Anda di halaman 1dari 4

Tugas 2 :

1. Work-back Procedure dan Mekanismenya


2. Lapping, Mekanisme dan Cara Menemukannya
3. Check Kitting, Mekanisme dan Cara Menemukannya

WORK-BACK PROSEDUR
Work-back prosedur biasanya dilakukan pada pengujian terhadap akun rinci dalam audit,
tepatnya pada pengujian subtantif terhadap kas. Ini dilakukan jika auditor tidak dapat datang di
perusahaan klien pada tanggal neraca, perhitungan kas dapat dilakukan oleh auditor tersebut pada
tanggal tertentu setelah tanggal neraca (misalnya tanggal 7 Februari 2020), dan kemudian
membuktikan eksistensi kas di tangan klien pada tanggal neraca dengan cara menarik mundur
dengan work –back procedure.

Mekanisme Work-Back Procedure

Dalam pengujian terhadap akun rinci, auditor menempuh prosedur audit berikut ini:
1. Menghitung Kas yang ada di tangan klien.
Dalam perhitungan kas, auditor harus memperhatikan hal berikut ini :
 Penghitungan kas harus dilakukan oleh auditor di muka pejabat yang bertanggung jawab
atas penyimpanan kas (kasir atau pemegang dana kas kecil)
 Hasil penghitungan kas harus dicatat di dalam Berita Acara Penghitungan Kas yang harus
segera ditandatangani oleh pejabat yang bertanggung jawab atas penyimpanan kassebagai
tanda:
 Disetujui olehnya mengenai jumlah kas seperti hasil penghitungan kas yang
dilakukan oleh auditor.
 Penerimaan kembali jumlah kas yang dihitung sesuai dengan yang tercantum di
dalam berita acara tersebut.
 Unsur-unsur yang tidak dimasukkan dalam unsure kas pada saat penghitungan kas adalah:
 Cek Mundur
 Perangko dan Materai
 Kas Bon

2. Melakukan rekonsiliasi catatan kas klien dengan rekening koran bank yang
bersangkutan.
Untuk membuktikan eksistensi saldo kas klien disimpan di bank, auditor menempuh prosedur
audit:
 Membuat atau meminta klien untuk membuat rekonsiliasi bank pada tanggal
neraca.
 Mengirim konfirmasi saldo kas di bank pada tanggal neraca.
Prosedur audit yang harus ditempuh oleh auditor jika meminta rekonsiliasi bank dari kliennya:
 Membandingkan saldo awal dan akhir kas menurut catatan klien yang tercantum di dalam
rekonsiliasi bank dengan saldo awal dan akhir yang tercantum di dalam akun Kas.
 Membandingkan saldo awal dan akhir kas menurut bank yang tercantum di dalam
rekonsiliasi bank dengan saldo awal dan akhir yang tercantum di dalam rekening koran
bank (bank statement).
 Membandingkan setoran kas ke bank menurut jurnal penerimaan kas dengan penerimaan
setoran oleh bank di dalam rekeningkoran untuk membuktikan ketelitian pencantuman
setoran dalam perjalanan (deposit in transit) yang tercantum dalam rekonsiliasi bank.
 Membandingkan cek yang dikeluarkan oleh klien menurut jurnal pengeluaran kas dengan
cek yang telah dibayar oleh bank di dalam rekening koran bank untuk membuktikan
ketelitian pencantuman jumlah cek yang beredar (outstanding check) yang tercantum
dalam rekonsiliasi bank.
 Mengusut biaya administrasi bank yang tercantum di dalam rekonsiliasi bank ke di dalam
rekening koran bank yang bersangkutan,
3. Melakukan konfirmasi saldo kas di Bank.
Bukti yang dimintakan konfirmasi dari bank meliputi:
 Saldo tiap jenis rekening klien di bank pada tanggal neraca.
 Saldo tiap jenis utang klien ke bank pada tanggal neraca beserta tanggal jatuh tempo,
bunga dan jenis jaminan yang bersangkutan dengan utang tersebut.
 Saldo utang bersyarat yang mungkin menjadi kewajiban klien, karena klien
menanggung utang yang ditarik oleh pihak lain atau mendiskontokan wesel tagih.
 Batasan-batasan yang dikenakan terhadap rekening bank klien tersebut.

LAPPING

Lapping adalah suatu jenis penggelapan yang dilakukan dengan cara penundaan
pembukuan atas penagihan rekening tagihan untuk menyembunyikan adanya kekurangan uang
tunai. Lapping pada dasarnya adalah tindak penipuan yang dilakukan seseorang dengan tujuan
menyamarkan penyalahgunaan dana, pada umumnya dana yang dibayarkan klien / nasabah
perusahaan terkait.

Mekanismenya
Penyamaran dilakukan dengan menutup kekurangan dana pada account nasabah pertama
dengan menggunakan dana dari nasabah lain yang melakukan pembayaran tepat setelah nasabah
pertama. Akibatnya pada laporan akunting terlihat adanya kekurangan pada account nasabah
kedua (padahal semestinya sudah dilakukan pembayaran penuh).

Cara menemukannya
Auditor dapat menemukan dan mengungkapkan jenis penggelapan ini dengan cara
membandingkan nama, jumlah, dan tanggal yang tercantum dalam tembusan advice penyetoran
dengan transaksi penerimaan tunai dalam jurnal penerimaan yang berkaitan dengan slip
penyetoran. Karena prosedur lapping akan banyak memakan waktu maka pemeriksa harus
melakukan prosedur tersebut apabila keadaan menunjukkan adanya kecendrungan terjadi
penggelapan sebagai akibat dari sistem yang lemah.
CHECK KITTING

Kitting adalah penyalahgunaan penerimaan kas yang dilakukan secara sengaja untuk
sementara waktu ataupun untuk jangka waktu yang lama/ permanen. Kitting digunakan untu
menyembunyikan defisit ataupun menggelapkan aliran arus kas.
Mekanismenya : melakukan transfer uang dari satu pihak ke pihak lain. Bila pada rekening bank
dari satu bagian/divisi dari suatu kelompok perusahaan yang sama, terjadi penarikan cek pada
tanggal jatuh tempo milik bagian lain dari perusahaan tersebut tetapi dicatat dalam buku besar
bagian pertama sebagai pengeluaran yang terjadi setelah tanggal jatuh tempo. Misalnya korporasi
A punya 2 anak perusahaan B & C. Penarikan cek dilakukan atas rekening C, tetapi tercatat sebagai
pengeluaran di buku besar rekening B. Jadi dalam korporasi A tersebut perputaran dana seolah-
olah seimbang karena kedua anak perusahaan saling menutupi
Cara menemukannya : Pendekatan yang umumnya dilakukan auditor untuk pengujian kitting
adalah membuat skedul transfer antar bank. Daftar transfer antar bank dibuat auditor berdasarkan
informasi yang diperoleh dari laporan bank (bank statement), konfirmasi dari bank, serta
informasi lain yang diperoleh. Tehnik kitting ini hanya mungkin terjadi pada perusahaan yang
sistem pengendalian internnya lemah. Kelemahan dalam perusahaan ini ditunjukan dengan
adanya pengaturan seorang individu dapat melakukan pengeluaran cek dan sekaligus mencatat
pengeluaran cek tersebut. Hal ini berarti tidak ada pemisahan fungsi yang memadai terhadap
deskripsi tugas para pejabat perusahaan. Kemungkinan lain terjadinya kitting adalah karena
adanya kolusi diantara para pejabat yang terlibat dalam proses pengeluaran dan pencatatan
transaksi kas tersebut. Dalam hal persekongkolan ini, biasanya sangat sulit dideteksi oleh pihak
luar perusahaan. Usaha untuk mendeteksi kemungkinan adanya kitting adalah sebagai berikut:
 Buatalah cut off bank statement, dari daftar ini akan terlihat cek yang clearing ternyata
tidak cocok dengan daftar cek yang masih dalam peredaran.
 Membuat cut of test, dari daftar ini akan diketahui pengeluaran terakhir sebelum tanggal
neraca tidak akan dicatat dalam register cek
 Siap proff of cash