Anda di halaman 1dari 2

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 1 Hasil pengamatan mencit


Waktu Dosis Hipersalivasi/ Diare Urinasi kiposis
(menit) (ml) Hiperlakrimasi
0 0,05 - + - -
+
5 0,1 - - +
10 0,2 + ++ + +
15 0,4 ++ - - -
20 0,6 +++ - + -
25 0,8 +++ - - +

Penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat memberikan efek samping keracunan
seperti diare, mual, muntah, sakit kepala, gelisah, lemas, iritasi kulir, tremor, inkoordinasi,
sampai tidak terkendalinya kelenjar-kelenjar eksokrin ditubuh. Pada praktikum ini pestisida
karbamat disuntikkan secara subkutan dengan dosis bertingkat. Gejala klinis yang diamati
adalah peningkatan frekuensi nafas, diare, urinasi, hiperlakrimasi, hipersalivasi, dan adanya
posisi kiposis. Semakin meningkatnya pemberian dosis karbamat pada mencit menunjukkan
gejala peningkatan hipersalivasi, frekuensi nafas hingga sesaknafas, urinasi, diare,
hiperlakrimasi dan adanya posisi kiposis akibat menahan sakit.
Pemberian karbamat menyebabkan gejala langsung seperti hipersalivasi dan gejala
tidak langsung seperti diare, urinasi dan sesak nafas. Pestisida golongan organofosfat dan
karbamat memiliki aktivitas antikolinesterase. Cara kerja semua jenis pestisida organofosfat
dan karbamat sama yaitu menghambat penyaluran impuls saraf dengan cara mengikat
kolinesterase, sehingga tidak terjadi hidrolisis asetilkolin. Hambatan ini dapat terjadi
beberapa jam hingga beberapa minggu tergantung dari jenis antikolinesterasenya. Hambatan
oleh rurunan karbamat hanya bekerja beberapa jam dan bersifat reversibel. Organofosfat
merupakan pestisida yang sangat berbahaya karena ikatan pestisida organofosfat dan
kolinesterase hampir bersifat irreversibel (Raini 2007).
Manifestasi klinik dari kontak dengan senyawa organofosfat berupa efek muskarinik,
nikotinik dan CNS. Efek muskarinik (sistem parasimpatis) termasuk keringat, hipersalivasi,
hiperlakrimasi, dyspnea, gejala gastrointestinal (mual, muntah, keram abdomen, dan diare), miosis
(pupil pinpoint), penglihatan kabur, inkontinensia urin. Efek nikotinik (sistem saraf simpatis dan
motorik) termasuk hipertensi, fasikulasi otot, keram otot, kelemahan motorik, dan paralisis. Efek
nikotik yang terlihat saat praktikum juga bentuk tulang punggung yang kiposis akibat sakit perut
dari hewan. Efek CNS termasuk kecemasan, pusing, insomnia, mimpi buruk, sakit kepala, tremor,
bingung, ataksia, koma. Tanda dan gejala dari intoksikasi organofosfat ini terlihat pada hewan
coba yang disuntikkan pestisida (lihat Tabel 1).
Identifikasi adanya unsur phosfor dalam senyawa organofosfat dapat menjadi alat bantu
untuk identifikasi keracunan pestisida dihewan dengan mengambil sisa-sisa bahan makanan
disaluran pencernaannya saat terjadi kejadian mati secara tiba-tiba. Penggunaan pestisida
dalam proses produksi pertanian yang cukup intensif menunjukkan bahwa petani tidak
mengikuti anjuran pemakaian yang ditetapkan produsen sehingga mengakibatkan pencemaran
pestisida pada produk maupun produk samping pertanian. Sehubungan dengan banyaknya
produk samping (limbah) pertanian yang dimanfaatkan sebagai bahan utama pakan hewan,
maka perlu dipelajari dampak negatif dari pakan yang terkontaminasi. Bahan baku pakan yang
aman, sehat dan rendah cemaran pestisida sangat penting guna menghasilkan produk hewan
yang aman dan sehat untuk konsumsi manusia. Pakan yang aman juga memperbaiki kualitas
hidup dari hewan (Saini dan Indraningsih 2005).

Gambar 1 Hasil positif adanya unsur P dalam organofosfat

Selain pengamatan pengujian obat terhadap hewan mencit. Dilakukan pula


pengujian terhadap unsur phospat dalam senyawa tersebut. Hasil positif ditunjukkan dengan
perubahan warna kuning kehijauan pada zat uji. Hasil uji pada gambar 1 menunjukkan hasil
posiif. Warna kuning kehijauan dapat terbentuk karena adanya reaksi H 3PO4 (reaksi asam
pekat HNO3 dengan fosfat ) dengan Ammonium molybdat. Adanya fosfat pada senyawa
tersebut sesuai dengan rantai kimia senyawa tersebut berupa C9H11Cl3NO3PS. Dengan struktur
kimia pada gambar 2. Adanya fosfat ini berpengaruh juga terhadap prinsip kerja senyawa
Chlorpyrifos (Chemnet 2009)

Gambar 2 Struktur kimia Chlorpyrifos

DAFTAR PUSTAKA
Chemnet. 2009. http://www.chemnet.com/cas/my/2921-88-2/chlorpyrifos.html. diakses pada
[20181009]. zhejiang China.

Raini M. 2007. Toksikologi pestisida dan penanganan akibat keracunan pestisida. Media
Litbang Kesehatan. 18(3):9-18.
Saini Y, Indraningsih. 2005. Kasus keracunan pestisida golongan organofosfat pada sapi
peranakan ongole di Sukamandi, Jawa Barat. JITV 10(3): 242-251.