Anda di halaman 1dari 19

TERAPI TRADISIONAL TEMULAWAK

Oleh :

Kelompok 6

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bali

S1-Ilmu keperawatan

2017/2018
Nama anggota kelompak 6 :
KATA PENGANTAR

Om Swastyastu

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmatNYA kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Terima kasih juga
kami ucapkan kepada dosen pembimbing, teman-teman dan semua pihak yang
telah membantu kami. Makalah ini merupakan tugas keperawatan keluarga
mengenai Terapi Tradisional Temulawak. Makalah ini berisi tentang apa yang
dimaksud temulawak dan kadungan di dalamnya serta manfaat atau kegunaan dari
temulawak itu sendiri yang kami buat dengan menggunakan beberapa sumber
seperti buku-buku dan juga internet. Semoga tugas kami ini bermanfaat bagi yang
membacanya.

Akhir kata, tugas kami ini mungkin belum begitu sempurna, untuk itu
saran yang membangun tetap kami nantikan untuk kesempurnaan laporan ini dan
untuk meningkatkan pengetahuan kami dalam pembuatan tugas-tugas selanjutnya.

Om Santih Santih Santih Om

Denpasar, 6 Oktober 2017

Penulis
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tanaman temulawak (Curcuma xanthorrhizaRoxb.) merupakan salah


satu tanaman obat potensial unggulan yang memiliki khasiat multifungsi.
Rimpangnya yang berkhasiat obat mampu mengobati berbagai penyakit
seperti kelainan padahati/lever, kantong empedu, dan
pankreas.Temulawak (Curcuma xanthorrhizaRoxb.) juga merupakan salah
satu tanaman obat unggulan yang memiliki khasiat multifungsi. Rimpang
induk temulawak berbentuk bulat seperti telur dan berwarna kuning tua
atau cokelat kemerahan dimana bagian dalamnya berwarna jingga
kecokelatan.

Pemanfaatan tanaman ini cukup banyak, antara lain dipergunakan oleh


masyarakat dalam pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan atau
pengobatan penyakit maupunoleh produsen obat tradisional dan
kosmetika. Selain penggunaannya sebagai bahan
baku industri seperti minuman dan pewarna alami, manfaat lain adalah dap
at meningkatkan sistim imunitas tubuh.Kurkumin merupakan salah satu
produk senyawa metabolit sekunder dari tanaman Zingiberaceae,
khususnya kunyit dan temulawak yang telah di-manfaatkan dalam industri
farmasi, makanan, parfum, dan lain-lain.

Ada banyak data dan literatur yang menun-jukkan bahwa kunyit dan
temulawak berpotensi besar dalam aktifitas farma-kologi yaitu
anti imflamatori, anti imunodefisiensi, antivirus (virus flu burung), anti
bakteri, anti jamur, anti oksidan, anti karsinogenik dananti
infeksi.Mengingat tingginya permintaan terhadap bahan baku temulawak,
maka diperlukan ketersediaan bahan tanaman dalam jumlah besar. Upaya
penyediaan bahan tanaman dalam jumlah banyak, waktu singkat dan
bebas hama dan penyakit telah diperoleh melalui perbanyakan in vitro.
Selain itu pertumbuhan dan produksirimpang temulawak hasil plantlet in
vitro juga telah diketahui mampu memperlihatkan hasil yang cukup
optimal.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud temulawak ?
2. Kandungan apa yg terkandung dalam temulawak ?
3. Apa kegunaan dan manfaat temulawak ?
C. Tujuan

1. Untuk mengetahui apa itu temulawak

2. Untuk mengetahui kandungan obat dalam temulawak)

3. Untuk mengetahui kegunaan dan manfaat temulawak

D. Manfaat

Mengetahui fungsi temulawak yang dapat digunakan sebagai obat


tradisional, dan temulawak juga dapat mengobati berbagai macam
penyakit dan aman di konsumsi (tidak ada efek sampingnya karna
temulawak jenis obat tradisional)
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Sejarah

Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia dan termasuk salah


satu jenis tanaman rimpang yang paling banyak digunakan sebagai bahan
baku obat tradisional. Selain itu Temulawak merupakan sumber bahan
pangan, pewarna makanan, bahan baku industri (seperti kosmetika),
maupun dibuat makanan atau minuman segar. Temulawak telah banyak
dibudidayakan dan banyak ditanam di pekarangan, juga sering ditemukan
tumbuh liar di hutan jati dan padang alang-alang.

Umumnya, bagian yang digunakan dari tanaman ini ialah rimpangnya,


karena mengandung beberapa senyawa kimia, antara lain minyak atsiri
xanthorrhizol, fellandrean, dan turmerol, kamfer, glukosida, folugmetik
karbinol, kurkuminoid, dan kurkumin. Kurkumin diketahui sebagai
antioksidan dan juga bermanfaat dalam melindungi hati dari racun.
Rimpang temulawak mengandung berbagai komponen kimiatemulawak di
antaranya protein, pati, zat warna kuning kurkuminoid, dan minyakatsiri.
Sedangkan kandungan kimia dari minyak atsirinya adalah
xanthorhizol(40%), kamfer, turmerol, felandren, tolilmetilkarbinol,
arkurkumen, zingiberenkuzerenon, germakron dan b-tumeron (Raharjo dan
Rostiana, 2003).

Temulawak ini menyebar meluas di kawasan Indo-Malaysia ke


seluruh dunia. Tanaman ini banyak ditemui di Asia-Tenggara, selain itu
dapat pula ditemukan di Cina, IndoCina, Bardabos, India, Jepang, Korea,
Amerika Serikat dan beberapa Negara yang berada di Eropa.

Digunakan sebagai bahan baku obat untuk industry obat tradisional


dan industry kecil obat tradisional temulawak menduduki tingkat pertama
di daerah Jawa Timur danperingkat kedua di Jawa Tengah. Temulawak
dimanfaatkan sebagai obat dan mempunyai klaim manfaat untuk
penyembuhan jenis penyakit terbanya (24 jenis penyakit). Oleh sebab itu,
pemerintah mencanangkan temulawak sebagai “Minuman Kesehatan
Nasional”. Rimpang temulawak mengandung minyak atsiri, resin,
kurkumin, lemak, kamfer, serat kasar dan kalsium klrida (Quisumbing
dalam Agusta dan Caherul, 1994). Minyak atsiri dari temulawak
mengandung banyak komponen yang bermanfaat, sebagai senyawa
antioksidan, anti hepatotoksik, meningkatkan sekresi empedu, anti
hipertens, melarutkan kolesterol, merangsang air susu (laktagoga), tonik
bagi ibu pasca melahirkan, peluruh haid, anti bakteri, pewarna makanan
dan kain, serta bahan kosmetik. Curcumin dan xanthorrhizol merupakan
komponen bahan aktif dari minyak atsiri temulawak yang berkhasiat obat.

Pada tahun 2000, kebutuhan tanaman temulawak untuk 5 industri


jamu terbesar mencapai 38.600 kg/bulan atau 463.200 kg/tahun.
Peningkatan kebutuhan bahan baku seiring dengan meningkatnya jumlah
industry jamu, farmasi dan kosmetika.Peluang pengembangan tanaman
temulawak terbuka lebar, baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri
maupun ekspor. Wilayah pengembangan dan sentra tanmana temulawak di
Indonesia pada tahun 2003 meliputi 15 propinsi, antara lain : Sumatra
utara, Riau, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah< DI
Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan
Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Gorontalo dan pada tahun
2005 bertambah menjadi 27 propinsi, penambahan antara lain : Sumbar,
Sumsel, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bnagka Belitung, NTB, NTT,
Kalteng, kalsel, Sulsel, Sultra, dan Irian barat (Ditjenhorti 2006). Rata-rata
perkembangan luas panen dan prduksi temulawak dari tahun 2000-2008,
masing-masing sebesar 15,36 dan 25,89 % per tahun (BPS 2006;
Ditjenhorti 2007, 2008)
B. Deskripsi Tanaman

Tanaman terna berbatang semu dengan tinggi hingga lebih dari 1m


tetapi kurang dari 2 m,berwarna hijau atau coklat gelap.Akar rimpang
terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berwarna hijau
gelap. Tiap batang mempunyai daun 2-9 helai dengan bentuk bundar
memanjang sampai bangun lanset, warna daun hijau atau coklat keunguan
terang sampai gelap, panjang daun 31-84cm dan lebar 10-18cm, panjang
tangkai daun termasuk helaian 43-80 cm.
Perbungaan lateral, tangkai ramping dan sisik berbentuk garis, panjang
tangkai 9-23cm dan lebar 4-6 cm, berdaun pelindung banyak yang
panjangnya melebihi atau sebanding dengan mahkota bunga. Kelopak
bunga berwarna putih berbulu, panjang 8-13 mm, mahkota bunga
berbentuk tabung dengan panjang keseluruan 4,5 cm, helaian bunga
berbentuk bundar memanjang berwarna putih dengan ujung yang berwarna
merah dadu atau merah, panjang 1.25-2 cm dan lebar 1m.

Gambar Temulawak
Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) banyak ditemukan di hutan-hutan
daerah tropis, temulawak juga berkembang biak di tanah tegalan sekitar
pemukiman, terutama pada tanah gembur, sehngga buah rimpangnya
mudah berkembang menjadi besar.Temulawak termasuk jenis tubuh-
tumbuhan herbal yang batang pohonnya berbentuk batang samu dan
tingginya dapat mencapai 2 meter. Daunnya lebar dan pada setiap helaian
dihubungkan denganpelapah dan tangkai daun yang agak
panjang.Temulawak mempunyai bunga yang berbentuk unik
(bergerombol) dan berwarna kuning tua. Rimpang temulawak sejak lama
dikenal sebagai bahan ramuanobat. Aroma dan Warna khas dari
rimpang temulawak adalah berbau tajam dan daging buahnya berwarna
kekuning-kuningan. Daerah tumbuhnya selain di dataran rendah juga dapat
tumbuh baik sampai pada ketinggian tanah 1500 meter di atas permukaan
laut.

C. Budidaya Tanaman Temulawak

Penanaman Temulawak bisa dilakukan secara konvensional dalam


skala kecil tanpa memanfaatkan tehnik yang standart, karena itu sulit
menentukan dimana sentra penanaman Temulawak di Indonesia. Hampir
di setiap di daerah pedesaan terutama di dataran sedang dan tinggi dapat
ditemukan Temulawak terutama di lahan yang teduh.

Syarat Pertumbuhan :

Tanaman Temulawak dapat ditanam di daerah beriklim tropis dengan


suhu udara antara 19-30 o C (derajat Celcius), curah hujan antara 1000-
4000 mm/tahun. Tanaman Temulawak dapat beradaptasi dengan baik pada
berbagai jenis tanah baik tanah berkapur, berpasir, agak berpasir, maupun
tanah berat yang berliat. Temulawak dapat tumbuh di ketinggian tempat 5-
1000 m/dpl dengan ketinggian tempat optimum adalah 750m/ dpl.
BAB III

PEMBAHASAN

A. Kandungan dan Manfaat

Kandungan utama rimpang adalah protein, karbohidrat, dan minyak


atsiri yang terdiri atas kamfer, glukosida, turmerol, dan kurkumin.
Kurkumin bermanfaat sebagai ani infamasi (anti radang) dan anti
hepototoksik (anti keracunan empedu). Temulawak memiliki efek
farmakologi yaitu, hepatoprotektor(mencegah penyakit hati), menurunkan
kadar kolestrol, anti infamasi (anti radang), laxative (pencahar), diuretik
(peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi. Manfaat lainnya yaitu,
meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan darah.

Manfaat temulawak memang banyak sekali untuk kesehatan tubuh dan


kecantikan wajah. Karena temulawak ini mengandung beberapa unsur
yang mampu mengobati beberapa jenis penyakit. Maka bagi anda yang
menyukai pengobatan alami atau tradisional, menjadikan temulawak
sebagai obat herbal alami atau tradisional. Menjadikan temulawak sebagai
obat herbal alami merupakan pilihan yang terbaik.

Dibawah adalah kandunga temulawak yang bermanfaat bagi


kesehatan : Pati 58,24 gram, lemak 12,10 gram, serat kasar 4,20 gram,
protein 2,90 gram, kurkumin 1,55 gram, mineral 4, 29 gram, minyak atsiri
4,90 gram.

Selain dimanfaatkan sebagai jamu dan obat, temulawak juga


dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat dengan mengambil patinya,
kemudian diolah menjadi bubur makanan untuk bayi dan orang-orang
yang mengalami gangguan pencernaan. Disisi lain temulawak juga
mengandung senyawa beracun yang dapat mengusir nyamuk karena
tumbuhan tersebut menghasilkan minyak atsiri yang mengandung linelool,
geraniol yaitu golongan fenol yang mempunyai daya repellan nyamuk
Aedes aegypti.

B. Khasiat Temulawak

Dengan adanya krisis moneter, masyarakat terdorong kembali


menggunakan obat-obat tradisional yang boleh dikatakan bebas dari
komponen impor. Salah satunya adalah rimpang temulawak yang telah
dikenal oleh nenek monyang kita sejak jaman dahulu. Selama ini, telah
banyak penelitian-penelitian yang dilakukaan baik oleh ilmuwan Indonesia
maupun ilmuwan asing untuk membuktikan khasiat temulawak, tetapi
belum adanya sistem pendokumentasian yang terpadu, maka belum semua
hasil-hasil penelitian tersebut dapat diakses oleh masyarakat umum.

Berikut ini rangkuman tentang khasiat temulawak dari tahun 1980-


1997 yang bersumber dari karya ilmiah asing dan karya ilmiah Indonesia
PDII-LIPI. Dan masih ada karya ilmiah Indonesia yang belum terlangkup
dalam tulisan ini, termasuk penelitian skripsi dari perguruan tinggi yang
memang tiak tersedia dalam dalam PDII-LIPI. Untuk mengetahui khasiat
temulawak, telah dilakukan beberapa cara pengujian, baik secara in vitro,
pengujian terhadap binatang dan uji klinis terhadap manusia. Dari hasil-
hasil penelitian yang dilakukan, yang paling banyak dilakukan terhadap
binatang percobaan, sedangkan uji terhadap manusia masih jarang.

Temulawak mampu mengatasi :

1. Pelancar ASI
Cuci 20g rimpang segar temulawak, lalu parut. Hasil parutannya
peras dan saring, lalu ditim sampai mendidih. Setelah dingin,
tambahkan 2 sendok makan madu sambil diaduk rata, lalu
diminum. Lakukan pagi dan sore dengan takaran yang sama
banyak.
2. Menurunkan Kadar Kolesterol Darah Tinggi
Kupas kulit rimpang temulawak segar sebesar 3 jari, lalu parut.
Tambahkan ¾ cangkir air panas dan biarkan mengendap. Setelah
dingin, endapannya dibuang dan airnya diminum. Lakukan setiap
hari.

3. Hepatitis
Rimpang temulawak segar sebesar 2 jari dikupas kulitnya lalu
diparut. Tambahkan air panas sebanyak 1/2 cangkir dan 1 sendok
madu. Aduk campuran tadi sampai merata lalu dibirakan
mengendap. Minum beningannya, ampasnya dibuang. Lakukan
2 kali sehari, sampai sembuh. Rebus 10g rimpang temulawak
kering dan 30g akar alang-alang (Imperata cylindrica) dalam 3
gelas air sampai tersisah 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air
saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

4. Wasir
Sediakan rimpang temulawak sebesar jari, kelembak(Rheum
officinalle baill) sebesar ¾ jari, 1 genggam pegagan (centella
asiatica L), 1 genggam daun saga (Abrus pre1atoris L) dan gula
neau sebesar 3 jari. Cuci bahan-bahan tersebut, lalupotong-
potong seperlunya. Selanjutnya, rebus bahan-
bahan tersebut dalam 5gelas air bersih sampai tersisa kira-
kiraseparuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya
diminum sehari 3 kali, masing-masing 1/3 bagian. Lakukan
pengobatan ini setiap hari.

5. Jerawat
Cuci rimpang temulawak sebesar 1 jari, lalu potong-potong
seperlunya. Selanjutnya rebus dalam 4 gelas minum air bersih
sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan tambahkan
madu ke dalam air saringannya seperlunya kemudian diminum.
Pengobatan di lakukan sehari dua kali. Setiap satu kali cukup satu
gelas.

6. Diare
Cuci rimpang temulawak sebesar setengah ibu jari, lalu panggang
sampai hangus. Selanjunya giling bahan tersebut sampai halus, lalu
seduh dengan setengah cangkir air panas. Tambahkan satu sendok
makan madu sambil aduk merata. Lalu diminum dua kali sehari
sampai sembuh.

7. Sembelit
Sediakan rimpang temulawak dan buah asam (Tamarindusindica)l
yang matang masing-masing sebesar satu jari, gula secukupnya.
Selanjutnya potong tipis-tipis, lalu seduh dengan air mendidih
dalam cangkir. Aduk sampai gulanya larut kemuadian minum saat
sudah mulai dingin.

8. Nyeri Haid
Sediakan 10 iris rimpang temulawak, asam kawak, sebesar telur
burung puyuh dan gula enau sebesar 3 jari.
Rebus bahan-bahan tersebut dalam dua gelas air sampai tersisa
separuhnya. Setelah dingin minum ramuan tersebut lakukan setiap
hari selama satu minggu sebelum haid.

9. Demam
Rebus 1 jari rimpang temulawak yang telah diiris tipis-tipis
dan 5 batang meniran dengan akarnya dalam 5gelas air
bersihsampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan airsarin
gannya dibagi untuk 1 kali minum, pagi, siang dan sore hari.
10. Penambah Nafsu Makan
Sediakan 20g rimpang temulawak segar yang telah diiris tipis-tipis,
10g asam jawa dan 30g gula enau. Masukkan bahan-bahan tersebut
selagi hangat. Sehari dua kali, masing-masing setengah bagian.

11. Memelihara Fungsi Hati


Kandungan kalagoga pada temulawak berfungsi untuk
memproduksi empedu didalam hati dan merangsang
pemngosongan pada kadung empedu. Temulawak juga mengurangi
kerja enzim glutamate oksaloasetat transaminase dan menurunkan
kerja enzim glutamate piruvat transminase yang baik. Hasil uji
klinis menunjukkan bahwa dosis yang pakai untuk menurunkan
kadar SGOT dan juga SGPT adalah 15-30mg kurkumin.

12. Memperbaiki Fungsi Pencernaan


Serbuk rimpang temulawak dapat meningkatkan aktivitas di dalam
cairan lambung sehingga bisa membantu metabolisme juga
mengurangi kontradiksi usus halus. Caranya adalah ambil 2g
rimpang kering temulawak atau 8g temulawak segar. Panaskan
rimpang tersebut dengan air hingga mencapai suhu 900C kurang
lebih selama 15 menit. Kemudia disaring, minum dua sampai tiga
kali sehari di antara waktu-waktu makan.

13. Mengurangi Radang Sendi


Kandungan Kurkumin pada temulawak berperan sebagai anti
radang yang jumlahnya setara dengan 100 mg fenilbutazon yang
mampu mengurangi nyeri dan juga radang sendi.
14. Menurunkan Lemak Darah
Ekstrak temulawak dan juga fraksi kurkuminoidnya mampu
menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida dan juga
meningkatkan kadar HDL pada kolesterol. Komponen yang dapat
menurunkan kadar lemak dalam darah ialah kurkuminoid.

15. Sebagai Anti Oksidan


Kurkumin yang terkandung pada temulawak bermanfaat sebagai
antioksidan sebab mampu menangkap berbagai radikal bebas,
misalnya seperti anion superoksid dan juga radikal hidroksil
sehingga dapat membantu menjaga kesehatan. Caranya adalah
gunakan ekstrak kering temulawak dengan cara direbus kemudian
minum tiga kali sehari kurang lebih 250g-500g.

16. Mengobati Alergi


Caranya adalah ambil temulawak kira-kira dua jari dan daun
meniran setengah genggam, daun kumis kucing setengah genggam
dan daun sambiloto setengah genggam. Campur semua bahan-
bahan tersebut dan rebuslah dengan empat gelas air putih sampai
tersisa setengahnya.. minum rebusan air tersebut dua kali sehari.

17. Mengatasi Asma


Sementara untuk mengobati asma dengan temulawak yakni dengan
menyiapkan ½ rimpang temulawak, cuci dengan bersih kemudian
rebus sampai mendidih dengan mencampurkan sedikit gula aren
kemudian mminum tiga kali sehari.

18. Obat Sakit Ginjal


Untuk pengobatan sakit ginjal ambil temulawak kemudian cuci
dengan bersih dan kupas, kemudian rebus temulawak dengan
dicampur segenggam daun kumis kucing dan meniran, rebus
dengan 4 gelas air dan rebus sampai air tersebut tersisa setengah,
kemudian minumlah sebanyak tiga kali sehari.

C. Kandungan Kimia

Daging buah (rimpang) temulawak mempunyai beberapa kandungan


senyawa kimia antara lain berupa fellandrean dan turmerol atau yang
sering disebut minyak menguap. Kemudian, minyak atsiri, kamfer,
glukosida, foluymetik karbinol, dan kurkumin yang terdapat pada rimpang
tumbuhan ini bermanfaat sebagai acenevulgaris, disamping sebagai anti
infamasi (anti radang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Temulawak merupakan salah satu obat potensial, selain sebagai bahan


baku obat juga dipakai sebagai kosmetik.Dilihat dari manfaatnya setelah
dilakukan beberapa penelitian secara in vitro dan in vivo menunjukkan,
temulawak mempunyai aktivitas sebagai menurunkan kadar kolesterol
darah tinggi, memelihara fungsi hati, mengurangi radang sendi, obat sakit
ginjal.

Setelah mengkaji lebih dalam mengenai tumbuhan temulawak,


penyusun dapat mengambil suatu simpulan bahwa temulawak sangatlah
bermanfaat bagi manusia, karena didalam temulawak terdapat banyak
kandungan yang bermanfaat yaitu kandungan utama rimpang adalah
protein, karbohidrat, dan minyak atsiri dengan ada kandungan ini, maka
temulawak dapat diolah menjadi obat berbagai penyakit seperti
memperlancar ASI, penambah nafsu makan, diare, wasir, hepatitis,
sembelit, memelihara fungsi hati.

Temulawak adalah tanaman terna berbatang semu dengan tinggi


hingga lebih dari 1 m tetapi kurang dari 2 m, berwarna hijau atau coklat
gelap. Akar rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat,
berwarna hijau gelap.

B. Saran

Disarankan pada seluruh pembaca karya ilmiah ini agar betul-betul


memahami dan mengerti tentang temulawak.
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Temu_lawak

http://etd.eprints.ums.ac.id/1537/1/k10004029.pdf

http://abaherbal.com/?tag=khasiat_Temulawak

http://www.obatherbalalami.com/2010/08/khasiat-alami-temulawak-menumpas-
segala.html

http://hilmanmuchsin.blogspot.com/2009/09/temulawak-dari-empiris-sampai-
uji.html

http://resepherbal.e-salim.com/2009/01/khasiat-temulawak/