Anda di halaman 1dari 6

Kegiatan Belajar 1

PRAKTIK KEPERAWATAN GERONTIK


 120 Menit

A. T U J UA N P E MB E L A J A R A N
( KO G N I T I F, A F E K T I F, D A N P S I KO M O T O R )

Setelah Anda menyelesaikan kegiatan belajar 1, selama 1 x 120 menit praktika di


laboratorium, diharapkan Anda dapat:
1. Mengetahui macam-macam screening kesehatan fisik pada lansia
2. Menghitung screening kesehatan fisik menggunakan skala Berg Balance
3. Menghitung screening kesehatan fisik menggunakan skala indeks KATZ
4. Menghitung screening kesehatan fisik menggunakan skala the timed up and go
test

P
I
R
E
T
A
M

K
O
K
O
P
-
K
O
K
O
Untuk mencapai tujuan pembelajaran diatas, Anda akan mempelajari pokok-pokok materi
sebagai berikut:
1. Mempelajari tentang macam-macam screening kesehatan fisik pada lansia
2. Mempelajari dan menghitung screening kesehatan fisik menggunakan skala Berg
Balance
3. Mempelajari dan menghitung screening kesehatan fisik menggunakan skala indeks
KATZ
4. Mempelajari dan menghitung screening kesehatan fisik menggunakan skala the timed
up and go test
C. URAIAN MATERI

1. Macam – macam Screening kesehatan fisik


a. Berg Balance Scale
Berg Balance Scale Test dikembangkan untuk mengukur keseimbangan penurunan
fungsi dengan menilai pelaksanaan tugas fungsional. Test ini digunakan untuk
mengukur kemampuan keseimbangan statis dan dinamis.berg balance scale umumnya
di anggap sebagai standar emas untuk test keseimbangan fungsional. Tes ini sangat
cocok untuk melakukan tindakan evaluasi, efektivitas, intervensi,dan kuantitatif.
Scoring:Sebuah skala lima poin, mulai 0-4. "0" menunjukkan tingkat terendah dan
fungsi "4" tingkat tertinggi fungsi. Jumlah Skor = 28 Interpretasi
- 21-28 = risiko jatuh rendah
- 11-20 = risiko jatuh menengah
- 0-10 = risiko tinggi jatuh
Test berg balance scale
1) Berdiri tanpa support dengan mata tertutup.

Instruksi :Silahkan berdiri dengan tutup mata selama 10 detik.


0 : membutuhkan bantuan untuk menjaga supaya tidak jatuh
1 : tidak bisa dengan menutup mata selama 3 detik tetapi mampu berdiri tegak
2 : mampu berdiri selama 3 detik
3 : mampu berdiri selama 10 detik dengan pengawasan
4 : mampu berdiri selama 10 detik dengan aman

2) Berdiri tanpa support kedua kaki rapat

Instruksi : silahkan merapatkan kaki dan berdiri tanpa pegangan selama 1 menit.
0: membutuhkan bantuan saat berdiridan tidak mampu bertahan selama 15 detik
1 : membutuhkan bantuan saat berdiri dan mampu berdiri selama 15 detik
2 : tidak mampu berdiri selama 30 detik
3 : mampu berdiri selama 1 menit dengan pengawasan
4 : mampu berdiri selama 1 menit secara aman

3) Menggerakkan lengan kedepan dengan tangan terulur maksimal pada posisi berdiri

Instruksi : angkat lengan 90 º dan dapat meraih > 25 cm menggerakkan lengan


kedepan dan jari membuka sejauh mungkin semampu pasien (therapist menempatkan
penggaris pada jari terpanjang saat akhir gerakan, saat lengan posisi 90 º). Jari – jari
seharusnya tidak menyentuh penggaris saat pasien meraih kedepan ukuran yang
dicatat adalah jarak kedepan yang diraih saat posisi pasien lebih condong kedepan.
0: kehilangan keseimbangan saat mencoba membutuhkan bantuan dari luar
1 : meraih lengan kedepan tetapi membutuhkan bantuan
2 : dapat meraih lengan kedepan > 5 cm secara aman
3 : dapat meraih lengan kedepan > 12 cm secara aman
4 : dapat meraih lengan kedepan dengan keyakinan > 25 cm secara aman

4) Mengambil objek dilantai dari posisi berdiri

Instruksi : ambilah benda yang ditempatkan dikakimu


0: tidak bisa mencoba
1 : memerlukan bantuan saat mengambil
2 : dapat meraih sejauh 2 - 5 cm dari benda dan mampu menjaga keseimbangan
3 : mampu mengambil benda tetapi memerlukan pengawasan
4 : mampu mengambil benda dengan mudah

5) Berbalik untuk melihat kebelakang melebih shoulder kiri dan kanan saat berdiri

Instruksi : berbalik melihat kearah kebelakangmu lebih kearah bahu kirimu, berbalik
lagi kearah kanan, tetapi boleh menggunakan benda dibelakang arah pasien untuk
dilihat memperoleh putaran yang lebih baik
0 : memerlukan bantuan untuk menjaga dari kehilangan keseimbangan
1 : membutuhkan bantuan ketika berbalik
2 : mampu berbalik menyamping tetapi keseimbangan tetap terpelihara
3 : mampu melihat ke salah satu sisi pada sisi lainnya terjadi sedikit perubahan
berat badannya tetap keseimbangan terpelihara
4 : mampu melihat kebelakang dari kedua sisi dan perubahan berat badan dengan
baik

6) Berdiri dengan satu kaki didepan kaki yang satu

Instruksi : berikan contoh pada pasien, tempatkanlah satu kaki didepan kaki yang lain
jika kamu merasa tidak dapat menempatkan kaki kedepan, contohlah melangkah
kedepan, letakkan tumit didepan jari-jari kaki yang lain ( score 3 panjang langkah
seharusnya dissuaikan kurang lebih dengan base pasien itu sendiri secara normal)
0 : keseimbangan hilang saat berdiri
1 : mampu bertahan selama 15 detik
2 : mampu bertahan selama 30 detik
3 : mampu menempatkan kaki didepan kaki yang lainnya secara mandiri selama
30 detik
4 : mampu menempatkan kaki dengan berurutan secara mandiri selama 30 detik

7) Berdiri satu kaki

Instruksi : berdirilah satu kaki selama lebih dari 10 detik dan tanpe pegangan
0 : tidak mampu mencoba
1 : mencoba mengangkat kaki tidak mampu bertahan selama 3 detik tetapi
mempertahankan berdiri
2 : mampu mengangkat kaki secara mandiri selama > 3 detik
3 : mampu mengangkat kaki secara mandiri selama 5–10 detik
4 : mampu mengangkat kaki secara mandiri selama > 10 detik

b. Indeks KATZ
Indeks katz merupakan instrument sederhana yang digunakan untuk menilai
kemampuan fungsional AKS (Aktivitas Kehidupan Sehari-hari), dapat juga untuk
meramalkan prognosis dari berbagai macam penyakit pada lansia. Adapun aktivitas
yang dinilai adalah Bathing, Dressing, Toileting, transferring, continence dan feeding,
dengan penilaian sbb:
1) Bathing
Mandiri: memerlukan bantuan hanya pada satu bagian tubuh atau dapat
melakukan seluruhnya sendiri.
Tergantung:memerlukan bantuan mandi lebih dari satu bagian tubuh atau tidak
dapat mandi sendiri
2) Dressing
Mandiri: menaruh, mengambil, memakai dan menanggalkan pakaian sendri serta
menalikan sepatu sendiri.
Tergantung: tidak dapat berpakaian sebagian.
3) Toileting
Mandiri: pergi ke toilet, duduk sendiri di kloset, memakai pakaian dalam,
membersihkan kotoran.
Tergantung: mendapat bantuan orang lain
4) Transferring
mandiri: berpindah dari dan ke tempat tidur, dari dank e tempat
duduk(memakai/tidak memakai alat Bantu)
tergantung: tidak dapat melakuakan sendiri dengan /bantuan
5) Continence
mandiri: dapat mengontrol BAB/BAK
tergantung: tidak dapat mengontrol sebagian atau seluruhnya dengan bantuan
manual atau kateter
6) Feeding
Mandiri: mengambil makanan dari piring atau yang lainnya dan mmasukkan ke
dalam mulut (tidak termasuk kemampuan memotong daging dan menyiapkan
makanan seperti mengoleskan mentega pada roti)
Tergantung: memelukan bantuan untuk makan atau tidak dapat makan sendiri
secara parenteral.

Dari kemampuan melaksanakan 6 aktivitas dasar tersebut, kemudian di klasifikasikan


menjadi 7 tahapan, dan disebut sesuai dengan aktivitas yng bias dikerjakan sendiri.
Tahapan aktivitas diatas kemudian disebut dengan Indeks Katz secara berurutan adalah
sbb:
Indeks Katz A : mandiri untuk 6 aktivitas
Indeks Katz B : mandiri untuk 5 aktivitas
Indeks Katz C : mandiri, kecuali bathing dan satu fungsi lain
Indeks Katz D : mandiri, kecuali bathing, dressing dan 1 fungsi lain
Indeks Katz E : mandiri, kecuali bathing, dressing, toileting dan satu fungsi lain
Indeks Katz F : mandiri, kecuali bathing, dressing, toileting, transferring dan satu
fungsi lain
Indeks Katz G : tergantung pada orang lain untuk 6 aktivitas
c. the timed up and go test Scale
Mengukur kecepatan terhadap aktivitas yang mungkin menyebabkan gangguan
keseimbangan. Alat yang dibuthkan adalah kursi dengan sandaran dan penyangga
lengan, stopwatch, dinding dengan waktu tes 10 detik – 3 menit.

Instruksi : Posisi awal pasien duduk bersandar pada kursi dengan lengan berada pada
penyangga lengan kursi. Pasien mengenakan alas kaki yang biasa dipakai. Pada saat
fisioterapis memberi aba-aba “mulai” pasien berdiri dari kursi, boleh menggunakan
tangan untuk mendorong berdiri jika pasien menghendaki. Pasien terus berjalan
sesuai dengan kemampuannya menempuh jarak 3 meter menuju ke dinding,
kemudian berbalik tanpa menyentuh dinding dan berjalan kembali menuju kursi.
Sesampainya di depan kursi pasien berbalik dan duduk kembali bersandar. Waktu
dihitung sejak aba-aba “mulai” hingga pasien duduk bersandar kembali.

Pasien tidak diperbolehkan mencoba atau berlatih lebih dulu, stopwatch mulai
menghitung setelah pemberian aba-aba mulai dan berhenti menghitung saat subyek
kembali pada posisi awal atau duduk. Bila kurang dari 10 detik, maka subjek
dikatakan normal. Bila kurang dari 20 detik, maka dapat dikatakan baik. Subjek dapat
berjalan sendiri tanpa membutuhkan bantuan. Namun bila lebih dari 30 detik, maka
subjek dikatakan memiliki problem dalam berjalan dan membutuhkan bantuan saat
berjalan. Sedangkan pada subjek yang lebih lama dari 40 detik harus mendapat
pengawasan yang optimal karena sangat beresiko untuk jatuh (Shumway, 2000). Nilai
normal pada lansia sehat umur 75 tahun, rata – rata waktu tempuh yang dibutuhkan
adalah 8,5 detik (Podsiadlo et al., 1991).

Nilai Normal Time Up and Go Test


(Jacobs & Fox , 2008)
Nilai rata-rata Nilai Normal
Umur Jenis Kelamin ( detik ) ( detik )
60-69 Laki-laki 8 4-12
60-69 Perempuan 8 4-12
70-79 Laki-laki 9 5-13
70-79 Perempuan 9 5-15
80-89 Laki-laki 10 8-12
80-89 Perempuan 11 5-17
Jika skor < 14 detik; 87% tidak ada resiko tinggi untuk jatuh, Jika skor ≥ 14 detik;
87% resiko tinggi untuk jatuh

B. LATIHAN/TRIGGER CASE/TUGAS

C.
Setelah Anda selesai berdiskusi mengenai macam – macam screening kesehatan fisik lansia,
buatlah sebuah kelompok kecil untuk melakukan sreening kesehatan lansia menggunakan alat
tersebut terhadap para lansia di lingkungan sekitar anda agar dapat mendeteksi dini gangguan
pada lansia dan cara penanganan yang lebih efektif dalam tindkakan selanjutnya.

D. UMPAN BALIK DAN TINDAK L ANJUT

Apakah Anda sudah dapat melakukan sreening kesehatan lansia secara mandiri? Jika sudah dan
dilakukan dengan benar setiap langkah, mintalah penilaian pada tutor sesuai dengan jadual pada
RPS. Anda akan dinyatakan lulus atau kompeten bila telah mampu melakukan prosedur sesuai
dengan daftar tilik lembar unjuk kerja. Apabila anda dinyatakan belum kompeten maka Anda
diberi kesempatan untuk mengikuti penilaian kembali pada prosedur keperawatan dimaksud. Jika
Anda sudah dinyatakan kompeten melakukan screening kesehatan fisik lansia maka Anda berhak
mempelajari kegiatan belajar 2 berikutnya. Bagus sekali dan selamat.

GLOSARI

DAFTAR PUSTAKA

Martono, hadi & kris pranarka. 2009. Buku Ajar Geriatri (ilmu kesehatan usia lanjut). Jakarta :
FK UI