Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Ilmu Keperawatan. Volume III, No.

2, September 2015

PENGARUH SENAM HAMIL YOGA TERHADAP


KESIAPAN IBU HAMIL MENGHADAPI
PERSALINAN DI RSIA LIMIJATI BANDUNG
Eli Rusmita
Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung
Email: elirusmita@rocketmail.com

Abstract - The discomfort due to the physical and psychological changes in


pregnant women is one of the problems that arise during pregnancy, so that the
maternity nurse can provide nursing care by intervening yoga exercise during
pregnancy. Pregnancy yoga exercise can help prepare for the physical and
psychological condition of pregnant women in facing confinement. This research
studied the effect of pregnancy yoga exercise for the readiness of pregnant women
to face childbirth in RSIA Limijati Bandung. The design of this study is a
retrospective cohort study through purposive sampling and 96 samples using chi
square. This study showed a significant result (p = 0.014) so it can be
recommended in nursing care for pregnant women and more research is needed
regarding the benefits of yoga exercise in pregnancy.
Keywords: pregnancy yoga exercise, pregnant women, maternal readiness to face
childbirth

Abstrak - Ketidaknyamanan akibat terjadinya perubahan fisik dan psikologis


pada ibu hamil merupakan salah satu masalah yang muncul pada masa kehamilan,
sehingga perawat maternitas dapat memberikan asuhan keperawatan dengan
melakukan intervensi senam hamil yoga selama kehamilan. Senam hamil yoga
dapat membantu mempersiapkan kondisi fisik dan psikologi ibu hamil dalam
menghadapi persalinannya. Penelitian ini mempelajari pengaruh senam hamil
yoga terhadap kesiapan ibu hamil menghadapi persalinan di RSIA Limijati
Bandung. Desain penelitian ini adalah kohort retrospective study melalui
purposive sampling dan 96 sampel yang mengunakan chi square. Penelitian ini
menunjukkan hasil yang signifikan (p=0,014) sehingga dapat direkomendasikan
dalam asuhan keperawatan pada ibu hamil dan diperlukan penelitian lebih lanjut
terkait manfaat senam hamil yoga dalam kehamilan.
Kata kunci: Senam hamil yoga, ibu hamil, kesiapan ibu menghadapi persalinan

ISSN: 2338-7246 80
Jurnal Ilmu Keperawatan. Volume III, No. 2, September 2015

PENDAHULUAN kenyamanan serta keamanan dalam


berlatih sehingga memberikan
Masalah kematian dan kesakitan banyak manfaat (Krisnandi, 2010).
ibu di Indonesia masih merupakan Yoga adalah sejenis olah tubuh,
masalah besar. Namun dengan pikiran dan mental yang sangat
berbagai upaya yang membantu ibu hamil melenturkan
berkesinambungan dan kerja keras persendian dan menenangkan pikiran
bersama, angka kematian ibu (AKI) terutama dalam trimester III.
mengalami penurunan yang cukup Sedangkan menurut Indiarti (2009),
bermakna. Salah satu upaya yang senam hamil yoga memiliki lima
telah dilakukan sesuai dengan target cara yaitu latihan fisik yoga,
Millenium Development Goals pernafasan (pranayama), positions
(MDGs) pada tujuan ke-5 yaitu (mudra), meditasi dan deep relaksasi
meningkatkan kesehatan ibu. yang dapat digunakan untuk
Penyebab kematian ibu tersebut mendapatkan manfaat selama
karena kehamilan atau persalinan kehamilan yang dapat membantu
yang disebabkan oleh aspek medis, kelancaran dalam kehamilan dan
sosial, budaya dan agama. Salah satu kelahiran anak secara alami dan
aspek medis tersebut yaitu persalinan sehat.
dengan komplikasi. Komplikasi Senam hamil yoga selama
dalam kehamilan seperti kehamilan kehamilan dapat meningkatkan berat
ektopik, hyperemisis gravidarum, lahir dan mengurangi kejadian
abortus, eklampsia, plasenta previa prematur dan komplikasi persalinan
yang sangat mengancam nyawa ibu menurut Narendran (2009) dari
hamil. Dalam mengatasi penyebab Vivekananda Yoga Research
masalah tersebut diperlukan Foundation di Bangalore, dan
pendekatan yang berkualitas yang di rekannya yang mempelajari 169 ibu
mulai sejak perencanaan kehamilan hamil yang dilatih dalam pendekatan
dan selama masa kehamilan. terintegrasi untuk latihan senam
Salah satu intervensi hamil yoga dan 166 kelompok
keperawatan yang dilakukan adalah kontrol yang menerima perawatan
latihan fisik, seperti meditasi/yoga. kehamilan secara rutin dengan
Berlatih senam hamil yoga pada memberikan pelatihan yoga termasuk
masa ini merupakan salah satu solusi latihan berbagai teknik postur
self help yang menunjang proses ("asana"), relaksasi, latihan
kehamilan, kelahiran dan bahkan pernapasan dalam ("pranayama"),
pengasuhan anak yang dapat dan meditasi, yang dilakukan selama
dilakukan dalam kelas antenatal, 1 jam setiap hari. Terdapat 14%
yang merupakan sarana untuk belajar kelahiran prematur pada kelompok
kelompok tentang kesehatan ibu yoga dibandingkan dengan 29%
hamil, dalam bentuk tatap muka kelompok kontrol. Selain itu dalam
yang bertujuan meningkatkan suatu hasil penelitian menunjukkan
pengetahuan dan keterampilan bahwa yoga dan meditasi dapat
mengenai kehamilan, persalinan, mengurangi stress psikologis dan
perawatan nifas dan perawatan bayi cedera fisik selama masa kehamilan
baru lahir (Depkes, 2010). dan persalinan, termasuk kecemasan
Senam hamil yoga bagi dan rasa sakit (Amy E. B, et al,
kehamilan memfokuskan perhatian 2009)
pada ritme nafas, mengutamakan

ISSN: 2338-7246 81
Jurnal Ilmu Keperawatan. Volume III, No. 2, September 2015

METODE PENELITIAN kategori tidak berpasangan sehingga


di dapat 48 orang untuk masing-
Desain penelitian ini adalah masing kelompok dengan 5%
kohort dengan pendekatan kemungkinan drop out sehingga total
retrospective study yang merupakan sampel minimal 96 orang.
penelitian epidemiologis analitik Instrumen yang digunakan dalam
observasional yang menelaah penelitian ini adalah kuesioner
hubungan antara efek (penyakit atau karakteristik responden dan
kondisi kesehatan) tertentu dengan kuesioner kesiapan ibu hamil dengan
faktor risiko tertentu. Studi kohort empat item pernyataan yaitu tidak
retrospektif dilakukan dengan pernah, kadang-kadang, sering dan
menggunakan dua kelompok yaitu selalu.
kelompok study (sekelompok orang Analisis pada variabel-variabel
yang terpanjan faktor risiko) dan dalam penelitian ini dilakukan secara
kelompok kontrol (sekelompok univariat dan bivariat. Analisis
orang yang tidak terpajan faktor univariat digunakan untuk
risiko) (Sastrosmoro & Ismael, menjelaskan homogenitas dari
2010). karakteristik responden dan
Penelitian ini mengukur kesiapan ibu mengindentifikasi kesiapan Ibu
hamil yang dialami subjek saat akan hamil menghadapi persalinan.
menghadapi persalinan kemudian Analisis bivariat digunakan untuk
mengikuti apakah ibu melakukan mengetahui pengaruh/hubungan dari
senam hamil yoga selama kehamilan karakterisik responden dengan
atau tidak pada masa lampau. Data kesiapan ibu hamil menghadapi
diambil dengan menggunakan persalinan dan pengaruh senam
kuesioner untuk mendapatkan data hamil yoga terhadap kesiapan ibu
kesiapan ibu hamil dalam hamil menghadapi persalinan dengan
menghadapi persalinan yang mengunakan chi square.
signifikan dengan senam hamil yoga
berdasarkan kreteria inklusi HASIL DAN PEMBAHASAN
penelitian yaitu ibu hamil trimester
III (30 minggu sampai menjelang Penelitian dilakukan terhadap 96
persalinan), ibu hamil trimester III responden yaitu 48 ibu hamil yang
yang melakukan senam hamil yoga melakukan senam hamil yoga dan 48
saja pada trimester II kehamilan ibu hamil tidak melakukan senam
sampai dengan akhir kehamilan hamil yoga sebagai kontrol di RSIA
minimal 4 kali latihan yang Limijati Bandung. Pengumpulan
terprogram di rumah sakit, ibu hamil data dilakukan 10 Mei-12 Juni 2011.
trimester III sehat jasmani dan Hasil penelitian disajikan sebagai
rohani, ibu hamil trimester III yang berikut:
bersedia menjadi responden.
Populasi dalam penelitian ini 1. Uji homogenitas
adalah semua ibu hamil trimester III Pada penelitian ini paling banyak
yang memeriksakan diri di RSIA responden berusia 20-30 tahun
Limijati Bandung. Teknik yaitu sebanyak 84 orang
pengambilan sampel non probability (100,0%) terdiri dari 45 orang
sampling dengan pendekatan (53,6%) tidak melakukan senam
purposive sampling. Besar sampel hamil yoga dan 39 orang (46,4%)
dihitung mengunakan rumus analisis melakukan senam hamil yoga.

ISSN: 2338-7246 82
Jurnal Ilmu Keperawatan. Volume III, No. 2, September 2015

Paritas ibu hamil trimester III dibandingkan dengan ibu hamil usia
tidak merata paling banyak pada < 20 dan > 30 tahun (OR= 1,4).
kelompok nullipara 58 orang
(100,0%) yang terdiri dari 31 Hubungan paritas dengan kesiapan
orang (53,4%) melakukan senam ibu hamil menghadapi persalinan,
hamil yoga dan 27 orang (46,6%) berdasarkan hasil uji statistik
tidak melakukan senam hamil diperoleh bahwa tidak ada perbedaan
yoga. Status pendidikan pada ibu kesiapan ibu hamil menghadapi
hamil trimester III tidak merata, persalinan pada multipara dengan ibu
paling banyak pada kelompok nullipara (p=0,965; alpha=0,05
berpendidikan tinggi yaitu ;CI=95%). Ibu hamil multipara
sebanyak 93 orang (100,0%) memiliki peluang 0,9 kali kurang
yang terdiri dari 47 orang siap menghadapi persalinan
(50,5%) melakukan senam hamil dibandingkan ibu nullipara
yoga dan 46 orang (49,5%) tidak (OR=0,9).
melakukan senam hamil dan
pada status pekerjaan ibu hamil Hubungan pendidikan ibu dengan
trimester III paling banyak pada kesiapan menghadapi persalinan,
kelompok tidak bekerja yaitu berdasarkan hasil uji statistik
sebanyak 55 orang (100,0%) diperoleh bahwa tidak ada berbedaan
yang terdiri dari 28 orang kesiapan ibu hamil penghadapi
(50,9%) melakukan senam hamil persalinan yang berpendidikan tinggi
yoga dan 27 orang (49,1%) tidak dan rendah (p=1,000; alpha=0,05;
melakukan senam hamil yoga. CI=95%). Ibu hamil yang memilik
pendidikan tinggi berisiko 1,96 kali
2. Hubungan karakteristik kurang siap dalam menghadapi
responden dengan kesiapan ibu persalinan dibandingkan dengan ibu
hamil dalam menghadapi hamil yang berpendidikan rendah
persalinan pada kelompok ibu (OR=1,96).
hamil yang melakukan senam
hamil yoga dan yang tidak Hubungan pekerjaan dengan
melakukan senam hamil yoga kesiapan menghadapi persalinan,
di RSIA Limijati Bandung berdasarkan hasil uji statistik
diperoleh bahwa tidak ada perbedaan
Hubungan karakteristik umur kesiapan menghadapi persalinan
terhadap kesiapan ibu hamil pada ibu hamil yang bekerja dan
menghadapi persalinan, berdasarkan tidak bekerja (p=0,059; alpha=0,05;
hasil uji statistik diperoleh nilai CI= 95%). Ibu hamil yang tidak
(p=0,817; alpha=0,05; CI=95%) bekerja mempunyai peluang 2,4 kali
maka dapat disimpulkan bahwa tidak siap menghadapi persalinan
ada perbedaan umur dengan kesiapan dibandingkan dengan ibu hamil yang
ibu hamil menghadapi persalinan bekerja (OR=2,4).
pada kelompok usia 20-30 tahun
dengan kelompok < 20 dan > 30
tahun, ibu hamil usia 20-30 tahun
mempunyai peluang 1,4 kali siap ibu
hamil menghadapi persalinan

ISSN: 2338-7246 83
Jurnal Ilmu Keperawatan. Volume III, No. 2, September 2015

Tabel 1. Analisis hubungan antara karakteristik responden terhadap kesiapan


ibu hamil dalam menghadapi persalinan di RSIA Limijati Bandung

Variabel Kesiapan ibu hamil Total OR (95% CI) P


menghadapi persalinan value
Siap Kurang
siap
n % n % N %
Umur ibu 1,400 (0,411-4,765) 1 0,817
1. 20-30 42 50,0 42 50,0 84 100,0
2. < 20 dan > 30 5 41,7 7 58,3 12 100,0
Total 47 49,0 49 51,0 96 100,0
Paritas 0,900 (0,397-2,041) 1 0,965
1. Multipara 18 47,4 20 52,6 38 100,0
2. Nullipara 29 50,0 29 50,0 58 100,0
Total 47 49,0 49 51,0 98 100,0
Pendidikan 1,957 (0,172-22,338) 1 1,000
1. Tinggi 46 49,5 47 50,5 93 100,0
2. Rendah 1 33,3 2 66,7 3 100,0
Total 47 49,0 50 51,0 96 100,0
Pekerjaan 2,412 (1,050-5,537) 1 0,059
1. Bekerja 32 58,2 23 41,8 55 100,0
2. Tdk bekerja 15 36,6 26 63,4 41 100,0
Total 47 49,0 49 51,0 96 100,0

Tabel 1.2

Analisis hubungan antara senam hamil yoga dengan kesiapan ibu hamil
menghadapi persalinan di RSIA Limijati Bandung

Variabel Kesiapan ibu hamil Total OR (95% CI) p value


menghadapi persalinan
Sia Kurang siap
p
n % n % N %
Senam 3,039 (1,323-6,980) 1 0,014
hamil yoga
1. Ya 30 62,5 18 37,5 48 100,0
2. Tidak 17 35,4 31 64,6 48 100,0
Total 47 49,0 49 51,0 96 100,0

Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh bahwa ada perbedaan antara ibu hamil
yang ikutserta senam hamil yoga dengan yang tidak ikut senam hamil yoga
terhadap kesiapan menghadapi persalinan, atau ada hubungan antara ibu hamil
yang melakukan senam hamil yoga terhadap kesiapan menghadapi persalinan
(p=0,014; alpha=0,05; CI= 95%). Ibu hamil yang melakukan senam hamil yoga
3,04 kali lebih siap menghadapi persalinan bila dibandingkan dengan ibu hamil
yang tidak melakukan senam hamil yoga (OR=3,04).

ISSN: 2338-7246 84
Jurnal Ilmu Keperawatan. Volume III, No. 2, September 2015

PEMBAHASAN darah ke plasenta, penurunan


1. Karakteristik responden. hormon stress yang barasal dari
Peneliti menilai karakteristik ibu, dan penurunan produksi
responden pada kedua kelompok hormon yang memicu kelahiran
untuk menentukan apakah ibu pada prematur. Senam hamil yoga dan
kedua kelompok berbeda. Hasil meditasi dapat mengarahkan ibu
analisis pada uji homogenitas hamil lebih tenang dan aman
ditemukan tidak ada perbedaan karena mengurangi stress
yang signifikan (p>0,05) psikologis dan cedera fisik selama
karakteristik dari responden pada masa kehamilan dan persalinan,
kedua kelompok sehingga termasuk kecemasan dan rasa sakit.
membantu memastikan validitas
internal dari penelitian ini, bahwa 3. Pengaruh senam hamil yoga
kesiapan ibu hamil menghadapi terhadap kesiapan ibu hamil
persalinan adalah efek dari menghadapi persalinan di RSIA
keikutsertaan dalam senam hamil Limijati Bandung
yoga di RSIA Limijati Bandung.
Berdasarkan hasil penelitian
2. Hubungan karakteristik terdapat pengaruh senam hamil
responden dengan kesiapan ibu yoga terhadap kesiapan ibu hamil
hamil menghadapi persalinan di menghadapi persalinan, sehingga
RSIA Limijati Bandung hasil penelitian ini menunjukan
bahwa hipotesa null (H0) ditolak.
Skor kesiapan ibu hamil Penelitian ini sependapat dengan
menghadapi persalinan berdasarkan teori dan hasil penelitian yang
karakteristik responden tidak ada dikemukakan oleh Stoppard
perbedaan yang bermakna antara (2008); Amy and Kathryn (2008);
karakteristik umur, paritas, Siska (2009); Sindhu (2009) dan
pendidikan dan pekerjaan Wiadnyana (2011), yang
responden pengetahuan responden mengakatakan bahwa manfaat
yang diberi pendidikan kesehatan latihan yoga bagi ibu hamil,
dengan yang tidak diberikan bersalin dan nifas yaitu dapat
pendidikan kesehatan (p>α=0,05). meringankan edema dan kram yang
Berarti kesiapan ibu hamil sering terjadi pada bulan-bulan
menghadapi persalinan tidak terakhir kehamilan, membantu
dipengaruhi oleh umur, paritas, posisi bayi dan pergerakan,
pendidikan dan pekerjaan meningkatkan sistem pencernaan
responden tetapi di pengaruhi oleh dan nafsu makan, meningkatkan
keikutsertaan responden pada energi dan memperlambat
senam hamil yoga selama metabolisme untuk memulihkan
kehamilan. Hal ini sependapat ketenangan dan fokus, mengurangi
dengan penelitian-penelitian yang rasa mual, morning sickness dan
dilakukan dalam Amy, et al (2009), suasana hati, meredakan
yang mengatakan bahwa pengaruh ketegangan di sekitar leher rahim
dari latihan yoga dapat dan jalan lahir, yang berfokus pada
meningkatkan hasil kehamilan membuka pelvis untuk
yang meliputi peningkatan aliran mempermudah persalinan,

ISSN: 2338-7246 85
Jurnal Ilmu Keperawatan. Volume III, No. 2, September 2015

membantu dalam perawatan pasca Indiarti, MT. (2009). Panduan lengkap


kelahiran dengan mengembalikan kehamilan, persalinan dan
th
uterus, perut dan dasar panggul, perawatan bayi. (10 ed).
mengurangi ketegangan, cemas dan Yogyakarta: Diglossia media.
depresi selama hamil, persalinan
nifas dan ketidaknyamanan Krisnadi, sofie rifayani. (2010).
payudara. Sinopsis yoga untuk kehamilan:
sehat, bahagia dan penuh makna.
PENUTUP Http/www.bukukita.com.Jakarta.
Diakses kamis 13 januari 2011.
Pada penelitian ini terdapat hubungan
yang bermakna antara senam hamil Nerendran,S.(2009). Yoga improves
yoga dengan kesiapan ibu hamil pregnancy outcomes Source:
menghadapi persalinan di RSIA Journal of Alternative and
Limijati Bandung (p value=0,014; Complementary Medicine 2005;
alpha=0,05). Senam hamil yoga 11: 237-44. Diakses 13 januari
sebagai intervensi yang dapat 2011.
diterapkan dalam asuhan keperawatan
untuk membantu meningkatkan Sastrosmoro & Ismael. (2010). Dasar-
kesehatan dan kesejahteraan ibu hamil, dasar metodologi penelitian
mempersiapkan kondisi fisik dan klinis. (3th ed). Jakarta: Sagung
psikologis dalam menghadapi Seto.
persalinan dan dapat mengatasi
ketidaknyamanan yang timbul selama Sindhu, P. (2009). Yoga untuk
kehamilan. Penelitian lebih lanjut dapat kehamilan sehat, bahagia dan
dilakukan terkait dengan manfaat penuh makna. Seri
senam hamil yoga bagi kesejahteraan bugar.Bandung: Qonita, Mizan
ibu hamil. Pustaka.

DAFTAR PUSTAKA Siska, Connie. (2009). Siapa bilang


Amy E. B, et al. (2009). The effects of yoga sulit. Jakarta:Intisari
mindfulness-based yoga during Mediatama.
pregnancy on maternal
psychological and physical Stoppard, M. (2008). Conception
distress. http://jognn.awhonn.org. pregnancy and birth:
Diakses kamis 13 januari 2011. ensiklopedia kehamilan.
Surabaya:Erlangga.
Amy E. Beddoe 1 and Kathryn A. Lee.
(2008). Mind-body interventions Wiadnyana, M.S. (2011). The power
during pregnancy. JOGNN. of yoga for pregnancy and post-
http://jognn.awhonn.org. Diakses pregnancy. Gramedia
kamis 13 januari 2011. widiasarana Indonesia. Jakarta:
Taruna Grafika.
Depkes RI. (2010). Strategi akselerasi
pencapaian target MDGs
2015.http://www. target_mdgs.
Pdf. Diakses kamis 13 januari
2011.

ISSN: 2338-7246 86