Anda di halaman 1dari 22

PEDOMAN INTERNAL

PEDOMAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM

UPTD PUSKESMAS LAMASI TIMUR

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU

DINAS KESEHATAN

UPTD PUSKESMAS LAMASI TIMUR

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya Pedoman
Pemeriksaan Laboratorium UPTD Puskesmas Lamasi Timur dapat selesai.

Laboratorium Puskesmas adalah sarana pelayanan kesehatan di Puskesmas yang


melaksanakan pengukuran, penetapan, dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia
untuk penentuan penyakit, kondisi kesehatan, atau faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan
perorangan dan masyarakat.

Diharapkan melalui Pedoman Pemeriksaan Laboratorium ini dijadikan sebagai penuntun


dalam menyelenggarakan pelayanan laboratorium di puskesmas.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih, semoga pedoman ini dapat menjadi pegangan dan
arahan bagi petugas laboratorium di Puskesmas Lamasi Timur.
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Puskesmas merupakan unit pelayanan teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang
bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerja tertentu.
Puskesmas merupakan ujung tombak terdepan dalam pembangunan kesehatan dan
mempunyai peran besar dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan.
Upaya kesehatan yang diselenggarakan puskesmas terdiri dari pelayanan kesehatan
perseorangan primer dan pelayanan kesehatan masyarakat primer. Upaya kesehatan tersebut
dikelompokkan menjadi upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pilihan. Oleh karena itu
upaya pelayanan laboratorium puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari
pelaksanaan upaya kesehatan di puskesmas, maka puskesmas wajib menyelenggarakan
laboratorium di puskesmas.
Laboratorium puskesmas adalah sarana pelayanan kesehatan di puskesmas yang
melaksanakan pengukuran, penetapan, dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia
untuk penentuan penyakit, kondisi kesehatan, atau faktor yang dapat berpengaruh pada
kesehatan perorangan dan masyarakat.
Berdasarkan uraian tersebut, kami membuat suatu pedoman internal yang selanjutnya
akan dijadikan sebagai penuntun dalam menyelenggarakan pelayanan laboratorium di
Puskesmas Lamasi Timur.

B. Tujuan Pedoman
Pedoman internal dibuat sebagai penuntun pemeriksaan laboratorium Puskesmas Lamasi
Timur Tahun 2018 dalam menyelengarakan pelayanan laboratorium di Puskesmas Lamasi
Timur.
C. Sasaran Pedoman
Sasaran seluruh anggota masyarakat Wilayah kerja UPTD Puskesmas Lamasi Timur.
D. Ruang Lingkup Pedoman
Pelayanan Laboratorium di Puskesmas Lamasi Timur meliputi:
1. Pelayanan Laboratiorium dalam gedung
Pelayanan laboratorium dalam gedung yang tersedia meliputi pemeriksaan
hematologi sederhana, kimia klinik sederhana, pemeriksaan immunologi sederhana,
pemeriksaan bakteriologi dalam parasitologi sederhana.
2. Pelayanan luar gedung
Pelayanan laboratorium luar gedung yang dilaksanakan diantaranya pada
pemeriksaan kontak malaria menggunakan RDT dan DDR malaria, pemeriksaan
screening malaria pada ibu hamil, pemeriksaan kimia klinik sederhana pada peserta
posbindu, serta pemeriksaan glukosa darah pada pasien prolanis.
E. Batasan Operasional
1. Pelayanan laboratorium dalam gedung adalah serangkaian kegiatan pelayanan laboratorium
yang dilaksanakan dalam gedung Puskesmas Lamasi Timur dimana pemeriksaan tersebut
dilakukan atas pertimbangan ataupun permintaan medis.
2. Pelayanan laboratorium luar gedung adalah serangkaian kegiatan pelayanan laboratorium
yang dilakukan diluar gedung Puskesmas Lamasi Timur dimana pemeriksaan tersebut
sebagaian besar merupakan kegiatan dari unit kesehatan masyarakat (UKM) yang
membutuhkan tenaga laboratorium.
3. Hematologi sederhana adalah pemeriksaan laboratorium bidang hematologi yang
menggunakan alat sederhana dan meliputi beberapa parameter diantara Hemoglobin.
4. Kimia klinik sederhana adalah pemeriksaan laboratorium bidang kimia klinik yang
menggunakan metode strip dan meliputi 3 parameter, yaitu Gula Darah, Asam Urat dan
Kolesterol total.
F. Landasan Hukum
1. SK Kepala Puskesmas Lamasi Timur … tentang jenis pelayanan di Puskesmas Lamasi
Timur
2. SK Kepala Puskesmas Lamasi Timur … tentang jenis pemeriksaan laboratorium yang
tersedia di Puskesmas Lamasi Timur
3. Undang – undang no. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan
4. Permenkes RI no. 37 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Pusat Kesehatan
Masyarakat
5. Permenkes RI no. 43 Tahun 2013 tentang cara penyelenggaraan laboratorium klinik yang
baik
6. Depkes, RI Tahun 2008, pedoman Praktikum laboratorium kesehatan yang benar ( Good
Laboratory Practice )
BAB II

STANDAR KETENAGAAN
A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia
Nama Petugas : Echa prasti pasongli, Amd. AK
Pendidkan & tahun lulus : D III Analis Kesehatan Tahun 2017
Pelatihan :-
B. Distribusi Ketenagaan
C. Jadwal Pelayanan
Pelayanan laboratorium di Puskesmas Lamasi Timur dilaksanakan setiap hari kerja mulai
pukul 08.00 wita sampai selesai.
BAB III
STANDAR FASILITAS
A. Denah ruang

POLI UMUM, POLI GIGI,


R. INAP
POLI KB / KIA, P2 TB /
R. UGD KUSTA, MTBS

R. LABORATORIUM

HASIL

B. Standar Fasilitas
Fasilitas yang tersedia di unit laboratorium masih sangat minim baik dari segi sarana
maupun prasarana.

Daftar Kebutuhan Laboratorium


Jumlah
No Jenis pemeriksaan Minimal Tersedia Permintaan
Peralatan
A Peralatan Pemeriksaan
1 Fotometer 1 1 0
2 Hematology Analyzer 1 1 1
3 Hemositometer Set 1 1 0
4 Mikroskop Binokuler 1 2 0
5 Pemanas/penangas dengan air 1 0 1
6 Pipet Mikro 5 – 50, 100 – 200, 500 –
1 set 0 1 set
1000 μl
7 Sentrifus listrik 1 0 1
8 Sentrifus Mikrohematokrit 1 0 1
9 Tabung Laju Endap Darah 3 6 0
10 Telly Counter 1 2 0
11 Urinometer ( Alat Pengukur Berat
1 0 1
Jenis Urine )
B Perlatan Gelas
1 Batang Pengaduk 3 2 1
2 Baker Glass 3 4 0
3 Botol Pencuci 1 1 0
4 Corong Kaca (5 cm ) 3 0 3
5 Erlenmeyer Gelas 2 0 2
6 Gelas Pengukur ( 100 cc ) 1 1 0
7 Gelas pengukur (16/OZ 500 ml ) 1 1 0
8 Kaca Objek Secukupnya secukupnya secukupnya
9 Kaca Penutup ( Dek Glass) Secukupnya secukupnya Secukupnya
10 Pipet Berskala ( Vol 1 cc ) 3 3 0
11 Pipet Berskala ( Vol 10 cc ) 3 0 3
12 Tabung Kapiler Mikrohematokrit Secukupnya 0 Secukupnya
13 Tabung Reaksi ( 12 mm ) Secukupnya 10 Secukupnya
14 Tabung Reaksi Dengan Karet/Gabus 12 0 12
15 Tabung Sentrifus Tanpa Skala 6 4 2
16 Termometer 0 – 50 ˚C ( Skala ½
C 1 0 1
17 Wadah Aquadest 1 2 0
C Peralatan Penunjang
1 Autoklaf 1 0 1
2 Blood Lancet Secukupnya 1 Secukupnya
3 Stan Kaki Tiga 1 0 1
4 Kawat Abses 1 0 1
5 Kertas Lakmus Sesuai Kebutuhan Secukupnya 0 Secukupnya
6 Kertas Lensa Sesuai Kebutuhan Secukupnya 0 Secukupnya
7 Kertas Saring Secukupnya 0 Secukupnya
8 Lampu Spritus 1 1 0
9 Lemari Es 1 0 1
10 Pembendung 1 1 0
11 Karet Penghisap ( Aspirtor ) 0 0 3
12 Penjepit Tabung dari kayu 2 1 1
13 Pensil Kaca 1 1 0
14 Pipet Tetes ( Pipet Postuer ) 12 1 0
15 Pot Spesimen Dahak ( Mulut Lebar ) Secukupnya Secukupnya Secukupnya
16 Pot Spesimen Urine ( Mulut Lebar ) Secukupnya Secukupnya Secukupnya
17 Rak Pengering 1 1 0
18 Rak Pewarna Kaca Preparat 1 1 0
19 Rak Tabung Reaksi 1 2 0
20 Rotator Plate 1 1 1
21 Sengkelit / Ose 3 0 3
22 Sikat Tabung Reaksi 1 0 1
23 Spoit Disposible 3cc – 5cc sesuai
Secukupnya Secukupnua Secukupnya
Kebutuhan
24 Stopwatch 1 1 0
25 Timer 1 1 0
26 Tip Pipet ( Kuning dan Biru ) Sesuai
Secukupnya 0 Secukupnya
Kebutuhan
D Maubiler
1 Kursi Kerja 2 2 0
2 Lemari Peralatan 1 1 0
3 Meja Tulis 1 1 0
E Pencatatan Dan Pelaporan
1 Buku Register Pelayanan 0 1 0
2 Formulir Informed Consent Secukupnya Secukupnya Secukupnya
3 Formulir dan Surat Keterangan Lain
Sesuai Kebutuhan Pelayanan Yang
Secukupnya Secukupnya Secukupnya
Diberikan
BAB IV

TATA LAKSANA PELAYANAN LABORATORIUM

A. Lingkup Kegiatan
1. Atur Pelayanan
Pelayanan laboratorium di Puskesmas Lamasi Timur dilaksanakan setiap hari kerja
melalui suatu alur pelayanan yang digambarkan.
B. Metode
1. Pengambilan Sampel
Jenis pelayanan Laboratorium yang tersedia di laboratorium Puskesmas Lamasi
Timur masih sangat sederhana sesuai dengan alat yang dan reagent yang tersedia.
a. Prosedur Pengambilan Darah Kapiler
1. Menyiapkan peralatan sampling : lanset steril, kapas alkohol 70 %
2. Bersihkan bagian yang akan ditusuk dengan kapas alkohol 70% biarkan kering
3. Tusuk dengan cepat memakai lanset steril, hapus tetes darah pertama dengan
memakai kapas kering, tetesan berikutnya dipakai untuk pemeriksaan.
4. Setelah selesai, letakkan kapas pada jari pasien dan sarankan untuk ditindis dengan
dan menyarankan pasien menekan dengan ibu jarinya sampai darah tidak keluar
lagi.
b. Prosedur pengambilan Darah vena
1. Menyiapkan peralatan yang diperlukan : spoit, kapas alkohol 70 %, torniquit, plester
dan tabung.
2. Melakukan pendekatan pasien dengan tenang dan ramah usahakan pasien senyaman
mungkin.
3. Verifikasi keadaan pasien, misalnya puasa atau konsumsi obat catat bila pasien tidak
minum obat tertentu, tidak puasa.
4. Minta pasien meluruskan lengannya, pilih lengan melakukan aktivitas.
5. Minta pasien mengepalkan tangan.
6. Pasang terniquit kira-kira 10 cm di atas lipatan siku.
7. Pilih bagian vena median cubital, lakukan palpasi untuk memastikan vena : vena
teraba seperti sebua pipa kecil elastis dan memiliki dinding tebal.
8. Jika vena tidak teraba, lakukan pengurutan dan arah pergelangan ke siku, atau
kompres air hangat selama 5 menit di daerah lengan.
9. Bersihkan pada bagian kulit lengan yang akan di ambil dengan menggunakan kapas
alkohol 70% dan dibiarkan kering, kulit lengan yang sudah dibersihkan tidak boleh
dipegang lagi.
10. Tusuk bagian vena yang akan terlihat darah masuk kedalam semprit (dinamakan
flash) terniqueit dilepas.
11. Setelah volume darah dianggap cukup, minta kepalan tangan pasien.
12. Letakkan kapas di tempat tusukan lalu segera lepaskan/Tarik jarum tekan kapas
beberapa saat lalu plester selama kira-kira 15 menit.
c. Prosedur Pengambilan Sampel Urine
1. Siapkan pot sampel urine dan berikan label dengan menuliskan identitas pasien pada
pot sampel urine, kemudian serahkan pot urine kepada pasien.
2. Persilahkan pasien untuk manampung urine dalam pot sampel dengan memberikan
penjelasan.
3. lakukan pemeriksaan sesuai dengan permintaan.
d. Prosedur Pengambilan Sampel Tinja
Tinja untuk pemeriksaan sebaiknya berasal dari defekasi spontan (tanpa obat
pencahar) jika pemeriksaan sangat diperlukan sampel tinja dapat diambil dari rektum
dengan cara colok dubur.
e. Prosedur Pengambilan Sampel Dahak
Pasien diberikan penjelasan mengenai pemeriksaan dan tindakan yang akan
dilakukan, dan jelaskan perbedaan dahak dengan ludah. Bila pasien mengalami
kesulitan mengeluarkan dahak pada malam hari, sebelumnya diminta minum teh
manis atau diberi obat Gliserit guayakolat 200mg.
1. Sebelum pengambilan spesimen pasien diminta berkumur dengan air, bila
memakai gigi palsu sebaiknya dilepas.
2. Pasien diminta berdiri tegak atau duduk tegak.
3. Pasien diminta untuk menarik nafas dalam 2 sampai 3 kali kemudian keluar nafas
bersama dengan batuk yang kuat dan berulang kali sampai sputum keluar.
4. Dahak yang dikeluarkan langsung ditampung di dalam wadah, dengan cara
mendekatkan wadah kemulut (amati keadaan dahak yang berkualitas baik akan
tampak kental purulent denga volume cukup 3-5 ml).
5. Tutup wadah dan segera kirim ke laboratorium.
2. Jenis Pemeriksaan
a. Pemeriksaan HB
1. Hemoglobinometer (Hemometer Sahli) yang terdiri dari :
a). Alat
1. Gelas berwarna sebagai Warna standar
2. Tabung hemometer denga pembagian skala putih 2 – 22.
3. Batang pengaduk
4. Pipet sahli dengan volume 20/ml
5. Pipet posteur/tetes
6. Tissue/kapas kering
b). Bahan
1. Reagent HCL 0,1 N
2. Aquadest
3. Darah kapiler/EDTA
c). Cara Kerja
1. Isi tabung Hb dengan larutan HCL sampai tanda garis 2.
2. Pipet darah kapiler/vena dengan menggunakan pipet Hb sampai tanda 20 μl,
lalu darah yang melekat pada ujung pipet dihapus dengan menggunakan
tissue/kapas kering.
3. Masukkan darah kedalam tabung Hb kemudian diamkan selama 3 menit.
4. Tambahkan aquadest sedikit demi sedikit dan bandingkan dengan warna
standar Hb.
5. Baca miniskus bawah hasil Hb dengan satuan gram%.
d). Nilai normal
b. Diferensial count
Prinsip sediaan hapus darah (SAD) yang telah diwarnai di hitung presentase jenis-jenis
leukosit yang ada di dalam sediaan apus darah tersebut.
a). Cara membuat SAD
1. Siapkan alat objek gelas
2. Letakkan setetes darah pada objek glas pada ujung sisi objek glas
3. Letakkan objek glas yang lain dengan menggunakan sudut 450
4. Dorong hingga membentuk lidah api
5. Tunggu hingga kering kemudian di fiksasi dengan methanol
6. Setelah kering ditetesi dengan larutan giemsa selama 20 – 30 menit ditiriskan
7. Cuci dengan air mengalir, keringkan
8. Dibaca di mikroskop dengan menggunakan oil imersi
b). Nilai Normal :
Basofil = 0 – 1 %
Eosinofil = 1 – 3 %
Neutrofil = 2 – 6 %
Neutrofil Segmen = 50 – 70 %
Limfosit = 20 – 40 %
Monosit = 2 – 8 %
c. GDS
Pemeriksaan GDS ( Gula Darah Sewaktu )
1. Alat
a). Autocheck nesco digital
b). Lanset autoclik
c.) kapas alkohol
d). Tissue/kapas kering
2. Bahan
a). Spesimen darah
b). Strip kode glukosa untuk alat nesco
c). Strip gula darah
3. Cara kerja
a). Siapkan alat dan memasang strip kode glukosa pada khusus alat
b). pasang strip gula darah pada alat
c). Petugas laboratorium melakukan pengambilan darah kapiler ( lihat SOP
pengambilan darah kapiler )
d). Petugas laboratorium menghaous tetes darah yang pertama, tetes darah
selanjutnya dapat digunakan untuk tes
e). Tunggu beberapa detik sampai hasil terbaca pada layar monitor
4. Nilai normal
d. Asam Urat
1. Alat
a) Alat auto check digital
b) Lancet/autoclik
c) Kapas alkohol
d) Tussue/kapas kering
2. Bahan
a) Spesimen darah
b) Strip kode asam urat
c) Strip asam urat
3. Cara kerja
a) Bersihkan jari yang akan ditusuk dengan menggunakan kapas alkohol
b) Hapus tetes darah yang pertama, tetesan selanjutnya dapat diperlukan untuk test
c) Pasang strip kode asam urat pada alat
d) Masukkan strip asam urat pada alat digital
e) Tempelkan strip pada darah kapiler dan darah akan terhisap masuk kedalam strip
tersebut
f) Tunggu beberapa detik sampai hasil terbaca pada layar monitor
e. Kolesterol Total
1. Alat
a.) Alat auto check atau nesco digital
b.) Lancet / autoclik
c.) Kapas alkohol
d.) Tissue / kapas kering
2. Bahan
a.) Specimen darah
b.) Strip kode kolesterol
c.) Strip kolesterol
3. Cara kerja
a.) Siapkan alat dan memasang strip kode kolesterol pada alat autocheck / nescodigital
b.) masukkan strip kolesterol pada alat autocheck / nescodigital
c.) Lakukan pengambilan darah kapiler (lihat SOP pengambilan darah kapiler)
d.) Hapus tetes darah yang pertama, tetes selanjutnya dapat digunakan test
e.) Tempelkan strip pada darah kapiler dan darah akan terhisap masuk kedalam strip
tersebut
f.) Tunggu beberapa detik sampai hasil terbaca pada layar monitor
4. Nilai normal
f. Malaria
a. Metode RDT
1. Alat
a) Lanset
b) Kapas alkohol
c) Kapas kering
d) Pipet
2. Bahan
a) Specimen
b) RDT
3. Cara kerja
a) Siapkan alat dan bahan, selalu memperhatikan petunjuk penggunaan RDT
dengan memperhatikan tanggal kadaluarsa serta periksa **** gell berwarna
biru (jangan gunakan jika **** gell berwarna pink)
b) Catat identitas pasien, tanggal dan waktu pada RDT
c) Pengambilan darah kapiler (ikuti SOP pengambilan darah kapiler)
d) Ambillah darah dengan loop / pipet yang tersedia
e) Masukkan darah pada tempat sampel ( S )
f) Buang loop / pipet pada tempatnya
g) Teteskan cairan buffer pada kotak buffer ( A )
h) Tunggu sampai darah tercampur setelah 10 sampai 15 menit baca hasil
4. Nilai normal

1 1 1 1 1
2 2 2 2 2
c c c c c

Negatif Posotif Invalid

b. Metode sediaan darah


1. Alat
a) Objek glass
b) Lancet steril
c) Kapas alkohol 70%
d) Minyak imersi
e) Methanol
f) Larutan giemsa
2. Bahan
a) Specimen darah kapiler/ vena
3. Cara kerja
Melakukan pembuatan sediaan darah tebal dan tipis dengan cara:
a) Siapkan alat dan bahan
b) Berikan label / etiket pada bagian pangkal objek glass dengan menggunakan
pensil
c) Lankukan pengambilan darah kapiler (lihat SOP pengambilan daran kapiler)
d) Teteskan 1 tetes darah di bagian objek glass untuk sediaan darah ( SD ) tipis,
selanjutnya 2 – 3 tetes darah untuk yang lebih besar untuk sediaan darah (SD)
tebal
e) Bersihkan sisah darah di ujung jari dengan kapas
f) Letakkan objek glass yang berisi tetesan darah di atas meja atau permukaan yang
rata
g) Untuk pembuatan sediaan darah tipis, ambil objek glass baru, tempelkan
ujungnya pada tetes darah kecil sampai darah tersebut menyebar sepanjang objek
glass dengan sudut 450 geser objek tersebut dengan cepat kea rah yng berlawanan
dengan tetes darah tebal, sehingga didapatkan sediaan hapus
h) Untuk sediaan darah tebal, ujung objek glass ke dua ditempelkan pada ke tiga
tetes darah tebal, darah dibuat hohogen dengan cara memutar ujung objek glass
searah jarum jam, sehingga terbentuk bulatan dengan diameter 1 cm
i) Dikeringkan dan siap diwarnai
j) Melakukan pewarnaan giemza cara: SD tipis yang sudah kering difiksasi dengan
methanol, jangan sampai terkena SD tebal, letakkan pad arak pewarnaan, siapkan
larutan giemza 3% dengan mencampur 3 cc giemza stock 97 cc larutan buffer,
tetesi larutan giemza 3% dari tepi hingga menutupi seluruh permukaan objek
glass, biarkan 30 – 40 menit, tuangkan air bersih secara perlahan-lahan dari tepi
objek glass sampai larutan giemza terbuang menjadi jerni, angkat dan keringkan,
siap dilihat di mikriskop. ( untuk keadaan darurat dapat dipakai pewarnaan cepat
dengan perbandingan 2 tetes giemza stok ditambah 2 mili larutan buffer selama
15 menit )
4. Nilai normal: parasit tidak ditemukan dalam sediaan darah (SD) negatif
g. Urinalisa makroskopis
1. Alat
a) Pot urine
2. Bahan
a) Sampel urine
3. Cara kerja
a) Lakukan pengambilan sampel urine dan amati warna kejernihan dan bau
b) Catat hasil
4. Nilai normal
a) Warna: kuning kuning mudah, kuning tua
b) Bau: jika ada bau tertentu (misalnya amis) harus dilaporkan
h. Urinalisa
1. Alat
a) Pot urine
2. Bahan
a) strip multi check urine
b) sampel urine
3. Cara kerja
a) Pindahkan sampel pada tabung reaksi
b) Celupkan reagen stip urine sampai seluruh daerah reagen tercelup kira-kira 10 detik
c) Angkat strip, tiriskan pada kertas tissue dengan posisi vertikal
d) Lihat perubahan warna cocokkan dengan warna standar, baca hasil
4. Nilai normal
i. HCG
1. Alat
a) Pot urine
2. Bahan
a) Strip HCG
b) Sampel urine
3. Cara kerja
a) Berikan lebel dengan menuliskan nama pasien pada pot urine dan menyerahkan pot
urine kepada pasien
b) Persilahkan pasien untuk menampung urine dengan pot sampel
c) Siapkan alat dan bahan (HCG stik, form hasil laborat, buku registrasi, alat tulis)
d) Petugas menerima pot sampel urine yang sudah berisi urine dari pasien
e) Ambil HCG stik dan celupkan stik dalam urine sesuai dengan tanda panah batas
garis maksimum selama 30 – 60 detik
f) Angkat strip, tunggu 1- 3 menit baca hasilnya
g) Tulis hasil pada form permintaan kemudian menulis hasil pada blangko hasil
pemeriksaan dan pindahkan pada buku induk
4. Nilai normal

T T T
C C C
j. Golongan darah
1. Alat
a) Lancet steril
b) Objek glass / kaca objek
c) Kartu golongan darah
d) Batang pengaduk
2. Bahan
a) Spesimen darah
b) Reagen anti A monoclonal
c) Reagen anti B monoclonal
d) Reagen anti AB monoclonal
e) Reagen anti D (jika tersedia)
3. Cara kerja
a) Teteskan antisera A, B, dan AB pada slide test / kartu golongan darah yang bersih
dan bebas lemak
b) Tambahkan pada antisera masing-masing satu tetes darah pasien
c) Campurkan dengan menggunakan batang pengaduk hingga homogen
d) Goyangkan slide test dengan gerakan meingkar selama dua menit
e) Amati adanya aglutinasi dengan mata dan untuk memastikannuya dengan
mikroskop
4. Nilai normal :
k. Pemeriksaan BTA (Basil Tahan Asam)
1. Alat
a) Objek glass
b) Lidi steril
c) Pipet tetes
d) Pot dahak
e) Rak pewarnaan
f) Mikroskop
2. Bahan
a) Dahak
b) Lampu spritus
c) Reagen pewarnaan ziehl-neelsen
3. Cara kerja
a) Buat apusan dahak bentuk oval ukuran 2 x 3 cm
b) Ratakan dahak menggunakan lidi berujung runcing dengan gerakan spiral, sebelum
dahak mengering
c) Keringkan sediaan dalam suhu kamar
d) Pegang kaca objek dengan pinset, permukaan sediaan menghadap keatas
e) Lewatkan diatas bagian api 2-3 kali
f) Letakkan sediaan diatas rak dengan jarak minimal 1 jari telunjuk
g) Tuangkan carbon fuchsin menutupi seluruh permukaan sediaan
h) Panaskan sediaan dengan sulut api sampai keluar uap ( jangan sampai mendidih ).
Kemudiaan dinginkan selama minimal 10 menit
i) Buang carbol fuchin dari sediaan satu per satu secara perlahan-lahan denga cara
bilas dibilas menggunakan air mengalir
j) Tuangkan asam alkohol pada sediaan, biarkan selama 3 menit, lalu bilas dengan air
mengalir sampai bersih (tidak tampak sisa zat warna merah )
k) Tuangkan methylene blue hingga menutupi seluruh sediaan dan biarkan selama 60
detik
l) Buang methylene blue dari sediaan satu per satu secara perlahan-lahan dengan cara
dibilas menggunakan air mengalir
m) Keringkan sedian pad arak pengering
l. Pemeriksaan telur cacing
1. Alat
a) Objek glass
b) Deglass
c) Pipet test
d) Mikroskop
2. Bahan
a) spesimen feses segar
b) larutan eosin 2%
3. Cara kerja
a) Petugas laboratorium menyiapkan objek glass, tetesi dengan satu tetes larutan eosin
2%
b) Petugas laboratorium mengambil specimen dengan lidi, lalu homogenkan dengan
larutan eosin 2%
c) Petugas laboratorium menutup sediaan dengan deglass
d) Petugas laboratorium memeriksa sediaan mikroskop dengan pembesaran 40 kali
BAB V
LOGISTIK

Penyediaan logistik di laboratorium diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu


dimana logistik tersebut merupakan logistik yang biasa digunakan pada program-program
penanggulangan penyakit tertentu seperti pada P2 TB dan P2 Malaria.
Pada pasien umum, logistik tersebut diperoleh dengan swadaya dan dikenakan tariff sesuai
dengan perda yang kemudian digunakan untuk belanja logistik laboratorium walaupun terkadang
ada pengadaan dari JKN namun tidak memenuhi kebutuhan selama setahun (per bulannya).
BAB VI
KESELAMATAN SASARAN KEGIATAN

Untuk menjamin keselamatan pasien maka dilakukan penerapan manajemen resiko.


Manajemen resiko adalah metode yang tersusun secara logis dan matematis dari suatu rangkaian
kegiatan penetapan konteks, identifikasi, analisa, evaluasi pengendalian serta komunikasi resiko.
Manajemen resiko dapat memberikan manfaat optimal jika diterapkan sejak awal kegiatan.
Walaupun demikian manajemen resiko seringkali dilakukan pada tahap pelaksanaan ataupun
operasional kegiatan.
Ruang lingkup proses manajemen resiko, terdiri dari:
 Penentuan konteks kegiatan yang akan dikelolah resikonya
 Identifikasi resiko
 Evaluasi resiko
 Pemantauan dan telaah ulang
 Koordinasi dan komunikasi
HASIL MANAJEMEN RESIKO
IDENTIFIKASI ANALISA PENCEGAHAN RENCANA TINDAK
NO.
RESIKO RESIKO RESIKO LANJUT
 Pembuangannya  Pengadaan safety
Bekas jarum suntik, Bisa melukai, jangan sembarangan box
1. limbah medis bisa menularkan  Pemusnahannya  Pengadaan
lainnya penyakit haruslah dilakukan incinerator/mou
sesuai standar dengan pihak ketiga
Pengadaan larutan
Bisa menularkan Pembuangannya lisol sebagai
2. Sisa cup sputum
penyakit jangan sembarangan desinfektan sebelum
dibakar / dimusnakan
Ruang lebuh luas agar
Pasien beresiko
Ruang laboratorium Ruang yang lebih dapat terpisah antara
3. terpapar sampel
yang sempit besar ruang infeksius dan
dari pasien lain
non infeksius
BAB VII

KESELAMATAN KERJA

Untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja, hal-hal yang harus dilakukan yaitu:

1. Pengawasan lingkungan kerja


2. Pemantauan lingkungan fisik
3. Pemakaian alat pelindung diri
4. Pelaksanaan sesuai SOP
BAB VIII
PENGENDALIAN MUTUH
Pengendalian mutuh adalah suatu upaya untuk mengetahui kepuasan pada pelanggan atau
sasaran, kendali mutuh pada upayah pelayanan laboratorium bisa dipantau dengan:
1. Falidasi hasil pemeriksaan laboratorium.
2. Fisik dan ruanga laboratorium yang aman dan tidak menimbulkan kecelakaan maupun infeksi
lainnya.
BAB IX
PENUTUP

Demikian pedoman penyelenggaraan unit laboratorium ini dibuat, sesuai panduan dalam
pelayanan laboratorium di Puskesmas Lamasi Timur kedepan, kami menyadari pedoman ini
masih jauh dari kata sempurna, karenanya kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
sifatnya membangun.
Segalah yang salah dan kekurangan yang terdapat dalam penyusunan pedoman ini murni
kesalahan kami, karena kami makhluk yang tak luput dari kesalahan.

Commented [U1]: ur
Commented [U2R1]: