Anda di halaman 1dari 5

ARYENTI WULANDARI 030870944

TUGAS 1

1. Jelaskan apa saja yang dipelajari dalam Ilmu


Perundang-Undangan!
Jawaban :

Sebelum mengetahui apa saja yang dipelajari dalam


Ilmu Perundang-undangan (IP), terlebih dahulu perlu
diingat bahwa IP seperti dinyatakan oleh Burkhardt
Krems (Professor ahli IP dari Jerman) merupakan salah
satu cabang dari Ilmu Pengetahuan Perundang-
undangan (Gesetzgebungswissenschaft) atau science of
legislation (wetgevingswetenschap) yaitu ilmu
interdisipliner (gabungan dari berbagai pengetahuan)
yang mempelajari tentang pembentukan peraturan
negara. Selain IP, cabang ilmu dari Ilmu Pengetahuan
Perundang-undangan (IPP) adalah Teori Perundang-
undangan (TP), sehingga IPP terdiri dari :

a. Teori Perundang-undangan (Gesetzgebungstheorie)


yaitu ilmu interdisipliner yang bersifat kognitif dan
berorientasi untuk mencari kejelasan dan kejernihan
makna atau pengertian tentang peraturan
Perundang-undangan.
b. Ilmu Perundang-undangan (Gesetzgebungslehre))
yaitu ilmu interdisipliner yang bersifat normative dan
berorientasi dalam melakukan perbuatan dalam hal
pembentukan peraturan Perundang-undangan yang
terbagi dalam 3 bagian yaitu :
i. Proses Perundang-undangan Gesetzgebungsverfahren)
ii. Metode Perundang-undangan Gesetzgebungsmethode)
iii. Teknik Perundang-undangan (Gesetzgebungstechnik)
Dengan demikian Ilmu Perundang-undangan (IP)
mempelajari pembentukan peraturan Perundang-
undangan yang dimulai dari peristilahan (terminology
atau glossary) dan ruang lingkup undang-undang,
norma hukum, norma hukum dalam negara, sistem
norma hukum di suatu negara yang dalam hal ini adalah
Indonesia, hierarki peraturan Perundang-undangan ,
lembaga negara dan lembaga pemerintah baik sebelum
maupun sesudah perubahan UUD 1945, jenis peraturan
Perundang-undangan, fungsi peraturan Perundang-
undangan, materi muatan dan asas-asas pembentukan
peraturan Perundang-undangan.

2. Jelaskan perbedaan yang dimiliki oleh norma


hukum dibanding dengan norma lainnya!
Jawaban :
Norma atau kaidah adalah tata-cara berperilaku
seseorang terhadap orang lain atau terhadap/dalam
lingkungannya yang di masyarakat Indonesia berlaku
norma adat, norma moral/kesopanan/kesusilaan,
norma agama dan norma hukum.

Perbedaan antara norma hukum dengan norma lainnya


:

Norma Hukum Norma Lainnya


1. Berlaku bagi seluruh Berlaku bagi masyarakat
masyarakat dalam yang menjalankan
suatu negara yang norma tersebut seperti
berarti norma hukum adat Minang bagi orang
tidak membedakan Minang, agama Hindu
individu dari gender, bagi pemeluk Hindu.
suku, adat dan agama. Sebagai contoh bagi
Contoh semua orang pemeluk agama Hindu
yang mengendarai Bali dilarang makan
kendaraan bermotor daging sapi atau adat
harus memiliki SIM Minang memakai garis
(Surat Ijin Mengemudi) ibu/perempuan
sesuai dengan jenis (matrilineal) dalam
dan golongan urusan warisan keluarga.
kendaraannya.
2. Bersifat heteronom Bersifat otonom artinya
artinya aturan aturan berperilaku yang
berperilaku yang dari berasal dari individu itu
luar individu yaitu sendiri seperti norma
aturan negara seperti adat perkawinan Minang
harus memiliki SIM yang meminang pria
(surat ijin mengemudi) oleh wanita sedangkan
jika akan mengendarai adat perkawinan Jawa
kendaraan bermotor. yang meminang adalah
Dalam hal ini tindak pria terhadap wanita.
perilaku diatur dari luar Dalam hal ini tindak
diri individu perilaku muncul dari
(heteronom). dalam diri individu
(otonom).
3. Dapat dilekati dengan Tidak dapat dilekati
sanksi pidana maupun dengan sanksi pidana
sanksi fisik. Misalnya maupun sanksi fisik. Jika
berkendaraan tidak adat perkawinan baik
memiliki SIM akan Minang atau Jawa tidak
ditahan kendaraannya. dilakukan maka tidak
ada sanksi pidana atau
fisik yang ada hanya rasa
malu atau tidak pantas
bagi individu yang
mengalaminya.
4. Sanksi pidana atau Sanksi dating dari diri
sanksi pemaksa sendiri seperti rasa malu
dilaksanakan oleh atau perasaan bersalah.
apparat negara. Misal
pelaksana penerapan
sanksi adalah polisi
lalu-lintas terhadap
orang-orang yang
mengendarai
kendaraan tanpa
memiliki SIM

3. Jelaskan hierarki norma yang berjenjang dan


contohnya di Indonesia!
Jawaban :
Yang dimaksud dengan hierarki norma yang berjenjang
adalah norma itu berlaku, bersumber dan berdasar pada
norma yang diatasnya dan seterusnya sampai pada
suatu norma yang menjadi dasar dari semua norma
yang dibawahnya yang disebut norma dasar
(grundnorm) begitu juga sebaliknya yaitu norma dasar
selalu menjadi dasar dari norma yang dibawahnya dan
seterusnya sampai ke bawah. Norma Dasar ini tidak bisa
berubah karena merupakan norma dengan hierarki
tertinggi sehingga kalau berubah maka berubah semua
norma-norma yang ada dibawahnya yang pada akhirnya
merubah perilaku masyarakat yang meyakini dan
melaksanakannya dengan kata lain masyarakat tersebut
sudah berganti acuan normanya.
Teori hierarki norma yang berjenjang ini dikemukakan
oleh Hans Kelsen yang disebut Stufenbau des recht atau
Teori Jenjang Norma.

Contoh di Indonesia hierarki norma hukum adalah


sebagai berikut :

Di Indonesia yang dimaksud Norma Dasar adalah


Pembukaan UUD 45 yang berisikan Pancasila dan
cita-cita luhur bangsa Indonesia yang dalam
perjalanan sejarahnya hingga kini lebih sering
dipahami dan disebut sebagai Pancasila.

Hierarki dibawahnya Norma Dasar yang di Indonesia


adalah Pancasila mengikuti apa yang dimuat sesuai
dengan Pasal 7 ayat 1 UU No. 12 Tahun 2011 tentang
Pembentukan Peraturan Perundang-undangan maka
jenjang/hierarki perundang-undangan adalah sbb :

1) UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945


2) Ketetapan MPR
3) Undang-undang/PeraturanPemerintah
Pengganti Undang-undang
4) Peraturan Pemerintah
5) Peraturan Presiden
6) Peraturan Daerah Provinsi
7) Peraturan Daerah Kabupaten/Kota