Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN TETAP

PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II


“Reaksi Kualitatif Anorganik”

Disusun Oleh:
Kelompok IV (Empat)
Anggota : Intan (06101181419059)
: Nindy Prastika (06101181419002)
: Lita Nuraini (06101181419008)
: Clara Dyni (06101181419012)
: Dela Arista (06101181419015)
: Kiki Sundari (06101181419063)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2017
I. Nomor Percobaan : 2 (Dua)
II. Nama Percobaan : Reaksi Kualitatif Anorganik
III. Tujuan Percobaan : Mempelajari reaksi antara ion logam dengan
hidroksida dan larutan amoniak
IV. Dasar Teori
Analisis kimia kualitatif adalah analisis kimia untukmenentukan susunan
atau komposisi dari suatu bahan, sepertijenis-jenis unsur, ion (kation dan anion),
radikal, gugus fungsi,atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam suatu sampel
yangakan dianalisis. Sedangkan analisis kimia kuantitatif adalahanalisis kimia
yang dilakukan untuk mengetahui kuantitatif (jumlah) zat atau kadar komponen
penyusun dari suatu sampelyang dianalisis, yang hasilnya dapat dinyatakan dalam
bentukpersen, normalitas, molaritas, atau bentuk satuan konsentrasilainnya
(Underwood, 1999; 3). Analisa dapat diartikan sebagai usaha pemisahan
suatukesatuan pengertian ilmiah atau suatu kesatuan bahan menjadisenyawa-
senyawa penyusun yang kemudian dapat dipakaisebagai data untuk menetapkan
komposisi dari bahan tersebut.Kimia analitik merupakan bagian dari ilmu kimia
yang mempelajaritentang penentuan atau pemisahan komposisi suatu
bahan(analisis kimia), baik yang berupa senyawa organik maupun senyawa
anorganik. Analisis kimia dapat digolongkan menjadidua bagian, yaitu analisis
kimia kualitatif dan analisis kimiakuantitatif (Underwood, 1999; 1-2).
Analisis anorganik kualitatif atau analisis kualitatif adalah bidang kimia
analitik yang membahas tentang identifikasi zat-zat, mengenai unsur atau senyawa
apa yang terdapat dalam suatu sampel atau contoh Analisis anorganik kualitatif
atau analisis kualitatif adalah bidang kimia analitik yang membahas tentang
identifikasi zat-zat, mengenai unsur atau senyawa apa yang terdapat dalam suatu
sampel atau contoh.Pada pokoknya tujuan analisis kualitatif adalah memisahkan
dan mengidentifikasi sejumlah unsur. Analisis kuantitatif berurusan dengan
penetapan banyak suatu zat tertentu yang ada dalam sampel. Analisis kualitatif
diperuntukkan untuk analisa komponen atau jenis zat yang ada dalam suatu
larutan. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk
mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan
Analasis kualitatif anorganik merupakan salah suatu metode dalam kimia
analitik yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya suatu spesi (baik
logam, ion, maupun senyawa) anorganik tanpa memperhatikan jumlah spesi
tersebut.Analisa kualitatif dapat ditentukan dengan cara pemeriksaan pendahuluan
terdiri dari pemeriksaan organoleptik,pemeriksaan secara kering,
dan test pendahuluan untuk aniondengan menggunakan H2SO4 encer atau pekat,
pemeriksaan ion logam (kation) dalam larutan dan pemeriksaan anion
dalamlarutan (Underwood, 1999; 3).Setiap analisis terbagi menjadi beberapa
bagian yaitupemeriksaan pendahuluan, yang meliputi pemeriksaan dengan
ujikering, pemeriksaan hasil-hasil yang mudah menguap yangdiperoleh dengan
larutan natrium hidroksida (untuk amonium),dan dengan asam sulfat encer dan
pekat (untuk radikal-radikalasam atau anion). Analisis lainnya adalah pemeriksaan
ion logam(kation) dalam larutan dan pemeriksaan anion dalam larutan. Zatyang
akan dianalisis dapat berupa: padat dan non-logam, cairan(larutan), logam atau
aliase, dan zat tak larut (Svehla II, 1985;422).
Analisa suatu larutan dapat digolongkan menjadi beberapa golongan, yaitu
golongan I asam klorida, golongan II hidrogen [sulfida], golongan III [ammonium
sulfida] dan golongan IV [ammonium klorida] dan golongan V adalah sisa .
Dalam metode analisis kualitatif digunakan beberapa pereaksi diantaranya
pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk
mengetahui jenis anion atau kation suatu larutan. Regensia golongan yang dipakai
untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida,
ammonium sulfida, dan amonium karbonat. Klasifikasi ini didasarkan atas apakah
suatu kation bereaksi dengan reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan
atau tidak. Sedangkan metode yang digunakan dalam anion tidak sesistematik
kation. Namun skema yang digunakan bukanlah skema yang kaku, karena anion
termasuk dalam lebih dari satu golongan .Golongan I disebut juga dengan
golongan asam klorida. Kation golongan ini membentuk endapan dengan asam
klorida encer. Ion golongan ini adalah Pb, Ag, Hg. (PbCl2, HgCl2, AgCl).
Regensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling
umum adalah asam klorida, hidrogen sulfida, ammonium sulfida, dan amonium
karbonat.Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan
reagensia-reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Sedangkan
metode yang digunakan dalam anion tidak sesistematik kation. Namun skema
yang digunakan bukanlah skema yang kaku, karena anion termasuk dalam lebih
dari satu golongan.Didalam kation ada beberapa golongan yang memiliki ciri khas
tertentu diantaranya :
1. Golongan I : Kation golongan ini membentuk endapan dengan asam klorida
encer. Ion golongan ini adalah Pb, Ag, Hg.
2. Golongan II : Kation golongan ini bereaksi dengan asam klorida, tetapi
membentuk endapan dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral
encer. Ion golongan ini adalah Hg, Bi, Cu, cd, As, Sb, Sn.
3. Golongan III : Kation golongan ini tidak bereaksi dengan asam klorida encer,
ataupun dengan hidrogen sulfida dalam suasana asam mineral encer. Namun
kation ini membentuk endapan dengan ammonium sulfida dalam suasana
netral / amoniakal. Kation golongan ini Co, Fe, Al, Cr, Co, Mn, Zn.
4. Golongan IV : Kation golongan ini bereaksi dengan golongan I, II, III. Kation
ini membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya
ammonium klorida, dalam suasana netral atau sedikit asam. Ion golongan ini
adalah Ba, Ca, Sr.
5. Golongan V : Kation-kation yang umum, yang tidak bereaksi dengan
regensia-regensia golongan sebelumnya, merupakan golongan kation yang
terakhir. Kation golongan ini meliputi : Mg, K, NH4+.
Untuk anion dikelompokkan kedalam beberapa kelas diantaranya :
1. Anion sederhana seperti : O2-, F-, atau CN- .
2. Anion okso diskret seperti : NO3-, atau SO42-.
3. Anion polimer okso seperti silikat, borat, atau fosfat terkondensasi
4. Anion kompleks halida seperti TaF6 dan kompleks anion yang berbasis bangat
seperti oksalat.
Reaksi dalam anion ini akan lebih dipelajari secara sistematis untuk
memudahkan reaksi dari asam-asam organik tertentu dikelompokkan bersama-
sama. Hal ini meliputi asetat, formiat, oksalat, sitrat, salisilat dan benzoat.Analisis
kualitatif menggunakan dua macam uji, yaitu reaksi kering dan reaksi basah.
Reaksi kering dapat digunakan pada zat padat dan reaksi basah untuk zat dalam
larutan. Kebanyakan reaksi kering yang diuraikan digunakan untuk analisis
semimikro dengan hanya modifikasi kecil. Untuk uji reaksi kering metode yang
sering dilakukan adalah :
1. Reaksi nyala dengan kawat nikrom : Sedikit zat dilarutkan kedalam HCl
Pekat. Diatas kaca arloji kemudian dicelupkan kedalamnya, kawat nikrom
yang bermata kecil yang telah bersih kemudian dibakar diatas nyala oksidasi .
2. Reaksi nyala beilstein : Kawat tembaga yang telah bersih dipijarkan diatas
nyala oksida sampai nyala hijau hilang. Apabila ada halogen maka nyala yang
terjadi berwarna hijau.
3. Reaksi nyala untuk borat : Dengan cawan porselin sedikit zat padat
ditambahkan asam sulfat pekat dan beberapa tetes methanol, kemudian
dinyalakan ditempat gelap. Apabila ada borat akan timbul warna hijau.
Metode untuk mendeteksi anion memang tidak sesistematik seperti yang
digunakan untuk kation. Namun skema klasifikasi pada anion bukanlah skema
yang kaku karena beberapa anion termaksud dalam lebih dari satu golongan.

V. Alat dan Bahan


Tabung reaksi semi mikro Larutan NaOH 0,5 M
Larutan NaOH 2 M Larutan NH3 2 M
Botol Tetes Larutan nitrat 0,1 M, Al3+, Ni2+, Ag+
Larutan NH3 2 M / NH4Cl Pipet Pencet
Sentrifuge Larutan NH3 2 MPipet Pencet

VI. Prosedur Percobaan


1. Tempatkan masing-masing 5 ml larutan kation nitrat yang telah disebutkan
diatas, larutan NaOH (0,5 M), larutan NH3 2 M dan larutan NaOH 2 M
kedalam botol tetes yang telah diberi label larutan-larutan tersebutakan
digunakan sebagai stok larutan untuk percobaan yang akan dilakukan.
2. Kedalam 0,5 ml larutan Al(OH3) 0,1 M tambahkan tetes demi tetes (kira-kira
lima tetes) larutan NaOH 0,5 M. Volume NaOH 0,5 M yang digunakan tidak
boleh lebih dari 1 ml.
3. Apabila larutan mulai terbentuk, larutan tersebut dibagi 2 bagian dan masing-
masng ditempatkan dalam tabung reaksi semi mikro. Kedua tabung tersebut
diletakkan dala sentifuge dan diputar selama 1 menit. Pindahkan supernatat
dengan pipet penjet
4. Pada tabung pertama, tambahakan larutan NH3 2 M kedalam endapan yang
terbenuk (volume total jangan lebih dari 1 M)
5. Pada tabung kedua, tambahkan larutan NH3 2 M kedalam endapan yang
terbenuk (volume total jangan lebih dari 1 M)
6. Ulangi langkah 2 dan seterusnya untu larutan 0,1 M dari kation-kation: Ni2+,
Ag+, Zn2+. Catat hsil pengamatan andah pada table yang terdapat pada lembar
kerja.
7. Catat kation-kation apa saja yang membentuk endapan pada penambahan
NaOH.
8. Catat kation-kation apa saja yang membentuk endapan pada penambahan
NaOH tetapi (a) larut pada penambahan larutan NaOH berlebihan, (b) larut
pada penambahan larutan ammonia berlebihan
9. a) Tambahkan larutan Al (NO3) 1 M secara perlahan-lahan kedalam 1 ml
larutan NaOH 2 M. Ctat hasil pengamatan anda.
10. b) Tambahkan larutan AgNO3 01 M secara perlahan-lahan ke dalam 1 ml
larutan NaOH 2 M. Catat hasil pengamtan anda
11. c) Ulangi kegiatan (a) dan (b) tetapi urutan penambahn antar reaktan dibalik.
Catat hasl pengamatan anda dan beri alasan mengapa demikian.
Bagan Alur Prosedur
1. Tempatkan masing-masing 5 ml NO3- , larutan NaOH 0,5 M, larutan NH3 2
M dan NaOH 2 M pada botol tetes.
2. 0,5 ml Al(NO3)3 0,1 M + Larutan dibagi menjadi 2,
Terbentuk
NaOH 0,5 M (±5 tetes) tempatkan dalam tabung
endapan
reaksi semi mikro

a. Endapan + NaOH
2M (5 tetes) Pindahkan Tabung diletakkan
supernatant dalam sentrifuge dan
dengan pipet putar selama 1 menit
b. Endapan + NH3 2 M penjet
(5 tetes)
3. Ulangi langkah 2 untuk larutan 0,1 M dari kation Ni2+ dan Ag+
4. a.
NaOH + Al(NO3)3 NaNO3 + Al(OH)3
Catat hasil pengamatan
1 ml (2 M) 0,1 M

b. NaOH + AgNO3 NaNO3 + AgOH


Catat hasil pengamatan
1 ml (2 M) 0,1 M

ulangi kegiatan a dan b tetapi urutan penambahan antar reaktan dibalik.

VII. Hasil Pengamatan


No Prosedur Percobaan Hasil Pengamatan
Masing-masing 5 ml larutan Sudah disiapkan oleh kelompok yang
kation nitrat. Larutan NaOH, NH3, piket
1.
dan NaOH tempatkan pada botol
tetes
0,5 ml Al(NO3)3 0.1 M + 0,5 ml Larutan tidak berwarna dengan
NaOH 0,5 M endapan berwarna putih.
2.
(tidak lebih dari 1 ml)
Endapan I + NaOH 2 M Larutan tak berwarna dan endapan
terlarut

Endapan II + NH3 2 M Larutan tak berwarna dan endapan


tidak larut
0,5 ml Ni(NO3)2 0.1 M + 0,5 ml Larutan tidak berwarna dengan
NaOH0,5 M endapan berwarna biru kehijauan
(tidak lebih dari 1 ml)
3. Endapan I + NaOH 2 M Larutan tak berwarna dan endapan
tidak larut
Endapan II + NH3 2 M Larutan tak berwarna dan endapan
tidak larut
0,5 ml AgNO3 0.1 M + 0,5 ml Larutan keruh dengan endapan
NaOH0,5 M berwarna coklat.
(tidak lebih dari 1 ml)
4.
Endapan I + NaOH 2 M Larutan keruh dan endapan tidak
larut
Endapan II + NH3 2 M Larutan tak berwarna dan terlarut
Kation-kation apa saja yang 1) Al3+ (endapan putih)
5. membentuk endapan pada 2) Ni2+ (endapan biru kehijauan)
penambahan NaOH 3) Ag+ (endapan cokelat tua)
Kation apa saja yang membentuk
endapan tapi :
a. Larut dalam penambahan a. Al3+ ada endapan putih,
NaOH berlebihan endapan larut dalam NaOH
b. Larut dalam penambahan berlebihan
6.
NH3 berlebihan b. Ag+ ada endapan berwarna
coklat tua endapan larut
dalam NH3 berlebihan dan
Ni2+ juga larut dalam NH3
berlebihan
7. 1 ml NaOH 2 M + 1 ml Al(NO3)3 Larutan tidak berwarna dengan
0.1 M endapan berwarna putih (endapan
sedikit)
1 ml Al(NO3)3 0.1 M + 1 ml Larutan tidak berwarna dengan
NaOH 2 M endapan berwarna putih (endapan
banyak)
1 ml NaOH 2 M + 1 ml AgNO3 Larutan keruh dengan endapan
0.1 M berwarna coklat (endapan sedikit)
1 ml AgNO3 0.1 M + 1 ml NaOH Larutan keruh dengan endapan
2M berwarna coklat (endapan banyak)

Pertanyaan
Ion Pengamatan Persamaan Reaksi
Logam
Al3+ Terbentuk endapan. Setelah Al3+ + OH-(aq) Al(OH)3 (s)
penambahan NaOH endapan
larut dan NH3 kembali
terbentuk endapan

Ni2+ Lama kelamaan terjadi Ni 2+


(aq) + 2OH (aq) + 
endapan berwana biru Ni(OH)(S)
kehijauan. Endapan tersebut
larut pada penambahan
NaOH dan NH3 secara
berlebihan dan larutan
berwarna biru kehijauan

Ag+ Langsung terbentuk endapan Ag+(aq) + OH-(aq) AgOH(s)


berwarna coklat tua. Pada
saat penambahan NaOH
tidak larut dan NH3 endapan
larut

1. Kation-kation yang membentuk endapan pada penambahan NaOH yaitu :


Ni2+, Ag+ dan Al3+
2. Kation – kation yang membentuk endapan pada penambahan NaOH tetapi
larut dalan NaOH berlebih yaitu : Al3+
3. Kation – kation yang membentuk endapan pad penambahan NaOH tetapi larut
dalam NH3 berlebihan yaitu : Ni2+, Ag+
4. Penambahan 0,1 M Al(NO3)3 tetes demi tetes kedalam 2 M NaOH 1 M , hasil
pengamatan dan persamaan ionik :
Terdapat endapan putih pada penambahan tabung.
3NaOH(aq) + Al (NO3)3(aq) Al(OH)3(s) + 3 NaNO3(aq)
Al (NO3) 3 + 3 NaOH  Al (OH3) + NaOH
5. Penambahan AgNO3 0,1 M ke dalam NaOH 2M.
a. Ada endapan coklat dan larutan berubah menjadi coklat saat penambahan
AgNO3 tetes demi tetes.
b. NaOH(aq) + AgNO3(aq) AgOH(s) +NaNO3(aq)
6. kation Al3+
a. Saat ditambahkan NaOH 2M larutan memiliki endapan putih dipermukaan
larutan
b. Al(NO3)3(aq) + 3NaOH(aq) Al(OH)3(s) + 3NaNO3(aq)
c. Kation Ag+
d. Saat ditambahkan NaOH 2M larutan memilki endapan dan larutan berubah
menjadi warna coklat
e. AgNO3(aq) + NaOH(aq) Ag(OH)S + NaNO3(aq)
VIII. Persamaan Reaksi
Kation Al3+
- Al(NO3)3(aq) + 3NaOH(aq)  Al(OH)3(s)↓ putih + 3NaNO3(aq)
- Al(OH)3(s) + NaOH(aq)  [Al(OH)4]-(aq) + Na+(aq)
- Al(OH)3(s) + 3NH3(aq) + 3H2O(l)  Al(OH)3(s)↓ putih + 3NH4OH(aq)
Kation Ni2+
- Ni(NO3)2(aq) + 2NaOH(aq)  Ni(OH)2(s)↓ biru kehijauan +
2NaNO3(aq)
- Ni(OH)2(s) + 2NaOH(aq)  Ni(OH)2↓biru kehijauan +
2NaOH(aq)
- Ni(OH)2(s) + 2NH3(aq) + 2H2O(l)  [Ni(NH3)2]2+(s)↓ biru kehijauan +
2NH4NO3(aq)
Kation Ag+
- 2AgNO3(aq) + 2NaOH(aq)  Ag2O(s)↓coklat +2NaNO3(aq)+H2O(l)
- Ag2O(s) + 2NaOH  Ag2O(s) + 2NaOH(aq)
- Ag2O(s) + 3NH3(aq) + H2O(l)  2[Ag(NH3) 3]+(aq) + H2O(l)
IX. Pembahasan
Percobaan yang dilakukan kali ini yaitu tentang reaksi kualitatif anorganik
yang bertujuan untuk mempelajari reaksi antara ion logam dengan ion hidroksida
dan larutan amoniak. Logam yang digunakan ada empat yaitu Al3+, Ni2+ dan Ag+.
Identifikasi kation logam ini dilakukan terhadap ion hidronium dari basa kuat
NaOH dan larutan basa lemah NH3. Reagensia ini cocok untuk digunakan karena
biasanya kation-kation logam akan membentuk senyawa kompleks.
Percobaan pertama yaitu menyiapkan larutan nitrat dari kation-kation Al3+,
Ni2+ dan Ag+ dan NaOH serta NH3. Penempatan larutan harus disesuaikan dengan
karakteristiknya. Untuk larutan yang tidak berwarna diletakkan pada botol terang,
dan larutan yang berwarna diletakkan pada botol gelap hal ini dilakukan agar
tidak merusak karakteristik dari larutan yang disimpan.
Percobaan kedua yaitu menambahkan 5 tetes NaOH 0,5 M kedalam
larutan 0,5 ml larutan Al(NO3)3. Penambahannya dilakukan secara perlahan-lahan,
tetes demi tetes agar semuaya bereaksi secara sempurna. Hasil dari percobaan ini
dihasilkan larutan tidak berwarna NaNO3 dan terdapat endapan berwarna putih
dari Al(OH)3.
Percobaan ketiga, larutan tidak berwarna dan endapan putih yang
dihasilkan dari percobaan kedua kemudiandimasukkan ke dalam tabung sentrifuge
dan dipusingkan, yang kemudian dibagi menjadi dua. Tabung 1 ditambahkan
dengan NaOH 2 M dan tabung 2 ditambahkan larutan NH3 2 M. Berdasarkan hasil
percobaan yang telah dilakukan pada tabung 1 endapan Al(OH)3 ini akan larut
penambahan reagen NaOH 2 M secara berlebihan membentuk larutan [Al(OH)4]-.
Namun endapan Al(OH)3 pada tabung 2 tidak akan larut dengan penambahan
NH3 secara berlebihan dan akan kembali membentuk endapan Al(OH)3 itu sendiri
sehingga endapan yang dihasilkan semakin banyak.
Percobaan keempat yaitu mengulangi langkah dua dan tiga terhadap kation
Ag+, dan Ni2+. Berdasarkan hasil percobaan, AgNO3 yang ditambahkan dengan 10
tetes NaOH 0,5 M menghasilkan larutan keruhdan terdapat endapan coklat Ag2O.
Larutan keruh dan endapan coklat yang dihasilkan dari larutan tersebut
kemudiandimasukkan ke dalam tabung sentrifuge dan dipusingkan, yang
kemudian dibagi menjadi dua. Tabung 1 ditambahkan dengan NaOH 2 M dan
tabung 2 ditambahkan larutan NH3 2 M. Berdasarkan hasil percobaan yang telah
dilakukan pada tabung 1 endapan coklat Ag2O tidak larut pada penambahan
reagen NaOH 2 M secara berlebihan. Namun endapan coklat Ag2O ini larut
sebagian pada tabung 2 dengan penambahan NH3 secara berlebihan dan
membentuk 2[Ag(NH3)3]+. Berdasarkan hasil percobaanNi(NO3)2 ditambahkan
dengan 10 tetes NaOH 0,5 M menghasilkan larutan tak berwarna dengan endapan
hijau Ni(OH)2. Larutan tak berwarna dan endapanhijau yang dihasilkan dari
larutan tersebut kemudiandimasukkan ke dalam tabung sentrifuge dan
dipusingkan, yang kemudian dibagi menjadi dua. Tabung 1 ditambahkan dengan
NaOH 2 M dan tabung 2 ditambahkan larutan NH3 2 M. Berdasarkan hasil
percobaan yang telah dilakukan pada tabung 1 endapan biru kehijauan Ni(OH)2
tidak larut pada penambahan reagen NaOH 2 M secara berlebihan dan endapan
biru kehijauan Ni(OH)2 pada tabung 2 ini juga tidak larut pada tabung 2 dengan
penambahan NH3, setelah ditambahkan sebanyak 2 ml endapannya mulai larut.
Berdasarkan teori, Ag+ ditambahkan dengan larutan NaOH menghasilkan endapan
perak oksida yang berwarna coklat yaitu Ag2O. Ni2+ ditambahkan dengan larutan
NaOH juga menghasilkan endapan hijau yaitu Ni(OH)2. Sehingga hasil percobaan
sesuai dengan teori yang ada.
Percobaan kelima yaitu menentukan kation apa saja yang membentuk
endapan dengan penambahan NaOH. Berdasarkan hasil percobaan, kation yang
membentuk endapan dengan penambahan NaOH adalah Al3+, Ag+ dan Ni2+.
Berdasarkan teori yang ada Al3+ membentuk endapan dengan penambahan NaOH
yaitu endapan Al(OH)3 berwarna putih, Ag+ membentuk endapan Ag2O berwarna
cokelat dan Ni2+ membentuk endapan berwarna hijau yaitu Ni(OH)2.
Percobaan keenam yaitu menentukan kation apa saja yang membentuk
endapan dengan penambahan NaOHtetapi larut pada penambahan NaOH berlebih
dan larut pada penambahan NH3 pada larutan nitrat kation Ag+, Ni2+ dan Al3+.
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan ketiga kation ini menghasilkan
endapan dengan penambahan NaOH. Kation Al3+ adalah kation yang larut pada
penambahan NaOH berlebih dan kation Ag+ adalah kation yang larut pada
penambahan NH3 berlebih.
Percobaan ketujuh yaitumenambahkan larutan NaOH kedalam masing-
masing kation yaitu Al3+ dan Ag+.Penambahan reagen pada percobaan ini ada dua,
pertama yang ditambahkan duluan adalah larutan kation, dan kedua yang
ditambahkan duluan adalah reagennya. Penambahan secara berlainan ini
mempengaruhi hasil larutan yang terbentuk. Berdasarkan hasil percobaan yang
mengalami perbedaan yaitu pada banyaknya endapan yang dihasilkan,jika kation
yang didahulukan menghasilkan larutan dengan endapan yang lebih banyak.
Penambahkan secara berlainan ini dapat memberikan hasil yang berbeda
walaupun berdasarkan reaksi yang terjadi tetap sama. Beberapa factor yang dapat
mempengaruhi yaitu proses oksidasi. Larutan kation ini jelas dapat mengalami
oksidasi jika didiamkan dalam ruangan terbuka. Karena reagen dahulu
ditambahkan dan larutan kation setelahnya, maka memungkinkan larutan kation
itu untuk mengalami reaksi oksidasi. Selain itu tidak akan terjadi reaksi yang
sempurna antara kation dan reagennya.
X. Kesimpulan
1. Penambahan NaOH pada larutan kation Al3+ akan menghasilkan endapan
putih yaitu Al(OH)3
2. Penambahan NaOH secara berlebihan pada endapan kation Al3+ akan
melarutkan endapan Al(OH)3 menghasilkan larutan [Al(OH)4]-
3. Penambahan NH3 secara berlebih pada endapan kation Al3+ tidak akan
melarutkan endapan dan akan membentuk Al(OH)3 itu sendiri sehingga
endapan yang dihasilkan semakin banyak
4. Penambahan NaOH pada larutan kation Ag+ akan menghasilkan endapan
cokelat yaitu Ag2O
5. Penambahan NaOH secara berlebihan pada endapan kation Ag+ tidak akan
melarutkan endapan Ag2O dan akan membentuk Ag2O itu sendiri sehingga
endapan yang dihasilkan semakin banyak
6. Penambahan NH3 secara berlebih pada endapan kation Ag+ akan melarutkan
endapan Ag2O menghasilkan larutan 2[Ag(NH3) 3]+(aq)
7. Penambahan NaOH pada larutan kation Ni2+ akan menghasilkan endapan biru
kehijauan yaitu Ni(OH)2
8. Penambahan NaOH secara berlebihan pada endapan kation Ni2+ tidak akan
melarutkan endapan Ni(OH)2 dan akan membentuk Ni(OH)2 itu sendiri
sehingga endapan yang dihasilkan semakin banyak
9. Penambahan NH3 secara berlebihan pada endapan kation Ni2+ akan
melarutkan endapan Ni(OH)2 menghasilkan larutan [Ni(NH3)2]2+
10. Penambahan larutan kation yang didahulukan akan memberikan hasil berupa
endapan yang lebih banyak
11. Penambahan reagen yang didahulukan akan memberikan hasil berupa
endapan yang lebih sedikit karena reaksi yang terjadi tidak sempurna antara
kation dan reagennya.
XI. Daftar Pustaka
Anonim. 2011. Analisis Kualitatif Anorganik. (Online).
http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_anorganik_kualitatif, diaksespada 8
Februari 2017)
Anonim. 2011. Analisis Kation. (Online) http://blogkita.info/analisis-kation/,
diakses pada 8 Februari 2017)
Anonim. 2011. Analisis Kualitatif.(Online).http://prinsipi-
akimia.blogspot.com/2011/06/analisis-kualitatif-anorganik.html, (diakses
pada 8 Februari 2017)
Gulo Fakhili. 2014. Panduan Praktikum Kimia Anorganik 2. Indralaya: FKIP
MIPA Universitas Sriwijaya
Wulandari, Rahayu Ayu. 2011. Reaksi Kualitatif Anorganik, (Online),
http://fleurazzahra.blogspot.com/2011/12/reaksi-kualitatif-anorganik.html,
(diakses pada 8 Februari 2017)