Anda di halaman 1dari 9

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN JIWA

Nama mahasiswa : Ni Ketut Wulandari

Tanggal : 15 oktober 2018

Tempat praktek : Rumah Sakit Jiwa Bangli

Indikasi Klien

Nama : Tn. “A”

Umur : 45 tahun

Alamat : tembuku, bangli

No CM : 00-80-60

Diagnosa medik : Isolasi sosial

Pertemuan ke :1

A. Proses keperawatan

1. Kondisi klien
Data subjektif :
a. Klien mengatakan malas berinteraksi dengan orang lain
b. Klien mengatakan tidak berguna lagi
c. Klien mengatakan orang-orang jahat dengan dirinya.

Data objektif :

a. Klien tampak menyendiri


b. Klien terlihat mengurung diri
c. Klien tidak mau bercakap-cakap dengan orang lain

2. Diagnosa keperawatan : Isolasi Sosial

3. Tujuan :
a. Tujuan umum :
Klien dapat berinteraksi dengan orang lain.

b. Tujuan khusus:
 Klien dapat membina hubungan saling percaya.
 Klien dapat menyebutkan penyebab isolasi sosial.
 Klien mampu menyebutkan keuntungan dan kerugian dari membina
hubungan dengan orang lain.
 Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap.
1
 Klien mampu menjelaskan perasaan setelah berhubungan dengan
orang lain.
 Klien mendapat dukungan keluarga dalam memperluas hubungan
sosial.

4. Tindakan keperawatan :
a. Membina hubungan saling percaya.
b. Membantu pasien mengenal penyebab isolasi sosial.
c. Membantu pasien mengenali keuntungan dari membina hubungan
dengan orang lain.
d. Membantu pasien mengenal kerugian dari tindakan membina
hubungan dengan orang lain.
e. Membantu pasien untuk berinteraksi dengan orang lain secara
bertahap.

B. Strategi Pelaksanaan

No. Fase Perawat Klien


1 Orientasi
a. Salam  “ Selamat pagi ,  “ Selamat pagi. ”
terapeutik pak ! ”  Klien
 “ Perkenalkan mendengarkan dan
nama saya wulandari , kurang kontak mata.
biasanya di panggil
wulan. Saya
mahasiswa
POLTEKKES
Denpasar. Saya
praktikan disini yang
akan merawat Bapak
mulai dari hari ini
sampai tanggal 5
oktober 208 dari jam
08.00-14.00 WIB. ”  “Saya bapak “A”,
 “ Nama bapak senang dipanggil
siapa? Dan bapak bapak “ A ”. ”
senang di panggil
dengan nama siapa? ”  “Saya merasa
b. Evaluasi / tidak berguna, orang
validasi “ Bagaimana perasaan lain tidak ada yang
bapak hari ini ? ” mengerti tentang
saya, mereka jahat
sama saya. Jadinya
saya malas
berinteraksi dengan
2
orang lain.

 “ Iya mbak. ”
c. Kontrak
Topik
 “ Senang saya bisa
 “ Iya mbak, saya
berkenalan dengan
mau. ”
bapak “ A ” hari ini.”
 “ Bagaimana bu
kalau kita berbincang-
bincang untuk lebih
saling mengenal
sekaligus agar bapak
dapat mengetahui
tentang keuntungan
dan kerugian
berinteraksi dengan
orang lain? “

Waktu  “ 10 menit mbak. ”


 “ Berapa lama
bapak punya waktu
untuk berbincang-
bincang dengan saya?  “ Iya mbak. ”

 “ Bagaimana kalau
15 menit saja pak ? ”
 “ Disini saja mbak.
Tempat ”
 “ Di mana bapak
mau berbincang-
bincang dengan saya?  Klien
 “ Ya sudah, di mendengarkan.
ruangan ini saja kita
berbincang-bincang
ya pak.”
 “ Iya mbak. ”
Tujuan
 “ Tujuannya agar
bapak dengan saya
dapat saling mengenal
sekaligus bapak dapat
mengetahui
keuntungan

3
berinteraksi dengan
orang lain dan
kerugian tidak
berinteraksi dengan
orang lain.”
“ Bapak “ A”, silahkan
bapak kalau ingin
bercerita sama saya
tentang keluhan
bapak, saya akan
menjamin semua
rahasia bapak. ”
 “ Tidak ada mbak.
 “ Ada yang ingin

bapak tanyakan
sebelum kita
berbincang – bincang
ke topik ? ”
2 Kerja  “ pak, kalau boleh  “ Saya tinggal
saya tau, siapa saja dengan 2 anak saya
yang tinggal serumah dan ibu saya, saya
dengan bapak? ” sudah bercerai
dengan istri saya. ”

 “ Siapa orang yang


 “ Sekarang saya
paling dekat dengan
dekat dengan anak
bapak? ”
saya yang ke 1 dan
ibu saya.”
 “ Siapa yang
jarang berbincang –  “ Kakak saya
bincang dengan jarang sekali
bapak ? ” berbicara dengan
saya. ”
 “ Apa saja kegiatan
yang biasa bapak  “ Biasanya saya
lakukan dengan dengan teman saya
teman yang bapak cerita bersama dan
kenal?” liburan bersama. ”
 “ Apa yang
menghambat bapak  “ Yang
dalam berteman atau menghambat saya
berinteraksi dengan berinterakasi dengan
orang lain? ” orang lain karena
orang lain jahat sama
4
saya, semua tidak
ada yang mengerti
tentang perasaan
 “ Menurut bapak
saya. ”
apa keuntungan
berinteraksi dengan
 “ Saya tidak tau
orang lain dan
mbak.”
kerugian tidak
berinteraksi dengan
orang lain? ”

 “ Kalau bapak tidak


tahu saya akan
memberitahukan
 “ Iya mbak. ”
keuntungan dari
berinteraksi dengan
orang lain yaitu bapak
punya banyak teman,
dapat saling
menolong, saling
bercerita, dan tidak
selalu sendirian kalau
kerugiannya kita
menjadi kesepian dan
tidak ada yang
menolong kita.
Bagaimana kalau
sekarang kita belajar
berkenalan dengan
oranag lain? ”

 “ Begini pak, untuk


berkenalan dengan
orang lain kita
sebutkan nama kita  Klien
dan nama panggilan memperhatikan dan
yang kita suka, asal mendengarkan.
kita dan hobi, Contoh :
Nama saya Dina
Wahyu saputri,
senang dipanggil
Dina. Asal saya dari
Sleman dan hobi saya
adalah berkebun.”

5
 “ Selanjutnya
bapak menanyakan
nama orang yang
diajak berkenalan .
Contohnya begini :  Klien
Nama Ibu siapa ?, memperhatikan dan
Senang dipanggil mendengarkan.
apa?, Asalnya dari
mana ?, Hobinya ibu
apa ?.”

 “ Ayo sekarang
bapak coba !,
misalnya saya belum
kenal dengan bapak.
Coba berkenalan
dengan saya ! ”  “ Iya mbak. ”
“ Perkenalkan mbak,
nama saya A, senang
dipanggil pak A. Asal
saya dari Sleman dan
hobi saya adalah
berkebun.”
 “ Ya bagus sekali !, “Nama mbak siapa ?,
Bagus pak, bapak Senang dipanggil
dapat mempraktekkan apa?, Asalnya dari
apa yang saya ajarkan mana ?, Hobinya
tadi. mbak apa ?.”
 Setelah Bapak
 “ Terima kasih
berkenalan dengan
mbak. ”
orang tersebut bapak
dapat melanjutkan
percakapan tentang
hal – hal yang
menyenangkan untuk
 “ Iya mbak.”
bapak bicarakan.
Misalnya tentang
cuaca, hobi, keluarga
dan pekerjaan. ”

3 Terminasi
a. Evaluasi  “ Bagaimana  “ Saya merasa
subyektif perasaan bapak senang mbak. ”
6
setelah kita
berbincang-bincang
dan latihan
berkenalan tadi?

 “ Keuntungan dari
 “ Coba bapak
b. Evaluasi berinteraksi dengan
ceritakan kembali
obyektif orang lain yaitu punya
keuntungan
banyak teman, dapat
berinteraksi dan
saling menolong,
kerugian tidak
saling bercerita, dan
berinteraksi dengan
tidak selalu sendirian
orang lain dan
kalau kerugiannya
bagaimana cara kita
kita menjadi kesepian
berinteraksi dengan
dan tidak ada yang
orang lain ? ”
menolong kita.Cara
untuk berkenalan
dengan orang lain kita
sebutkan nama kita
dan nama panggilan
yang kita suka, asal
kita dan hobi,
Contoh : nama saya
A, senang dipanggil
pak A. Asal saya dari
Sleman dan hobi saya
adalah berkebun.”
“Nama mbak siapa ?,
Senang dipanggil
apa?, Asalnya dari
mana ?, Hobinya
 “ Bagus bapak mbak apa ?.”
dapat menjelaskannya
kembali. ”  “ Iya mbak.”
c. Tindakan
“ Tadi saya sudah
lanjut
menjelaskan
keuntungan dan
kerugian tidak
berinteraksi dengan
orang lain dan cara
berkenalan yang
benar dan ibu tadi
sudah mempraktikkan

7
cara berkenalan
dengan baik sekali. ”
 “ Selanjutnya,  “ Iya mbak, saya
bapak dapat mau.”
menginggat –ingat
apa yang kita pelajari
tadi selama saya tidak
ada. Sehingga bapak
lebih siap untuk
berkenalan dengan
orang lain . bapak
mau mempraktikkan
ke teman bapak yang
 “ Iya mbak.”
lain ? ”
 “ Mari kita
masukkan pada
jadwal kegiatan harian
bapak ya ? ”  “ Iya mbak, saya
mau.”
Topik
 “ Baiklah pak,
pertemuan kita cukup
d. Kontrak yang sampai disini. Besok
akan datang kita akan berbincang-
bincang lagi tentang
jadwal yang telah kita
buat dan
mempraktikkan cara
berkenalan dengan
orang lain. Besok
saya kesini untuk
mengajak bapak
berkenalan dengan
teman saya, perawat
eli. Bagaimana bapak  “ Jam 10.00 ya
mau kan ? ” mbak. ”
 “ Iya mbak. ”

Waktu
 “ Besok bapak
mau jam berapa? ”
 “Berapa lama  “ Ditaman ya mbak
bapak punya waktu ?”
untuk berbincang-
bincang dengan saya
8
besok? Bagaimana  “ Iya mbak. ”
kalau 15 menit saja? ”
Tempat
 “ Di mana bapak  “ Sampai jumpa. ”
mau berbincang-
bincang dengan saya
besok? ”
 “ Iya besok kita
berbincang – bincang
di taman ya ? ”
 “ Baiklah, sampai
jumpa bapak. ”