Anda di halaman 1dari 20

MATERI 4

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

Pengertian Bahan Ajar


 Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur
untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
 Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/
instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
 Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
(National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for
Competency Based Training).
 Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis
maupun tidak sehingga tercipta lingkungan /suasana yang memungkinkan siswa
untuk belajar.

Bentuk Bahan Ajar


Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart,
Audio Visual seperti: video/film, VCD
Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH
Visual: foto, gambar, model/maket.
Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet (berbasis web)
 Salah satu bentuk bahan ajar cetak yang akan dibahas dalam pelatihan ini adalah
modul pembelajaran.
 Bagaimana seorang guru dapat mengembangkan modul-modul pembelajaran sesuai
dengan mata pelajaran yang diampuh.

APAKAH MODUL ITU?

Pengertian Modul
Modul merupakan alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-
batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk
mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya
 Modul adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang
mencakup isi materi, metoda, dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri.
 Kebahasaannya dibuat sederhana sesuai dengan level berfikir anak SMK atau input
SMK
 Modul digunakan secara mandiri, belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing
individu secara efektif dan efesien.
 Memiliki karakteristik stand alone yaitu modul dikembangkan tidak tergantung
pada media lain
 bersahabat dengan user atau pemakai, membantu kemudahan pemakai untuk
direspon atau diakses.
 Mampu membelajarkan diri sendiri.
 Tujuan antara dan tujuan akhir modul harus dirumuskan secara jelas dan terukur,

1
 Materi dikemas dalam unit-unit kecil dan tuntas, tersedia contoh-contoh, ilustrasi
yang jelas, dan tersedia soal-soal latihan, tugas, dan sejenisnya
Modul:
 Materinya up to date dan kontekstual,
 Bahasa sederhana lugas komunikatif,
 Terdapat rangkuman materi pembelajaran, dan tersedia instrument penilaian yang
memungkinkan peserta diklat melakukan self assessment.
 Mengukur tingkat penguasaan materi diri sendiri,
 Terdapat umpan balik atas penilaian peserta diklat,
 Terdapat informasi tentang rujukan/ pengayaan/referensi yang mendukung materi

Karakteristik Modul
1. Self instructional
Peserta diklat mampu membelajarkan diri sendiri, tidak tergantung pada pihak lain.
2. Self Contained
Seluruh materi pembelajaran dari satu unit kompetensi atau sub kompetensi yang
dipelajari terdapat di dalam satu modul secara utuh
3. Stand alone
Modul manual/multimedia yang dikembangkan tidak tergantung pada media lain atau
tidak harus digunakan bersama-sama dengan media lain
4. Adaptif
Modul hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan
teknologi
5. User friendly
Modul hendaknya juga memenuhi kaidah bersahabat/akrab dengan pemakainya
6. Konsistensi
Dalam penggunaan :
 Font
 Spasi
 Tata Letak (Layout)
7. Format
 Format kolom tunggal atau multi
 Format kertas vertikal atau horisontal
 Icon yang mudah ditangkap

Organisasi
 Tampilkan peta/bagan
 Urutan dan susunan yang sistematis
 Tempatkan naskah, gambar dan ilustrasi yang menarik
 Antar bab, antar unit dan antar paragraph dengan susunan dan alur yang mudah
dipahami
 Judul, sub judul (kegiatan belajar), dan uraian yang mudah diikuti

2
Daya Tarik
 Mengkombinasikan warna, gambar (ilustrasi), bentuk dan ukuran huruf yang serasi
 Menempatkan rangsangan-rangsangan berupa gambar atau ilustrasi, pencetakan
huruf tebal, miring, garis bawah atau warna.
 Tugas dan latihan yang dikemas sedemikian rupa.

Bentuk dan Ukuran Huruf


 Bentuk dan ukuran huruf yang mudah dibaca
 Perbandingan huruf yang proporsional
 Hindari penggunaan huruf kapital untuk seluruh teks

Ruang (spasi kosong)


Gunakan spasi atau ruang kosong tanpa naskah atau gambar untuk menambah kontras
penampilan modul

KERANGKA MODUL
a. Halaman Sampul
b. Kata Pengantar
c. Daftar Isi
d. Peta Kedudukan Modul
e. Glosarium
I. PENDAHULUAN
a. Deskripsi
b. Prasarat
c. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Penjelasan Bagi Peserta diklat
2. Peran Guru antara Lain
d. Tujuan Akhir
e. Kompetensi
f. Cek Kemampuan
II. PEMBELAJARAN
III. EVALUASI
a. Kognitif Skill
b. Psikomotor Skill
c. Attitude Skill
d. Produk/Benda Kerja Sesuai Kriteria Standard
e. Batasan Waktu Yang Telah Ditetapkan
f. Kunci Jawaban
IV. PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA

3
A. CONTOH-CONTOH
1. CONTOH RPP:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Mata Pelajaran : Instalasi Listrik Bangunan Sederhana
Kelas/Semeter : X / Ganjil
Materi pokok : Memasang Instalasi Penerangan Listrik Bangunan Sederhana
Pertemuan ke : 1 x pertemuan
Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik
untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung

B. Kompetensi Dasar:
1.1. Menyadari sempurnanya konsep Tuhan tentang benda-benda dengan fenomenanya
untuk dipergunakan sebagai aturan dalam melaksanakan pekerjaan di bidang
instalasi listrik bangunan sederhana
1.2. Mengamalkan nilai-nilai ajaran agama sebagai tuntunan dalam melaksanakan
pekerjaan di bidang instalasi listrik bangunan sederhana
2.1. Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, teliti, kritis, rasa ingin tahu, inovatif dan
tanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan di bidang instalasi listrik bangunan
sederhana
2.2. Menghargai kerjasama, toleransi, damai, santun, demokratis, dalam menyelesaikan
masalah perbedaan konsep berpikir dalam melaksanakan pekerjaan di bidang
instalasi listrik bangunan sederhana
2.3. Menunjukkan sikap responsif, proaktif, konsisten, dan berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam melaksanakan pekerjaan di bidang instalasi listrik bangunan sederhana
3.1. Menyebutkan peraturan yang berhubungan dengan instalasi penerangan 1 fase

4
3.2. Menjelaskan pengertian, menyebutkan macam-macam pemasangan, membaca, dan
menganalisis gambar instalasi penerangan 1 fase
4.1. Mengidentifikasi jumlah material pada gambar nstalasi penerangan 1 fase

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Terlibat aktif dalam pembelajaran instalasi penerangan 1 fase
2. Bekerjasama dalam kegiatan kelompok
3. Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif
4. Menyebutkan peraturan yang berhubungan dengan instalasi penerangan 1 fase
5. Menjelaskan pengertian instalasi penerangan 1 fase
6. Menyebutkan macam-macam pemasangan instalasi penerangan 1 fase
7. Membaca instalasi penerangan 1 fase
8. Menganalisis gambar instalasi penerangan 1 fase
9. Mengidentifikasi jumlah material pada gambar instalasi penerangan 1 fase
10. Terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan
yang berkaitan dengan pemasangan instalasi penerangan 1 fase

D. Tujuan Pembelajaran:
Dengan kegiatan diskusi dan pembelajaran kelompok dalam pembelajaran memasang
instalasi penerangan listrik bangunan sederhana ini diharapkan peserta didik dapat
terlibat aktif dan bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab
pertanyaan, member saran dan kritik, serta dapat:
1. Menyebutkan kembali peraturan-peraturan yang berhubungan dengan instalasi
penerangan 1 fase dengan benar
2. Menjelaskan kembali pengertian, dan menyebutkan macam-macam pemasangan
instalasi penerangan 1 fase dengan benar
3. Membaca dan menganalisis gambar instalasi penerangan 1 fase secara tepat dan
kreatif
4. Mengidentifikasi jumlah material pada gambar nstalasi penerangan 1 fase dengan
benar

E. Materi Ajar
1. Standarisasi dan Peraturan
2. Macam-macam instalasi penerangan 1 fase
3. Gambar Instalasi Listrik

F. Metode Pembelajaran :
Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pendekatan Saintifik (scientific).
Pembelajaran koperatif (cooperative learning) menggunakan kelompok diskusi yang
berbasis masalah (problem-based learning), dan pembelajaran simulasi/praktik

5
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke 1:
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu
Pendahuluan 1. Guru dan siswa saling memberi salam. Berdoa 10 menit
bersama, Guru memimpin doa sebelum pelajaran
dimulai
2. Sebagai apersepsi untuk mendorong rasa ingin tahu
dan berpikir kritis, guru mengajukan pertanyaan
tentang instalasi listrik
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai
4. Guru menjelaskan pentingnya memahami instalasi
penerangan 1 fase dalam kehidupan sehari-hari
5. Siswa diberikan waktu mengkaji secara mandiri
materi yang akan diajarkan
Inti Mengamati 10 menit
1. Siswa mengamati dan mencermati instalasi listrik
yang ada di sekolah secara berkelompok (yang
disiapkan)
2. Siswa memperhatikan instalasi listrik yang
ditugaskan
Menanya
1. Siswa mendiskusikan tentang instalasi listrik yang 10 menit
terdapat diruang kelas
Menalar
1. Siswa mencari contoh lain permasalahan nyata
yang berkaitan dengan instalasi listrik 10 menit
2. Siswa membandingan gambar instalasi listrik dan
permasalahan kehidupan nyata
Mencoba
1. Setiap kelompok mendeskripsikan kembali
peraturan-peraturan tentang instalasi listrik.
2. Setiap kelompok mencari macam-macam 10 menit
pemasangan instalasi listrik
Mengasosiasi
1. Siswa menghubungkan antara pengertian instalasi
listrik dari masing-masing kelompok.
2. Siswa menyimpulkan pengertian instalasi listrik
3. Guru membimbing/menilai kemampuan siswa 15 menit
dalam melakukan aktifitas dan merumuskan
kesimpulan
Mengomunikasikan
1. Siswa menyampaikan kesimpulan tentang
pengertian peraturan instalasi listrik.
2. Guru memberi penguatan terhadap kesimpulan yang
disampaikan siswa
3. Guru menilai kemampuan siswa berkomunikasi 10 menit
lisan

6
Penutup 1. Dengan bimbingan guru siswa membuat 15 menit
rangkuman/kesimpulan dari materi yang telah
dipelajari
2. Siswa merefleksi penguasaan materi yang telah
dipelajari dengan membuat catatan penguasaan
materi.
3. Guru memberikan tugas mandiri sebagai latihan,
dikumpul pada pertemuan berikut
4. Siswa mendengarkan arahan guru untuk materi pada
pertemuan berikutnya
5. Menutup pembelajaran dengan berdoa dipimpin
oleh guru

H. Sumber dan Media Pembelajaran


1. Modul pembelajaran
2. Instalasi Listrik Arus Kuat Jilid 1
3. Teknik Listrik Instalasi Penerangan
4. PUIL 2000
5. Laptop dan LCD
6. Whiteboard dan spidol
7. Lembar pengamatan
8. Perangkat Penilaian

I. Penilaian hasil belajar


1. Teknik penilaian: pengamatan, tes tertulis, portofolio
2. Prosedur penilaian:
Mekanisme dan
No Aspek Instrumen Keterangan
Prosedur
1 Sikap - Observasi kerja - Lembar observasi
kelompok - Angket penilaian diri
- Penilaian diri - Angket penilaian antar
- Penilaian antar teman
teman - Jurnal
- Penilai Jurnal
2 Pengetahuan - Tes Tertulis - Soal Objektif
- Soal Pilihan Ganda
3 Keteramplan - Kinerja praktek - Lembar nilai praktek
- Portofolio proyek - Portofolio proyek
- Performa presentasi - Rubrik penilaian
.………,……………………..
Mengetahui:
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,

……………………………… ….……………………………

7
2. CONTOH MODUL
PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK SATU FASE
I. Pendahuluan
A. Deskripsi
Pemasangan instalasi listrik terkait pada peraturan-peraturan yang bertujuan pada:
(1) aspek pengamanan terhadap manusia, barang, mahluk hidup lain dan terhadap
lingkungan yang bertitik berat pada keamanan, (2) aspek pelayanan penyediaan tenaga
listrik yang aman, efisien, dan terjamin kontinuitasnya. Kedua aspek tersebut
menyebabkan pemasangan instalasi listrik harus ketat mengikuti ketentuan yang berlaku
(PUIL 2000 dan peraturan yang terkait lainnya).
Modul ini disusun menggunakan waktu empat kali pertemuan, disusun
berdasarkan topik-topik dalam PUIL 2000 dan peraturan-peraturan terkait lainnya yang
menekankan pada penerapan prosedur operasi yang diperlukan untuk mengoperasikan
instalasi listrik satu fase tegangan rendah bangunan sederhana, sesuai instruksi manual
dan peraturan-peraturan yang berlaku.

B. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar


1. Standa Kompetensi: Memasang instalasi penerangan listrik bangunan sederhana
2. Kompetensi dasar : Memahami instalasi penerangan satu fase

C. Waktu
Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menguasai kompetensi yang menjadi target
belajar dalam modul ini adalah sebagai berikut:
No. Kegiatan Alokasi Waktu Tempat Kegiatan
1 Mengkaji materi 8 x 45 menit Ruang kelas
2 Diskusi kelompok 4 x 45 menit Ruang kelas
3 Latihan dan simulasi 4 x 45 menit Ruang kelas

D. Prasyarat
Mata pelajaran ini belum memerlukan prasyarat karena merupakan mata
pelajaran yang diajarkan pada kelas X semester Genap.

E. Petunjuk Penggunaan Modul


1. Bagi Siswa
a. Membaca dengan cermat modul ini
b. Memahami langkah-langkah belajar yang harus dilakukan
c. Memahami isi modul dan mempersiapkan kelengkapan sesuai modul
d. Setelah mempelajari modul ini, siswa diharapkan mempunyai pengetahuan
memasang instalasi penerangan satu fase.
2. Bagi Guru
Modul ini dirancang untuk membantu siswa dalam proses belajar mulai
dari mengetahui, menyebut, mengorganisir, membimbing, mengarahkan, sampai
dengan mengevaluasi hasil belajar siswa. Oleh karena itu peran guru adalah:
a. Membantu siswa mempersiapkan membaca modul
8
b. Membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dalam modul
c. Membantu siswa dalam menjawab pertanyaan/kendala dalam proses
pembelajaran
d. Mengorganisasikan kegiatan simulasi dan belajar kelompok
e. Menfasilitasi kegiatan pembelajaran
f. Membantu siswa dalam melakukan diskusi
g. Memberikan bimbingan dalam menyelesaikan tugas
h. Melakukan penilaian hasil kegiatan belajar siswa
F. Tujuan Akhir
1. Dapat menjelaskan tujuan standarisasi dan peraturan pada instalasi listrik
2. Dapat membedakan pemasangan instalasi penerangan sistem outbow dan sistem
inbow
3. Dapat membaca dan menganalisis gambar instalasi penerangan satu fase
4. Dapat menyebutkan fungsi alat, bahan dan komponen dalam instalasi penerangan
satu fase
5. Dapat menguasai cara penyambungan kabel dan penempatan alat dan bahan:
saklar, kotak kontak, kotak sambung
II. PEMBELAJARAN KE-SATU
A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyebutkan tujuan standarisasi dan peraturan pada instalasi listrik
2. Siswa dapat menyebutkan macam-macam pemasangan instalasi penerangan
3. Siswa dapat membaca gambar instalasi penerangan
4. Siswa dapat menganalisis gambar instalasi penerangan
B. Uraian Materi
1. Standarisasi dan Peraturan
Standarisasi bertujuan untuk mencapai keseragaman, antara lain mengenai: a)
ukuran, bentuk, dan mutu barang, dan b) cara menggambar dan cara kerja.
Dengan makin meningkatnya konstruksi dan jumlah serta jenis barang yang dihasilkan,
standarisasi menjadi suatu keharusan. Standarisasi membatasi jumlah jenis bahan dan
barang, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan. Standarisasi juga
mengurangi pekerjaan tangan maupun pekerjaan otak. Dengan tercapainya standarisasi,
mesin-mesin dan alat-alat dapat dipergunakan secara lebih baik dan lebih efisien,
sehingga dapat menurunkan biaya dan meningkatkan kualitas/mutu.
Secara umum ada dua organisasi internasional yang bergerak di bidang
standarisasi, yaitu: a) International Electrotechnical Commission (IEC), untuk bidang
teknik listrik, dan b) International Organization for Standardization (ISO), untuk bidang-
bidang lainnya.
Organisasi-organisasi tersebut menerbitkan publikasi-publikasi yang disebut
standar atau norma. Untuk teknik listrik dikenal dengan norma-norma IEC, yang ditulis
dalam dua bahasa (bahasa Perancis dan Inggris).
Perbedaan antara standar atau norma nasional pada masing-masing negara
menghambat perdagangan internasional. Untuk mencegah permasalahan ini di bidang
teknik listrik, Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) telah membentuk panitia yang disebut

9
CENELCOM (Comite Europeen des Normes Electriques des Etats Members de la
Communaute Europeenne).
Sedangkan di Indonesia baru pada tahun 2000an terbentuk suatu badan
standirisasi Nasional yang disebut Standar Nasional Indonesia (SNI), yang mana
sebelumnya kegiatan standarisasi di Indonesia dilakukan oleh beberapa departemen untuk
bidangnya masing-masing. Untuk bidang teknik listrik arus kuat usaha standarisasi
diprakarsai oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Perusahaan Listrik Negara
(PLN), dan beberapa instansi lain yang terkait.
Pemasangan instalasi listrik yang terkait dengan peraturan-peraturan, bertujuan
untuk: a) pengamanan manusia dan barang, dan b) penyediaan tenaga listrik yang aman
dan efisien.
Dapat diperkirakan bahwa kebanyakan orang tidak ahli di bidang listrik. Supaya
listrik dapat digunakan dengan seaman mungkin, maka syarat-syarat yang ditentukan
dalam peraturan sangat ketat.
Peraturan instalasi listrik terdapat dalam buku Peraturan Umum Instalasi Listrik
1977, disingkat PUIL 77, dan PUIL 87, kemudian diperbaharui/revisi lagi sehingga
berubah nama menjadi Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000) yang
diterbitkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). Dengan berlakunya PUIL 2000,
maka PUIL sebelumnya dinyatakan tidak berlaku lagi, demikian pula dengan peraturan
atau ketentuan lain di bidang instalasi listrik, kecuali yang tidak bertentangan dengan
PUIL 2000.
PUIL 2000 berlaku untuk semua instalasi listrik arus kuat. Instalasi yang telah
ada sebelum PUIL 2000 berlaku, dapat terus digunakan, tetapi sedapat mungkin harus
disesuaikan dengan PUIL 2000 dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Disamping
PUIL 2000, harus juga diperhatikan peraturan-peraturan lain yang ada hubungannya
dengan instalasi listrik, seperti:
a) Undang-undang dan peraturan mengenai keselamatan kerja yang ditetapkan dalam
Undang-undang No.1 tahun 1970
b) Peraturan bangunan Nasional
c) Peraturan Pemerintah RI No.18 tahun 1972 tentang PLN
d) Peraturan-peraturan lain mengenai kelistrikan yang berlaku dan tidak bertentangan
dengan PUIL 2000.

2. Macam-Macam Pemasangan Instalasi Penerangan


Pemasangan instalasi listrik pada dasarnya dapat dibagi atas dua, yaitu: (a) sistem
pemasangan instalasi listrik di dalam bangunan (inbow instalation), dan (b) sistem
pemasangan instalasi listrik di luar bangunan (outbow instalation).
Spesifikasi pemasangan instalasi listrik di dalam bangunan adalah pemasangan
dimana seluruh perlengkapan listriknya ditanam dalam tembok atau bangunan (sistem
inbow). Khusus pada pemasangan dalam tembok seperti kabel (NYA atau NYM) harus
menggunakan pipa instalasi sebagai pelindung, saklar dan kotak kontak harus
menggunakan kotak ujung atau dos tanam. Sedangkan pemasangan instalasi listrik di luar
bangunan adalah dimana seluruh perlengkapan listriknya dipasangan di luar

10
tembok/dinding. Kabel yang digunakan pada umumnya adalah kabel berisolasi ganda
(NYM) tanpa menggunakan pelindung (pipa).
Perbedaan pemasangan instalasi luas tembok (outbow) dan dalam tembok (inbow)
dimulai pada bahan/alat yang digunakan berdasarkan situasi tempat atau ruangan tempat
memasang instalasi. Karena itu bahan yang sudah direncanakan dalam gambar instalasi
untuk sistem inbow, pemasangannya juga harus dengan sistem inbow, artinya harus
dibuatkan ruangan dalam tembok, pembuatan ini bertujuan untuk memberikan tempat
bahan-bahan listrik yang akan dipasang. Pada kedua gambar 1 dan 2 di bawah ini
diperlihatkan perbedaan pemasangannya.

Gambar 1. Instalasi Listrik Sistem Outbow

Gambar 2: Instalasi Listrik Sistem Inbow

Gambar 2. Instalasi Listrik Sistem Inbow

3. Gambar Instalasi Listrik


Gambar instalasi listrik adalah gambar yang memberi keterangan tentang
pelaksanaan instalasi listrik. Gambar instalasi listrik dapat dibagi berdasarkan: (a) tujuan,
dan (b) cara menggambarnya.
Sebuah gambar bagan atau diagram menjelaskan dengan bantuan lambang-
lambang, bagaimana caranya menghubungkan bagian-bagian instalasi, tanpa
menghiraukan perbandingan ukuran ruangnya.
Gambar instalasi listrik berdasarkan tujuannya dapat dibagi:

11
a. Diagram-diagram yang bersifat menjelaskan, yaitu:
1) Diagram dasar
2) Diagram lingkar arus
3) Diagram instalasi
b. Diagram-diagram pelaksanaan, meliputi:
1) Diagram pengawatan
2) Diagram saluran
c. Gambar instalasi
d. Gambar situasi
Sedangkan gambar instalasi listrik berdasarkan cara menggambarnya dapat
dibagi:
a. Cara menggambar dengan garis ganda
b. Cara menggambar dengan garis tunggal
Dalam melakukan penggambaran, diharapkan gambar harus jelas dan mudah dibaca, serta
yang perlu saja digambar.

a) Diagram Dasar
Diagram dasar dimaksudkan untuk menjelaskan cara kerja suatu instalasi secara
mendasar (elementer). Gambar 3a memperlihatkan diagram dasar suatu perlengkapan
hubung bagi (PHB) digambar dengan cara yang sederhana, dan gambar 3b
memperlihatkan diagram yang sama digambar secara rinci.

(a) (b)

Gambar 3.
(a) Diagram dasar perlengkapan hubung bagi (PHB) dan
(b) Diagram PHB yang rinci.

b) Diagram Lingkar Arus


Diagram lingkar arus dimaksudkan untuk menjelaskan cara kerja suatu rangkaian
secara terperinci. Diagram ini digunakan untuk merencanakan rangkaian-rangkaian yang
rumit dan untuk mengatasi kerusakan-kerusakan yang terjadi. Gambar 4a berikut
memperlihatkan diagram lingkar arus suatu rangkaian kutub satu, dimana saklar-saklar
selalu digambar sedemikian sehingga bergerak dari kiri ke kanan, atau bergerak dari
bawah ke atas (gambar 4b).

12
Saklar

Lampu

Saklar

(a) (b)

Gambar 4.
(a) Diagram lingkar arus rangkaian satu kutub, dan
(b) Posisi saklar

c) Gambar Instalasi dan Diagram Instalasi


Gambar instalasi adalah merupakan gambar rencana penempatan semua peralatan
listrik yang akan dipasang dan sarana pelayanannya, misalnya titik lampu, saklar, kotak
kontak, perlengkapan hubung bagi (PHB), dan sebagainya. Juga merupakan rencana
penyambungan peralatan listrik dengan alat pelayanannya, misalnya antara lampu dengan
saklarnya, antara motor listrik dan pengasutnya, dan sebagainya. Selain itu juga tempat
data teknis yang penting dari setiap peralatan listrik yang akan dipasang (gambar 5).

Gambar 5. Gambar instalasi listrik

Diagram instalasi merupakan diagram garis tunggal yang meliputi (a) diagram
perlengkapan hubung bagi, dengan keterangan mengenai ukuran atau daya nominal setiap
komponennya, (b) keterangan mengenai beban yang terpasang dan pembagiannya, (c)
ukuran dan jenis hantaran yang akan digunakan, dan (d) sistem pentanahannya (gambar
6).

13
Keterangan :
1. Kotak sekering / Fuse box
2. Saklar kutub ganda
3. Sekering
4. Ukuran pengenalan sekering
5. Keterangan mengenai jenis dan
besar beban dan pembagiannya
6. Pengawatan dalam pipa
7. Jenis dan ukuran penghantar
yang dipakai
8. Sistem pembumian yang
digunakan
9. Nomor kelompok beban

Gambar 6. Diagram instalasi listrik

d) Diagram Pelaksanaan
Dalam gambar instalasi listrik dikenal dengan diagram pelaksanaan yang terbagi
atas dua, yaitu diagram garis ganda dan diagram garis tunggal. Diagram garis ganda
memperlihatkan secara detail setiap hantaran yang digambar dengan garis tersendiri,
seperti gambar 7a. Sedangkan diagram garis tunggal, hantaran-hantaran yang sejenis
digambar dengan satu garis dengan beberapa garis lintang kecil. Jumlah garis lintang ini
menyatakan jumlah hantaran yang ada (gambar 7b).

Lampu Lampu

Saklar Saklar
(a) (b)

Gambar 7.
(a) Diagram pelaksanaan, dan
(b) Diagram instalasi

e) Gambar Situasi
Gambar situasi adalah gambar yang menunjukkan dengan jelas letak gedung atau
tempat yang akan dipasang instalasi listriknya dan rencana penyambungannya dengan
jaringan PLN. Keterangan-keterangan ini diperlukan oleh PLN (atau perusahaan listrik
lainnya) untuk dapat menentukan kemungkinan penyambungan dan perkiraan besar
biayanya.

14
No .
Tos 10
erb
Lokasi: aP
Pom ak
Sem
Rumah Bapak Edi Bensin i
Jl. Jend. Hambali I no 6
No
17 Tiang
listrik

Gardu Jl.
UTARA Listrik i J en
. Ad d. H 5m
end am
Jl. J b ali No
6
I Rumah Pak Edi

Jl.
Jen
d. Ha
mb
ali
II

Gambar 8. Gambar situasi gedung yang akan dipasangi listrik

C. Rangkuman
Pemasangan instalasi listrik dapat dibedakan atas dua sistem yaitu pemasangan
dalam tembok (inbow) dan pemasangan luar tembok (outbow). Perbedaan yang menjolok
kedua sistem adalah pada penggunaan saklar dan kotak kontak (KK), sedangkan peralatan
dan bahan lainyang digunakan pada prinsipnya sama. Penghantar (kabel) yang digunakan
bisa memakai kebel NYA atau NYM.
Gambar instalasi listrik merupakan petunjuk/acuan dalam pemasangan instalasi
listrik supaya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen. Seseorang yang akan
memasang instalasi listrik harus mengetahui bagaimana cara membaca gambar instalasi
listrik yang baik, benar dan teliti, sehingga dalam pemasangannya sesuai. Selain itu
dibutuhkan kemampuan dan ketelitian dalam memilih serta menghitung jumlah alat dan
bahan yang berkualitas.

D. Tugas
1. Jelaskan peraturan yang digunakan dalam pemasangan instalasi listrik?
2. Jelaskan perbedaan yang mendasar dari pemasangan instalasi listrik sistem
pemasangan dalam tembok (inbow) dan pemasangan luar tembok (outbow)?
3. Amatilah instalasi listrik di rumah kalian, apakah termasuk dalam sistem
pemasangan inbow atau pemasangan outbow?
4. Gambarkanlah gambar instalasi dan diagram instalasi dirumah anda?
5. Apa perbedaan antara diagram garis ganda dan diagram garis tunggal?

15
3. CONTOH PERANGKAT PENILAIAN HASIL BELAJAR
A. Penilaian Kompetensi Sikap
1) Contoh Observasi (Pengamatan) Sikap
Format Penilaian Sikap
Aspek perilaku yang dinilai
No Nama Bekerja Rasa ingin Peduli Keterangan
Disiplin
sama tahu lingkungan
1 Andita 3 3 4 3
2 Budi 4 4 3 3
3 Charli 3 4 4 4
dst ……
Kriteria Penilaian:
4 = Sangat Baik 3 = Baik
2 = Kurang Baik 1 = Tidak Baik

2) Contoh Penilaian Diri


Partisipasi dalam Diskusi Kelompok

Nama : Andita
Nama-nama anggota kelompok : Budi dan Charli
Kegiatan kelompok : diskusi kelompok

Isilah pertanyaan dengan jujur. Untuk No. 1 s.d 5 didepan tiap pertanyaan dengan
kriteria berikut:
4 = Selalu 3 = Sering
2 = Kadang-kadang 1 = Tidak pernah
1. (4) Selama diskusi saya mengusulkan ide kepada kelompok untuk
didiskusikan
2. (3) Ketika kami berdiskusi, tiap orang diberi kesempatan mengusulkan
sesuatu
3. (3) Semua anggota kelompok kami melakukan sesuatu selama kegiatan
4. (1) Tiap orang sibuk dengan yang dilakukannya dalam kelompok
5. Selama kerja kelompok, saya:
(3) mendengarkan orang lain
(4) mengajukan pertanyaan
(3) mengorganisasi ide-ide saya
(2) mengorganisasi kelompok
(1) mengacaukan kegiatan
(1) melamun

16
3) Contoh Penilaian Teman Sebaya
Format Penilaian Teman Sebaya
Skala
No Pernyataan
4 3 2 1
Teman saya berkata benar, apa adanya kepada
1 √
orang lain
Teman saya mengerjakan sendiri tugas-tugas
2 √
sekolah
Teman saya mentaati peraturan (tata-tertib)
3 √
yang diterapkan
Teman saya memperhatikan kebersihan diri
4 √
sendiri
Teman saya terbiasa menyelesaikan pekerjaan
5 √
sesuai dengan petunjuk guru
Teman saya menyelesaikan tugas tepat waktu
6 √
apabila diberikan tugas oleh guru
Teman saya berusaha bertutur kata yang sopan
7 √
kepada orang lain
Teman saya berusaha bersikap ramah terhadap
8 √
orang lain
9 ……….
Kriteria Penilaian:
4 = Selalu 3 = Sering
2= Jarang 1 = Sangat jarang

4) Contoh Penilaian Jurnal

JURNAL
Nama : Budi
Kelas : XI
Hari / Tanggal Kejadian Keterangan
Senin, 12-03-12 Mengerjakan tugas dengan sangat baik
Selasa, 13-03-12 Terlambat tiba di sekolah
Rabu, 14-03-12 Tidak masuk sekolah karena sakit
Kamis, 15-03-12 Mengikuti pelajaran dengan tekun
……….

17
B. Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Contoh Soal Tes Tertulis
a. Uraian Terbatas:
1) Apa perbedaan mendasar pemasangan instalasi listrik sistem inbow dengan sistem
outbow?
2) Sebutkan lima macam peralatan yang digunakan dalam pemasangan instalasi
listrik?
b. Uraian Bebas:
1) Mengapa pemasangan instalasi listrik sistem inbow lebih banyak digunakan?
2) Mengapa kabel NYA pada pemasangan instalasi listrik di atas plafon harus
disanggah dengan rol isolator?
c. Benar-Salah (B-S):
1) B-S : saklar adalah alat untuk menghubungkan dan memutuskan suatu rangkaian
listrik
2) B-S : Kotak Kontak Bantu (KKB) adalah alat untuk mengamankan instalasi listrik
jika terjadi gangguan hubung singkat
d. Tes tertulis objektif, pilihan ganda:
1) Mengukur arus listrik menggunakan:
a. Wattmeter c. Amperemeter
b. Voltmeter d. Ohmmeter
2) Dalam pemasangan instalasi listrik, kotak T-dos digunakan untuk:
a. Sambungan pipa lurus
b. Sambungan pipa cabang tiga
c. Sambungan pipa cabang empat
d. Menempatkkan saklar atau KKB

18
C. Penilaian Kompetensi Keterampilan

1. Contoh Penilaian Tes Praktik


Contoh Format Instrument Penilaian Praktik di Laboratorium
(Daftar Cek)
Aspek yang dinilai
Membaca Menyimpan
Mengguna- Membersih-
Nama prosedur alat pada
kan jas lab kan alat
kerja tempatnya
Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk
Andita √ √ √ √
Budi √ √ √ √
Charli √ √ √
Dimas √ √ √ √
Eko √ √ √ √
…….
Keterangan: diisi dengan tanda cek (√)

2. Contoh Penilaian Projek


Contoh: Format Rubrik untuk menilai projek

19
3. Contoh Penilaian Portofolio
Contoh Format Penilaian Portofolio
Mata Pelajaran : Instalasi Listrik
Alokasi Waktu : 1 (Satu) Semester
Sampel yang dikumpul : Laporan Praktik
Nama Peserta didik : Andita
Kelas : XI

Kriteria Penilaian:
4 = Sangat baik 3 = Baik
2 = Kurang baik 1 = Tidak baik

20