Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN TETAP

PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 2

Senyawa Kompleks Kromium

Nama : Reni Octavia Banjarnahor

NIM : 06101181320019

Kelompok : 5 (Lima)

Anggota : 1. Ayu Lestari (06101281320008)

2. Dess Kasturi (06101181320012)

3. Ginda Tratungga Negara (06101181320022)

4. Maya Elfiani Yudhistira (06101181320018)

5. Mety Triani (06101181320011)

6. Reni Marzela (06101181320020)

Dosen Pembimbing : Drs. M. Hadeli L, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016
LAPORAN TETAP
PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 2

I. Nomor Percobaan : 6 ( Enam )


II. Tanggal Praktikum : 14 Maret 2017
III. Judul Percobaan : Senyawa Kompleks Kromium
IV. Tujuan Percobaan : Mengenal Berbagai Reaksi Pembentukan Senyawa Kompleks
Kromium (III) dan Beberapa Reaksi Karakteristik Senyawa Cr
V. Dasar Teori :
Kromium ditemukan pada tahun 1797 oleh Vauquelin, yang membuat logam khrom
pada tahun berikutnya.. Kromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang
memiliki lambang Cr dan nomor atom 24. Khrom juga berwarna abu-abu, berkilau, keras
sehingga memerlukan proses pemolesan yang cukup tinggi. Karakteristik kromium adalah 21
paling banyak unsur dalam kerak bumi dengan konsentrasi rata-rata 100 ppm. Senyawa
Kromium terdapat di dalam lingkungan, karena erosi dari batuan yang mengandung kromium
dan dapat didistribusikan oleh letusan gunung berapi. Rentang konsentrasi dalam tanah
adalah antara 1 dan 3000 mg / kg, dalam air laut 5-800 μg / liter, dan di sungai dan danau 26
μg / liter dengan 5,2 mg / liter. Hubungan antara Cr (III) dan Cr (VI) sangat tergantung pada
pH dan oksidatif sifat lokasi, tetapi dalam banyak kasus, Cr (III) adalah spesies dominan,
meskipun di beberapa daerah di tanah air dapat mengandung sampai 39 μg dari total
kromium dari 30 μg yang hadir sebagai Cr (VI).
Sumber Krom bijih utama khrom adalah khromit, yang ditemukan di Zimbabwe,
Rusia, Selandia Baru, Turki, Iran, Albania, Finlandia, Republik Demokrasi Madagaskar, dan
Filipina. Logam ini biasanya dihasilkan dengan mereduksi khrom oksida dengan
aluminum.Chrom digunakan untuk mengeraskan baja, pembuatan baja tahan karat dan
membentuk banyak alloy (logam campuran) yang berguna. Kebanyakan digunakan dalam
proses pelapisan logam untuk menghasilkan permukaan logam yang keras dan indah dan juga
dapat mencegah korosi. Khrom memberikan warna hijau emerald pada kaca. Industri
refraktori menggunakan khromit untuk membentuk batu bata, karena khromit memiliki titik
cair yang tinggi, pemuaian yang relatif rendah dan kestabilan struktur kristal. Beberapa
senyawa kromium digunakan sebagai katalis. Misalnya Phillips katalis untuk produksi
polietilen adalah campuran dari kromium dan silikon dioksida atau campuran dari krom dan
titanium dan aluminium oksida. Kromium (IV) oksida (CrO 2) merupakan sebuah magnet
senyawa
Kromium merupakan logam tahan korosi (tahan karat) dan dapat dipoles menjadi
mengkilat. Dengan sifat ini, kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada
ornamen-ornamen bangunan, komponen kendaraan, seperti knalpot pada sepeda motor,
maupun sebagai pelapis perhiasan seperti emas, emas yang dilapisi oleh kromium ini lebih
dikenal dengan sebutan emas putih. Perpaduan Kromium dengan besi dan nikel menghasilkan
baja tahan karat. Kromium (IV) oksida digunakan untuk pembuatan pita magnetik digunakan
dalam performa tinggi dan standar kaset audio. Asam kromat adalah agen oksidator yang kuat
dan merupakan senyawa yang bermanfaat untuk membersihkan gelas laboratorium dari setiap
senyawa organik. Hal ini disiapkan dengan melarutkan kalium dikromat dalam asam sulfat
pekat, yang kemudian digunakan untuk mencuci aparat. Natrium dikromat kadang-kadang
digunakan karena lebih tinggi kelarutan (5 g/100 ml vs 20 g/100 ml masing-masing). Kalium
dikromat merupakan zat kimia reagen, digunakan dalam membersihkan gelas laboratorium
dan sebagai agen titrating.Senyawa komponen khrom berwarna. Kebanyakan senyawa
khromat yang penting adalah natrium dan kalium, dikromat, dan garam dan ammonium dari
campuran aluminum dengan khrom . Dikhromat bersifat sebagai zat oksidator dalam analisis
kuantitatif, juga dalam proses pemucatan kulit. Senyawa lainnya banyak digunakan di
industri; timbal khromat berwarna kuning khrom, merupakan pigmen yang sangat berharga.
Senyawa khrom digunakan dalam industri tekstil sebagai mordan atau penguat warna. Dalam
industry penerbangan dan lainnya,senyawa khrom berguna untuk melapisi aluminum.
Pelapisan krom adalah suatu perlakuan akhir menggunakan elektroplating oleh
kromium. Pelapisan dengan krom dapat dilakukan pada berbagai jenis logam seperti besi,
baja, atau tembaga. Pelapisan krom juga dapat dilakukan pada plastik atau jenis benda lain
yang bukan logam, dengan persyaratan bahwa benda tersebut harus dicat dengan cat yang
mengandung logam sehingga dapat mengalirkan listrik. Pelapisan krom menggunakan bahan
dasar asam kromat, dan asam sulfat sebagai bahan pemicu arus, dengan perbandingan
campuran yang tertentu. Perbandingan yang umum bisa 100:1 sampai 400:1. Jika
perbandingannya menyimpang dari ketentuan biasanya akan menghasilkan lapisan yang tidak
sesuai dengan yang diharapkan. Faktor lain yang sangat berpengaruh pada proses pelapisan
krom ini adalah temperatur cairan dan besar arus listrik yang mengalir sewaktu melakukan
pelapisan. Temperatur pelapisan bervariasi antara 35 °C sampai 60 °C dengan besar
perbandingan besar arus 18 A/dm2 sampai 27 A/dm2. Elektroda yang digunakan pada
pelapisan krom ini adalah timbal (Pb) sebagai anoda (kutub positif) dan benda yang akan
dilapis sebagai katoda (kutub negatif). Jarak antara elektroda tersebut antara 9 cm sampai 29
cm. Sumber listrik yang digunakan adalah arus searah antara 10 - 25 Volt, atau bisa juga
menggunakan aki mobil. Pewarnaan Kulit Kromium (III) garam, terutama tawas krom dan
kromium (III) sulfat, digunakan dalam penyamakan dari kulit. kromium (III) menstabilkan
kulit secara lintas yang menghubungkan kolagen serat dalam kulit. Kromium kecokelatan
kulit dapat mengandung antara 4 dan 5% dari kromium, yang erat terkait pada protein.

VI. Alat dan Bahan


 Alat
Gelas Ukur
Pemanas
Kertas pH
Tabung Reaksi
Gelas Kimia
Kertas Saring

 Bahan
K2Cr2O7
H2SO4
NaOH
Dietil Eter
H2O2
K2CrO4
Batu Didih
Logam Zink
HCl Pekat

VII. Prosedur Kerja


1. Sediakan larutan 0,1 M K2CrO4 dan K2Cr2O7 catat warna masing-masing serta
tulis formula dan stereokimiawi anionnya.
2. 2-3 ml 0,1 M K2CrO4 + 2-3 ml larutan encer H2SO4 0,1 M amati + larutan encer
NaOH 0,1 M sedikit demi sedikit hingga berlebih.
3. 2-3 ml 0,1 M K2CrO4+ beberapa tetes larutan encer H2SO4 + 3-4 ml larutan dietil
eter + 1 ml H2O2, kocok dan amati.
4. 2-3 0,1 M kalium kromat + batu didih + logam zink + HCl, dibiarkan 5 menit.
Tuang sebagian larutan hati hati dalam tabung baru dan dibiarkan kena udara
terbuka, bandingkan warna larutan dalam tabung baru dengan warna larutan yang
masih tertinggal dan yang masih bersinggungan dengan logam zink.

VIII. Hasil Pengamatan

No Cara Kerja Keterangan


1. 0,1 M K2CrO4 Larutan berwarna kuning
2K + +
CrO42-
0,1 M K2Cr2O7 Larutan berwarna orange
2K + +Cr2O72-
2. 3 ml K2CrO4 + 3 Larutan berwarna kuning + larutan berwarna orange kembali
ml H2SO4 + 30 lagi menjadi berwarna kuning
tetes NaOH
3. 3 ml K2CrO4+10 Berwarna kuning
tetes H2SO4+ 4 Terbentuk 2 lapisan atas tak berwarna larutan berwarna coklat
ml dietil eter + kehitaman terdapat gelembung gas setelah 15 menit kemudian
H2O2 30% larutan berwarna coklat muda
4. 3 ml larutan Larutan berwarna kuning
K2CrO4+ batu Larutan berwarna orange kecoklatan terdapat gelembung gas
didih + logam
zink + 10 tetes
HCl 5 M
K2CrO4 + HCL Berwarna orange

IX. Pembahasan
Pada praktikum kali ini melakukan percobaan mengenai senyawa kompleks
kromium dimana yang bertujuan untuk Mengenal Berbagai Reaksi Pembentukan
Senyawa Kompleks Kromium (III) dan Beberapa Reaksi Karakteristik Senyawa
kromium. Sebelum dilakukan percobaan pada praktikum ini terlebih dahulu
menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Percobaan pertama mengamati warna
senyawa K2CrO4 dan K2Cr2O7 dan streokimiawi anionya didapatlah hasil pengamatan
+
K2CrO4 2K + CrO42- berwarna kuning dan senyawa K2Cr2O7 2K + +Cr2O72
berwarna orange.
Percobaan kedua masukkan 3 ml 0,1 M K2CrO4 ke dalam tabung reaksi
kemudian tambahkan 3 ml larutan encer H2SO4 0,1 M terjadi perubahan warna dari
warna larutan kuning menjadi warna menjadi orange kemudian ditambahkan larutan
encer NaOH 0,1 M warna larutan kembali menjadi kuning.
Percobaan ketiga masukkan 3 ml K2CrO4 kedalam tabung reaksi lalu
tambahkan 10 tetes H2SO4 warna larutan yang dihasilkan tetap warna kuning tetapi
setelah ditambahkan 4 ml dietil eter + H2O2. Terbentuk 2 lapisan , lapisan atas tidak
berwarna lapisan bawah coklat kehitaman terdapat gelembung gas kemudian setelah
15 menit larutan berwarna coklat muda.
Pada percobaan ke empat masukkan 3 ml larutan K2CrO4 kedalam tabung
reaksi masukkan batu didih sedikit saja tetapi tidak ada reaksi yang terjadi kemudian
ditambahkan logam zink sedikit tapi berlebih warna kuning berubah menjadi warna
orange kecoklatan logam zink bereaksi , tambahkan 8 tetes HCl pekat ke larutan
tersebut hanya sebagai kualitatif dalam percobaan ini menurut teori nya harus ada gas
yang timbul dan pada saat melakukan percobaan terdapat gelembung gas. Kemudian
larutan di bagi menjadi 2 tabung satu tabung dalam keadaan terbuka dan satu tabung
keadaan tertutup larutan tersebut akan terjadi perubahan warna pada saat posisi
tertutup, warna yang didapat pada saat tertutup warna orange kecoklatan berbeda
dengan warna yang terbuka yaitu warna orange, jika larutan tersebut telah
terkontaminasi warna yang didapat akan sama bias jadi warna orange kecoklatan atau
warna orange.

X. Kesimpulan
1. K2CrO4 berwarna kuning sedangkan K2Cr2O7 berwarna orange.
2. K2CrO4 ditambahkan H2SO4 terjadi perubahan warna menjadi kuning
3. K2CrO4 ditambahkan H2SO4 ditambahkan 4 ml dietileter + H2O2 30% terbentuk
dua lapisan atas tak berwarna bawah coklat kehitaman dan terdapat gelembung
gas.
4. Pada perlakuan pertama K2CrO4 larutan di bagi menjadi 2 tabung satu tabung
dalam keadaan terbuka dan satu tabung keadaan tertutup larutan tersebut akan
terjadi perubahan warna pada saat posisi tertutup, warna yang didapat pada saat
tertutup warna orange kecoklatan berbeda dengan warna yang terbuka yaitu warna
orange
DAFTAR PUSTAKA

Apriyantono, A. 2005. Kimia Anorganik. (Online).


(http://groups.yahoo.com/group/kimia-anorganik/message/5632, diakses 19
Maret 2017).
Raharjad, Reza. 2011. Senyawa Kompleks Kromium. (Online).
(http://rezaraharjadmpntb.blogspot.co.id/2015/09/senyawa-kompleks-
kromium.html, diakses 19 Maret 2017).
Raharjo, Kadarsih. 2015. Senyawa Kromium . (Online).
(http://kadarsihsinungraharjo.blogspot.co.id/2011/05/senyawa-kromium.html ,
diakses 19 Maret 2017)
LAMPIRAN