Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

“Konsep Holistic Care”


Dosen Pembimbing : Puji Rahayu S.Kep., Ns, M.Kes

PRODI S 1 KEPERAWATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

2014-2015
Nama Anggota:
1. M.Nafhan syafi’i { 20141660085 }
2. Sanda Marta Ari Firmansyah { 20141660083 }
3. Bayuni { 20141660093 }
4. Bima Wiranata Kencana { 20141660112 }
5. Alfiqi Novrindra Habibi { 20141660001 }
6. Faisal Dwi Cahyono { 201416600 }
7. M.Arief Billah { 201416600 }
8. Infak Muslikin { 20141660091 }
9. Roby Kurnia { 20141660096 }
10. Faizatun Nisa’ { 20141660005 }
11. Devina Rafi’ah { 20141660081 }
12. Virda Emilia { 20141660050 }
13. Ika Widya Estikawati { 20141660006 }
14. Lisa Choiriyah { 20141660018 }
15. Julia Hidayatun M. Naimah { 20141660061 }
16. Kusrini { 201416600 }
17. Suci Isma Uliya { 20141660065 }
18. Desy Purnama Sari M. { 20141660107 }
19. Aprillia Dyas Purpasari { 20141660009 }
20. Farhana Zulfa { 20141660058 }
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Kuasa, karena atas limpahan rahmat serta karunianya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “ KONSEP HOLICTIC CARE “ tepat
pada waktu yang ditentukan. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas yang diberikan.

Dalam mengerjakan tugas kami, kami banyak menemukan ganjalan dan kesulitan.Tapi berkat
bantuan dan dukungan dari dosen pembimbing dan Teman-temen sekalian, akhirnya kami bisa
menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.Karena itukritik dan saran yang
membangun sangat kami harapkan dari pembaca.Akhir kata kami mengucapkan banyak terima
kasih dan kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Demikian harapan kami, semoga bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada
umumnya.

Surabaya, 12 Desember 2014

Kelompok 2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………...........................i

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………….........................ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang………………………………………………………………………………….........................1

1.2 Rumusan masalah …………………………………………………………………………….........................1

1.3 Tujuan penelitian……………………………………………………………………………..........................2

1.4 Manfaat……………………………………………………………………………………………........................2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sejarah holistic care……………………………………………………………………………......................3

2.2 Definisi holistic care……………………………………………………………………………....................3


2.3 Gambaran holistic care................................................................................

2.4 Perawatan holitic………………………………………………………….

2.5 Macam-macam penyembuhan holistic care……………………………….


2.6 Teknik pengobatanatau penerapan holistic care…………………………..
2.7. Metode pengobatan holistic yang di kembangkan dengan terapi………..
2.8 Caring…………………………………………………………………….
2.9.Holisme…………………………………………………………………...
2.10 Humanisme……………………………………………………………...

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………….…….....................19

3.2 Saran………………………………………………………………………………………………....................19
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................20
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Pelayanan kesehatan di dunia saat ini berusaha untuk menerapkan konsep holistik, yaitu suatu
pendekatan yang memandang manusia secara keseluruhan, meliputi pikiran, status emosi, gaya
hidup, fisik, dan lingkungan sosial (O’Regan Pet al, 2010). Konsep holistik ini seharusnya dapat
dipahami dan diaplikasikan oleh praktisi kesehatan, baik bidang kedokteran maupun
keperawatan.Kedokteran memandang holistik sebagai suatu upaya pengobatan yang
menggabungkan antara western/conventional medicine dan eastern medicine seperti
complementary and alternative medicine (CAM), sedangkan keperawatan memandang klien
secara keseluruhan, meliputi aspek psiko-sosio-kultural dan spiritual (Winnick, 2006; Berg,
2005).
Integrasi terapi komplementer dan konvensional telah diterapkan di rumah sakit sebagai bentuk
aplikasi dari Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1109 tahun 2007 tentang penyelenggaraan
pengobatan komplementer dan alternatif di sarana pelayanan kesehatan formal atau rumah sakit
(PKKAI, 2012). Rumah sakit pertama di Indonesia yang memberikan pengobatan komplementer
dan alternatif adalah Indonesian Holistic Tourist Hospital Purwakarta Jawa Barat yang telah
berdiri sejak tahun 1993.
Secara holistik dalam keperawatan diperlukan adanya suatu perubahan dengan merubah cara
pikir masyarakat tentang jenis-jenis pelayanan kesehatan yang muncul di dalamnya. Karena
perubahan itu merupakan suatu proses dimana terjadinya peralihan atau perpindahan dari status
tetap (statis) menjadi status yang bersifat dinamis. Artinya dapat menyesuaikan diri dari
lingkungan yang ada atau beranjak untuk mencapai kesehatan yang optimal.
Holistik juga merupakan salah satu konsep yang mendasari tindakan keperawatan yang meliputi
dimensi fisiologis, psikologis, sosiokultural, dan spiritual.Dimensi tersebut merupakan suatu
kesatuan yang utuh. Apabila satu dimensi terganggu akan mempengaruhi dimensi lainnya.
Holistik terkait dengan kesejahteraan (Wellnes). Untuk mencapai kesejahteraan terdapat lima
dimensi yang saling mempengaruhi yaitu: fisik, emosional, intelektual, sosial dan spiritual.Untuk
mencapai kesejahteraan tersebut, salah satu aspek yang harus dimilikiindividu adalah
kemampuan beradaptasi terhadap stimulus.
Pelayanan kesehatan berbasis holistik hendaknya diiringi dengan pengetahuan dan keterampilan
perawat dalam pelayanan keperawatan holistik.Riset tentang keperawatan holistik di rumah sakit
telah dilakukan di RSUD Tugurejo dan RSI Sultan Agung Semarang dengan judul “Analisis
pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan perawat terkait keperawatan holistik di Intensive
Care Unit” (Utami, 2012).Akan tetapi, hingga kini belum ini ada penelitian dengan tema
keperawatan holistik di sebuah institusi pelayanan kesehatan berbasis holistik.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Bagaimana gambaran konsep holistic care?
2. Bagaimana definisi konsep holistic care?
3. Bagaimana perawatan holistic?
3. Bagaimana konsep caring, holism, dan humanism?

1.3 TUJUAN PENELITIAN


1.3.1 TUJUAN UMUM
Mempersiapkan mahasiswa keperawatan dengan kompetensi keperawatan holistik yang mampu
memberikan pelayanan prima pada pasien.
1.3.2 TUJUAN KHUSUS
Meningkatkan kesadaran perawat tentang urgensi pengetahuan dan keterampilan dalam
pelayanan keperawatan holistik di institusi kesehatan (rumah sakit).

1.3 MANFAAT PENELITIAN


1) Sebagai salah satu masukan dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan.
2) Sebagai gambaran pengetahuan perawat tentang konsep keperawatan holistik dalam asuhan
keperawatan.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1SEJARAH HOLISTIC CARE


Sejarah holistik dimulai sebelum istilah holism diperkenalkan oleh Jan Christiaan Smuts
dalam bukunya “Holism and Evolution”. Holisme saat ini berkembang dalam istilah holistik,
yang mengkombinasikan penyembuhan, seni, dan ilmu hidup.Holistik populer dengan cepat di
tahun 70-an.
Walaupun istilah holisme diperkenalkan di tahun 1926, penyembuhan holistik sebenarnya
sudah ada jauh di jaman kuno kira-kira 5000 tahun yang lalu. Sejarawan belum bisa memastikan
dari bangsa manakah pertama kali ia dipraktekkan. Kebanyakan sejarawan percaya bahwa
penyembuhan holistik dimulai di India dan atau Cina.
Para praktisi holistik mempraktekkan prinsip hidup sehat lewat menyeimbangkan tubuh, pikiran,
dan roh untuk menyatu atau harmonis dengan alam.Contoh praktis holistik adalah Socrates, yang
hidup 4 abad sebelum kelahiran Kristus.Ia menganut pandangan ini dan mengajarkan bahwa kita
harus memandang tubuh sebagai keseluruhan, bukannya bagian yang terpisah.

2.2 DEFINISI HOLISTIC CARE


Holistic memiliki arti ’menyeluruh’ yang terdiri dari kata holy and healthy.Pandangan holistik
bermakna membangun manusia yang utuh dan sehat, dan seimbang terkait dengan seluruh aspek
dalam pembelajaran; seperti spiritual, moral, imajinasi, intelektual, budaya, estetika, emosi, dan
fisik.Jadi healthy yang dimaksud bukan hanya phisically, tetapi lebih pada aspek sinergitas
spiritually.
Pengobatan Holistic adalah pengobatan dengan menggunakan konsep menyeluruh, yaitu
keterpaduan antara jiwa dan raga, dengan metode alamiah yang ilmiah, serta ilahia yang mana
tubuh manusia merupakan keterpaduan sistem yang sangat kompleks, dan saling berinteraksi
satu sama lainnya dengan sangat kompak dan otomatis terganggunya satu fungsi/ elemen / unsur
tubuh manusia dapat mempengaruhi fungsi yang lainnya. Keterkaitan antara jiwa dan raga tidak
terpisahkan, sebagaimana dikenal bahwa : Didalam raga yang sehat terdapat jiwa yang sehat, dan
juga sebaliknya jiwa yang sehat dapat membentuk raga yang sehat. Dan Pembentukan Jiwa yang
sehat adalah dengan berserah diri secara penuh dan ikhlas kepada Sang Pencipta dan Penguasa
Jagat Raya, yang memiliki segala sesuatu, dan penentu segala sesuatu, Allah SWT. Pengobatan
Holistic terpadu, memiliki perbedaan konsep yang sangat nyata dengan Konsep Kedokteran
(Konvensional), Konsep Konvensional lebih lebih menekankan kepada tindakan seperti
pemberian obat-obat kimiawi, dan tindakan rekayasa fisik dengan pembedahan/ operasi, dll.
Sementara pengobatan holistic lebih menekankan membangkitkan sistem imun pasien, dan
memperbaiki secara menyeluruh dari faktor pencetus penyakit (akar permasalahan penyakit),
sehingga definisi kesembuhan cenderung Permanen (tidak kambuh lagi), sedangkan yang
konnvensional pada umumnya bersifat tindakan sementara (kambuhan) sehinnga sampai ada
istilah Pasien Langgangan Dokter.

2.3GAMBARAN HOLISTIC CARE


Falsafah keperawatan adalah keyakinan perawat terhadap nilai-nilai keperawatan yang menjadi
pedoman dan landasan dalam pemberian asuhan keperawatan yang harus tertanam baik pada
individu, keluarga ataupun masyarakat. Falsafah keperawatan memandang individu secara
holistik yang memandang individu sebagai satu kesatuan yang utuh dan kompleks, yang
memiliki dimensi biologis, psikologis, sosial, kultural dan spiritual(Asmadi,2005).
Dimensi yang ada saling berkaitan satu dengan yang lainnya.Kelima dimensi tersebut merupakan
kebutuhan yang harus dipenuhi.Kegagalan pemenuhan salah satu dimensi mempengaruhi
pemenuhan kebutuhan di keempat dimensi yang lain (Barry, 2002). Konsep keperawatan holistik
ini juga diperkuat dengan pernyataan WHO yang menyatakan sehat adalah keadaan sempurna
fisik, mental dan kesejahteraan sosial tidak hanya terbebas dari penyakit ataupun kelemahan
(Jacob,2003). Arti sehat yang dipandang secara utuh seperti pernyataan WHO, harus didukung
dengan konsep, pengetahuan, dan juga aplikasi holistik dalam pemberian asuhan keperawatan
kepada klien. Pengetahuan dalam keperawatan pada dasarnya mempelajari bentuk dan sebab
tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia serta upaya mencapai pemenuhan kebutuhan
tersebut (Asmadi,2005). Bentuk pengetahuan dalam keperawatan dibagi menjadi 6, yaitu
pengetahuan personal, empiris, estetika, etik, unknowing dan sosial politik.Pengetahuan personal
mengintegrasikan dan menganalisis situasi interpersonal terbaru dengan pengalaman masa lalu
dan pengetahuan.Pengetahuan empiris berfokus pada replikasi dan validasi kompetensi ilmiah
dalam pendidikan dan praktik keperawatan. Pengetahuan estetika disebut juga pengetahuan
subjektif, dan pada bagaimana mengeksplor pengalaman dan arti hidup baik bagi diri sendiri
ataupun orang lain. Pengetahuan etik berfokus pada komponen moral dari praktik
keperawatan.Unknowing adalah suatu kesadaran bahwa perawat tidak mengetahui atau
memahami klien ketika pertama kali bertemu.
Pengetahuan sosial politik ini berada dalam variabel kontekstual yang penting yang terdiri dari
sosial, ekonomi, geografi, budaya, sejarah, politik semua yang akan berdampak pada
keperawatan dan pelayanan (Dossey,2008). Kebutuhan perawat tentang konsep keperawatan
holistik penting, dinyatakan dalam penelitian menganai analisis kebutuhan perawat tentang
keperawatan holistik, hasil penelitian menunjukkan kebutuhan pengetahuan keperawatan yang
cukup tinggi dengan persentase 100% (Rahmawati,2012).

2.4PERAWATAN HOLISTIC
Semua bentuk praktik keperawatan yang tujuannya adalah membantu kesembuhan seseorang
secara menyeluruh. Perawat melihat pasien sebagai manusia secara total dimana ada keterkaitan
antara tubuh, pikiran, emosi, sosial/budaya, spirit, relasi, konteks lingkungan.

Asuhan keperawatan yang didasarkan kepada perawatan pasien secara total yang
mempertimbangkan kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual seseorang. Perawat
perlu mempertimbangkan respon pasien terhadap penyakitnya dan mengkaji tingkat kemampuan
seseorang untuk memenuhi kebutuhan dirinya.Perawat harus menjadi teman yang mendukung
dan memotivasi pasien, mendorong pasien agar pasien memahami arti kehidupan.

2.4.1DIMENSI PERAWATAN HOLISTIK


Dimensi hubungan antara bio- psiko- sosial dan spiritual seseorang. Dimensi pemahaman bahwa
seseorang merupakan satu kesatuan secara utuh tanpa bisa dipisahkan.

2.4.2 NILAI UTAMA PERAWATAN HOLISTIK


1. Filosofi dan Pendidikan.
Menekankan bahwa asuhan yang holistik didasarkan pada suatu kerangka filosofi dan
pengetahuan.
2. Holistik Etik, Teori Keperawatan dan Riset.
Menekankan bahwa asuhan yang professional didasarkan pada teori, diinformasikan oleh
penelitian dan didasarkan oleh prinsip etik sebagai petunjuk praktik yang kompeten.
3. Holistik Nurse Save Care.
Keyakinan bahwa perawat harus terlibat dalam perawatan diri untuk meningkatkan kesehatan
dan kesadaran pribadi sehingga perawat dapat melayani orang lain sebagai suatu alat sebagai
proses penyembuhan seseorang.
4. Holistic Communication, Therapeutic Environment and Cultural Competency.
Menekankan pada perkembangan untuk memanfaatkan penkajian dan asuhan terapeutik yang
mengacu pada pola, masalah dan kebutuhan klien dan suatu lingkungan yang mendukung proses
penyembuhan pasien.

2.5 MACAM-MACAM PENYEMBUHAN HOLISTIC CARE

2.5.1 Holistik Tradisional.


Suatu teknik penyembuhan yang memanfaatkan alam dengan prinsip holisme, berawal sejak
ribuan tahun lalu.Biasa disebut sebagai penyembuhan/pengobatan alternatif atau pengobatan
tradisional.Yang termasuk holistik tradisional adalah akupuntur, akupresur, herbal, ayurveda,
uropathy, pranic healing, apitherapy, dan lain-lain.Gelar para praktisinya bermacam-macam.
Ada yang disebut sebagai tabib, sin-se, dukun, dan lain-lain.

2.5.2 Holistik Modern.


Suatu teknik penyembuhan yang menggabungkan penyembuhan tradisional/kuno dengan
teknologi dan sains modern yang memanfaatkan alam dengan prinsip holisme.Holistic modern
berawal sekitar 200 tahun yang lalu dengan adanya homeopathy.
Yang termasuk holistik modern adalah homeopathy, osteopathy, ananopathy, psikologi
hipnotis, naturopathy modern, dan sebagainya.Gelar para praktisinya bermacam-macam sesuai
dengan aliran/disiplin ilmunya.Untuk homeopathy, praktisinya disebut sebagai homeopath.
Osteopathy, praktisinya disebut sebagai osteopath atau DO (Doctor of Osteopathy) di belakang
nama. Naturopathy, praktisinya disebut sebagai naturopathy atau DN (Doctor of Naturopathy) di
belakang nama. Saya pribadi dari aliran/disiplin ilmu ananopathy, praktisinya disebut sebagai
ananopath (syukur bukan psikopat) atau Dt (Danton) di awal nama.
Tapi perlu juga Anda ketahui bahwa tidak semua alternatif adalah holistik. Jika suatu
pengobatan alternatif tidak memandang permasalahan kesehatan secara menyeluruh, pengobatan
tersebut berarti bukan pengobatan holistik.

2.5.3. Holistik Moderen Antophaty


Ananopathy adalah gabungan teknik pengobatan alternatif tradisional/kuno dengan teknologi dan
sains modern, dimana tujuannya adalah menyembuhkan, bukan sekedar merawat. Pengobatan
Ananopathy fokus pada akar penyakit, bukan pada gejala; merawat manusia secara keseluruhan
(whole), bukan pada apa yang tampak saja. Tehnik yang digunakan adalah dengan menggunakan
Hukum Alam, Hukum Sebab-Akibat, perbaikan pola makan dan gaya hidup, penggunaan bahan-
bahan alami, yang diterapkan dengan basis alam dan sains modern.
Praktisi Ananopathy disebut sebagai ananopath, sedangkan gelar master atau pemimpin
Ananopath adalah Danton.
Ananopathy dari segi aplikasinya bersifat 3, yaitu:
a) Sederhana. Begitu sederhana karena tidak memerlukan obat-obatan kimia dan operasi.
b) Cerdik. Mengajarkan Anda untuk berpikir dan bertindak cerdik, bukannya pandai.
c) Bijaksana. Menekankan pemikiran bijak yang melihat faktor moralitas dan keselarasan.

Dari segi pemikiran, prinsip dasar Ananopathy juga ada tiga yaitu:
a. Tuhan. Selalu melihat permasalahan dari sudut pandang Ketuhanan.
b. Hukum Alam. Berpedoman pada Hukum Alam.
c. Kasih. Mendasari pemikiran dan prakteknya atas dasar kasih.
Contoh beberapa “penyakit serius” yang bisa Anda taklukkan setelah menguasai beberapa
teknik Ananopathy, tanpa obat-obatan kimia dan operasi adalah:
a. Diabetes melitus,
b. Kolesterol tinggi dan sakit jantung,
c. Stroke,
d. Asam urat dan rematik,
e. Tumor dan kanker,
f. TBC,
g. Maag akut dan kronis,
h. Hepatitis,
i. Gagal ginjal,
j. Demam berdarah.
k. AIDS

2.6 TEKNIK PENGOBATAN ATAU PENERAPAN HOLISTIC CARE


Pengobatan Holistic adalah, Pengobatan dengan menggunakan Konsep Menyeluruh, yaitu
keterpaduan antara Jiwa dan raga, dengan method Alamiah yang ilmiah, serta ilahiah yang mana
Tubuh manusia merupakan keterpaduan system yang sangat Kompleks, dan saling berinteraksi
satu sama lainnya dengan sangat kompak dan otomatis terganggunya satu fungsi/ elemen /
unsure tubuh manusia dapat mempengaruhi fungsi yang lainnya.
Pengobatan Holistic terpadu, memiliki perbedaan konsep yang sangat nyata dengan Konsep
Kedokteran (Konvensional), Konsep Konvensional lebih lebih menekankan kepada tindakan
seperti pemberian obat-obat kimiawi, dan tindakan rekayasa fisik dengan pembedahan/ operasi,
dll, sementara pengobatan holistic lebih menekankan membangkitkan system imun pasien, dan
memperbaiki secara menyeluruh dari factor pencetus penyakit (akar permasalahan penyakit),
sehingga definisi kesembuhan cenderung Permanen (tidak kambuh lagi), sedangkan yang
konnvensional pada umumnya bersifat tindakan sementara (kambuhan) sehinnga sampai ada
istilah Pasien Langgangan Dokter.

2.7.METODE PENGOBATAN HOLISTICYANG DI KEMBANGKAN DENGAN TERAPI


BERIKUT:

1. Pengaturan Pola hidup dan Pola makan dengan gizi dan kebutuhan berimbang
2. Rileksasi, dengan konsep Meditasi Penyembuhan
3.Stimulasi Otak dengan tehnik perangsangan alamiah
4. Silaturahmi Doktrin
5. Pancaran Bio energy (Pranaisasi)
6. Stimulan promotor dengan Nutrisi Herbal
7. Terapi Doa, dengan kepasrahan mencapai God Spot.
8. Hydroteraphy dan stimulant alam sebagai pelengkap dan penyeimbang.
1.7 Motto Klinik Holistik Care
C : Caring-kami senantiasa mempertahankan pelayanan kesehatan bernuansa caring.
A : Accessible-kami memberikan pelayanan yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
R : Research bassed-kami mengintegrasikan pembuktianklinis dengan keahlian kami dan
pilihan klien dalam membuat keputusan kesehata yang tepat bagi dirinya.
E: Empowerment-kami memberikan informasi yang tepat bagi pasien agar mampu
memberdayakan dirinya sendiridalam membuat keputusan yang tepat bagi kesehatannya.

2.8 CARING
Mayeroff, 1972, menggambarkan carring sebagai suatu proses yang memberikan kesempatan
pada seseorang ( baik pemberi asuhan (carrer) maupun penerima asuhan ) untuk pertumbuhan
pribadi. Aspek utama caring dalam analisis, meliputi :
· Pengetahuan
· Penggantian irama ( belajar dari pengalaman )
· Kesabaran
· Kejujuran
· Rasa percaya
· Kerendahan hati
· Harapan
· Keberanian
Caring dalam keperawatan adalah fenomena transkultural dimana perawat berinteraksi dengan
klien, staf dan kelompok lain. Caring menolong klien meningkatkan perubahan positif
dalam aspek bio-psiko-sosio-spiritual. Bersikap caring untuk klien dan bekerja bersama
dengan klien dari berbagai lingkungan merupakan esensi keperawatan.

2.8.1Hubungan antara Keperawatan dan Caring


Keperawatan dan caring adalah sesuatu yang tidak terpisahkan dan pada saat yang sama
mengindikasikan bahwa beberapa aktivitas pratik dilakukan dalam proses carring dilingkunagan
keperawatan. Aktivitas tersebut meliputi membantu, menolong, dan melayani orang yang
mempunyai kebutuhan khusus. Proses ini dipengaruhi oleh hubungan antara perawat dengan
pasien. Emosi “ menyukai “ dan “kasih saying” ditawarkan secraa sementara sebagaia respons
efektif penting yang diekspresikan melalui hubungan ini.

2.8.2Aspek Spiritual
Secara tradisional, model holistic keperawatan tentang kesehatan telah mencakup dimensi
berikut : fisik, psikologis, cultural, perkembanga, sosial. Dan spiritual.Satu model atau pilihan,
untuk meninjau dimensi spiritual adalah sesuatu yang terintegrasi.
Dalam model ini, spiritual mewakili totalitas keberadaan seseorang dan berfungsi sebagia
perspektif pendorong yang menyatukan berbagai aspek individual.Konsep perkembangan
spiritualitas ini penting dalam memahami spiritualitas klien dan bagaimana kematangan spiritual
perawat mempengaruhi kemmpuannya untuk memenuhi kebutuhan spiritual klien, membentuk
hubungan, dan kemidian membantu klien dengan kebutuhan perawatan kesehatannya.
Pada intinya keperawatan adalah komitmen tentang mengasihi (caring). Aspek penting lain dari
perawatan spiritual adalah mengenali bahwa klien tidak harus (berhak) mempunyai masalah
spiritual. Perawat harus belajar unutk memahami aspek positif dari spiritual klien ketimbang
berpikir bahwa pada saat menderita suatu penyakit spiritualitas selalu mengalami ancaman.
Mendukung dan mengenali sisi positif dari spiritualitas klien akan tersalur sepanjang pemberian
asuhan keperawatan yang efektif dan individual.

2.9. HOLISME
Pengertian holisme Holistik merupakan salah satu konsep yang mendasari tindakan keperawatan
yang meliputi dimensi fisiologis, psikologis, sosiokultural, dan spiritual. Dimensi tersebut
merupakan suatu kesatuan yang utuh, apabila satu dimensi terganggu akan mempengaruhi
dimensi lainnya. Holistik terkait erat dengan kesejahteraan (Wellnes). Untuk mencapai
kesejahteraan, terdapat lima dimensi yang saling mempengaruhi yaitu: fisik, emosional,
intelektual, sosial dan spiritual. Untuk mencapai kesejahteraan tersebut, salah satu aspek yang
harus dimiliki individu adalah kemampuan beradaptasi terhadap stimulus.Erikson, Tomlin dan
Swain (dalam Marriner-Tomey, 1994), mengemukakan tentang holism, yang memandang bahwa
manusia adalah individu secara keseluruhan yang terdiri dari banyak subsistem yang saling
ketergantungan dan tidak dapat dipisahkan.Hal ini terkait dengan pembawaan yang berhubungan
dengan keturunan dan pengendalian spiritual.Tubuh, pikiran, emosi dan semangat merupakan
unit keseluruhan yang sifatnya dinamis. Bersifat saling mempengaruhi dan mengendalikan satu
sama lain. Interaksi dari berbagai subsistem ini tidak dapat dipisahkan, yang akhirnya
menghasilkan holisme.

2.10 HUMANISME
Konsep humanisme ini bahwa memberikan pelayanan kesehatan pada klien dengan memandang
klien sebagai personal lengkap dengan fungsinya.Dalam keperawatan, humanisme merupakan
suatu sikap dan pendekatan yang memperlakukan pasien sebagai manusia yang mempunyai
kebutuhan lebih dari sekedar nomor tempat tidur atau sebagai seorang berpenyakit tertentu.
Perawat yang menggunakan pendekatan humanistic dalam prakteknya memperhitungkan semua
yang diketahuinya tentang pasien yang meliputi pikiran, perasaan, nilai-nilai, pengalaman,
kesukaan, dan bahasa tubuh. Pendekatan humanistic ini adalah aspek keperawatan tradisional
dari caring yang diwujudnyatakan dalam pengertian dan tindakan. Pengertian membutuhkan
kemampuan mendengarkan orang lain secara aktif dan arif serta menerima perasaan-perasaan
orang lain.
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Pengobatan Holistic adalah pengobatan dengan menggunakan konsep menyeluruh, yaitu
keterpaduan antara jiwa dan raga, dengan metode alamiah yang ilmiah, serta ilahiah, yang mana
tubuh manusia merupakan keterpaduan system yang sangat kompleks, dan saling berinteraksi
satu sama lainnya dengan sangat kompak dan otomatis terganggunya satu fungsi/elemen/unsur
tubuh manusia dapat mempengaruhi fungsi yang lainnya. Keterkaitan antara jiwa dan raga tidak
terpisahkan, sebagaimana dikenal bahwa didalam raga yang sehat terdapat jiwa yang sehat, dan
juga sebaliknya jiwa yang sehat dapat membentuk raga yang sehat Dan Pembentukan Jiwa yang
sehat adalah dengan berserah diri secara penuh dan ikhlas kepada Sang Pencipta dan Penguasa
Jagat Raya, yang memiliki segala sesuatu, dan penentu segala sesuatu, Allah SWT.

3.2 SARAN
Perawat diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan tentang konsepkeperawatan holistik
dalam asuhan keperawatan.Upaya peningkatanpengetahuan yaitu dengan mencari informasi
mengenai keperawatan holistik yang nantinya dapat diaplikasikan dalam pelayanan keperawatan
yaitu berupa asuhan keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA

JURNAL NURSING STUDIES, Volume 1, Nomor 1 Tahun 2012, Halaman 157 – 162
Online di :http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnursing

JURNAL NURSING STUDIES, Volume 1, Nomor 1 Tahun 2012, Halaman 140 – 148
Online di :http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/jnursing

http://www.umy.ac.id/konsep-holistic-care-dalam-penyembuhan-pasien-3.html 18-10-2013
pukul 13.00
http://chairulrebi.blogspot.com/2012/02/makalah-holistic-care.html 18-10-2013 pukul 12.45
http://nersuki.blogspot.com/2013/01/makalah-holism.html 18-10-2013 pukul 12.44

http://scholar.google.co.id/scholar?as_ylo=2012&q=konsep+holism&hl=id&as_sdt=0,5 18-10-
2013 pukul 12.44

http://www.englishindo.com/2011/11/cara-menulis-daftar-pustaka-dari.html 18-10-2013 pukul


13.00

Nur Salam. 2011. Proses dan Dokumentasi Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Uliyah, Musrifatul. & Hidayat.AAA.2011. Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan.
Jakarta: Health Books

Hidayat, AAA. 2008. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

http://chairulrebi.blogspot.com/2012/02/makalah-holistic-care.html