Anda di halaman 1dari 18

STRATEGI PELAKSANAAN KE 1 PSIKOTERAPEUTIK PASIEN DENGAN

DEFISIT PERAWATAN DIRI

Masalah Utama : Defisit Perawatan Diri


Hari / Tanggal :
Pertemuan Ke :1

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
Klien terlihat berbadan kusam dan kotor, gigi berwarna kuning, kuku kotor
dan panjang, rambut panjang tampak acak-acakan dan tampak kotor.
2. Diagnosa Keperawatan
Defisit Perawatan Diri
3. Tujuan Khusus
a. Klien dapat menyebutkan masalah perawatan diri
b. Klien dapat menyebutkan penyebab tidak mau menjaga kebersihan diri
c. Klien dapat menyebutkan pengertian dan tanda-tanda kebersihan diri
d. Klien dapat mengetahui pentingnya menjaga kebersihan diri
e. Klien dapat mengetahui cara dan alat kebersihan yang sesuai
f. Klien dapat mempraktekan kembali latihan cara menjaga kebersihan diri
g. Klien dapat memasukkan kegiatan dalam jadwal hariannya.
4. Tindakan Keperawatan
a. Mendiskusikan bersama klien tentang masalah perawatan diri, pengertian
dan tanda-tanda kebersihihan diri
b. Menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan diri
c. Menjelaskan tentang cara dan alat kebersihan diri
d. Melatih cara menjaga kebersihan diri
e. Membantu klien memasukkan kegiatan dalam jadwal hariannya.

B. STRATEGI TINDAKAN PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
“Assalamualaikum..!!! Selamat pagi… perkenalkan nama saya Perawat
X, saya senang dipanggil X. Saya mahasiswa praktek dari STIKes
Bhamada Slawi yang akan merawat Tn. selama 2 minggu. Nama Tn
siapa? Senangnya dipanggil Tn siapa?”
b. Validasi
“Bagaimana perasaan Tn. Y hari ini? O.. jadi Tn merasa tidak enak
karena badannya sering gatal gatal ya ?”
c. Kontrak
“Baiklah Tn. Y, bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang
kebersihan diri ? Tujuananya agar saya dapat membantu mengatasi
masalah Tn. Y yang berkaitan dengan kebersihan diri, bagaimana Tn. Y
bersedia ? Mau dimana kita berbincang – bincang ? Bagaimana kalau di
sini saja ? Berapa lama mau berbincang-bincang? Bagaimana kalau 20
menit ?”

2. Fase kerja
“Berapa kali Tn. Y mandi dalam sehari ? Apakah Tn. Y sudah mandi hari ini
? Oh jadi Tn. Y belum mandi ? Menurut Tn. Y apa kegunaannya mandi ?
Apa alasan Tn. Y sehingga tidak bisa merawat diri ? Oh begitu. Menurut Tn.
Y apa manfaatnya kalau kita menjaga kebersihan diri ? Kira-kira tanda-tanda
orang yang tidak merawat diri dengan baik seperti apa ya...? Iya Badan gatal,
mulut bau, apa lagi...? Iya Bagus Tn. Y, itu tadi tanda tanda orang yang
kurang menjaga kebersihan dirinya, badannya bisa gatal, giginya kuning dan
bau, rambutnya berantakan dan kotor. Kalau kita tidak teratur menjaga
kebersihan diri masalah apa menurut Tn. Y yang bisa muncul ? Betul ada
kudis, kutu, badan gatal gatal, sakit gigi. Jadi menjaga kebersihan diri itu
sangat penting Tn. Y, supaya Tn tidak mendapat masalah yang tadi Tn
sebutkan. Untuk menjaga kebersihan Tn dapat mandi 2 kali sehari, gosok gigi
minimal 2 kali sehari, keramas minimal 2 kali seminggu, potong kuku
minimal seminggu sekali dan ganti pakaian setelah selesai mandi. Sampai
disini paham Tn. Y ? Oke bagus, saya lanjutkan”
“Biasanya apa yang Tn. Y lakukan untuk merawat rambut dan muka ? Kapan
saja Tn. Y menyisir rambut ? Lalu berapa kali Tn. Y cukuran dalam
seminggu ? Kapan Tn. Y cukuran terakhir ? Oh sebulan yang lalu, Tn,
sebaiknya cukuran 2 kali seminggu yaaa.... tau gunanya cukuran untuk apa ?
Iya benar sekali Tn, supaya wajah terlihat lebih segar dan rapi. Apa alat-
alat yang diperlukan ? Iya betul sekali Tn ada pisau cukur, cermin dan sisir
kecil. Tn sudah tau caranya ? Iya bagus sekali, setelah alat siap semua, Tn
bisa mulai menyisir rambut dan menyukurnya sedikit sedikit sampai rapi.”
“Sekarang berapa kali Tn. Y makan sehari ? Iya bagus, tiga kali sehari yaa...
setelah makan apa yang harus dilakukan ? Setelah makan kita harus menyikat
gigi. Apa Tn. Y menyikat gigi setelah makan ? Oh tidak menyikat gigi ? Wah
mulai sekarang T harus menyikat gigi setelah makan ya... Bagus sekali. Tn
tau apa gunanya menyikat gigi ? Iya benar sekali supaya sisa makanannya
tidak menumpuk di gigi dan mulut sehingga mulutnya bersih dan tetap segar.
Alat – alatnya apa saja Tn ? Iya bagus sekali, alatnya ada sikat gigi, pasta
gigi, gayung dan air. Caranya Tn dapat mengambil secukupnya pasta gigi lalu
diletakkan di atas sikat gigi, kalau sudah siap Tn Y berkumur dengan air,
setelah itu Tn menggosok gigi luar dari arah atas ke bawah mulai dari
samping kiri ke kanan, kalau sudah gantian gigi bagian dalamnya dan
caranya sama seperti tadi. Bagaimana mengerti Tn. Y ? Iya bagus sekali,
coba praktekan sekali lagi. Iya bagus sekali Tn dapat melakukannya dengan
baik. Setelah makan siang ini, Tn Y sikat gigi yaa, nanti saya bantu”
“Kalau untuk memotong kuku, biasanya Tn lakukan kapan ? Tidak tentu ya,
oke Tn Y dapat memotong kuku paling tidak seminggu sekali ya supaya
bersih dan tidak melukai bagian tubuh lainnya. Pada saat potong kuku harus
hati hati ya. Bagaimana kalau setelah mandi kita memtong kuku Tn ? Oke
baiklah”
“Tadi Tn bilang belum mandi ya ? Kenapa belum mandi ? Oh jadi Tn malas
? Menurut Tn. Y kalau mandi itu kita harus bagaimana ? Sebelum mandi apa
yang perlu kita persiapkan ? Benar sekali.. Tn. Y perlu menyiapkan pakaian
ganti, handuk, sikat gigi, shampo dan sabun serta sisir. Nanti caranya pertama
Tn Y membasahi seluruh bagian tubunya dengan air, setelah itu ambil
shampo dan digosokkan dikepala lalu dibilas sampai bersih. Setelah keramas
Tn Y membersihkan badan dengan sabun, kemudian menggosok gigi. Setelah
itu Tn. Y mengeringkan badan dengan handuk dan bisa berganti pakaian.
Bagaimana mengerti Tn ? Oke, bisa diulangi sekali lagi ? Iya bagus sekali Tn
Y sudah mengerti. Bagaimana kalau sekarang kita ke kamar mandi ? saya
akan membimbing Tn. Y melakukannya. Oke mari kita ke kamar mandi”
“Sekarang Tn. Y siram seluruh tubuh Tn. Y termasuk rambut lalu ambil
shampoo gosokkan pada kepala Tn. Y sampai berbusa lalu bilas sampai
bersih.. bagus sekali.. Selanjutnya ambil sabun, gosokkan di seluruh tubuh
secara merata lalu siram dengan air sampai bersih, jangan lupa sikat gigi
pakai odol.. giginya disikat mulai dari arah atas ke bawah. Gosok seluruh gigi
Tn. Y mulai dari depan sampai belakang. Bagus, lalu kumur-kumur sampai
bersih. Terakhir siram lagi seluruh tubuh Tn. Y sampai bersih lalu keringkan
dengan handuk. Tn. Y bagus sekali melakukannya. Selanjutnya Tn. Y pakai
baju dan sisir rambutnya dengan baik. Ayo kita potong kuku Tn Y. YA bagus
sekali begitu caranya”

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Objektif dan Subjektif
“Bagaimana perasaan Tn. Y setelah mandi, mengganti pakaian dan
memotong kuku ? Lebih segar dan rapi ya ? Coba Tn.Y sebutkan lagi apa
saja cara-cara mandi yang baik yang sudah Tn. Y lakukan tadi ? Iya benar
sekali, kalau untuk tanda-tanda bersih dan rapi itu seperti apa ya Tn ?
Bagus sekali”
b. RTL
“Baiklah Tn, bagaimana kalau mandi dan gosok gigi ini kita masukkan
dalam jadwal kegiatan Tn ? Bagus, mau berapa kali Tn. Y mandi dan
sikat gigi...? dua kali pagi dan sore, jam berapa ? oke, jam tujuh dan jam
tiga sore ya, mari kita masukkan dalam jadual aktivitas harian. Nah ini
jadwalnya ya, nanti dilakukan sesuai jadwal ini ya..”
c. Kontrak Yang Akan Datang
“Baik lah Tn Y bagaimana kalau besok kita bertemu lagi untuk latihan
cara berdandan ? Tn mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 8 ? Dimana
kita bertemu ? Bagaimana kalau di sini juga ? Baiklah besok saya akan
kesini jam 8, sampai jumpa besok. Saya permisi Assalamualaikum”
STRATEGI PELAKSANAAN KE 2 PSIKOTERAPEUTIK PASIEN DENGAN
DEFISIT PERAWATAN DIRI

Masalah Utama : Defisit Perawatan Diri


Hari / Tanggal :
Pertemuan Ke :2

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
Klien terlihat berbadan kusam dan kotor, gigi berwarna kuning, kuku kotor
dan panjang, rambut panjang tampak acak-acakan dan tampak kotor.
2. Diagnosa Keperawatan
Defisit Perawatan Diri
3. Tujuan khusus
a. Klien dapat menjelaskan kembali kegiatan kebersihan dirinya
b. Klien dapat menjelaskan kembali cara dan alat berdandan yang benar
c. Kien dapat mempraktekkan kembali cara berdandan
d. Klien dapat memasukkan kegiatan dalam jadwal hariannya.
4. Tindakan keperawatan
a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b. Menjelaskan cara dan alat yang digunakan untuk berdandan
c. Membantu pasien mempraktekkan cara berdandan
d. Membantu pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

B. STRATEGI TINDAKAN PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
“Assalamualaikum, selamat pagi Tn, Masih ingat dengan saya ? Benar,
saya perawat X”

b. Validasi
“Bagaimana perasaan Tn hari ini? Bagaimana sudah mandi ? Bagus,
sudah gosok gigi ? Bagus sekali, semuanya dilakukan, coba saya liat
jadwal haruannya. Oke bagus sekali Tn Y”
c. Kontrak
“Baiklah sesuai dengan janji kita kemarin hari ini kita akan latihan
berdandan ya ? Mau berapa lama berbincang bincang ? Bagaimana kalau
30 menitan ? Tn mau berbincang-bincang dimana? Bagaimana kalau di
ruang tamu ?”
2. Fase Kerja
“Apa yang Tn. Y lakukan setelah selesai mandi ? Iya benar sekali Tn, selain
harus mengganti baju, Tn juga harus menyisir rambut supaya lebih rapi, jika
kumis sudah mulai panjang Tn dapat mencukurnya”
“Untuk berpakaian, pilihlah pakaian yang bersih dan kering. Berganti pakaian
yang bersih 2x/hari setelah mandi. Tn Y mengerti ? Iya bagus sekali, sekarang
coba Tn ganti baju.. Ya, bagus seperti itu”.
“Setelah ganti baju apa lagi apakah Tn. Y menyisir rambut ? Bagaimana cara
bersisir ? Coba kita praktekkan, caranya lihat ke cermin lalu sisir rambut
dengan rapi sesuai, coba Tn praktekkan. Iya bagus sekali Tn dapat
melakukannya”
“Saya lihat Tn Y belum mencukur kumis dan jenggotnya ya ? Masih ingat alat
dan cara mencukur yang kemarin saya jelaskan ? Iya bagus sekali ternyata Tn
masih ingat. Jadi sebaiknya cukuran 2 kali seminggu ya supaya wajah terlihat
lebih segar dan rapi. Alat alatnya ada pisau cukur, cermin dan sisir kecil.
Setelah alat siap semua, Tn bisa mulai menyisir rambut dan menyukurnya
sedikit sedikit sampai rapi. Nah sekarang bagaimana kalau kumis dan jenggot
Tn dirapikan ? Oke silahkan Tn lakukan. Iya bagus sekali Tn dapat
melakukannya dengan benar, sekarang sudah terlihat rapi yaa..”

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Objektif dan Subjektif
“Bagaimana perasaan Tn. Y setelah berdandan ? Terlihat lebih rapi ya ?
Coba Tn.Y sebutkan lagi cara berdandan yang baik sekali lagi. Bagus
sekali”
b. RTL
“Baiklah Tn, bagaimana kalau berdandan ini kita masukkan dalam jadwal
kegiatan Tn ? Bagus, jadi setelah mandi nanti Tn Y segera ganti baju dan
menyisir rambunya ya ? Mari kita masukkan dalam jadual aktivitas
harian. Nah ini jadwalnya ya, nanti dilakukan sesuai jadwal ini ya..”
c. Kontrak Yang Akan Datang
“Baik lah Tn Y bagaimana kalau nanti siang kita bertemu lagi untuk
latihan cara makan yang baik ? Tn mau jam berapa? Bagaimana kalau
jam 11 ? Dimana kita bertemu ? Bagaimana kalau diruang makan
langsung ? Baiklah, sampai jumpananti siang. Saya permisi
Assalamualaikum”
STRATEGI PELAKSANAAN KE 3 PSIKOTERAPEUTIK PASIEN DENGAN
DEFISIT PERAWATAN DIRI

Masalah Utama : Defisit Perawatan Diri


Hari / Tanggal :
Pertemuan Ke :3

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
Klien terlihat berbadan kusam dan kotor, gigi berwarna kuning, kuku kotor
dan panjang, rambut panjang tampak acak-acakan dan tampak kotor.
2. Diagnosa Keperawatan
Defisit Perawatan Diri
3. Tujuan khusus
a. Klien dapat menjelaskan kegiatan kebersihan diri dan cara berdandan.
b. Klien dapat menjelaskan kembali cara makan minum yang benar
c. Kien dapat mempraktekkan kembali cara makan dan minum
d. Klien dapat memasukkan kegiatan dalam jadwal hariannya
4. Tindakan Keperawatan
a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b. Menjelaskan cara dan alat makan dan minum yang baik
c. Membantu pasien mempraktekan cara makan dan minum yang baik
d. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

B. STRATEGI TINDAKAN PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
“Assalamualaikum, selamat siang Tn, Masih ingat dengan saya ? Benar,
saya perawat X”

b. Validasi
“Bagaimana perasaan ? Bagus sekali. Ah ya saya senang sekali melihat
Tn. Y masih rapi penampilannya”
c. Kontrak
“Baiklah sesuai dengan janji kita tadi pagi kita akan latihan cara makan
dan minum ya ? Bagaimana kalau 30 menitan ? Kita langsung berlatih di
ruang makan ya ? Oke Mari, itu makanan sudah datang”
2. Fase Kerja
“Tn. Y bagaimana kebiasaan sebelum, saat, maupun setelah makan ? Oh
begitu, dimana Tn. Y biasa makan ? Tn. Y sebelum makan kita harus cuci
tangan memakai sabun. Ayo kita praktekkan. Bagus seperti itu lalu
dikeringkan. Setelah itu kita duduk dan ambil makanan secukupnya. Sebelum
disantap kita berdoa dulu. Silakan Tn. Y yang pimpin. Bagus”
“Mari kita makan.. pertama, pegang sendoknya dengan tangan kanan, saat
makan kita harus menyuap makanan satu-satu dengan pelan-pelan. Iya seperti
itu, ayo sayurnya dimakanya. Bagus sekali, dimakan sampai habis ya Tn.
Setelah makan kita bereskan piring,dan gelas yang kotor. Ya betul seperti itu
dan kita akhiri dengan cuci tangan. Ya bagus sekali”

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Objektif dan Subjektif
“Bagaimana perasaan Tn. Y setelah kita makan bersama-sama ? Coba
sebutkan kembali apa saja yang harus kita lakukan pada saat makan ?
Bagus sekali, selanjutnya kalau makan lakukan cara seperti itu ya Tn”
b. RTL
“Oke, nanti jangan lupa Tn Y melakukan apa yang sudah kita pelajari
tadi ya saat makan. Jangan lupa juga lakukan jadwal lainnya ya”
c. Kontrak Waktu Yang Akan Datang
“Tn, bagaimana kalau besok kita ketemu lagi untuk latihan BAB / BAK
yang baik ? Jam berapa ? Bagaiman kalau jam 10.00 ? Disini saja ya ?
Oke sampai jumpa besok. Assalamualaikum...”
STRATEGI PELAKSANAAN KE 4 PSIKOTERAPEUTIK PASIEN DENGAN
DEFISIT PERAWATAN DIRI

Masalah Utama : Defisit Perawatan Diri


Hari / Tanggal :
Pertemuan Ke :4

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
Klien terlihat berbadan kusam dan kotor, gigi berwarna kuning, kuku kotor
dan panjang, rambut panjang tampak acak-acakan dan tampak kotor.
2. Diagnosa Keperawatan
Defisit Perawatan Diri
3. Tujuan khusus
a. Klien dapat menjelaskan kegiatan kebersihan diri, cara berdandan dan cara
makan dan minum.
b. Klien dapat menjelaskan kembali cara BAB dan BAK yang baik.
c. Kien dapat mempraktekkan kembali cara BAB dan BAK yang baik
d. Klien dapat memasukkan kegiatan dalam jadwal hariannya
4. Tindakan Keperawatan
a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b. Menjelaskan cara BAB dan BAK yang baik
c. Membantu pasien mempraktekan cara BAB dan BAK yang baik
d. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

B. STRATEGI TINDAKAN PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
“Assalamualaikum, selamat pagi Tn, Masih ingat dengan saya ? Benar,
saya perawat X”

b. Validasi
“Bagaimana perasaannya hari ini ? Bagus sekali. Ah ya saya senang
sekali melihat Tn. Y masih rapi penampilannya. Sudah mandi dan gosok
gigi ? Sudah makan ? Bagus sekali. Coba saya lihat jadwal kegiatannya
dulu”
c. Kontrak
“Baiklah sesuai dengan janji kita kemarin kita akan latihan cara BAB dan
BAK ya ? Mau berapa lama berbincang bincang ? Bagaimana kalau 30
menitan ? Mau berbincang dimana ? Bagaimana kalau di ruang tamu ?”
2. Fase Kerja
“Dimana biasanya Tn.Y berak dan kencing? Benar Tn.Y, berak atau kencing
yang baik itu di WC/kakus, kamar mandi atau tempat lain yang tertutup dan
ada saluran pembuangan kotorannya. Jadi kita tidak berak/kencing di
sembarang tempat ya”
“Sekarang, coba Tn.Y jelaskan kepada saya bagaimana cara Tn.Y cebok?
Sudah bagus ya, yang perlu diingat saat Tn.Y cebok adalah Tn.Y
membersihkan anus atau kemaluan dengan air yang bersih dan pastikan tidak
ada tinja/air kencing yang masih tersisa di tubuh Tn.Y. Setelah Tn.Y selesai
cebok, jangan lupa tinja/air kencing yang ada di kakus/WC dibersihkan.
Caranya siram tinja/air kencing tersebut dengan air secukupnya sampai
tinja/air kencing itu tidak tersisa di kakus/ WC. Jika Tn.Y membersihkan
tinja/air kencing seperti ini, berarti Tn.Y ikut mencegah menyebarnya kuman
yang berbahaya yang ada pada kotoran/ air kencing”
“Setelah selesai membersihan tinja/air kencing, Tn.Y perlu merapihkan
kembali pakaian sebelum keluar dari WC/kakus/kamar mandi. Pastikan
resleting celana telah tertutup rapi , lalu cuci tangan dengan menggunakan
sabun.”

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Objektif dan Subjektif
“Bagaimana perasaan Tn.Y setelah kita membicarakan tentang cara
berak/kencing yang baik? Coba Tn.Y jelaskan ulang tentang cara BAB
dan BAK yang baik. Iya bagus Tn sudah mengerti betul”
b. RTL
“Untuk selanjutnya Tn.Y bisa melakukan cara-cara yang telah dijelaskan
tadi ya saat BAK dan BAB. Oh ya jangan lupa jadwal lainnya juga tetap
dilaksanakan ya..”
c. Kontrak Yang Akan Datang
“Bagaimana kalau besok kita ketemu lagi untuk melihat sudah sejauh
mana Tn.Y bisa melakukan jadwal kegiatannya. Bagaimana kalau jam 10
? Kita bertemu disini lagi ya ? Sampai jumpa, assalamualaikum”
STRATEGI PELAKSANAAN KE 5 PSIKOTERAPEUTIK PASIEN DENGAN
DEFISIT PERAWATAN DIRI

Masalah Utama : Defisit Perawatan Diri


Hari / Tanggal :
Pertemuan Ke :5

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
Klien terlihat berbadan kusam dan kotor, gigi berwarna kuning, kuku kotor
dan panjang, rambut panjang tampak acak-acakan dan tampak kotor.
2. Diagnosa Keperawatan
Defisit Perawatan Diri
3. Tujuan khusus
a. Pasien dapat mempraktekan cara mandi yang benar
b. Pasien dapat mempraktekan cara makan yang baik dan benar
c. Pasien dapat mempraktekan cara berdandan yang benar
d. Pasien dapat mempraktekan cara BAK/BAB yang benar
e. Pasien dapat memasukkan dalam jadwal kegiatan harian
4. Tindakan Keperawatan
a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian pasien
b. Membantu pasien mempraktekan cara mandi yang benar
c. Membantu pasien mempraktekan cara makan yang baik dan benar
d. Membantu pasien mempraktekan cara berdandan yang benar
e. Membantu pasien mempraktekan cara BAK/BAB yang benar
f. Menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

B. STRATEGI TINDAKAN PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
“Assalamualaikum, selamat pagi Tn, Masih ingat dengan saya ? Benar,
saya perawat X”
b. Validasi
“Bagaimana perasaannya hari ini ? Bagus sekali. Ah ya saya senang
sekali melihat Tn. Y masih rapi penampilannya. Sudah mandi dan gosok
gigi ? Sudah makan ? Sudah melaukan sesuai jadwal harian ? Bagus
sekali. Coba saya lihat jadwal kegiatannya dulu”
c. Kontrak
“Hari ini kita akan mengulang kembali kegiatan yang sudah kita latih dari
kemarin seperti cara mandi, makan, berdandan dan bagaimana cara bapak
melakukan BAB/BAK. Mau dimana latihannya? Bagaimana kalau di
ruang tamu ? Berapa lama ? Bagaimana kalau sekitar 30 menitan ?”

2. Fase Kerja
“Apa yang biasa Tn. Y lakukan setelah bangun tidur ? Apa Tn. Y sudah
mandi ?kalau belum, coba bagaimana cara mandi yang baik seperti yang
sudah saya ajarkan.. ya bagus seperti itu. Setelah mandi biasanya apa
yang Tn.Y lakukan ? Ya memakai baju dan berdandan. Coba lakukan
bagaimana caranya.. Ya, bagus seperti itu. Apakah Tn. Y menyisir rambut
? Bagaimana cara bersisir? Coba praktekan kembali. Iya bbagus sekali”
“Lalu selanjutnya kita akan makan, mari kita ke ruang makan”
“Bagaimana kebiasaan sebelum, saat, maupun setelah makan? Coba
lakukan seperti yang sudah saya ajarkan... Ya bagus!”
“Sekarang saya tanya, Dimana biasanya Tn.Y berak dan kencing ? Benar
sekali, coba Tn. Y jelaskan kepada saya bagaimana cara Tn.Y cebok ?
Ah benar sekali, sudah bagus yaa..”
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Objektif dan Subjektif
“Bagaimana perasaan Tn. Y setelah kita mengulang kembali tentang
cara mandi, berdandan, makan, berak/kencing yang baik?”
“Coba jelasakn kembali cara mandi yang benar, cara berdandan,
makan dan BAB/BAK yang benar. Iya bagus sekali ya Pak...”
b. RTL
“Untuk selanjutnya Tn.Y bisa melakukan cara-cara yang telah
dijelaskan tadi yaa, tetap lakukan sesuai jadwal ya...”
c. Kontrak
“Nah Tn Y, karena besok saya sudah tidak praktek disini, maka Tn Y
selanjutnya akan di rawat dan didampingi oleh Perawat A ya,
bagaimana kalau sekarang kita berkenalan dulu dengan Perawat A ?
Ayo mari kita ke sana”
STRATEGI PELAKSANAAN KE 1 PSIKOTERAPEUTIK KELUARGA
DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

Masalah Utama : Defisit Perawatan Diri


Hari / Tanggal :
Pertemuan Ke :1

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi
Klien terlihat berbadan kusam dan kotor, gigi berwarna kuning, kuku kotor
dan panjang, rambut panjang tampak acak-acakan dan tampak kotor.
2. Diagnosa Keperawatan
Defisit Perawatan Diri
3. Tujuan Khusus
a. Keluarga dapat menjelaskan masalah dalam merawat pasien.
b. Keluarga memahami pengertian tanda dan gejala defisit perawatan diri.
c. Keluarga mengetahui cara – cara merawat pasien defisit perawatan diri.
4. Tindakan Keperawatan
a. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat pasien
b. Menjelaskan pengertian, tanda gejala dan proses terjadinya defisit
perawatan diri.
c. Menjelaskan cara –cara merawat pasien defisit perawatan diri.
d. Menganjurkan keluarga membantu pasien melaksanakan jadwal harian.

B. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


1. Fase Orientasi
“Selamat pagi Bu. Perkenalkan saya perawat X, saya yang merawat anak Ibu.
Nama Ibu siapa? Senang dipanggil apa ? Bagaimana perasaan Ibu hari ini ?
Apa pendapat Ibu tentang anak Ibu ? Bagaimana kalau kita berbincang-
bincang tentang masalah anak Ibu dan cara perawatannya ? Dimana kita bisa
berbincang – bincang ? Bagaimana kalau di sini saja Bu ? Berapa lama Ibu ?
Bagaimana kalau setengah jam?”

2. Fase Kerja
“Apa saja masalah yang Ibu rasakan dalam merawat Tn. Y ? Oke, Ibu jadi
perawatan diri yang utama itu adalah kebersihan diri, berdandan, makan
minum dan BAB/BAK. Perilaku yang ditunjukkan oleh Tn. Y itu dikarenakan
gangguan jiwanya yang membuat pasien tidak berminat untuk mengurus diri
sendiri. Baik akan saya jelaskan, untuk kebersihan diri, kami telah melatih Tn.
Y untuk mandi, keramas, gosok gigi, cukuran, ganti baju, dan potong kuku.
Kami harapkan Ibu dapat menyediakan alat-alatnya. Tn. Y juga telah
mempunyai jadwal pelaksanaan untuk berdandan, karena anak Ibu laki laki,
kami harapkan dimotivasi supaya merapikan kumisnya 2 kali seminggu ya.
Untuk makan, sebaiknya makan bersama keluarga dirumah, Tn. Y telah
mengetahui langkah-langkahnya, yaitu cuci tangan, ambil makanan, berdoa,
makan yang rapih, cuci piring dan gelas, lalu cuci tangan. Sebaiknya makan
pas jam makan obat, agar sehabis makan langsung makan obat. Dan untuk
BAB/BAK, dirumah ada WC Bu? Iya.. Tn.Y juga sudah belajar BAB/BAK
yang bersih. Kalau kurang motivasi dalam merawat diri apa yang Ibu lakukan
? Iya benar Bu, Ibu bisa menjelaskan dampaknya atau memberikan sesuatu
sebagai hadiah. Ibu juga perlu mendampinginya pada saat merawat diri
sehingga dapat diketahui apakah anak Ibu sudah bisa mandiri atau mengalami
hambatan dalam melakukannya. Ada yang di tanyakan?

3. Fase Terminasi
“Bagaimana perasaan Ibu setelah kita bercakap-cakap? Coba Ibu sebutkan
lagi apa saja yang harus diperhatikan dalam membantu anak Ibu dalam
merawat diri. Iya bagus sekali Ibu sudah mengerti. Nanti kalau Ibu besuk bisa
ditanyakan pada Tn. Y ya Bu. Dan jangan lupa dirumah nanti, cobalah Ibu
mendampingi dan membantu Tn. Y saat membersihkan diri.”
“Bagaimana kalau dua hari lagi kita bertemu ? Saya akan mendampingi Ibu
untuk memotivasi Tn. Y dalam merawat diri. Jam berapa Bu Bagaimana kalau
jam 10 ? Kita bertemu disini ya Bu. Assalamualaikum”
STRATEGI PELAKSANAAN KE 2 PSIKOTERAPEUTIK KELUARGA
DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

Masalah Utama : Defisit Perawatan Diri


Hari / Tanggal :
Pertemuan Ke :2

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi
Klien terlihat berbadan kusam dan kotor, gigi berwarna kuning, kuku kotor
dan panjang, rambut panjang tampak acak-acakan dan tampak kotor.
2. Diagnosa Keperawatan
Defisit Perawatan Diri
3. Tujuan Khusus
a. Keluarga dapat mempraktekan cara merawat pasien
b. Keluarga dapat melakukan cara merawat langsung kepada pasien
4. Tindakan keperawatan
a. Mengevaluasi kegiatan sebelumnya
b. Melatih keluarga cara merawat pasien defisit perawatan diri
c. Membantu keluarga mempraktekan cara merawat pasien defisit perawatan
diri langsung terhadap pasien

B. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


1. Fase Orientasi
“Selamat pagi Bu, masih ingat dengan saya ? Iya saya perawat X. Bagaimana
perasaan Ibu hari ini? sesuai kontrak kita 2 hari yang lalu kita akan
berbincang-bincang tentang cara merawat anak Ibu secara langsung ya Bu.
Sebelumnya masih ingat dengan apa yang kita pelajari pada pertemuan
kemarin Bu ? Bagus sekali Bu, ada yang mau tanyakan dulu ? Kalau tidak ada
sekarang kita akan latihan cara merawat Tn. Y ya, kita akan coba disini dulu
setelah itu langsung dengan Tn. Y. Berapa lama Bapak punya waktu?
Bagaimana kalau setengah jam?”

2. Fase Kerja
“Sekarang anggap saya adalah Tn. Y, coba Ibu praktekkan cara memotivasi
anak Ibu untuk mandi, berdandan, buang air, dan makan.. Iya bagus, betul
begitu caranya, Ibu melakukannya dengan bagus”
“Sekarang coba Ibu praktekkan cara memberikan pujian kepada Tn. Y. Bagus
Ibu, bagaimana kalau cara memotivasi Tn. Y minum obat dan melakukan
kegiatan positifnya sesuai jadual? Bagus sekali, ternyata Ibu sudah mengerti
cara merawat Tn. Y”
“Bagaimana kalau sekarang kita mencobanya langsung kepada Tn. Y ? Mari
ikut saya ....”

”Assalamu’alaikum Tn. Y. Bagaimana perasaannya hari ini?” Hari ini saya


datang bersama orang tua Tn Y. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya,
orang tua Tn Y juga ingin merawat Tn agar cepat pulih. Sebentar ya..”
”Nah Bu, sekarang Ibu bisa mempraktekkan apa yang sudah kita latihkan
beberapa hari lalu, yaitu memberikan pujian terhadap perkembangan anak
Ibu”

”Bagaimana perasaan Tn setelah berbincang-bincang dengan Ibu?”


”Baiklah, sekarang saya dan Ibu T ke ruang perawat dulu ya...”

3. Fase Terminasi
“Bagaimana perasaan Ibu setelah kita berlatih cara merawat Tn. Y ? Setelah
ini coba Ibu lakukan apa yang sudah dilatih tadi setiap kali Ibu membesuk T
ya ?”
“Baiklah bagaimana kalau dua hari lagi Ibu datang kembali kesini dan kita
akan mencoba lagi cara merawat Tn. Y sampai Ibu lancar melakukannya ?
Jam berapa Ibu bisa kemari? Jam 9 ya..Baik saya tunggu, kita ketemu lagi di
tempat ini ya Bu”
STRATEGI PELAKSANAAN KE 3 PSIKOTERAPEUTIK KELUARGA
DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

Masalah Utama : Defisit Perawatan Diri


Hari / Tanggal :
Pertemuan Ke :3

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi
Klien terlihat berbadan kusam dan kotor, gigi berwarna kuning, kuku kotor
dan panjang, rambut panjang tampak acak-acakan dan tampak kotor.
2. Diagnosa Keperawatan
Defisit Perawatan Diri
3. Tujuan Khusus
a. Keluarga dapat membuat jadwal aktivitas di rumah termasuk minum obat
b. Keluarga mengetahui tentang follow up pasien setelah pulang
4. Tindakan Keperawatan
a. Membantu keluarga membuat jadwal aktivitas di rumah
b. Membantu keluarga membuat jadwal minum obat
c. Menjelaskan follow up pasien setelah pulang

B. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


1. Fase Orientasi
“Selamat pagi Bu, masih ingat dengan saya ? Iya saya perawat X. Bagaimana
perasaan Ibu hari ini ? Bagaimana Bu selama membesuk apakah sudah terus
dilatih cara merawat Tn. Y ? Ada kendala Bu ? sesuai kontrak kita 2 hari yang
lalu kita akan berbincang-bincang tentang cara merawat di rumah ya karena
hari ini Tn. Y sudah boleh pulang. Kita bicara disini saja ya Bu, berapa lama
Bu ? Baik, kurang lebih 30 menit ya..”

2. Fase Kerja
“Bu, ini jadwal kegiatan Tn. Y dirumah sakit, coba perhatikan apakah dapat
dilaksanakan dirumah ? Bu, jadual yang telah dibuat selama Tn. Y di rumah
sakit tolong dilanjutkan dirumah, baik jadwal aktivitas maupun jadwal minum
obatnya”
“Hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut adalah perilaku yang
ditampilkan oleh anak ibu selama di rumah. Kalau misalnya Tn. Y menolak
terus menerus untuk makan, minum, dan mandi serta menolak minum obat
atau memperlihatkan perilaku membahayakan orang lain, Ibu bisa hubungi
petugas kesehatan terdekat, nanti saya beri surat rujukannya. Selanjutnya
petugas tersebut yang akan membantu memantau perkembangan anak Ibu
selama di rumah”.
“Jangan lupa juga sebelum obat habis, Ibu sudah kontrol agar petugas
kesehatan nantinya bisa membantu Ibu apakah Tn. Y masih memerlukan obat
atau tidak. Bagaimana Bu ? Apakah Ibu sudah paham? Coba Ibu simpulkan
yang telah kita bicarakan tadi. Betul sekali Bu, Ibu sudah paham”

3. Fase Terminasi
“Bagaimana Bu, ada yang belum jelas ? Ini jadual harian Tn. Y untuk dibawa
pulang. Dan ini surat rujukan untuk perawat K di puskesmas Indrapuri. Jangan
lupa kontrol ke Puskesmas sebelum obat habis, atau ada gejala-gejala yang
tampak.”
“Sebelumnya Ibu silahkan selesaikan administrasinya dulu. Terimakasih
untuk waktunya Bu. Selamat pagi, permisi”