Anda di halaman 1dari 2

Bab II

PERLAWANAN PARA KORBAN DAN MASYARAKAT

1. Perlawanan di luar Eropa


Adalah sebuah tradisi bahwa “pemenanglah” yang akan menuliskan buku sejarah.
Umpamanya, versi sejarah yang diajarkan di Eropa Barat hanya sedikit saja yang mengetahui
tentang periode penderitaan dan pelawanan para korban merebaknya pasar kapitalis global.
Maksudnya adalah bahwa demikian juga cerita (sejarah) tentang kapitalis global,
“dimenangkan” oleh pelakunya dan bukan para korban dan masyarakat yang mengadakan
perlawanan. Bentuk perjuangan dan perlawanan oleh para korban dalam menghadapi budaya
pasar ialah melalui solidaritas dalam lingkungan keluarga. Berbagai bentuk budaya
memungkinkan beberapa pejuang untuk tetap hidup didalam perjuangan dalam perlawanan
mereka.
Para pelaku penyebab kapitalis ialah bangsa-bangsa Eropa. Sementara yang menjadi
contoh korbannya didalam buku ini ialah: Florence (revolusi Ciompi), Penduduk Indian
(perbudakan kapitalis encomiendas), Haiti (satu-satunya kasus pembebeasan budak) dan
Paraguay. Kesimpulannya Eropa melakukan banyak penaklukan yang berakibat negara-
negara taklukan dinamakan negara “Dunia Ketiga”. Ini seolah-olah bahwa perlawanan non
Eropa tidak berujung Pangkal. Nyatanya tidak satupun strategi perlawanan bangsa non-Eropa
mampu menangkis kapitalisme Eropa-Amerika Utara- Jepang (menjiplak Barat).
2. Perlawanan di Eropa

Polanyi menunjukkan bahwa “mengasumsikan ekonomi pasar kapitalis yang


mengatur sendiri itu pada dasarnya penting, tumbuh dari kepentingan sejarah, atau bahkan
muncul dimana saja dalam bentuk yang murni” adalah hanya fiksi. Meskipun liberalisme dan
neo-liberalisme mengklaim bahwa pasar mengatur dirinya sendiri, ini sesungguhnya tidak
diperkenalkan dan diatur oleh negara pedagang, tetapi juga selalu dibarengi gerakan
perlindungan, yang memaksa pasar melakukan tindakan pengaturan, yang ragamnya
mengatur pada kekuatan lawannya.

Contoh: Gerakan buruh pada abad ke-19, setelah gagalnya sistem Speenhamland,
sehingga diperkenalkannya tenaga kerja upahan produksi dan pasar bebas tenaga kerja.
Perlawanan datang dari kepentingan golongan masyarakat yang menderita sehingga mereka
melawan dengan berbagai cara termasuk perlawan melalui ekspresi budaya. Akan tetapi
kenyataannya ketergantungan kapitalis industri pada tenaga kerja menguatkan gerakan buruh

1
yang menentangdan memaksakan kompromi sosial terhadap sistem pasar. Salah satu
penyebab krisis ekonomi global (19219-1930-an) aalah jatuhnya usaha memperkenalkan
ekonomin pasar murni melalui garis leberalisme klasik.

Pasar dan Aturan-aturannya

J. Hirsch (Tidak adakah alternatif untuk kapitalisme ?), manafsiran arti kapitalisme terhadap
latar belakang berbagai bentuk masyarakat yang pernah ada. Dia maenkategorikan menjadi
tiga dasar, perbedaan bentuk fisiknya menjadi bentuk kapitalisme yang ada disuatu saat
tertentu dalam Sejarah: 1. Hubungan produksi kapitalis itu sendiri. 2. cara penimbunan. 3.
cara pengaturan.

Hubungan produksi kapitalis itu sendiri: hal ini tidak hanya ditentukan oleh transformasi
tenaga kerja upahan yang lain, tetapi juga oleh transformasi sumber daya alam (yang kalau
tidak memungkinkan, tidak perlu dibeli) menjadi nilai uang. Hal ini berakibat panjang
terhadap seluruh sistem masyarakat dengan sistem penunjang hidup alaminya.

Cara penimbunan: Yang dimungkinkan karena adanya persaingan dapat diterapkan pada dua
lingkup masyarakat – yaitu hubungan antara oemilik modal dengan tenaga kerja upahan, dan
transformasi ekonomi dari alam (tanah) menjadi nilai uang. Secar prinsipal, ketika
masyarakat menerima hubungan produksi kapitalis, mereka tidak dapat mengubah apapun
dari mekanisme ini, dampaknya akan ditanggung sendiri oleh mereka. Akibatnya akan jauh
bagi etika, teologi dan strategi perlawanan.

Cara pengaturan.: Didasarkan pada bentuk sosialisasi hubungan produksi kapitalis: produksi
pribadi, pertukaran barang, pemisahan modal dan tenaga kerja upahan. Hal ini
mengakibatkan munculnya uang, hukum danpersaingan sehingga terjadi bentuk umum dan
struktur pengaturan lembaga.

Sosialisme, Fasisme dan Keynesinisme

Uni Soviet pecah dari pasar global liberal tahun 1917, dan kekuatan dunia lain juga coba
mengikuti runtuhnya pasar global tahun 1929untuk mengembangkan bentuk kapitalisme
(nasional) yang teratur. Jerman dan negara lain memilih bentuk fasis, negara-negara industri
Barat memilih bentuk Keynes.