Anda di halaman 1dari 4

http://www.ebiologi.com/2016/02/sejarah-penemuan-sel.

html

eBIOLOGI.COM

Membahas tentang Metabolisme, Evolusi, Bioteknologi, Sel, Jaringan, Organ, Keanekaragaman,


dan Ekosistem

 Home
 Ekosistem
 Klasifikasi
 Metabolisme
 Sistem Organ
 Hereditas
 Bioteknologi

Home » Sel » Sejarah Penemuan Sel dan Perkembangan Teori Sel Hingga Saat Ini

Sejarah Penemuan Sel dan Perkembangan


Teori Sel Hingga Saat Ini
Administrator
Add Comment
Sel
Monday, February 8, 2016
Sejarah penemuan sel diawali pada 1665. Saat itu, Robert Hooke –seorang ahli biologi
kebangsaan Belanda mengamati sebuah sayatan gabus batang tanaman Quercus suber
menggunakan mikroskop rancangannya. Dari pengamatan itu, ia kemudian menemukan adanya
banyak ruang kosong dengan dinding tebal sebagai pembatasnya. Ruang-ruang kosong yang
ditemukan Hooke ini, olehnya kemudian dinamai dengan istilah cellulae atau sel. Sel yang
ditemukan Robert Hooke sebetulnya adalah sel-sel gabus mati. Kendati begitu, hasil kerja Hooke
inilah yang kemudian membuka sejarah penemuan sel sehingga menjadi pioner dalam
perkembangan teori dan teknologi sel di masa kini.
Sejarah Penemuan Sel
Hasil kerja Hooke telah menarik minat Antonie van Leeuwenhoek (1632–1723) untuk
mempelajari lebih dalam tentang rahasia kehidupan terkecil di muka bumi. Ia merancang
mikroskop kecil berlensa tunggal untuk memuluskan niatannya. Mikroskop tersebut ia gunakan
untuk mengamati air rendaman jerami. Dari pengamatan yang dilakukannya, Antonie
menemukan adanya organisme yang bergerak-gerak dalam air yang diamatinya itu. Organisme
tersebut kemudian dinamai dengan istilah bakteri. Karena pengamatan tersebut Antonie van
Leeuwenhoek dianggap sebagai orang pertama yang menemukan sel hidup dalam sejarah
penemuan sel.

Perkembangan Teori dalam Sejarah Penemuan Sel

Dari penelitian yang dilakukan Robert Hooke dan Antonie van Leeuwenhoek, sejarah penemuan
sel dilanjut dengan perkembangan teori dan penemuan-penemuan baru. Beberapa ahli yang
mendalami teori sel tersebut misalnya Schleiden (1804–1881), Theodor Schwan (1810–1882),
Max Schultze (1825–1874), Rudolph Virchow (1821–1902), Robert Brown (1812), Felix
Durjadin (1835), dan Johanes Purkinye (1787–1869).

a. Sel Merupakan Kesatuan atau Unit Struktural Makhluk Hidup

Pada tahun 1829, Jacob Schleiden melakukan penelitian dan pengamatan terhadap mikroskopis
sel tumbuhan, sementara secara hampir bersamaan Theodor Schwan juga melakukan
pengamatan serupa dengan objek yang diamati berupa sel hewan. Dari pengamatan tersebut,
keduanya menari teori bahwa “sel merupakan kesatuan atau unit struktural mahluk hidup”.
Secara lebih jelas, teori tersebut dijabarkan sebagai berikut:

1. Setiap makhluk hidup terdiri dari sel.


2. Sel adalah unit struktural terkecil pada makhluk hidup.
3. Organisme bersel satu terdiri dari satu sel (uniseluler), organisme yang tersusun lebih dari
satu sel disebut organisme bersel banyak (multiseluler).

b. Sel Sebagai Unit Fungsional Makhluk Hidup

Penelitian mendalam tentang sel dilanjutkan oleh Max Schultze di tahun 1845. Penelitian yang
membuka babak baru dalam sejarah penemuan sel tersebut menghasilkan teori bahwa dalam sel
terdapat bagian bernama protoplasma. Protoplasma adalah dasar fisik kehidupan yang bukan
hanya bagian struktural sel, melainkan juga sebagai tempat berlangsung reaksi-reaksi biokimia
kehidupan. Berdasar hasil penelitian inilah Schultze mengemukakan teori bahwa sel adalah
kesatuan fungsional kehidupan.

c. Sel Sebagai Unit Pertumbuhan Makhluk Hidup

Pada tahun-tahun berikutnya, Rudolph Virchow juga melakukan penelitian mendalam terhadap
ilmu sel. Dari penelitian tersebut ia mengemukakan teori omnis cellula ex cellulae yang artinya
semua sel berasal dari sel sebelumnya. Dari teori tersebut, sejarah penemuan sel mengungkap
kenyataan baru bahwa sel adalah unit pertumbuhan makhluk hidup.

d. Sel Sebagai Unit Hereditas Makhluk Hidup

Kemajuan IPTEK telah mendorong penemuan unit-unit hereditas yang ada dalam inti cell atau
nukleus. Unit hereditas dalam sel yang disebut kromosom itu adalah unit pembawa sifat bagi
perkembangbiakan sel. Melalui penelitian beberapa orang berikut ini teori sel adalah unit
hereditas mahluk hidup menjadi kian berkembang.

1. Robert Brown (1812). Ahli biologi Skotlandia ini menemukan sebuah benda terapung
berukuran kecil di dalam cairan sel. Benda tersebut dianggapnya sebagai inti sel atau
nukleus.
2. Felix Durjadin (1835). Ahli biologi Belanda ini menemukan adanya cairan sel yang
terdapat di dalam membran sel. Cairan tersebut kini kita kenal dengan istilah
protoplasma.
3. Johanes Purkinye (1787–1869). Ahli biologi yang menjadi orang pertama pengaju
istilah protoplasma.

Demikianlah uraian mengenai sejarah penemuan sel serta perkembangan teori seputar sel.
Penemuan-penemuan lebih lanjut mengenai sel mungkin akan dibarukan kembali di masa depan
seiring dengan kemajuan teknologi mikroskop. Oleh karenanya, motivasilah diri Anda dan terus
berkarya sehingga mungkin Andalah yang akan tercantum sebagai ahli baru dalam teknologi sel
di masa mendatang.