Anda di halaman 1dari 3

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN (LOG BOOK)

MANAJEMEN NYERI (TEKNIK NAFAS DALAM)


1. Tindakan keperawatan yang dilakukan:
Tindakan yang dilakukan pada Ny. E (33 tahun) dengan sectio caesaria
atas indikasi cephalopelvic disproportion (CPD) adalah manajemen nyeri
(teknik nafas dalam.
2. Nama klien: Ny. E
3. Diagnosa medis: G1P0A0 dengan chepalopelvic disproportion
4. Diagnosa keperawatan:
Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan luka insisi.
5. Justifikasi tindakan:
Persalinan section caesaria (SC) adalah hal yang selalu erat kaitannya
dengan rasa nyeri yang akan di alami oleh ibu. Nyeri ini adalah proses
fisiologis yang terjadi akibat adanya kontraksi otot-otot rahim untuk
membuka servik dan mendorong kepala bayi ke arah bawah panggul
(Bandiyah, 2009 ). Nyeri juga bisa berarti respon fisik yang berupa proses
penerimaan impuls dari saraf sensorik sehingga impuls tersebut
disampaikan ke otak. Rasa dan kualitas nyeri menjelang persalinan
menimbulkan gejala yang dapat dikenali dengan respon refleks fisik
dinyatakan kualitasnya sebagai nyeri seperti ditusuk jarum atau benda
tajam , nyeri dengan rasa panas atau terbakar, rasa sakit, nyeri yang
berdenyut, rasa mual, dan kram (Bobak, 2005).
Nyeri menjelang persalinan ini tidak sepenuhnya dapat dihilangkan tetapi
dapat dikurangi dengan beberapa terapi famakologi dan non-farmakologis.
Salah satu manajemen nyeri non-farmakologis yang dapat dilakukan ibu
dalam mengalihkan pusat perhatian terhadap nyeri saat menjelang
persalinan adalah dengan teknik relaksasi nafas dalam. Komponen sistem
saraf simpatis dapat dipertahankan dalam keadaan homeostatis dengan
melakukan relaksasi nafas selama proses persalinan terjadi. Peningkatan
komponen saraf simpatik secara stimulan dapat menurunkan hormon
adrenalin dan kortisol yang menyebabkan stress, kadar PaCO2 meningkat

1
dan menurunkan kadar pH sehingga meningkatkan kadar oksigen dalam
darah dan dapat meningkatkan konsentrasi serta merasa tenang dalam
pengaturan nafas sampai kurang dari 60-70 x/menit. Proses ini dapat
membantu ibu beradaptasi dengan nyeri selama proses persalinan. Teknik
relakasasi nafas dalam merupakan salah satu teknik relaksasi menjelang
persalinan sebagai pereda nyeri yang memberikan relaksasi dalam proses
menjelang persalinan dan dapat mencegah kesalahan berlebihan pasca
persalinan. Ketika nyeri, otot mengalami ketegangan dan keletihan
berlebih sehingga terjadi peningkatan nyeri, hal ini dapat dibantu dengan
metode relaksasi pernafasan yang teratur (Smeltzer & Bare, 2002).
6. Prinsip-prinsip tindakan dan rasional:
Langkah-langkah teknik nafas dalam menurut Priharjo (2013) yaitu :
a. Membina hubungan saling percaya (BHSP)
b. Menjelaskan maksud dan tujuan
c. Ciptakan lingkungan yang tenang
d. Usahakan tetap rileks dan tenang
e. Menarik nafas dalam dari hidung dan mengisi paru-paru dengan udara
melalui hitungan 1,2,3
f. Perlahan-lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil merasakan
perut rileks
g. Anjurkan bernafas dengan irama normal 3 kali
h. Menarik nafas lagi melalui hidung dan menghembuskan melalui mulut
secara perlahan-lahan
i. Membiarkan telapak tangan dan kaki rileks
j. Usahakan agar tetap konsentrasi / mata sambil terpejam
k. Pada saat konsentrasi pusatkan pada daerah yang nyeri
l. Anjurkan untuk mengulangi prosedur hingga nyeri terasa berkurang
m. Ulangi sampai 15 kali, dengan selingi istirahat singkat setiap 5 kali
n. Bila nyeri menjadi hebat, seseorang dapat bernafas secara dangkal dan
cepat.

2
7. Bahaya-bahaya yang mungkin terjadi akibat tindakan tersebut dan cara
pencegahannya:
a. Bahaya:
Jika tidak saling percaya dan pasien tidak kooperatif maka latihan
nafas dalam tidak efektif dan pasien akan merasa tambah kesakitan.
b. Pencegahan
Jangan banyak menyinggung perasaan pasien, bina hubungan saling
percaya dan lakukan tindakan sesuai dengan prosedur.
8. Tujuan tindakan tersebut dilakukan:
Smeltzer & Bare (2002) menyatakan bahwa tujuan teknik relaksasi napas
dalam adalah untuk meningkatkan ventilasi alveoli, memelihara
pertukaran gas, mencegah atelektasi paru, meningkatkan efesiensi batuk,
mengurangi stress baik stress fisik maupun emosional yaitu menurunkan
intensitas nyeri dan menurunkan kecemasan
9. Hasil yang didapat dan maknanya:
Setelah dilakukan pemberian teknik nafas dalam, klien terlihat lebih rileks
dan dapat mengontrol rasa nyeri yang dirasakannya.
10. Identifikasi tindakan keperawatan lainnya yang dapat dilakukan untuk
mengatasi masalah/diagnosa tersebut (mandiri dan kolaborasi):
a. Posisi pertahankan jalan napas
b. Observasi tanda-tanda vital
c. Anjurkan pasien apabila ingin muntah, memiringkan kepala kesebelah
kanan
d. Anjurkan teknik relaksasi apabila merasakan sakit