal peluncuran, CGV Blitz lebih dahulu
beroperasi dibanding dengan Cinemaxx sehingga lebih unggul dalam hal transaksi online.
Tetapi tidak menutup kemungkinan akan dikejar oleh Cinemaxx, sebab kemajuan
teknologi sedang berkembang pesat sehingga membuat persaingan kompetitif antar
berbagai perusahan. Diharapkan perkembanhan teknologi dapat memberi manfaat dan
keuntungan tidak hanya perusahaan tetapi juga para pelanggan yang mengakses teknologi
tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Amjad, U., 1993. Distributed Computing : A Paratical Synthesis of Network, Client


Server System, Distributed Application and Open System, USA : Prentice Hall
International Inc.

Doni Jomes, 2011 Pengenalan Sistem Tiket Bioskop Online: Penelitian Andi. Yogyakarta

Jogiyanto H, M., 1992. “Analisis Dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur
Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis “, Andi Offset, Yogyakarta.

Laudon, K. C. & Laudon, J. (2006). Management Information Systems (9th ed.). New
Jersey: Pearson Prentice Hall.

MCLeod, Raymond, Jr & Schell, George P, 2008. Sistem Informasi Manajemen Edisi
10. Terjemahan oleh Ali Akbar Yulianto dan Afia R. Fitriati. Salemba Empat. Jakarta

Onno W. Purbo, Aang Arif Wahyudi, 2001. “Mengenal E-Commerce”, Elex


Komputindo, Jakarta.

Ward, J. & Peppard, J. (2003). Strategic Planning for Information Systems (3rd ed.).
Chicester: John Wiley & Sons.

www.cgv.id

www.cinemaxxtheater.com