Anda di halaman 1dari 11

*** CONTOH SOAL VARIABLE COSTING ***

Pada tahun 1999, PT.LABALA memproduksi 1000 unit batako. Biaya produksi yang
dikeluarkan selama tahun 1999 adalah sebagai berikut:
Biaya bahan baku (raw material cost) 500.000
Biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) 350.000
Biaya bahan penolong (indirect material cost) 100.000
Biaya tenaga kerja tidak langsung (indirect labor cost) 110.000
Depresiasi bangunan pabrik (depreciation of factory building) 100.000
Data lain yang diperoleh selama tahun 1999 adalah:
 Harga jual Rp.2000 per unit.
 Produk terjual sebanyak 900 unit.
 Persediaan awal 100.000 (metode full costing) dan 90.000 (metode variable costing).
 Persediaan akhir 232.000 (metode full costing) dan 212.000 (metode variable costing).
 Pembebanan BOP (factory overhead) berdasar BTKL.
 Kapasitas normal dicapai pada saat BTKL sebesar Rp.400.000 per tahun dengan perkiraan
BOP variabel Rp.250.000 dan BOP tetap Rp.110.000.
 Biaya administrasi dan umum (general and administrative expense) Rp.100.000.
 Biaya iklan (advertising expense) Rp.300.000.

Diminta :

1. Dengan menggunakan metode Full costing, hitunglah;


a. Tarif BOP per unit dan jumlah BOP yang dibebankan.
b. Laporan Laba/Rugi (income statement).
2. Laporan Laba/Rugi dengan metode Variable costing.
JAWABAN : *** CONTOH SOAL VARIABLE COSTING ***

1. Metode Full costing


a. Tarif BOP(FOH) per unit
BOP T 110.000 Ket; * = pada kapasitas normal
BOP V 250.000 *
Jumlah BOP 360.000
Tarif overhead pabrik berdasarkan BTKL, dimana kapasitas normal dicapai pada jumlah
Rp.400.000.
Tarif BOP (FOH) = 360.000 x 100% = 90% dari BTKL
400.000
b. Bop yang dibebankan untuk tahun 1999 = 90% x 350.000 = 315.000

PT.LABALA
Laporan Laba/Rugi
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1999
Penjualan ( Rp.2000 x 900 u ) 1.800.000
HPP (Cost of goods sold) :
Persed. awal brg jadi (beginning finished goods inventory) 100.000
BBB (raw material cost) 500.000
BTKL (direct labor cost) 350.000
BOP (FOH) T 210.000
BOP (FOH) V 100.000 +
HP.Produksi (Cost of goods manufactured) 1.160.000 +
BTUD (finished goods available for sales) 1.260.000
Persed.akhir brg jadi (ending finished goods inventory ) 232.000 –
HPP sebelum penyesuaian
(cost of goods sold before adjustment) 1.028.000
Selisih kapasitas menguntungkan ( 315.000 – 310.000 ) 5.000 +
HPP setelah penyesuaian
(cost of goods sold after adjustment) 1.033.000 -
Laba kotor (gross income) 777.000
Biaya usaha (operating expense):
Biaya adm. & umum (general & administrative expense) 100.000
Biaya iklan (advertising expense) 300.000 +
400.000 –
Laba bersih sebelum pajak ( EBT ) 377.000
2. Metode Variable costing
PT.LABALA
Laporan Laba/Rugi
Untuk periode yang berakhir 31 Desember 1999
Penjualan ( Sales) = Rp.2000 x 900 u 1.800.000
Biaya variabel (variable costing):
Persed.awal brg jadi (beginning finished goods inventory) 90.000
BBB (raw material cost) 500.000
BTKL (direct labor cost) 350.000
BOP (FOH) V 210.000 +
HP.Produksi (COGM) 1.060.000 +
BTUD ( finished goods available for sales) 1.150.000
Persed.akhir brg jadi (ending finished goods inventory) 212.000 –
HPP (Cost of goods sold) variabel 938.000 –
Contribution Margin 862.000
Biaya Tetap (Fixed expense):
BOP (FOH) T 100.000
Biaya adm.& umum (general & administrative expense) 100.000
Biaya iklan (advertising expense) 300.000 +
Total biaya tetap 500.000 –
Laba bersih sebelum pajak ( EBT ) 362.000

KASUS 1
Berikut adalah data biaya produksi dan persediaan pada akhir tahun 1999 dari PT.OTI :
1. Produksi selama tahun 1999 sebanyak 200.000 unit.
2. 80% dari produksi pada tahun 1999 terjual dan sisanya masih tersimpan di gudang pada akhir tahun.
3. Biaya bahan baku (Raw Material) Rp.3.000.000
4. Upah langsung (Direct Labor) Rp.2.500.000
5. BOP Variabel (variable FOH) Rp.1.000.000
6. BOP Tetap (fixed FOH) Rp. 600.000
7. Harga jual per unit Rp. 50
8. Biaya adm & umum (General&Administrative Expense) Rp. 250.000

Diminta :

1. Hitung nilai persediaan akhir (Ending Inventory) th.1999 dengan met.Variable Costing dan Full
Costing.
2. Buat laporan Laba/Rugi (Income Statement) menurut met.Variable Costing dan Full Costing.

 JAWABAN KASUS 1

1. Produk terjual = 80% x 200.000 u = 160.000 u


Persediaan brg jadi akhir (Ending finished goods Inventory) th.1999
= 20% x 200.000 u = 40.000 u
 Nilai persediaan akhir th.1999 dengan met. Variable Costing :
BBB (Raw Material) Rp.3.000.000
Upah langsung (Direct Labor Cost) Rp.2.500.000
BOP (Factory Overhead) Var. Rp.1.000.000 +
HP.Produksi (Cost of Goods Manufactured) Rp.6.500.000
Unit yang diproduksi = 200.000 u
HP.Produksi (COGM) per unit = Rp.6.500.000 = Rp.32,5
200.000
Nilai persediaan brg jadi akhir th.1999 = 40.000 u x Rp.32,5 = Rp.1.300.000
Nilai persediaan brg jadi akhir th.1999 dengan met. Full Costing :
BBB (Raw Material) Rp.3.000.000
Upah langsung (Direct Labor Cost) Rp.2.500.000
BOP (FOH) Var. Rp.1.000.000
BOP (FOH) Tetap Rp. 600.000 +
HP.Produksi (COGM) Rp.7.100.000
HP.Produksi (COGM) per unit = Rp.7.100.000 = Rp.35,5
200.000
Nilai persediaan brg jadi akhir th.1999 = 40.000 u x Rp.35,5 = Rp.1.420.000
2. Laporan Laba/Rugi ( Income Statement )
 Metode Variable Costing
PT.OTI
Laporan L/R ( Income Statement )
Untuk periode yang berakhir 31 Des 1999
Penjualan (Sales) Rp.8.000.000
Persed. brg jadi awal ( beginning finished goods inventory ) -
Biaya variabel (Variable Costs) :
BBB (Raw Material) Rp.3.000.000
Upah langsung (Direct Labor) Rp.2.500.000
BOP (FOH) Var. Rp.1.000.000 +
BTUD (goods available for sales) Rp.6.500.000
Persed. brg jadi akhir (Ending finished goods Inventory) Rp.1.300.000 –
HPP (Cost of Goods Sold) Rp.5.200.000 –
Contribution Margin Rp.2.800.000
Biaya tetap (Fixed Costs):
BOP (FOH) Tetap Rp. 600.000
Beban adm & umum Rp. 95.000
(General & Administratif Expense)
Beban iklan (advertising expense ) Rp. 155.000 +
Total biaya Rp. 850.000
Laba bersih sebelum pajak ( EBT ) Rp.1.950.000
 Metode Full Costing
PT.OTI
Laporan L/R (Income Statement )
Untuk periode yang berakhir 31 Des 1999
Penjualan (Sales) Rp.8.000.000
Persed. Brg jadi Awal (Beginning finished goods Inventory ) -
Biaya Produksi (Production Costs) :
BBB (Raw Material ) Rp.3.000.000
Upah langsung ( Direct Labor) Rp.2.500.000
BOP (FOH ) Var. Rp.1.000.000
BOP (FOH ) Tetap Rp. 600.000 +
BTUD (goods available for sales) Rp.7.100.000
Persed. Brg jadi akhir (Ending finished goods Inventory) Rp.1.420.000 –
HPP ( COGS ) Rp.5.680.000 –

Laba Kotor ( Gross Income ) Rp.2.320.000


Beban Operasi (Operating Expenses) :
Beban adm &umum
(General & Administrative Expense) Rp 95.000
Beban iklan (advertising expense ) Rp. 155.000 +
Rp. 250.000 -
Laba bersih sebelum pajak ( EBT ) Rp.2.070.000

KASUS 2
SAVAGE GARDEN Corp. adalah sebuah perusahaan yang memproduksi 1 jenis produk. Pada
tahun 1999 telah memproduksi 50.000 unit ikat pinggang dengan biaya produksi sebagai berikut :
BOP Var (variable FOH). Rp.25.000.000
BOP Tetap (fixed FOH) Rp.30.000.000
Upah langsung ( Direct Labor cost) Rp.55.000.000
Biaya Bahan Baku ( Raw Material cost) Rp.40.000.000
Selain itu terdapat data lain yang berkaitan dengan produksi tsb. sebagai berikut :
- Pembebanan BOP berdasarkan upah langsung.
- Biaya upah langsung per unit Rp.1100
- Produk yang terjual adalah 40.500 unit.
- Kapasitas normal (normal capacity) terjadi pada saat biaya upah langsung sebesar Rp.75.000.000
per tahun, dimana pada saat itu BOP tetap (fixed FOH) diperkirakan Rp.35.000.000 & BOP
Variabel (variable FOH) Rp.25.000.000
- Pembebanan lebih/kurang ( over/under applied ) Factory overhead dibebankan ke HPP (Cost of
Goods Sold).

Diminta :

1. Dengan menggunakan metode Full Costing, hitunglah :


a. Tarif BOP per unit.
b. Jumlah BOP yang dibebankan untuk th.1999.
c. Jumlah HPP ( Cost of Goods Sold ).
2. Dengan menggunakan metode Variable Costing, hitunglah :
a. Persediaan akhir ( Ending Inventory ).
b. HPP ( Cost of Goods Sold ).

 JAWABAN KASUS 2

1. a. Tarif BOP ( FOH ) per unit :


BOP ( FOH ) V Rp.25.000.000 *
BOP ( FOH ) T Rp.35.000.000 +
Jml BOP Rp.60.000.000
Tarif overhead pabrik ditentukan berdasarkan upah langsung, upah langsung pada
kapasitas normal Rp.75.000.000
Tarif Overhead pabrik = Rp.60.000.000 x 100% = 80%
Rp.75.000.000
Jadi tarif overhead pabrik = 80% dari upah langsung.
b. Jumlah BOP ( FOH ) yang dibebankan untuk th.1999 :
= 80% x Rp.55.000.000 = Rp.44.000.000

c. Jumlah HPP (COGS) th.1999 ;


BBB (Raw Material) Rp.40.000.000
Bi.Upah Langsung (Direct Labor Cost) Rp.55.000.000
BOP (FOH) Rp.44.000.000 +
HP.Produksi (Cost of Goods Manufactured) Rp.139.000.000
Pers.akhir (Ending Inventory)
= 50.000 – 40.500 x 139.000.000 = Rp. 26.410.000
50.000
HPP (COGS) sbl penyesuaian Rp.112.590.000
Selisih kapasitas tidak menguntungkan
( 55 jt – 44 jt ) = Rp.11.000.000
HPP ( COGS ) Rp.123.590.000

2. a.Persediaan akhir (Ending Inventory) Variable Costing :


BBB (Raw Material) Rp. 40.000.000
Bi.Upah Langsung (Direct Labor Costs) Rp. 55.000.000
BOP (FOH) V Rp. 25.000.000 +
HP.Produksi (Cost of Goods Manufactured) Rp.120.000.000

Jumlah produksi : 50.000 unit


HP.Produksi / unit = Rp.120.000.000 = Rp.2400
50.000
Nilai persediaan akhir = ( 50.000 – 40.500 ) x Rp.2400 = Rp.22.800.000

b. HPP ( COGS ) :
HP.Produksi (Cost of Goods Manufactured) Rp.120.000.000
Pers.akhir (Ending Inventory) Rp. 22.800.000 –
HPP (COGS) Rp. 97.200.000

KASUS 3
PT.SAKURA menggunakan biaya standar dalam menentukan besarnya biaya produksi. Kapasitas
normal yang dimiliki 40.000 unit. Biaya standar per unit produksi untuk bulan April, Mei, Juni tahun
2000 adalah :
April Mei Juni
BBB ( raw materials cost ) Rp.150 Rp.150 Rp.150
BTKL ( direct labor cost ) Rp.250 Rp.250 Rp.250
BOP ( F O H ) V Rp.100 Rp.100 Rp.100
BOP ( F O H ) T Rp.5.000.000 Rp.5.000.000 Rp.5.000.000
Biaya adm & pemasaran (administrative & marketing expense) variabel Rp.55 per unit yang dijual.
Biaya adm & pemasaran (adminstrative & marketing expense) tetap Rp.800.000 dan harga jual per unit
Rp.850.
Data penjualan & produksi bulan April, Mei, Juni th. 2000 sbb. :
April Mei Juni
Persediaan awal ( beginning inventory ) 4.000 unit 2.000 unit 5.000 unit
Produksi ( productions ) 38.000 45.000 41.000
Penjualan ( Sales ) 40.000 42.000 41.000

Selisih tidak menguntungkan : - Selisih efisiensi tenaga kerja Rp.300.000


(unfavorable variance) ( labor efficiency variance )
Selisih menguntungkan : - Selisih harga bahan baku Rp.175.000
(favorable variance) (raw material cost variance)
Seluruh selisih dibebankan ke harga pokok penjualan (Cost of Goods Sold).

Diminta :

1. Buatlah laporan laba/rugi (income statement) direct costing.


2. Buatlah laporan laba/rugi (income statement) full costing.

 JAWABAN KASUS 3
PT.SAKURA
Laporan Laba/Rugi
bulan April, Mei, Juni th.2000
Direct Costing
April Mei Juni
Penjualan (Sales) 34.000.000 35.700.000 34.850.000
HPP (COGS) :
- Pers.awal ( beginning inventory ) 2.000.000 1.000.000 2.500.000
- BBB ( Raw material) 5.700.000 6.750.000 6.150.000
- BTKL (Direct Labor Cost) 9.500.000 11.250.000 10.250.000
- BOP ( FO H ) V 3.800.000 4.500.000 4.100.000
BTUD ( good available for sales ) 21.000.000 23.500.000 22.000.000
Pers.akhir (Ending Inventory) 1.000.000 2.500.000 2.500.000
HPP (COGS) Var 20.000.000 22.000.000 20.500.000
(+) Selisih efisiensi TK tidak
menguntungkan 300.000 300.000 300.000
(-) Selisih harga BB mengun-
tungkan 175.000 175.000 175.000
HPP (COSG) Var 20.125.000 21.125.000 20.625.000
Bi. Adm. & Pemasaran Var.
(Adm & marketing expenses ) 2.200.000 2.310.000 2.255.000
Jml. Bi. Var. 22.325.000 24.435.000 22.880.000
-CM 11.675.000 12.265.000 11.970.000
Bi. Tetap ( Fixed cost ) :
- BOP ( F O H ) T 5.000.000 5.000.000 5.000.000
- Bi. Adm. & Pemasaran Tetap
( Adm & marketing expenses) 800.000 800.000 800.000
EBT 5.875.000 6.465.000 6.170.000

 Tarif BOP T = Rp.5.000.000 = Rp.125


40000

PT.SAKURA
Laporan Laba/Rugi
bulan April, Mei, Juni th.2000
Full Costing
April Mei Juni
Penjualan (Sales) 34.000.000 35.700.000 34.850.000
HPP (COGS) :
- Pers.awal ( beginning inventory ) 2.500.000 1.250.000 3.175.000
- BBB ( raw material cost ) 5.700.000 6.750.000 6.150.000
- BTKL ( direct labor cost ) 9.500.000 11.250.000 10.250.000
- BOP ( F O H ) V 3.800.000 4.500.000 4.100.000
- BOP ( F O H ) T 4.750.000 5.625.000 5.125.000
BTUD ( good available for sales ) 26.250.000 29.375.000 27.500.000
Pers.akhir ( ending inventory ) 1.250.000 3.175.000 3.175.000
HPP (COGS) 25.000.000 27.500.000 25.625.000
(+) Selisih efisiensi TK tidak
menguntungkan 300.000 300.000 300.000
(-) Selisih hrg BB meng-
untungkan 175.000 175.000 175.000
Laba Kotor ( gross income ) 9.125.000 8.325.000 9.350.000
Bi.Operasi ( operasional cost ) :
- Bi.adm & pemasaran V
Adm & marketing expenses ) 2.200.000 2.310.000 2.255.000
- Bi.adm & pemasaran T 800.000 800.000 800.000
EBT 6.125.000 5.125.000 6.295.000

Anda mungkin juga menyukai