Anda di halaman 1dari 13

PENILAIAN AKREDITASI RUMAH SAKIT OLEH KARS VERSI STANDAR 2012 (JCA)

Di susun Oleh:
KELOMPOK III
1. Ester Violina Simanjuntak
2. Fitri Krisdiana Saragih
3.Renni Siagian
4. Parsaoran Nababan
5. Supandi Nasution
AKADEMI PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN
IMELDA MEDAN
T.A 2013/2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkatnya sehingga kami
mampu menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang telah di rencanakan. Makalah ini saya
buat dalam rangka memenuhi salah satu syarat penilaian mata kuliah PSRM V. Yang meliputi nilai
tugas, nilai kelompok, nilai individu, dan nilai keaktifan.
Penulis berusaha sesuai kemampuan yang ada untuk menyusun makalah ini dan penulis
menyadari masih jauh dari yang diharapkan baik segi isi, penulisan dan tata bahasanya. Untuk itu di
harapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersikap membangun.
Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Medan, 9 oktober 2013


Penulis

Kelompok III

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR.............................................................................. i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN....................................................................... 1
1.1 Latar Belakang......................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................... 1
1.3 Tujuan...................................................................................... ` 2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................... ` 3
2.1 Pengertian ............................................................................... 3
2.1.1 Pengertian Akreditasi..................................................... 3
2.1.2 Pengertian Komisi Akreditasi Rumah Sakit................... 4
2.1.3 Manfaat Akreditasi Rumah Sakit................................... 14
2.2 Standar Akreditasi Rumah Sakit Versi JCI............................. 5
2.2.1 Akreditasi Tingkat Dasar .............................................. 5
2.2.2 Akreditasi Tingkat Lanjut ............................................ 5
2.2.3 Akreditasi Tingkat Lengkap ......................................... 5
2.3 Maksud dan Tujuan Inisiatif Akreditasi JCI........................... 5
BAB III PENUTUP................................................................................... 17
3.1 Kesimpulan.............................................................................. 17
DAFTAR PUSTAKA............................................................................... 18

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) adalah lembaga independen pelaksana akreditasi
rumah sakit yang bersifat fungsional, non struktural dan bertanggung jawab kepada Menteri
Kesehatan. KARS tersebut dibentuk pertama kali pada tahun 1995 dan setiap 3 (tiga) tahun
peraturan diperbarui, yang terakhir diperbarui melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
417 / Menkes / Per / II / 2011 tentang Komisi Akreditasi Rumah Sakit, dengan tugas dan fungsi
melaksanakan akreditasi di Indonesia. Akreditasi Rumah Sakit pertama kali dilaksanakan pada
tahun 1995, dengan 5 pelayanan kemudian pada tahun 1998 bertambah menjadi 12 pelayanan dan
pada tahun 2001 menjadi 16 pelayanan. Namun sejalan dengan peningkatan tuntutan masyarakat
terhadap pelayanan yang berfokus kepada pasien. Maka diperlukan perubahan paradigma
akreditasi yang berfokus kepada provider menjadi akreditasi yang berfokus kepada pasien.
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan di titik berat kan pada standart penilaian akreditasi rumah Sakit oleh Komisi
Akreditasi Rumah Sakit ( KARS) versi Standart 2012 dalam Joint Commission International (JCI)
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui Apa Itu KARS
2. Untuk mengetahui Penilaian Akreditasi Rumah Sakit
3. KARS Versi Standart 2012 dalam JCI
4. Bagaimana cara penilaian Akreditasi Rumah sakit oleh KARS Versi Standar 2012 dalam JCI

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN
2.1.1 Pengertian Akreditasi
Akreditasi Rumah Sakit adalah suatu proses dimana suatu lembaga independen baik dari
dalam atau pun luar negeri, biasanya non pemerintah, melakukan assesment terhadap rumah sakit
berdasarkan standar akreditasi yang berlaku. Rumah sakit yang telah terakreditasi akan
mendapatkan pengakuan dari Pemerintah karena telah memenuhi standar pelayanan dan
managemen yang ditetapkan. Itulah yang dimaksud dengan pengertian Akreditasi RumahSakit.
Undang-Undang Kesehatan No 44 Tahun 2009 Pasal 40 Ayat 1 menyatakan bahwa dalam upaya
peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3
tahun sekali. Dengan semakin kritisnya masyarakat Indonesia dalam menilai mutu pelayanan
kesehatan, maka Kementrian Kesehatan RI khususnya Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan
memilih dan menetapkan Sistem Akreditasi Rumah Sakit yang mengacu kepada akreditasi
JCI (Joint Commission International).
2.1.2 Pengertian Komisi Akreditasi Rumah Sakit
Ada juga sebutan mengenai Akreditasi KARS. Akreditasi KARS atau Komisi Akreditasi
Rumah Sakit ini dalah merupakan suatu lembaga independen dalam negeri sebagai pelaksana
akreditasi RS yang bersifat fungsional dan non-struktural. Sedangkan yang dimaksud dengan JCI
(Joint Commission International) adalah merupakan badan akreditasi non profit yang berpusat di
Amerika Serikat dan bertugas menetapkan dan menilai standar performa para pemberi pelayanan
kesehatan. Survei Akreditasi Rumah Sakit yang dilakukan oleh KARS akan meliputi beberapa hal
sebagai berikut yaitu : evaluasi dokumen, wawancara atau informasi verbal tentang pelaksanaan
standar, on site observasi pelayanan dan kegiatan, serta edukasi tentang pemenuhan standar
dan performance improvement.
2.1.3 Manfaat Akreditasi Rumah Sakit
1. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit yang bersangkutan
karena berorientasi pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
2. Proses administrasi, biaya serta penggunaan sumber daya akan menjadi lebih efisien.
3. Menciptakan lingkungan internal RS yang lebih kondusif untuk penyembuhan, pengobatan
danperawatan pasien.
4. Mendengarkan pasien dan keluarga, sera menghormati hak-hak pasien serta melibatkan merk
dalam proses perawatan.
5. Memberikan jaminan, kepuasan serta perlindungan kepada masyarakat atas pemberian pelayanan
kesehatan.
Untuk Akreditasi RS 2012 tahun yang kemarin resmi peluncurannya oleh Menteri
Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH di Hotel Bidakara, bertepatan dengan
acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2012 tanggal 1 Maret. Untuk versi 2012 ini, KARS (Komisi
Akreditasi Rumah Sakit) mengadopsi penuh StandarAkreditasi Rumah Sakit Versi JCI (Joint
Commission International) ditambah tiga point MDGs (Millenium Development Goals).
2.2 Standar Akreditasi Rumah Sakit Terbaru Versi JCA
Berdasarkan Standar Akreditasi Versi 2007, terdapat tiga tahapan dalam pelaksanaan
akreditasi yaitu : Akreditasi Tingkat Dasar, Akreditasi Tingkat Lanjut
serta Akreditasi Tingkat Lengkap.

2.2.1 Akreditasi Tingkat Dasar

Akreditasi Tingkat Dasar menilai 5 kegiatan pelayanan di rumah sakit yaitu :


1. Administrasi dan Manajemen
2. Pelayanan Medis
3. Pelayanan Keperawatan
4. Pelayanan Gawat Darurat
5. Rekam Medik

2.2.2 Akreditasi Tingkat Lanjut

Akreditasi Tingkat Lanjut menilai 13 kegiatan pelayanan di rumah sakit yaitu :


1. Administrasi dan Manajemen
2. Pelayanan Medis
3. Pelayanan Keperawatan
4. Pelayanan Gawat Darurat
5. Rekam Medik
6. Farmasi
7. Radiologi
8. Kamar Operasi
9. Pengendalian Infeksi
10. Pelayanan Infeksi
11. Pelayanan Resiko Tinggi
12. Laboratorium
13. Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana (K-3)

2.2.3 Akreditasi Tingkat Lengkap

Akreditasi Tingkat Lengkap menilai 17 kegiatan pelayanan di rumah sakit yaitu :


1. Administrasi dan Manajemen
2. Pelayanan Medis
3. Pelayanan Keperawatan
4. Pelayanan Gawat Darurat
5. Rekam Medik
6. Farmasi
7. Radiologi
8. Kamar Operasi
9. Pengendalian Infeksi
10. Pelayanan Infeksi
11. Pelayanan Resiko Tinggi
12. Laboratorium
13. Keselamatan Kerja, Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana (K-3)
14. Pelayanan Intensif
15. Pelayanan Transfusi Darah
16. Pelayanan Rehabilitasi Medik
17. Pelayanan Gizi

Rumah sakit boleh memilih akan melaksanakan akreditasi tingkat dasar (5 pelayanan), tingkat
lanjut (13pelayanan) atau tingkat lengkap (17 pelayanan) tergantung kemampuan, kesiapan dan
kebutuhan rumah sakit baik pada saat penilaian pertama kali atau penilaian ulang setelah
terakreditasi. Berdasarkan Standar Akreditasi Versi 2007 ini, sertifikasi yang diberikan kepada rumah
sakit berupa : tidak terakreditasi, akreditasi bersyarat, akreditasi penuh dan akreditasi istimewa.

Tidak terakreditasi artinya hasil penilaian mencapai 65% atau salah satu kegiatan pelayanan
hanya mencapai 60%. Akreditasi bersyarat artinya penilaian mencapai 65% - 75% dan berlaku satu
tahun. Akreditasi penuh artinya hasil penilaian mencapai 75% dan berlaku selama 3 tahun. Akreditasi
istimewa diberikan apabila dalam tiga tahun berturut-turut rumah sakit mencapai nilai terakreditasi
penuh dan status ini berlaku selama 5 tahun. Rumah sakit wajib melaksanakan akreditasi minimal 6
bulan setelah SK perpanjangan izin keluar dan 1 tahun setelah SK izin operasional.

Manfaat implementasi Standar Akreditasi Versi 2007 ini terutama ditujukan bagi penerima
layanan kesehatan pasien. Selain bermanfaat bagi pasien, akreditasi juga bemanfaat bagi petugas
kesehatan di rumah sakit, bagi rumah sakit itu sendiri, bagi pemilik rumah sakit dan bagi perusahaan
asuransi. Bagi tenaga kesehatan di rumah sakit, akreditasi berfungsi untuk menciptakan rasa aman
bagi mereka dalam melaksanakan tugasnya. Mereka akan merasa aman karena sarana dan
prasarana yang tersedia di rumah sakit sudah memenuhi standar sehingga tidak akan
membahayakan diri mereka. Selain itu, sarana dan prasarana yang sesuai standar juga sangat
membantu mempermudah proses kerja mereka. Bagi rumah sakit, akreditasi bermanfaat sebagai alat
untuk negosiasi dengan pihak ketiga misalnya asuransi atau perusahaan. Dalam hal ini, akreditasi
bisa dibilang berfungsi sebagai salah satu alat berpromosi. Bagi pemilik rumah sakit, akreditasi
berfungsi sebagai alat untuk mengukur kinerja pengelola rumah sakit. Sedangkan bagi perusahaan
asuransi, akreditasi bermanfaat sebagai acuan dalam memilih dan mengadakan kontrak dengan
rumah sakit. Perusahaan asuransi enggan mempertaruhkan nama baiknya dihadapan kliennya
dengan memilih rumah sakit berpelayanan buruk.

Dalam penerapannya, Standar Akreditasi Versi 2007 memiliki banyak kekurangan. Seperti
dilansir dalam situs Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), standar akreditasi versi 2007 lebih
berfokus pada penyedia layanan kesehatan (Rumah Sakit), kuat pada input dan dokumen namun
lemah dalam implementasi dan dalam proses akreditasi kurang melibatkan petugas. Untuk menutupi
kekurangan ini, KARS mengembangkan standar akreditasi versi 2012. Standar akreditasi versi 2012
ini memiliki kelebihan yaitu :
1. Lebih berfokus pada pasien
2. Kuat dalam proses
3. Output dan Outcome
4. Kuat pada implementasi serta melibatkan seluruh petugas dalam proses akreditasinya

Dengan adanya perbaikan ini diharapkan rumah sakit yang lulus proses akreditasi versi 2012
ini benar-benar dapat meningkatkan mutu pelayanannya dengan lebih berfokus pada keselamatan
pasien. Standar akreditasi 2012 ini mirip dengan standar akreditasi internasional. Dalam standar
akreditasi baru ini terdapat 4 kelompok standar yang terdiri dari 1.048 elemen yang akan dinilai.
Keempat kelompok standar akreditasi rumah versi 2012 yaitu :

1. Kelompok Standar Pelayanan Berfokus Pada Pasien

Dalam kelompok standar pelayanan berfokus pada pasien, komponen penilaian selain berfokus pada
hal – hal terkait pelayanan pasien dan keluarga, mulai dari pemenuhan hak-hak pasien, pendidikan
pasien dan keluarga sampai ke pelayanan yang akan diberikan kepada pasien.
2. Kelompok Standar Manajemen Rumah Sakit

Pada kelompok standar manajemen rumah sakit, komponen yang dinilai misalnya upaya manajemen
untuk memberikan dukungan agar rumah sakit dapat memberi pelayanan yang baik kepada pasien.

3. Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit

Sasaran keselamatan pasien di rumah sakit dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pelayanan lebih
baik dan memperhatikan keselamatan pasien. Jangan sampai pasien yang datang ke rumah sakit
membawa pulang penyakit lagi.

4. Sasaran Millenium Development Goals

Sasaran Millenium Development Goals merupakan komponen penilaian tambahan dalam standar
akreditasi rumah sakit khusus di Indonesia. Sasaran-sasarannya berupa penurunan angka kematian
ibu dan bayi, penurunan kasus HIV dan AIDS serta pengendalian tuberkulosis.

Tingkat-tingkat kelulusan berdasarkan Standar Akreditasi Versi 2012 adalah dasar, madya,
utama dan paripurna. Tingkat paripurna adalah tingkat kelulusan tertinggi yang dapat diraih oleh
rumah sakit. Dalam pelaksanaan akreditasi rumah sakit menggunakan standar akreditasi versi 2012
ini, surveyor akan menemui pasien untuk mencari bukti adanya peningkatan mutu pelayanan rumah
sakit yang berfokus pada keselamatan pasien. Bila tidak ditemukan bukti, maka proses penilaian tidak
akan lanjut ke komponen lain. Saat ini seluruh rumah sakit memiliki kewajiban untuk menjaga mutu
pelayanannya dengan melaksanakan akreditasi minimal setiap 3 tahun sekali.

Manfaat langsung dari implementasi Standar Akreditasi Versi 2012 adalah rumah sakit akan
lebih mendengarkan keluhan pasien dan keluarganya. Rumah sakit akan lebih "lapang dada"
menerima kritik dan saran dari pasien dan keluarganya, tidak lagi menjadi pihak yang selalu benar.
Rumah sakit juga akan lebih menghormati hak-hak pasien dan melibatkan pasien dalam proses
perawatan sebagai mitra. Dalam hal ini, pasien dan keluarganya akan diajak berdiskusi dalam
menentukan perawatan terbaik sesuai kondisi pasien saat ini.

Implementasi standar akreditasi versi 2012 juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan
masyarakat bahwa rumah sakit telah melakukan upaya peningkatan mutu pelayanan berdasar
keselamatan pasien. Selain itu, implementasi Standar Akreditasi Versi 2012 juga akan menciptakan
lingkungan kerja yang aman dan efisien sehingga berkontribusi terhadap kepuasan karyawan. Rumah
sakit yang telah lulus Akreditasi Versi 2012 akan memiliki modal negosiasi dengan perusahaan
asuransi kesehatan dan sumber pembayar lainnya dengan lengkapnya data tentang mutu pelayanan
rumah sakit. Implementasi Standar Akreditasi Versi 2012 akan dapat menciptakan budaya belajar
dengan adanya sistem pelaporan yang tepat dari kejadian yang tidak diharapkan di rumah sakit.
Manfaat lain dari implementasi standar akreditasi versi 2012 adalah terbangunnya kepemimpinan
kolaboratif yang menetapkan kualitas dan keselamatan pasien sebagai prioritas dalam semua tahap
pelayanan.

Tahapan yang perlu dilakukan dalam penyelenggaraan akreditasi adalah :

1. Pembinaan Akreditasi oleh Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan

Tahap pembinaan akreditasi bertujuan untuk menyiapkan sistem pelayanan di rumah sakit. Hasil
pembinaan berupa rekomendasi yang mencakup aspek hukum atau aspek manajemen pelayanan
yang bisa digunakan untuk mengetahui apakah rumah sakit perlu bimbingan atau tidak.

2. Bimbingan Akreditasi oleh Surveyor Pembimbing

Tahap bimbingan akreditasi bertujuan untuk memberikan penjelasan, pemahaman dan penerapan
standar pelayanan yang menjadi item penilaian dalam akreditasi. Hasil bimbingan ini berupa
rekomendasi tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan rumah sakit dan dokumen yang perlu
disediakan untuk mencapai akreditasi. Bila masih membutuhkan bimbingan, rumah sakit berhak untuk
meminta bimbingan dari konsultan luar selain KARS untuk mendapat bimbingan lebih intensif.

3. Survei Akreditasi oleh Surveyor Akreditasi

Tahap survei akreditasi merupakan saatnya penilaian terhadap pemenuhan standar rumah sakit
menggunakan instrumen akreditasi yang dikeluarkan oleh KARS. Survei akreditasi dilakukan oleh
KARS sedangkan sertifikasi diberikan oleh Dirjen Pelayanan Medik DEPKES RI berdasarkan
rekomendasi KARS. Rumah sakit tidak dapat memilih surveyor akreditasi untuk menjamin objektivitas
penilaian.
4. Pendampingan Pasca Akreditasi oleh Tim Pendampingan yang terdiri dari KEMESKES, KARS
(Komite Akreditasi Rumah Sakit), PERSI daerah dan Dinas Kesehatan

Tahap pendampingan pasca akreditasi bertujuan menindaklanjuti rekomendasi hasil survei akreditasi
agar rumah sakit yang telah terakreditasi dapat meningkatkan mutu pelayanan yang masih dibawah
standar dan tetap mempertahankan mutu pelayanan yang sudah tercapai. Pendampingan
dilaksanakan secara berkala minimal 6 bulan pasca survey akreditasi.

Selain diakreditasi dengan standar nasional, beberapa rumah sakit di Indonesia khususnya
rumah sakit pemerintah juga akan diakreditasi menggunakan standar internasional. Sebenarnya telah
banyak rumah sakit di Indonesia yang terakreditasi secara internasional namun kebanyakan rumah
sakit swasta. Kondisi ini semakin menanamkan kesan bahwa rumah sakit pemerintah memang kurang
layak dipercaya dan kurang mampu memberikan pelayanan terbaik baik masyarakat. Rencananya
tujuh rumah sakit besar pemerintah akan dipersiapkan untuk Akreditasi Internasional pada tahun
2013.

Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah bekerjasama dengan lembaga akreditasi internasional
yaitu Joint Commission International (JCI) dari Amerika Serikat. JCI dipilih karena paling banyak
berafiliasi dengan berbagai rumah sakit besar di dunia dan merupakan salah satu lembaga akreditasi
yang dianggap berpengalaman. Akreditasi internasional ini bertujuan untuk "menyetarakan" mutu
pelayanan rumah sakit pemerintah dengan rumah sakit internasional. Dengan adanya akreditasi
internasional ini diharapkan tumbuh pula kepercayaan dan pengakuan dari masyarakat bahwa rumah
sakit pemerintah mampu memberikan layanan kesehatan terbaik. Dengan pengakuan ini diharapkan
dapat membendung arus masyarakat yang berlomba-lomba berobat ke luar negeri. Dengan adanya
akreditasi internasional ini, pemerintah menjamin adanya peningkatan mutu layanan kesehatan di
rumah sakit pemerintah tanpa diiringi dengan kenaikan harga. Kedepannya, tidak hanya rumah sakit
swasta atau pemerintah yang akan mendapat akreditasi tetapi juga Rumah Sakit TNI atau Polri dan
Rumah Sakit pendidikan. Terutama rumah sakit pendidikan, penting untuk mendapatkan akreditasi
untuk membuktikan bahwa pelayanan yang diberikan rumah sakit ini memang benar-benar
merupakan layanan bermutu. Adanya akreditasi bagi Rumah Sakit Pendidikan juga diharapkan dapat
meluruskan anggapan masyarakat bahwa mereka akan menjadi "kelinci percobaan" bila menjadi
pasien di rumah sakit tersebut.
Untuk mendapatkan tingkat kelulusan akreditasi yang baik diperlukan adanya kerja sama
antar semua pihak di rumah sakit. Semua staf rumah sakit mulai dari pimpinan puncak sampai staff
lapis terbawah harus memiliki semangat yang sama dalam mewujudkannya. Pimpinan puncak hingga
ke staff lapisan bawah harus memiliki pemahaman yang sama mengenai alasan dilaksanakannya
akreditasi. Jangan sampai ada pihak yang menganggap bahwa akreditasi ini akan menjadi beban
yang menambah-nambah kerjaan mereka karena harus bekerja sesuai standar-standar akreditasi.
Sejatinya, standar-standar yang dijadikan komponen penilaian dalam survei akreditasi adalah untuk
dipenuhi dan diimplementasikan dalam jangka panjang bukan hanya pada saat survei akreditasi.
Dengan adanya kerjasama dan semangat yang sama tinggi dari semua pihak di rumah sakit bukan
hal mustahil akan terciptanya layanan kesehatan berkualitas tinggi yang langgeng bagi masyarakat.

2.3 Maksud dan Tujuan Inisiatif Akreditasi JCI


Akreditasi JCI adalah berbagai inisiatif yang dirancang untuk menanggapi meningkatnya
kebutuhan seluruh dunia akan sebuah sistem evaluasi berbasis standar di bidang perawatan
kesehatan. Tujuannya adalah untuk menawarkan kepada masyarakat internasional proses objektif
untuk mengevaluasi organisasi pelayanan kesehatan yang berbasis standar. Dengan demikian
diharapkan program ini akan menstimulasi perbaikan yang berkelanjutan dan terus-menerus dalam
organisasi-organisasi pelayanan kesehatan lewat penerapan Standar-
Standar KonsensusInternasional, Sasaran Internasional Keselamatan Pasien (International Patient
Safety Goals) didukung oleh pengukuran data sebagai tambahan untuk standar bagi rumah sakit
yang terdapat di edisi keempat ini, JCI juga telah mengembangkan standar dan program akreditasi
sebagai berikut :
1. Rawat Jalan (Ambulatory Care)
2. Laboratorium Klinik (Clinical Laboratories)
3. Pusat Pelayanan Primer (Primary Care Center)
4. Perawatan Berkelanjutan (The CareContinuum; perawatan di rumah, hidup dengan dibantu,
perawatan jangka panjang, perawatan di rumah sakit hingga ajal menjemput)
5. Pelayanan Transportasi Medik (Medical Transport Organization)
JCI juga menawarkan sertifikasi program perawatan klinis, seperti program untuk
perawatan stroke, perawatan jantung, atau penggantian sendi. Program akreditasi JCI didasarkan
pada kerangka kerja standar internasional yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal.Semua
akreditasi JCI dan program sertifikasi bercirikan sebagai berikut:
1. Standar konsensus internasional, dikembangkan dan dikelola oleh sebuah badan internasional, dan
disetujui Dewan internasional, yang merupakan dasar program akreditasi.
2. Filosofi yang mendasari standar didasarkan pada prinsip manajemen bermutu yang terus-menerus
diperbaik mutunya.
3. Proses akreditasi ini dirancang untuk mengakomodasi faktor hukum, agama, dan/atau faktor
budaya di sebuah negara tertentu. Meski standar yang diterapkan bersifat seragam demi harapan
tinggi untuk keselamatan dan kualitas perawatan pasien, proses akreditasi juga
mempertimbangkan sejauh mana kondisi khas negara tertentu dapat memenuhi harapan tinggi
tersebut.
4. Tim survei lapangan dan penentuan agenda survei akan bervariasi tergantung pada besar-kecilnya
organisasi pelayanan kesehatan dan jenis layanan yang diberikan. Sebagai contoh, sebuah
rumah sakit yang memiliki berbagai spesilis yang cukup banyak mungkin memerlukan survei
empat atau lima hari oleh dokter, perawat, dan administrator, sementara rumah sakit dengan 50
tempat tidur dan spesialisasi di satu bidang mungkin hanya memerlukan survei lebih pendek
dengan tim yang lebih kecil.
5. Akreditasi JCI ini dirancang agar absah, dapat dipercaya, dan objektif. Berdasarkan analisis hasil
survei, keputusan akreditasi akhir dibuat oleh komite akreditasi internasional.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Akreditasi merupakan suatu proses perjalanan tanpa akhir, yang bertujuan meningkatkan
mutu pelayanan dan keselamatan, dengan memberikan pelayanan berfokus pada pasien dan
dengan budaya dan semangat Continuous improvement.
Kiat mempersiapkan RS menyongsong akreditasi versi 2012 adalah:
1. Membangun komitmen seluruh jajaran rumah sakit,baik pemilik
direksi, staf medis, staf keperawatan dan seluruh staff rumah sakit
2. Menyusun personil dan pokja yang bertanggung jawab terhadap penyusunan kebijakan dan
prosedur serta implementasi dan monitoring terhadap standar akreditasi
3. Melaksanakan telusur internal

4. Bila perlu meminta bimbingan dan survei simulasi dari KARS

Beri Nilai