Anda di halaman 1dari 16

PAPER

PERKEMBANGAN DAN MANFAAT INTEGRASI ANTAR


KEMENTERIAN MAUPUN PEMERINTAH TERKAIT
DENGAN PENERAPAN E-GOVERNMENT.

Disusun Untuk Memenuhi Tugas

Mata Kuliah E-Government

di bawah bimbingann Drs. Dekar Urumsyah, S.Si., M.com., Ph. D.

Disusun Oleh:

Amanda Ayarinova (16919045)

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
2018
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Di Era Globalisasi ini penting untuk terwujudnya sebuah reformasi birokrasi, yang di
latarbelakangi tuntutan terhadap terbentuknya sistem kepemerintahan yang bersih, transparan,
dan mampu menjawab tuntutan perubahan secara lebih efektif, melahirkan inspirasi
penyediaan data informasi dan media komunikasi yang transparan melalui E-Government. E-
Government menurut Heeks (2003) merupakan Kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah
dengan menggunakan Teknologi Informasi (TI) untuk memberikan layanan kepada
masyarakat. E-Government bertujuan untuk membuat interaksi antara pemerintah dan
masyarakat (Government to Citizen - G2C), pemerintah dan kalangan bisnis (Government to
Business - G2B), serta antar instansi pemerintah (Government to Government - G2G) lebih
bersahabat, nyaman, transparan, dan murah. Ketersediaan informasi yang transparan dan
setiap saat dapat diakses oleh masyarakat, telah mendapat tanggapan positif dari pemerintah
khususnya di Indonesia, terbukti dengan telah dikeluarkannya Instruksi Presiden No.3 tahun
2003 tentang kebijakan dan strategi nasional pengembangan E-Government Indonesia.
Untuk mengembangkan eGovernment, ada empat fase yang diusulkan oleh World
Bank yakni Presence (kehadiran), Interaction (Interaksi), Transaction (Transaksi), dan
Transformation (Transformasi) (The World Bank, 2002). Keempat fase jika dikontekskan
untuk pengembangan situs web eGovernment di Indonesia: (1) Kehadiran, yaitu
memunculkan Situs Web daerah di internet. Dalam tahap ini, informasi dasar yang
dibutuhkan masyarakat ditampilkan dalam Situs Web pemerintah. (2) Interaksi, yaitu web
daerah yang menyediakan fasilitas interaksi antara masyarakat dan Pemerintah Daerah.
Dalam tahap ini, informasi yang ditampilkan lebih bervariasi, seperti fasilitas download dan
komunikasi E-mail dalam Situs Web pemerintah. (3) Transaksi, yaitu web daerah yang selain
memiliki fasilitas interaksi juga dilengkapi dengan fasilitas transaksi pelayanan publik dari
pemerintah. (4) Transformasi, yaitu dalam hal ini pelayanan pemerintah meningkat secara
terintegrasi.
Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 Tahun 2003 tentang Strategi Pengembangan Egov
yang juga sudah dilengkapi dengan berbagai Panduan tentang egov seperti: Panduan
Pembangunan Infrastruktur Portal Pemerintah; Panduan Manajemen Sistem Dokumen
Elektronik Pemerintah; Pedoman tentang Penyelenggaraan Situs Web Pemda; dan lain-lain.
Demikian pula berbagai panduan telah dihasilkan oleh Depkominfo pada tahun 2004 yang
pada dasarnya telah menjadi acuan bagi penyelenggaraan e-government di pusat dan daerah.
Sehinnga menjadi acuan bagi seluruh pemerintah pusat dan daerah di Indonesia untuk
menerapkan e-government. Di era pemerintahan Jokowi, Kementerian Komunikasi dan
Informatika ( Kominfo) dalam hal ini berperan sebagai penyedia infrastruktur dan hal-hal
teknis untuk mewujudkan e-government di Indonesia. Mulai Maret 2018 semua perizinan
melalui kementerian dan lembaga sudah di wajibkan untuk online, dan sudah dimulai uji coba
sejak Januari 2018.
Penerapan e-government yang terintegrasi tidak terlepas dari tugas Kominfo yang
sudah diarahkan oleh Presiden pada tahun 2017. Dimana tugas tersebut adalah membangun
sebuah jaringan dan infrastruktur yang mengintegrasikan semua sistem online dari tiap
institusi yang masih berdiri sendiri-sendiri. Kominfo akan mengembangkan aplikasi-aplikasi
generik, yang memungkinkan bagi setiap institusi untuk bisa mengakses. Hal ini bertujuan
agar semua sistem jadi satu dan dapat saling berkoordinasi.

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan bahwa permasalahan yang
di hadapi adalah bagaimana perkembangan dan manfaat integrasi antar kementerian maupun
pemerintah terkait dengan penerapan e-government.

3. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah
untuk mengetahui bagaimana perkembangan dan manfaat integrasi antar kementerian
maupun pemerintah terkait dengan penerapan e-government.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pentingnya Penerapan E- Government


Dalam instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan
dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government disebutkan tentang hal-hal yang
menjadi pertimbangan diimplementasikannya Egovernment di Indonesia, menurut Keminfo
(2003) diantaranya adalah:
1. Bahwa kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang pesat serta potensi
pemanfaatannya secara luas, membuka peluang bagi pengaksesan, pengelolaan dan
pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat.
2. Bahwa pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam proses pemerintahan
(E-Government) akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan
akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
3. Bahwa untuk menyelenggarakan pemerintahan yang baik (good governance) dan
meningkatkan layanan publik yang efektif dan efisien diperlukan adanya kebijakan
dan strategi pengembangan E-Government
Pada tahun sebelumnya Keminfo (2002) menjelaskan bahwa pemerintah telah
berinisiatif untuk mewujudkan dibangunnya suatu sistem informasi pemerintah yang
terintegrasi mulai dari tingkat pemerintahan daerah hingga ke pusat, dengan maksud
membangun suatu infrastruktur sistem informasi yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh
instansi dan lembaga baik di pusat maupun di daerah untuk saling berinteraksi dan menjadi
sumber daya informasi utama bagi pemerintah dalam rangka penyediaan informasi yang
bersifat strategis. Ada beberapa kebutuhan yang mendorong inisiatif pemerintah dalam hal
ini, yaitu :
1. Adanya kebutuhan pemerintah untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan
seluruh sumber daya sistem informasi yang dimiliki, baik di tingkat pusat maupun
daerah.
2. Adanya tuntutan dari masyarakat bagi terwujudnya pemerintahan yang bersih.
3. Adanya syarat dari lembaga dunia bagi bantuan yang akan diberikan dalam bentuk
pembenahan pemerintahan menuju Good Governance.
4. Adanya kebutuhan akan sumber informasi yang dapat dipercaya baik dari sisi
pemerintah maupun masyarakat.
5. Perlu adanya peningkatan kualitas layanan publik sebagai wujud komitmen
pemerintah kepada masyarakatnya.

2.2 Manfaat penerapan E- Government


Penerapan E-Government dalam sistem pemerintahan Indonesia sangat relevan
dengan era Reformasi Birokrasi yang saat ini sedang diprogramkan oleh Pemerintah. Manfaat
E-Government :
1. Pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam,
7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor . Informasi dapat
dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.
2. Peningkatan hubungan antara pemeritah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum.
Adanya keterbukaan [transparansi ] maka diharapkan hubungan antara berbagai
pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan
kekesalan dari semua pihak.
3. Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan
adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat
menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah; jumlah kelas,
daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara
online dan digunakan oleh orang tua untuk memilih sekolah yang pas untuk
anaknya. Atau ada pula informasi tentang luas sebuah pulau di Indonesia, jumlah
penduduk suatu daerah, dapat diketahui tanpa harus datang ke daerah
bersangkutan. Cukup memanfaatkan teknologi internet.
4. Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien . Sebagai contoh, koordinasi
pemerintahan dapat dilakukan melaluji e-mail atau bahkan vidio conference.
Beberapa manfaat e-government lainnya adalah menurunkan biaya administrasi;
meningkatkan kemampuan response terhadap berbagai permintaan dan pertanyaan tentang
pelayanan publik baik dari sisi kecepatan maupun akurasi; dapat menyediakan akses
pelayanan untuk semua departemen atau LPND pada semua tingkatan; memberikan asistensi
kepada ekonomi lokal maupun secara nasional; sebagai sarana untuk menyalurkan umpan
balik secara bebas, tanpa perlu rasa takut. Berbagai manfaat tersebut pada akhirnya
diharapkan akan dapat meningkatkan kemampuan kepemerintahan secara umum.
2.3 Pemangku Kepentingan di Tingkat Pusat dalam Penerapan E- Government di
Indonesia
Pada tanggal 12 Mei 2012 dibentuklah Sekretariat Nasional Open Government
Indonesia dalam menerapkan E-government nasional di Indonesia. Para Pemangku
kepentingan yang berada di dalam Sekretariat Nasional Open Government Indonesia dalam
terdiri dari 7 (tujuh) institusi pemerintah dan 10 (sepuluh) organisasi masyarakat sipil (OMS).
Institusi pemerintahan adalah: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas,
Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Komunikasi
dan Informatika (Kemkominfo), Komisi Informasi Pusat (KIP), Kementerian Dalam Negeri
(Kemendagri), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(KemenPAN-RB). Sepuluh organisasi masyarakat sipil yang masuk di dalam Seknas OGI
adalah: Transparency International Indonesia (TII), Sekretariat Nasional Forum Indonesia
untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), Pusat Telaah dan Informasi Regional
(Pattiro), Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Indonesian Parliamentary Center
(IPC), International NGO Forum on Indonesia Development (INFID), Hivos, Kemitraan,
Indonesian Corruption Watch (ICW), Medialink ( Lauranti et,al 2017).

Kementerian/ Tugas dan Tanggung Jawab Utama


Lembaga

Kantor Staf Mengkoordinasikan strategi dari eksekutif (presiden). KSP


Presiden (KSP) membantu pemerintah dalam mengidentifikasi isu-isu strategis dan
juga melakukan komunikasi yang baik dengn public
Kementerian Formulasi, koordinasi, dan sinkronisasi perencanaan nasional di
Perencanaan semua sektor termasuk ekonomi, regional, dan pembangunan
Pembangunan infrastruktur, termasuk perencanaan di bidang data dan informasi.
(Bappenas) Bappenas dan Kementerian Keuangan membuat draf rencana
keuangan tahunan. Bidang-bidang dan staf di Bappenas memiliki
hubungan koordinasi dengan kementerian-kementerian dan
lembaga.
Kementerian Kementerian ini membantu presiden dalam memformulasikan
Pendayagunaan kebijakan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan terkait dengan
Aparatur kegiatan reformasi birokrasi dalam hal pelayanan publik, sumber
Negara daya manusia, dan tatakelola pemerintahan. Visi dari kementerian
dan Reformasi ini adalah untuk membangun aparat pemerintahan negara yang
Birokrasi profesional, untuk menjalankan pemerintahan publik yang terbuka.
(KemenPAN- Kementerian ini juga bertanggung jawab dalam mensupervisi,
RB) koordinasi dan memonitor semua aspek pelayanan publik
termasuk berkoordinasi dengan Lembaga Administrasi Negara
dan Sekolah Tinggi Administrasi Negara.
Kementerian Bertanggung jawab mengurusi keuangan dan aset negara.
Keuangan Kemenkeu bertanggung jawab untuk membuat perencanaan
(Kemenkeu) keuangan dan menyediakan panduan kerja, mengevaluasi
pendapatan, pengeluaran, dan estimasi keuangan. Kementerian ini
juga bertanggung jawab untuk menyampaikan data terkait budget
keuangan mewakili pemerintah bersama Bappenas dalam diskusi
budget di Dewan Perwakilan Rakyat
Kementerian Kemkominfo saat ini memiliki satu direktorat yang secara khusus
Komunikasi mengurusi e-Government. Melalui direktorat ini, Keminfo telah
dan Informasi berupaya menyiapkan masterplan, arsitektur, dan semua yang
(Kemkominfo) mendukung pelaksanaan e-Government secara teknis.
Kemkominfo turut mengembangkan aplikasi yang dapat
digunakan oleh pemerintah daerah, misalnya e-office.
Kementerian Melakukan pembinaan dan pengawasan pengelolaan keuangan
Dalam Negeri daerah. Kemendagri menghimbau seluruh pemerintah daerah
(Kemendagri) untuk menerapkan sistem e-budgeting untuk menunjang
keterbukaan dan transparansi pemerintah daerah dalam bidang
anggaran. Aplikasi SIPKD (Sistem Informasi Pengelolaan
Keuangan Daerah) dibangun oleh Ditjen Keuangan Daerah dalam
rangka percepatan transfer data dan efisiensi dalam penghimpunan
data dan pengawasan keuangan daerah. Selain itu, Kemendagri
memiliki fokus untuk menguatkanpemerintahan desa yang
terbuka, partisipatif dan responsif sesuai Renaksi OGI 2016-2017.
2.4 Perkembangan integrasi E-government dalam Kementrian Indonesia
Keminfo pada tahun 2002 menyebutkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-
langkah pengembangan sistem informasi sebagai bentuk inisiatif pemerintah, yaitu :
1. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Nasional (SIMNas) di akhir tahun 80’an
yang dimotori oleh Lembaga Pertahanan Nasional dalam konsep high level
menyangkut pengembangan sistem informasi pemerintahan yang berskala nasional.
2. Pengembangan Nusantara 21 di tahun 1997 yang didukung Bank Dunia dalam rangka
pengembangan sistem informasi yang bersifat nasional dengan cakupan meliputi
hampir seluruh bidang kepemerintahan dan bisnis.
3. Pengembangan Information Infrastructure Development Program yang dimotori oleh
Dirjen Postel sebagai langkah pengkajian pengembangan infrastruktur dalam sistem
informasi untuk mendukung pengembangan E-Government.
4. Sistem Informasi Nasional (Sisfonas) adalah merupakan langkah terakhir dalam
bentuk elaborasi dan penajaman setiap inisiatif yang telah dilakukan sehingga akan
lebih terfokus pada pengkoordinasian dan pengintegrasian seluruh sumber daya
sistem informasi yang dimiliki oleh pemerintah untuk membentuk suatu sistem
informasi pemerintahan yang terintegrasi secara nasional.

Perkembangan Aplikasi E-government telah bertambah seiring waktu. Dalam


websitenya Keminfo sampai dengan akhir tahun 2017 merilis beberapa aplikasi nasional yang
telah di terapkan di pemerinthan Indonesia. Berikut adalah penjelasan beberapa aplikasi e-
government nasional yang dapat di akses antar kementrian :
1. Manajemen Integrasi Dan Pertukaran Data (MANTRA)
Aplikasi MANTRA bermanfaat untuk menjembatani pertukaran data antar
instansi pemerintah meskipun berbeda Database, Aplikasi maupun Sistem
Operasinya. Aplikasi MANTRA dapat difungsikan sebagai GSB (Government
Service Bus) dan Web-API (Application Programming Interface). GSB merupakan
suatu sistem yang mengelola integrasi informasi dan pertukaran data antar instansi
pemerintah. GSB mampu mensinergikan informasi dari beberapa Web-API
(Application Programming Interface). Web-API dapat dipandang sebagai media
Interoperabilitas Sistem Informasi. Instansi yang ingin menggunakan aplikasi
MANTRA dapat menghubungi Direktorat e-Government untuk selanjutnya
mengirimkan surat resmi kepada Direktur e-Government perihal permohonan
pemanfaatan, bimbingan teknis dan instalasi Aplikasi MANTRA.
Sampai saat ini aplikasi MANTRA telah digunakan di :
1. Ditjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri
2. BNP2TKI
3. Kementerian Komunikasi dan Informatika
4. Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan
5. LKPP
6. Kementerian Luar Negeri
7. Pemkab Bangka
8. Pemkot Pekalongan
9. Pemprov Jawa Barat

2. Administrasi perkantoran MAYA (siMAYA)


Ditjen Aplikasi Informatika telah mengembangkan aplikasi perkantoran yang
diberi nama siMAYA. Aplikasi ini merupakan digitalisasi dari Peraturan Menteri
PAN dan RB Nomor 6 Tahun 2011 tentang Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE) di
Lingkungan Instansi Pemerintah. Aplikasi ini telah disosialisasikan melalui
bimbingan teknis di beberapa instansi pemerintahan baik pusat dan daerah di
Indonesia antara lain di Pemkab Sukoharjo, Pemkab Bangka Tengah, Pemkab Ende,
Pemkab Banyuasin, Pemkot Tegal, Pemkab Pasaman, Direktorat PII (Ditjen Aplikasi
Informatika, Kemkominfo) dan Pemprov Jawa Tengah. Implementasi siMAYA
sendiri dapat dilakukan melalui 2 metode, yaitu metode cloud computing dan metode
non cloud computing.
3. Pegawai Negeri Sipil Mail (PNSMail)
Layanan email yang diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil di seluruh
Indonesia dengan kuota mencapai 250 MB.
4. Private Network Security Box (PNSBox)
Untuk membangun jaringan antar instansi pemerintah dengan Sistem Jaringan
Private (Private Network Security), digunakan ISP lokal dan PNSBoxsebagai router.
Pemanfaatan PNS Box :
1. Interkoneksi lintas instansi pemerintahan
2. Interkoneksi lintas data center
3. Implementasi Content Delivery Network (CDN)
4. Implementasi High Availability lintas lokasi
5. Interoperabilitas aplikasi lintas pemerintahan
6. Disaster Recovery Center(DRC)
7. VoIP dan Video Conference
8. Pertukaran data secara lokal (file sharing)
Sampai saat ini, PNSBox telah diinstal di :
1. Kementerian Kesehatan
2. Kementerian Luar Negeri
3. Kementerian Keuangan Ditjen Pajak
4. Kementerian Kelautan dan Perikanan
5. Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum & Keamanan
6. Diskominfo Provinsi Jawa Barat
7. Diskominfo Kota Malang
8. Diskominfo Kota Lamongan
9. Diskominfo Kabupaten Demak
10. Diskominfo Kota Surabaya
11. Diskominfo Provinsi Jawa Timur
12. Diskominfo Kabupaten Banyuasin
13. Diskominfo Kota Surakarta
14. Kantor Bupati Kabupaten Padang Pariaman
15. Diskominfo Provinsi Riau
16. Ditjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika
17. SePP Kementerian Komunikasi dan Informatika
18. Diskominfo Kab. Kutai Kartanegara
19. Dishubkominfo Provinsi DI Yogyakarta
20. Diskominfo Provinsi Sumatera Selatan
21. Diskominfo Provinsi Sumatera Barat
Tabel Daftar Aplikasi yang Dikembangkan di Tingkat Nasional
Nama Aplikasi Fungsi Aplikasi Pemangku Tahapan dalam
kepentingan SPPN

Tingkat Nasional
KRISNA KRISNA mencakup ranah Bappenas Perencanaan,
perencanaan program, Kementerian Penganggaran
penganggaran dan penilaian Keuangan
kinerja K/L Kemen-PAN-RB
Aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Kemendagri Penganggaran
SIPKD Keuangan Daerah, digunakan
untuk percepatan transfer data
dan efisiensi dalam
penghimpunan data keuangan
daerah
SIMLARAS Sistem selaras berfungsi untuk Bappenas Perencanaan
mensinkronkan perencanaan dan Penganggaran
anggaran antara pemerintah
daerah dan pusat. Aplikasi ini
sangat berguna sebagai upaya
untuk mengetahui usulan
pemerintah daerah dan program
apa saja yang disetujui oleh
pemerintah pusat

e-Leadership Kepentingan para manajer Kominfo Perencanaan


organisasi untuk melakukan
perencanaan, pengelolaan,
pendelegasian, motivasi,
pengontrolan, dan evaluasi
Si-cantik Dalam bidang perijinan telah Kominfo bekerja Investasi
dibentuk aplikasi PTSP sama dengan
(Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Badan Kerja Sama
dan Penanaman
Modal (BKPM)
e-office (Si Aplikasi perkantoran modern Kominfo Manajemen
Maya) berbasis elektronik.
Digunakdalam pengelolaan,
penyimpanan, pengontrolan
dokumen berupa surat masuk
dan surat ke luar di lingkungan
BKN.
SIMDA, Untuk pengelolaan keuangan BPKP Penganggaran
SIPKD, daerah secara terintegrasi,
SIMRAL meliputi penganggaran,
penatausahaan, akuntansi, dan
pelaporan.
SIRUP Sistem Informasi Rencana LKPP Pengadaan
Untuk Pengadaan (SIRUP)
berfungsi untuk pengadaan
barang dan jasa
SP4N Sistem Pengelolaan Pelayanan Ombudsman Input
Publik Nasional (SP4N)
berfungsi untuk
mengintegrasikan sistem
pengolahan laporan di seluruh
lembaga pemerintahan di
Indonesia. Selain itu, SP4N juga
berguna melihat tingkat
partisipasi masyarakat, jenis
keluhan masyarakat serta
bagaimana tindak lanjutnya
LAPOR Layanan Aspirasi dan KSP, Ombudsman, Input
Pengaduan Online Rakyat Kemen PAN-RB
menjadi sarana pengawasan
pembangunan yang mudah dan
terpadu.
Aplikasi yang telah dijelakan tersebut diperoleh dari data lapangan, namun masih terdapat
berbagai aplikasi lainnya di tingkat nasional yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
Sumber Lauranti et, al (2017)

Bulan April 2018, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)
meluncurkan sembilan aplikasi yang diperuntukan untuk pelayanan publik maupun
mendukung fungsi manajemen di Sekretariat Jenderal Kementerian PUPR. Peluncuran
aplikasi tersebut merupakan bagian upaya pemanfaatan teknologi informasi untuk
meningkatkan transparansi, kontrol, akuntabilitas pemerintah dalam rangka penerapan Good
Corporate Governance. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan agar seluruh insan
PUPR terus meningkatkan kinerjanya dalam rangka menjalankan amanat dalam
pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Kesembilan aplikasi e-Government dapat diakses melalui website maupun aplikasi
android di telepon selular. Aplikasi tersebut yakni e-monitoring sebagai sistem pemantauan
secara cepat, tepat, akurat dan terbarukan dalam pelaksanaan program dan anggaran dengan
alamat web emonitoring.pu.go.id dan aplikasi android eMonApps. Kedua, aplikasi E-HRM
(human resource government) yang terhubung dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN)
dan Kementerian PAN-RB. Aplikasi ini salah satunya memberi kemudahan proses
administrasi PNS dalam kenaikan pangkat dengan alamat http://ehrm.pu.go.id. Ketiga adalah
e-Kinerja, yakni untuk mengukur kinerja PNS. Melalui sistem ini tidak ada lagi PNS yang
main-main dengan kehadirannya. http://kinerja.pu.go.id/kinerja . Keempat aplikasi
Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Terpadu (PESAT), merupakan basis data
terkait pengelolaan keuangan Satker di lingkungan Kementerian PUPR. http://pesat.pu.go.id.
Kelima aplikasi Tata Naskah Dinas (TNDE) dengan alamat http://tnde.pu.go.id. Keenam
Jaringan Dokumen Informasi Hukum (JDIH), yang memberikan kemudahan akses terhadap
informasi produk hukum Kementerian PUPR dengan alamat www.jdih.pu.go.id. Ketujuh e-
BMN (Barang Milik Negara) untuk memudahkan pemantauan data, permasalahan dan
kendala pengelolaan BMN dengan alamat http://ebmn.pu.go.id. Kedelapan, aplikasi
keterbukaan publik (Info Publik), memberikan informasi mengenai rilis berita, potongan
berita dari media cetak, dan kunjungan kerja Kementerian PUPR. Aplikasi info publik dapat
diunduh di playstore. Kesembilan, adalah Portal SIGI PUPR untuk mendapatkan informasi
peta secara online dengan alamat http://sigi.pu.go.id .
Terkait hal itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(Menpan RB) Asman Abnur menyatakan sistem e-government atau pemerintahan berbasis
elektronik saat ini penting untuk dilakukan. Sebab, perkembangan teknologi dan informasi
telah mempengaruhi dan memicu perubahan yang sangat revolusioner dalam tatanan
kehidupan. Penerapan e-government yang secara masif, terstruktur dan sistematis dilakukan
bisa mewujudkan birokrasi pemerintahan yang efektif serta efisien. Sebab, nantinya e-
government bisa mengatur secara nasional pembelanjaan bahan Informasi dan Teknologi (IT)
di instansi pemerintahan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(PAN-RB), Asman Abnur juga mengatakan bahwa sistem pemerintahan terpadu atau
terintegrasi ini dilakukan untuk efisiensi anggaran, peningkatan kinerja birokrasi, dan
perbaikan layanan publik.
Menpan RB mengatakan, saat ini Indonesia tengah memasuki era konektivitas dan
internet of think atau berbasis internet. Di mana batasan ruang dan waktu semakin singkat.
Untuk itu, tata kelola pemerintahan dengan penerapan sistem e-government dianggap sebagai
sebuah keniscayaan yang harus dilakukan. Selain itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sebagai kementerian yang dibawahinya
merupakan penggerak utama reformasi birokrasi. Maka, diperlukan tanggung jawan untuk
bisa menjadi contoh skala nasional dalam penerapan e-government.
BAB III
KESIMPULAN

Dampak positif diterapkannnya sistem e-government di Indonesia adalah masyarakat


dapat menerima laporan kinerja pemerintah secara aktual dan transparan, rakyat juga bisa
dengan leluasa mengakses informasi seputar kinerja pemerintah. Selain itu sistem e-
government juga dapat menekan anggaran biaya. Dengan teknologi online, pekerjaan juga
tentunya akan lebih efesien, secara biaya dan waktu. Sistem ini merupakan langkah untuk
mewujudkan lahirnya produk-produk hukum daerah yang lebih akuntabel, transparan,
aspiratif, komunikatif dan lebih berkualitas. Dengan adanya sistem Perda Elektronik
diharapkan akan tercipta ruang bagi publik untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan yang
diambil dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah
Dengan diterapkannya sistem e-governmernt yang sangat mudah diakses dan
transparan dapat mengarahkan keadaan good and open government di Indonesia. Pemerintah
sendiri sudah memiliki strategi dalam menerapkan sistem e-government, yaitu;
mengembangkan sistem pelayanan yang handal dan dapat terjangkau masyarakat luas dengan
cara pemerataan jaringan komunikasi yang merata di seluruh wilayah Indonesia; menata
sistem dan proses kerja pemerintah dan pemerintah otonom secara holistik dengan cara
menyiapkan SDM yang terbiasa dengan teknologi; memanfaatkan teknologi informasi dan
komunikasi secara optimal dengan cara memberikan informasi secara lengkap; meningkatkan
peran serta dunia usaha dan mengembangkan industri telekomunikasi dan teknologi
informasi; dan melaksanakan pengembangan secara sistematik melalui tahapan yang realistik
dan terukur yaitu melalui tahapan persiapan, pematangan, pemantapan, dan pemanfaatan.
Cita-cita good and open government di Indonesia hanya bisa terwujud apabila semua
lapisan ikut bekerja. Tak hanya pemerintah yang memfasilitasinya lewat e-governmentdan
smart city, namun kita sebagai masyarakat juga harus ikut berpartisipasi bekerja dan berperan
aktif mendukung cita-cita ini. Tak hanya itu para pelaku industri, dan lembaga pemerintah
non-kementerian yang bergerak di bidang riset juga diharapkan dapat bekerja sama untuk
mewujudkan cita-cita ini. Hanya dengan pemerintah terbuka kita akan mampu mendorong
partisipasi rakyat untuk terlibat dari proses pengambilan kebijakan publik sampai dengan
membuka ruang yang lebih lebar bagi pengawasan-pengawasan publik. Dengan begitu,
pemerintah di semua tingkatan akan bisa membangun legitimasi, membangun memperkuat
kepercayaan publik.
DAFTAR PUSTAKA

Heeks, Richard. 2003. “Most e-Government-for-Development Projects Fail, How Can Risks
be Reduced?", Institute for Development Policy and Management, University of
Manchester, UK.

http://www.tribunnews.com/nasional/2018/04/21/kementerian-pupr-luncurkan-sembilan-
aplikasi-e-government.

Kementerian Komunikasi dan Informasi Deputi Bidang Telematika, “Instruksi Presiden


Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional
Pengembangan EGovernment”, Jakarta, Juni 2003

Kementerian Komunikasi dan Informasi Deputi Bidang Telematika, “Kerangka Konseptual


Sisfonas Versi 1.0 tahun 2002”.

Lauranti, Maria., Afrina, Eka., Mawesti, Dia., et.al., (2017). Mengkaji Penggunaan e-
Government Pemerintah Daerah di Indonesia. Perkumpulan Prakarsa: Jakarta

The World Bank, 2002. New-Economy Sector Study, Electronic Government and
Governance: Lesson for Argentina