Anda di halaman 1dari 14

Teknik Informatika Universitas Mercu Buana

TEKNIK PENJADUALAN
12 PROYEK

 PERT (Program Evaluation and Review Techique).


PERT dikembangkan pada sekitar tahun 1950 oleh Navy Special
Project Office, bekerja sama dengan Booz, Allen dan Hamilton
yang merupakan suatu konsultan manajemen.
Pekerjaan yang besar ini supaya dapat diselesaikan tepat pada
waktunya memerlukan koordinasi dan prosedur kerja yang baik
meliputi :
- Kapan proyek tersebut seesai
- Bagaimana urut-urutan pekerjaan untu tiap-tiap bagian, kapan
mulainya dan kapan selesainya.
- Pekerjaan-pekerjaan mana sajakah yang merupakan waktu
terlama untuk selesaikan proyek tersebut (jalur ini disebut
dengan jalur kritis)
- Pekerjaan-pekerjaan mana sajakah yang dapat ditunda dan
berapa lamakah waktu maksimum penundaan yang diijinkan.
- Pekerjaan-pekerjaan manakah yang harus mendapat perhatian
khusus.

Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 1 dari 14


Teknik Informatika Universitas Mercu Buana

A. DIAGRAM JARINGAN

Bila akan menggunakan PERT, dua buah informasi diperlukan untu


masing-masing pekerjaan:
1. Urutan dari kegiatan masing-masing pekerjaan
 diagram jaringan (network diagram) atau diagram panah (arrow
diagram).
2. waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan masing-masing
pekerjaan itu.

Di diagram jaringan dapat digunakan simbol-simbol sebagai berikut :


- Panah (arrow) yang digunakan untuk mewakili suatu kegiatan
(activity)
- Simpul (node) yang digunakan untuk mewakili suatu kejadian
(event)

Contoh :

A 2
C

1 E
4 5

B D
3

Gambar 12.1 Diagram Jaringan

Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 2 dari 14


Teknik Informatika Universitas Mercu Buana

Pada gambar terlihat bahwa terdapat 5 kegiatan :


1. Kegiatan A
2. Kegiatan B
3. Kegiatan C
4. Kegiatan D
5. Kegiatan E

Serta 5 buah kejadian :


1. Kejadian 1
2. Kejadian 2
3. Kejadian 3
4. Kejadian 4
5. Kejadian 5.

 Awal dan akhir dari suatu kegiatan diawali dengan suatu kejadian
dan diakhiri dengan kejadian yang lainnya.
 Kejadian yang mengawali suatu kegiatan disebut dengan kejadian
ekor (tail event) dan kejadian yang mengakhiri suatu kegiatan
disebut dengan kejadian kepala (head event).
 Kegiatan A diawali dengan ekor kejadian 1 dan diakhiri dengan
kepala kejadian 2. Kegiatan B diawali dengan ekor kejadian 1 dan
diakhiri dengan kepala kejadian 3, dst......

Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 3 dari 14


Teknik Informatika Universitas Mercu Buana

Untuk menggambarkan diagram jaringan ini terdapat beberapa aturan


yang harus diikuti sebagai berikut ini :
Aturan 1
Setiap kegiatan hanya dapat diwakili oleh satu dan hanya satu panah
di jaringan. Tidak ada sebuah kegiatan yang diwakili dua kali di
jaringan (tidak ada kegiatan yang kembar).
Aturan 2
Tidak ada dua kegiatan yang ditunjukan oleh ekor kejadian dan kepala
kejadian yang sama. Situasi seperti ini dapat dapat dilakukan secara
serentak sebagai berikut : A

1 2

Gambar 12.2. Digram Jaringan yang salah

Untuk kasus seperti ini, penggambaran yang benar adalah dengan


digunakannya kegiatan dummy (dummy activity) sebagai berikut :

2
A
C

1
B 3

Gambar 12.3 Kegiatan dummy.


Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 4 dari 14
Teknik Informatika Universitas Mercu Buana

2
C
B

1
A 3

Gambar 12.4 Alternatip penggambaran kegiatan dummy.

Aturan 3
Untuk meyakinkan hubungan urutan yang benar di diagram jaringan,
pernyataan-pernyataan berikut harus dijawab untuk tiap-tiap kegiatan
yang akan ditambahkan dalam jaringan:
a. Kegiatan apa yang harus sudah diselesaikan terlebih dahulu
sebelum kegiatan ini dapat dilakukan.
b. Kegiatan apa yang harus menggikuti kegiatan ini ?
c. Kegiatan apa yang harus serentak dilakukan dengan kegiatan ini ?

Contoh :
Gambarkan diagram hubungan yang menunjukan hubungan kegiatan
sebagai berikut ini.
a. Kegiatan A, B dan C merupakan kegiatan pertama dan dapat
dilakukan secara serentak. Kegiatan A mendahului kegiatan D,
kegiatan B mendahului kegiatan E, F dan G dan kegiata C
mendahului kegiatan G.
b. Kegiatan D dan E mendahului kegiatan H dan J.
c. Kegiatan F mendahului kegiatan I.
d. Kegiatan G mendahului kegiatan J.
Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 5 dari 14
Teknik Informatika Universitas Mercu Buana

e. Kegiatan H, I dan J merupakan kegiatan terakhir di proyek.

Kegiatan ini dapat digambarkan dalam diagram jaringan sebagai


berikut :
D
2
5
H
A
E
B
1 3 I 8
F D2

6
D1
C
J
4
7
G

Gambar 12.5 Contoh diagram jaringan suatu proyek

B. JALUR KRITIS

Pada contoh diagram jaringan di gambar A.5 terdapat 7 buah jalur


kegiatan, yaitu :
- Jalur kegiatan A, D, H
- Jalur kegiatan A, D, J
- Jalur kegiatan B, E, H
- Jalur kegiatan B, E, J
- Jalur kegiatan B, F, I
- Jalur kegiatan B, G, J
- Jalur kegiatan C, G, J

Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 6 dari 14


Teknik Informatika Universitas Mercu Buana

Suatu jalur kritis (critical path) adalah jalur yang menunjukan


kegiatan kritis dari awal kegiatan sampai dengan akhir kegiatan
di diagram jaringan.

Jalur kritis ini penting karena mempunyai dua alasan :


1. Waktu penyelesaian proyek tidak dapat dikurangai kecuali bila satu
atau lebih kegiatan di jalur kritis dapat dipercepat penyelesaiannya.
Dengan demikian bila waktu penyelesaian proyek secara
keseluruhan akan dipercepat, maka kegiatan-kegiatan yang harus
dipercepat adalah kegiatan –kegiatan di jalur kritis.
2. Penundaan kegiatan di jalur kritis akan menyebabkan penundaan
waktu penyelesaian dari proyek, sedang penundaan di jalur tidak
kritis mungkin tidak akan menunda waktu penyelesaian proyek
sejauh penundaan ini tidak melebihi waktu dari stack untuk
masing-masing kegiatan tidak kritis.

Contoh :
Misalnya untuk diagram jaringan di gambar 12.5 sebelumnya, waktu
penyelesaian untuk masing-masing kegiatan adalah sebagai berikut ini
D
Kegiatan Waktu estimasi (hari) 2
A 10 22 5
B 8 H
A 10 8
C 12 E
D 22 B 27
1 3 I 8
E 27 8 F D2
F 7 7 20
G 15 6
12 D1
H 8 C 15
I 20
15
J 15 4
7
G

Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 7 dari 14


Teknik Informatika Universitas Mercu Buana

= jalur kritis

Waktu penyelesaian untuk tiap-tiap jalur adalah sebagai berikut :


- Jalur kegiatan A, D, H adalah 10 + 22 + 8 = 40
- Jalur kegiatan A, D, J adalah 10 + 22 + 15 = 47
- Jalur kegiatan B, E, H adalah 8 + 27+ 8 = 43
- Jalur kegiatan B, E, J adalah 8 + 27 + 15 = 50 Jalur kritis
- Jalur kegiatan B, F, I adalah 8 + 7 + 20 = 35
- Jalur kegiatan B, G, J adalah 8 + 15 + 15 = 38
- Jalur kegiatan C, G, J adalah 12 + 15 + 15 = 42

Jalur kritis merupakan jalur penyelesaian yang terlama, yairu jalur


kegiatan B, E dan J

C. ALGORITMA UNTUK JALUR KRITIS

Algoritma untuk menentukan jalur kritis dilakukan dengan


menghitung waktu mulai tercepat (earliest start time) dan waktu
selesai terlama (latest finish time) untuk masing-masig kegiatan.
Earliest start time (ES) dan latest finish time (LF) ini kemudian dapat
dituliskan di simpul kejadian yang bentuknya dapat dikembangkan
menjadi :

Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 8 dari 14


Teknik Informatika Universitas Mercu Buana

Nomor identifikasi kejadian

Waktu mulai tercepat


ES

LF
Waktu selesai terlama

Gambar 12.6 Simbol simpul yang menunjukan ES dan LF

Waktu mulai tercepat (ES) untuk masing-masing kegiatan


menunjukan kapan suatu kegiatan tercepat dapat mulai dilakukan.
Waktu selesai terlama (LF) menunjukan kapan suatu kegiatan paling
lama dapat dielesaikan.
Contoh :
B

A
14

2
24
C

Gambar 12.7 Contoh penggunaan simbol simpul yang menunjukan ES


dan LF

Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 9 dari 14


Teknik Informatika Universitas Mercu Buana

Gambar ini menunjukan bahwa :


- Waktu mulai tercepat (ES) untuk kegiatan B dan C paling cepat
dapat dilakukan setelah hari ke 14
- Waktu selesai terlama (LF) untuk kegiatan A adalah sampai dengan
hari ke 24

Perhitungan ES dan LS ini dapat dilakukan dengan melalui 2 tahap,


yaitu :
1. Tahap pertama disebut dengan forward pass yang digunakan unutk
menghitung waktu mulai tercepat (ES)
2. Tahap kedua disebut dengan backward pass yang digunakan unutk
menghitung waktu selesai pertama (LF)

Forward pass dimulai dengan menghitung simpul awal maju


(forward) sampai dengan simpul akhir.

Untuk simpul (kejadian) 1 :


Karena merupakan awal kejadian, maka waktu mulai tercepat (ES)
untuk kegiatan A, B dan C adalah 0.

Untuk simpul (kejadian) 2 :


Kegiatan D dapat dimulai setelah kegiatan A selesai dilakukan,
sehingga waktu mulai tercepat (ES) untuk simpul 2 adalah :
ES2 = ES1 + waktu kegiatan A
= 0 + 10 = 10

Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 10 dari 14


Teknik Informatika Universitas Mercu Buana

Untuk simpul (kejadian) 3 :


kegiatan E dan F dapat dimulai setelah kegiatan B selesai dilakukan,
sehingga waktu mulai tercepat (ES) untuk simpul 3 adalah :
ES3 = ES1 + waktu kegiatan B
=0+8=8

Untuk simpul (kejadian) 4 :


Kegiatan G dapat dimulai setelah kegiatan B dan C selesai dilakukan,
sehingga waktu mulai tercepat (ES) untuk simpul 4 adalah yang
terbesar dari :
ES3 + waktu kegiatan D1 = 8 + 0 = 8
Dengan ES1 + waktu kegiatan C = 0 + 12 = 12
Jadi waktu mulai terceapt untuk simpul 4 adalah ES4 = 12

Untuk simpul (kejadian) 5 :


Kegiatan H dan J dapat dimulai setelah kegiatan D dan E selesai
dilakukan, sehingga waktu mulai tercepat (ES) untuk simpul 5 adalah
yang terbesar dari:
ES2 + waktu kegiatan D = 10 + 22 = 32
Dengan ES3 + waktu kegiatan E = 8 + 27 = 35
Jadi waktu mulai terceapt untuk simpul 5 adalah ES5 = 35

Untuk simpul (kejadian) 6 :


Kegiatan I dapat dimulai setelah kegiatan F selesai dilakukan,
sehingga waktu mulai tercepat (ES) untuk simpul 6 adalah :
ES6 = ES3 + waktu kegiatan F
= 8 + 7 = 15
Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 11 dari 14
Teknik Informatika Universitas Mercu Buana
Untuk simpul (kejadian) 7 :
Kegiatan J dapat dimulai setelah kegiatan D, E dan G selesai
dilakukan, sehingga waktu mulai tercepat (ES) untuk simpul 7 adalah
yang terbesar dari :
ES5 + waktu kegiatan D2 = 35 + 0 = 35
Dengan ES4 + waktu kegiatan G = 12 + 15 = 27
Jadi waktu mulai terceapt untuk simpul 7 adalah ES7 = 35

Untuk simpul (kejadian) 8:


Simpul 8 adalah simpul terakhir dan besarnya ES8 adalah yang
terbesar dari :
ES5 + waktu kegiatan H = 35 + 8 = 43
Dengan ES6 + waktu kegiatan I = 15 + 20 = 35
Dengan ES7 + waktu kegiatan J = 35 + 15 = 50
Jadi waktu mulai terceapt untuk simpul 8 adalah ES8 = 50
Backward pass dimulai dengan menghitung dari simpul terakhir
mundur (backward) sampai ke simpul awal dan digunakan untuk
menghitung waktu selesai terlama (LF).
D
10
2
3
22
35
5
35 H
A 10 8
E

B 27
0 50
1 I 8
0 8 50
3 F D2
8 8
7 20
15
6
30
12 D1
C 15

15
35
7
12 35
4 G
20

Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 12 dari 14


Teknik Informatika Universitas Mercu Buana

Untuk simpul (kejadian) 8 :

Simpul 8 adalah simpul terakhir dan besarnya waktu selesai terlama


untuk simpul ini adalah sama dengan waktu mulai tercepatnya :

LF8 = LF8 = 50

Untuk simpul (kejadian) 7 :


LF7 = LF8 - waktu kegiatan J

= 50 – 15 = 35

Untuk simpul (kejadian) 6 :


LF6 = LF8 - waktu kegiatan I
= 50 – 20 = 30

Untuk simpul (kejadian) 5:


LS5 merupakan yang paling minimum diantara :
LF8 - waktu kegiatan H = 50 - 8 = 42

Dengan LS7 - waktu kegiatan D2 = 35 - 0 = 35

Jadi waktu selesai terlama untuk simpul 5 adalah LF5 = 35

Untuk simpul (kejadian) 4 :


LF4 = LF7 - waktu kegiatan G

= 35 – 15 = 20

Untuk simpul (kejadian) 3 :


LF5 - waktu kegiatan E = 35 - 27 = 8

Dengan LS6 - waktu kegiatan F = 30 - 7 = 23

Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 13 dari 14


Teknik Informatika Universitas Mercu Buana

Dengan LS4 - waktu kegiatan D1 = 20 - 0 = 20

Jadi waktu selesai terlama untuk simpul 3 adalah LF3 = 8


Untuk simpul (kejadian) 2 :

LF2 = LF5 - waktu kegiatan D

= 35 – 22 = 13

Untuk simpul (kejadian) 1 :


LF1 = ES1 = 0

Jalur kritis selanjutnya dapat ditentukan dari kejadian-kejadian yang


mempunyai waktu mulai terepat (ES) yang sama dengan waktu selesai
terlama (LF), yaitu pada kegiatan B, E dan J.

Analisis & Perancangan Sistem Informasi / SaRah / 12 Halaman 14 dari 14